"Sampai nanti pun akan terus berlanjut, terus dukung kami ya" ucap Hyde di pertengahan konser mereka. Sebuh konser megah yang dirancang se indah mungkin, setelah kembali dari world tour mereka, pulang ke rumah. Bukanya harus disambut dengan indah deshou?
Tetsu tak henti hentinya menebar senyumnya, sebuah konser yang memperlihatkan sebuh monster band yang kembali pulang. melihat kenchan dan yukkie serta Hyde yang tampil maksimal, penonton yg terlihat bahagia, para staff yang membantu dengan suka rela, saling bahu membahu, untuk menciptakan rangkaian konser ini.
"Tapi, untuk saat ini, saya tidak tau ya" ucap Hyde melanjutkn mc, seketika, Tetsu langsung menatap Hyde, pandangan tak percaya pada ucapan Hyde tersebut, apa itu artinya setelah konser ini ,hyde akan kembali lagi ke Vamps, meninggalkan L'Arc~en~ciel, meninggalkn dirinya...
Dada Tetsu terasa sakit, ia memang sering di tinggalkan, namun Hyde tidak... ia tidak pernah meninggalkan Tetsu, hanya Hyde yang tahan dengan sikap Tetsu yang terkadang sangat menyebalkan, hanya ia yang tersenyum untuknya, menyemangatinya...
Tetsu bersumpah, ia tidak mau mengeluarkan air matanya sekarang, ia ingin mengakhiri pesta ini dengan senyumanya, senyuman yang Hyde bilang sangat manis itu. Lagu Niji, lagu terakhir yang harus ia mainkan, dan lagu terakhir sebelum L'Arc~en~ciel vakum.
Lagu Niji pun selesai, terlihat dari layar, warna pelangi mencuat, menyinari keempat member, Ken dengan rokoknya melambaikan tangan kearah penonton, yukkie tersenyum tipis, Hyde sedikit memberikan ciuman jarak jauh, Tapi Tetsu.. sangat jelas menunjukan raut wajah yang menahan air matanya, tapi dengan cepat ia merubah raut wajahnya, menampilkan senyum manisnya, yang amat sangat manis.
Mereka jalan ke backstage dengan sedikit terengah - engah, tapi tidak untuk Tetsu, ia masih berusaha menahan tangisnya, meminta izin untuk ke kamar kecil, staff yang melihatnya mengira bahwa Tetsu sangat terharu, karna tak jarang ia mengeluarkan air matanya. Namun tidak untuk Hyde, terlihat dengan jelas muka kekhawatiran akan Tetsu.
Tetsu hanya bisa menangis, di kamar kecil ia menumpahkan segalanya, ke khawatiranya, kesedihanya, segalanya.. mengakibatkan matanya sembab, menunggu hingga hidungnya tak terlihat merah, ia meronggoh kaca mata hitamnya dan menuju ke cafe, mungkin semua staff, Ken, Yukkie, dan Hyde sudah berkumpul di cafe yang telah di sepakati, merayakan keberhasilan mereka.
Dan tepat sekali, mereka semua sudah berkumpul disana, Okano san, Masahiro san, semua member, Tetsu mengeluarkan senyum manisnya, sebagai permintaan maaf karna terlambat datang. Tetsu sengaja tidak melepas kaca matanya, ia tak ingin membuat semua orang khawatir dengan mata bengkaknya ini.
Pesta berlangsung meriah, Ken dan Hyde terkadag mengeluarkan candaan kotor mereka, Yukkie hanya merespon sedikit, memakan coklat kesukaanya, atau sekedar minum wine, itupun karna hari ini masih dalam rangka perayaan, padahal biasanya Yukkie akan menolak jika disuguhi wine.
Tetsu mulai bercakap - cakap seperti kebiasaanya saat rangkaian konser berakhir, meminta maaf karna sifat nya yang tiba - tiba sangat mengesalkan atau apalah. Tak lupa juga meminta maaf pada semua member. Tak terkecuali Hyde, Tetsu tau, sangat egois memang, karna ia hanya ingin terus bersama Hyde, ia sadar, dari awal ia memang telah salah, ini memang cinta yang salah, cinta yang terlarang.
