HYDE SIDE
***
Aku hanya dapat menatap nanar dirimu yang tengah berurai air mata itu. nee Tetchan, Aku sangat mengerti betapa kecewanya dirimu, namun aku tak dapat meninggalkan ini, ini adalah satu satunya pelarianku.. yang juga menghancurkan perasaanmu.
Kau mengatakan padaku, aku boleh melakukan apa saja, termasuk membentuk band ini. namun aku juga sadar, Dibalik senyuman manismu itu kau menangis, kau berteriak jangan, namun aku tetap melakukanya.. meninggalkanmu, berusaha melupakanmu dengan semua kesibukan ini.
Namun itu hanya sia sia.
Dan sekarang, hanya ada aku yang dapat menyesali semua ini, dulu kupikir kau akan mencampakkanku dan meninggalkanku, jujur itu lebih baik dari pada kau terus menerus menatapku dengan tatapan nanar itu, menangis untuk diriku yang telah menghancurkan dirimu sedikit demi sedikit.
Apakah itu cinta?
Aku tak dapat mendeskripsikanya, kita.. kita memiliki hubungan yang rumit, iya kan Tetchan? Dulu aku berfikir semua akan baik baik saja jika terus berjalan seperti ini, namun sebagai manusia, kita adalah mahluk sosial, tentu saja mahluk sosial membutuhkan sebuah pengakuan untuk dapat melanjutkanya, dan cinta termasuk dalam itu.
Melihatmu tertawa dan tersenyum sangat manis pada solomu itu dan Pada temanmu (yang aku rasa adalah fanboymu) itu membuatku kesal, membuatku marah! Namun aku tak dapat berbuat apa apa, aku tak ingin merusak senyum mu itu, aku ingin senyum lepasmu terus bersarang diwajahmu Tetchan, karna itu sangat indah.
Jadi aku memilih untuk meninggalkanmu..
Namun aku sadar, perasaanmu itu masih sama terhadapku, entah berapa luka yang ku toreh saat kau melihatku bersenang senang dengan para fanboyku. Jadi sekakarang aku hanya bisa diam, dan berpura pura tidak ada yang terjadi, pengecut bukan?
Entah kenapa aku mengingatnya, saat kita bercinta untuk yang terakhir kalinya sebelum memutuskan untuk saling menjauh, wajahmu penuh dengan air mata, dan itu sangat menyiksaku Tetchan, aku hanya dapat menghapus sisa sisa bulir air matamu, mengecup pipimu pelan, kecupan terakhirku untukmu.
Aku pikir setelah itu kau akan menendangku keluar, namun ternyata tidak, kau tetap tersenyum padaku, walau senyummu terlihat pahit di awal Tetchan, rasanya aku ingin memelukmu saat itu juga, tentu aku tidak melakukanya, kau tau kenapa? Karna aku dalah seorang pengecut, dan aku mengakuinya.
Dan sekarang aku kembali melihatmu menangis, seperti memutar memoriku kembali pada saat itu, membuat perasaan tak nyaman kembali menyerang dadaku, pada akhirnya aku tau Tetchan, hanya kau, hanya kau yang bisa membuka hatiku, bukan Megumi, bukan Vamps, bukan Gackt, hanya kau, Tetsu!
Kau berjalan keluar dari pestaku, aku tau kau sudah berada diambang batas Tetchan, tidak mudah menutup perasaan yang sudah bertahun tahun dipendam, aku mengerti perasanmu, karna aku pun merasakan itu Tetchan.
Dan entah angin dari mana, sekarang aku disini, ditengah keramaian Osaka hanya untuk mencarimu, kakiku bergerak sendiri, membawaku berjalan lebih kepelosok lagi, after party dan pelarianku aku tinggalkan begitu saja, karna tetap saja nuraniku akan menang dari logikaku, kau tau itu kan Tetchan?
Sejenak kupandang jalanan di sekitarku, Osaka memang menyimpan banyak sekali memori, memori tentang kita Tetchan, maka dari itu aku sangat menyukai kota ini.
Tepat sesuai dugaanku Tetchan, kau sangat mudah di tebak, dan lagi kebiasaanmu itu yang sangat kuhapal, jika kau sedang sedih atau lelah, kau pasti akan datang ke cafe itu, cafe tempat dimana pertama kali aku mengatakan bahwa aku mau bergabung dengan L'Arc~en~ciel, dan juga cafe dimana aku menyatakan perasaanku terhadapmu.
Aku tetapenjaga jarak ku agar tak terlihat olehmu. Lucu memang, aku nekat menibggalkan after party untuk bertemu denganmu, namun nyatanya nyaliku langsung hilang daat melihatmu.
...... bahkan dari jauh sekalipun..
Kau tetap sama Tetchan, aku hafal sekali dengan polamu, kau hanya akan memesan segelas air putih dan sepotong cheesecake yang bahkan tak kau sentuh sekalipun.
Akhir akhir ini kau semakin kurus Tetchan, kau makan dengan sangat tidak teratur, dan jujur itu membuatku semakin khawatir.
Melihat kembalu ke kedua matamu yang membengkak, kau pasti habis menangis ya kan Tetchan? Dan aku tau, penyebab tangismu adalah aku, si brengsek ini.
Dan jujur itu membuatku semakin tak bernyali untuk bertemu denganmu..
Nakanaide... nakanaide...
Taisetsuna hitomi yo....
Apa itu cinta Tetchan?
Jika cinta hanya membuatmu menangis dan membuat kita saling menyakiti.
Akankah lebih baik untuk kita menyerah?
agar tak ada yang tersakiti lagi...?
Oleh karna itu, aku memilih keluar dari cafe itu, dan kembali ke pelarianku.
Walaupun aku sadar itu tak ada gunanya.
To be continued (with TETSUYA side)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar