Rabu, 10 Februari 2016

Painful Love

Hai minna .. akhir akhir ini sering apdet fanfic hahahaha.. salahkan permintaan permintaan yang menumpuk.. bahkan ada banyak banget yang belum sempet ketulis *Maafkan curhat hahah, dan seperti biasa.. maafkan kalau judulnya ga nyambung hahaha…

                                                                       Painful Love
Pair: Haitsu
Genre : Sappy maybe..^^
Disclaimer : Seperti biasa Hyde dan Tetsu bukan milik saya
 they belong to each other nee^^

Happy Reading~


“Hari ini, tepatnya tanggal 25 Desember, Vocalist dari band L’Arc~en~ciel Hyde resmi menikah dengan Model dan artis Megumi Oishi-“

Pik.

Tetsu mematikan TVnya dengan gusar, kemudian menatap nanar kotak persegi itu, tentu Tetsu tau, pernikahan itu memang sudah dirancang Hyde untuk menutupi hubungan mereka, dan Megumi pun.. wanita itu mengetahui hubungan rahasia dari seorang Leader dan Vocalistnya, namun tetap saja rasanya untuk membagi orang yang kita cintai dengan orang lain sangatlah sulit.

Salahkan kromosom wanitanya yang lebih banyak dari kromosom laki lakinya..

Tetsu menaikan kedua kakinya, memeluk lututnya dengan kuat, ia adalah pendosa.. Hyde pun tak jauh beda denganya, mereka menjadika Megumi sebagai umpan, yah.. inilah cinta, tidak mungkin ada sebuah kesucian diantara cinta mereka yang memang jelas jelas terlarang, dan Tetsu tau, sebagai pendosa ia akan mendapatkan karmanya.

Yah.. Karma yang selalu mengintainya.

***

5 Tahun kemudian…

“Tetchan..”

Tetsu Tersenyum kecil dari balik pintu kamarnya, segalanya sudah ia persiapkan untuk orang yang tengah mencarinya itu, dirapatkanya lagi tubuh ramping itu dia antara lemari pakaianya, berharap orang itu mengambil inisiatif untuk masuk ke dalam kamarnya, ralat kamar mereka.

“Tetchan kau didalam..?” seru orang itu sembari membuka pintu kamar Tetsu.

Berhasil! Orang yang ditunggu Tetsu masuk kedalam kamarnya, sesaat ia melihat tubuh pria itu berdiri kaku di depan pintu, bagaimana tidak kaku, ia melihat kamar yang remang dengan hanya diterangi oleh cahaya lilin lilin aroma serta kelopak mawar merah yang tersebar di kasur, plus satu botol wine dengan dua cangkir Kristal yang- terlihat – sangat- mahal bertengger manis di meja sebelah kasur, sangat romantis seperti..

“Kau menyukainya..?” seru Tetsu melangkah menuju pria yang masih mematung diambang pintu tersebut, pria itu hanya dapat menatap Tetsu dengan nanar, melihat sang kekasih hanya memakai kemeja tranparan yang panjanganya hanya menutupi setengah pahanya, dan bahkan Tetsu tidak mengancingnya dengan benar, membuat pria itu meneguk liurnya dengan paksa.

“Ap- apa yang kau..?” seru Pria itu tertahan melihat Tetsu melangkah kearahnya dengan sangat.. menggoda­.

“kau membuatku cemburu ne… tuan Takarai” bisik Tetsu sembari mengalungkan tanganya dileher Hyde, membuat Hyde mencengkram pinggang ramping itu. Hyde terkekeh pelan, melihat kekasihnya yang menyiapkan hal yang menurutnya sangat atau terlalu romantis itu, “Wah.. sepertinya aku harus sering membuatmu cemburu sayang” seru Hyde sembari mencium hidung mancung pria manis itu.

Tetsu memanyunkan bibirnya, membuat Hyde kembali terkekeh, “Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku bisa lebih memuaskanmu dibanding Istrimu itu” seru Tetsu dengan sedikit merajuk.

Hyde memutar bola matanya, “Oh Ayolah, kau masih cemburu karna aku memiliki anak denganya? Mau bagaimana lagi Tetchan, semua orang memaksaku, kau sadar kalau aku tidak melakukanya mereka akan curiga” seru Hyde sembari membenamkan kepalanya pada leher jenjang Tetsu, membuat Tetsu mendesah pelan.

“Tap aku berhak enghh Cemburu akhh Haido..” seru Tetsu tak tahan, Hyde terus saja memberikan kissmark di kisaran leher Tetsu, sementara satu tanganya mulai menjamah paha Tetsu yang terekspos.

“Tentu kau berhak cemburu sayang..” lirih Hyde sembari menarik kerah kemeja Tetsu dengan sedikit kasar, sehingga bahu putih Tetsu terlihat jelas, “Tapi aku bersumpah tubuhmu seribu kali lebih nikmat dari wanita itu” lanjutnya sembari mulai menciumi bahu putih Tetsu, sementara tanganya mulai naik, bermain dengan alat vital Tetsu yang tak terbungkus apapun.

“Ughh…”

Tetsu hanya dapat memejamkan matanya saat Hyde mulai bermain dengan tubuhnya, badan Tetsu sudah bergetar merasakan rangsangan yang Hyde berikan pada bagian bawah tubuhnya

Dengan perlahan Hyde mendorong Tetsu hingga jatuh di kasur putih miliknya, dengan mata sayu dan tubuh pasrah itu, membuat Hyde semakin bernafsu untuk menyentuh tubuh kekasihnya.

****
Tetsu merebahkan kepalanya pada dada bidang Hyde yang tak tertutupi apapun, sementara Hyde merengkuh Tetsu, merapatkan kedua tubuh telanjang itu, merasakan kehangatan yang dipancarkan dari masing masing tubuh.

“Nee Haido..”

Hyde yang tadi mengelus kepala Tetchan menghentikan  gerakanya, kemudian merapatkan rangkulanya pada tubuh Tetsu yang penuh dengan bercak Kissmark

“Apa kau tak merasa berdosa pada Megumi..?” seru Tetsu sangat lirih, hampir tak terdengar.

Sejenak Hyde terdiam, ia dapat merasakan tubuh Tetsu yang bergetar, ia sangat mengenal Tetsu, Tetsu adalah orang yang sangat tulus, walaupun Tetsu tau bahwa dirinyalah yang merancang pernikahan itu, sebenarnya ia sedikit merasa bersalah,karna ia merasa telah mempermainkan Wanita itu.

“Itulah Cinta Tetchan.. Take it or leave it” seru Hyde mengecup surai kecokelatan milik Tetsu, “terkadang orang akan melakukan apapun untuk tetap bersama orang dicintainya, seperti aku sekarang” Lanjut Hyde, entah kenapa dadanya terasa sesak menginat Megumi, rasa bersalah kah? Ataukah jangan jangan ia mulai memiliki perasaan untuk Megumi

Tetsu merapatkan pelukanya pada Hyde, entah kenapa ia merasakan perasaan yang tak enak menghinggapi tubuhnya, entah kenapa ia merasa sosok di sebelahnya itu perlahan mulai menjauhi dirinya. Dengan cepat dihapusnya lagi pikiran yang bersarang di otaknya, bahkan membayangkanya saja rasanya Tetsu tak sanggup.

Hyde yang melihat tindak tanduk kekasihnya yang berbeda dari biasanya itu merengkuh bahu sang kekasih, seakan meyakinkan bahwa ia tidak akan pergi dari sosok yang ia sayangi itu.

****

Hyde yang baru selesai dengan kegiatan mandi paginya (tentu karna ia habis bercinta dengan Tetchanya semalaman, tidak mungkin ia kembali ke rumah dengan keringat dan cairan cairan yang menempel di tubuhnya.

Berjalan kearah dapur,ia menemukan Tetsu yang berkutat di dapur itu, dengan peralatan masak yang membuatnya semakin terlihat manis.

Iseng Hyde berjalan mendekati sosok itu, kemudian memeluknya dari belakang “mamah masak apa?” serunya dengan nada kekanak kanakan, seketika itu juga pipi Tetsu bersemu merah, “k-kau kan tau aku tidak terlalu jago masak.. jadi aku hanya buat omelette ini..” seru Tetsu setengah berbisik.

Hyde terkekeh pelan, kemudian membalikan badan Tetsu, membuat mata mereka bertemu, “tak peduli apapun itu, asalkan bersamamu semua makanan terasa nikmat” seru Hyde sembari terkekeh.

Tetsu yang mendengarnya mulai salah tingkah,”Jangan  gombal ah” serunya sembai mencubit pinggang Hyde gemas.

Hyde kembali terkekeh kemudian menangkap pinggang Tetsu, megangkat tubuh rampig itu, dan mendudukanya di salah satu meja marmer tepat dibelakang Tetsu.

“Aku memang tidak sedang mengobal Leader” seru Hyde sembari mendekatkan bibirnya pada bibir Tetsu.

Kringgg

Hyde membatalkan niat untuk mencium Tetsu saat Handphonya berbunyi, dengan perlahan di rogohnya Handponenya, da berjalan aga menjauhi Tetsu, sepertinya telepon itu sangat penting.

Tetsu memutuskan untuk turun dari meja tersebut dan mendekati Hyde, ia dapat melihat raut wajah Hyde yang semakin pucat dan memperlihatkan kepanikan yang besar sekali.

“Aku mengerti, aku akan segera kesana, aku mencintai kalian”

DEG

Tetsu meraba dadanya yang berdenyut ngilu mendengar ucapan Hyde barusan, perasaan sakit tentu saja ada, melihat kau harus berbagi orang yang kau cintai pada istri dan anaknya, entah kenapa Tetsu merasa sangat kejam saat ini.

“Tetchan maafkan aku meninggalkanmu, junior sakit dan sekarang ia dilarikan ke rumah sakit, ia terus memanggilku, aku harus pergi, maaf Tetchan”

Tetsu hanya menganggukan kepalanya, dengan segera Hyde melesat keluar rumah Tetsu, meninggalkan tanpa ucapan selamat tinggal, atau mungkin kecupan singkat?

Tetsu menatap kepergian Hyde dengan sedih, ia sadar karma selalu mengikutinya, dan akankah karma mulai menyerangnya..

“Jahat…”

Tiba tiba mata Tetsu terbelalak, ia merasakan sesuatu berbisik padanya, namun ia menepisnya, menganggap itu semua hanya khayalanyan. Dengan perlahan ia kembali ke dapurnya, bermaksud untuk memakan omelette yang baru saja di masaknya.

“Kau jahat Tetsuya, kau mengetahui dia telah berkeluarga dan mulai mencintai keluarga, namun kau tetap bersikeras memaksanya bersamamu”

Tetsu menghentikan gerakan makanya, rasanya perutnya terasa mual mendengar perkataan tersebut. Entah kenapa kata kata itu terus terngiang di kepala Tetsu, membuat dadanya sekaan di cengkram dengan kuat, membuatnya sulit bernafas.

Perlahan setetes demi setetes air mata turun membasahi pipi Tetsu,makanan yang berada dihadapanya tidak lagi disentuh, rasanya perutnya sangat mual, atau mungkin ini pengaruh dadanya yang sesak?

“Haido.. maafkan aku karna aku sangat egois padamu..” lirih Tetsu diantara isakanya yang semakin kencang, perlahan dinaikanya kedua kaki Tetsu, memeluk lututnya dengan erat, menahan getaran sakit yang menyerang setiap sendi tubuhnya.

“Aku mencintaimu Haido..”

***
Tetsu melangkahkan kakinya dengan cepat di lorong rumah sakit, bermaksud untuk menjenguk Hyde junior, setelah kejadian di rumahnya tersebut Hyde mengirim mail bahwa si Junior menderita usus buntu dan harus di Oprasi, Ken dan Yukkie juga sudah beberapa kali kesini, menjenguk sang junior, namun Tetsu membutuhkan waktu lebih lama, bukan.. bukan karna jadwalnya yang padat, hanya saja Tetsu merasa belum siap untuk bertatap muka dengan dua orang itu.

Akhirnya Tetsu sampai di ruang inap junior, dengan perlahan ia membuka pintunya perlahan, tiba tiba saja matanya membulat, sungguh pemandangan ini bukanlah pemandangan yang ingin Tetsu lihat, walaupun sebelumnya ia sudah meyakinkan dirinya melihat hal hal seperti ini, namun tetap saja hatinya belum bisa menerimanya.

Ia melihat dengan sangat jelas Hyde yang tengah bercanda dengan sang anak, sesekali tertawa lepas, bahkan lebih lepas daripada saat ia bersama Tetsu, terkadang mengelus kepala sang anak pelan, disebelahnya Megumi hanya tersenyum sesekali menyuapi sang anak dan Hyde apel yang ia potongkan, sungguh  seperti keluarga kecil yang sangat bahagia.

Yah sangat bahagia..

Tetsu tersenyum getir, kemudian menutup pintu itu amat pelan, membuat orang orang di dalamnya tidak sadar, setelah yakin pintu itu tertutup rapat Tetsu berlari sekencang kencangnya menjauhi ruangan tersebut, terkadang ia menutup bibirnya yang bergetar kuat, air matanya benar benar tak dapat dibendung lagi.

“Kau hanya membebaninya saja Tetsuya”

“Tega kah kau menghancurkan kebahagiaan mereka?”

“kau jahat”

Suara suara itu kembali terngiang di telinga Tetsu, membuat air mata Tetsu semakin berjatuhan, inikah karma? Apakah Megumi merasakan sakit yang sama? Ya dia pasti merasakan sakit yang sama, mungkin lebih sakit dari pada aku, suaminya, orang yang sangat dicintainya berselingku, dan akulah selingkuhanya..

Tetsu duduk termenung di salah satu ayunan taman dekat rumah sakit itu, mukanya hanya tertunduk ke tanah, bahkan untuk mengangkat wajahnya saja ia tidak sanggup.

Ia merasa hina, ia merasa jahat, ia merasa kotor, lebih tepat ia merasa bersalah dengan Megumi dan sang junior, ia tau, sedikit banyak ialah yang menyebabkan sang junior masuk rumah sakit, dengan cara mengambil Hyde dari mereka

Perlahan rintik hujan membasahi bumi, sekaligus membasahi Tetsu yang masih diam tak bergeming dari ayunan tersebut, air mata masih saja turun di pipinya yang putih itu, udara dingin mulai menusuk raganya, namun tetap saja ia tidak memiliki niatan untuk sekedar beranjak dan berteduh.

Perlahan ia mengadahkan wajahnya ke langit, terlihat wajah yang sangat pucat dan mata yang sembab, “Hujan kumohon.. bawalah rasa sakit ini.. rasa sakit karna mencintainya ini” seru Tetsu lirih.

“Haido.. haruskah aku menyerah?”

OWARI


Apapun yang terjadi tolong jangan bunuh saya *berlindung dibalik punggung kenchan* tenang tenanggg jangan bunuh saya dulu, karna janji deh bakal buat sequelnya

2 komentar:

  1. so cute haitsu fanfics aya! arigatou! I wanna cry and cry and cry with this!!! T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku uda udah lama ga ngunjungin blog hahaha
      Terima kasihhhh

      Selamat menikmati fanfic fanfic yang lain 😘😘😘

      Hapus