Kamis, 31 Maret 2016

Ma cutes puppet chap 2

Setelah sedikit punudng(?) Akhirmya aku mau melanjutkan,fanfic ini *sebenernya ada niatan buat dihapus sih* hahaha smeoga aja ga garing ffnya

***
Chapter 2

Ma cuties puppet.

"Siapa kau?"

Sosok di depan Hyde hanya menatap dengan mata bulatnya, membuat dadanya bergemuru tak nyaman. Hyde memegang dadanya sendiri 'apa yang terjadi padaku...?' Batin Hyde bingung 

"Aku adalah puppet anda Hyde sama.."

Hyde menyeringitkan alisnya, "puppet? Apa maksudmu? Dan bagaimana kau tau namaku?"

Sosok itu tiba tiba saja merengsek maju hingga berada tepat di hadapan Hyde. "Aku bisa merasakanya, anda adalah master saya dan saya adalah puppet anda" lirih pemuda manis tersebut, membuat dada Hyde berdetak tak karuan.

"A-kau tak mengerti.."

"Ayah anda..." ucap pemuda itu lirih, membuat Hyde menatapnya tajam  "ayah anda adalah seorang Aglis kelas atas, setiap Aglis kelas atas serta keturunanya memiliki seorang puppet untuk melindunginya dari serangan Genvator" lanjutnya.

Aglis? Puppet? Genvator? Apa maksudnya semua ini, yang Hyde tau bahwa ia adalah seorang manusia biasa, kedua orang tuanya meninggal karna kecelakanaan mobil, just it!

Lalu tiba tiba munculah seseorang (atau jelemaan hewan) yang mengaku aku sebagai puppetnya, dan ia seorang Aglis apalah itu.

"Bisa kau jelaskan lebih detail? Aku tak mengerti, dan siapa namamu?" Tanya Hyde yang semakin penasaran.

"Saya Tetsuya" ucap sosok itu sembari menunduk hormat. Membat Hyde merasa tidak nyaman karna perlakuan yang sangan formal itu.

"Sejak jaman dahulu, manusia dibagi menjadi 4 golongan, seorang Aglis, Genvator, Sylivie dan manusia biasa tanpa kemampuan apapun, Aglis kelas atas, atau keturunan murni sedari dulu memiliki perjanjian dengan bangsa saya, atau bisa dibilang bangsa Slyvie, kami adalah pelayan bagi bangsa Aglis, karna kami sangat membutuhkan energi dari bangsa Aglis"

Hyde menatap pria manis yang kini ia ketahui bernama Tetsuya itu, mendengarkan penjelasanya, entah kenapa terdengar sangat mengada ada, tapi melihat tampangnya yang innocent, Hyde sangat tidak yakin bahwa pria manis ini bermaksud untuk menipunya.

"Lalu apa hubunganya denganku, dan apa Genvator itu? Lalu bagaimana cara Aglis memberikan energinya pada Slyvie?" Tanya Hyde menatap lekat pada sosok Tetsu.

Pipi Tetsu merona merah saat Hyde menatap lekat padanya, jujur saja Aglis memiliki pesona yang sangat besar, walaupun bangsa Slyvie juga memiliki aura yang memikat, tapi Aglis lah yang banyak menarik perhatian (terutana lawan jenis)

Berdehem pelan, Tetsu melanjutkan ceritanya, "kedua orang tua anda adalah keturunan asli dari bangsa Aglis Hyde sama, dan saya ditakdirkan menjadi puppetm anda" seru Tetsu lirih.

Belum sempat Hyde menayakan sesuatu, Tetsu kembali melanjutkan ceritanya. "Genvator adalah manusia yang berusaha menjadi Aglis, mereka melakukanya dengan cara Keji Hyde sama, mereka merebut jiwa dan rasa cinta dari sang Aglis. Lalu soal energi..."

Tiba tiba saja Tetsu mengecup bibir Hyde pelahan, membuat Hyde terperanjat, "kami mendapatkanya dari rasa cinta sang Aglis... sebenarnya dengan berpelekuan atau berpegangan tangan akan menambah energi kami.. namun yang paling cepat dan efisien adalah dengan cara berciuman" ucap Tetsu sembari tertawa kecil.

Hyde menyeringai pelan, "Dan bagaimana kalau aku tak mencintaimu?"

Tetsu terperanjat, "tapi.. saya merasakan kekuatan saat kita berciuman tadi.." lirihnya dengan semu merah di kedua pipinya, membuat Hyde gemas.

"Kau yang menciumku Tetsuya.. dan berhenti menggunaaan bahasa formal deperti itu" sungut Hyde.

Tetsu mematung dengan rona merah yang semakin menjadi jadi, "sa- ah aku akan berusaha sesuai dengan Hyde Sa-"

"Cukup Hyde" potong Hyde tak sabar.

Tetsu mengangguk dan kemudian sebuah senyuman manis mengembang di wajah innocentnya.

"Lalu bagaimana membuktikan bahwa aku adalah puppetmu Haido..." ucap Tetsu sembari mengacak rambutnya bingung.

Hyde berfikir sejenak, kemudian seulas senyum mengembang di wajahnya.

Perlahan dikecupnya bibir ranum Tetsu, membuat Tetsu terlonjak kaget, namun tiba tiba saja ia merasakan aliran energi mengalir, membuat dirinya pasrah sembari menerima asupan energi.

Sesaat kemudian Hyde melepaskan kecupanya, kemudian menatap Tetsu yang memandangnya sayu seaakan minta lebih, dengan cepat dikecupnya bibir mungil itu, namun kali ini sedikit berbeda, lidah Hyde menyeruak masuk kedalam mulut Tetsu, membuat Tetsu terbuai dengan permainan nakal yang dilakukan oleh Hyde.

"Enghh..."

Tanpa sadar Tetsu mengeluarkan desahan, badanya pun terasa sangat lemas, bukan karna energinya yang habis, tapi karna gairah yang di berikan oleh Hyde.

Perlahan Hyde melepaskan ciuman mereka, membuat Tetsu melenguh kecewa. Tersenyum kecil, Hyde mendorong tubuh Tetsu hingga berbaring di ranjangnya empuk milik Hyde.

"Belum cukup.." seru Hyde parau

Hyde pun menenggelamkan kepalanya pada perpotongan bahu Tetsu, menyesap aroma yang dikeluarkan oleh puppetnya ini, sedekali ia membubuhkan kissmark pada leher jenjang Tetsu, membuat sang empunya mengerang nikmat.

"Ughh Hyde.."

Perlahan Hyde pun mulai turun dan menjamah tubuh Tersu yang sedari tadi memang tidak memakai satu helai benang pun. Tangan Hyde dengan cekatan mulai memanjakan tubuh Tetsu yang teramat sensitif, membuat Tetsu hanya dapat mengerang dan mendesah atas permainan Hyde.

"Akhh ahh ahh Hyde.. ughhh onegai.." desah Tetsu diantara permaianan yang diberikan oleh Hyde.

"As you wish"

TOBECON

Wkekek entah kenapa masih ga pede sama fanficnya takut garing dan ga seru (;_;)(;_;)

Selasa, 29 Maret 2016

Ma cutes puppet

Title : Ma cutes puppet
Genre : Romance, pg - 15 (atau nc - 17 ya (/ω\*) haha)
Pair : Haitsu

Terima kasih buat semua yang melecehkanku di grup (;_;) ampe jadi korban keganasanya Hedo dan Ken *masih trauma* ekwkwkw
Chapter 1 

Mentari sore menyinari jalan yang padat oleh kendaraan, tampak di sudut lain sekumpulan anak anak tengah bermain bola di lapangan tak jauh dari tempat itu.

Peluh keringat membasahi wajah ke 7 anak itu, tapi mereka tak berhenti begitu saja, permaiananya malah semakin panas. Terlihat seorang anak tengah menendang bola sehingga melambung tinggi dan jatuh tepat di depan seorang pria yang berjalan di lapangan itu.

"Niichan bisa lemparkan bola itu?" Seru salah seorang anak.

Pria yang mengenakan setelan jas hitam itu tersenyum ramah, kemudian menyepakkan bola tersebut.

"Apakah aku boleh ikut?" Tanya pemuda itu sembari membuka jas miliknya.

"Tentu saja Haido niichan boleh ikut" seru anak anak itu serempak.

Sudah menjadi kebiasaan Hyde setiap sore untuk bermain bola bersama anak anak di dekat mansion miliknya itu, setidaknya hal remeh seperti itu bise me-refersh otaknya yang sudah mau pecah sebagai salah satu eksekutif muda berbakat.

Setelah permainan kecil yang menghabiskan waktu hampir satu jam itu, Haido memilih untuk menyudahinya dan beristirahat di salah satu kursi disana.

Baru saja hendak ia buka botol air mineral yang ia dibelinya di vanding machine, tiba tiba saja ia mendengar suara kucing.

Menunduk, ia menemukan seekor kucing berbulu putih bersih tengah menatapnya dengan mata bulat yang nampak sayu dan kelelahan.

Tiba tiba saja Hyde merasakan sesuatu getaran saat melihat mata kucing itu, tanpa sadar ia telah mengangkat kucing itu hingga berhadapan dengan wajahnya.

"Aneh.. rasanya aku seperti pernah melihat kucing ini" lirih Hyde seraya memperhatikan wajah kucing yang tampak lemah itu.

Tiba tiba saja ia mengingat sesuatu, mimpinya saat ia masih kecil, saat kedua orang tuanya masih hidup, ia sering memimpikan mepunyai kucing yang sama persis seperti dihadapanya ini.

Melihat wujud kucing yang sangat 'menyedihkan' seperti itu membuat Hyde iba, ia pun memutuskan untuk membawa kucing itu ke mansionya.

***

Hyde membuka pintu mansionya, menampakan ruangan yang sangat mewah, mengingat bahwa ia adalah seorang eksekutif muda, bahkan sangat muda, bayangkan saja umurnya baru saja menginjak 27 tahun dan dia sudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tidak bisa dibilang sedikit.

Banyak orang yang menanyakan kenapa Hyde tidak menikah? Dengan wajah tampan dan karir menjulang seperti itu, bukanlah hal sulit untuk Hyde mendapatkan pendamping hidupnya, bahkan mereka akan mengantri untuk Hyde.

Namun Hyde tidak terlalu memperdulikanya, dia sangat gila kerja, lagi pula wanita wanita yang selalu berusaha mendekatinya adalah penjilat, dirinya sangat tau itu.

Tertawa kecil, akhirnya Hyde pun memutuskan untuk memandikan kucing itu, walaupun ia yakin kucing itu sudah bersih, lihat saja bulunya yang berwarna putih bersih seperti itu.

Awalnya Hyde kira, kucing itu akan memberontak saat ia memandikanya, seperti kucing pada umumnya yang akan memberontak, mencakar ataupun menggigit, namun kucing ini berbeda, ia hanya pasrah dan masih terlihat lemah saat Hyde mulai memandikanya dengan air hangat, jujur, hal itu membuatnya bingung.

Setelah memandikanya, Hyde mulai mengeringkan kucing itu dengan Hairdryer yang baru saja dibelinya (karna sebelumnya Hyde tidak pernah mengeringkan rambutnya dengan benda itu, cukup mendangalkan agin dan sinar matahari saja) setelah itu ia membawa kucing itu ikut bersamanya ke dapur.

Selagi Hyde memasak, kucing berbulu putih itu hanya duduk diam di salah satu meja, memperhatikan Hyde dengan mata lelahnya. Sampai Hyde selesai memasak, ia memberikan potongan ikan yang dimasaknya untuk kucing itu.

Sang kucing mulai melahap ikanya dengan enggan, badan kucing itu pun terlihat sangat rapyh, membuat Hyde semakin khawatir, apakah dia sakit?, atau mungkin dia terpisah dari majikan lamanya?

Akhirnya Hyde menghelai nafas kecil, ia sangat lelah, untunglah besok hari minggu, ia bisa membawa kucing itu ke dokter hewan atau polisi, jikala ada pemiliknya yang mencari kucing itu.

Hyde merebahkan dirinya pada kasur empuk dirinya, disebelahnya dibaringkan lah seekor kucing kecil yang tergolek lemas dan terlihat tidak memiliki tenaga.

Iseng Hyde mengangkat tubug mungil kucing itu lagi, menatapnya lekat - lekat, entah kenapa ia merasakan sensasi nyaman ketika melihat kucingtu.
Semilir angin lembut menerpa wajah Hyde, tiba tiba saja kornea mata pemuda itu berubah menjadi merah darah, dan tanpa sadar ia mengecup mulut kucing yang sedari tadi ada di gendonganya.

Dalam sekejap cahaya menyilaukan menyinari ruangan tersebut, membuat Hyde memejamkan matanya.

Entah kenapa tubuhnya terasa amat berat, di bukanya kedua belah matanya. terperanjat, ia melihat sesosok pria berwajah manis tengah menindihnya dengan pandangan mata yang sayu, lengkap dengan telinga dan ekor kucing.

"Ap-?"

Dengan cepat bibir Hyde dikecup dengan penuh nafsu oleh pemuda yang berada diatas tubuhnya, membuat Hyde tidak bisa berkutik, pemuda itu terus menempelkan bibirnya hingga perlahan lahan telinga dan ekornya berangsung angsur menghilang, dan wajah pemuda itu mulai merona merah.

Perlahan lahan pria itu menggulingkan badanya sehingga tidak menimpa Hyde lagi, kemudian ia terduduk sembari memeluk lututnya, butuh beberapa detik untuk Hyde menyadari bahwa lelaki itu sama sekali tidak mengenakan pakaian, bahka satu helai benang pun.

"Master..." ujar pemuda itu lirih.

Hyde menyeringitkan alisnya, master? Siapa itu? Apakah dia, bakan Hyde sama sekali tidak mengenal pemuda berwajah manis itu.

"Siapa Kau?" Tanya Hyde

TOBECON

Ulalalllaa hahaha aga pendek ya? Maafin karna diriku sedang lelah mengantri visa yang udh kayak ngantri konser (;_;)

Smooth criminal, mightnight Casino

Title : Smooth criminal final chapter, mightnight Casino *buset panjang amet ya* wkwkw
Genre : Romance, action~ *karna kemarin pada protes gaada actionya*
Pairing :...? Siapa lagi selain dua mahluk gunyu gunyu itu~

***

Miami, 22 Mei, 9 p.m

Hyde menghelai nafasnya dengan kesal.

Sudah lebih dari 2 jam mereka, ya mereka, Hyde - Ken - Yukkie duduk di sofa apartemen, menunggu seseorang yang masih setia berada di kamar mandi itu.

Hyde beberapa kali sudah mengetuk pintu kamar mandi, meminta agar orang itu cepat keluar, namun tetap saja orang itu tak bergeming, membuat Hyde akhirnya duduk pasrah bersama kedua temanya.

Setengah jam kemudian, pintu kamar mandi itu terbuka, memperlihatkan sesosok tubuh tinggi semampai yang berbalut dengan baju buatan guess atau Zara, tak lupa klit yang terpasang di pinggang lelaki itu.

"Te-tetchan"

Ketiga pria itu tiba tiba terbangun dari duduknya, melihat temanya (dan kekasihnya untuk Hyde) yang menurut mereka amat 'kawaii' itu.

"Kita kan mau ke casino... kenapa penampilanmu seperti itu..." seru Ken getir melihat penampilan Tetsu.

"Memangnya aneh ya..." tanya Tetsu sembari menatap dirinya di cermin.

"Ungg.. aku tidak tau sih sebenarnya.. namun penampilanmu.. lebih terlihat seperti artis yang ingin manggung" ucap Yukkie.

Tetsu memang saat ini sangatlah Kawaii, dengan rambut yang setengahnya di jepit, eyeliner tipis dan sedikit lipgloss *jangan tanya siapa yg dandanin*

Bajunya pun sangat berbeda dengan ketiga temanya yang memakai jas, Tetsu memilih menggunakan kaos ber merk guess berwarna pink yang ditutup dengan cardigan berwarna hitam, ditambah dengan skiny jeans berwarna senada dan ditutup klit bermotif koran, membuat dirinya bak seorang artis yang akan menggelar konser.

Hyde yang sedari tadi mematung akhirnya merengsek maju dan mendekap Tetsu, "kau cantik..." lirih Hyde kemudian mencumbu bibir kemerahan Tetsu.

"Hmmphh?"

"Hoi hoi jangan beradegan mesum disini, kita kan hari ini mau kerja" seru Ken sedikit frustasi.

Hyde dengan enggan menghentikan kecupanya pada Tetsu, kemudian menggandeng tangan lelaki manis itu, menghasilkan rona merah di pipi Tetsu.

Sementara itu Ken dan Yukkie mengehelai nafas lelah melihat bagaimana Hyde menjadi primitif mendadak saat bersama Tetsu.

***

Gemerlap lampu menyinari ground floor gedung casino itu, terlihat di sudut ruangan gadis gadis berpakaian seksi meliuk liukan badanya pada tiang yang bertengger diatas meja. Disisi lainya, terlihat orang orang yang sedang berjudi, entah hanya sekedar bermain poker atau blackjack.

Sesuai dengan arahan Yukkie tadi, Hyde - Ken - Tetsu mulai menyebar kearah spot mereka, mencari segala data dan informasi atas sang joker, pemilik Casino ini, sekaligus yang terbesar di Benua Amerika.

Sementara itu Yukkie mulai menyusup keruang kendali cctv, setelah sebelumnya ia dan Tetsu telah merantas jaringan di sana.

Hyde kini tengah asik bermain 'casino' sekaligus menanyakan tentang sang 'Joker', pemilik Casino yang paling disegani itu, ternyata memang cukup sulit untuk mendapatkan data sang Joker, semua orang menutup mulutnya.

Sementara itu disudut lain, Ken tengah mencubu salah satu gadis yang berkerja disana, sembari memainkan permainan nakalnya, terkadang diselipkan pertanyaan pertanyaan mengenai sang Joker. Pada awalnya gadis yang menjadi mangsa Ken tidak ingin mengatakan apapun, tapi setelah sedikit 'tekanan' akhirnya wanita itu memberikan informasinya.

Tetsu memilih untuk berjalan jalan menelusuri Casino tersebut, ia tidak bisa berjudi dan tidak bisa memikat wanita, bukankah lebih baik bila ia mencari informasi sendiri?

Ken yang merasa mendapatkan cukup informasi, mulai menceritakan kepada Yukkie, Tetsu dan Hyde tentang apa yang ia dapatkan, seperti sang Joker delalu berada di casino ini, brangkasnya, dan penjagaan ketat terhadap dirinya dan brangkasnya.

"Lalu, apakah gadis itu memberitaumu dimana ruang Joker dan brangkasnya berada?" Tanya Yukkie melalui speaker yang terpasang di kerah bajunya.

"Tidak.. ia sendiri tidak mengetahuinya" seru Ken pelan.

"Aku akan mencoba merantas jaringan disini, sepertinya sistimnya tidak terlalu rumit" bisik Tetsu pelan.

"Baiklah.. kita kembali ke spot masing masing, agar tidak menimbulkan kecurigaan" ucap Hyde, kemudian kembali bermain Casino nya.

"Baiklah.."

Tetsu berjalan cepat menuju toilet yang tersedia, setelah mengunci dirinya di salah satu bilik, ia mulai membuka tab nya, mencoba untuk merantas jaringan tersebut, walau sedikit lebih sulit dari biasanya, mengingat ini adalah sebuah Casino yang sangat terkenal.

"Nee Yukkie, kau masih di ruang cctv?" Seru Tetsu sembari mengotak atik tabnya.

"Ya Tetchan, ada apa?"

"Aku berhasil merantas sistem disini, aku akan mengirimkanya padamu"

"Baiklah Tetchan"

Dengan cepat, ke jari jari lentik Tetsu mulai bermain diatas tabnya, kemudian mengirimkan data data dan denah lokasi dimana sang Joker berada serta pergerakan semua bodyguard dan tentu saja brangkas milik sang joker tersebut.

Tak lama kemudian, layar cctv dimana Yukkie berada mulai mengeluarkan gambar denah serta titik titik merah yg disinyalir sebagai bodyguard sang Joker, tersenyum kecil, Tetsuya memang sangat jenius, bahkan terlalu jenius untuk ini.

"Nee.. Hyde, Ken kita mulai pergerakanya, Tetsu sudah mengirimkan semuanya, siapkan amunisi kalian" seru Yukkie melalu speakernya.

Di tempat lain, Hyde dan Ken saling berpadangan, kemudian tersenyum penuh arti

Let's game begin..

Tetsu perlahan menutup pintu kamar mandi, mendongakkan kepalanya, ia melihat dua pria berbadan tegap tengah menatapnya.

"Are you japanese?"

Dengan kaku Tetsu menganggukan kepalanya, jantungnya berdegup cepat, ia sangat takut jika pergerakan mereka mulai terendus.

Tiba tiba dua orang yang ada di hadapan Tetsu menundukan kepalanya, membuat Tetsu sedikit bingung.

"Mr Joker" seru keduanya dengan suara tegas.

Refleks Tetsu membalikan badanya, melihat lelaki berpakaian hitam yang berjalan kearahnya, lelaki itu sedikit terkejut melihat Tetsu kemudian tesenyum.

"Kau orang jepang?" Seru lelaki yang disebut sebut sebagai Joker itu dengan dialeg khas Kansai.

Tetsu menganggukan kepalanya dengan kaku, nafasnya tercekat, jadi inikah sang joker itu?

Pria itu tersenyum kemudian meraih tangan Tetsu, "Aku punya pekerjaan bagus untukmu, mari ikut ke ruanganku" ucapnya sembari 'menyeret' Tetsu menuju ruanganya.

***

Di tempat lain, Hyde, Ken dan Yukkie yang berpencar sudah berhasil menyapu bersih semua bodyguar bodyguard di tempat itu.

"Menurut Tetsu, ini ruangan Joker" seru Yukkie sembari melirik pda nya yang berkedip saat ia mengarahkan pada sebuah pintu yang penuh dengan ukiran.

"Ngomong ngomong, istrimu kemana Hyde" tanya Ken sembari me-reload handgun nya.

Hyde menggelengkan kepalanya, sebenarnya perasaanya tidak terlalu nyaman, ia merasakan sesuatu yang janggal pada Tetsu, namun ia berusaha menampiknya.

Kemudian dengan kasar, ketiga pria itu mendobrak pintu tersebut. Dengan sekali hentakan, pintu itu pun terbuka, menampilakn sosok bertubuh mungil tengah bersandar pada meja sembari menyilangkan kedua tanganya.

Hyde, Ken dan Yukkie langsung mengarahkan moncong handgun miliknya pada sosok tersebut.

"Selamat datang di casino milikku" seru pria tersebut dengan dialeg kansai nya.

Sementara itu, ketiga pria yang sedari tadi menodongkan pistol itu seidikit terkejut, mengetahui bahwa sang joker tersebut berasal dari jepang.

Lelaki itu membuka topengnya, memperlihatkan wajah yang sangat oriental, "perkenalkan, namaku Nishikawa Takaori, atau mungkin kalian mengenalku sebagai Joker nee?" Seru pria yang bernama asli Takanori tersebut.

"Kami sudah melumpuhkan semua  bodyguardmu, lebih baik kau menyerah saja, atau kami akan membunuhmu" seru Ken yang sudah dalam posisi siaga.

Takanori terkekeh pelan, "jadi, kalian telah membunuh semua bodyguardku? Ahh nereka terlalu lemah" ucap Takanori sembari bermain main dengan pisau lipat yang ada ditanganya.

"Cepat beritau kami dimana brangkasmu, dan kami tidak akan menyakitimu" titah Yukkie dengan suara yang tegas.

"Kalau aku tak mau?"

"Kami akan menyiksamu sampai kau mau mengatakanya" lanjut Hyde dengan suara beratnya.

Takanori tertawa pelan, kemudian dengan gerak cepat ia memutar kursi yang ada disebelahnya, memperlihatkan sosok Tetsu yang terikat dengan bibir yang disumpal oleh kain.

"Ah pasti kalian mengenal Tetsuya kan?" Seru Takanori dengan kekehan kecilnya.

"Grr.. bangsat, apa yang kau lakukan terhadapnya?!" Seru Hyde penuh amarah, berusaha merengsek maju, namun ditahan oleh Ken.

Dengan pelan Takanori berjalan mendekati wajah Tetsu, kemudian mengarahkan pisau lipatnya pada kerongkongan Tetsu.

"Jika kalian berani maju satu senti saja, aku akan membuatnya tak bisa bersuara lagi" ancam takanori sembari menempelkan ujung pisau itu pada kulit putih Tetsu.

sontak ketiga pria di depanya mematung, mereka tidak akan mengambil resiko, karna bisa jadi nyawa Tetsu ikut melayang.

Sementara itu Tetsu hanya bisa menitikkan air mata, rasa takut dan rasa bersalah memenuhi hatinya, karna ia yang cukup teledor akhirnya menjadi boomerang bagi teman temanya.

"Maaf..."

Yukkie yang sedari tadi terdiam mulai berseru lirih. "Kita bisa menyelamatkan Tetsu, diantara kita, harus ada yang menyusup ke belakang, lalu dua lagi mengalihkan perhatianya, jika berhasil saat ditembak tepat di kepala, maka ia akan limbung ke depan, dan pisau itu pasti terlepas, atau setidaknya jatuh kepangkuan Tetsu."
Hyde dan Ken menatap Yukkie yang tersenyum penuh arti.

"Aku dan Yukkie, berusaha untuk mengalihkan perhatianya, kau menyusup ke belakang mahluk cebol itu, mengerti?" Ucap Ken pada Hyde.

Hyde mengangguk, maka Ken dan Yukkie berjalan perlahan, menutup sosok Hyde yang mengendap menuju ke belakang, melewati meja kerja Takanori.

"Jadi.. apa maksudmu menyekapnya seperti itu?" Tanya Ken menatap Takanori.

Takanori menarik pisau yang sedari tadi menempel pada kulit kerongkongan Tetsu, kemudian menatap Ken dengan pandangan meremehkan.

"Well, aku merasa menyukainya" lirih Takanori sembari menarik ujung dagu Tetsu agar menatap matanya, kemudian menempelkan ujung pisau itu pada kulit dagu itu.

"Namun.. kalian, dan dia bersengkokol untuk merampokku, jadi aku rasa aku akan menjualnya, tubuhnya lebih dari cukup untuk di jual ke rumah bordir ya kan?" seru Takanori sambil terkekeh pelan.

"MATI KAU BRENGSEK" seru Hyde yang sudah berada tepat dibelakang Takanori, kemudian menembaknya pas di kepala, membuat tubuh kecil itu limbung kedepan dan jatuh.

Setelah yakin tubuh itu tak bergerak lagi, ketiga orang itu mulai membuka ikatan pada tubuh Tetsu, Hyde ikut membuka penyumpal mulut Tetsu.

"Haidoo.." seru Tetsu yang langsung memeluk kekasihnya dengan bergetar, "ma-maafkan aku.. rencana kita hampir gagal" lanjutnya lirih.

Hyde menepuk kepala Tetsu pelan, "Tenanglah, sekarang kamu aman kan? Jangan menangis lagi ya" ujar Hyde lembut, kemudian mengecup puncuk kepala Tetsu pelan.

Ken berdehem pelan, membuat kedua insan itu menolehkan kepalanya pada Ken. "Kita disini ingin merampok, bukan main sinetron" ucapnya dengan suara getir, yang dismabut dengan tawa kecil dari Tetsu.

"Iya Ken.. aku ingat kok" seru Tetsu lembut, "aku tunjukan brangkasnya, tadi aku sempat menanyakan dimana tempat itu" lanjut Tetsu.

***

"Kau yakin ini tempatnya Tetchan?" Seru Yukkie yang memandang awas pada brangkas tersebut.

"Aku rasa begitu" seru Tetsu yang masih fokus mengotak atik Tabnya yang tersambung pada tombol password kemudian mulai menekan enter, membuat pintu itu terbuka pelan.

Dengan cepat mereka memasuki brangkas tersebut. mata keempat pria itu tertuju oleh batu berwarna kebiruan seharga ratusan miliyar untuk satu batu saja.

Dengan gerak cepat, mereka mulai mengambil 4 batu berwarna saphire itu, dan memasukanya ke kantung kulit yang sudah disiapkan oleh Tetsu, agar tidak terdeteksi di bandara.

Tiba tiba saja lampu menjadi padam, kemudian muncul suara yang memekakan telinga. Yukkie yang pertama kali menyadarinya langsung menegang.

"Gedung ini dipasang bom, kita harus segera melarikan diri"

Sontak ketiga laki laki yang lain ikut menegang, mereka pun mulai berlari kecil menuju pintu keluar.

***

"Berapa lama lagi bomnya meledak" seru Ken ditengah larinya.

Mata Tetsu yang letih tiba tiba saja bertabrakan dengan angka angka merah yang terlihat seperti timer, matanya membulat melihat angka yang terbentuk. "30 detik lagi, cepat larinyaa" panik Tetsu.

Mereka pun mempercepat larinya menuju pintu keluar, dan refleks langsung tiarap sembari memegangi kepalanya, tidak sampai 5 detik, gedung itu pun meledak.

Keempat pria itu pun tertawa geli dan takut, telat 5 detik lagi, mereka akan ikut terpanggang dalam gedung itu.

"Kita kaya.." lirih Ken dengan tubuh bergetar kemudian terkekeh pelan.

Yukkie hanya tersenyum kecil kemudian mulai berdiri, "sebaiknya kita kembali ke apartement sebelum polisi datang"

Ketiga pria lainya pun dengan sigap berdiri dan memasuki limosin yang sudah mereka sewa sebelumnya  

***
Omake :

YUKKIE

Semilir angin menerpa wajah Yukkie yang tengah menyesap coklat hangatnya, di belakangnya terlihat seorang wanita yang berjalan kearah Yukkie kemudian memeluk pingging lelaki itu.

"Anata.. makanan sudah siap" seru wanita itu.

Yukkie membalikan badanya, kemudian mengecup bibir gadis itu pelan, "aku mencintaimu Chiaki"

Gadis yang dipanggil Chiaki itu tersenyum lembut, kemudian Yukkie mencium perut Chiaki yang sudah sedikit membesar, "aku tak sabar anak kita lahir" lanjutnya lembut.

"Aku juga mencintaimu Yukkie.. terima kasih telah menikahiku" seru Chiaki lirih sembari tersenyum bahagia.

KEN

Suara musik menghentak hentak seirung dengan taruan muda mudi pada dance floor yang semakin menjadi jadi 

Dipojok lainya seorang bartender sedak meracik minuman yang telah dipesan.

Seorang pria bertubuh tinggi dengan jas berwarna hitam menyeruak masuk dan duduk di depan bartender itu.

"Long island satu"

Bartender yang sedari tadi meracik minuman tersebut menghentikan gerakan dan menunduk hormat pafa sosok itu.

"Ken sama, tumben sekali anda mampir ke bar anda" seru sang bartender sembari memberikan pesananya.

"Hanya ingin mampir" seru Ken sembari menyesap minumanya.

Tak lama kemudian, muncul sesosok gadis semampai yang tersenyum saat melihat Ken, ia berjalan cepat dan duduk disebelah pria itu.

"Maaf menunggu aga lama" seru wanita itu sopan

Ken tersenyum pelan, " tidak apa apa". Kemudian ia berdiri dan merangkul gadis yang mengenakan dress vintage itu.

"Ayo kita jalan sayang" seru Ken lembut

HAITSU

"Enghh"

Hyde masih merengkuh badan ramping Tetsu yg belum mengenakan sehelai benangpun.

"Akhirnya kita bulan madu juga" seru Tetsu lirih sembari mengucek matanya

"Lalu kemarin bukan bulan madu?" Balah Hyde sembari menciumi leher Tetsu.

"Aakhh.. itu tidak kuhitung Doi-enghhh-ha, karna terpotong pekerja- akhhhh" ucap Tetsu diantara desahanya.

"Hmm..?" Desah Hyde sembari memberikan kissmark di leher Tetsu.

Tiba tiba saja Tetsu mendorong pundak Hyde menjauh, membuat Hyde mendesah kecewa.

"Kalau sampai bulan madu kita terganggu, jangan harap kau bisa menyentuhku" ancam Tetsu sembari menatap tajam Hyde.

Hyde merengsek maju kemudian mencium bibir Tetsu, "kau lebih dari segalanya sayang" bisik Hyde sensual.

Tiba tiba saja Handphone Hyde berbunyi, dengan malas ia menerima panggilan tersebut.

"Halo.. iya.. enghh apa? Misi lagi...?"

Hyde menatap Tetsu yang menatapnya tajam dengan mulut yang dimanyunkan.

Tiba tiba saja Hyde mematikan Handphonya kemudian kembali mengecup bibir Tetsu yang masih mengerucut.

"Hei.. aku tidak menerima pekerjaan kan?" Bisik Hyde pelan.

"Tapi moodku jadi jelek Haido.." seru Tetsu dengan nada sedikit sensual, "aku rasa... kau tau bagaimana menaikan moodku.." lanjutnya dnegan suara yang sengaja di desahkan.

Hyde meneguk liurnya dnegan sulit, kemudian ia menyentak tubuh Tetsu hingga jatuh tertidur di ranjang kingsize hotel bintang lima di hawaii itu.

"Aku sangat tau Tetchan.." seru Hyde dengan suara parau kemudian menindih tubuh Tetsu.

OWARI

Akhirnya fanfic nya selesai jugaaaaa kyaaaaa~ *joget hula hula*
Sesuai janji ff ini aku selesaiin sebelum aku pergi ke jepang haha.

Selamat menikmati semua (/ω\*)

Selasa, 15 Maret 2016

Smooth criminal, Night before mission

Title : Smooth criminal, A night before Mission
Genre : Romance, sappy(?)
Pair: Haitsu~

***

Hyde menatap Tetsu yang tengah terlelap di ranjang rumah sakit itu, terkadang dielusnya pipi putih yang masih membekas guratan dari pisau Gackt itu.

"Tuan Ogawa terluka pada bagian dalam tubuhnya, organ vitalnya sedikit memar, namun ia baik baik saja, dengan istirahat selama seminggu penuh, ia akan pulih kembali"

Tiba tiba saja perkataan dokter itu kembali terngiang di telinga Hyde, dengan kesal ia mengepalkan tangannya, rasanya walaupun Gackt sudah mati, tetap saja Hyde 100% yakin ingin mencincang mahluk yang berstatus sebagai Mantan temanya itu.

Ya, Mantan teman...

Hyde tidak pernah sudi menganggap mahluk yang telah melukai orang yang paling dikasihinya itu sebagai seorang teman lagi.

"Jadi... bagaimana ini semua bisa terjadi Haido?"

Hyde menoleh perlahan, ia menatap Ken yang memandangnya dengan pandangan beritahu - aku - apa - yang - terjadi - dengan - kalian.

Hyde menghela nafas pelan, "aku juga kurang mengerti Ken, Gaku bilang bahwa keluarga Tetsu adalah pelayan keluarganya, dan mereka berkhianat, berkhinat akan hal apa, aku juga tidak mengerti..." jelas Hyde sambil menjambak-jambak rambutnya.

"Enghh..."

Hyde dan Ken seketika menoleh mendengar erangan Tetsu, dengan sigap Hyde berjalan menuju ke tempat tidur Tetsu, sementara Ken hanya tersenyum kecil dan memberi lambaian tangan pada Tetsu, kemudian keluar dari ruangan itu, memberikan ruang bagi kedua pasangan itu untuk saling berbicara.

Hyde dengan cekatan membantu posisi Tetsu untuk duduk, kemudian memberikan segelas air.

"Ha-haido..? Ini dimana..?" Tanya Tetsu yang masih sedikit lemah.

Hyde mengelus kepala Tetsu perlahan, "kau di rumah sakit nee Tetchan, maafkan aku..." seru Hyde tercekak.

Tetsu tersenyum simpul sembari menatap Hyde lembut, namun tiba-tiba saja matanya membulat, ia meronggoh kantongnya, berusaha mencari-cari sesuatu, namun nihil, ia tidak dapat menemukan benda yang ia cari, wajah Tetsu kemudian menjadi murung seketika.

Hyde yang melihat gerak-gerik kekasihnya yang aneh itu dalam diam, kemudian alisnya menyeringit, "kau mencari apa Tetchan..?"

"....." Tetsu hanya menundukkan kepalanya, ia berencana memberikan benda itu pada Hyde, namun sepertinya terjatuh saat ia ditarik paksa ke dalam mobil.

Kemudian dengan cepat Hyde mengeluarkan sebuah kotak beludru berwana merah darah, mata Tetsu membulat seketika, melihat benda yang dicarinya ada di tangan Hyde, sedetik kemudian, tangan Tetsu menyambar kotak beludru itu, dan menggengamnya erat-erat.

"Da-dari mana kau mendapatkanya Haido..?" tanya Tetsu gugup.

Hyde mengangkat bahunya, "tadi dokter memberikannya padaku, katanya benda itu ada di saku celanamu"

Wajah Tetsu bertambah merah, ia menggengam lebih erat kotak mungil itu "k-kau sudah melihat isinya?" Tanyanya dengan suara gugup.

Hyde menggelengkan kepalanya. Tetsu menatapnya dengan tatapan sedikit lega, dan jujur itu membuat Hyde sedikit curiga.

Dengan sekali gerakan Tetsu menyodorkan kotak beludru warna merah darah itu, tepat di depan Hyde.

"Untukmu..." seru Tetsu seraya menundukkan kepalanya.

Hyde mengambil kotak beludru itu dan membukanya dengan perlahan, matanya menatap nanar benda yang berada di dalam kotak beludru itu.

"Ka-kau dulu sangat menginginkan benda itu kan Doiha.." lirih Tetsu, "kau selalu menyayangiku dan melindungiku.. aku ingin membalasnya.. walaupun aku rasa ini masih sangat kurang.." lanjut Tetsu setengah menunduk.

Perlahan buliran air mata bersarang di mata Hyde, dengan perlahan, diambilnya sebuah cincin dengan hiasan batu merah menyala, yang ditengahnya terdapat hiasan pentagram itu, kemudian ia merengkuh tubuh ramping Tetsu, mendekapnya dengan lembut, membuat Tetsu merasa nyaman.

"Kau tak perlu membalasnya Tetchan, dengan adanya kau di sisiku, itu sudah lebih dari cukup" bisik Hyde lembut, kemudian mencium kening Tetsu.

Wajah Tetsu memerah mendengar perkataan Hyde tadi, tangannya dengan perlahan melingkari pinggang Hyde. "Aku mencintaimu..." lirih Tetsu yang masih dalam dekapan Hyde.

"Begitupula aku..."

Hyde melepaskan pelukannya, kemudian meraih bibir ranum Tetsu, mengecupnya berkali-kali dengan nafsu, Tetsu pun hanya pasrah pada perlakuan kekasihnya itu, ia membuka mulutnya, membiarkan lidah Hyde mengeksploitasi mulutnya.

"Sepertinya kita datang di waktu yang salah"

Sontak Hyde dan Tetsu menghentikan ciuman mereka, terlihat sosok pemuda jangkung bersama dengan pemuda berambut spike tersenyum penuh arti

"Kalau kita tidak masuk, bisa-bisa Haido memperkosa Tetsu diranjang rumah sakit, Ken" ucap pria dengan tatanan rambut spike itu.

Pemuda yang disebut Ken itu terkekeh pelan, " sepertinya akan menjadi pemandangan yang menarik, nee Yukkie" serunya.

Wajah Tetsu memerah seketika, sementara Hyde menyeringai "kau mau melihatnya nee Kenchan? Kalau begitu nanti aku akan memberikan service yang paling menarik" seru Hyde sembari melipat tangannya.

Wajah Tetsu semakin memerah, membuat ia terlihat sangat menggemaskan, Hyde dan Ken semakin senang mengerjainya.

Sementara itu Yukkie hanya tertawa kecil saja, melihat Tetsu dengan wajah yang merah padam sembari menutup telinganya erat-erat, mendengar perkataan kotor yang keluar dari mulut Ken dan juga Hyde.

"Nee Tetchan.. soal tawaran waktu itu" seru Yukkie menatap Tetsu lekat, membuat Tetsu berhenti menutup kupingnya dan menatap Yukkie serius.

"Aku menyetujuinya, aku sudah keluar dari kepolisian Tetsu" lanjut Yukkie sembari mendekati Tetsu. Tetsu membulatkan matanya, kemudian tersenyum sangat cerah.

"Huwaaa Yukkie terima kasihhh" jerit Tetsu sembari memeluk Yukkie, membuat Hyde berdehem keras. Yukkie yang merasakan aura membunuh dari Hyde pun melepaskan pelukan Tetsu, daripada besok ia ditemukan mengambang di teluk Tokyo dengan keadaan tidak bernyawa.

Tetsu juga menatap Ken dengan pandangan berharap, seperti mengerti, Ken menganggukan kepalanya, membuat Tetsu tersenyum seperti anak kecil.

Yukkie menarik kursi ke sebelah Tetsu, kemudian memberikan Tetsu sebuah denah lokasi, Tetsu menerimanya dan melihatnya dengan seksama.

"Ini denah Casino yang sempat aku ceritakan padamu, bulatan merah itu adalah kamera cctv yang terpasang, lalu yang itu ruang kendali, dan di sebelah timur dimana mereka menyimpan brangkas, kita bisa menyamar menjadi pengunjung, Ken akan mengurusnya" jelas Yukkie.

Sementara itu Hyde dan Ken keluar dari ruangan itu dengan alibi ingin membeli bir. Setelah menutup pintu, Ken memberikan sebuah map kepada Hyde.

"Ini data yang kau cari Hyde" seru Ken.

Hyde membuka map itu dan membacanya dengan hati-hati, foto-foto yang tertera pun tak luput dari pengelihatannya.

"Ken.. be-benarkah ini?" Seru Hyde setengah tidak percaya.

"Ya Hyde, aku juga kaget, aku sama sekali tidak menyangka jika keluarga Tetsu adalah pelayan setia keluarga Camuii, marga Gackt, namun mereka berkhianat karena melindungi keluargamu,Hyde" lirih Ken

"Mereka mempertaruhkan nyawanya demi keluargaku.. dan aku berteman dengan orang yang membunuh keluarga Tetchan.. dan keluargaku sendiri..." Hyde meremas kepalanya frustasi.

"Keluarga Camuii sangat membenci keluargamu Hyde, karena keluargamu adalah detektif yang menghancurkan usaha gelap mereka" jelas Ken.

"Keluarga Tetsu diperintah untuk mencari segala data tentang keluargamu, namun mereka berkhianat dengan memberitau keluargamu dan memberikan data yang salah... tentu saja mereka harus membayar dengan nyawa mereka, beruntung Tetsu sempat melarikan diri saat itu" lanjut Ken.

Hyde mendesah kesal, kemudian meninju dinding rumah sakit, "jadi selama ini Gackt memperalatku dengan cara berteman denganku?"

Ken berusaha menenangkan Hyde, kemudian mereka kembali ke kamar inap Tetsu.

"Kalian darimana saja? Yukkie sudah menjelaskan semua detailnya padaku" sungut Tetsu.

Hyde dan Ken hanya tertawa melihat Tetsu dengan semangat menggebu-gebu itu. Perlahan Hyde berjalan kearah Tetsu dan merangkul bahu Tetsu.

"Maafkan aku sayang, sekarang bagaimana kalau kau jelaskan aku dan Ken rencana kalian itu" bisik Hyde lembut.

Wajah Tetsu memerah mendengar ucapan Hyde, kemudian dengan gugup ia menjelaskan dengan detail apa saja yang tadi ia dan Yukkie rundingkan.

Bersambung~

Hahha disini gaada action deshou? Gapapa yaaa~ kan lebih ke menjelaskan saja wkwkwk

Selasa, 08 Maret 2016

Smooth criminal, mission two

Title : Smooth crimnal, Mission Two
Genre : Action, Romance (as always :v)
pair : Hyde x Tetsu

***

[MISSION TWO]

[Osaka, 1 maret at 09 a.m]

Tetsu melangkah malas menuju salah satu apartemen mewah di kota Kansai itu, muka semakin cemberut takala melihat sang suami yang berjalan dengan langkah yang sangat ringan dan bahagia.

"Kenapa kau sangat bahagia Haido?! Kamu tidak suka bulan madu denganku ya" cerocos Tetsu yang kesal dengan tingkah Hyde yang terlihat bahagia itu.

Sontak Hyde menghentikan tingkahnya itu, kemudian memandang Tetsu dengan geli, melihat kekasihnya yang kesal itu amatlah lucu.

"Bukan begitu sayang" seru Hyde sembari merengkuh pinggang Tetsu, "Dia teman lamaku, dan tawaranya sangat menggiurkan loh~ aku janji setelah misi ini selesai kau bebas memilih tempat untuk bulan madu kita" bisik Hyde tepat di telinga Tetsu.

***
Hyde mengetuk pintu apartement yang tepat berada di lantai 14 itu. Dengan perlahan pintu itu terbuka, menampakan sosok tinggi tegap dengan potongan rambut pendek, tersenyum ke arah mereka.

"Haido kun, sudah lama tak berjumpa" serunya membuka kedua lengannya, menerima pelukan dari Hyde

"Sudah lama tak bertemu Gaku, apa kabar?" Balas Hyde sembari menepuk nepuk punggung teman lamanya itu. Sementara Tetsu hanya menatap diam kedua orang tersebut.

Setelah melepas pelukannya, Gackt mengajak mereka berdua memasuki mansionnya.

"Jadi? Ini yang namanya Tetsuya, Hyde?" Tanya Gackt sembari menatap Tetsu dari atas sampai bawah.

Hyde mengangguk mantap, "dia memang tipeku Gaku, genius, manis, dan tentu saja... sangat nikmat" kekeh Hyde yang disambut oleh cubitan Tetsu di pinggangnya.

"Hahaha, bisa saja kau Haido, menggoda kekasihmu di depanku seperti ini, lihat dia tegang dan memerah seperti itu" tawa Gackt melihat Tetsu yang sangat memerah.

Gackt kemudian mengambil document yang sudah disiapkannya dan memberikannya pada Hyde. "Tugasmu hanya membunuh semua di perusahaan ini, disana ada data-data orang yang terkait"
Hyde membolak balikan document yang diberikan Gackt tadi, kemudian membacanya dengan teliti satu persatu kertas itu, dan diberikannya pula Tetsu kertas berisi informas-informasi itu, agar Tetsu dapat memutuskan juga.

"Sepertinya tidak terlalu sulit Gaku" seru Hyde setelah selesai membaca semua informasi itu.

Gackt mengangkat bahu, "Sebaiknya jangan terlalu sombong dulu, itu bisa jadi bomerang buatmu"

"Mmm Terserah apa katamu lah, Document ini kubawa ya, aku ingin kembali ke hotel, tidak sabar menyentuhnya" seru Hyde pada Gackt.

Gackt hanya mengangguk sembari terkekeh melihat temannya yang  tidak bisa menahan gejolak nafsunya bersebelahan dengan kekasihnya itu, sementara Tetsu hanya membisu dan semakin memerah.

***
"Engg Hyde.. akhh..akh.."

Tetsu mencengkram seprainya dengan amat kuat saat Hyde menusukkan miliknya dengan sangat cepat, menghujani lubangnya.

"Ughhh Tetchan..." desah Hyde sembari mencengkram pinggul Tetsu, kemudian menyemprotkan cairan entah yang keberapa.

Hyde kemudian melepaskan miliknya dari lubang Tetsu dan menjatuhkan badannya tepat di sebelah sang kekasih.

"Nee..Doiha.." seru Tetsu lemah

Hyde memiringkan badannya dan menumpu kepalanya,dengan satu tangannya, menatap Tetsu yang kini tengah menatapnya.

"Aku rasa... bagaimana kalau kita tolak saja.."seru Tetsu sembari memainkan ujung selimutnya.

Hyde menatap bingung pada Tetsu, tidak biasanya ia menolak misi yang di berikan, malah biasanya ia yang paling semangat.

"Memangnya kenapa Tetchan?"

"Aku hanya merasa tak nyaman saja.. entah mengapa..." seru Tetsu yang terus memandang kearah bawah.

Hyde tersenyum kemudian merengkuh kekasihnya itu, "Tidak ada yang perlu ditakuti, aku berjanji akan menjagamu, dan kau pun harus berjanji tetap bersamaku"seru Hyde, kemudian mencium kening Tetsu.

Sesaat mata Tetsu berubah nanar, kemudian menatap Hyde lembut, "Ya, aku berjanji!" Seru Tetsu sembari memberikan kelingkingnya, yang disambut dengan tautan jari kelingking Hyde.

***

"Kenapa sih harus kamu yang melakukannya?" Tanya Hyde sembari menyetir mobil.

"Itu karena jika kau yang melakukannya, aku yakin kita tidak akan mendapatkan informasi sedikitpun Doiha, kau akan langsung menembak kepala mereka, bukan menggertak mereka" ceramah Tetsu yang membuat Hyde sedikit terhohok.

"Oke kau menang lagi Tetchan" seru Hyde sembari memarkirkan mobilnya, "hati-hati"

Tetsu menganggukan kepalanya, kemudian berjalan kearah toko kelontong tua yang menjadi target mereka.

Sementara itu, Hyde menatap kepergian Tetsu sembari mengawasi sekitar, kalau-kalau pergerakan mereka tercium oleh polisi.

15 kemudian Tetsu  kembali dengan wajah cemberut, kemudian ia masuk ke mobil tanpa melihat Hyde, Hyde bersumpah ia melihat sedikit bercak merah di baju Tetsu.

"Kau kenapa?" Tanya Hyde bingung.

"Menyebalkan sekali" seru Tetsu sembari memasang sabuk pengamannya, "mereka menembak diri mereka sebelum, aku mengancam mereka Doiha, bahkan aku harus menghancurkan cctv mereka sebelum pergi" kesal Tetsu. "untung saja di sekitar sana tidak ada orang" lanjutnya dengan wajah kesal yang sangat menggemaskan bagi Hyde.

Hyde terkekeh kemudian memberikan satu setel baju pada Tetsu, "Aku traktir pancake deh" seru Hyde yang membuat senyum kecil Tetsu mengembang. "tapi ganti baju dulu, aku tidak mau kita di pandang menyeramkan" lanjut Hyde kemudian mulai menyalakan mesin mobilnya.

Tetsu tidak berkomentar apapun, ia mulai membuka bajunya, menampakan dada putih yang masih memiliki bekas kissmark milik Hyde, membuat Hyde menegak ludahnya dengan susah.

***

"Pancakenya enak ya Haido~" seru Tetsu berjalan dengan sedikit meloncat, membuat dirinya terlihat seperti anak smp yang diajak jalan oleh kakaknya.

Hyde tersenyum kecut di sebelah Tetsu, "Bagaimana tidak enak, kamu memesan yang paling mahal Tetsu" ledek Hyde sambil tersenyum masam.

Tetsu mengerucutkan bibirnya, "Siapa suruh kau mentraktirku, lagi pula aku ini mahal D-o-i-h-a" seru Tetsu kemudian terkekeh.

Tiba tiba mata Tetsu menatap sebuah toko di pinggir jalan tersebut, toko yang mereka sempat datangi saat mereka masih SMA.

"Nee Haido tunggu disini sebentar, jangan kemana mana, jangan ikuti aku, ada yang ingin kubeli" seru Tetsu Kemudian berlari ke toko tersebut.

Hyde hanya menatap kepergian Tetsu dengan bingung, kemudian terkekeh kecil, mungkin Tetsu menemukan barang yang sudah lama di incar incar olehnya.

Kurang dari 15 menit Tetsu keluar dari toko tersebut, dengan senyuman yang mengembang di wajahnya, Hyde yang menatapnya sangat yakin bahwa Tetsu telah mendapatkan barang yang telah lama ia idam-idamkan.

Tiba tiba saja, dari arah berlawanan, muncul sebuah mini van yang berhenti tepat di sebelah Tetsu, kemudian menarik paksa Tetsu masuk, membuat Hyde yang sedari tadi menatapnya dengan senyuman tiba tiba saja membelalakan matanya, badannya terasa kaku, seperti di paku di sana.

"HYDEE~!!" Teriak Tetsu sebelum dirinya masuk sepenuhnya ke dalam mobil tersebut.

Teriakan Tetsu yang di bawa paksa itu menyadarkan Hyde, kemudian ia berlari ke mobilnya, berusaha mengejar mini van yang membawa kekasihnya itu.

Setelah berusaha mati matian mengejar mini van itu, Hyde akhirnya dapat melacak jejaknya, ia memarkirkan mobilnya di salah satu gedung tua tepat dimana mini van itu terparkir, sebuah handgun tak luput dari persiapannya, kalau kalau orang orang yang menyekap kekasihnya itu membawa senjata.

Dengan tergesa-gesa, ia memasuki gedung tua itu, mencari dimana letak Tetsu. Jantung Hyde berdetak semakin cepat saat ia sama sekali tidak menemukan keberadaan Tetsu, ia sadar, semakin lama ia tidak menemukan Tetsu, semakin Tetsu dalam bahaya.

Sementara itu, Tetsu yang sedari tadi di seret terus berusaha melepaskan dirinya, walapun hasilnya nihil, badannya terlalu kurus untuk bisa lepas dari jeratan orang-orang berbadan besar itu.

Sesampainya di salah satu sudut ruangan lantai tiga itu, salah seorang yang sedari menyeret Tetsu, melemparkan tubuhnya hingga menabrak dinding yang mulai berlumut, Tetsu pun dengan cepat berusaha lari, namun kedua orang berbadan tambun itu menangkap dan melempar badan Tetsu hingga menabrak dinding itu lagi.

"Kumohon lepaskan aku.. apa yang kalian inginkan" seru Tetsu sedikit takut.

Ketiga orang itu saling berpandangan, kemudian tertawa dengan sangat kencang, membuat tubuh Tetsu bergetar ketakutan, ia yakin orang-orang ini mempunyai rencana yang buruk terhadapnya.

"Maafkan kami manis.. kami tidak bisa, ada yang harus kami lakukan, dan kami membutuhkanmu" seru salah seorang  pria yang menatap Tetsu dengan pandangan buas.

Tetsu berjalan mundur dengan ketakutan, sementara pria tersebut mulai mendekati Tetsu, Tetsu yang masih dalam fase takut tidak menyadari bahwa ia sudah merapat dengan dinding, jadi ia terkurung oleh dinding dan lelaki tersebut.

"Tidak bisa lari ya sayang? Apakah kau takut " seru pemuda itu sembari menggengam tangan Tetsu erat, membuat Tetsu kesakitan.

"Ku-kumohon lepaskan aku" ucap Tetsu tercekak, tiba tiba saja tenaganya hilang, ia tidak bisa bela diri seperti Hyde, ia hanya mengandalkan otak dan senjata yang dibawanya, dan sialnya ia tidak membawa senjata sama sekali.

"Oh sayang kau menangis" seru sang pria sambil menyeka air mata Tetsu, Tetsu hanya menggelengkan kepalanya sembari menahan butiran-butiran yang jatuh, ia takut, sangat takut, ia membutuhkan Hyde saat ini juga.  lelaki itu hanya terkekeh melihat reaksi Tetsu. "nah teman teman, bantu aku mengikat dan menyumpal mulut indahnya" lanjutnya sembari mengoyakan baju yang dikenakan Tetsu.

"JA-JANGANNNNNNN"

***

Hyde yang masih mencari Tetsu tersentak kaget, ia mendengar teriakan kekasihnya itu, dan Hyde yakin 100% posisi Tetsu sama sekali tak aman.

Dengan langkah gusar ia menaiki tangga ke lantai tiga, ia yakin sekali bahwa Tetsu ada di lantai itu. Mata Hyde menyipit melihat salah satu ruangan yang di terangi oleh cahaya lampu kecil, dengan perlahan ia membukanya.

Matanya terbelalak melihat tubuh kekasihnya yang bergetar ketakutan, dengan ikatan di tangan dan kakinya, serta mulutnya yang tersumpal, juga bajunya yang sudah terkoyak, dan sebagian robek itu, sungguh ini bukan pemandangan yang ingin dilihat Hyde.

"Te-tetchan"

Wajah Tetsu yang tertunduk itu perlahan terangkat, terlihat sudut bibir Tetsu yang seidkit biru, Hyde yakin bahwa wajah Tetsu sempat di pukul, Tetsu yang menatap Hyde tiba tiba menggeleng gelengkan kepalanya dengan kuat, matanya menatap Hyde dengan pandangan yang sulit diartikan oleh Hyde.

"Tetchan? Ada apa?" Tanya Hyde bingung, ia mendekati Tetsu yang masih memandangnya dengan pandangan 'horor'. Tiba tiba saja Hyde dapat merasakan sesuatu menghantam punggungnya dengan keras..

Kemudian semuanya gelap....

***

Mata Hyde terbuka perlahan, ia dapat merasakan tangan dan kakinya terikat di sebuah kursi, setelah pandanganya mulai jelas, ia baru menyadari bahwa ia tidak berada di bangunan tua tadi ataupun rumahnya, ia mungkin berada di sebuah gudang barang barang berat dan minyak tanah.

"Kau sudah bangun"

Mata Hyde menyipit, mendengar suara yang ia rasa sangat familiar itu. Ia dapat melihat sosok tegap yang sangat ia kenali.

"Ga-gaku?"

Sosok tampan yang di panggil Gaku itu hanya menyeringai pelan, menatap tajam sahabatnya yang terikat itu.

"Bisa tolong lepaskan ikatanku ini" titah Hyde sembari menatap sahabatnya bingung, tidak mengerti apa yang terjadi.

Gackt memutar bola matanya, "aku ingin sekali melepasmu tapi...." seru Gackt mendekat kearah Hyde sembari menyeret seseorang, "....aku rasa kau ingin mengetahui rahasianya Haido" lanjut Gackt sembari melempar orang tersebut, hingga tepat berada di depan Hyde.

"Te-tetchan?"

Mata Hyde menatap nanar sosook Tetsu yang terikat, ia melihat Tetchanya hanya diam membisu, dan lagi pula Gackt sempat mengatakan 'rahasianya' rahasia Tetsu? Rahasia apa? sungguh kepala Hyde mau pecah sekarang.

Sementara itu Tetsu hanya menundukan kepalanya, ia tidak berani menatap kekasihnya saat ini. Gackt yang sedari tadi menatap Tetsu dan Hyde akhirnya mulai tertawa meremehkan, kemudian menjambak rambut Tetsu,

"Kau tidak mau memberitahukannya Tetsuya? Atau aku yang harus memberitahunya?" Seru Gackt lirih sembari mencengkram rahang Tetsu kencang, namun Tetsu tetap tidak bergeming.

"Jangan sentuh dia kau, grrr!" Marah Hyde, melihat kekasihnya diperlakukan dengan tidak baik oleh sahabatnya sendiri.

Mendengar perkataan itu Gackt tertawa kecil, ia meninggalkan,Tetsu yang masih jatuh terduduk di hadapan Hyde, kemudian merangkul Hyde yang masih terikat.

"Well sepertinya Tetsu tidak ingin memberitahumu ya?" Seru Gackt sembari menatap jijik pada sosok Tetsu yang gemetaran itu, "baiklah Haido sayang, aku akan memberitaumu.." bisik Gackt tepat di telinga Hyde.

"Apa maksudmu?" Geram Hyde sembari berusaha melepaskan ikatannya, namun hasilnya nihil.

Gackt mengangkat bahunya, "baiklah aku akan sedikit bercerita Haido" bisik Gackt sambil mengelus pipi Hyde.

"Keluarganya, adalah pelayan dari keluargaku Haido" bisik Gackt sembari tertawa mengejek, "dan kau tahu apa? Orang tuanya berkhianat, ya.. walau akhirnya orang-orangku yang membunuhnya" lanjut Gackt, membuat Hyde menatapnya dengan tatapan kebencian yang besar.

"Oh ya, apa aku lupa mengatakan ini?" Seru Gackt sembari mendekati Tetsu, kemudian menjambak surai halus itu, "jika saja orang tuamu tidak menjaganya, maka aku tidak akan membunuh mereka" lirih Gackt, kemudian menorehkan luka di pipi Tetsu menggunakan pisaunya.

"Akhh..." jerit Tetsu tertahan. 

"Brengsek, jangan sakiti Tetchan!" Jerit Hyde di ambang batas kesabarannya.

Gackt hanya terkekeh, "memangnya kau mau apa? Dia pelayanku, aku bebas melakukan apa saja" seru Gackt sembari menghempaskan Tetsu ke dinding, yang menghasilkan pekikan kesakitan dari Tetsu.

"Fuckk bangsatttt!! Jauhkan tanganmu dari Tetchan, keparattt" marah Hyde melihat Gackt yang memukuli dan sesekali menggoreskan pisau lipatnya pada wajah tetsu.

Gackt pun berhenti, ia mendekati Hyde dengan senyuman kecutnya, "wajahmu memang cantik Haido, tapi kau harus diajari sopan santun" seru Gackt sembari mengacungkan pisaunya tinggi tinggi, bersiap untuk menikam Hyde.

"Kumohon jangan sakiti Haido.." lirih Tetsu diambang kesadaranya.

Gackt pun membuang pisau lipatnya tepat di sisi Hyde, kemudian melangkah menuju Tetsu, dan menjambaknya lagi. "Bagaimana rasanya dilindungi oleh 'istri'mu Hyde?" Seru Gackt kemudian mencengkram leher Tetsu, membuat Tetsu kesulitan bernafas.

Tanpa Gackt sadari, Hyde berhasil mengambil pisau lipat yang dijatuhkan Gackt tersebut, kemudian Hyde berusaha melepas ikatannya menggunakan pisau lipat itu, setelah berhasil, ia pun mulai melepaskan ikatan di kakinya.

Kemudian dengan secepat kilat, Hyde menerjang tubuh besar Gackt, membuat cekikanya terhadap Tetsu terlepas, Tetsu pun dengan rakus berusaha mengambil nafas, mengisis paru-parunya yang tadi mendadak kosong dengan suplai oksigen.

Satu bogeman berhasil mendarat di pipi Gackt, membuat dirinya terhuyung kebelakang. Kesempatan itu pun tidak di sia-siakan Hyde, ia menambah satu pukulan yang berhasil melukai bibir Gackt.

Gackt pun tak tinggal diam, ia memberikan. pukulan tepat diwajah Hyde, membuat pipi Hyde membiru.

Hyde yang sudah diambang batas kemarahannya, mengunci pergerakan Gackt, dan dengan sekali hentakan, ia berhasil menjatuhkan Gackt kemudian mencekiknya.

"Ini karna kau berani menyentuh Tetchan" seru Hyde dingin kemudian memukul wajah Gackt hingga mengeluarkan darah.

"Ini karna kau melukai Tetchan"

Hyde memberikan bogem di sisi lain pipi Gackt, hingga membuat pipi itu membiru.

"Fu-fuck" seru Gackt, berusaha melepaskan diri dari Hyde, namun nihil, entah kenapa badan Hyde sama sekali tak bergeming.

"Dan yang ini, karna kau telah membuatnya menangis" bisik Hyde sembari membenturkan kepala Gackt pada lantai hingga mengeluarkan darah, Gackt pun tak sadarkan diri.

Dengan cepat Hyde berlari kearah Tetsu yang sudah berada diambang batas kesadarannya, Hyde pun merengkuh badan itu, dan membawanya keluar gudang tersebut.

"Ha-haido Maafkan aku.. semua salahku" lirih Tetsu dalam dekapan Hyde.

Mata Hyde mulai menitikan butiran bening, "tidak ada yang perlu dimaafkan Tetchan, aku tidak akan memaafkanmu jika kau meninggalkanku" lirih Hyde serak.

Tetsu hanya dapat memberikan senyum kecilnya yang terasa sangat berat, kemudian matanya mulai menutup, membuat Hyde semakin panik.

Dengan cepat Hyde menghubungi Ken, memintanya untuk menjemput mereka, untung saja Ken berada di sekitar tempat itu, membuatnya dapat menjemput kedua temannya dalam waktu kurang dari 15 menit.

Sebelum meninggalkan gudang itu, Hyde sempat melemparkan korek kedalam gedung itu, membuat ledakan besar, yang juga menghapus jejak mereka, setelah itu, Hyde memasuki mobil Ken, dan menuju rumah sakit terdekat.

-bersambung-

Kenapa bersambung? Karna kalau dilanjutin bakal lebih panjang lagi~ dan aku sudah sangat sangat butekkkk hahaha

Mohon bersabar ya~ kalau bisa banti aku cari judul buat lanjutan ffnya muahahaha