Yeayyy akhirnya di antara sakit yang mendera(?) Dapat ilham buat melanjutkan fanfic yang sebenernya sudah selesai tapi.. pada minta sequel hahaha...
Title : Smooth criminal, Memories
Pair : Haitsu~
Genre : Romance, Action
****
"TETCHAN LARI!!!"
Badan kecil itu terasa kaku melihat apa yang di sugukan di hadapanya kini, ia dapat melihat dengan jelas onggokan mayat penuh luka yang merupakan ayahnya, dan ibunya yang kini di tusuk oleh sebilah pedang, tepat di depan matanya.
"Hei itu anak mereka, kejar!" seru salah satu dari komplotan, yang bahkan Tetsu tidak tau siapa.
Dengan sigap kaki mungil itu berlari secepat yang ia bisa, air mata terus turun membasahi pipi putihnya, bibirnya bergetar menahan sakit yang menyerang dadanya.
Tiba tiba saja ada sebuah tangan tegap yang menariknya dan membekap mulutnya, menutupi tubuh mungil Tetsu di dalam dekapanya, membuat segerombolan orang yang tengah mencarinya itu kehilangan jejak anak yang masih berusia 5 tahun itu.
"Astaga Tetchan kau tak apa apa?" Seru suara berat yang sedari tadi memeluknya.
"A-ayah.. i-ibu, paman Ta-karai.. hiks... hiks.. " seru Tetsu dengan terpenggal penggal antara rasa pengap yang mendera dadanya, dan rasa sakit yang menghujani jantungnya.
Seakan tau dengan apa yang terjadi, pria tegap itu akhirnya menggendong Tetsu, membawanya pulang ke rumahnya.
***
"Sesosok wanita setengah baya berlari terpogoh pogoh saat mendengar seseorang membuka pintu pagar rumah, matanya yang lumayan bulat membesar sesaat melihat sang suami menggendong anak yang tak lain adalah anak sahabat mereka.
"Astaga anata.. Tetchan, ada apa?" Seru wanita itu panik sembari menggambil Tetsu dari gendongan sang ayah.
Setelah hampir satu jam menenangkan diri, walaupun dengan terbata bata, akhirnya Tetsu dapat menjelaskan apa yang dilihatnya, dan apa yang terjadi pada kedua orang tuanya.
Pasangan suami istri yang sedari tadi berusaha mendengarkan penjelasan dari mulut mungil Tetsu hanya bisa membelakkan kedua matanya, tidak menyangka apa yang terjadi dengan kedua orang tua Tetsu.
Sementara itu, di balik tangga ada sesosok anak laki laki yang sedari tadi terdiam, mendengarkan penjelasan anak laki laki yang kira kira seumuran denganya, perasaanya kini campur aduk, marah, sedih, kasihan, dan yang lainya, membuat sang anak ingin mengeluarkan air mata.
"Hideto.."
Anak lelaki yang sedari tadi bersembunyi di balik tangga tersentak, dengan perlahan ia berjalan menuju kedua orang tuanya, yang bersama dengan sosok anak lelaki yang sangat manis.
"Ini Tetchan, mulai hari ini dia adalah bagian dari keluarga kita nee, perlakukan dia debagai adikmu, ok?" Seru sang ayah sembari mengelus kepala anak yang masih sesenggukan itu.
Hyde hanya mampu menganggukan kepalanya. entah kenapa, muncul perasaan bahagia yang menyelinap memenuhi relung hatinya.
"Panggil aku Hyde" seru Hyde kecil sembari mengulurkan tanganya, yang disambut oleh uluran tangan kecil Tetsu.
"Aku Tetsu.."
***
"Nee.. Tetchann... tetchan!!"
Tetsu terlonjak kaget dan secara refleks terduduk di kasur, ia menatap Hyde yang memandangnya dengan pandangan khawatir.
"Do-doiha?"
"Kau kenapa Tetchan, dari tadi kau terus menangis, ada masalah?" Seru Hyde sembari menghapus air mata yang keluar dari sudut mata Tetsu.
Tetsu menggelengkan kepalanya dan tersenyum lemah, "a-aku mengingat kejadian saat itu..." seru Tetsu dengan wajah sendu, membuat Hyde menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
***
Tetsu termenung di balkon hotel, dengan hanya menggunakan kemeja 'kebesaran' warna putih yang menutupi setengah dari pahanya, pandanganya tertuju pada sekumpulan orang yang tengah bermain di pantai, sungguh langit Venezuela yang cantik itu tidak dapat merubah suasana hatinya yang murung itu.
Dari belakang terlihat Hyde yang terus saja menatap Tetsu, perlahan, ia berjalan menuju Tetsu yang masih termenung di balkon, dengan sekali hentakan, di rengkuhnya tubuh semampai itu.
"Oh ayolah sayang... kau yang ingin liburan ini, kenapa kau murung terus?"
Tetsu menggelengkan kepalanya kecil, tiba tiba saja potongan masa lalunya menyeruak masuk memenuhi otaknya, memaksanya mengingat kembali kejadian pahit itu.
***
"Akhirnya kita lulus juga ya Tetchan!" seru Hyde sembari berlari lari kadang ditambah dengan loncatan loncatan kecil.
Tetsu hanya tersenyum memandang sosok yang sangat berarti baginya itu tersenyum bahagia dan tertawa lepas.
"Aku tidak sabar memberitau paman dan bibi" seru Tetsu dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya.
Sela beberapa saat Hyde menatap diam sosok manis di hadapanya, kemudian denga sekali gerakan, ia mengeluarkan kotak beludru kecil berwarna merah dan berlutut.
"Tetchan maukah kau menikah denganku?" Seru Hyde mantap, membuka kotak beludru itu, memperlihatkan cincin emas munil yang berwarna putih
"..." Tetsu menatap nanar Hyde yang berlutut di hadapanya dengan wajah yang memerah sempurna, perlahan ditatap mata hitam Hyde.
"Ka-kau yakin Hyde... bagaimana dengan paman dan bibi?"
Hyde tersenyum simpul, "mereka merestui kita. nee Tetchan, aku tanya sekali lagi, apakah kau mau menikah denganku?"
Mata Tetsu mulai berarir, menyaksikan orang yang sangat dicintainya tengah melamarnya, ia menganggukan kepalanya berkali kali dengan Cepat.
"A-aku mau Haido!" Seru Tetsu sembari mengambil cincin itu dan memakainya pada jari manisnya.
Hyde tersenyum manis dan mulai merengkuh Tetsu dalam pelukanya, "aku mencintaimu.." serunya sembari mengecup bibir kemerahan Tetsu.
"Dorr!"
"Grrrr Dimana anak itu?"
Hyde dan Tetsu terlonjak mendengar suara pistol yang berasal dari rumahnya, dengan cepat mereka berlari menuju rumah.
Sesampainya di rumah, mereka dapat melihat ibu Hyde yang tengah berusaha merebut pistol dari tangan seseorang, dan ayah Hyde tengah berusaha bangun walaupun badanya sudah bersimbah darah.
"Grrr, dimana Tetsuya nyonya, aku tidak akan menyakiti kalian kalau kalian memberitahukan keberadaan anak itu!" Seru seseorang dengan menggunakan pakaian serba hitam.
Namun wanita yang berstatus menjadi ibu Hyde hanya diam, selama beberapa ia melirik Hyde dan Tetsu yang tengah terpaku. seakan mengerti, Hyde langsung menarik tangan Tetsu, menjauh dari tempat itu.
Belum jauh berlari, mereka mendengar suara tembakan dan teriakan histeris ibu Hyde, air mata Tetsu mengalir deras sembari kakinya terus berlari, bersama Hyde.
"Kenapa..." lirih Tetsu sembari tetap berlari.
***
"Maafkan aku Haido...."seru Tetsu membalikan badanya, kemudian menatap Hyde nanar.
"Karna aku.. paman dan bibi.." seru Tetsu kemudian menangis terisak, dengan perlahan di rengkuhnya badan ringkih Tetsu, kemudian mengelus rambut halus Tetsu pelan.
"Tidak apa apa Tetchan.. tidak apa apa, asalkan kau tidak meninggalkanku" bisik Hyde
"Hiks.. Haido.. aku mencintaimu.." seru Tetsu diantara tangisnya.
Perlahan, Hyde menjauhkan pelukanya dan mengecup bibir Tetsu dengan pelan, bermaksud untuk menenangkan 'kekasihnya'
"Ha-haido mmm" seru Tetsu diantara ciumanya dengan Hyde.
"Aku mencintaimu Tetchan.." lirih Hyde, kemudian mempercepat ritme ciuman mereka.
"Enghh.."
***
Tetsu mengerjapkan matanya perlahan, badanya masih sedikit sakit akibat 'sesi bercintanya' dengan Hyde yang liar tadi, perlahan di renggakan badan mulus itu, dan menuju kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi, matanya menabrak sosok yang ia cintai masih terlelap diatas kasur mereka, senyum lebar terlukis di wajah Tetsu kala melihat cincin emas putih yang melingkar di jari manis Hyde, persis dengan miliknya.
"Ohayou.." sapa Tetsu pelan.
"Sekarang sudah siang Tetchan..." seru Hyde dengan mata yang setengah terpejam.
Tetsu memutar bola matanya, "Haido ayo jangan malassss!! Aku ingin ke pantai!" Seru Tetsu menarik lengan Hyde, namun dengan gerakan cepat Hyde langsung menarik lengan Tetsu, membuat Tetsu limbung kearah kasur.
"Bagaimana kalau bermalas malasan seharian saja?" Seru Hyde memejamkan matanya sembari tetap merengkuh Tetsu.
"Ayolah Haidoo kita jarang liburan!!" Seru Tetchan pasrah karna tenaga Hyde jauh lebih kuat.
"Hmmm.." rancau Hyde kemudian tertidur, membuat Tetsu merasa dongkol.
Tiba tiba saja Handphone Hyde berdering, dengan malas diangkatnya telepon itu, menerima panggilan dari orang di sebrang sana
"Ok aku mengerti.." seru Hyde kemudian menutup teleponya.
"Nee Tetchan sepertinya liburan kita di pending dulu deh, ada misi lagi.." seru Hyde meggarukan kepalanya.
"Ehhhh?!"
Bersambung ke [SECOND MISSION]
Uwaaa hahahhaa selesai juga.. perjuangan nulis ff ini karna diriku sedang sakit, dan diriku sengaja membuat memories ini biar nanti nyambung sama ff selanjutnya, selamat menunggu~