Title : Smooth criminal
Genre : action, romance
Pairing : Haitsu as always
Spesial buat Jenk yang menjadi temen ngayal yg berakhir jadi fanfic(?)
Its my first action Fanfic, jd maafin kalau ga terlalu greget hahaha i'll try my best buat fic ini..
***
(FIRST MISSION)
Tokyo, 7 Febuari at 10 a.m
"Jadi kalian hanya perlu memburu mafia perdagangan manusia, untuk sementara ini jejak mereka tidak bisa di lacak, jadi pekerjaan kalian sedikit lebih berat, namun bayaran nya sangat besar dan uang yang nanti didapatkan bebas kalian gunakan, be careful nee, pastikan semuanya mati"
"Baiklah, terima kasih Yukkie"
"As your wish Tetchan"
Tetsu mematikan sambungan teleponya dengan Yukkie yang notabenya adalah kepala bagian aparat negara, diliriknya kembali buku note kecil yang menuliskan beberapa data yang berhubungan dengan korban baru mereka.
Perlahan digerakanya ke sepuluh jari lentik itu kearah tuts laptop miliknya, berusaha menghack situs yang dikelola oleh jaringan mafia kelas kakap yang kini merupakan target mereka...
Ya mereka..
"Tetchan..."
Sebuah tangan kekar melingkari tubuhnya yang masih setia di depan laptop itu, terkadang di belainya rambut lembut milik sang empunya rambut.
Setelah berhasil melacak jejak sang Mafia, tentu berserta data lengkapnya, Tetsu langsung membalikan kursinya, berhadapan dengan kekasihnya.
"Namanya Sakurazawa Yasunori, dia adalah mafia besar perdagangan manusia di 3 Negara, disini ditulis bahwa ia akan melakukan transaksi di Dubai Doiha, di acara salah satu pembinis cukup terkenal disana, aku rasa kita bisa mendapatkan informasi lebih"
"Hmmm..." pria yang disebut Doiha hanya memainkan rambut Tetsu dan seakan akan seperti tidak mendengarkanya.
"Doihaaaa dengarkan akuuu"seru Tetsu menggembungkan pipinya, kesal dengan ketidakpeduliaan sang kekasih.
Sementara itu Hyde hanya tersenyum melihat tingkah sang kekasih, sah sah saja kan jika ingin sedikit mengerjai kekasih manisnya yang satu itu, kan?
Dengan gerakan cepat, di ciumnya bibir kemerahan yang masih 'manyun' itu, membuat si empunya terlonjak kaget, dan menghasilkan semburat merah di pipi putih itu.
"Aku mengerti, aku akan mengontak Ken agar bisa menyusupkan kita berdua ke sana, itukan yang ada dipikiranmu Tetchan?"
Pria yang dipanggil Tetchan hanya bisa tersipu sembari menganggukan kepalanya kaku, "a-aku akan meminta Yukkie menyiapkan visa untuk kita.." seru Tetsu terbata sembari berlari menuju meja telepon, membuat Hyde terkekeh pelan, sangat menyukai reaksi manis kekasihnya itu.
Dubai, 11 Febuari, at 12 p.m
Tetsu merapihkan rambut kecoklatanya yang jatuh menjutai di sekitar wajahnya, dengan cekatan ia menjepit beberapa rambut, sementara menyisipkan alat perekam pada cardigan yang dia gunakan, setidaknya ia baru mengetahui satu info penting tentang tuan Yasunori ini, Dia tertarik dengan pria, setidaknya Tetsu hanya tinggal berpakaian dan menunjukan wajah semanis mungkin untuk medekatkan dirinya dengan sang bos.
Hyde dengan cepat menyeruak masuk ke dalam kamar mandi hotel mereka, dengan setelan jas yang membuatnya tampak tampan, tidak lupa pistol, alat perekam, dan barang barang lainya tersimpan rapih di balik jas itu.
Sudah siap Tetchan?" Serunya sembari merangkul pinggang ramping Tetsu
Tetsu berbalik kemudian tersenyum manis pada Hyde, "hanya tinggal menggunakan kontak lens saja, kali ini aku yang bekerja, kau berjaga nee Haido, dan jangan cemburu!" Seru Tetsu sambil terkekeh.
Hyde mengerucutkan bibirnya, "Terserah kau saja lah, kalau dia macam macam padamu aku akan membunuhnya! Persetan dengan uangnya" seru Hyde kesal yang dibalas dengan tawa renyah Tetsu.
***
Suara musik classic mengisi ruangan salah satu hotel termegah di Dubai itu, ratusan manusia dengan pakaian elegan saling bercengkrama, atau mungkin menyombongkan kekayaan mereka. di sudut lain, terlihat pria manis dengan blazer hitam dan cardigan pink tengah berdiri, terlihat pergerakanya yang anggun dan sedikit seksi, membuat pria - pria yang berpapasan dengannya memandangnya dengan pandangan bernafsu.
Di sudut lain terlihat pria tampan dengan jas hitam tengah meneguk sampanye-nya, sembari tetap waspada menatap sekeliling, sesekali menatap kekasihnya yang seperti 'tebar pesona' pada semua pria, membuat rasa cemburu menyeruak keluar dari hatinya, namun cepat cepat dihapusnya perasaan itu, demi kesuksesann misi mereka kali ini.
Tak lama kemudia muncul sesosok pria tegap dengan di dampingi 3 orang bodyguardnya, mata Hyde memicingkan matanya, berusaha mengenali sosok tersebut, meyakinkan dirinya bahwa sosok itulah target mereka.
"Tetchan bersiaplah" bisik Hyde pada microfone yang berada di kerah kemejanya. Sementara Tetsu yang masih setia dengan posisinya mengangguk cepat, dan membuat dirinya terlihat lebih elegan dan seksi.
Dan Tetsu berhasil! Ia melihat mata Sakura memandangnya lekat, kemudian ia mulai berjalan menghampirinya.
"Hai manis" sapanya.
Tetsu menolehkan wajahnya sembari tersenyum manis pada Sakura, "Halo" serunya sembari mainkan gelas sampanye miliknya.
"Kau sendirian? Kau sangat manis" Sakura menyentuh pipi putih Tetsu dan mengelusnya, yang dijawab dengan anggukan Tetsu, "Terima kasih" jawabnya sambil terkekeh kecil.
"Jadi namamu siapa manis? Panggil aku Sakura" seru Sakura sembari menarik pinggang ramping Tetsu dan merangkulnya. Tetsu kemudian memandang mata Sakura yang memandangnya dengan penuh nafsu.
"Kau bisa memanggilku Tetsu" seru Tetsu sambil terkekeh, "ngomong ngomong tuan Sakura, kau pasti orang yang berada ya?" Pancing Tetsu.
Terkekeh pelan, Sakura mulai mengelus pelan pinggang Tetsu, "yah bisa dibilang begitu, aku kemari untuk melakukan transaksi dengan pemilik pesta ini".
Tetsu tertawa pelan, "Dan pasti transaksi besar, kau tak takut dirampok?" Tanya Tetsu sembari membuat pose yang sangat 'mengundang'
"Tentu tidak sayang, uangku berada di bank teraman di dunia yang hanya bisa diakses oleh sidik jariku" seru Sakura tertawa. "Well, sepertinya aku harus segera pergi untuk melakukan transaksi, sampai bertemu lagi sayang" seru Sakura kemudian meremas pantat Tetsu dan berlalu pergi.
***
Tetsu mulai memainkan kesepuluh jarinya pada laptop dengan posisi tengkurap, dan hanya berselimut kain putih saja, terlihat bercak bercak merah memenuhi dada dan leher Tetsu, Hyde benar benar cemburu dengan cara Sakura tadi, ia masih mengingat bagaimana Hyde ingin menembak Sakura saat itu juga. Dan Tetsu hanya bisa menenangkan Hyde dan selalu berakhir di ranjang seperti ini.
"Berhasil Tetchan?"
Tetsu menolekan kepalanya, memandang kekasihnya bersandar di pintu hanya dengan mengenakan celana saja, tangannya memegang mug berisi coklat hangat.
Tetsu tersenyum pelan, kemudian ia menempelkan potongan kain celana yang terkena sidik jari Sakura ke salah satu mesin kecil, membuat ia bisa membuka akun Sakura kemudian mulai menghack akun tersebut.
"Aku tinggal klik Ok dan semuanya akan langsung berpindah ke akun kita Doiha, tapi kita harus bergerak cepat membunuhnya sebelum mereka menyadarinya dan ini sangat berbahaya, aku dengar mereka akan ke Sendai hari ini, kita harus segera menyusulnya" seru Tetsu serius menatap mata Hyde.
Hyde mendekati Tetsu, kemudian memberikan mug berisi coklat panas itu, "kau terlalu bersemangat Tetchan" seru Hyde sembari terkekeh kecil.
Tetsu ikut terkekeh, "kali ini untung kita sangat besar, aku tak sabar untuk liburan ke Venezuela" seru Tetsu dengan mata berbinar.
"Huuh? memang siapa yang akan mengabulkan permintaanmu itu Tetchan? Lebih baik uangnya untuk memebeli amunisi dan mobil baru" seru Hyde sambil mencubit pipi Tetsu.
"Kau harus mau Doiha, kalau tidak, kau tidak boleh menyentuhku" seru Tetsu menatap Hyde dengan tatapan menggoda.
"Heeh, kau menang Tetsu!"
***
Sendai, 12 Febuari, at 11 p.m
"Kau siap Hyde?" Seru Tetsu sembari memakirkan mobil mereka tidak jauh dari gedung tempat komplotan Mafia tersebut.
Hyde mengangguk pelan, ia memasukan beberapa amunisi pada jaketnya, dan menaruh beberapa handgun di saku celananya.
"Hati hati Doiha, aku tidak mau kau terluka, bahkan satu lecet pun, kerjakan dengan rapih" seru Tetsu mencium bibir Hyde. Kemudian membuka laptopnya. "Dan jika sudah sangat berbahaya aku akan menyusulmu, aku bawa satu shootgun di bagasi" lanjut Tetsu.
"Tenang saja nee Tetchan" seru Hyde membuka pintu mobilnya.
"Dengar perintahku Doiha, aku akan mengawasimu dari sini" seru Tetsu sambil memperlihatkan Tabnya. Hyde hanya menganggukan kepalanya.
***
Dengan cepat Hyde dapat melumpuhkan puluhan orang yang berjaga di dalam gedung tersebut, tentu saja dengan arahan Tetsu yang mengawasinya melalu Tab miliknya.
"Haido, ruangan paling ujung tempat Sakura berada, berhati hatilah" seru Tetsu melalui Microfone yg tersambung dengan earphone milik Hyde.
"Baiklah" seru Hyde sembari me Re-load handgun nya.
Sementara itu, Tetsu kembali mengotak atik laptopnya kembali, namun tiba tiba matanya membulat dengan sempurna, ia baru sadar bahwa sedari tadi ia dan Hyde di jebak, dan semua itu permainan dari tuan Yasunori.
Dengan cepat ia menghubungi Hyde, namun sepertinya sinyal di gedung itu terputus, dengan frustasi Tetsu keluar dari mobilnya, mengambil shootgun yg berada di bagasi dan memasuki ruangan tersebut.
***
Hyde memasuki ruangan yang di tunjuk Tetsu, namun aneh sekali, ruangan itu hanya ruangan kecil yg dibatasi oleh kaca kedap udara.
Tiba tiba seseorang muncul dari balik kaca, mata Hyde memicing, melihat sosok tegap yang dikenalinya, Sakurazawa Yasunori.
"Selamat datang di perangkapku tikus kecil" seru Sakura sambil tertawa mengejek.
"Grrr.. Apa maksudmu bajingan" seru Hyde menggeretakan giginya.
Sakura hanya membalasnya dengan kekehan kecil, "kau tau, kau dan pelacur cantikmu sempat menipuku, dan aku cukup lengah saat itu, namun sekarang kau bisa membayarnya, dan pelacur cantikmu itu akan kujadikan budak sex"
"FUCK, JANGAN SENTUH TETCHAN, KEPARAT" marah Hyde sembari mengacungkan Handgun nya.
Belum sempat Hyde menekan pelatuk Handgun nya, Sakura menurunkan kadar oksigen di ruangan itu, membuat Hyde menjatuhkan pistol miliknya dan menarik nafas dengan susah.
"Bagaimana rasanya kekurangan oksigen?" Tanya Sakura sembari terus menurunkan kadar oksigen di ruangan itu.
"F-fuck" ucap Hyde sembari jatuh terduduk, ia berusaha menarik nafas dengan kencang.
"DORR"
Tiba tiba badan Sakura limbung ke depan, dengan lubang persis di atas kepalanya, lalu dengan sekali gerakan, muncul seorang pria manis dari kantup udara yang berada di atas Sakura.
Pria itu langsung turun dan menaikan kadar Oksigen ruangan dimana Hyde berada, membuat Hyde bernafas dengan rakus.
"Maafkan aku telat, Doiha" seru Tetsu sembari berlari menuju Hyde dan memeluk kekasihnya itu.
"Tidak apa apa, kita saja terlalu gegabah" seru Hyde menerima pelukan dari sang kekasih.
"Ayo kita pulang.. err tapi sebelum itu kita harus mengambil vidio kita di ruang cctv lalu membakarnya" seru Tetsu setengah berlari.
***
Hyde menyetir mobilnya ke salah satu apartement yang mereka sewa apartement kelas menengah kebawah yang berada di kawasan kriminal.
Tetsu tengah menyandarkan kepalanya pada jok mobil ketika teleponya berdering.
"Halo?"
"Ini Yukkie, aku mendapatkan data bahwa kalian telah berhasil membunuhnya, uang sudah di transfer ke akun kalian, namun... pergerakan kalian terendus oleh polisi, aku mengeluarkan satu unit pasukan yang baru, jadi masih lemah, kalian bebas membunuh mereka" seru Yukkie sembari menjelaskan.
"Baiklah, terimakasih infonya Yukkie" seru Tetsu sembari memutuskan sambungan teleponya.
"Ada apa Tetchan?" Seru Hyde yang terfokus pada jalanan mobil.
"Pergerakan kita diketahui polisi, Yukkie mengirimkan satu unit baru untuk kita, jadi kita harus membunuh mereka" ucap Tetsu sambil memijit pelipisnya.
Hyde terdiam sesaat, kemudian ia tersenyum penuh rencana, dan melirik Tetsu yang terlihat masih sedikit kesal dan lelah.
"Nee Tetchan bagaimana kalau kita memberikan mereka sedikit 'hadiah' "
"Hadiah?" Tanya Tetsu bingung.
"Iya.." jawab Hyde kemudian membisikan rencananya pada Tetsu.
"Aku tidak mau Hyde.. aku malu.." seru Tetsu dengan pipi memerah.
"Oh ayolah Tetchan, hampir semua pria terangsan melihatmu, apalagi jika kau melakukan itu, aku jamin mereka akan membatu dan dengan mudah kita membunuhnya" Hyde berusaha meyakinkan Tetsu.
"T-tapi.."
"Aku pastikan mereka tidak akan melihat yang private untukmu, hanya sedikit memberikan hiburan sebelum mereka menemui ajalnya" seru Hyde cepat.
"Ugh..."
***
Satu unit polisi turun dengan langkah cepat, menyusuri apartement tua di sudut kota, mencari target yang diincar oleh mereka.
Setelah mengecek setiap ruangan, mereka berlajan menuju pintu terakhir di sudut ruangan, dengan jelas mereka dapat mendengar suara suara yang menandakan bahwa di sana terdapat manusia, atau mungkin incaran mereka.
Dengan sigap mereka memasuki ruangan tersebut, tiba tiba saja badan satu unit polisi itu mematung, melihat pria yang amat manis dengan tubuh yang sangat indah tengah terkulai tak berdaya, dengan bercak bercak merah di sekitar tubuhnya, terkadang desahan yang amat erotis mengalun dari mulutnya.
"Lihat sayang ada yang mengganggu" seru pria yang berada di atasnya.
Dengan mata yang ditutupi kabut nafsu, Tetsu menatap satu unit polisi terebut, dan dengan gerakan cepat ia mengambil handgun yang tersimpan di bawah bantalnya, begitupula Hyde yang sudah siap dengan pistolnya.
Dan dengan cepat kedua insan itu menembaki polisi yang masih kaku, sadar akan situasi yang berbahaya, polisi tersebut pun mulai mengeluarkan handgun mereka, menjadikan ruangan tersebut menjadi ajang baku tembak.
Tetsu dengan anggunnya menarik selimut tipis untuk menutupi tubuh cantiknya, dan mengikatnya sedikit agar selimut itu tidak lepas, kemudian merengsek maju menuju polisi polisi tersebut, terkadang bagian pahanya terekspos, membuat beberapa polisi tidak fokus.
Tidak sampai setengah jam mereka berhasil melumpuhkan satu unit polisi tersebut. Dengan cepat mereka berlari menuju mobil yang terparkir di luar apartement itu, menaiki mobil itu dan melesat jauh.
Sebelum jauh, Hyde sempat memasang bom di bangunan tua itu dan meledakanya, agar jejak mereka terhapuskan.
Tetsu yang masih mengenakan selimut putih tipis menyandarkan kepalanya di bahu Hyde, sementara Hyde mengelus kepala Tetsu dan sesekali mengecup kepala itu.
"Kita akan liburan sayang" bisik Hyde, yang disambut oleh anggukan kecil Tetsu.
[MISSION COMPLETE]
Fin.
Ulalalalala akhirnya selesai juga fanfic super panjang dan melelahkan ini~ semoga fanficnya seru dan ga membosankan hahaha dan mungkin ini bakal ber sequel sequel~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar