Selasa, 11 Agustus 2015

Hurry Xmas Nee

Hari ini malam Natal.

Ya.. hari dimana semua orang bersuka cita, bersama dengan sanak famili ataupun orang yang di cintainya. Makan bersama di dalam rumah ataupun berkencan. semua orang sangatlah menantikan hari ini, terlebih lagi untuk pasangan muda mudi yang sudah menyiapkan sederet rencana, entah itu melihat pohon natal, makan malam bersama ataupun sekedar jalan jalan, terlebih di udara yang cukup dingin ini, membuat ingin berlama lamadengan sang kekasih.

Namun tidak untuk seorang Tetsuya, ia sengaja memadatkan waktu sampai sehari sebelum malam natal. Bukan bermaksud apa apa, ia hanya ingin memberikan hadiah kecil untuk semua membernya, liburan di hari natal! agar mereka bisa mengerjakan urusan personalnya. ia yakin Kenchan saat ini berkencan dengan pacar barunya.. siapa namanya.. chiaki kalau tak salah.., Yukkie.. pasti dia sedang main game dan minum coklat panas.., dan Hyde.. Tetsu rasa ia sedang berkencan dengan istrinya Megumi.

Merenggangkan badanya perlahan, jujur Tetsu kurang menyukai musim dingin, karna badanya berada di titik terlemah dn bisa kapan saja terserang flu.

Mata Tetsu siap terpejam di sofa Apartementya saat bel berdering marah, ,tetsu menatap jam yang masih menunjukan pukul 7 malam, yah well.. belum terlalu malam untuk bertamu Tetsu rasa. Berjalan dengan malas ia membuka pintunya perlahan, terlihat sosok menawan yang sedang memberikan senyum mempesonanya pada Tetsu. Tetsu meyeringit perlahan melihat sosok di depanya saat ini.

"Hyde?"
"Hai tetchan"

Tanpa di suruh Hyde menarik Tetsuya masuk ke dalam rumahnya, masuk kedalam kamar Tetsu dan memakaikanya mantel tebal serta penutup kepala, Tetsu masih menatap bingung sampai ia membuka suara. 

"Ini untuk apa?" Tanya Tetsu bingung melihat Hyde sibuk memakaikan mantel pada tubuh Tetsu.

"Mau ngajak kamu kencan Tetchan" ucap Hyde polos sembari mencari sarung tangan yang pas pada mantel pink Tetsu.

Tetsu menatap mahluk yang cukup kurang ajar ini, masuk ke dalam rumahnya tanpa permisi dan sekarang mengacak ngacak kamarnya.. dan anehnya lagi mengajak kencan secara sepihak.

"Ano Hyde.. maaf sebelumnya ... tapi aku tidak akan mempergunakan hari libur yang amat berarti ini untuk keluar dan membuatku menjadi sakit" ucap Tetsu panjang lebar.

"Tapi Tetchan kau pasti akan suka.. lagian... restoran yang kau nanti nanti sudah buka.. dan aku sudah reserv tempat lohhh" ucap Hyde sambil menerlingkan matanya.

Seketika mata Tetsu membulat, ia sudah lama menunggu nunggu restoran itu buka.. walaupun ia tau maksud hyde ini adalah kencan.. yah.. mungkin tidak apa apa untuk kali ini.

***

Dan disinilah Tetsu dan Hyde sekarang,  berjalan di trotoar dengan serba serbi natal yang manis, mata hyde menatap berbinar barang barang lucu yang didominasi warna hijau dan merah, sementara Tetsu mulai merasa badanya tidak enak dan menggigil kedinginan. Mata Hyde menatap Tetsu yang sibuk menghangatkan tanganya sendiri, dan tanpa aba aba syal merah yang berada di leher Hyde dikalungkan pada Tetsu, menutup semua akses udara dingin untuk memasuki tubuhnya.

Tetsu menatap nanar Hyde yang sibuk mengalungkanya sebuah syal, senyuman manis menempel di wajahnya, tidak menyangkan hyde akan melakukan hal romantis semacam ini.

"Nah sekarang tidak dingin lagi " ucap Hyde sambil tersenyum
" terimakasih... "ucap Tetsu yang merona merah membuatnya semakin manis, Hyde yang melihatnya tak kuasa untuk menahan senyumanya. Perlahan di dekatkanya wajahnya pada wajah Tetsu, bersiap mencium bibir pink pemuda manis itu.

"TETCHAN HAII~" teriak pria bersurai coklat sembari berjalan mendekati keua insan yang hampir berciuman itu. Refleks Hyde dan Tetsu menjauhkan diri mereka. Sosok itu sudah berada di depan Tetsu sambil memberikan senyumanya.

"Eh.. hai Takachan" ucap Tetsu aga sedikit kaku .
"Hai Tetchan sudah lama Tak bertemu ya" ucap Takanori sambil memeluk tubuh Tetsu , Tetsu yang kaget hanya menepuk nepuk punggung Takanori, sementara itu Hyde yang berada tidak jauh dari sana hanya bisa memperlihatkan wajah masam nan kesal melihat Takanori dengan seenak jidatnya memeluk mahluk yang berstatus sebagai kekasihnya. Menyadari ada yang memerhatikanya Takanori , ia mepeas pelukanya pada Tetsu dan menagkap bahwa ada sesosok lain disana.

"Hai haido san" ucapnya sambil tersenyum.
"Hmmm" hyde hanya menjawab dengan asal asalan. Takanori tidak terlalu mempermasalahkanya, lalu ia menatap Tetsu lagi dengan wajah berbinar " kau tau Tetchan, restoran yang kamu tunggu tunggu itu ternyata milik Temanku lohh, katanya hari ini grand openingnya ayo kita kesana, haido san juga" ucap Takanori sambil menggandeng tangan Tetsu yang membuat Hyde semakin dongkol.

***

Tetsu, Hyde, dan Takanori mendudukan dirinya pada sofa yang nyaman, interior dan suasana cafe yang nyaman dan hangat membuat semua orang betah berada di dalamnya, termasuk juga Tetsu, walaupun ia dapat merasakan aura menyeramkan yang keluar dari tubuh Hyde.

Mereka memesan makanana yang berada di buku menu restoran tersebut. Selagi menunggu pesanan datang, Taanori mulai membuka suara, membuat percakapan untuk Tetsuya

"Oh iya Tetchan ku tau kan album ku baruku sudah keluar, rasanya album ini lumayan berat dibandingkan album album yang lain" seru Takanori yang membuat perhatian Tetsu teralih, Tetsu hanya menanggapi nya dengan tertawa perlahan, sementara ekor mata Tetsu menangkap sosok hyde yang hanya memandang malas malasan.

"Lalu bagaimana dengan Laruku? Apakah kalian berencana untuk come back tahun depan." Ucap Takanori sanbil menatap Tetsu dan Hyde bergantian.

"Aku rasa cukup baik jika kta come back tahun depan, itu juga kalau kalau aku kenchan yukkie atau haido tidak berbenturan jadwal" ucap Tetsu.

"Lalu bagaimana dengamu haido?"Tanya Takanori sembari menatap Hyde.

"Mungkin" ucap Hyde datar sembari membuang muka ke sisi jalan, Takanori hanya mengangkat bahu sementara Tetsu menatap tak enak pada Hyde.

Tak lama kemudian makanan datang, Takanori  , Tetsu dan Hyde mulai memakan makanan mereka, dengan Takanori dan Tetsu yang bercanda gurau, membuat Hyde semakin dongkol, rencana yang dibuatnya susah payah hancur lebur karna mahluk cebol ini.

Setelah selesai memakan makanan, handphone Takanori tiba tiba berbunyi, ia mengangkatnya dan mengobrol sebentar, kemudian memutuskan hubungan telepon tersebut.

"Tetchan Haido san aku pamit pergi dulu, terima kasih untuk hari ini" ucap Takanori selagi berdiri dari tempatnya.
"Kapan kapan kita jalan lagi ya" lanjut Takanori sambil berlalu yang dijawab lambaian oleh Tetsuya.

****

Tetsu menatap takut takut pada Hyde yang terlihat menyeramkan sekarang, ia tau betul rencana yang di susun hyde untuknya kini berantakan, dan wajar sekali jika hyde marah saat ini.

