Birthday Carroll
pair : Haitsu (always)
Genre : Romance.. err smut, agst(?)
****
"Kau Jahat Hyde.. kenapa hari ini kau tetap meninggalkanku"
"Mau bagaimana lagi Tetchan, aku sudah terlanjur menandatangani kontrak, lagian ini hanya live di luar kota"
"Tapi kenapa Haido... kau selalu bersama Fanboy Fanboymu itu.. kapan ada waktu untukku!!" Tetsu meninggikan suaranya dengan suara bergetar.
"Ayolah Tetchan jangan seperti anak kecil!! aku kan sering bersamamu" seru Hyde dengan nada frustasi.
"Kau.. kau tidak ingat sekarang tang-"
Hyde memutuskan sambungan Teleponya dengan Tetsu, kapala Hyde sudah mau pecah, badanya sudah mau rontok, merasakan jadwal Vamps yang menyiksanya, ditambah lagiTetsu yang terus menerus merajuk hari ini, padahal dihari hari sebelumnya Tetsu tidak pernah mempermasalahkan jadwalnya yang padat.
menghelai nafas lelah, entah apa yang ada di pikiran Tetsu sehingga terus merajuk bahkan Hyde dapat mendengar isakan yang keluar dari bibir mungil itu, ia jelas tidak mengerti, Tetsu mengetahui kesibukanya saat ini, dan juga Tetsu menyetujuinya, walaupun Hyde sempat melihat raut tak rela di wajah Tetsu, tidak seperti biasanya...
"Haido san, sebentar lagi Vamps tampil"
Hyde menolehkan kepalanya, terlihat salah satu staff yang membuka pintu, memberikan kode untuknya agar segera menuju backstage, tersenyum simpul, Hyde menganggukan kepalanya, toh setelah live terakhir ini dia bisa bebas.
****
Hyde mengelap wajahnya yang penuh keringat dengan handuk yang diberikan oleh salah satu staff, pertunjukan hari ini sangat sukses, seperti pertunjukan pertunjukan sebelumnya, tersenyum puas, setidaknya mood Hyde lebih baik kali ini.
Semua staff dan tentu saja personel Vamps kini telah berkumpul, merundingkan tempat yang bagus untuk after party mereka, Hyde hanya diam saja, ia terlalu malas untuk hanya sekedar memikirkan tempat untuk After partynya.
"Bagaimana dengan Haido san..?" tanya salah seorang staff wanita dengan wajah tersipu, Hyde terkekeh pelan, ia sadar betul bahwa staff baru itu mengaguminya.
"Bagaimana jika di Restoran hotel saja, nee Miyako Chan?" seru Hyde dengan nada menggodanya, membuat sang wanita memerah sempurna.
Seluruh staff dan member hanya bisa tertawa melihat ke 'isengan' Hyde yang lagi kumat.
***
"KAMPAIII"
suara hiruk pikuk dan dentingan gelas yang beradu membahana di restoran tempat Hyde menginap itu, sesekali terdengar candaan aneh dari staaf atau member yang telah sepenuhnya mabuk. Namun Hyde kali ini tidak terlalu memperdulikan mereka, malahan Wine kesukaan Hyde hanya di tegaknya sedikit, entah kenapa moodnya kurang bagus saat ini, atau mungkinkah karna Tetsu..
Hyde berdiri dari kursinya, memberikan kode kepada semuanya bahwa ia akan segera kembali ke kamarnya, kemudian dengan langkah pelan ia berjalan menuju Lift.
***
"Doiha...aku rasa aku mabuk..." seru laki laki berparas manis sembari memegang ujung baju yang dikenakan Hyde.
Hyde menaikan sebelah alisnya, "kau beru minum segelas bir kan Tetchan..?tidak biasanya.." seru Hyde bingung melihat Tetsu wajahnya sangat merah itu.
Tetsu menunjukan gelas yang sudah setengah kosong itu, kemudian memegang kepalanya dengan kuat, merasakan pusing yang amat sangat, mata Hyde membulat melihat gelasnya yang berisi Vodka sudah habis setengah gelas di tegak oleh Tetsu, pantas saja Tetsu mabuk.
"kau mau ke kamar Tetchan?" Tanya Hyde menatap Tetsu yang pucat itu, Tetsu hanya mengangguk kecil sembari terus memegangi kepalanya yang sangat pening itu, dengan perlahan Hyde memapah Tetsu menuju kamar hotelnya, menghiraukan pandangan bingung dari staff serta Ken dan Yukkie.
***
Hyde merebahkan Tetsu dikasurnya, melihat wajah Tetsu yang merah sempurna, membuat Hyde menelan ludahnya dengan paksa, ditambah lagi dengan posisi Tetsu yang sedikit err... mengundang?
"Do..i..ha.."
Hyde menoleh dengan kaku mendengar Tetsu menyebutnya dengan suara mendesah.. jujur saja, bagian bawah Hyde sudah mengeras, mendengar Tetsu mengucapkan namanya dengan nada seperti tadi.
"apa?" seru Hyde sedikit gusar.
Lagi lagi Tetsu menatap Hyde dengan pandangan sayu, membuat Hyde merasa sangat tidak nyaman (terutama bagian bawahnya, tentu saja!) "Cium aku.." seru Tetsu memandang Hyde dengan seductive eyes nya.
Hyde yang sudah diambang batas kesabaranya berjalan menuju Tetsu, menghimpitnya dengan badanya kemudian mencium bibir yang berwarna kemerahan itu, ciuman yang berhasil membuat Tetsu mendesah puas.
"belum cukup"
TINGGG
***
Hyde tersadar dari lamunan saat mendengar lift berbunyi, menandakan ia telah sampai di Apartementnya, menghelai nafas, Hyde melangkahkan kaki menuju kamarnya, entah kenapa bayang bayang Tetsu masih bersarang di Otaknya.
***
Hyde merebahkan badanya pada kasur hotel yang besar dan nyaman itu, dengan perlahan di keluarkanya Handphone yang sedari tadi ia matikan, menyalakanya, tiba tiba Handphone itu berdering terus menerus, menunjukan Notif Mail dan panggilan masuk yang sampai puluhan jumlahnya.
Hyde meremas kepalanya pelan, bagaimana bisa ia terjebak dengan mahluk yang menyebalkan sekaligus menyeramkan seperti Tetsu ini. Perlahan di tekanya salah satu mail dari sang pelaku, Hyde membacanya dengan seksama.
"Nee.. Doiha Chan... kau tidak ingat hari ini hari apa..? "
Dengan perlahan Hyde menengok kalender yang tepat berada di sebelahnya itu, matanya menyipit melihat angka dan bulan yang sangat ia hapal itu, 3 Oktober...
"Pantas saja Tetchan terus merajuk" lirih Hyde sambil tersenyum sedih, ia aga sedikit menyesal telah sedikit membentak Tetsu.
Setelah menimbang akhirnya Hyde mengetik email pada Tetsu.
" Tetchan aku minta maaf.. selamat ulang tahun ya"
"Sepertinya besok aku harus menemuinya", lirih Hyde sembari mengistirahatkan badanya, tak butuh waktu lama akhirnya Hyde jatuh tertidur.
****
Hyde membuka matanya yang setengah terpejam saat mendengar Handphonenya yang berdering marah, "siapa yang telepon jam segini sih..." gumam Hyde tak jelas, dengan perlahan ia mengangkat teleponya itu.
"Moshi - moshi"
"Hyde!!!"
"Ada apa Kenchan?"
"Tetsu.. Hyde maafkan aku Tetsu..."
Jantung Hyde berdetak dengan sangat cepat mendengar Ken menyebut Tetsu dengan suara yang sangat panik, perasaan ia mulai Tak nyaman, "Adap apa Kenchan.. Tetchan kenapa?!" Seru Hyde panik.
"Tetchan kecelakaan Hyde, dia kritis!" seru ken dengan nada yang sangat lemah.
Glek.
Badan Hyde serasa di sambar petir, jantungnya seperti di tarik keluar mendengar perkataan Ken tadi, padahal baru kemarin ia mengobrol, atau setengah memarahi sikap merajuk Tetchan.
"Di-dimana Tetchan dirawat Kenchan.." seru Hyde lirih dan bergetar.
"Tokyo Hospital .."
***
Hyde melangkahkan kakinya terburu buru dengan perasaan tak menentu, sedih, khawatir, panik, takut, semua berserang di hati Hyde.
Hyde berhenti melangkah saat melihat Ken dan Yukkie yang terduduk kaku di salah satu kursi, Hyde memutuskan mendekat kepada kedua sahabatnya itu.
"Kenchan... Yukkie.." seru Hyde lemah.
Ken dan Yukkie menatap Hyde dengan pandangan sedih, jujur saja pandangan mereka yang seperti itu membuat perasaan Hyde tak nyaman.
"Tetchan ingin menemuimu Haido.." seru Ke lirih, terlihat bekas bekas air mata mengalir di pipi Ken.
Dengan langkah kaku Hyde bergerak mengikuti Ken. Ken membuka kenop potongntu ruangan itu perlahan, memperlihatkan seseorang yang sangat mereka kenal terbaring lemah di sana, berbagai selang menempel pada tubu kecil itu, beberapa perban pun menempel hampir seluruh tubuh Tetsu.
Setelah menimbang akhirnya Hyde mengetik email pada Tetsu.
" Tetchan aku minta maaf.. selamat ulang tahun ya"
"Sepertinya besok aku harus menemuinya", lirih Hyde sembari mengistirahatkan badanya, tak butuh waktu lama akhirnya Hyde jatuh tertidur.
****
Hyde membuka matanya yang setengah terpejam saat mendengar Handphonenya yang berdering marah, "siapa yang telepon jam segini sih..." gumam Hyde tak jelas, dengan perlahan ia mengangkat teleponya itu.
"Moshi - moshi"
"Hyde!!!"
"Ada apa Kenchan?"
"Tetsu.. Hyde maafkan aku Tetsu..."
Jantung Hyde berdetak dengan sangat cepat mendengar Ken menyebut Tetsu dengan suara yang sangat panik, perasaan ia mulai Tak nyaman, "Adap apa Kenchan.. Tetchan kenapa?!" Seru Hyde panik.
"Tetchan kecelakaan Hyde, dia kritis!" seru ken dengan nada yang sangat lemah.
Glek.
Badan Hyde serasa di sambar petir, jantungnya seperti di tarik keluar mendengar perkataan Ken tadi, padahal baru kemarin ia mengobrol, atau setengah memarahi sikap merajuk Tetchan.
"Di-dimana Tetchan dirawat Kenchan.." seru Hyde lirih dan bergetar.
"Tokyo Hospital .."
***
Hyde melangkahkan kakinya terburu buru dengan perasaan tak menentu, sedih, khawatir, panik, takut, semua berserang di hati Hyde.
Hyde berhenti melangkah saat melihat Ken dan Yukkie yang terduduk kaku di salah satu kursi, Hyde memutuskan mendekat kepada kedua sahabatnya itu.
"Kenchan... Yukkie.." seru Hyde lemah.
Ken dan Yukkie menatap Hyde dengan pandangan sedih, jujur saja pandangan mereka yang seperti itu membuat perasaan Hyde tak nyaman.
"Tetchan ingin menemuimu Haido.." seru Ke lirih, terlihat bekas bekas air mata mengalir di pipi Ken.
Dengan langkah kaku Hyde bergerak mengikuti Ken. Ken membuka kenop potongntu ruangan itu perlahan, memperlihatkan seseorang yang sangat mereka kenal terbaring lemah di sana, berbagai selang menempel pada tubu kecil itu, beberapa perban pun menempel hampir seluruh tubuh Tetsu.
Jantung Hyde seperti di paksa berhenti melihat orang yang ia kasihi tengah tergolek lemah seperti itu, ia menatap Ken, meminta penjelasan.
"Kemarin Tetsu ditabrak Truk saat mengendarai mobil, mobilnya meledak, mengakibatkan luka bakar 80% di tubuhnya, dokter mengatakan bahwa harapan hidupnya kecil Hyde" seru Ken sedikit bergetar. "Ia sangat ingin bertemu denganmu Haido.." lanjut Ken berlalu keluar kamar tersebut, memberikan ruang untuk sepasang kekasih itu.
"Doiha..."
Hyde mendekatkan dirinya pada sosok Tetsu yang berada di ranjang rumah sakit, satu per satu air mata jatuh membasahi pipinya.
"Okaeri.. Doiha.." seru Tetsu berusaha tersenyum pada sosok di hadapanya itu.
Hyde mengelus rambut kecokelatan Tetsu dengan sangat hati - hati, membuat sang empunya memejamkan matanya.
"Maaf.." hanya itu yang dapat di ucapkan oleh Hyde, bibirnya bergetar menahan rasa sakit yang amat sangat melihat kekasihnya itu.
Tetsu menatap Hyde dalam diam, kemudian sebelah tanganya yang tak terbalut perban mengelus pipi Hyde pelan, "aku yang harus minta maaf Doiha Chan.. aku terus menerus bersikap egois dan memaksamu.." seru Tetsu pelan.
"Demi tuhan Tetchan, aku senang dengan sikapmu itu" seru Hyde pelan, menggengam tangan Tetsu yang lentik itu.
Tetsu menatap Hyde dengan tatapan sedih, sedetik kemudian Tetsu teebqtuk batuk, batuk itu mengeluarkan darah, membuat Hyde semakin panik.
"Nee.. Doiha chan.. ma..maukah.. ka...kamu memafkanku.. la..gi" seru Tetsu diantara batuknya yang mengeluarkan darah itu.
"A..aku sangat men..cintaimu.. Do..i..ha.. aku.. maafkan a..aku.. aku... harus.. per...gi.." seru Tetsu melemah, matanya mulai terpejam perlahan.
"TIDAK TETCHAN JANGAN PERGI!! BANGUN TETCHANN.. AKU TIDAK AKAN MEMAFKANMU JIKA KAU PERGI!" Seru Hyde marah sembari menggengam erat tangan Tetsu.
Diantara kesadaranya, bibir Tetsu terus bergerak mengucapkan kata maaf, namun kali ini tidak diikuti oleh nada suara, membuat HYyde semakin panik.
Perlahan mata Tetsu tertutup, seiring dengan grafik detak jantung yang bergerak lurus dengan bunyi memekakan itu, Hyde tau betul dengan mesin itu, mesin yang sering ia lihat di televisi, mesin dengan garis lurus itu menunjukan bahwa Tetchan..
"TIDAK TETCHAN BANGUN SADAR KUMOHON, MAAFKAN AKU, AYO BANGUN KITA RAYAKAN ULANG TAHUNMU TETCHAN" kepanikan Hyde mulai memuncak.
"TETCHANNNNNN"
***
Hyde bangun dari tidurnya dengan wajah yang pucat pasi, "ternyata hanya mimpi" lirihnya.
Ia bangun dari tidurnya, kemudian mengisi gelasnya dengan air, di rogohnya Handphonenya, bermaksud mengontak Tetsu, setelah menekan nomor yang sudah sangat ia hapal itu, ia menunggu jawaban Tetsu, jujur ia masih sedikit takut akan mimpinya.
Wajah Hyde berubah menjadi panik saat Handphone Tetsu tidak aktif, dengan segera ia mengontak Ken, berharap Tetsu bersamanya.
"Moshi moshi, Kitamura disini"
"Kenchan kau tau Tetsu dimana?!" Seru Hyde setengah panik.
"Tetchan.. sekarang ia berada di Tokyo Hospital Hyde..."
Dengan gerakan kaku Hyde menjatuhkan gelasnya, dan memutuskan sambunganya dengan Ken, jangan sampai.. jangan sampai mimpinya menjadi kenyataan.
Dengan segera Hyde mengambil jaket dan kunci mobilnya, menancap gas dengan sekuat tenaga menuju Tokyo Hospital.
***
Hyde yang baru sampai di Tokyo Hospital berjalan - setengah - berlari, mencari keberadaan Tetsu, dadanya berdegup kencang, entah kenapa mimpinya kembali terulang, membuatnya semakin panik.
"Doiha chan..?"
Hyde menengok dengan cepat, ia dapat melihat orang yang menjadi objek pencarianya berdiri di sampingnya dengan wajah bingung, dengan segera Hyde mendekatinya, mendekapnya sangat erat.
"Tetchan .. kau tidak apa apa kan?" Seru Hyde lirih setengah panik.
Tetsu yang sedikit bingung hanya bisa mengelus punggung Hyde yang bergetar, "aku sedikit flu Hyde, jadi aku ke dokter" seru Tetsu pelan.
"Kau membuatku panik Tetchan... " seru Hyde sembari mengeluarkan air mata, ia melepas pelukanya pada Tetsu "kenapa teleponmu tidak aktif?" lanjut Hyde dengan suara Khawatir.
"Ahhh.." seru Tetsu sambil menepuk jidatnya, "handphone ku mati Hyde, aku lupa" serunya sambil terkekeh.
Tetsu menatap Hyde yang memandangnya seakan ingin menerkamnya itu, "err Hyde..?" Seru Tetsu sedikit takut.
Dengan gerakan cepat Hyde menangkap tangan Tetsu, membuat Tetsu kaget, kemudian menarik, atau lebih tepatnya, menyeret Tetsu ke mobilnya. "Kita mau kemana Hyde?" Ucap Tetsu berdigik ngeri melihat Hyde yang sangat menyeramkan menurutnya itu.
"Pulang" ucap Hyde ketus sembari menyalakan mesin mobilnya.
***
Tetsu membuka pintu apartementnya dengan gugup, disusul Hyde yang berjalan cepat kearahnya.
"Hyde kau kenapa sih.. kau membuatku takut.." seru Tetsu awas melihat gerakan gerakan agresif Hyde.
Dengan cepat Hyde bergerak menuju Tetsu, kemudian mendekapnya erat, membuat Tetsu kaget, namun merasakan perasaan nyaman di dalamnya.
"Tetchan jangan pernah meninggalkanku ya, kumohon berjanjilah padaku, kau tetap bersamaku, aku tidak bisa jika kau meninggalkanku, aku sangat sangat mencintaimu" seru Hyde mempererat pelukanya pada Tetsu, perlahan air matanya merembes keluar dari kedua bola mata indah Hyde.
"Aku juga mencintaimu Hyde, iya aku berjanji, kau kenapa sih menangis terus, Nakanai yo!!" Seru Tetsu sambil menghapus air mata Hyde.
Hyde menatap Tetsu yang masih sibuk membersihkan air matanya, kemudian tangan Hyde perlahan mencengkram kedua jemari Tetsu, dan menurunkanya perlahan.
"Doiha??" Seru Tetsu bingung
Hyde tidak menjawab, ia mendekatkan wajahnya pada wajah Tetsu, kemudian mencium bibir ranum itu pelan, menyalurkan emosi dan kehangatan di dalamnya, membuat Tetsu terbuai akanya
"Aku mencintaimu Tetchan" seru Hyde kembali mencium bibir Tetsu, namun kali ini sedikit bertekanan, membuat Tetsu mendesah pelan.
"Enhhh Aku juga mencintaimu Doiha"
OWARI
Ulalala nulis fanfic panjang bangett, kayaknya harus di bagi jadi dua chapter, tp berhubung tidak ingin memiliki hutang yaaa jadi aku paksain jadi Tetsu hahaha
Oh ya.. yang nanya kenapa tetchan ga mati, jawabanya mudah, karna saya gatega nyiksa tetchan (T ^ T)
And then. Selamat menikmati~
Ayaaaaaaa hontouni arigatou gozaimasu...*peluuk ayaaa
BalasHapusUwaaaaa sama sama bebs(?) Hahaha
Hapus