Hai minna .. akhir akhir ini sering apdet fanfic hahahaha..
salahkan permintaan permintaan yang menumpuk.. bahkan ada banyak banget yang
belum sempet ketulis *Maafkan curhat hahah, dan seperti biasa.. maafkan kalau
judulnya ga nyambung hahaha…
Painful
Love
Pair: Haitsu
Genre : Sappy maybe..^^
Disclaimer : Seperti biasa Hyde dan Tetsu
bukan milik saya
they
belong to each other nee^^
Happy Reading~
“Hari ini, tepatnya tanggal 25 Desember,
Vocalist dari band L’Arc~en~ciel Hyde resmi menikah dengan Model dan artis
Megumi Oishi-“
Pik.
Tetsu
mematikan TVnya dengan gusar, kemudian menatap nanar kotak persegi itu, tentu
Tetsu tau, pernikahan itu memang sudah dirancang Hyde untuk menutupi hubungan
mereka, dan Megumi pun.. wanita itu mengetahui hubungan rahasia dari seorang
Leader dan Vocalistnya, namun tetap saja rasanya untuk membagi orang yang kita
cintai dengan orang lain sangatlah sulit.
Salahkan
kromosom wanitanya yang lebih banyak dari kromosom laki lakinya..
Tetsu
menaikan kedua kakinya, memeluk lututnya dengan kuat, ia adalah pendosa.. Hyde
pun tak jauh beda denganya, mereka menjadika Megumi sebagai umpan, yah.. inilah
cinta, tidak mungkin ada sebuah kesucian diantara cinta mereka yang memang
jelas jelas terlarang, dan Tetsu tau, sebagai pendosa ia akan mendapatkan
karmanya.
Yah..
Karma yang selalu mengintainya.
***
5 Tahun kemudian…
“Tetchan..”
Tetsu
Tersenyum kecil dari balik pintu kamarnya, segalanya sudah ia persiapkan untuk
orang yang tengah mencarinya itu, dirapatkanya lagi tubuh ramping itu dia
antara lemari pakaianya, berharap orang itu mengambil inisiatif untuk masuk ke
dalam kamarnya, ralat kamar mereka.
“Tetchan kau
didalam..?” seru orang itu sembari membuka pintu kamar Tetsu.
Berhasil!
Orang yang ditunggu Tetsu masuk kedalam kamarnya, sesaat ia melihat tubuh pria
itu berdiri kaku di depan pintu, bagaimana tidak kaku, ia melihat kamar yang
remang dengan hanya diterangi oleh cahaya lilin lilin aroma serta kelopak mawar
merah yang tersebar di kasur, plus satu botol wine dengan dua cangkir Kristal
yang- terlihat – sangat- mahal bertengger manis di meja sebelah kasur, sangat
romantis seperti..
“Kau
menyukainya..?” seru Tetsu melangkah menuju pria yang masih mematung diambang
pintu tersebut, pria itu hanya dapat menatap Tetsu dengan nanar, melihat sang
kekasih hanya memakai kemeja tranparan yang panjanganya hanya menutupi setengah
pahanya, dan bahkan Tetsu tidak mengancingnya dengan benar, membuat pria itu
meneguk liurnya dengan paksa.
“Ap- apa
yang kau..?” seru Pria itu tertahan melihat Tetsu melangkah kearahnya dengan
sangat.. menggoda.
“kau
membuatku cemburu ne… tuan Takarai” bisik Tetsu sembari mengalungkan tanganya
dileher Hyde, membuat Hyde mencengkram pinggang ramping itu. Hyde terkekeh
pelan, melihat kekasihnya yang menyiapkan hal yang menurutnya sangat atau
terlalu romantis itu, “Wah.. sepertinya aku harus sering membuatmu cemburu
sayang” seru Hyde sembari mencium hidung mancung pria manis itu.
Tetsu
memanyunkan bibirnya, membuat Hyde kembali terkekeh, “Aku hanya ingin
membuktikan bahwa aku bisa lebih memuaskanmu dibanding Istrimu itu” seru Tetsu
dengan sedikit merajuk.
Hyde memutar
bola matanya, “Oh Ayolah, kau masih cemburu karna aku memiliki anak denganya?
Mau bagaimana lagi Tetchan, semua orang memaksaku, kau sadar kalau aku tidak
melakukanya mereka akan curiga” seru Hyde sembari membenamkan kepalanya pada
leher jenjang Tetsu, membuat Tetsu mendesah pelan.
“Tap aku
berhak enghh Cemburu akhh Haido..” seru Tetsu tak tahan, Hyde terus saja
memberikan kissmark di kisaran leher Tetsu, sementara satu tanganya mulai
menjamah paha Tetsu yang terekspos.
“Tentu kau
berhak cemburu sayang..” lirih Hyde sembari menarik kerah kemeja Tetsu dengan
sedikit kasar, sehingga bahu putih Tetsu terlihat jelas, “Tapi aku bersumpah
tubuhmu seribu kali lebih nikmat dari wanita itu” lanjutnya sembari mulai
menciumi bahu putih Tetsu, sementara tanganya mulai naik, bermain dengan alat
vital Tetsu yang tak terbungkus apapun.
“Ughh…”
Tetsu hanya
dapat memejamkan matanya saat Hyde mulai bermain dengan tubuhnya, badan Tetsu
sudah bergetar merasakan rangsangan yang Hyde berikan pada bagian bawah
tubuhnya
Dengan
perlahan Hyde mendorong Tetsu hingga jatuh di kasur putih miliknya, dengan mata
sayu dan tubuh pasrah itu, membuat Hyde semakin bernafsu untuk menyentuh tubuh
kekasihnya.
****
Tetsu
merebahkan kepalanya pada dada bidang Hyde yang tak tertutupi apapun, sementara
Hyde merengkuh Tetsu, merapatkan kedua tubuh telanjang itu, merasakan kehangatan
yang dipancarkan dari masing masing tubuh.
“Nee Haido..”
Hyde yang
tadi mengelus kepala Tetchan menghentikan
gerakanya, kemudian merapatkan rangkulanya pada tubuh Tetsu yang penuh
dengan bercak Kissmark
“Apa kau tak
merasa berdosa pada Megumi..?” seru Tetsu sangat lirih, hampir tak terdengar.
Sejenak Hyde
terdiam, ia dapat merasakan tubuh Tetsu yang bergetar, ia sangat mengenal
Tetsu, Tetsu adalah orang yang sangat tulus, walaupun Tetsu tau bahwa
dirinyalah yang merancang pernikahan itu, sebenarnya ia sedikit merasa
bersalah,karna ia merasa telah mempermainkan Wanita itu.
“Itulah
Cinta Tetchan.. Take it or leave it” seru Hyde mengecup surai kecokelatan milik
Tetsu, “terkadang orang akan melakukan apapun untuk tetap bersama orang
dicintainya, seperti aku sekarang” Lanjut Hyde, entah kenapa dadanya terasa
sesak menginat Megumi, rasa bersalah kah? Ataukah jangan jangan ia mulai memiliki perasaan untuk Megumi
Tetsu
merapatkan pelukanya pada Hyde, entah kenapa ia merasakan perasaan yang tak
enak menghinggapi tubuhnya, entah kenapa ia merasa sosok di sebelahnya itu
perlahan mulai menjauhi dirinya. Dengan cepat dihapusnya lagi pikiran yang
bersarang di otaknya, bahkan membayangkanya saja rasanya Tetsu tak sanggup.
Hyde yang
melihat tindak tanduk kekasihnya yang berbeda dari biasanya itu merengkuh bahu
sang kekasih, seakan meyakinkan bahwa ia tidak akan pergi dari sosok yang ia
sayangi itu.
****
Hyde yang
baru selesai dengan kegiatan mandi paginya (tentu karna ia habis bercinta
dengan Tetchanya semalaman, tidak mungkin ia kembali ke rumah dengan keringat
dan cairan cairan yang menempel di tubuhnya.
Berjalan
kearah dapur,ia menemukan Tetsu yang berkutat di dapur itu, dengan peralatan
masak yang membuatnya semakin terlihat manis.
Iseng Hyde
berjalan mendekati sosok itu, kemudian memeluknya dari belakang “mamah masak
apa?” serunya dengan nada kekanak kanakan, seketika itu juga pipi Tetsu bersemu
merah, “k-kau kan tau aku tidak terlalu jago masak.. jadi aku hanya buat
omelette ini..” seru Tetsu setengah berbisik.
Hyde
terkekeh pelan, kemudian membalikan badan Tetsu, membuat mata mereka bertemu, “tak
peduli apapun itu, asalkan bersamamu semua makanan terasa nikmat” seru Hyde
sembari terkekeh.
Tetsu yang
mendengarnya mulai salah tingkah,”Jangan
gombal ah” serunya sembai mencubit pinggang Hyde gemas.
Hyde kembali
terkekeh kemudian menangkap pinggang Tetsu, megangkat tubuh rampig itu, dan
mendudukanya di salah satu meja marmer tepat dibelakang Tetsu.
“Aku memang
tidak sedang mengobal Leader” seru Hyde sembari mendekatkan bibirnya pada bibir
Tetsu.
Kringgg
Hyde
membatalkan niat untuk mencium Tetsu saat Handphonya berbunyi, dengan perlahan
di rogohnya Handponenya, da berjalan aga menjauhi Tetsu, sepertinya telepon itu
sangat penting.
Tetsu
memutuskan untuk turun dari meja tersebut dan mendekati Hyde, ia dapat melihat
raut wajah Hyde yang semakin pucat dan memperlihatkan kepanikan yang besar
sekali.
“Aku
mengerti, aku akan segera kesana, aku mencintai kalian”
DEG
Tetsu meraba
dadanya yang berdenyut ngilu mendengar ucapan Hyde barusan, perasaan sakit
tentu saja ada, melihat kau harus berbagi orang yang kau cintai pada istri dan
anaknya, entah kenapa Tetsu merasa sangat kejam saat ini.
“Tetchan
maafkan aku meninggalkanmu, junior sakit dan sekarang ia dilarikan ke rumah
sakit, ia terus memanggilku, aku harus pergi, maaf Tetchan”
Tetsu hanya
menganggukan kepalanya, dengan segera Hyde melesat keluar rumah Tetsu,
meninggalkan tanpa ucapan selamat tinggal, atau mungkin kecupan singkat?
Tetsu
menatap kepergian Hyde dengan sedih, ia sadar karma selalu mengikutinya, dan
akankah karma mulai menyerangnya..
“Jahat…”
Tiba tiba
mata Tetsu terbelalak, ia merasakan sesuatu berbisik padanya, namun ia
menepisnya, menganggap itu semua hanya khayalanyan. Dengan perlahan ia kembali
ke dapurnya, bermaksud untuk memakan omelette yang baru saja di masaknya.
“Kau jahat Tetsuya, kau mengetahui dia telah
berkeluarga dan mulai mencintai keluarga, namun kau tetap bersikeras memaksanya
bersamamu”
Tetsu
menghentikan gerakan makanya, rasanya perutnya terasa mual mendengar perkataan
tersebut. Entah kenapa kata kata itu terus terngiang di kepala Tetsu, membuat
dadanya sekaan di cengkram dengan kuat, membuatnya sulit bernafas.
Perlahan setetes
demi setetes air mata turun membasahi pipi Tetsu,makanan yang berada
dihadapanya tidak lagi disentuh, rasanya perutnya sangat mual, atau mungkin ini
pengaruh dadanya yang sesak?
“Haido..
maafkan aku karna aku sangat egois padamu..” lirih Tetsu diantara isakanya yang
semakin kencang, perlahan dinaikanya kedua kaki Tetsu, memeluk lututnya dengan
erat, menahan getaran sakit yang menyerang setiap sendi tubuhnya.
“Aku
mencintaimu Haido..”
***
Tetsu
melangkahkan kakinya dengan cepat di lorong rumah sakit, bermaksud untuk
menjenguk Hyde junior, setelah kejadian di rumahnya tersebut Hyde mengirim mail
bahwa si Junior menderita usus buntu dan harus di Oprasi, Ken dan Yukkie juga
sudah beberapa kali kesini, menjenguk sang junior, namun Tetsu membutuhkan
waktu lebih lama, bukan.. bukan karna jadwalnya yang padat, hanya saja Tetsu
merasa belum siap untuk bertatap muka dengan dua orang itu.
Akhirnya Tetsu
sampai di ruang inap junior, dengan perlahan ia membuka pintunya perlahan, tiba
tiba saja matanya membulat, sungguh pemandangan ini bukanlah pemandangan yang
ingin Tetsu lihat, walaupun sebelumnya ia sudah meyakinkan dirinya melihat hal
hal seperti ini, namun tetap saja hatinya belum bisa menerimanya.
Ia melihat
dengan sangat jelas Hyde yang tengah bercanda dengan sang anak, sesekali
tertawa lepas, bahkan lebih lepas daripada saat ia bersama Tetsu, terkadang
mengelus kepala sang anak pelan, disebelahnya Megumi hanya tersenyum sesekali
menyuapi sang anak dan Hyde apel yang ia potongkan, sungguh seperti keluarga kecil yang sangat bahagia.
Yah sangat
bahagia..
Tetsu
tersenyum getir, kemudian menutup pintu itu amat pelan, membuat orang orang di
dalamnya tidak sadar, setelah yakin pintu itu tertutup rapat Tetsu berlari
sekencang kencangnya menjauhi ruangan tersebut, terkadang ia menutup bibirnya
yang bergetar kuat, air matanya benar benar tak dapat dibendung lagi.
“Kau hanya membebaninya saja Tetsuya”
“Tega kah kau menghancurkan kebahagiaan
mereka?”
“kau jahat”
Suara suara
itu kembali terngiang di telinga Tetsu, membuat air mata Tetsu semakin
berjatuhan, inikah karma? Apakah Megumi merasakan sakit yang sama? Ya dia pasti
merasakan sakit yang sama, mungkin lebih sakit dari pada aku, suaminya, orang
yang sangat dicintainya berselingku, dan akulah selingkuhanya..
Tetsu duduk
termenung di salah satu ayunan taman dekat rumah sakit itu, mukanya hanya
tertunduk ke tanah, bahkan untuk mengangkat wajahnya saja ia tidak sanggup.
Ia merasa
hina, ia merasa jahat, ia merasa kotor, lebih tepat ia merasa bersalah dengan
Megumi dan sang junior, ia tau, sedikit banyak ialah yang menyebabkan sang
junior masuk rumah sakit, dengan cara mengambil Hyde dari mereka
Perlahan rintik
hujan membasahi bumi, sekaligus membasahi Tetsu yang masih diam tak bergeming
dari ayunan tersebut, air mata masih saja turun di pipinya yang putih itu,
udara dingin mulai menusuk raganya, namun tetap saja ia tidak memiliki niatan
untuk sekedar beranjak dan berteduh.
Perlahan ia
mengadahkan wajahnya ke langit, terlihat wajah yang sangat pucat dan mata yang
sembab, “Hujan kumohon.. bawalah rasa sakit ini.. rasa sakit karna mencintainya
ini” seru Tetsu lirih.
“Haido..
haruskah aku menyerah?”
OWARI
Apapun yang
terjadi tolong jangan bunuh saya *berlindung dibalik punggung kenchan* tenang
tenanggg jangan bunuh saya dulu, karna janji deh bakal buat sequelnya
so cute haitsu fanfics aya! arigatou! I wanna cry and cry and cry with this!!! T.T
BalasHapusAku uda udah lama ga ngunjungin blog hahaha
HapusTerima kasihhhh
Selamat menikmati fanfic fanfic yang lain 😘😘😘