Senin, 28 Agustus 2017

On rainy day

Setelah hiatus panjang...... sekali terus Tab rusak jadi draf draf fanfic ilang semua 😂😂 akhirnya dengan modal HP baru nulis fanfic lagi hahaha *senenenya Gara gara di terror juga same pembaca setia * eaa
 
Dan fanfic ini terinspirasi karma Udah seminggu ujan melulu 😂😂😂 

Well, Happy reading ☺️☺️ kayaknya juga bahasa Indonesia ku udah berantakan hahhaa

********* 

On rainy day

Dia memandang dari dalam jendela, seakan dapat merasakan ratusan titik air yang membasahi tanah, membuat udara musim panas ini terasa sangat sejuk, dia juga dapat melihat orang yang berlalu lalang menggunakan payung agar tidak terbasahi oleh rintik hujan yang membasahi bumi. 

Di senyap Nya mug berisi coklat panas yang barusan di seduhnya,  coklat panas yang tidak terlalu manis itu seperti sebuah simfoni yang pas dengan gerimis kecil ini. 

Di tambah lagi dengan bermalas Malasan seharian di apartement mewahnya, pasti terasa sangat nikmat. 
Namun semua itu harus dilupakanya karna setumpuk aktivitas yang harus ia lakukan, mengingat sebentar lagi ia akan menggelar konserNya. 

Kembali menyesap coklat panasnya, tiba tiba saja ia mengingat seseorang yang puluhan tahun bersamanya, Well tidak setiap saat bersamanya sih, lagipula bersama orang yang di cintai itu tidak harus setiap hari, kan? 

Yang membuatnya gemas sekaligus bahagia itu adalah sifat orang itu, dia bisa di ibaratkan coklat panas yang tengah diminum ini, tidak terlalu manis namun kau bisa merasakan secercah rasa manis pada setiap tegukanmun. 

Seperti dia yang sangat dingin, tentu saja image Nya memang seperti itu, Tapi ia selalu berhasil membuat suatu kejutan manis yang tidak terkira.

Waktu cepat berlalu ya... 

Hujan... sekelibat memori datang bersamaan dengan ribuan rintik air yang membasahi bumi, ia ingat saat pertama kali bertemu dengan orang itu hujan turun? Tidak terlalu deras memang, ia mengingat wajahnya yang masih polos, tidak terlalu banyak polesan make up, tapi polos itu lah yang membuatnya terlihat bercahaya. 

Ia tak percaya cinta pada pandangan pertama, tapi pada kenyataannya ia mencintai orang itu pada pandangan pertama. 

Sungguh sebuah ironi. 

Dan, hujan pula yang menjadi saksi saat mereka berpisah, lucu, ia mencintai dan membenci hujan pada waktu bersamaan. 

Apalagi memori terakhirmya Sengan bukan bukan Hal yang indah. 

Namun sebuah pelangi tak akan muncul sebelum badai kan? 

Mengingat masa lalu, mungkin karna mereka masih muda dan masih bodoh, miss comunication tak bisa dihindarkan. 

Dan sekarang disini lah dia, di sebuah apartement tingkat menengah, sembari menatap orang yang berlalu lalang - setengah - berlari, sembari menyesap coklatnya. 

Sepertinya hujan sudah berhenti. 

"Jadi berangkat rehersal?"

Seketika ia menengok ke belakang, ke arah asal suara yang datang, Tuhkan pelanginya muncul .

Tersenyum dan menggangguk, hanya hal itu yang bisa dilakukannya sekarang. 

Orang itu hanya tersenyum dan menghampirinya, memeluknya dari belakang, sedikit bermanja, menyandarkan kepala pada perpotongan bahunya

Dan sesungguhnya ia dapat merasakan debaran jantung yang bertambah kencang, seiring dengan perlakuan yang sebenarnya tidak terlalu manis yang dilakukan orang itu. 

Dibandingkan ciuman dan sex, sungguh ia lebih menikmati hal hal kecil seperti ini. 

Setidaknya ia tau, orang yang kini memeluknya hanya bisa bermanja pada dia, yah, walau bisa dibilang lebih sering ia yang bermanja pada makhluk yg kini memeluknya itu. 

"Oh Ayolah Haido, nanti aku terlambat" ucapnya sembari berpura pura berusaha untuk melepaskan pelukan orang itu. 

Tapi hasilnya nihil, malah pelukan yang semakin erat didapatnya. 

"Itu memang niatku Tetchan, membuatmu terlambat" bisiknya jahil. 

Baka. 

Setelah perdebatan yang tak penting, akhirnya orang yang bermama Haido itu mengalah, dan mengantarkan Tetchanya rehersal, untuk pergelaran solonya yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi. 

"Nee Haido" ucap Tetsu sambil memandang langit yang sudah mulai cerah. 
"Apa?" 
"Bagaimana kalau nanti aku membawakan hitomi No jyuunin?" 
Hyde menaikkan alisnya, "lagu itu susah sebenarnya, jujur aku saja kadang masih miss dalam membawakannya"
Tetsu hanya diam sembari memandang jalanan kota Tokyo itu. 
Iya itu lagu yang susah, lebih tepatnya musiknya yang susah, kau harus mengubah tone suaramu Dari yang amat rendah sampai amat tinggi. 
Lagu yang ia sendiri ciptkan, dengan amat cinta untuk orang yang sedang menyetir di sebelahnya. 
"Tapi sepertinya bagus untuk dicoba" ucap Hyde tiba tiba. 
Seketika Tetsu menoleh, kemudian tersenyum simple, "maa.. iika?" (Bagus mungkin)
Hyde hanya mengangguk kecil, "yatte mireba?" (Cobain Aja dulu) 
Tetsu tertawa kecil, "hai sensei, ganbarimasu!!" 
Hyde tak tahan untuk tertawa serta memukul pelan kepala Tetchanya itu, setelah puluhan tahun Tetsuasih saja bisa bersikap menggemaskan seperti itu. 

Kadang obrolan ringan seperti ini yang dirindukan mereka berdua, diantara ribuan pekerjaan yang menyita waktu mereka itu. 

Tak sampai setengah jam, mereka sudah sampai si depan gedung studio tempat Tetsu akan melaksanakan rehersalnya itu. 
"Nanti ku jemput" seru Hyde kemudian tersenyum dan melaju pergi. 
Tetsu tersenyum dan mengangguk, tak sampai 5 menit muncul Mail di handpnone Nya. 

"Jangan lupa makan, banyak minum, jangan terlalu berlebihan dalam rehersal, ingat kondisi tubuhmu gampang turun, nanti malam kita dinner di luar" 

Mau tak mau Tetsu hanya tersenyum kecil.

Sebenarnya dibanding ribuan kata cinta yang puitis, perhatian kecil seperti ini lah yang membuatnya bahagia setengah mati. 

Serta komunikasi yang memang sangat sulit, bagaimana pun ia harus mengikuti gaya pacaran ala Hyde, tak perlu sebuah pengakuan, yang penting kita saling mencintai, itu cukup. 

Awalnya memang sakit untuk Tetsu, namun lama kelamaan ia dapat menikmatinya. 

Hyde memang dingin, tapi ia selalu bisa memberikan hal hal manis, tidak terlalu manis dan berlebihan memang, tapi cukup untuk Tetsu. 

Dear Hyde, aku mencintaimu 
Mau Hujan ataupun tidak. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar