Sabtu, 27 Februari 2016

Smooth criminal, Memories.

Yeayyy akhirnya di antara sakit yang mendera(?) Dapat ilham buat melanjutkan fanfic yang sebenernya sudah selesai tapi.. pada minta sequel hahaha...

Title : Smooth criminal, Memories
Pair : Haitsu~
Genre : Romance, Action

****

"TETCHAN LARI!!!"

Badan kecil itu terasa kaku melihat apa yang di sugukan di hadapanya kini, ia dapat melihat dengan jelas onggokan mayat penuh luka yang merupakan ayahnya, dan ibunya yang kini di tusuk oleh sebilah pedang, tepat di depan matanya.

"Hei itu anak mereka, kejar!" seru salah satu dari komplotan, yang bahkan Tetsu tidak tau siapa.

Dengan sigap kaki mungil itu berlari secepat yang ia bisa, air mata terus turun membasahi pipi putihnya, bibirnya bergetar menahan sakit yang menyerang dadanya.

Tiba tiba saja ada sebuah tangan tegap yang menariknya dan membekap mulutnya, menutupi tubuh mungil Tetsu di dalam dekapanya, membuat segerombolan orang yang tengah mencarinya itu kehilangan jejak anak yang masih berusia 5 tahun itu.

"Astaga Tetchan kau tak apa apa?" Seru suara berat yang sedari tadi memeluknya.

"A-ayah.. i-ibu, paman Ta-karai.. hiks... hiks.. " seru Tetsu dengan terpenggal penggal antara rasa pengap yang mendera dadanya, dan rasa sakit yang menghujani jantungnya.

Seakan tau dengan apa yang terjadi, pria tegap itu akhirnya menggendong Tetsu, membawanya pulang ke rumahnya.

***

"Sesosok wanita setengah baya berlari terpogoh pogoh saat mendengar seseorang membuka pintu pagar rumah, matanya yang lumayan bulat membesar sesaat melihat sang suami menggendong anak yang tak lain adalah anak sahabat mereka.

"Astaga anata.. Tetchan, ada apa?" Seru wanita itu panik sembari menggambil Tetsu dari gendongan sang ayah.

Setelah hampir satu jam menenangkan diri, walaupun dengan terbata bata, akhirnya Tetsu dapat menjelaskan apa yang dilihatnya, dan apa yang terjadi pada kedua orang tuanya.

Pasangan suami istri yang sedari tadi berusaha mendengarkan penjelasan dari mulut mungil Tetsu hanya bisa membelakkan kedua matanya, tidak menyangka apa yang terjadi dengan kedua orang tua Tetsu.

Sementara itu, di balik tangga ada sesosok anak laki laki yang sedari tadi terdiam, mendengarkan penjelasan anak laki laki yang kira kira seumuran denganya, perasaanya kini campur aduk, marah, sedih, kasihan, dan yang lainya, membuat sang anak ingin mengeluarkan air mata.

"Hideto.."

Anak lelaki yang sedari tadi bersembunyi di balik tangga tersentak, dengan perlahan ia berjalan menuju kedua orang tuanya, yang bersama dengan sosok anak lelaki yang sangat manis.

"Ini Tetchan, mulai hari ini dia adalah bagian dari keluarga kita nee,  perlakukan dia debagai adikmu, ok?" Seru sang ayah sembari mengelus kepala anak yang masih sesenggukan itu.

Hyde hanya mampu menganggukan kepalanya. entah kenapa, muncul perasaan bahagia yang menyelinap memenuhi relung hatinya.

"Panggil aku Hyde" seru Hyde kecil sembari mengulurkan tanganya, yang disambut oleh uluran tangan kecil Tetsu.

"Aku Tetsu.."

***

"Nee.. Tetchann... tetchan!!"

Tetsu terlonjak kaget dan secara refleks terduduk di kasur, ia menatap Hyde yang memandangnya dengan pandangan khawatir.

"Do-doiha?"

"Kau kenapa Tetchan, dari tadi kau terus menangis, ada masalah?" Seru Hyde sembari menghapus air mata yang keluar dari sudut mata Tetsu.

Tetsu menggelengkan kepalanya dan tersenyum lemah, "a-aku mengingat kejadian saat itu..." seru Tetsu dengan wajah sendu, membuat Hyde menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

***

Tetsu termenung di balkon hotel, dengan hanya menggunakan kemeja 'kebesaran' warna putih yang menutupi setengah dari pahanya, pandanganya tertuju pada sekumpulan orang yang tengah bermain di pantai, sungguh langit Venezuela yang cantik itu tidak dapat merubah suasana hatinya yang murung itu.

Dari belakang terlihat Hyde yang terus saja menatap Tetsu, perlahan, ia berjalan menuju Tetsu yang masih termenung di balkon, dengan sekali hentakan, di rengkuhnya tubuh semampai itu.

"Oh ayolah sayang... kau yang ingin liburan ini, kenapa kau murung terus?"

Tetsu menggelengkan kepalanya kecil, tiba tiba saja potongan masa lalunya menyeruak masuk memenuhi otaknya, memaksanya mengingat kembali kejadian pahit itu.

***

"Akhirnya kita lulus juga ya Tetchan!" seru Hyde sembari berlari lari kadang ditambah dengan loncatan loncatan kecil.

Tetsu hanya tersenyum memandang sosok yang sangat berarti baginya itu tersenyum bahagia dan tertawa lepas.

"Aku tidak sabar memberitau paman dan bibi" seru Tetsu dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya.

Sela beberapa saat Hyde menatap diam sosok manis di hadapanya, kemudian denga sekali gerakan, ia mengeluarkan kotak beludru kecil berwarna merah dan berlutut.

"Tetchan maukah kau menikah denganku?" Seru Hyde mantap, membuka kotak beludru itu, memperlihatkan cincin emas munil yang berwarna putih

"..." Tetsu menatap nanar Hyde yang berlutut di hadapanya dengan wajah yang memerah sempurna, perlahan ditatap mata hitam Hyde.

"Ka-kau yakin Hyde... bagaimana dengan paman dan bibi?"

Hyde tersenyum simpul, "mereka merestui kita. nee Tetchan, aku tanya sekali lagi, apakah kau mau menikah denganku?"

Mata Tetsu mulai berarir, menyaksikan orang yang sangat dicintainya tengah melamarnya, ia menganggukan kepalanya berkali kali dengan Cepat.

"A-aku mau Haido!" Seru Tetsu sembari mengambil cincin itu dan memakainya pada jari manisnya.

Hyde tersenyum manis dan mulai merengkuh Tetsu dalam pelukanya, "aku mencintaimu.." serunya sembari mengecup bibir kemerahan Tetsu.

"Dorr!"

"Grrrr Dimana anak itu?"

Hyde dan Tetsu terlonjak mendengar suara pistol yang berasal dari rumahnya, dengan cepat mereka berlari menuju rumah.

Sesampainya di rumah, mereka dapat melihat ibu Hyde yang tengah berusaha merebut pistol dari tangan seseorang, dan ayah Hyde tengah berusaha bangun walaupun badanya sudah bersimbah darah.

"Grrr, dimana Tetsuya nyonya, aku tidak akan menyakiti kalian kalau kalian memberitahukan keberadaan anak itu!" Seru seseorang dengan menggunakan pakaian serba hitam.

Namun wanita yang berstatus menjadi ibu Hyde hanya diam, selama beberapa ia melirik Hyde dan Tetsu yang tengah terpaku. seakan mengerti, Hyde langsung menarik tangan Tetsu, menjauh dari tempat itu.

Belum jauh berlari, mereka mendengar suara tembakan dan teriakan histeris ibu Hyde, air mata Tetsu mengalir deras sembari kakinya terus berlari, bersama Hyde.

"Kenapa..." lirih Tetsu sembari tetap berlari.

***

"Maafkan aku Haido...."seru Tetsu membalikan badanya, kemudian menatap Hyde nanar.

"Karna aku.. paman dan bibi.." seru Tetsu kemudian menangis terisak, dengan perlahan di rengkuhnya badan ringkih Tetsu, kemudian mengelus rambut halus Tetsu pelan.

"Tidak apa apa Tetchan.. tidak apa apa, asalkan kau tidak meninggalkanku" bisik Hyde

"Hiks.. Haido.. aku mencintaimu.." seru Tetsu diantara tangisnya.

Perlahan, Hyde menjauhkan pelukanya dan mengecup bibir Tetsu dengan pelan, bermaksud untuk menenangkan 'kekasihnya'

"Ha-haido mmm" seru Tetsu diantara ciumanya dengan Hyde.

"Aku mencintaimu Tetchan.." lirih Hyde, kemudian mempercepat ritme ciuman mereka.

"Enghh.."

***

Tetsu mengerjapkan matanya perlahan, badanya masih sedikit sakit akibat 'sesi bercintanya' dengan Hyde yang liar tadi, perlahan di renggakan badan mulus itu, dan menuju kamar mandi.

Keluar dari kamar mandi, matanya menabrak sosok yang ia cintai masih terlelap diatas kasur mereka, senyum lebar terlukis di wajah Tetsu kala melihat cincin emas putih yang melingkar di jari manis Hyde, persis dengan miliknya.

"Ohayou.." sapa Tetsu pelan.

"Sekarang sudah siang Tetchan..." seru Hyde dengan mata yang setengah terpejam.

Tetsu memutar bola matanya, "Haido ayo jangan malassss!! Aku ingin ke pantai!" Seru Tetsu menarik lengan Hyde, namun dengan gerakan cepat Hyde langsung menarik lengan Tetsu, membuat Tetsu limbung kearah kasur.

"Bagaimana kalau bermalas malasan seharian saja?" Seru Hyde memejamkan matanya sembari tetap merengkuh Tetsu.

"Ayolah Haidoo kita jarang liburan!!" Seru Tetchan pasrah karna tenaga Hyde jauh lebih kuat.

"Hmmm.." rancau Hyde kemudian tertidur, membuat Tetsu merasa dongkol.

Tiba tiba saja Handphone Hyde berdering, dengan malas diangkatnya telepon itu, menerima panggilan dari orang di sebrang sana

"Ok aku mengerti.." seru Hyde kemudian menutup teleponya.

"Nee Tetchan sepertinya liburan kita di pending dulu deh, ada misi lagi.." seru Hyde meggarukan kepalanya.

"Ehhhh?!"

Bersambung ke [SECOND MISSION]

Uwaaa hahahhaa selesai juga.. perjuangan nulis ff ini karna diriku sedang sakit, dan diriku sengaja membuat memories ini biar nanti nyambung sama ff selanjutnya, selamat menunggu~

Rabu, 24 Februari 2016

Smooth criminal, mission 1

Title : Smooth criminal
Genre : action, romance
Pairing : Haitsu as always

Spesial buat Jenk yang menjadi temen ngayal yg berakhir jadi fanfic(?)

Its my first action Fanfic, jd maafin kalau ga terlalu greget hahaha i'll try my best buat fic ini..

***

(FIRST MISSION)

Tokyo, 7 Febuari at 10 a.m

"Jadi kalian hanya perlu memburu mafia perdagangan manusia, untuk sementara ini jejak mereka tidak bisa di lacak, jadi pekerjaan kalian sedikit lebih berat, namun bayaran nya sangat besar dan uang yang nanti didapatkan bebas kalian gunakan, be careful nee, pastikan semuanya mati"

"Baiklah, terima kasih Yukkie"

"As your wish Tetchan"

Tetsu mematikan sambungan teleponya dengan Yukkie yang notabenya adalah kepala bagian aparat negara, diliriknya kembali buku note kecil yang menuliskan beberapa data yang berhubungan dengan korban baru mereka.

Perlahan digerakanya ke sepuluh jari lentik itu kearah tuts laptop miliknya, berusaha menghack situs yang dikelola oleh jaringan mafia kelas kakap yang kini merupakan target mereka...

Ya mereka..

"Tetchan..."

Sebuah tangan kekar melingkari tubuhnya yang masih setia di depan laptop itu, terkadang di belainya rambut lembut milik sang empunya rambut.

Setelah berhasil melacak jejak sang Mafia, tentu berserta data lengkapnya, Tetsu langsung membalikan kursinya, berhadapan dengan kekasihnya.

"Namanya Sakurazawa Yasunori, dia adalah mafia besar perdagangan manusia di 3 Negara, disini ditulis bahwa ia akan melakukan transaksi di Dubai Doiha, di acara salah satu pembinis cukup terkenal disana, aku rasa kita bisa mendapatkan informasi lebih" 

"Hmmm..." pria yang disebut Doiha hanya memainkan rambut Tetsu dan seakan akan seperti tidak mendengarkanya.

"Doihaaaa dengarkan akuuu"seru Tetsu menggembungkan pipinya, kesal dengan ketidakpeduliaan sang kekasih.

Sementara itu Hyde hanya tersenyum melihat tingkah sang kekasih, sah sah saja kan jika ingin sedikit mengerjai kekasih manisnya yang satu itu, kan?

Dengan gerakan cepat, di ciumnya bibir kemerahan yang masih 'manyun' itu, membuat si empunya terlonjak kaget, dan menghasilkan semburat merah di pipi putih itu.

"Aku mengerti, aku akan mengontak Ken agar bisa menyusupkan kita berdua ke sana, itukan yang ada dipikiranmu Tetchan?"

Pria yang dipanggil Tetchan hanya bisa tersipu sembari menganggukan kepalanya kaku, "a-aku akan meminta Yukkie menyiapkan visa untuk kita.." seru Tetsu terbata sembari berlari menuju meja telepon, membuat Hyde terkekeh pelan, sangat menyukai reaksi manis kekasihnya itu.

Dubai, 11 Febuari, at 12 p.m

Tetsu merapihkan rambut kecoklatanya yang jatuh menjutai di sekitar wajahnya, dengan cekatan ia menjepit beberapa rambut, sementara menyisipkan alat perekam pada cardigan yang dia gunakan, setidaknya ia baru mengetahui satu info penting tentang tuan Yasunori ini, Dia tertarik dengan pria, setidaknya Tetsu hanya tinggal berpakaian dan menunjukan wajah semanis mungkin untuk medekatkan dirinya dengan sang bos.

Hyde dengan cepat menyeruak masuk ke dalam kamar mandi hotel mereka, dengan setelan jas yang membuatnya tampak tampan, tidak lupa pistol, alat perekam, dan barang barang lainya tersimpan rapih di balik jas itu.

Sudah siap Tetchan?" Serunya sembari merangkul pinggang ramping Tetsu
Tetsu berbalik kemudian tersenyum manis pada Hyde, "hanya tinggal menggunakan kontak lens saja, kali ini aku yang bekerja, kau berjaga nee Haido, dan jangan cemburu!" Seru Tetsu sambil terkekeh.

Hyde mengerucutkan bibirnya, "Terserah kau saja lah, kalau dia macam macam padamu aku akan membunuhnya! Persetan dengan uangnya" seru Hyde kesal yang dibalas dengan tawa renyah Tetsu.

***

Suara musik classic mengisi ruangan salah satu hotel termegah di  Dubai itu, ratusan manusia dengan pakaian elegan saling bercengkrama, atau mungkin menyombongkan kekayaan mereka. di sudut lain, terlihat pria manis dengan blazer hitam dan cardigan pink tengah berdiri, terlihat pergerakanya yang anggun dan sedikit seksi, membuat pria - pria yang berpapasan dengannya memandangnya dengan pandangan bernafsu.

Di sudut lain terlihat pria tampan dengan jas hitam tengah meneguk sampanye-nya, sembari tetap waspada menatap sekeliling, sesekali menatap kekasihnya yang seperti 'tebar pesona' pada semua pria, membuat rasa cemburu menyeruak keluar dari hatinya, namun cepat cepat dihapusnya perasaan itu, demi kesuksesann misi mereka kali ini.

Tak lama kemudia muncul sesosok pria tegap dengan di dampingi 3 orang bodyguardnya, mata Hyde memicingkan matanya, berusaha mengenali sosok tersebut, meyakinkan dirinya bahwa sosok itulah target mereka.

"Tetchan bersiaplah" bisik Hyde pada microfone yang berada di kerah kemejanya. Sementara Tetsu yang masih setia dengan posisinya mengangguk cepat, dan membuat dirinya terlihat lebih elegan dan seksi.

Dan Tetsu berhasil! Ia melihat mata Sakura memandangnya lekat, kemudian ia mulai berjalan menghampirinya.

"Hai manis" sapanya.

Tetsu menolehkan wajahnya sembari tersenyum manis pada Sakura, "Halo" serunya sembari mainkan gelas sampanye miliknya.

"Kau sendirian? Kau sangat manis" Sakura menyentuh pipi putih Tetsu dan mengelusnya, yang dijawab dengan anggukan Tetsu, "Terima kasih" jawabnya sambil terkekeh kecil.

"Jadi namamu siapa manis? Panggil aku Sakura" seru Sakura sembari menarik pinggang ramping Tetsu dan merangkulnya. Tetsu kemudian memandang mata Sakura yang memandangnya dengan penuh nafsu.

"Kau bisa memanggilku Tetsu" seru Tetsu sambil terkekeh, "ngomong ngomong tuan Sakura, kau pasti orang yang berada ya?" Pancing Tetsu.

Terkekeh pelan, Sakura mulai mengelus pelan pinggang Tetsu, "yah bisa dibilang begitu, aku kemari untuk melakukan transaksi dengan pemilik pesta ini".

Tetsu tertawa pelan, "Dan pasti transaksi besar, kau tak takut dirampok?" Tanya Tetsu sembari membuat pose yang sangat 'mengundang'

"Tentu tidak sayang, uangku berada di bank teraman di dunia yang hanya bisa diakses oleh sidik jariku" seru Sakura tertawa. "Well, sepertinya aku harus segera pergi untuk melakukan transaksi, sampai bertemu lagi sayang" seru Sakura kemudian meremas pantat Tetsu dan berlalu pergi.

***
Tetsu mulai memainkan kesepuluh jarinya pada laptop dengan posisi tengkurap, dan hanya berselimut kain putih saja, terlihat bercak bercak merah memenuhi dada dan leher Tetsu, Hyde benar benar cemburu dengan cara Sakura tadi, ia masih mengingat bagaimana Hyde ingin menembak Sakura saat itu juga. Dan Tetsu hanya bisa menenangkan Hyde dan selalu berakhir di ranjang seperti ini.

"Berhasil Tetchan?"

Tetsu menolekan kepalanya, memandang kekasihnya bersandar di pintu hanya dengan mengenakan celana saja, tangannya memegang mug berisi coklat hangat.

Tetsu tersenyum pelan, kemudian ia menempelkan potongan kain celana yang terkena sidik jari Sakura ke salah satu mesin kecil, membuat ia bisa membuka akun Sakura kemudian mulai menghack akun tersebut.

"Aku tinggal klik Ok dan semuanya akan langsung berpindah ke akun kita Doiha, tapi kita harus bergerak cepat membunuhnya sebelum mereka menyadarinya dan ini sangat berbahaya, aku dengar mereka akan ke Sendai hari ini, kita harus segera menyusulnya" seru Tetsu serius menatap mata Hyde.

Hyde mendekati Tetsu, kemudian memberikan mug berisi coklat panas itu, "kau terlalu bersemangat Tetchan" seru Hyde sembari terkekeh kecil.

Tetsu ikut terkekeh, "kali ini untung kita sangat besar, aku tak sabar untuk liburan ke Venezuela" seru Tetsu dengan mata berbinar.

"Huuh? memang siapa yang akan mengabulkan permintaanmu itu Tetchan? Lebih baik uangnya untuk memebeli amunisi dan mobil baru" seru Hyde sambil mencubit pipi Tetsu.

"Kau harus mau Doiha, kalau tidak, kau tidak boleh menyentuhku" seru Tetsu menatap Hyde dengan tatapan menggoda.

"Heeh, kau menang Tetsu!"

***

Sendai, 12 Febuari, at 11 p.m

"Kau siap Hyde?" Seru Tetsu sembari memakirkan mobil mereka tidak jauh dari gedung tempat komplotan Mafia tersebut.

Hyde mengangguk pelan, ia memasukan beberapa amunisi pada jaketnya, dan menaruh beberapa handgun di saku celananya.

"Hati hati Doiha, aku tidak mau kau terluka, bahkan satu lecet pun, kerjakan dengan rapih" seru Tetsu mencium bibir Hyde. Kemudian membuka laptopnya. "Dan jika sudah sangat berbahaya aku akan menyusulmu, aku bawa satu shootgun di bagasi" lanjut Tetsu.

"Tenang saja nee Tetchan" seru Hyde membuka pintu mobilnya.

"Dengar perintahku Doiha, aku akan mengawasimu dari sini" seru Tetsu sambil memperlihatkan Tabnya. Hyde hanya menganggukan kepalanya.

***

Dengan cepat Hyde dapat melumpuhkan puluhan orang yang berjaga di dalam gedung tersebut, tentu saja dengan arahan Tetsu yang mengawasinya melalu Tab miliknya.

"Haido, ruangan paling ujung tempat Sakura berada, berhati hatilah" seru Tetsu melalui Microfone yg tersambung dengan earphone milik Hyde.

"Baiklah" seru Hyde sembari me Re-load handgun nya.

Sementara itu, Tetsu kembali mengotak atik laptopnya kembali, namun tiba tiba matanya membulat dengan sempurna, ia baru sadar bahwa sedari tadi ia dan Hyde di jebak, dan semua itu permainan dari tuan Yasunori.

Dengan cepat ia menghubungi Hyde, namun sepertinya sinyal di gedung itu terputus, dengan frustasi Tetsu keluar dari mobilnya, mengambil shootgun yg berada di bagasi dan memasuki ruangan tersebut.

***

Hyde memasuki ruangan yang di tunjuk Tetsu, namun aneh sekali, ruangan itu hanya ruangan kecil yg dibatasi oleh kaca kedap udara.

Tiba tiba seseorang muncul dari balik kaca, mata Hyde memicing, melihat sosok tegap yang dikenalinya, Sakurazawa Yasunori.

"Selamat datang di perangkapku tikus kecil" seru Sakura sambil tertawa mengejek.

"Grrr.. Apa maksudmu bajingan" seru Hyde menggeretakan giginya.

Sakura hanya membalasnya dengan kekehan kecil, "kau tau, kau dan pelacur cantikmu sempat menipuku, dan aku cukup lengah saat itu, namun sekarang kau bisa membayarnya, dan pelacur cantikmu itu akan kujadikan budak sex"

"FUCK, JANGAN SENTUH TETCHAN, KEPARAT" marah Hyde sembari mengacungkan Handgun nya.

Belum sempat Hyde menekan pelatuk Handgun nya, Sakura menurunkan kadar oksigen di ruangan itu, membuat Hyde menjatuhkan pistol miliknya dan menarik nafas dengan susah.

"Bagaimana rasanya kekurangan oksigen?" Tanya Sakura sembari terus menurunkan kadar oksigen di ruangan itu.

"F-fuck" ucap Hyde sembari jatuh terduduk, ia berusaha menarik nafas dengan kencang.

"DORR"

Tiba tiba badan Sakura limbung ke depan, dengan lubang persis di atas kepalanya, lalu dengan sekali gerakan, muncul seorang pria manis dari kantup udara yang berada di atas Sakura.

Pria itu langsung turun dan menaikan kadar Oksigen ruangan dimana Hyde berada, membuat Hyde bernafas dengan rakus.

"Maafkan aku telat, Doiha" seru Tetsu sembari berlari menuju Hyde dan memeluk kekasihnya itu.

"Tidak apa apa, kita saja terlalu gegabah" seru Hyde menerima pelukan dari sang kekasih.

"Ayo kita pulang.. err tapi sebelum itu kita harus mengambil vidio kita di ruang cctv lalu membakarnya" seru Tetsu setengah berlari.

***

Hyde menyetir mobilnya ke salah satu apartement yang mereka sewa apartement kelas menengah kebawah yang berada di kawasan kriminal.

Tetsu tengah menyandarkan kepalanya pada jok mobil ketika teleponya berdering.

"Halo?"

"Ini Yukkie, aku mendapatkan data bahwa kalian telah berhasil membunuhnya, uang sudah di transfer ke akun kalian, namun... pergerakan kalian terendus oleh polisi, aku mengeluarkan satu unit pasukan yang baru, jadi masih lemah, kalian bebas membunuh mereka" seru Yukkie sembari menjelaskan.

"Baiklah, terimakasih infonya Yukkie" seru Tetsu sembari memutuskan sambungan teleponya.

"Ada apa Tetchan?" Seru Hyde yang terfokus pada jalanan mobil.

"Pergerakan kita diketahui polisi, Yukkie mengirimkan satu unit baru untuk kita, jadi kita harus membunuh mereka" ucap Tetsu sambil memijit pelipisnya.

Hyde terdiam sesaat, kemudian ia tersenyum penuh rencana, dan melirik Tetsu yang terlihat masih sedikit kesal dan lelah.

"Nee Tetchan bagaimana kalau kita memberikan mereka sedikit 'hadiah' "

"Hadiah?" Tanya Tetsu bingung.

"Iya.." jawab Hyde kemudian membisikan rencananya pada Tetsu.

"Aku tidak mau Hyde.. aku malu.." seru Tetsu dengan pipi memerah.

"Oh ayolah Tetchan, hampir semua pria terangsan melihatmu, apalagi jika kau melakukan itu, aku jamin mereka akan membatu dan dengan mudah kita membunuhnya" Hyde berusaha meyakinkan Tetsu.

"T-tapi.."

"Aku pastikan mereka tidak akan melihat yang private untukmu, hanya sedikit memberikan hiburan sebelum mereka menemui ajalnya" seru Hyde cepat.

"Ugh..."

***

Satu unit polisi turun dengan langkah cepat, menyusuri apartement tua di sudut kota, mencari target yang diincar oleh mereka.

Setelah mengecek setiap ruangan, mereka berlajan menuju pintu terakhir di sudut ruangan, dengan jelas mereka dapat mendengar suara suara yang menandakan bahwa di sana terdapat manusia, atau mungkin incaran mereka.

Dengan sigap mereka memasuki ruangan tersebut, tiba tiba saja badan satu unit polisi itu mematung, melihat pria yang amat manis dengan tubuh yang sangat indah tengah terkulai tak berdaya, dengan bercak bercak merah di sekitar tubuhnya, terkadang desahan yang amat erotis mengalun dari mulutnya.

"Lihat sayang ada yang mengganggu" seru pria yang berada di atasnya.

Dengan mata yang ditutupi kabut nafsu, Tetsu menatap satu unit polisi terebut, dan dengan gerakan cepat ia mengambil handgun yang tersimpan di bawah bantalnya, begitupula Hyde yang sudah siap dengan pistolnya.

Dan dengan cepat kedua insan itu menembaki polisi yang masih kaku, sadar akan situasi yang berbahaya, polisi tersebut pun mulai mengeluarkan handgun mereka, menjadikan ruangan tersebut menjadi ajang baku tembak.

Tetsu dengan anggunnya menarik selimut tipis untuk menutupi tubuh cantiknya, dan mengikatnya sedikit agar selimut itu tidak lepas, kemudian merengsek maju menuju polisi polisi tersebut, terkadang bagian pahanya terekspos, membuat beberapa polisi tidak fokus.

Tidak sampai setengah jam mereka berhasil melumpuhkan satu unit polisi tersebut. Dengan cepat mereka berlari menuju mobil yang terparkir di luar apartement itu, menaiki mobil itu dan melesat jauh.

Sebelum jauh, Hyde sempat memasang bom di bangunan tua itu dan meledakanya, agar jejak mereka terhapuskan.

Tetsu yang masih mengenakan selimut putih tipis menyandarkan kepalanya di bahu Hyde, sementara Hyde mengelus kepala Tetsu dan sesekali mengecup kepala itu.

"Kita akan liburan sayang" bisik Hyde, yang disambut oleh anggukan kecil Tetsu.

[MISSION COMPLETE]

Fin.

Ulalalalala akhirnya selesai juga fanfic super panjang dan melelahkan ini~ semoga fanficnya seru dan ga membosankan hahaha dan mungkin ini bakal ber sequel sequel~

Jumat, 19 Februari 2016

HALLOWEEN GA DAIKIRAIII!!

Title : Halloween ga daikiraiii!!
Pair : Haitsu as always
Genre : Romance, humor

Spesial requstan mutii yang maksa nulis FF haha

***

Tetsu memandang jendela kamarnya dengan bosan, saat saat seperti inilah yang paling dibenci oleh Tetsu, ia terpaksa berdian dirumah menunggu sang 'suami' pulang dari konsernya, konser yang bertajuk "Halloween party" nya itu.

Menghelai nafas kesal, akhirnya Tetsu beralih ke Handphone miliknya, berusaha mengintip jadwal sang suami melalu akun instagramnya, namun pandanganya teralih oleh salah satu notif pada akunnya, dengan tidak yakin ia membuka notif yang men-tag sebuah foto itu.

Tiba tiba saja mata Tetsu membulat dengan sempurna, melihat gambar nista yang baru saja dilihatnya, plus tag-an untuknya, gambar laknat yang memajang Hyde tengah mencium mahluk yang bahkan kelaminya tidak jelas bagi Tetsu, RIGHT ON THE LIPS pula!

"Brengsek"

Tetsu membanting handpone nya dengan kesal, pantas saja Hyde betah berlama lama dengan konsernya, banyak Fanboy muda ya berjajar rapih minta di lecehkanya, dengan kesal ia menulis mail untuk Hyde.

To : Doiha

Jangan pernah menemuiku lagi!! Dasar brengsek, cium saja mahluk tidak jelas itu sesukamu!!

Setelah menulis mail penuh makian itu Tetsu akhirnya mematikan handphonenya, ia sama sekali tak ingin di hubungi oleh Hyde.

Dengan perlahan ia menuju kasurnya, menggulung dirinya dengan selimut tebal yang sialnya mengeluarkan aroma khas Hyde, beberapa titik air mata pun membasahi mata Tetsu, ia kesal.. sangat kesal, memangnya tak cukup dirinya untuk memuaskan hasrat mahluk chibi itu?

***

Hyde tengah membersihkan make upnya dengan kapas saat handphonya berdering kecil, dengan segera ia mengambil handphone nya itu, menyeringit, tumben sekali Tetchan mengirimnya mail.

Dengan sedikit berbunga(?) Hyde membaca kata demi kata dari mail Tetsu, namun tiba tiba saja wajahnya memucat setelah  membaca dua kata pertama, dan semakin memucat setelah membaca kata berikutnya.

Dengan cepat ia mencari kontak Tetsu dan berusaha menghubunginya, menjelaskan 'insiden' dengan Anis yang memaksa ia mencium mahluk itu.

Setelah beberapa kali menelepon akhirnya Hyde menyerah, Telepon Tetsu dimatikan, dengan frustasi Hyde menjatuhkan dirinya di sofa.

"Mati aku.." lirihnya sambil memijat kepalanya.

***

Tetsu menghelai nafas pelan sembari memainkan pulpen di tanganya, satu tanganya menopang kepalanya yamg terasa sangat berat, sudah beberapa hari ini ia tidak mau berbicara dengan Hyde, bahkan Tetsu pulang ke apartementnya tanpa memberitau Hyde.

"Chan...Tetchan!!"

Tetsu terlonjak kaget sampai kepalanya hampir membentur meja, ia dapat melihat tatapan Takamina, Kendo, Yuki, dan Takanori yang memandangnya dengan pandangan bingung.

"Err ada apa..?" Tanya Tetsu dengan kikuk.

Takamina menghelai nafas antara gemas dan kesal, "Tadi kami menanyakan bagaimana Halloween menurutmu..?"

Tetsu memutar bola matanya, Halloween.. berarti Halloween party.. Hyde.. memberikan ciuman...

"Aku benci Halloween!" Seru Tetsu ketus tanpa sadar.

Sedetik kemudian ia membekap mulutnya, semoga saja tidak ada yang sadar ucapanya ditujukan untuk menyindir siapa..

***

"Aku benci Halloween"

Kaz dan Hyde menganga mendengarkan pernyataan Tetsu via radio itu, tidak menyangka ia akan frontal dengan perasaanya seperti itu.

"Sepertinya istrimu sangat cemburu Haido kun" seru KAZ terkekeh.

"Yeah.. well i guess so" seru Hyde tertawa getir, sejak kejadian tempo hari, ia sama sekali tidak dapat mengontak sang istri, dan jujur ia sangat tertekan akan itu.

"Nee aku rasa kau harus menjemput istrimu, daripada kau tertekan dan frustasi seksual seperti ini"

Hyde menatap KAZ dengan tatapan yang sulit diartikan kemudian menghelai nafas pelan, ia sangat tau akhir akhir ini dia sama sekali tidak konsen bernyanyi.

"Sudahlah, jemput Tetsuya sana, tidak apa apalah sekali sekali kau tidak ikut after party"

"Tapi..."

KAZ mendorong Hyde yang lesu itu ke pintu keluar, kemudian memberikan kunci mobil Hyde.

***

Tetsu berjalan bersama Takanori ke area parkri gedung MBS, sial benar nasib Tetsu yang mobilnya mengalami masalah kecil hingga harus di derek, daripada ia harus menaiki taxi, akan lebih nyaman jika diantar oleh sahabatnya, deshou?

Baru berjalan beberapa meter, mata Tetsu memicing, melihat sosok yang sangat ia kenal .... dan ia rindukan.

Sosok itu bersandar di mobil ferarri keluaran terbaru miliknya, memakai kaca mata hitam dan topi, masih terlihat tampan walau dengan tampang lelah seperti itu.

Sosok itu sepertinya mengenali Tetsu dan langsung berjalan kearahnya, sementara Takanori terkekeh pelan sembari menepuk bahu Tetsu, "suamimu menunggu" serunya kemudian menghilang menuju mobilnya.

"Tetchan..."

"Apa?" Seru Tetsu ketus.

"Ikut aku sebentar" seru Hyde menggengam tangan Tetsu, kemudian setengah menyeretnya menuju mobilnya.

"Apa sih Haido lepas" seru Tetsu sembari berusaha melepas tanganya dari genggaman Hyde, namun percuma, genggaman Hyde terlalu kuat.

Sampai akhirnya Tetsu terjebak di mobil ferarri dan berjalan menuju rumah mereka.

"Kau marah..?" Seru Hyde hati hati sembari tetap fokus pada jalanan.

"Menurutmu?" Balas Tetsu dingin sembari menatap siluet jalanan dari kaca mobilnya.

"Hei.. kau tau kan ini tuntutan pekerjaan" ucap Hyde aga melunak sembari sesekali melirik kearah Tetsu.

Tetsu tiba tiba menatap Hyde dengan pandangan berkaca kaca, membuat Hyde tak nyaman dibuatnya. "T-tapi tidak harus berciuman kan Doiha.. kau tau betapa ketakutanya aku jika suatu hari k-kau meninggalkanku.." seru Tetsu lirih sembari berusaha menahan air matanya agar tak jatuh.

Tak tahan, akhirnya Hyde menyetel kemudi otomatis, kemudian merengkuh Tetsu dalam pelukanya.

"Nee.. Tetchan tidak usah takut, aku sangat sangat mencintaimu, yang kau lihat di luar itu bukan apa apa, i'm just tease them , karna cinta menurutku tidak harus diumbar umbar, cukup hanya kita saja yang tau" bisik Hyde kemudian mencium puncuk kepala Tetsu, membuat Tetsu merasa nyaman.

"Aishiteru nee Tetchan"

"Aishiteru mo"

***

Sinar matahari menyelinap malu malu dari balik tirai gorden, membias pada kedua insan yang tengah asik memeluk dan bercengkrama itu, terlihat sang suami yg hanya mengenakan celana boxer saja tanpa atasan, dengan sang istri yg memakai kaus longgar tangan panjang dan celana pendek.

"Bagaimana dengan bulan madu tahun depan Tetchan?" Seru Hyde memainkan rambut sang istri.

Wajah Tetsu bersemu mendengar rencana Hyde, perlahan ia menyandarkan badanya pada dada bidang sang suami, "terserah kamu saja.."

Hyde terkekeh pelan melihat reaksi manis Tetchanya, kemudian mencium puncuk kepala Tetsu untuk yang kesekian kalinya.

"Ano Haido... memangnya jadwal Vamps tahun depan tidak ada?" Seru Tetsu bermain dengan dada Hyde yg terekspos, terkadang membuat Hyde mendesah.

Hyde berfikir sejenak akan kesibukanya dengan Vamps, tiba tiba matanya membulat, dengan cepat ia bangun dari kasurnya membuat Tetsu hampir terjatuh.

"Ada ap-"

"MATI AKUU HARI INI KAN LIVE TERAKHIR HALLOWEEN PARTY" panik Hyde sembari memungut bajunya dan menuju kamar mandi, namun 5 detik kemudian ia menuju Tetsu yang masih mematung, kemudian mencium bibir tipis itu cepat.

"Aku mencintaimu" seru Hyde kemudian bergegas ke kamar mandi.

Tetsu yang masih memproses semua kejadian tersebut masih mematung, kemudian mengemubungkan pipinya kesal, "AKU BENCI HALLOWEEN!!"

Owari~

Muahahaha maaf yaaa ceritanya sangat sangat gaje dan ga se greget yang aku inginkan hahaha.

Oh iya yg masalah IG itu.. daku yang mentag Tetchan dengan foto hyde yg tengah mencium anis wkwkw

Dan ucapan Tetsu diacara radio showing yang bilang "aku benci Halloween" itu kenyataan, dan itu beberapa hari setelah konser yang Hyde nyium anis haha *do you thingking what i'm thingking?*

Rabu, 10 Februari 2016

Painful Love

Hai minna .. akhir akhir ini sering apdet fanfic hahahaha.. salahkan permintaan permintaan yang menumpuk.. bahkan ada banyak banget yang belum sempet ketulis *Maafkan curhat hahah, dan seperti biasa.. maafkan kalau judulnya ga nyambung hahaha…

                                                                       Painful Love
Pair: Haitsu
Genre : Sappy maybe..^^
Disclaimer : Seperti biasa Hyde dan Tetsu bukan milik saya
 they belong to each other nee^^

Happy Reading~


“Hari ini, tepatnya tanggal 25 Desember, Vocalist dari band L’Arc~en~ciel Hyde resmi menikah dengan Model dan artis Megumi Oishi-“

Pik.

Tetsu mematikan TVnya dengan gusar, kemudian menatap nanar kotak persegi itu, tentu Tetsu tau, pernikahan itu memang sudah dirancang Hyde untuk menutupi hubungan mereka, dan Megumi pun.. wanita itu mengetahui hubungan rahasia dari seorang Leader dan Vocalistnya, namun tetap saja rasanya untuk membagi orang yang kita cintai dengan orang lain sangatlah sulit.

Salahkan kromosom wanitanya yang lebih banyak dari kromosom laki lakinya..

Tetsu menaikan kedua kakinya, memeluk lututnya dengan kuat, ia adalah pendosa.. Hyde pun tak jauh beda denganya, mereka menjadika Megumi sebagai umpan, yah.. inilah cinta, tidak mungkin ada sebuah kesucian diantara cinta mereka yang memang jelas jelas terlarang, dan Tetsu tau, sebagai pendosa ia akan mendapatkan karmanya.

Yah.. Karma yang selalu mengintainya.

***

5 Tahun kemudian…

“Tetchan..”

Tetsu Tersenyum kecil dari balik pintu kamarnya, segalanya sudah ia persiapkan untuk orang yang tengah mencarinya itu, dirapatkanya lagi tubuh ramping itu dia antara lemari pakaianya, berharap orang itu mengambil inisiatif untuk masuk ke dalam kamarnya, ralat kamar mereka.

“Tetchan kau didalam..?” seru orang itu sembari membuka pintu kamar Tetsu.

Berhasil! Orang yang ditunggu Tetsu masuk kedalam kamarnya, sesaat ia melihat tubuh pria itu berdiri kaku di depan pintu, bagaimana tidak kaku, ia melihat kamar yang remang dengan hanya diterangi oleh cahaya lilin lilin aroma serta kelopak mawar merah yang tersebar di kasur, plus satu botol wine dengan dua cangkir Kristal yang- terlihat – sangat- mahal bertengger manis di meja sebelah kasur, sangat romantis seperti..

“Kau menyukainya..?” seru Tetsu melangkah menuju pria yang masih mematung diambang pintu tersebut, pria itu hanya dapat menatap Tetsu dengan nanar, melihat sang kekasih hanya memakai kemeja tranparan yang panjanganya hanya menutupi setengah pahanya, dan bahkan Tetsu tidak mengancingnya dengan benar, membuat pria itu meneguk liurnya dengan paksa.

“Ap- apa yang kau..?” seru Pria itu tertahan melihat Tetsu melangkah kearahnya dengan sangat.. menggoda­.

“kau membuatku cemburu ne… tuan Takarai” bisik Tetsu sembari mengalungkan tanganya dileher Hyde, membuat Hyde mencengkram pinggang ramping itu. Hyde terkekeh pelan, melihat kekasihnya yang menyiapkan hal yang menurutnya sangat atau terlalu romantis itu, “Wah.. sepertinya aku harus sering membuatmu cemburu sayang” seru Hyde sembari mencium hidung mancung pria manis itu.

Tetsu memanyunkan bibirnya, membuat Hyde kembali terkekeh, “Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku bisa lebih memuaskanmu dibanding Istrimu itu” seru Tetsu dengan sedikit merajuk.

Hyde memutar bola matanya, “Oh Ayolah, kau masih cemburu karna aku memiliki anak denganya? Mau bagaimana lagi Tetchan, semua orang memaksaku, kau sadar kalau aku tidak melakukanya mereka akan curiga” seru Hyde sembari membenamkan kepalanya pada leher jenjang Tetsu, membuat Tetsu mendesah pelan.

“Tap aku berhak enghh Cemburu akhh Haido..” seru Tetsu tak tahan, Hyde terus saja memberikan kissmark di kisaran leher Tetsu, sementara satu tanganya mulai menjamah paha Tetsu yang terekspos.

“Tentu kau berhak cemburu sayang..” lirih Hyde sembari menarik kerah kemeja Tetsu dengan sedikit kasar, sehingga bahu putih Tetsu terlihat jelas, “Tapi aku bersumpah tubuhmu seribu kali lebih nikmat dari wanita itu” lanjutnya sembari mulai menciumi bahu putih Tetsu, sementara tanganya mulai naik, bermain dengan alat vital Tetsu yang tak terbungkus apapun.

“Ughh…”

Tetsu hanya dapat memejamkan matanya saat Hyde mulai bermain dengan tubuhnya, badan Tetsu sudah bergetar merasakan rangsangan yang Hyde berikan pada bagian bawah tubuhnya

Dengan perlahan Hyde mendorong Tetsu hingga jatuh di kasur putih miliknya, dengan mata sayu dan tubuh pasrah itu, membuat Hyde semakin bernafsu untuk menyentuh tubuh kekasihnya.

****
Tetsu merebahkan kepalanya pada dada bidang Hyde yang tak tertutupi apapun, sementara Hyde merengkuh Tetsu, merapatkan kedua tubuh telanjang itu, merasakan kehangatan yang dipancarkan dari masing masing tubuh.

“Nee Haido..”

Hyde yang tadi mengelus kepala Tetchan menghentikan  gerakanya, kemudian merapatkan rangkulanya pada tubuh Tetsu yang penuh dengan bercak Kissmark

“Apa kau tak merasa berdosa pada Megumi..?” seru Tetsu sangat lirih, hampir tak terdengar.

Sejenak Hyde terdiam, ia dapat merasakan tubuh Tetsu yang bergetar, ia sangat mengenal Tetsu, Tetsu adalah orang yang sangat tulus, walaupun Tetsu tau bahwa dirinyalah yang merancang pernikahan itu, sebenarnya ia sedikit merasa bersalah,karna ia merasa telah mempermainkan Wanita itu.

“Itulah Cinta Tetchan.. Take it or leave it” seru Hyde mengecup surai kecokelatan milik Tetsu, “terkadang orang akan melakukan apapun untuk tetap bersama orang dicintainya, seperti aku sekarang” Lanjut Hyde, entah kenapa dadanya terasa sesak menginat Megumi, rasa bersalah kah? Ataukah jangan jangan ia mulai memiliki perasaan untuk Megumi

Tetsu merapatkan pelukanya pada Hyde, entah kenapa ia merasakan perasaan yang tak enak menghinggapi tubuhnya, entah kenapa ia merasa sosok di sebelahnya itu perlahan mulai menjauhi dirinya. Dengan cepat dihapusnya lagi pikiran yang bersarang di otaknya, bahkan membayangkanya saja rasanya Tetsu tak sanggup.

Hyde yang melihat tindak tanduk kekasihnya yang berbeda dari biasanya itu merengkuh bahu sang kekasih, seakan meyakinkan bahwa ia tidak akan pergi dari sosok yang ia sayangi itu.

****

Hyde yang baru selesai dengan kegiatan mandi paginya (tentu karna ia habis bercinta dengan Tetchanya semalaman, tidak mungkin ia kembali ke rumah dengan keringat dan cairan cairan yang menempel di tubuhnya.

Berjalan kearah dapur,ia menemukan Tetsu yang berkutat di dapur itu, dengan peralatan masak yang membuatnya semakin terlihat manis.

Iseng Hyde berjalan mendekati sosok itu, kemudian memeluknya dari belakang “mamah masak apa?” serunya dengan nada kekanak kanakan, seketika itu juga pipi Tetsu bersemu merah, “k-kau kan tau aku tidak terlalu jago masak.. jadi aku hanya buat omelette ini..” seru Tetsu setengah berbisik.

Hyde terkekeh pelan, kemudian membalikan badan Tetsu, membuat mata mereka bertemu, “tak peduli apapun itu, asalkan bersamamu semua makanan terasa nikmat” seru Hyde sembari terkekeh.

Tetsu yang mendengarnya mulai salah tingkah,”Jangan  gombal ah” serunya sembai mencubit pinggang Hyde gemas.

Hyde kembali terkekeh kemudian menangkap pinggang Tetsu, megangkat tubuh rampig itu, dan mendudukanya di salah satu meja marmer tepat dibelakang Tetsu.

“Aku memang tidak sedang mengobal Leader” seru Hyde sembari mendekatkan bibirnya pada bibir Tetsu.

Kringgg

Hyde membatalkan niat untuk mencium Tetsu saat Handphonya berbunyi, dengan perlahan di rogohnya Handponenya, da berjalan aga menjauhi Tetsu, sepertinya telepon itu sangat penting.

Tetsu memutuskan untuk turun dari meja tersebut dan mendekati Hyde, ia dapat melihat raut wajah Hyde yang semakin pucat dan memperlihatkan kepanikan yang besar sekali.

“Aku mengerti, aku akan segera kesana, aku mencintai kalian”

DEG

Tetsu meraba dadanya yang berdenyut ngilu mendengar ucapan Hyde barusan, perasaan sakit tentu saja ada, melihat kau harus berbagi orang yang kau cintai pada istri dan anaknya, entah kenapa Tetsu merasa sangat kejam saat ini.

“Tetchan maafkan aku meninggalkanmu, junior sakit dan sekarang ia dilarikan ke rumah sakit, ia terus memanggilku, aku harus pergi, maaf Tetchan”

Tetsu hanya menganggukan kepalanya, dengan segera Hyde melesat keluar rumah Tetsu, meninggalkan tanpa ucapan selamat tinggal, atau mungkin kecupan singkat?

Tetsu menatap kepergian Hyde dengan sedih, ia sadar karma selalu mengikutinya, dan akankah karma mulai menyerangnya..

“Jahat…”

Tiba tiba mata Tetsu terbelalak, ia merasakan sesuatu berbisik padanya, namun ia menepisnya, menganggap itu semua hanya khayalanyan. Dengan perlahan ia kembali ke dapurnya, bermaksud untuk memakan omelette yang baru saja di masaknya.

“Kau jahat Tetsuya, kau mengetahui dia telah berkeluarga dan mulai mencintai keluarga, namun kau tetap bersikeras memaksanya bersamamu”

Tetsu menghentikan gerakan makanya, rasanya perutnya terasa mual mendengar perkataan tersebut. Entah kenapa kata kata itu terus terngiang di kepala Tetsu, membuat dadanya sekaan di cengkram dengan kuat, membuatnya sulit bernafas.

Perlahan setetes demi setetes air mata turun membasahi pipi Tetsu,makanan yang berada dihadapanya tidak lagi disentuh, rasanya perutnya sangat mual, atau mungkin ini pengaruh dadanya yang sesak?

“Haido.. maafkan aku karna aku sangat egois padamu..” lirih Tetsu diantara isakanya yang semakin kencang, perlahan dinaikanya kedua kaki Tetsu, memeluk lututnya dengan erat, menahan getaran sakit yang menyerang setiap sendi tubuhnya.

“Aku mencintaimu Haido..”

***
Tetsu melangkahkan kakinya dengan cepat di lorong rumah sakit, bermaksud untuk menjenguk Hyde junior, setelah kejadian di rumahnya tersebut Hyde mengirim mail bahwa si Junior menderita usus buntu dan harus di Oprasi, Ken dan Yukkie juga sudah beberapa kali kesini, menjenguk sang junior, namun Tetsu membutuhkan waktu lebih lama, bukan.. bukan karna jadwalnya yang padat, hanya saja Tetsu merasa belum siap untuk bertatap muka dengan dua orang itu.

Akhirnya Tetsu sampai di ruang inap junior, dengan perlahan ia membuka pintunya perlahan, tiba tiba saja matanya membulat, sungguh pemandangan ini bukanlah pemandangan yang ingin Tetsu lihat, walaupun sebelumnya ia sudah meyakinkan dirinya melihat hal hal seperti ini, namun tetap saja hatinya belum bisa menerimanya.

Ia melihat dengan sangat jelas Hyde yang tengah bercanda dengan sang anak, sesekali tertawa lepas, bahkan lebih lepas daripada saat ia bersama Tetsu, terkadang mengelus kepala sang anak pelan, disebelahnya Megumi hanya tersenyum sesekali menyuapi sang anak dan Hyde apel yang ia potongkan, sungguh  seperti keluarga kecil yang sangat bahagia.

Yah sangat bahagia..

Tetsu tersenyum getir, kemudian menutup pintu itu amat pelan, membuat orang orang di dalamnya tidak sadar, setelah yakin pintu itu tertutup rapat Tetsu berlari sekencang kencangnya menjauhi ruangan tersebut, terkadang ia menutup bibirnya yang bergetar kuat, air matanya benar benar tak dapat dibendung lagi.

“Kau hanya membebaninya saja Tetsuya”

“Tega kah kau menghancurkan kebahagiaan mereka?”

“kau jahat”

Suara suara itu kembali terngiang di telinga Tetsu, membuat air mata Tetsu semakin berjatuhan, inikah karma? Apakah Megumi merasakan sakit yang sama? Ya dia pasti merasakan sakit yang sama, mungkin lebih sakit dari pada aku, suaminya, orang yang sangat dicintainya berselingku, dan akulah selingkuhanya..

Tetsu duduk termenung di salah satu ayunan taman dekat rumah sakit itu, mukanya hanya tertunduk ke tanah, bahkan untuk mengangkat wajahnya saja ia tidak sanggup.

Ia merasa hina, ia merasa jahat, ia merasa kotor, lebih tepat ia merasa bersalah dengan Megumi dan sang junior, ia tau, sedikit banyak ialah yang menyebabkan sang junior masuk rumah sakit, dengan cara mengambil Hyde dari mereka

Perlahan rintik hujan membasahi bumi, sekaligus membasahi Tetsu yang masih diam tak bergeming dari ayunan tersebut, air mata masih saja turun di pipinya yang putih itu, udara dingin mulai menusuk raganya, namun tetap saja ia tidak memiliki niatan untuk sekedar beranjak dan berteduh.

Perlahan ia mengadahkan wajahnya ke langit, terlihat wajah yang sangat pucat dan mata yang sembab, “Hujan kumohon.. bawalah rasa sakit ini.. rasa sakit karna mencintainya ini” seru Tetsu lirih.

“Haido.. haruskah aku menyerah?”

OWARI


Apapun yang terjadi tolong jangan bunuh saya *berlindung dibalik punggung kenchan* tenang tenanggg jangan bunuh saya dulu, karna janji deh bakal buat sequelnya

Rabu, 03 Februari 2016

BIRTHDAY CARROLL

Engg... sebenernya masih aga bingung tentuin judulnya, haha.. sebenernya Fanfic ini juga udah kebayang dari kemarin malam... (entah kenapa dapet ilham pas lagi sakit ._.) dan kalau dipikir pikir aku tuh ke inspirasi sama cerita Christmas Carroll, walaupun ceritanya ga mirip mirip banget sih sama Christmas Carroll.. hahaha , pokoknya Fanfic yang belum kepikiran judulnya ini(?) khusus requestanya Mutii


Birthday Carroll

pair : Haitsu (always)
Genre : Romance.. err smut, agst(?)


****

"Kau Jahat Hyde.. kenapa hari ini kau tetap meninggalkanku"

"Mau bagaimana lagi Tetchan, aku sudah terlanjur menandatangani kontrak, lagian ini hanya live di luar kota"

"Tapi kenapa Haido... kau selalu bersama Fanboy Fanboymu itu.. kapan ada waktu untukku!!" Tetsu meninggikan suaranya dengan suara bergetar.

"Ayolah Tetchan jangan seperti anak kecil!! aku kan sering bersamamu" seru Hyde dengan nada frustasi.

"Kau.. kau tidak ingat sekarang tang-" 

Hyde memutuskan sambungan Teleponya dengan Tetsu, kapala Hyde sudah mau pecah, badanya sudah mau rontok, merasakan jadwal Vamps yang menyiksanya, ditambah lagiTetsu yang terus menerus merajuk hari ini, padahal dihari hari sebelumnya Tetsu tidak pernah mempermasalahkan jadwalnya yang padat. 

menghelai nafas lelah, entah apa yang ada di pikiran Tetsu sehingga terus merajuk bahkan Hyde dapat mendengar isakan yang keluar dari bibir mungil itu, ia jelas tidak mengerti, Tetsu mengetahui kesibukanya saat ini, dan juga Tetsu menyetujuinya, walaupun Hyde sempat melihat raut tak rela di wajah Tetsu, tidak seperti biasanya...

"Haido san, sebentar lagi Vamps tampil"

Hyde menolehkan kepalanya, terlihat salah satu staff yang membuka pintu, memberikan kode untuknya agar segera menuju backstage, tersenyum simpul, Hyde menganggukan kepalanya, toh setelah live terakhir ini dia bisa bebas. 

****

Hyde mengelap wajahnya yang penuh keringat dengan handuk yang diberikan oleh salah satu staff, pertunjukan hari ini sangat sukses, seperti pertunjukan pertunjukan sebelumnya, tersenyum puas, setidaknya mood Hyde lebih baik kali ini.

Semua staff dan tentu saja personel Vamps kini telah berkumpul, merundingkan tempat yang bagus untuk after party mereka, Hyde hanya diam saja, ia terlalu malas untuk hanya sekedar memikirkan tempat untuk After partynya. 

"Bagaimana dengan Haido san..?" tanya salah seorang staff wanita dengan wajah tersipu, Hyde terkekeh pelan, ia sadar betul bahwa staff baru itu mengaguminya.

"Bagaimana jika di Restoran hotel saja, nee Miyako Chan?" seru Hyde dengan nada menggodanya, membuat sang wanita memerah sempurna.

Seluruh staff dan member hanya bisa tertawa melihat ke 'isengan' Hyde yang lagi kumat.

***

"KAMPAIII"

suara hiruk pikuk dan dentingan gelas yang beradu membahana di restoran tempat Hyde menginap itu, sesekali terdengar candaan aneh dari staaf atau member yang telah sepenuhnya mabuk. Namun Hyde kali ini tidak terlalu memperdulikan mereka, malahan Wine kesukaan Hyde hanya di tegaknya sedikit, entah kenapa moodnya kurang bagus saat ini, atau mungkinkah karna Tetsu.. 

Hyde berdiri dari kursinya, memberikan kode kepada semuanya bahwa ia akan segera kembali ke kamarnya, kemudian dengan langkah pelan ia berjalan menuju Lift.

***

"Doiha...aku rasa aku mabuk..." seru laki laki berparas manis sembari memegang ujung baju yang dikenakan Hyde.

Hyde menaikan sebelah alisnya, "kau beru minum segelas bir kan Tetchan..?tidak biasanya.." seru Hyde bingung melihat Tetsu wajahnya sangat merah itu.

Tetsu menunjukan gelas yang sudah setengah kosong itu, kemudian memegang kepalanya dengan kuat, merasakan pusing yang amat sangat, mata Hyde membulat melihat gelasnya yang berisi Vodka sudah habis setengah gelas di tegak oleh Tetsu, pantas saja Tetsu mabuk.

"kau mau ke kamar Tetchan?" Tanya Hyde menatap Tetsu yang pucat itu, Tetsu hanya mengangguk kecil sembari terus memegangi kepalanya yang sangat pening itu, dengan perlahan Hyde memapah Tetsu menuju kamar hotelnya, menghiraukan pandangan bingung dari staff serta Ken dan Yukkie.

***

Hyde merebahkan Tetsu dikasurnya, melihat wajah Tetsu yang merah sempurna, membuat Hyde menelan ludahnya dengan paksa, ditambah lagi dengan posisi Tetsu yang sedikit err... mengundang?

"Do..i..ha.."

Hyde menoleh dengan kaku mendengar Tetsu menyebutnya dengan suara mendesah.. jujur saja, bagian bawah Hyde sudah mengeras, mendengar Tetsu mengucapkan namanya dengan nada seperti tadi.

"apa?" seru Hyde sedikit gusar.

Lagi lagi Tetsu menatap Hyde dengan pandangan sayu, membuat Hyde merasa sangat tidak nyaman (terutama bagian bawahnya, tentu saja!) "Cium aku.." seru Tetsu memandang Hyde dengan seductive eyes nya.

Hyde yang sudah diambang batas kesabaranya berjalan menuju Tetsu, menghimpitnya dengan badanya kemudian mencium bibir yang berwarna kemerahan itu, ciuman yang berhasil membuat Tetsu mendesah puas.

"belum cukup"

TINGGG

***

Hyde tersadar dari lamunan saat mendengar lift berbunyi, menandakan ia telah sampai di Apartementnya,  menghelai nafas, Hyde melangkahkan kaki menuju kamarnya, entah kenapa bayang bayang Tetsu masih bersarang di Otaknya.

***

Hyde merebahkan badanya pada kasur hotel yang besar dan nyaman itu, dengan perlahan di keluarkanya Handphone yang sedari tadi ia matikan, menyalakanya, tiba tiba Handphone itu berdering terus menerus, menunjukan Notif Mail dan panggilan masuk yang sampai puluhan jumlahnya.

Hyde meremas kepalanya pelan, bagaimana bisa ia terjebak dengan mahluk yang menyebalkan sekaligus menyeramkan seperti Tetsu ini. Perlahan di tekanya salah satu mail dari sang pelaku, Hyde membacanya dengan seksama.

"Nee.. Doiha Chan... kau tidak ingat hari ini hari apa..? "

Dengan perlahan Hyde menengok kalender yang tepat berada di sebelahnya itu, matanya menyipit melihat angka dan bulan yang sangat ia hapal itu, 3 Oktober...

"Pantas saja Tetchan terus merajuk" lirih Hyde sambil tersenyum sedih, ia aga sedikit menyesal telah sedikit membentak Tetsu.

Setelah menimbang akhirnya Hyde mengetik email pada Tetsu.

" Tetchan aku minta maaf.. selamat ulang tahun ya" 

"Sepertinya besok aku harus menemuinya", lirih Hyde sembari mengistirahatkan badanya, tak butuh waktu lama akhirnya Hyde jatuh tertidur.

****

Hyde membuka matanya yang setengah terpejam saat mendengar Handphonenya yang berdering marah, "siapa yang telepon jam segini sih..." gumam Hyde tak jelas, dengan perlahan ia mengangkat teleponya itu.

"Moshi - moshi"
"Hyde!!!"
"Ada apa Kenchan?"
"Tetsu.. Hyde maafkan aku Tetsu..."

Jantung Hyde berdetak dengan sangat cepat mendengar Ken menyebut Tetsu dengan suara yang sangat panik, perasaan ia mulai Tak nyaman, "Adap apa Kenchan.. Tetchan kenapa?!" Seru Hyde panik.

"Tetchan kecelakaan Hyde, dia kritis!" seru ken dengan nada yang sangat lemah.

Glek.

Badan Hyde serasa di sambar petir, jantungnya seperti di tarik keluar mendengar perkataan Ken tadi, padahal baru kemarin ia mengobrol, atau setengah memarahi sikap merajuk Tetchan.

"Di-dimana Tetchan dirawat Kenchan.." seru Hyde lirih dan bergetar.
"Tokyo Hospital .."

***

Hyde melangkahkan kakinya terburu buru dengan perasaan tak menentu, sedih, khawatir, panik, takut, semua berserang di hati Hyde.

Hyde berhenti melangkah saat melihat Ken dan Yukkie yang terduduk kaku di salah satu kursi, Hyde memutuskan mendekat kepada kedua sahabatnya itu.

"Kenchan... Yukkie.." seru Hyde lemah.

Ken dan Yukkie menatap Hyde dengan pandangan sedih, jujur saja pandangan mereka yang seperti itu membuat perasaan Hyde tak nyaman.

"Tetchan ingin menemuimu Haido.." seru Ke lirih, terlihat bekas bekas air mata mengalir di pipi Ken.

Dengan langkah kaku Hyde bergerak mengikuti Ken. Ken membuka kenop potongntu ruangan itu perlahan, memperlihatkan seseorang yang sangat mereka kenal terbaring lemah di sana, berbagai selang menempel pada tubu kecil itu, beberapa perban pun menempel hampir seluruh tubuh Tetsu. 

Jantung Hyde seperti di paksa berhenti melihat orang yang ia kasihi tengah tergolek lemah seperti itu, ia menatap Ken, meminta penjelasan.

"Kemarin Tetsu ditabrak Truk saat mengendarai mobil, mobilnya meledak, mengakibatkan luka bakar 80% di tubuhnya, dokter mengatakan bahwa harapan hidupnya kecil Hyde" seru Ken sedikit bergetar. "Ia sangat ingin bertemu denganmu Haido.." lanjut Ken berlalu keluar kamar tersebut, memberikan ruang untuk sepasang kekasih itu. 

"Doiha..." 

Hyde mendekatkan dirinya pada sosok Tetsu yang berada di ranjang rumah sakit, satu per satu air mata jatuh membasahi pipinya. 

"Okaeri.. Doiha.." seru Tetsu berusaha tersenyum pada sosok di hadapanya itu. 

Hyde mengelus rambut kecokelatan Tetsu dengan sangat hati - hati, membuat sang empunya memejamkan matanya. 

"Maaf.." hanya itu yang dapat di ucapkan oleh Hyde, bibirnya bergetar menahan rasa sakit yang amat sangat melihat kekasihnya itu. 

Tetsu menatap Hyde dalam diam, kemudian sebelah tanganya yang tak terbalut perban mengelus pipi Hyde pelan, "aku yang harus minta maaf Doiha Chan.. aku terus menerus bersikap egois dan memaksamu.." seru Tetsu pelan. 

"Demi tuhan Tetchan, aku senang dengan sikapmu itu" seru Hyde pelan, menggengam tangan Tetsu yang lentik itu.

Tetsu menatap Hyde dengan tatapan sedih, sedetik kemudian Tetsu teebqtuk batuk, batuk itu mengeluarkan darah, membuat Hyde semakin panik.

"Nee.. Doiha chan.. ma..maukah.. ka...kamu memafkanku.. la..gi" seru Tetsu diantara batuknya yang mengeluarkan darah itu. 

"A..aku sangat men..cintaimu.. Do..i..ha.. aku.. maafkan a..aku.. aku... harus.. per...gi.." seru Tetsu melemah, matanya mulai terpejam perlahan.

"TIDAK TETCHAN JANGAN PERGI!! BANGUN TETCHANN.. AKU TIDAK AKAN MEMAFKANMU JIKA KAU PERGI!" Seru Hyde marah sembari menggengam erat tangan Tetsu.

Diantara kesadaranya, bibir Tetsu terus bergerak mengucapkan kata maaf, namun kali ini tidak diikuti oleh nada suara, membuat HYyde semakin panik.

Perlahan mata Tetsu tertutup, seiring dengan grafik detak jantung yang bergerak lurus dengan bunyi memekakan itu, Hyde tau betul dengan mesin itu, mesin yang sering ia lihat di televisi, mesin dengan garis lurus itu menunjukan bahwa Tetchan.. 

"TIDAK TETCHAN BANGUN SADAR KUMOHON, MAAFKAN AKU, AYO BANGUN KITA RAYAKAN ULANG TAHUNMU TETCHAN" kepanikan Hyde mulai memuncak.

"TETCHANNNNNN"

***

Hyde bangun dari tidurnya dengan wajah yang pucat  pasi, "ternyata hanya mimpi" lirihnya. 

Ia bangun dari tidurnya, kemudian mengisi gelasnya dengan air, di rogohnya Handphonenya, bermaksud mengontak Tetsu, setelah menekan nomor yang sudah sangat ia hapal itu, ia menunggu jawaban Tetsu, jujur ia masih sedikit takut akan mimpinya.

Wajah Hyde berubah menjadi panik saat Handphone Tetsu tidak aktif, dengan segera ia mengontak Ken, berharap Tetsu bersamanya. 

"Moshi moshi, Kitamura disini"

"Kenchan kau tau Tetsu dimana?!" Seru Hyde setengah panik. 

"Tetchan.. sekarang ia berada di Tokyo Hospital Hyde..." 

Dengan gerakan kaku Hyde menjatuhkan gelasnya, dan memutuskan sambunganya dengan Ken, jangan sampai.. jangan sampai mimpinya menjadi kenyataan. 

Dengan segera Hyde mengambil jaket dan kunci mobilnya, menancap gas dengan sekuat tenaga menuju Tokyo Hospital. 

***

Hyde yang baru sampai di Tokyo Hospital berjalan - setengah - berlari, mencari keberadaan Tetsu, dadanya berdegup kencang, entah kenapa mimpinya kembali terulang, membuatnya semakin panik. 

"Doiha chan..?" 

Hyde menengok dengan cepat, ia dapat melihat orang yang menjadi objek pencarianya berdiri di sampingnya dengan wajah bingung, dengan segera Hyde mendekatinya, mendekapnya sangat erat. 

"Tetchan .. kau tidak apa apa kan?" Seru Hyde lirih setengah panik. 

Tetsu yang sedikit bingung hanya bisa mengelus punggung Hyde yang bergetar, "aku sedikit flu Hyde, jadi aku ke dokter" seru Tetsu pelan. 

"Kau membuatku panik Tetchan... " seru Hyde sembari mengeluarkan air mata, ia melepas pelukanya pada Tetsu "kenapa teleponmu tidak aktif?" lanjut Hyde dengan suara Khawatir.

"Ahhh.." seru Tetsu sambil menepuk jidatnya, "handphone ku mati Hyde, aku lupa" serunya sambil terkekeh. 

Tetsu menatap Hyde yang memandangnya seakan ingin menerkamnya itu, "err Hyde..?" Seru Tetsu sedikit takut. 

Dengan gerakan cepat Hyde menangkap tangan Tetsu, membuat Tetsu kaget, kemudian menarik, atau lebih tepatnya, menyeret Tetsu ke mobilnya. "Kita mau kemana Hyde?" Ucap Tetsu berdigik ngeri melihat Hyde yang sangat menyeramkan menurutnya itu. 

"Pulang" ucap Hyde ketus sembari menyalakan mesin mobilnya. 

***

Tetsu membuka pintu apartementnya dengan gugup, disusul Hyde yang berjalan cepat kearahnya. 

"Hyde kau kenapa sih.. kau membuatku takut.." seru Tetsu awas melihat gerakan gerakan agresif Hyde. 

Dengan cepat Hyde bergerak menuju Tetsu, kemudian mendekapnya erat, membuat Tetsu kaget, namun merasakan perasaan nyaman di dalamnya. 

"Tetchan jangan pernah meninggalkanku ya, kumohon berjanjilah padaku, kau tetap bersamaku, aku tidak bisa jika kau meninggalkanku, aku sangat sangat mencintaimu" seru Hyde mempererat pelukanya pada Tetsu, perlahan air matanya merembes keluar dari kedua bola mata indah Hyde. 

"Aku juga mencintaimu Hyde, iya aku berjanji, kau kenapa sih menangis terus, Nakanai yo!!" Seru Tetsu sambil menghapus air mata Hyde. 

Hyde menatap Tetsu yang masih sibuk membersihkan air matanya, kemudian tangan Hyde perlahan mencengkram kedua jemari Tetsu, dan menurunkanya perlahan. 

"Doiha??" Seru Tetsu bingung 

Hyde tidak menjawab, ia mendekatkan wajahnya pada wajah Tetsu, kemudian mencium bibir ranum itu pelan, menyalurkan emosi dan kehangatan di dalamnya, membuat Tetsu terbuai akanya 

"Aku mencintaimu Tetchan" seru Hyde kembali mencium bibir Tetsu, namun kali ini sedikit bertekanan, membuat Tetsu mendesah pelan.

"Enhhh Aku juga mencintaimu Doiha" 

OWARI 

Ulalala nulis fanfic panjang bangett, kayaknya harus di bagi jadi dua chapter, tp berhubung tidak ingin memiliki hutang yaaa jadi aku paksain jadi Tetsu hahaha

Oh ya.. yang nanya kenapa tetchan ga mati, jawabanya mudah, karna saya gatega nyiksa tetchan (T ^ T)

And then. Selamat menikmati~