Sabtu, 30 Januari 2016

Living In Your Eyes Chapter 5

Cerita sebelumnya :

"aku mencintaimu Hyde.." lirih Tetsu serak, kemudian kembali menangis pelan, meluapkan segala perasaan hancurnya seiring dengan air mata yang turun.

Living in your eyes
chap 5


Hyde menatap Tetsu yang kini jatuh tertidur bersandar pada salah satu dahan pohon sakura, terlihat titik titik air mata masih membasahi wajah mahluk manis itu, dengan perlahan Hyde menyeka air mata itu, kemudian tersenyum sedih.

secara tidak sengaja, pandangan mata Hyde bertabrakan dengan boneka kelinci lusuh yang masih berada di pelukan Tetsu. sedikit tersentak, Hyde menatap nanar pada wajah Tetsu, bahkan sampai sekarang pun boneka itu, boneka yang amat berarti untuknya dan mungkin untuk Tetchanya ini, masih awet, bahkan Tetsu tidak menjahit kembali boneka itu, tetap dengan tambalan dari selotip milik Hyde

sejenak Hyde Terkekeh, merasa bodoh bahwa baru kemarin ia mengetahuibahwa Tetsuya, murid - pindahan - dari - London ini adalah Tetchanya, cinta pertamanya.

perlahan udara dingin mulai bertiup, membuat Hyde dan Tetsu yang masih tertidur itu menggigil, dengan perlahan diangkatnya tubuh Tetsu yang terlelap itu, membawanya ke kamar asrama mereka.

"Kau dari dulu sama saja, pasti ketiduran setelah menangis, Nee.. Tetchan aku merindukanmu.. " lirih Hyde di telinga Tetsu.

****

Tetsu mengerjapkan matanya pelan, badanya masih terasa amat sangat pegal, disibakan selimut itu pelan, 'aneh..' pikir Tetchan, 'bukankah aku tertidur di taman belakang', lamunan Tetsu buyar ketika ia mendengar suara shower yang dimatikan, mukanya tiba tiba saja memerah, ia sangat yakin bahwa Hyde lah yang menggendongnya tadi.

Tiba tiba Tetsu tersentak, teringat sesuatu, menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan panik seakan akan mencari sesuatu, bahkan Tetsu mencarinya sampai ke kolong kasur dan menyibakkan selimutnya, ia sangat takut benda yang menurutnya paling berharga itu hilang.

"Mencar ini?"

Tetsu menoleh, ia dapat melihat Hyde yang tersenyum lembut padanya sembari memegang boneka kelinci lusuh yang dilehernya masih terdapat tambalan selotip.

"Aku merindukanmu Tetchan.." seru Hyde lirih,tiba tiba saja mata Tetsu membulat dengan sempurna, dengan sekali hentakan, tiba tiba saja Tetsu merengsek memeluk Hyde, mengalungkan tanganya di pinggang Hyde.

"Doiha..." seru Tetsu lirih, air matanya sudah tak dapat terbendung lagi. "aku merindukanmu doiha.. sangat merindukanmu" ucap Tetsu hampir berbisik, badanya bergetar merasakan kerinduan yang sangat mendalam.

Hyde menjauhkan dirinya dari tubuh Tetsu, kemudian tersenyum sangat lembut, memajukan wajahnya mendekati bibir Tetsu, memberikan kecupan lembut penuh sayang.

Tetsu tersentak dalam ciuman Hyde, namun akhirnya ia terbuai oleh ciuman cinta pertamanya itu, bahkan ia berani membalas kecupan Hyde. menyeringai kecil Hyde memperdalam ciumanya, bagai menuangkan kerinduan kepada mahluk yang dicintainya itu.

Namun tiba tiba Tetsu mengingat kejadian yang baru saja dilihatnya, ia mendorong bahu Hyde pelan, cukup untuk membuat Hyde melepaskan ciumanya pada Tetsu.

Memandang penuh penyesalan, Hyde mengelus pipih putih Tetsu "Maaf Tetsu.. aku tidak bermak-"

"Ka-kau sudah memiliki kekasih kan Doiha.." potong Tetsu dengan mata berkaca kaca, "Kenapa.. kenapa saat a-aku bisa bertemmu denganmu.." lanjutnya tanpa bisa melanjutkan kata katanya sendiri, ia hanya dapat mengeluarkan isakan kecil sembari menutup mukanya.

"..." Hyde menatap sedih pada Tetsu yanag masih terisak itu, dengan perlahan digenggamnya kedua tangan Tetsu, menurunkanya dari wajah yang masih memperlihatkan kesakaitan yang amat sangat.

"Jangan tutupi wajahmu Tetchan" seru Hyde lirihkemudian mengecup lembut bibir merah itu, "Aku mencintaimu Tetchan... hanya kau lah yang selalu hidup di mataku" desah Hyde kemudian kembali melumat bibir mungil itu, membuat sang pemilik bibir mendesah tertahan.

"enghh."

Dengan gerakan cepat Hyde mendorong tubuh Tetsu sampai pada dinding tanpa berhenti melumat bibir itu, ia tidak akan melepas kesempatan yang ada dihadapanya saat ini.

dengan perlahan bibri Hyde menyapu perpotongan leher Tetsu, menambahkan kissmark yang kemarin ia buat, sesekali menghisap dalam aroma tubuh Tetchanya yang menrut Hyde manis itu.

"Unghh.. do-doiha.." seru Tetsu bergetar, badanya hendak merosot turun, namun dengan sigap Hyde menyelipkan salah satu kakinya diantara kedua kaki Tetsu, agar Tetsu tak dapat merosot jaruh.

"Malam  ini.. dan seterusnya kau milikku" lirih Hyde sembari membuka baju Tetsu dan mengulumnya.

***

Entah bagaimana bisa, sekarang kedua pasangan itu berada pada ranjang Tetsu, dengan posisi Hyde yang masih menimpa Tetsu, mencium setiap inci tubuh ramping miliknya hingga sang pemilik tubuh mendesah lebih sensual dari sebelumnya.

Hyde yang sudah diambang batas nafsunya menatap Tetsu dalam, "Nee Tetchan, putuskan sekarang.. bila ingin berhenti ini waktunya, aku tak ingin menyakitimu, aku takut tak tahan" bisik Hyde tepat ditelinga Tetsu.

Tetsu menatap mata Hyde yang hampir diliputi kabut nafsu itu, jujur ada sedikit ketakutan yang bersarang di hatinya, tapi demi tuhan! ia sangat menginginkanya.

Tetsu perlahan memajukan bibirnya, mencium Hyde penuh nafsu, "Aku milikmu" lirih Tetsu tepat ditelinga Hyde.

Hyde kembali mencium Tetsu penuh nafsu, satu tanganya merengkuh leher Tetsu agar ciuman mereka lebih dalam, satu tanganya yang lain bergerak melewati alur lekuk tubuh Tetsu dan berhenti pada lubang Tetsu yang masih sangat sempit itu, dengan perlahan jari telunjuk Hyde bermain pada daerah lubang milik Tetsu, kemudian menusukkanya perlahan.

"Akh.." Tetsu mendesah merasakan jari Hyde pada lubangnya, rasanya aneh merasakan ada sesuatu memasuki lubangnya itu.

Hyde menggerak gerakan jari telunjuknya, berusaha melebarkan jalan masuknya nanti, agar Tetsu tak merasakan sakit, setelah dirasa cukup lebar jari kedua Hyde masuk, menemani telunjuknya yang sudah berada di lubang itu, Hyde dapat merasakan tubuh Tetsu bergetar, ia juga dengan jelas dapat mendengar rintihan kesakitan yang keluar dari mulut Tetsu.

Hyde mengehentikan gerak jarinya, kemudian mencium bibir Tetsu pelan, "tahan sedikit lagi sayang.. awalnya memang sakit, tapi percayalah kau akan merasakan kenikmatan setelahnya" seru Hyde lembut. Tetsu mengangguk anggukan kepalanya, ia percaya pada Hyde, Hyde tidak akan menyakiti Tetsu kara Hyde adalah Doihanya!

Hyde tersenyum kecil, mengecup bibir Tetsu pelan kemudian mulai memaju mundurkan jarinya, mencari titik sensitif pada tubuh Tetsu.

"Enghhh...akhh"

Hyde tersenyum puas, ternyata tidak terlalu sulit mencari titik sensitif milik Tetchanya itu, kemudian seringai nakal bersarang di bibirnya, dimaju mundurkanya jari itu cepat, membuat Tetsu mencengkran seprai kasurnya kuat kuat, merasakan sensasi nikmat yang memabukan.

"Doiha akhhhh!!!"

Hyde dapat merasakan Tetsu menyemburkan cairan miliknya, membasahi perut dan tangan Hyde, dikeluarkanya jari Hyde dalam lubang Tetsu, membuat Tetsu mendesah kecewa. Hyde kembali tersenyum kecil, dilebarkanya paha Tetsu dan diangkatnya sedikit, membuat Tetsu dapat melihat sendiri lubangnya yang berkedut itu.

"Siap Tetchan?" seru Hyde menggoda Tetsu

Tetchan mengangguk kecil, semu semu merah pada wajahnya tidak dapat ditahan lagi, membuat jantung Hyde berdenyut cepat, tidak sabar merasakan lubang Tetsu itu.

"Pelan pelan Doiha.." seru Tetsu lirih, tampak jelas sekali bahwa mata Tetsu juga menampakkan nafsu yang sangat besar. 

Hyde terkekeh pelan, kemudian ia mulai mengarahkan miliknya ke lubang Tetsu, menekan kedalam, merasakan Tetsu seutuhnya.

Hyde tak dapat menahan desahanya saat lubang Tetsu memijat miliknya dengan kuat namun lembut itu, sementara Tetsu  mencengkram bantal yang berada disebelahnya dengan sangat kuat, giginya diantuk antukan, merasakan sakit yang luar biasa namun disana ada rasa nikmat tersendiri.

akhirnya Hyde berhasil memasukan seluruhnya ke dalam lubang Tetsu, mengecup kening Tetsu perlahan, seakan meminta izin untuk menggerakan pinggulnya, Tetsu menatap Hyde  dan menganggukan kepalanya pelan.

Dengan amat lembut Hyde mulai menggerakan pinggulnya, berusaha menabrak G-spot milik Tetsu, erangan atau mungkin terdengar seprti rintihan Tetsu turut menyertai Hyde, sampai akhirnya Hyde berhasil menabrak titik sensitif Tetsu. 

"Enghh"

Senyum Hyde terukir, kemudian ia mulai menabrak titik sensitif itu, yang berhasil membuat Tetsu mendesah lebih kencang dan sensual dari sebelumnya, semakin lama gerakan mereka semakin cepat, Tetsu tanpa sadar ikut menggerakan pinggulnya, merasakan Doihanya lebih dalam lagi.

"Doiha enghh aku aku sudah taku kuat lagi.." seru Tetsu diantara desahanya, kemudian menyemburkan cairan miliknya untuk kedua kalinya, diikuti Hyde yang menumpahkan benihnya di dalam tubuh Tetsu.

***

Tetsu tidur menyandar pada dada Hyde, peluh dan cairan entah milik siapa memenuhi kemudianya, sementara itu Hyde merangkul pinggang kecil Tetsu, agar Tetsu lebih dekat denganya.

"Doiha.. aku sangat mencintaimu.." seru Tetsu lembut sembari memandang Hyde, membuat si empunya memerah.

"Aku juga Tetchan, aku mencintaimu selalu" seru Hyde sembari mencium bibir merah yang membengkak itu, membuat Tetsu merah padam kemudian mengalihkan pandanganya kearah lain.

Hyde tertawa kecil kemudian memegang dagu Tetsu, mengarahkan ke wajahnya, "jangan memalingkan wajahmu Tetchan, aku hanya ingin kau yang ada di mataku, seperti hidup dimataku" seru Hyde lirih dan penuh makna.

Tetsu menatap Hyde lembut, "berjanjilah Hyde, berjanji agar kau terus berada di sisiku, berjanjilah agar aku tetap hidup dimatamu dan kamu harus hidup dimataku"seru Tetsu lirih sembari memeluk Hyde erat.

Hyde menatap Tetsu dengan pandangan teduhnya kemudian kembali mengecup bibir Tetsu pelan, merasakan hangatnya bibir Tetchanya, bibir yang sangat memabukan menurut Hyde.

"Ya aku berjanji"

OWARI

akhirnyaaa yattaaa selesai juga Fanficnya, maafkalau garing dan lemonya kurang greget, otak udah buntu soalnya hahaha

makasih juga yang udah baca, makasih pembaca ppembaca setiaku, dan ini bonus lemon buat jenk astut ma vara yang selalu minta lemon muahhaha >.<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar