Title : Smooth crimnal, Mission Two
Genre : Action, Romance (as always :v)
pair : Hyde x Tetsu
***
[MISSION TWO]
[Osaka, 1 maret at 09 a.m]
Tetsu melangkah malas menuju salah satu apartemen mewah di kota Kansai itu, muka semakin cemberut takala melihat sang suami yang berjalan dengan langkah yang sangat ringan dan bahagia.
"Kenapa kau sangat bahagia Haido?! Kamu tidak suka bulan madu denganku ya" cerocos Tetsu yang kesal dengan tingkah Hyde yang terlihat bahagia itu.
Sontak Hyde menghentikan tingkahnya itu, kemudian memandang Tetsu dengan geli, melihat kekasihnya yang kesal itu amatlah lucu.
"Bukan begitu sayang" seru Hyde sembari merengkuh pinggang Tetsu, "Dia teman lamaku, dan tawaranya sangat menggiurkan loh~ aku janji setelah misi ini selesai kau bebas memilih tempat untuk bulan madu kita" bisik Hyde tepat di telinga Tetsu.
***
Hyde mengetuk pintu apartement yang tepat berada di lantai 14 itu. Dengan perlahan pintu itu terbuka, menampakan sosok tinggi tegap dengan potongan rambut pendek, tersenyum ke arah mereka.
"Haido kun, sudah lama tak berjumpa" serunya membuka kedua lengannya, menerima pelukan dari Hyde
"Sudah lama tak bertemu Gaku, apa kabar?" Balas Hyde sembari menepuk nepuk punggung teman lamanya itu. Sementara Tetsu hanya menatap diam kedua orang tersebut.
Setelah melepas pelukannya, Gackt mengajak mereka berdua memasuki mansionnya.
"Jadi? Ini yang namanya Tetsuya, Hyde?" Tanya Gackt sembari menatap Tetsu dari atas sampai bawah.
Hyde mengangguk mantap, "dia memang tipeku Gaku, genius, manis, dan tentu saja... sangat nikmat" kekeh Hyde yang disambut oleh cubitan Tetsu di pinggangnya.
"Hahaha, bisa saja kau Haido, menggoda kekasihmu di depanku seperti ini, lihat dia tegang dan memerah seperti itu" tawa Gackt melihat Tetsu yang sangat memerah.
Gackt kemudian mengambil document yang sudah disiapkannya dan memberikannya pada Hyde. "Tugasmu hanya membunuh semua di perusahaan ini, disana ada data-data orang yang terkait"
Hyde membolak balikan document yang diberikan Gackt tadi, kemudian membacanya dengan teliti satu persatu kertas itu, dan diberikannya pula Tetsu kertas berisi informas-informasi itu, agar Tetsu dapat memutuskan juga.
"Sepertinya tidak terlalu sulit Gaku" seru Hyde setelah selesai membaca semua informasi itu.
Gackt mengangkat bahu, "Sebaiknya jangan terlalu sombong dulu, itu bisa jadi bomerang buatmu"
"Mmm Terserah apa katamu lah, Document ini kubawa ya, aku ingin kembali ke hotel, tidak sabar menyentuhnya" seru Hyde pada Gackt.
Gackt hanya mengangguk sembari terkekeh melihat temannya yang tidak bisa menahan gejolak nafsunya bersebelahan dengan kekasihnya itu, sementara Tetsu hanya membisu dan semakin memerah.
***
"Engg Hyde.. akhh..akh.."
Tetsu mencengkram seprainya dengan amat kuat saat Hyde menusukkan miliknya dengan sangat cepat, menghujani lubangnya.
"Ughhh Tetchan..." desah Hyde sembari mencengkram pinggul Tetsu, kemudian menyemprotkan cairan entah yang keberapa.
Hyde kemudian melepaskan miliknya dari lubang Tetsu dan menjatuhkan badannya tepat di sebelah sang kekasih.
"Nee..Doiha.." seru Tetsu lemah
Hyde memiringkan badannya dan menumpu kepalanya,dengan satu tangannya, menatap Tetsu yang kini tengah menatapnya.
"Aku rasa... bagaimana kalau kita tolak saja.."seru Tetsu sembari memainkan ujung selimutnya.
Hyde menatap bingung pada Tetsu, tidak biasanya ia menolak misi yang di berikan, malah biasanya ia yang paling semangat.
"Memangnya kenapa Tetchan?"
"Aku hanya merasa tak nyaman saja.. entah mengapa..." seru Tetsu yang terus memandang kearah bawah.
Hyde tersenyum kemudian merengkuh kekasihnya itu, "Tidak ada yang perlu ditakuti, aku berjanji akan menjagamu, dan kau pun harus berjanji tetap bersamaku"seru Hyde, kemudian mencium kening Tetsu.
Sesaat mata Tetsu berubah nanar, kemudian menatap Hyde lembut, "Ya, aku berjanji!" Seru Tetsu sembari memberikan kelingkingnya, yang disambut dengan tautan jari kelingking Hyde.
***
"Kenapa sih harus kamu yang melakukannya?" Tanya Hyde sembari menyetir mobil.
"Itu karena jika kau yang melakukannya, aku yakin kita tidak akan mendapatkan informasi sedikitpun Doiha, kau akan langsung menembak kepala mereka, bukan menggertak mereka" ceramah Tetsu yang membuat Hyde sedikit terhohok.
"Oke kau menang lagi Tetchan" seru Hyde sembari memarkirkan mobilnya, "hati-hati"
Tetsu menganggukan kepalanya, kemudian berjalan kearah toko kelontong tua yang menjadi target mereka.
Sementara itu, Hyde menatap kepergian Tetsu sembari mengawasi sekitar, kalau-kalau pergerakan mereka tercium oleh polisi.
15 kemudian Tetsu kembali dengan wajah cemberut, kemudian ia masuk ke mobil tanpa melihat Hyde, Hyde bersumpah ia melihat sedikit bercak merah di baju Tetsu.
"Kau kenapa?" Tanya Hyde bingung.
"Menyebalkan sekali" seru Tetsu sembari memasang sabuk pengamannya, "mereka menembak diri mereka sebelum, aku mengancam mereka Doiha, bahkan aku harus menghancurkan cctv mereka sebelum pergi" kesal Tetsu. "untung saja di sekitar sana tidak ada orang" lanjutnya dengan wajah kesal yang sangat menggemaskan bagi Hyde.
Hyde terkekeh kemudian memberikan satu setel baju pada Tetsu, "Aku traktir pancake deh" seru Hyde yang membuat senyum kecil Tetsu mengembang. "tapi ganti baju dulu, aku tidak mau kita di pandang menyeramkan" lanjut Hyde kemudian mulai menyalakan mesin mobilnya.
Tetsu tidak berkomentar apapun, ia mulai membuka bajunya, menampakan dada putih yang masih memiliki bekas kissmark milik Hyde, membuat Hyde menegak ludahnya dengan susah.
***
"Pancakenya enak ya Haido~" seru Tetsu berjalan dengan sedikit meloncat, membuat dirinya terlihat seperti anak smp yang diajak jalan oleh kakaknya.
Hyde tersenyum kecut di sebelah Tetsu, "Bagaimana tidak enak, kamu memesan yang paling mahal Tetsu" ledek Hyde sambil tersenyum masam.
Tetsu mengerucutkan bibirnya, "Siapa suruh kau mentraktirku, lagi pula aku ini mahal D-o-i-h-a" seru Tetsu kemudian terkekeh.
Tiba tiba mata Tetsu menatap sebuah toko di pinggir jalan tersebut, toko yang mereka sempat datangi saat mereka masih SMA.
"Nee Haido tunggu disini sebentar, jangan kemana mana, jangan ikuti aku, ada yang ingin kubeli" seru Tetsu Kemudian berlari ke toko tersebut.
Hyde hanya menatap kepergian Tetsu dengan bingung, kemudian terkekeh kecil, mungkin Tetsu menemukan barang yang sudah lama di incar incar olehnya.
Kurang dari 15 menit Tetsu keluar dari toko tersebut, dengan senyuman yang mengembang di wajahnya, Hyde yang menatapnya sangat yakin bahwa Tetsu telah mendapatkan barang yang telah lama ia idam-idamkan.
Tiba tiba saja, dari arah berlawanan, muncul sebuah mini van yang berhenti tepat di sebelah Tetsu, kemudian menarik paksa Tetsu masuk, membuat Hyde yang sedari tadi menatapnya dengan senyuman tiba tiba saja membelalakan matanya, badannya terasa kaku, seperti di paku di sana.
"HYDEE~!!" Teriak Tetsu sebelum dirinya masuk sepenuhnya ke dalam mobil tersebut.
Teriakan Tetsu yang di bawa paksa itu menyadarkan Hyde, kemudian ia berlari ke mobilnya, berusaha mengejar mini van yang membawa kekasihnya itu.
Setelah berusaha mati matian mengejar mini van itu, Hyde akhirnya dapat melacak jejaknya, ia memarkirkan mobilnya di salah satu gedung tua tepat dimana mini van itu terparkir, sebuah handgun tak luput dari persiapannya, kalau kalau orang orang yang menyekap kekasihnya itu membawa senjata.
Dengan tergesa-gesa, ia memasuki gedung tua itu, mencari dimana letak Tetsu. Jantung Hyde berdetak semakin cepat saat ia sama sekali tidak menemukan keberadaan Tetsu, ia sadar, semakin lama ia tidak menemukan Tetsu, semakin Tetsu dalam bahaya.
Sementara itu, Tetsu yang sedari tadi di seret terus berusaha melepaskan dirinya, walapun hasilnya nihil, badannya terlalu kurus untuk bisa lepas dari jeratan orang-orang berbadan besar itu.
Sesampainya di salah satu sudut ruangan lantai tiga itu, salah seorang yang sedari menyeret Tetsu, melemparkan tubuhnya hingga menabrak dinding yang mulai berlumut, Tetsu pun dengan cepat berusaha lari, namun kedua orang berbadan tambun itu menangkap dan melempar badan Tetsu hingga menabrak dinding itu lagi.
"Kumohon lepaskan aku.. apa yang kalian inginkan" seru Tetsu sedikit takut.
Ketiga orang itu saling berpandangan, kemudian tertawa dengan sangat kencang, membuat tubuh Tetsu bergetar ketakutan, ia yakin orang-orang ini mempunyai rencana yang buruk terhadapnya.
"Maafkan kami manis.. kami tidak bisa, ada yang harus kami lakukan, dan kami membutuhkanmu" seru salah seorang pria yang menatap Tetsu dengan pandangan buas.
Tetsu berjalan mundur dengan ketakutan, sementara pria tersebut mulai mendekati Tetsu, Tetsu yang masih dalam fase takut tidak menyadari bahwa ia sudah merapat dengan dinding, jadi ia terkurung oleh dinding dan lelaki tersebut.
"Tidak bisa lari ya sayang? Apakah kau takut " seru pemuda itu sembari menggengam tangan Tetsu erat, membuat Tetsu kesakitan.
"Ku-kumohon lepaskan aku" ucap Tetsu tercekak, tiba tiba saja tenaganya hilang, ia tidak bisa bela diri seperti Hyde, ia hanya mengandalkan otak dan senjata yang dibawanya, dan sialnya ia tidak membawa senjata sama sekali.
"Oh sayang kau menangis" seru sang pria sambil menyeka air mata Tetsu, Tetsu hanya menggelengkan kepalanya sembari menahan butiran-butiran yang jatuh, ia takut, sangat takut, ia membutuhkan Hyde saat ini juga. lelaki itu hanya terkekeh melihat reaksi Tetsu. "nah teman teman, bantu aku mengikat dan menyumpal mulut indahnya" lanjutnya sembari mengoyakan baju yang dikenakan Tetsu.
"JA-JANGANNNNNNN"
***
Hyde yang masih mencari Tetsu tersentak kaget, ia mendengar teriakan kekasihnya itu, dan Hyde yakin 100% posisi Tetsu sama sekali tak aman.
Dengan langkah gusar ia menaiki tangga ke lantai tiga, ia yakin sekali bahwa Tetsu ada di lantai itu. Mata Hyde menyipit melihat salah satu ruangan yang di terangi oleh cahaya lampu kecil, dengan perlahan ia membukanya.
Matanya terbelalak melihat tubuh kekasihnya yang bergetar ketakutan, dengan ikatan di tangan dan kakinya, serta mulutnya yang tersumpal, juga bajunya yang sudah terkoyak, dan sebagian robek itu, sungguh ini bukan pemandangan yang ingin dilihat Hyde.
"Te-tetchan"
Wajah Tetsu yang tertunduk itu perlahan terangkat, terlihat sudut bibir Tetsu yang seidkit biru, Hyde yakin bahwa wajah Tetsu sempat di pukul, Tetsu yang menatap Hyde tiba tiba menggeleng gelengkan kepalanya dengan kuat, matanya menatap Hyde dengan pandangan yang sulit diartikan oleh Hyde.
"Tetchan? Ada apa?" Tanya Hyde bingung, ia mendekati Tetsu yang masih memandangnya dengan pandangan 'horor'. Tiba tiba saja Hyde dapat merasakan sesuatu menghantam punggungnya dengan keras..
Kemudian semuanya gelap....
***
Mata Hyde terbuka perlahan, ia dapat merasakan tangan dan kakinya terikat di sebuah kursi, setelah pandanganya mulai jelas, ia baru menyadari bahwa ia tidak berada di bangunan tua tadi ataupun rumahnya, ia mungkin berada di sebuah gudang barang barang berat dan minyak tanah.
"Kau sudah bangun"
Mata Hyde menyipit, mendengar suara yang ia rasa sangat familiar itu. Ia dapat melihat sosok tegap yang sangat ia kenali.
"Ga-gaku?"
Sosok tampan yang di panggil Gaku itu hanya menyeringai pelan, menatap tajam sahabatnya yang terikat itu.
"Bisa tolong lepaskan ikatanku ini" titah Hyde sembari menatap sahabatnya bingung, tidak mengerti apa yang terjadi.
Gackt memutar bola matanya, "aku ingin sekali melepasmu tapi...." seru Gackt mendekat kearah Hyde sembari menyeret seseorang, "....aku rasa kau ingin mengetahui rahasianya Haido" lanjut Gackt sembari melempar orang tersebut, hingga tepat berada di depan Hyde.
"Te-tetchan?"
Mata Hyde menatap nanar sosook Tetsu yang terikat, ia melihat Tetchanya hanya diam membisu, dan lagi pula Gackt sempat mengatakan 'rahasianya' rahasia Tetsu? Rahasia apa? sungguh kepala Hyde mau pecah sekarang.
Sementara itu Tetsu hanya menundukan kepalanya, ia tidak berani menatap kekasihnya saat ini. Gackt yang sedari tadi menatap Tetsu dan Hyde akhirnya mulai tertawa meremehkan, kemudian menjambak rambut Tetsu,
"Kau tidak mau memberitahukannya Tetsuya? Atau aku yang harus memberitahunya?" Seru Gackt lirih sembari mencengkram rahang Tetsu kencang, namun Tetsu tetap tidak bergeming.
"Jangan sentuh dia kau, grrr!" Marah Hyde, melihat kekasihnya diperlakukan dengan tidak baik oleh sahabatnya sendiri.
Mendengar perkataan itu Gackt tertawa kecil, ia meninggalkan,Tetsu yang masih jatuh terduduk di hadapan Hyde, kemudian merangkul Hyde yang masih terikat.
"Well sepertinya Tetsu tidak ingin memberitahumu ya?" Seru Gackt sembari menatap jijik pada sosok Tetsu yang gemetaran itu, "baiklah Haido sayang, aku akan memberitaumu.." bisik Gackt tepat di telinga Hyde.
"Apa maksudmu?" Geram Hyde sembari berusaha melepaskan ikatannya, namun hasilnya nihil.
Gackt mengangkat bahunya, "baiklah aku akan sedikit bercerita Haido" bisik Gackt sambil mengelus pipi Hyde.
"Keluarganya, adalah pelayan dari keluargaku Haido" bisik Gackt sembari tertawa mengejek, "dan kau tahu apa? Orang tuanya berkhianat, ya.. walau akhirnya orang-orangku yang membunuhnya" lanjut Gackt, membuat Hyde menatapnya dengan tatapan kebencian yang besar.
"Oh ya, apa aku lupa mengatakan ini?" Seru Gackt sembari mendekati Tetsu, kemudian menjambak surai halus itu, "jika saja orang tuamu tidak menjaganya, maka aku tidak akan membunuh mereka" lirih Gackt, kemudian menorehkan luka di pipi Tetsu menggunakan pisaunya.
"Akhh..." jerit Tetsu tertahan.
"Brengsek, jangan sakiti Tetchan!" Jerit Hyde di ambang batas kesabarannya.
Gackt hanya terkekeh, "memangnya kau mau apa? Dia pelayanku, aku bebas melakukan apa saja" seru Gackt sembari menghempaskan Tetsu ke dinding, yang menghasilkan pekikan kesakitan dari Tetsu.
"Fuckk bangsatttt!! Jauhkan tanganmu dari Tetchan, keparattt" marah Hyde melihat Gackt yang memukuli dan sesekali menggoreskan pisau lipatnya pada wajah tetsu.
Gackt pun berhenti, ia mendekati Hyde dengan senyuman kecutnya, "wajahmu memang cantik Haido, tapi kau harus diajari sopan santun" seru Gackt sembari mengacungkan pisaunya tinggi tinggi, bersiap untuk menikam Hyde.
"Kumohon jangan sakiti Haido.." lirih Tetsu diambang kesadaranya.
Gackt pun membuang pisau lipatnya tepat di sisi Hyde, kemudian melangkah menuju Tetsu, dan menjambaknya lagi. "Bagaimana rasanya dilindungi oleh 'istri'mu Hyde?" Seru Gackt kemudian mencengkram leher Tetsu, membuat Tetsu kesulitan bernafas.
Tanpa Gackt sadari, Hyde berhasil mengambil pisau lipat yang dijatuhkan Gackt tersebut, kemudian Hyde berusaha melepas ikatannya menggunakan pisau lipat itu, setelah berhasil, ia pun mulai melepaskan ikatan di kakinya.
Kemudian dengan secepat kilat, Hyde menerjang tubuh besar Gackt, membuat cekikanya terhadap Tetsu terlepas, Tetsu pun dengan rakus berusaha mengambil nafas, mengisis paru-parunya yang tadi mendadak kosong dengan suplai oksigen.
Satu bogeman berhasil mendarat di pipi Gackt, membuat dirinya terhuyung kebelakang. Kesempatan itu pun tidak di sia-siakan Hyde, ia menambah satu pukulan yang berhasil melukai bibir Gackt.
Gackt pun tak tinggal diam, ia memberikan. pukulan tepat diwajah Hyde, membuat pipi Hyde membiru.
Hyde yang sudah diambang batas kemarahannya, mengunci pergerakan Gackt, dan dengan sekali hentakan, ia berhasil menjatuhkan Gackt kemudian mencekiknya.
"Ini karna kau berani menyentuh Tetchan" seru Hyde dingin kemudian memukul wajah Gackt hingga mengeluarkan darah.
"Ini karna kau melukai Tetchan"
Hyde memberikan bogem di sisi lain pipi Gackt, hingga membuat pipi itu membiru.
"Fu-fuck" seru Gackt, berusaha melepaskan diri dari Hyde, namun nihil, entah kenapa badan Hyde sama sekali tak bergeming.
"Dan yang ini, karna kau telah membuatnya menangis" bisik Hyde sembari membenturkan kepala Gackt pada lantai hingga mengeluarkan darah, Gackt pun tak sadarkan diri.
Dengan cepat Hyde berlari kearah Tetsu yang sudah berada diambang batas kesadarannya, Hyde pun merengkuh badan itu, dan membawanya keluar gudang tersebut.
"Ha-haido Maafkan aku.. semua salahku" lirih Tetsu dalam dekapan Hyde.
Mata Hyde mulai menitikan butiran bening, "tidak ada yang perlu dimaafkan Tetchan, aku tidak akan memaafkanmu jika kau meninggalkanku" lirih Hyde serak.
Tetsu hanya dapat memberikan senyum kecilnya yang terasa sangat berat, kemudian matanya mulai menutup, membuat Hyde semakin panik.
Dengan cepat Hyde menghubungi Ken, memintanya untuk menjemput mereka, untung saja Ken berada di sekitar tempat itu, membuatnya dapat menjemput kedua temannya dalam waktu kurang dari 15 menit.
Sebelum meninggalkan gudang itu, Hyde sempat melemparkan korek kedalam gedung itu, membuat ledakan besar, yang juga menghapus jejak mereka, setelah itu, Hyde memasuki mobil Ken, dan menuju rumah sakit terdekat.
-bersambung-
Kenapa bersambung? Karna kalau dilanjutin bakal lebih panjang lagi~ dan aku sudah sangat sangat butekkkk hahaha
Mohon bersabar ya~ kalau bisa banti aku cari judul buat lanjutan ffnya muahahaha