Tak tahan dengan kesunyian ini Tetsu mulai membuka suaranya "Nee.. Haido"ucap Tetsu yang disambut tolehan hyde.
"Maafkan aku karna rencana kamu jadi gagal.. " lanjutnya sambil menunduk pelan, Hyde yang melihatnya hanya memberikan gumaman tak jelas, sejujurnya hyde tak terlalu kesal juga, apalagi Tetsu sudah meminta maaf , tapi tetap saja msih rasa kesal pada dirinya.

Tetsu menatap hyde yang memberikan jawaban tak jelas, ia menghelai nafas, kalau sudah begini , Tetsu harus melakukan cara itu agar Hyde kembali ceria.

Perlahan Tetsu berjalan mendahului hyde, kemudian memberhentikan langkah hyde dan.... Chuu
Tetsu menempelkan bibirnya pada bibir hyde walaupun tak lama namun imbasnya adalah wajah Tetsu yang memerah. Sementara hyde tersenyum manis melihat reaksi Tetsu yang lucu itu ,kemudian mengacak acak rambut Tetsu, "aku sudah ga marah kok" ucap hyde lembut.

Tib tiba Hyde teringat sesuatu, sesuatu hal yang ia ingin berikan pada Tetsu, ia yakin sekali Tetsu akan sangat senang dengan itu.

"Tetchan kau mau kan ikut aku sebentar, aku yakin kau akan menyukainya" ucap Hyde yang mendapat anggukan dari Tetsu. Mereka pun berjalan menuju mobil hyde yang terparkir.

***

"Hydeee aku tidak tau ada tempat seindah ini di Tokyo" ucap Tetsu sambil berbinar ceria melihat hamparan Tokyo dari sebua bukit. Hyde hanya tersenyum menatap tingkah Tetsu yang kekanak kanakan itu.

Dengan perlahan Hyde mendekati Tetsu yang masih terpana melihat Hamparan kota Tokyo yang terang menderang. Menatap Tetsu penuh arti Hyde memberikan sebuah kotak berwarna merah hati pada Tetsu, meminta Tetsu untuk membukanya.

Tetsu membukanya kotak itu perlahan, menatap nanar sebuah kalung yang berbentuk anak kunci, ia mengangkatnya dan mensejajarkan dengan matanya. "Kalung ini membuktikan bahwa hanya kau yang dapat membuka pintu hatiku Techan" jelas Hyde.

Mata Tetsu berkaca kaca mendengar penjelasan dari Hyde, tidak menyangka bahwa Hyde akan Se serius ini padanya.,

"Aku mencintaimu haido" ucap Tetsu sambil memeluk hyde. Hyde memeluk erat Tetsu juga. "Aku mencintaimu juga.. selalu" ucap Hyde.

Tiba tiba salju yang putih turun menerpa wajah mereka , Tetsu menatap berbinar salju lembut yang turun. , "aku berharap kita tetap bersama haido" ucap Tetsu sambil menyentuh salju salju yang turun , sementara hyde masih merengkuh Tetsu.

"Merry Xmas hyde terima kasih hadiahnya" ucap Tetsu pelan
"Merry Xmas Tetchan" jawab Hyde sambil tersenyum melihat rona merah yang asih berada di pipi Tetsu.

Tetsu yang terlihat sangat manis membuat hyde ingin menciumnya, di dekatknya bibirnya dengan bibir Tetsu, namun tiba tiba Tetsu berdiri menuju mobil hyde. Hyde yang menatap kepergin Tetsu hanya bisa mendesah kecewa.

"Kau tau hyde... ini adalah hari terindah untukku, aku sangat senang" ucap Tetsu sambil tersenyum manis.. dan dibalas senyumn oleh hyde.

"kalung pemberianmu sangat indah.. hyde.. aku sangat ingin memakainya, tapi aku rasa akan lebih indah saat kalung  ini menempel pada dadaku tanpa  gangguan sehelai benang kan" ucap Tetsu dengan senyum menggoda.

"Aku rasa.. aku butuh bantuan untuk memakaikan kalung ini..." ucap Tetsu dengan nada sensual, hyde yang menatapnya dari tadi semakin tidak bisa melepas pandanganya dari Tetsu.

"Nee.. haido.. kau mau membantuku...?" Ucap Tetsu sedikit mendesah, membuat hyde kesusahan menenggak air liurnya, kemudian Hyde tersenyum nakal berjalan kearah Tetsu yang sudah terlebih dahulu memasuki mobil.

As your wish my honey.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar