Kamis, 28 Januari 2016

Living In Your Eyes chapter 3

Cerita sebelumnya :

dan entah angin dari mana Hyde mendekatkan wajahnya menuju wajah tenang Tetsu yang terlelap, dan dengan perlahan dikecupnya bibir kemerahan itu pelan.

"Oyasumi Tetsu" bisik Hyde pelan di telinga Tetsu

Living In Your Eyes
Chap 3

"Apa yang aku lakukan...?" Desis Hyde sembari meremas rambutnya perlahan, di liriknya Tetsu yang masih terlelap itu, baru saja.. baru saja ia mengecup bibir teman sekamanya itu.


"Ughh.. Doiha.."

Hyde menatap Tetsu dengan pandangan tak percaya, tiba tiba saja jantungnya berdetak keras, sebutan itu.. sebutan yang hanya diucapkan oleh orang yang sangat berarti baginya, malaikatnya.. Tetchanya.. seketika itu pula bayangan masa lalu Hyde kembali terulang

***

"hiks hiks HUWEEEEE" 

Hyde kecil menoleh kaget mendengar suara tangisan anak yang mungkin sebaya denganya, setelah melakukan pencarian kecil, ia mendapatkan seorang anak kecil tengah menangis sembari memeluk lututnya, perlahan Hyde mendekatkan dirinya pada sesosok mahluk kecil tersebut.

"Kau kenapa?" Tanya Hyde bingung, seketika anak itu menoleh, matanya menatap nanar pada Hyde, kemudian ia menunjukan boneka kelincinya yang hampir putus "Hiks hiks.. bo-bonekaku rusak.. pa-pa-padahal ini kan pemberian terakhir mama se-sebelum ia.. hiks hiks.. mama..." seru anak itu terbata bata dan akhirnya di akhiri dengan tangisan yang semakin besar.

Plop

Anak itu mendongakkan kepalanya saat merasakan ada sebuah tangan menyentuh kepalanya, dilihatnya sosok yang sebaya denganya tengah berusaha menghiburnya dengan mengusap kepalanya pelan, dan entah mengapa itu terasa nyaman..

"tenang yah..mari kulihat" seru Hyde sambil tersenyum, anak itu pun dengan takut takut memberikan boneka kelinci yang hampir terputus lehernya, dengan perlahan Hyde menekan busa yang keluar dari sela leher boneka tersebut dan menempelkanya, serta menyelotipnya dengan selotip yang - entah - mengapa - ia -temukan itu.

sekali lagi laki laki itu menatap nanar pada Hyde, kemudian seulas senyum mengembang di wajahnya, yang menurut Hyde adalah senyuman termanis yang pernah ia lihat, "Terima kaih.." ujarnya lirih, dan terlihat manis... 

mau tak mau wajah Hyde bersemu merah, ia kemudian hanya mengangguk kecil "Aku Haido, siapa namamu?" tanya Hyde pada sang anak.

"Aku Tetsu" seru sang anak sambil tersenyum pada Hyde, yang sekali lagi sukses membuat Hyde memerah.

sesaat Hyde menatap Tetsu kemudian ikut tersenyum, "bolehkah aku memanggilmu Tetchan? habisnya kau imut sih.." seru Hyde pelan..

Tetsu menatap terkejut pada Hyde, setelah berfikir beberapa saat, akhirnya ia tersenyum, "Baiklah.. tapi aku akan memanggilmu Doiha ya.." seru Tetsu sembari tersenyum ceria

"Doiha..?" tanya Hyde dengan alis yang mengkerut.

"Itu namamu Haido, aku hanya membalikanya" seru Tetsu sambil tertawa pelan, aku menatapnya dengan merajuk, namun akhirnya aku mengangguk, tak kuasa melihat pandangan memohon dari anak itu.

"Tentu.."

"Do-Haido!!"

Hyde mengerjapkan matanya pelan, dilihatnya sosok Tetsu yang menatapnya dengan pandangan khawatir.

"Ada apa?" seru Hyde bingung menatap sorot mata Tetsu yang khawatir, namun seketika tatapan itu berubah menjadi tatapan lega sesaat setelah Hyde merespone nya.

"Kau demam Hyde” seru Tetsu bergetar entah karna khawatir atau gugup, “kau istirahat ya.. a-aku akan ambilkan obat ke klinik” lanjutnya beranjak dari kasur Hyde.

Hyde menatap Tetsu yang beranjak dari kasurnya, suara bergetar itu.. entah mengapa seakan ia melihat Tetchanya..

***

Tetsu berjalan pelan menuju kamar asramanya sembari memegang dadanya yang berdetak tak karuan, 'ke-kenapa jantungya berdetak tak terkendali seperti ini saat ia bersama Hyde.. padahal jantungnya hanya bisa berdetak secepat itu saat ia bertemu dengan..

Doiha..

Tetsu menggeleng gelengkan kepalanya pelan, ia tidak ingin mengingat kembali kejadian masa kecilnya, kejadian yang membuatnya harus menyaksikan pria yang ia sangat cintai menangis, yah well.. untung ukuran anak umur 10 tahun, menangis memang wajar sih, bahkan Tetsu sendiri pun masih sering menangis, sampai sekarang..

Akhirnya Tetsu sampai di depan kamarnya, membuka pintu kamarnya dengan was was, Hyde kini tengah demam, dan Tetsu rasa kemungkinan Hyde sakit akibat dirinya, karna udara kemarins angatlah dingin, dan jaket hangat milik Hyde berpindah kepadanya.

"Haido kun.." seru Tetsu pelan

GREBB

Tiba tiba Tetsu merasakan sesuatu memeluknya perlahan, sedikit terlonjak, Tetsu menatap takut pada orang yang kini memeluknya, desahan nafas lega keluar dari mulut Tetsu saat mengetahui bahwa sosok Hyde lah yang kini memeluknya, ah tunggu... kenapa ia merasa lega saat dipeluk Hyde..?

"Ha-Haido kun?" seru Tetsu pelan, berusaha menyadarkan Hyde.

Namun Hyde tidak merespone  ucapan Tetsu, ia semakin mempererat pelukanya dana mendorong Tetsu hingga jatuh pada tempat tidurnya.

"Tetchan..." desis Hyde pelan, sembari mencengkram kedua tangan Tetsu diatas kepalanya, seraya menindih tubuh ramping Tetsu.

Tubuh Tetsu tersentak, darimana Hyde tau nama itu? Nama itu hanay disebut oleh keluarganya saja, serta... Doiha.. Doihanya.

Tanpa aba aba bibir Hyde merengsek maju mengecup bibir merah Tetsu dengan kuat, Tetsu mebelalakan matanya, butuh 5 detik untuk Tetsu menyadari bahwa dia kini tengah di cumbu Hyde.

"Haido kun.." seru Tetsu memberontak, namun tetap saja gagal, entah mengapa tubuh Hyde jauh lebih kuat darinya, bibir Hyde pun semakin intens bermain dengar bibir Tetsu, membuat Tetsu terbuai oleh ciumanya.

"Emmm..engh" 

Tanpa sadar Tetsu mengeluarkan desahan kecilnya, membuat Hyde menyeringai kecil, kemudian bibirnya bermain pada  daun telinga dan leher Tetsu, mengulumnya dengan sensual, membuat Tetsu semakin mendesah nikmat.

"Ughh.. Haido.." desah Tetsu semakin tak terkendali.

Tiba tiba Hyde berdiri, wajahnya menjadi pucat, Tetsu menatap Hyde dengan bingung, menatap wajah Hyde yang pucat memandangnya.

"Maafkan AKu Tetsu.. aku- aku tidak bermaksud untuk itu, a-aku akan pergi sebentar" Seru Hyde pelan, kemudian pergi tanpa mendengar Tetsu yang memanggilnya.

***

Bodohhh apa yang aku lakukan!! hampir saja aku memperkosanya, Batin Hyde panik, ia menjambak jambak rambutnya pelan, padahal.. aku sudah memiliki kekasih.. tapi kenapa rasanya berbeda, bila di dekat Tetsu dadanya bergemuru seakan akan ingin meledak, melihat senyum itu, membuat Hyde merengkuh Tetsu dalam pelukanya, apakah ia mencintai Tetsu?

menghelai nafas pelan, Hyde mengeluarkan Handphonenya,mencari salah satu nomor pada kontak teleponya, kemudian menekan tombol call.

"Haloo.. ada yang ingin kubicarakan padamu, temui aku di taman.." seru Hyde pelan, kemudian mematian sambungan teleponya, "aku harap apa yang kulakukan benar" desah Hyde pelan.

***

Tetsu menatap nanar dirinya pada kaca di ruangan itu, ia dapat melihat sebuah kissmark bersarang di lehernya, bayangan Hyde yang hampir memperkosanya seakan terulang kembali di benak Tetsu, membuat Tetsu bersemu merah, entah mengapa ia sangat menyukai itu, menyukai Hyde yang mencium bibirnya, menyukai Hyde yang membuat tanda pada lehernya, menyukai Hyde yang panik, Hyde yang menolongnya, Hyde yang mengkhawatirkanya, Hyde yang melindunginya.

Apakah ia mencintai Hyde...?

perlahan Tetsu meronggoh tasnya, mengambil boneka kelinci usang dengan bekas robekan di leher yang di tambal dengan selotip, tertawa, tibat tiba saja Tetsu mengingat masa lalu kecilnya.

"Aku harap Haido kun adalah Doiha.." seru Tetsu lirih sermbari memeluk boneka kelinci itu dan tidur di kasurnya yang berantakan akibat praktik pemerkosan yang hampir dilakukan Hyde. "Haido.. Hai..do.. Do..Doiha?!"

Mendadak Tetsu bangun dari tidurnya, apakah.. apakah benar.. tapi kenapa ia baru sadar, hampir saja Tetsu meneteskan air mata ahagia, orang yang membuatnya bersikukuh untung pulang ke Jepang ternyata ada di dekatnya, bahkan satu kamar denganya, Tetsu tak mungkin salah! Cuman Doihanya yang memanggilnya Tetchan.

terburu buru, Tetsu berlari keluar asramanya, bermaksud untuk mencari Hyde, boneka kelinci usang itu pun tak lepas dari genggamanya, jika benar dia Doihanya, pasti dia akan mengenal boneka kelinci ini

-Bersambung-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar