Selasa, 25 Oktober 2016

What is love (the fate)

What is love (fate)

Mata Tetsu bengkak.

Tidak bisa di pungkiri bahwa ia belakangan ini terlalu banyak menangis, entah bagaimana jiwanya sangat labil, bahkan untuk tidur dengan nyenyak saja, merupakan seusatu yang sulit untuk Tetsu.

Menghelai nafas berat, beberapa kali memori akan dirinya dimasa lalu terus terusan menyerang otakknya, membuat dadanya terasa sangat sakit, dulu.. jauh sebelum mereka terkenal saat ini, hanya ada Tetsu dan Haido, hidup yang serba pas pasan, namun terasa sangat indah. Masa dimana mereka bebas melakukan apa saja, tanpa perlu takut dilihat halayak, masa dimana kapan saja dan dimana saja mereka bisa berpegangan tangan, tanpa takut paparazi, masa dimana Tetsu merasakan sangat mencintai seseorang dan dicintai oleh seseorang.

Namun Tetsu tau, seiring dengan terkenalnya mereka, itu pula salah satu penyebab dimana hubungan terlarang itu memudar, mereka harus mulai menahan diri untuk tidak menunjukan cinta mereka, harus merelakan semuanya.

Termasuk nerelakan Hyde menikahi wanita itu 

Tetsu sadar betul, Hyde tidak rela meninggalkanya, ia sadar lagu pieces yang ditulis Hyde untuk dirinya, secara tidak langsung Hyde memintanya untuk menyerah, dan mencari penggantinya, namun tentu saja Tetsu tidak bisa, dan tidak akan pernah bisa, maka dari itu ia menjawabnya dengan lagu Times goes on. "Aku akan berusaha menjadi badut, demi senyumanmu"

Jadi beginilah Tetsu sekarang, menjadi badut, menekan perasaan bertahun tahun, menyiksa dirinya dengan senang hati. Well, cinta itu pengorbanan kan?

Tertawa miris, Tetsu menggengam handphone miliknya dengan kuat, akal sehatnya mulai memudar, ia ingin bertemu dengan orang itu, orang yang berhasil menarik perhatianya, orang yang berhasil membuatnya gila seperti sekarang ini.

Dengan perlahan ia mulai mengetik mail melalu handphone nya, entah keberanian dari mana, tapi setelah bertahun tahun, ia akhirnya berani (atau sudah tak perduli lagi) untuk mengirim mail untuk kekasihnya. well, Tetsu masih menganggap Hyde kekasihnya sampai saat ini, walaupun mereka sudah dimiliki orang lain.

Jika kita memang ditakdirkan bersama, malam ini kita bisa bertemu Hyde.. 

***

Meeting Vamps seperti biasa.

Hyde memijat pelipisnya pelan, lagi lagi rapat yang sangat membosankan, kepalanya sudah mulai pening mendengar ocehan orang orang ber jas itu, lagi pula badanya seperti sudah rontok terbelenggu oleh jadwal Vamps yang sangat 'membunuh' itu.

"Jadi perayaan bulanan Halloween party tahun ini diadakan di 3 tempat, Kobe, Chiba dan Osaka-"

Hyde memejamkan matanya perlahan, lagi lagi Osaka, Hyde muak dan rindu dengan kota tersebut, rindu sekaligus muak dengan kenangan manis yang tidak dapat dihapusnya, kenangan yang sudah bertahun tahun terlewati, tetapi masih saja segar di pikiranya.

Andaikan aku bisa kembali ke jaman itu...

"Haido... Haido san!"

Refleks Hyde membuka matanya.

"Ada apa?" Tanya Hyde acuh tak acuh.

"Rapat kali ini sampai disini dulu, melihat kondisi anda yang sudah tidak memungkinkan lagi, rapat akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda-"

Hyde hanya tersenyum manis sembari menganggukan kepalanya, ia sudah tidak mendengar apayang diucapkan staff tersebut, sekarang yang dibutuhkanya adalah Istirahat.

Keluar dari meeting terasa seperti keluar dari penjara untuk Hyde. Setelah memberi salam kepada rekan rekanya, ia mulai berjalan ke parkiran mobil. Tiba tiba sekelibat kenangan menyeruak otaknya, dimana Tetchan marah sekaligus khawatir karna jadwal Vamps yang menurut Tetsu sangat 'tidak sehat', well Tetsu benar, namun karna ego Hyde yang besar, masalah itu pun mulai berubah menjadi pertengkaran kecil, menjengkelkan sekaligus menggemaskan, dan Hyde ingat betul pertengkaran mereka berakhir diranjang, selalu seperti itu.

"Mungkin sedikit minum untuk hari ini" gumam Hyde miris.

Saat Hyde mulai menyalakan mobilnya, tiba tiba saja handphone nya berdering, menandakan bahwa ada email yang masuk, dengan malas ia melihat ke layar handphone nya. Matanya membulat, melihat siapa pengirim mail tersebut.

"Tetsuya..."

Sudah lama sekali semenjak Tetsu terakhir mengiriminya mail.

Dengan perasaan tak menentu, dibukanya email tersebut, matanya semakin membulat melihat kumpulan kata yang di rangkai oleh Tetsu.

"Malam ini kita harus bertemu, kau tau harus menemuiku dimana"

kalimat ambigu yang dikirimkan oleh Tetsu tersebut membuat Hyde kembali memijat pelipisnya, dibacanya terus menerus, berharap ada hint dari setiap kalimat yang dirangkai oleh Tetsu.

"Tetsu..  dia menyukai tempat tinggi.. dia menyukai melihat pemandnagan dari lantai atas jika kita sedang berbicara penting" Lirih Hyde pada dirinya sendiri.

Tiba tiba saja matanya membulat, ia ingat satu tempat, tempat dimana ia bisa menemukan Tetsu.

Jika mereka ditakdirkan bersama, malam ini mereka bertemu.

***

Tetsu merebahkan badanya yang masih menggunakan bathrobe pada kasur kingsize di hadapanya, menggulingkan dirinya ke kanan, samar sama ia bisa melihat pemandangan kota Tokyo dari jendela ruangan tersebut, walaupun tidak terlalu jelas, karna lampu kamar sudah di padamkan.

Mendadak sebesit perasaan gunggah menyerang hatinya, bagaimana jika hyde sudah tidak peduli lagi denganha, bagaimana jika mail yang dikirimkanya sama sekali tidak dibaca, dan beribu statment negatif memenuhi otaknya.

Tanpa di suruh, air matanya mengalir perlahan. Ya, ia menangis, mungkin sudah ribuan kali ia menangisi orang yang sama 

"Haido..aitai.."

Mencoba tidur, walau pada akhirnya hanya memejamkan mata saja, Tetsu harus bersiap, jika memang kenyataan tidak akan sesuai dengan ekspetasinya.

***

Mobil Hyde berhenti tepat di bangunan mewah daerah Roppongi itu, menatap ke atas bangunan tersebut, jika feelingnya benar Tetsu menunggunya di kamar yang sama, dimana hari itu mereka, atau lebih tepatnya Hyde memutuskan untuk mengakhiri semuanya.

Memoriable sekaligus menyesakkan.

Hyde sadar ia berhutang banyak ke Tetsu malam ini, jika memang sesuai dengan dugaanya, ia akan bertemu Tetsu, dan ia bersumpah harus memperbaiki semuanya, ia tak bisa berdiam diri terlalu lama lagi, ini sudah sangat menyiksanya.

Semoga mereka berjodoh.

***

Tetsu memeluk bantal dengan kuat, memori memori sialan itu kembali menyerang. Dan dari sekian banyak memori, kenapa memori perpisahanya dengan Hyde lah yang menyeang otakknya.

Dan lagi bulir bulir air mata itu keluar.

Mempererat pelukanya, berharap itu adalah Haidonya, imajinasi yang mungkin bisa menenangkanya malam ini.

Tiba tiba saja Tetsu nerasakan seseorang merengkuh pinggangnya. Sedikit terkejut, ia tidak bisa membedakan apakah ini hanya khayalanya atau kenyataan.

"Sttt... nakanaide, zutto soba ni iru yo"

Suara itu, suara yang sangat Tetsu kenal, apakah itu Hyde? Apakah Hyde mengerti dengan pesan ambigu yang Tetsu kirimkan, ataukah ini semua hanya imajinasinya, imajinasi yang ia harapkan terajadi.

Tetsu tidak dapat bersuara, air matanya terus mengalir, seiring dengan dekapan yang ia rasa semakin erat, ia tidak dapat melihat sosok yang kini ia rasa telah mendekapnya, ia tidak berani berbalik, takut bahwa semua ini hanya khayalanya.

Tetsu rasa, sebentar lagi ia bisa gila.

Tiba tiba saja ia merasakan pelukan itu melonggar. Dengan sigap Tetsu menahan kedua tangan itu, ia sangat takut jika ia berbalik, maka sosok yang kini memeluknya akan hilang.

"Terus peluk aku... agar aku bisa merasa kau tetap disisiku" lirih Tetsu amat pelan, berharap sosok itu mendengarnya.

Dengan cepat kedua tangan yang merengkuh Tetsu itu, membalikan badan Tetsu, membuat Tetsu dapat melihat sosok yang kini merengkuhnya.

Dan tidak sampai satu detik, air mata itu mengalir, mengetahui bahwa semua ini bukan hanya imajinasinya, Tetsu bisa merasakan keberadaan sosok yang kini merengkuhnya, ia bisa nerasakan wangi tubuh itu yang sangat khas, kehangatan rengkuhanya, keberadaan sosoknya.

"Aku pernah berjanji, terus berada di sisismu nee Tetchan" bisiknya pelan, membuat Tetsu merasa amat tenang.

"Yokatta.. kau mengingatnya.." bisik Tetsu pelan dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya, kemudian tak berapa lama ia jatuh terlelap.

Kemudian sosok itu mengecup puncuk kepala Tetsu pelan. "Dan kau masih cengeng seperti biasanya Tetchan"

****

Sinar matahari menyeruak masuk dari sela sela tirai yang memang tidak ditutup dengan benar, menerpa wajah tenang Tetsu, seakan memberitahunya untuk bangun.

Membuka matanya dengan enggan, tetsu merasa bahwa tidurnya kali ini ternyeyak yang pernah ia tau, semenjak hubunganya berakhir, ia jarang tidur dengan benar.

Ia masih merasakan ia dalam rengkuhan sosok itu, tersenyum manis, ia mulai membelai rambut sosok yang kini disisinya.

Ya, mereka di takdirkan bersama.

"Aku mencintaimu..." bisik Tetchan pelan.

Tanpa disadari sosok itu membuka matanya, menatap Tetsu lurus, "aku juga mencintaimu Tetchan..."

Nee.. kau tau apakah itu cinta?
Cinta itu adalah takdir.
Dan kau tau?
Kita di takdirkan bersama.
Maka dari itu kita bisa kembali bersama.
Aku ditakdirkan untukmu.
Dan begitu pula dirimu.
Ditakdirkan untukku.
Hyde.

FIN

Kamis, 13 Oktober 2016

What is love

What is love ?

TETSUYA SIDE

Aku mencintainya, bahkan sangat mencintainya.

Kadang mereka bertanya, mengapa aku tetap bertahan? Sudah sangat jelas bahwa perasaan yang meliputi aku dan dia itu terlarang, dan lagi jika diteruskan... akan lebih menyakiti ku dan dia..

Apa Itu cinta?

Aku memandang salah satu jari manisku, disana melingkar sebuah cincin mungil berhias emas murni, tanda bahwa aku telah resmi dimiliki oleh wanita itu, walaupun ia sampai sekarang tidak mendapatkan hatiku, dan aku sadar dia mengetahuinya.

Menghelai nafas pelan, bagus Tetsu, sekarang bukan hanya satu orang saja yang kau lukai, tapi kau juga melibatkan seseorang yang tak bersalah masuk ke lingkaran setan yang kau buat sendiri, lingkaran setan yang kau buat seperti surga.

Dan aku sadar, Hyde adalah seseorang yang berfikir menggunakan hatinya, ia mudah sekali pecah, aku sangat mengetahui itu.

Maka dari itu aku memberikan kebebasan untuknya, kebebasan untuk membuat band baru, atau mungkin pelarian yang ia ciptakan, ditambah dengan tidak adanya aku yang mendiktaktor semua yang berhubungan denganya. Semua kulakukan untuk menebus semua dosa ku, ya Hyde, aku adalah orang yang paling berdosa disini, bukan kau, tentu saja kau tak mengetahuinya, aku adalah aktor ulung.

Dan aku sadar, semua harus kubayar...

Aku menyadari kau merasa bersalah dengan ini, kau tau ini menyakitiku, dan jujur ini memang menyakitiku, kau terlihat lebih bersinar Hyde, tanpaku disisimu, aku merasa semakin kau bersamaku semakin aku meredupkan sinarmu.

Terkadang kenyataan memang menyakitkan.

Aku sadar aku egois, atau sudah di ambang batasku.. aku tak mengerti, aku tak kuat melihatmu tersenyum dan tertawa bahagia seperti itu, tanpa adanya aku disampingmu, terlihat kau tidak lagi membutuhkanku.

..... ya! Aku memang tidak dibutuhkan lagi olehnya..

Jadi aku memilih untuk pergi.

Meningalkan pestamu, sungguh itu hal ter kanak kanakan yang pernah aku lakukan, aku tidak tau apakah kau melihatku atau tidak, tapi sekarang aku hanya ingin mengeluarkan semuanya, dan aku tidak ingin terlihat rapuh di depan mu Hyde, aku kuat, terus seperti ini tidak apa apa, asalkan aku dapat melihat senyum mu.

Dan aku pun tersadar dari lamunanku, kembali menerawang seisi kafe, tempat ini begitu bersejarah untukku dan tentunya untukmu Hyde, tempat dimana kau akhirnya bersedia masuk ke dalam Band yang bahkan saat itu belum memiliki nama, dan sekaligus tempat dimana kau menyatakan perasaanmu padaku.

Dan kau sukses membuatku merasa melayang ke surga saat itu, Hyde.

Perlahan air mataku turun, membasahi pipiku, sekelibat kenangan manis yang terus datang menyerang memoriku, membuat dadaku sesak dan perutku mual, bahkan sepotong cheesecake yang ku pesan terliaht menjijikan dimataku.

Wakaranai yo...
Onaji iro ni someraretakunai..
Sameta mama ja gimakasenai
Mune no atsui omoi...

Hyde, sekali ini saja aku ingin melihatmu. Aku tidak bisa menahanya lagi, aku mencintaimu, bahkan terlalu mencintaimu.

Apakah itu cinta?
Apakah cinta se rumit ini?
Jika memang cinta itu ada...
Kenapa kita tidak bisa bersatu..
Atas nama cinta.

To be continued

Senin, 10 Oktober 2016

What is love...?

HYDE SIDE

***

Aku hanya dapat menatap nanar dirimu yang tengah berurai air mata itu. nee Tetchan, Aku sangat mengerti betapa kecewanya dirimu, namun aku tak dapat meninggalkan ini, ini adalah satu satunya pelarianku.. yang juga menghancurkan perasaanmu.

Kau mengatakan padaku, aku boleh melakukan apa saja, termasuk membentuk band ini. namun aku juga sadar, Dibalik senyuman manismu itu kau menangis, kau berteriak jangan, namun aku tetap melakukanya.. meninggalkanmu, berusaha melupakanmu dengan semua kesibukan ini.

Namun itu hanya sia sia.

Dan sekarang, hanya ada aku yang dapat menyesali semua ini, dulu kupikir kau akan mencampakkanku dan meninggalkanku, jujur itu lebih baik dari pada kau terus menerus menatapku dengan tatapan nanar itu, menangis untuk diriku yang telah menghancurkan dirimu sedikit demi sedikit.

Apakah itu cinta?

Aku tak dapat mendeskripsikanya, kita.. kita memiliki hubungan yang rumit, iya kan Tetchan? Dulu aku berfikir semua akan baik baik saja jika terus berjalan seperti ini, namun sebagai manusia, kita adalah mahluk sosial, tentu saja mahluk sosial  membutuhkan sebuah pengakuan untuk dapat melanjutkanya, dan cinta termasuk dalam itu.

Melihatmu tertawa dan tersenyum sangat manis pada solomu itu dan Pada temanmu (yang aku rasa adalah fanboymu) itu membuatku kesal, membuatku marah! Namun aku tak dapat berbuat apa apa, aku tak ingin merusak senyum mu itu, aku ingin senyum lepasmu terus bersarang diwajahmu Tetchan, karna itu sangat indah.

Jadi aku memilih untuk meninggalkanmu..

Namun aku sadar, perasaanmu itu masih sama terhadapku, entah berapa luka yang ku toreh saat kau melihatku bersenang senang dengan para fanboyku. Jadi sekakarang aku hanya bisa diam, dan berpura pura tidak ada yang terjadi, pengecut bukan?

Entah kenapa aku mengingatnya, saat kita bercinta untuk yang terakhir kalinya sebelum memutuskan untuk saling menjauh, wajahmu penuh dengan air mata, dan itu sangat menyiksaku Tetchan, aku hanya dapat menghapus sisa sisa bulir air matamu, mengecup pipimu pelan, kecupan terakhirku untukmu. 

Aku pikir setelah itu kau akan menendangku keluar, namun ternyata  tidak, kau tetap tersenyum padaku, walau senyummu terlihat pahit di awal Tetchan, rasanya aku ingin memelukmu saat itu juga, tentu aku tidak melakukanya, kau tau kenapa? Karna aku dalah seorang pengecut, dan aku mengakuinya.

Dan sekarang aku kembali melihatmu menangis, seperti memutar memoriku kembali pada saat itu, membuat perasaan tak nyaman kembali menyerang dadaku, pada akhirnya aku tau Tetchan, hanya kau, hanya kau yang bisa membuka hatiku, bukan Megumi, bukan Vamps, bukan Gackt, hanya kau, Tetsu!

Kau berjalan keluar dari pestaku, aku tau kau sudah berada diambang batas Tetchan, tidak mudah menutup perasaan yang sudah bertahun tahun dipendam, aku mengerti perasanmu, karna aku pun merasakan itu Tetchan.

Dan entah angin dari mana, sekarang aku disini, ditengah keramaian Osaka hanya untuk mencarimu, kakiku bergerak sendiri, membawaku berjalan lebih kepelosok lagi, after party dan pelarianku aku tinggalkan begitu saja, karna tetap saja nuraniku akan menang dari logikaku, kau tau itu kan Tetchan?

Sejenak kupandang jalanan di sekitarku, Osaka memang menyimpan banyak sekali memori, memori tentang kita Tetchan, maka dari itu aku sangat menyukai kota ini.

Tepat sesuai dugaanku Tetchan, kau sangat mudah di tebak, dan lagi kebiasaanmu itu yang sangat kuhapal, jika kau sedang sedih atau lelah, kau pasti akan datang ke cafe itu, cafe tempat dimana pertama kali aku mengatakan bahwa aku mau bergabung dengan L'Arc~en~ciel, dan juga cafe dimana aku menyatakan perasaanku terhadapmu.

Aku tetapenjaga jarak ku agar tak terlihat olehmu. Lucu memang, aku nekat menibggalkan after party untuk bertemu denganmu, namun nyatanya nyaliku langsung hilang daat melihatmu.

...... bahkan dari jauh sekalipun.. 

Kau tetap sama Tetchan, aku hafal sekali dengan polamu, kau hanya akan memesan segelas air putih dan sepotong cheesecake yang bahkan tak kau sentuh sekalipun.

Akhir akhir ini kau semakin kurus Tetchan, kau makan dengan sangat tidak teratur,    dan jujur itu membuatku semakin khawatir.

Melihat kembalu ke kedua matamu yang membengkak, kau pasti habis menangis ya kan Tetchan? Dan aku tau, penyebab tangismu adalah aku, si brengsek ini.

Dan jujur itu membuatku semakin tak bernyali untuk bertemu denganmu..

Nakanaide... nakanaide...
Taisetsuna hitomi yo....

Apa itu cinta Tetchan?
Jika cinta hanya membuatmu menangis dan membuat kita saling menyakiti.
Akankah lebih baik untuk kita menyerah?
agar tak ada yang tersakiti lagi...?

Oleh karna itu, aku memilih keluar dari cafe itu, dan kembali ke pelarianku.
Walaupun aku sadar itu tak ada gunanya.

To be continued (with TETSUYA side)