Hyde dapat mendengar jelas suara Tetsu yang meminta maaf padanya terdengar sangat parau, dan menyakitkan, seperti haus akan kasih sayang. Hyde tau, yang membuat Tetsu seperti ini adalah ucapanya tadi, mungkin Tetsu berpikir sangat jauh, tapi Tidak, Hyde tidak akan meninggalkan L'Arc~en~ciel, ia tidak akan di cap sebagai kacang lupa kulit, dan ia tak akan pernah meninggalkan Tetsu, lebih tepatnya tidak mau, karna ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menjaga Tetsu, si pemilik senyum yang sangat indah.
Pesta terasa amat cepat, para staff sudah meminta izin untuk pulang, Masahiro san dan Okano san sudah meninggalkan tempat, ini adalah hari terakhir mereka semua berkumpul, sebelum menuju masa vakumnya, para member pun kembali pada kegiatan solonya masing - masing.
Tetsu melajukan mobilnya denga cepat, ia ingin segera tidur di apartemenya, semua kejadian ini membuatnya sangat lelah, melihat jam, sekarang sudah pukul 2 pagi, kebetulan rumahnya dengan U-chan sedang kosong, karna Ayana sedang berada di rumah keluarganya. Lagi pula rasanya suah sangat lama tidak berada di apartementnya.
Tesu mengakui, dia memang mudah menangis, tapi sekarang ini situasinya sangat menyebalkan, rasanya ia ingin terus menangis, apalagi pikiran sekarang hanya tertuju pada Hyde, ia tak ingin menjai egois, tapi...
Sesampinya di kamarnya, ia merebahkan badanya ke sofa, rasa lelah bercampur kantuk menyerang badanya, memejamkan matanya sedikit, entah kenapa bayangan - bayangan memori terdahulunya keluar, memori saat ia pertama kali bertemu dengan Hyde, jatuh cinta dengan semua pesona milik Hyde. Tetsu ingat ia bersikap sangat egois untuk mengajak Hyde masuk kedalam bandnya, band yang kini membesarkan mereka.
Tertawa sedikit, Tetsu mengingat raut wajah Hyde yang terlihat jengkel denganya, namun lama kelamaan ia pun setuju untuk masuk ke dalam keluarga L'Arc~en~ciel. Menetahui Hyde lebih dalam, membut Tetsu sangat bahagia, entah mengapa.
Tetsu juga ingat, masa - masa susahnya bersama dengan Hyde, pero dan Hiro, kerja keras merka sampai berhasil memasuki industri musik sebagai band indie yang cukup dikenal, semua usaha dan kerja keras mereka. Pergantian gitaris menjadi Ken, sahabat lamanya, drummer yang berganti menjadi Sakura kemudian Yukihiro.
Sampai akhirnya mereka menjadi salah satu artis yang dikenal seluruh jepang. Tidak, bahkan dunia pun mengenal meteka. Lagu - lagu ciptaan Hyde yang mampu mengikat semua orang, bahkan Tetsu sendiri, musik cadas yang dimainkan mereka, kontribusi semua orang.. terutama Hyde.
Perlahan air mata Tetsu jatuh, ia lupa, kenapa ia bisa sediktaktor ini akan Hyde, ia tidak mau mengikat Hyde, mengkang Hyde untuk mengkesploitasi musiknya. Ia sudah terlalu lama mengikat Hyde, memaksanya masuk, memaksanya terus berada di sisinya, Tetsu merasa bahwa dirinya sangatlah kejam.
Cukup! Ia ingin meminta maaf pada Hyde, a ingin mengutarakan perasaanya pada Hyde. Dengan siap Tetsu mengambil kunci mobil serta jaketnya, tidak peduli bahwa sekarang masih jam 3 pagi, ia berlari dan membuka pintu apartementya..
Cklek..
"Loh..?"
"Eh.. hehe"
Mata Tetsu melebar melihat Hyde yang tepat berada di depanya saat ini, tangan Hyde masih berada 2 cm dari bel apartementya, dan dengan segera Hyde menurunkan lenganya. Pikiran Tetsu berkecamuk, kenapa.. bagimana bisa.. namun Tetsu hanya terdiam membisu "Ayo masuk" hanya itu yang bisa Tetsu ucapkan sekarang.
Hyde mengikuti langkah Tetsu memasuki pintu apartementya, sampai di sebuh sofa putih yang menghadap kearah tv. Cukup lama mereka terdiam hingga Tetsu memula sebuah perakapan "Ada apa Hyde? Kenapa ke Apartement?" Tanya Tetsu bingung, Hyde menatap tajam kearah mata Tetsu yang sembab, serta jalur air mata terlihat di kedua pipinya. "Kenapa kau menangis?" Ucap Hyde pelan sambil terus menatap wajah manis Tetsu.
Cukup lama Tetsu membungkam sampai akhirnya ia memandang mata Hyde dengan pandangan sayu "aku berfikir bahwa.. aku terlalu sering mengekangmu, menyusahkanmu.. dan memaksamu, aku benar - benar minta maaf Haido" ucap Tetsu pelan. Hyde memandang Tetsu dengan tatapan sedih, ia sama sekali tidak merasa keberatan akan sikap Tetsu, walapun terkadang ada sifat Tetsu yang menjengkelkan, tapi semua itu hilang saat melihat wajah manis Tetsunya, senyumnya, sedihnya, sampai marahnya, semuanya bagai candu bagi Hyde.
"Aku takut.. ku takut kau akan marah dan meninggalkanku.. kumohon.. jangan tinggalkan aku sendiri" Belum sempat Hyde menjawab pernyataan Tetsu, Tetsu sudah memberikan sebuah pernyataan yng memilukan. Dengan refleks Hyde memeluk badan Tetsu yang disambut dengan tangisan Tetsu. "Sumpah, Tetchan, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, walaupun dewa dewa mengutuk kita, walaupun semua membenci kita, aku akan tetap berada disisimu" bisik Hyde kemudian mengecup puncuk rambut Tetsu.
Tetsu kembali terisak di dalam pelukan Hyde sampai akhirnya ia tertidur. setelah meyakini Tetsu suda tertidur di pelukanya, Hyde perlahan mengangkat tubuh Tetsu menuju kasur kingsize yang berada dikamar, direbahkan tubuh Tetsu dengan hati - hati, kemudian Hyde menyelimuti tubuh Tetsu dengan selimut.
Memandang wajah Tetsu yang memerah karna bekas menangis, Hyde hanya bisa memandang sedih, diusapnya air mata yang masih tertinggal di mata pemuda manis itu. "Bagaimana bisa kamu berfikir bahwa aku akan meninggalkanmu Tetchan, kau hal terinah yang pernah aku miliki, aku sama sekali tidak ada keinginan untuk meninggalkanmu" ucap Hyde pelan. Menatap kearah jam dinding yang sudah menunjukan pukul lima pagi, Hyde membatalkan niatnya untuk pulang, direbahkanya badan dia di sebelah Tetsu, dan mulai memjamkan mata, oyasumi nee Tetchan.
Hyde membuka kedua matanya, secara perlahan, jam sudah menunjukan pukul satu siang, dicarinya ke segala arah, namun Tetsu sudah tidak ada dikamar. Berjalan kearah luar ia dapat menemui Tetsu sedang duduk di sofa, "Nee haido? Kau sudah bangun? Apa aku mengganggumu? " ucap Tetsu sambil tersenyum manis, terlihat ia sedang memainkan salah satu bassnya. Hyde berjalan cepat menuju Tetsu, dan duduk di sisinya. Belum hilang rasa heran Tetsu, dengan cepat bibir Hyde menempel pada bibir Tetsu "i love you tetchan, always" seru Hyde diantara ciumanya, "nnh.. Love you more, Haido" ucap Tetsu sambil tersenyum diantara sela - sela ciumanya.