Jumat, 29 Januari 2016

Living in Your Eyes Chapter 4

Cerita sebelumnya

terburu buru, Tetsu berlari keluar asramanya, bermaksud untuk mencari Hyde, boneka kelinci usang itu pun tak lepas dari genggamanya, jika benar dia Doihanya, pasti dia akan mengenal boneka kelinci ini

Living In Your Eyes
Chap 4

Hyde menatap pohon Sakura yang belum sepenuhnya mekar, ditemani oleh langit yang berwarna kemerahan, memberikan kesan romantisme di sekeliling Hyde, sungguh moment yang pas untuk menemui kekasih, bukan begitu?

"Haido kun.."

Hyde menoleh pelan, ia dapat melihat sesosok wanita cantik dengan rambut yang terurai panjang, matanya yang bulat besar serta lengkungan senyum yang bersarang di wajah cantiknya, membuat hati Hyde berteriak pilu, ia sebenarnya merasa bersalah karna ia akan merusak senyuman cantik di wajah wanita itu.

"Meguchi.." Lirih Hyde lemah, berjalan mendekati Megumi yang masih tersenyum sangat manis, hanya dan untuk Hyde seorang, yang entah kenapa semakin memohok batin Hyde. 

"Ada apa sayang?" seru Megumi sedikit awas, ia dapat merasakan gerak gerik Hyde, seperti ada yang janggal di mata Megumi.

"Kita harus bicara..." seru Hyde sembari menggenggam tangan Megumi erat, membuat Megumi menatap Hyde dengan pandangan mata bingung, dan sebentar lagi pandangan matanya akan menjadi pandangan mata kehancuran.

***

Tetsu melangkahkan kakinya dengan cepat, ia sudah memutari sekolah sebanyak 2 kali dan ia sama sekali tidak menemukan sosok Hyde.

menyerah, akhirnya Tetsu melangkahkan kakinya ke kamar asrama mereka, toh cepat atau lambat ia akan pulang juga ke kamar asramanya itu pikir Tetsu.

"Tetsu"

Tetsu menoleh pelan, dilihatnya sosok jangkung yang tengah melambaikan tangan padanya, seulas senyum terukir di bibir Tetsu saat pemuda itu mendekat. 

"Hai Ken" seru Tetsu tersenyum kecil, Ken membalasnya dengan senyuman yang hangat, membuat Tetsu lebih tenang sedikit.

"Ano.. apakah kau melihat Haido kun, ken?" seru Tetsu pelan, Ken menoleh pada Tetsu dan mengangguk. "tadi aku melihatnya di taman luar asrama Tet-" seru Ken terpotong melihat Tetsu tiba tiba berlari kearah luar gerbang, Ken menatap kaget kepergian Tetsu tanpa mengucpakan kata apapun, namun tiba tiba Ken menepuk keningnya kecil, ia baru ingat Hyde akan menemui Megumi disana, "Habislah sudah aku" lirih Ken kemudian kembali ke asramanya, menunggu besok diamuk oleh Hyde.

***

Megumi menatap tak percaya pada Hyde, tetesan air mata pun tidak dapat dibendung lagi oleh Megumi.

"Ke-kenapa... apa salahku Haido.." serunya serak sembari menutup kedua wajahnya yang merah akibat air mata.

"Aku tidak.. kau tidak salah apapun Megumi.." seru Hyde perlahan.. mencoba menurunkan tangan Megumi yang bersarang di wajah putihnya.

"Lantas.. kenapa kau mengakhirinya... demi tuhan Haido.. aku sangat sangat mencintaimu.." seru Megumi kembali terisak, dadanya seperti ditusuk seribu pedang saat mahluk yang paling dicintainya, lebih tepatnya adalah cinta pertamanya, memutuskan hubunganya secara sepihak.

Hyde menatap Megumi yang masih terisak tak dapat melakukan apapun, kemudian dengan perlahan di dekapnya Megumi pelan, memberikan secercah kehangatan untuk Megumi.

"Kau taukan, cinta tidak dapat dipaksakan, kau cantik Meguchi, kau pasti mendapatkan yang lebih baik dariku" seru Hyde sembari mengelus kepala Megumi pelan.

Megumi mengalungkan tanganya pada pinggang Hyde, membuat dirinya dan Hyde lebih dekat, menghirup aroma khas Hyde dalam dalam "tapi aku sangat mencintaimu Haido.." seru Megumi lirih.

"Maafkan aku Megumi.. aku mencintai orang lain" seru Hyde  pelan. Hyde dapat merasakan badan Megumi menegang, kemudian melemas seketika, dengan sekali hentakan ia melepaskan pelukan Hyde dari tubuhnya.

"a-aku mengerti Haido..." seru Megumi bergetar, ia merasakan sakit.. sangat sakit, seperti jantungya dipaksa keluar dari tubuhnya, mendengar Hyde mengatakan hal itu padanya, sesaat kemudian Megumi menatap mata Hyde dengan pandangan nanarnya, "bolehkah aku meminta permintaan terakhir.." serunya lirih.

Hyde menatap Megumi dan menghapus setitik air mata yang mengalir di pipi mantan kekasihnya itu. "apa itu?" seru Hyde lirih

"Cium aku... untuk yan terakhir kalinya..." mohon Megumi sembari menatap Hyde dengan pandangan harapan kosong.

Hyde menatap Megumi pelan, mengelus pipi wanita itu, "baiklah.." seru Hyde lirih.

***

Tetsu melangkahkan kakinya, sesekali melompat kecil, bertemu dengan Hyde setelah ia mengetahui bahwa dia adalah Doihanya membuat jantung Tetsu berdetak cepat, harus Tetsu akui bahwa Doihanya kini menjadi lelaki yang sangat tampan.

Langkah Tetsu terhenti melihat Hyde sedang berdiri di depan pohon sakura, badan Tetsu menegang saat melihat Hyde tengah memeluk seorang wanita.

badan Tetsu terasa sangat kaku, bibirnya pun kelu, ia sangat iangin meninggalkan tempat tersebut, namun kakinya tak mau berkompromi, sampai akhirnya bola matanya membulat sempurna, badanya bergetar tak terkendali, ia melihat, melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa Doihanya telah mencium gadis itu, ia dan wanita yang- Tetsu- tidak- kenali- itu terlihat bahagia.

"Doiha..." seru Tetsu lirih sembari melangkah mundur, Tetsu tidak menyadari bahwa ia menyenggol botol coke dengan keras, membuatnya menabrak tong sampah di sebelahnya, membuat bunyi yang cukup keras.

"Tetchan.."

Tetsu dapat mendengar Hyde memanggilnya, perlahan Tetsu membungkukkan badanya, membuat kode Maaf - telah - mengganggu - kalian, kemudian berlari meninggalkan mereka.

Hyde yang tersadar pun segera berlari meninggalkan Megumi, berusaha mengejar Tetsu yang berlari semakin jauh, meninggalkan Megumi yang terus menerus memanggil dirinya.

***

Tetsu menyandarkan dirinya di salah satu pohon sakura yang berada di belakang asramanya, air matanya semakin berjatuhan, mengingat kejadian yang barusan di lihatnya.

"Kenapa.. kenapa saat aku dapat bertemu denganya namun ia sudah menjadi milik orang lain" lirih Tetsu sembari memeluk kedua kakinya.

"Padalah.. padahal sejak dulu aku mencintainya" Tetsu mempererat pelukan pada kakinya, diliriknya boneka kelinci di sebelah tubuhnya yang bergetar, mengingatkanya pada sosok Hyde.

Mengambil boneka Itu, Tetsu memeluknya erat, berimajinasi bahwa boneka itu dapat memberitau Hyde bahwa ia sangat sangat mencintainya.

"aku mencintaimu Hyde.." lirih Tetsu serak, kemudian kembali menangis pelan, meluapkan segala perasaan hancurnya seiring dengan air mata yang turun.

-bersambung-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar