Hyde menatap Tetsu yang masih tertidur di ruang rawat inapnya, Ayah dan ibu Hyde sudah pulang terlebih dahulu dikarnakan urusan bisnis yang mendadak.
Hyde memutuskan untuk duduk tepat disisi Tetchanya, mengelus kepalanya pelan, tadi Yukkie mengatakan bahwa Tetsu sudah melewati masa kritisnya, Membuat Hyde menghembuskan nafas lega sekarang.
"Kau berhasil sayang.. terima kasih..." lirih Hyde sembari mencium jemari Tetsu.
Perlahan Hyde melepaskan jemarinya dari jemari Tetsu seraya melangkah keluar, memberikan waktu untuk Tetsu agar bisa beristirahat.
Setelah menutup pintu, Hyde mengambil Handphone yang tersimpan di saku celananya.
"Halo Kenchan, kau sudah menemukan datanya?" Seru Hyde dengan wajah yang berubah menjadi dingin dan kaku.
"Iya Haido, aku sudah menemukan bukti bukti yang cukup untuk menjebloskanya ke penjara, apakah aku harus melakukanya sekarang?" Seru Ken.
"Lakukan secepatnya, aku ingin mereka merasakan akibatnya, btw terima kasih Kenchan, kau memang bisa kuharapkan" seru Hyde seraya memutuskan sambungan teleponya.
***
Tetsu membuka matanya perlahan, kepalanya masih sedikit sakit. Tetsu memandang sekeliling ruangan tersebut, berharap menemukan sosok yang berstatus sebagai suaminya, namun ia tidak menemukan satu orangpun disana.
Tiba - tiba matanya menabrak sesuatu disebelahnya, ia melihat sebuah keranjang berisikan seorang bayi, Tetsu tidak dapat melihat jelas karna badanya masih sangat lemah, tapi hatinya mengatakan bahwa itu adalah bayinya, bayinya dengan Hyde. Tanpa bisa ditahan, air mata Tetsu turun membasahi pipinya, air mata bahagia.
"Tetchan... kau sudah sadar?" Seru Hyde sembari membuka pintu kamar Tetsu, terlihat raut wajah bahagia dan lega menyertai senyumnya.
Tetsu menganggukan kepalanya pelan, dan mencoba untuk duduk. Hyde yang sadar dengan keinginan Tetsu membantu Tetsu untuk duduk, dan menyanggahkan batal tepat di punggung Tetsu, agar Tetsu lebih nyaman.
"Ha-haido kun.." Seru Tetsu menatap Hyde dengan air mata yang masih berlinang, Hyde menatapnya dalam kemudian tersenyum lembut, bahkan sangat lembut.
"Kau berhasil sayang.. terima kasih... terima kasih untuk semuanya.. terima kasih telah memberikanku anak.. terima kasih karna kau telah berjuang melewati masa kritismu.." lanjut Hyde sembari mencium kedua tangan Tetsu lembut, kemudian menempelkanya pada pipinya.
Tetsu yang mendengar perkataan Hyde tersenyum lembut, badanya masih terasa letih sekali, kemudian matanya meilirik keranjang yang tepat disebelahnya, dari situ Tetsu dapat melihat sosok bayi perempuan berwajah sangat manis.
Hyde seakan mengerti keinginan Tetsu, dilepakanya genggamanya oada Tetsu perlahan, kemudian Hyde menuju keranjang bayi yang berada tepat disebelah Tetsu, menggendong sosok bayi yang berada di dalam keranjang, memberikanya kepada Tetsu.
Tetsu menatap nanar anak yang berada di dalam gendongan Hyde tersebut, sebuah senyum sangat manis menghiasi wajahnya yang masih tampak letih dan berurai air mata itu.
Tetsu menerima bayi yang ada di gendongan Hyde, terlihat pipi putih kemerahan sang bayi, beserta dengan mata dan bibir mirip oleh sang ayah, Tetsu merengkuh lembut bayi itu, tampak air nata tak berhnti keluar dari air matanya.
"Kau ingin memberikan nama padanya Tetchan?" Seru Hyde sembari menghapus air mata Tetsu.
"Hikari.... aku ingin menamainya Hikari"
"Nama yang bagus Tetchan" seru Hyde yang merengkuh Tetchan dan bayi mereka.
****
2 tahun kemudian..
Sesosok anak batita berlari dengan kaki mungilnya, terlihat sekali bahwa ia baru saja bisa berlari, di tangan kananya terdapat sebuah boneka berbentuk kelelawar.
"Mama Tetchu" seru anak itu sambil berlari kearah sang bunda yang tengah memasak makananya, kemudian memeluk kaki Tetsu dengan kedua belah tanganya yang mungil.
Tetsu tersentak, kemudian membalikan badanya. tersenyum pelan, ia mendapati sang anak tangah memeluk kedua kakinya. dengan perlahan, digendongnya anak yang tengah memeluk kakinya.
"Papa haido..." seru sang anak dengan wajah yang menunjukan bahwa ia mencari sang ayah.
Tetsu tersenyum lembut, dan mengelus pipi sang anak pelan "sabar ya Hika-chan papa sedang kerja, sebentar lagi pulang" seru Tetsu lembut.
"PAPA HAIDOOO" seru Hikari menjerit kemudian memanyunkan bibirnya, Tetsu terkekeh, kelakuan anaknya sama seperi sang ayah kalau sedang ngambek.
"Mama Tetsu punya ide, bagaimana kalau kita buat hadiah untuk papa Haido?" Seru Tetsu kepada sang anak.
Hikari yang ada di dalam gendongan Tetsu mengangguk setuju, kemudian mereka mulai menyiapkan 'hadiah' untuk sang papa.
***
Hyde membuka kenop pintu rumahnya perlahan, rasa letih yang amat sangat menjalar seluruh tubuhnya, ia sangat ingin tidur sekarang.
"Aku pulang" seru Hyde sembari melepas sepatunya, Hikari yang mendendengar suara sang ayah langsung berlari menuju Hyde, dan memeluknya kuat.
"PAPAAAA" seru Hikari sembari menerjang tubuh Hyde, Hyde yang kaget refleks membentangkan tanganya, membuat Hikari masuk ke dalan pelukanya.
"Sayang.." seru Hyde sembari mengecup kepala anaknya, "bagaimana harimu? Kau tidak merepotkan mamah kan?" Seru sang ayah pelan.
"Tidak.. Hikali anak baik" seru Hikari yang masih berada di dalam pelukan Hyde. Kemudian tiba tiba Hikari melepaskan pelukan sang ayah dan memberikan Hyde sesuatu.
Mata Hyde menatap nanar, melihat di tangan Hikari terdapat origami berbentuk bunga, dengan perlahan Hyde mengambil origami di tangan kecil anaknya.
"Terima kasih sayang.." lirih Hyde sembari mengecup jidat anaknya pelan.
"Hikali sayang papah Haido sama mamah tetchu" seru Hikari riang.
Tetsu yang melihat kejadian itu tersenyum manis, ia sangat suka melihat wajah Hyde yang bahagia dan lembut seperti itu, sangat manis pikir Tetsu.
dengan perlahan Tetsu menghampiri dua mahluk yang disayanginya itu. "Makan malam sudah siap, ayo Hika chan mama Tetsu gendong, kasihan papa Haido masih lelah" seru Tetsu kemudian menggendong anaknya sementara Hyde berjalan disisi Tetsu dan merangkul pinggang Tetsu.
Hyde tersenyum pelan, rasanya hidupnya sangat sempurna, memiliki anak dan menikah dengan orang yang dicintainya, diam diam ia berdoa agar selalu bersama dengan orang orang yang dia cintai.
Owari...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar