dengan perlahan Hyde mendekati sosok yang tengah tertidur itu, meneliti wajah , manis itu, jika mahluk itu memang Tetchanya, sekarang Tetchanya tumbuh menjadi laki laki yang sangat cantik dan membuat Hyde ingin melindunginya, entah mengapa..
Living In Your Eyes
chap 2
Tetsu mengerjapkan matanya pelan saat merasakan seberkas sinar menerpa wajahnya, bersiap untuk bangun, namun tiba tiba Tetsu merasakan tubuhnya tertahan sesuatu, dengan perlahan Tetsu mencoba menengok ke sebelah kirinya.
"Astaga" Pekik Tetsu tertahan, ia mendapati dirinya dipeluk oleh laki laki yang menjadi teman satu kamarnya, pemuda yang bernama Haido itu masih terlelap dalam tidurnya, melingkari tubuh Tetsu dengan kedua tangan kekar milik Hyde, meniadakan jarang antara dirinya dan Hyde, Tetsu menatap lekat wajah Hyde dengan warna merah yang menjalar di seluruh mukanya.
benar benar wajah yang tampan...
Hyde menggeliatkan badanya, ia dapat merasakan seseorang tengah memandanya, dengan perlahan ia membuka matanya, butuh sekitar 3 detik untuk Hyde menyadari posisinya sekarang
-Ia tidur di kasur milik Tetsu plus memeluk si pemilik kasur-
Refleks Hyde melepaskan pelukanya pada Tubuh Tetsu, dan menatap si pemilik kasur yang wajahnya masih bersemu merah, mau tak mau Hyde ikutan bersemu "Itu ano.. bu-bukan seperti yang kau bayangkan Tetsu, aku.. euh.." seru Hyde gelagapan, ia tidak ingin imagenya buruk dimata Tetsu.
Tetsu tersenyum dan menatap Hyde lembut, "Aku mengerti Haido kun" serunya pelan.
Wajah Hyde kembali memerah saat Tetsu tersenyum padanya. jujur, ia sangat menyukai senyuman yang terbentuk pada wajah Tetsu, membuat hatinya hangat dan dadanya berdetak cepat namun rasanya menyenangkan, bukan menyesakkan.
"Ano.. Haido kun?" seru Tetsu bingung melihat Hyde hanya menatap diam kearahnya, jujur itu membuat Tetsu sedikit.. err.. gugup?
"Eh.. aku.. aku akan ke kamar mandi" seru Hyde salah tingkah, kemudian mengambil handuknya, sementara senyuman tak lepas lepasnya terukir dari wajah manis Tetsu
***
Ken menatap bingung pada sahabatnya yang sedari tadi hanya terbengong bengong, bahkan makan siangnya sama sekali tidak tersentuh.
"Nee Haido? ada apa? tidak biasanya kau seperti ini" Tanya Ken bingung, namun Hyde sama sekali tidak mersepon, kemudian Hyde menatap Yukkie dan Tetsu bergantian, keduanya hanya menggeleng bingung.
"Tetsu, apa yang kau lakukan sampai membuat Hyde seperti ini?" Tanya Ken menatap Tetsu dengan tatapan jahil
"TIDAK ADA" Seru Tetsu dan Hyde bersamaan, sedetik kemudian keduanya menutup mulutnya rapat rapat, membuat Ken tertawa puas.
"Sepertinya Hyde tak tahan untuk menyentuh Tetsu" lanjut Ken dengan nada jail yang semakin menjadi jadi.
"Ehh apakah itu benar Hyde, Tetsu?" Seru Yukkie tak percaya.
Wajah Tetsu bersemu mendengar ucapa Ken, entah kenapa ia membayangkan saat Hyde menyentuhnya, cepat cepat Tetsu menghapus kembali pikiran liarnya dan kemudian tertunduk.
"Yang benar saja kau Ken! aku..!! uhh aku ingin pergi!!" Seru Hyde kesal kemudian melangkah pergi, meninggalkan ketiga temanya di atap sekolah.
"Haido kun mau kemana?" seru Tetsu menatap punggung Hyde, namun tidak digubris sama sekali oleh Hyde, sementara itu Ken tertawa cekikian, Yukkie hanya menepuk bahu Tetsu pelan.
"tidak apa apa, dia memang sering seperti itu kok, apalagi kalau sudah diejek Ken" seru Yukkie sembari tersenyum kecil, Tetsu membalas senyum Yukkie dengan senyum manis miliknya.
***
Tetsu uring uringan di kasurnya, sudah pukul 6 sore dan Hyde belum kembali! perasaan Tetsu kembali tak menentu, apakah Hyde marah atas kejadian tadi pagi? apakah Hyde meminta pindah asrama pada Sura sensei? apakah Hyde membencinya? semua pikiran itu berkecamuk dalam pikiran Tetsu, membuat Tetsu lebih tidak bisa tenang dari sebelumnya, akhirnya dengan sekali gerakan Tetsu menyambar jaket putihnya dan bertekat untuk mencari Hyde dan meminta maaf.
langit sudah berubah orange saat Tetsu keluar dari asramanya, belum terlalu malam untuk pergi, lagi pula sekolah ini membebaskan murid muridnya untuk keluar dari asrama sampai pukul 10 malam, sebelum gerbang asrama dikunci.
Tetsu menyusuri pekarangan bunga dengan perlahan lahan, berharap bahwa dia dapat menemukan Hyde, namun hasilnya nihil, sekarang sudah menunjukan pukul 8 malam, udara juga sudah mulai mendingin, badan kecil Tetsu gemetar saat angin dingin menerpa tubuhnya.
"Heii bukankah itu murid pindahan yang dari Inggris?" seru seseorang dengan perawakan besar.
"Iya Nobu" seru seseorang yang berbadan sama besarnya dengan pria yang bernama nobu itu.
"Ternyata memang benar sangat manis" seru Nobu dengan senyum liciknya, "Minna.. sepertinya kita dapat mainan baru" seru Nobu menyeringai pada ke empat temanya, membuat 4 orang yang mengikutinya tersenyum licik pula.
Tetsu sudah hampir menyerah dan ingin pulang ke Asramanya sampai ia berpapasan dengan segerombolan anak yang tersenyum kepadanya.
"Hai, kau Tetsuya Ogawa ya?" seru salah satu anak tersebut. Tetsu menolehkan wajahnya pada gerombolan itu, kemudian tersenyum kecil dan mengangguk.
"Sedang apa kau disini Tetsu?" seru orang itu lagi, "ah aku lupa mengenalkan namaku, aku Nobu dari kelas 2-3" seru lelaki itu sembari memberikan tanganya pada Tetsu, "salam kenal Nobu kun" seru Tetsu menjabat tanganya dengan ramah.
""aku sedang mencari Haido, apakah kau melihatnya?" seru Tetsu sembari tetap mencari sosok Hyde dengan matanya.
Nobu dan keempat temanya saling menatap kemudian menyeringai, "tadi aku melihat Haido, mau kuantarkan?" seru Nobu merangkul bahu Tetsu, Tetsu menatap berbinar pada Nobu kemudian mengangguk setuju. "arigatou Nobu kun" seru Tetsu masih dengan senyum manisnya.
***
Hyde kembali ke kamar asramanya setelah seharian membolos dan bermain ke kota, 'sialan Tetsu, berani beraninya membuatku tidak bisa konsentrasi seperti ini' batin Hyde sembari membuka pintu asramanya.
"Tetsu,,?" seru Hyde mencari keberadaan Tetsu, namun hasilnya nihil,mengamati sekitar matanya bertabrakan dengan jam dinding, diliriknya jam yang menggantung di dinding itu, sudah menunjukan pukul 9.30 malam, dan Tetsu belum kembali! Hyde tau bahwa Tetsu bukanlah tipikal anak nakal, dan lagi perasaanya entah mengapa tidak enak. dengan gusar Hyde kembali keluar mencari keberadaan Tetsu.
****
"Nobu kun kita mau kemana?" tanya Tetsu sedikit bingung karna pemuda bernama Nobu itu setengah menyeretnya ke area gedung yang tidak terpakai, jujur saja perasaanya aga sedikit kurang nyaman saat itu
namun pemuda yang dipanngil Nobu itu tidak bereaksi, ia dan ke empat temanya semakin menyeret Tetsu masuk kedalam salah satu ruangan yang tidak terpakai itu.
merasakan bahaya,Tetsu berusaha untuk lepas dari cengkraman Nobu dan berlari, namun sayangnya Nobu berhasil mencengkram lengan tetsu dan melemparnya hingga terjerembab di lantai, "kalian, tahan dia!" seru Nobu pada keempat temanya, Tetsu semakin ketakutan dan berusaha berdiri, namun dalam sekali hentakan ia jatuh telentang, tangan dan kakinya dipegang oleh 2 orang yang bahkan Tetsu tidak tau siapa, sementara itu sisanya berusaha membuka baju yang dikenakan Tetsu.
"TO-TOLONG" jerit Tetsu sembari berusaha melepaskan tubuhnya dari orang orang yang kini melecehkanya.
***
Hyde berusaha mencari Tetsu dengan gusar, perasaanya semakin lama semakin tak nyaman, entah mengapa ia merasakan bahwa Tetsu dalam bahaya.
"Haido kau sedang apa?" tanya seorang dengan mata sayu dan bibir yang terlihat seperti burung hantu itu.
"Ah Kazu!" seru Hyde sedikit bahagia, "apakah kau melihat Tetsu" lanjut Hyde dengan wajahnya yang masih menampakan wajah gusarnya
"maksudmu anak baru itu? tadi aku melihatnya bersama Nobu dan teman temanya menuju aula lama" seru Kaz, mendadak badan Hyde bersiaga,ia tau betul bahwa Nobu adalah anak berandal di sekolah ini, dengan Tetsu yang polos itu, di aula lama yang tidak terpakai... perasaan Hyde semakin tidak nyaman
"Terima kasih Kazu, aku berhutang padamu" seru Hyde berlari secepat yang ia bisa menuju Aula tersebut.
***
Hyde sampai di pekarangan Aula tersebut, matanya masih mencari cari sosok Tetsu, Nobu atau ketiga temanya,jantungnya semakin berdetak tak nyaman mengingat Tetsu memiliki kemungkinan besar dalam bahaya.
entah mengapa Hyde sangat peduli dan mengkhawatirkan mahluk yang belum genap 2 hari mengenalnya itu, tapi entah bagaimana, rasanya Hyde sudah mengenal Tetsu sejak lama... seperti Tetsu adalah Tetchanya yang dulu.
"TO-TOLONG"
Hyde menoleh kaku, medengar suara yang tak asing baginya, itu adalah suara Tetsu! dengan gerakan cepat ia mendobrak pintu tersebut, memperlihatkan tubuh Tetsu yang tengah dijilat oleh laki laki yang bernama Nobu itu, pakaian Tetsu pun telah terkoyak di sebelahnya
"Ha-Haido" seru Tetsu lemah, air matanya terus mengalir dari mata indah itu, sekujur badanya memar, entah kissmark atau pukulan, badan kecil Tetsu pun bergetar ketakutan.
"Kurang ajar!" desis Hyde marah, kemudian dengan sekali gerakan ia dapat membantin Nobu dan menghajarnya beserta teman temanya yang telah melecehkan Tetsu dengan seenak jidatnya, setelah puas menghilangkan gigi geraham bajingan tersebut Hyde mendekati Tetsu yang masih bergetar.
"Tetsu kau tak apa apa?" tanya Hyde khawatir, ia memberikan jaket yang dikenakanya pada Tetsu, karna pakaian yang sebelumnya dikenakan Tetsu sudah tidak lagi layak pakai.
Tetsu mengangguk lemah, sebenarnya ia masih sedikit trauma dan takut, namun entah mengapa setelah Hyde menolongnya ia merasa lebih tenang.
Hyde yang melihat Tetsu masih bergetar akhirnya menggendong Tetsu pelan, awalnya Tetsu menolak dan bersikukuh bahwa ia bisa berjalan sendiri, namun melihat badan Tetsu yang bergetar hebat akhirnya Hyde memaksa untuk tetap menggendong Tetsu.
****
Hyde merebahkan Tetsu di kasurnya,membuat Tetsu merasa nyaman, kemudian ia memberikanya susu yang baru saja ia beli, bertujuan untuk menenangkan Tetsu, Tetsu hanya menerimanya dengan tangan yang bergetar dan mengucapkan terima kasih.
tiba tiba saja air mata Tetsu turun dengan derasnya, Hyde yang melihatnya menjadi sangat panik, ia berjalan mendekati Tetsu.
"Ada apa?" Tanya Hyde khawatir, ia merasa sedih melihat Tetsu yang terlihat sangat terpukul itu.
"Hiks... Hiks,,Haido kun.." isak Tetsu, kemudian sedetik berikutnya tubuh Tetsu menempel pada tubuh Hyde, tangan gemetar milik Tetsu melingkar di leher Hyde, kepalanya pun bersandar di dada Hyde, Hyde hanya bisa mengelus kepala Tetsu dengan canggung, "Tenanglah.. kau sudah aman Tetsu" seru Hyde berusaha menenangkan teman sekamarnya itu.
"Haido..aku..aku takut..hiks" seru Tets dengan suara yang masih gemetar, Hyde kemudian berinisiatif untuk mendekap Tetsu, membuatnya lebih tenang, perlahan lahan isakan Tetsu pun semakin mengecil sampai akhirnya sang pemilik suara jatuh tertidur.
Hyde tersenyum pelan,merebahkan tubuh Tetsu yang kelelahan ke kasur miliknya, kemudian menyelimuti mahluk itu pelan. Diusapnya air mata Tetsu yang masih tertinggal, entah mengapa hatinya bagai ter iris melihat Tetsu yang terpuruk itu, kemudian rasa itu berubah jadi marah, karna ada yang berani menyentuh Tetsu, "perasaan macam apa ini" desis Hyde bingung
dan entah angin dari mana Hyde mendekatkan wajahnya menuju wajah tenang Tetsu yang terlelap, dan dengan perlahn dikecupnya bibir kemerahan itu pelan.
"Oyasumi Tetsu" bisik Hyde pelan di telinga Tetsu.
-bersambung-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar