Title : Smooth criminal final chapter, mightnight Casino *buset panjang amet ya* wkwkw
Genre : Romance, action~ *karna kemarin pada protes gaada actionya*
Pairing :...? Siapa lagi selain dua mahluk gunyu gunyu itu~
***
Miami, 22 Mei, 9 p.m
Hyde menghelai nafasnya dengan kesal.
Sudah lebih dari 2 jam mereka, ya mereka, Hyde - Ken - Yukkie duduk di sofa apartemen, menunggu seseorang yang masih setia berada di kamar mandi itu.
Hyde beberapa kali sudah mengetuk pintu kamar mandi, meminta agar orang itu cepat keluar, namun tetap saja orang itu tak bergeming, membuat Hyde akhirnya duduk pasrah bersama kedua temanya.
Setengah jam kemudian, pintu kamar mandi itu terbuka, memperlihatkan sesosok tubuh tinggi semampai yang berbalut dengan baju buatan guess atau Zara, tak lupa klit yang terpasang di pinggang lelaki itu.
"Te-tetchan"
Ketiga pria itu tiba tiba terbangun dari duduknya, melihat temanya (dan kekasihnya untuk Hyde) yang menurut mereka amat 'kawaii' itu.
"Kita kan mau ke casino... kenapa penampilanmu seperti itu..." seru Ken getir melihat penampilan Tetsu.
"Memangnya aneh ya..." tanya Tetsu sembari menatap dirinya di cermin.
"Ungg.. aku tidak tau sih sebenarnya.. namun penampilanmu.. lebih terlihat seperti artis yang ingin manggung" ucap Yukkie.
Tetsu memang saat ini sangatlah Kawaii, dengan rambut yang setengahnya di jepit, eyeliner tipis dan sedikit lipgloss *jangan tanya siapa yg dandanin*
Bajunya pun sangat berbeda dengan ketiga temanya yang memakai jas, Tetsu memilih menggunakan kaos ber merk guess berwarna pink yang ditutup dengan cardigan berwarna hitam, ditambah dengan skiny jeans berwarna senada dan ditutup klit bermotif koran, membuat dirinya bak seorang artis yang akan menggelar konser.
Hyde yang sedari tadi mematung akhirnya merengsek maju dan mendekap Tetsu, "kau cantik..." lirih Hyde kemudian mencumbu bibir kemerahan Tetsu.
"Hmmphh?"
"Hoi hoi jangan beradegan mesum disini, kita kan hari ini mau kerja" seru Ken sedikit frustasi.
Hyde dengan enggan menghentikan kecupanya pada Tetsu, kemudian menggandeng tangan lelaki manis itu, menghasilkan rona merah di pipi Tetsu.
Sementara itu Ken dan Yukkie mengehelai nafas lelah melihat bagaimana Hyde menjadi primitif mendadak saat bersama Tetsu.
***
Gemerlap lampu menyinari ground floor gedung casino itu, terlihat di sudut ruangan gadis gadis berpakaian seksi meliuk liukan badanya pada tiang yang bertengger diatas meja. Disisi lainya, terlihat orang orang yang sedang berjudi, entah hanya sekedar bermain poker atau blackjack.
Sesuai dengan arahan Yukkie tadi, Hyde - Ken - Tetsu mulai menyebar kearah spot mereka, mencari segala data dan informasi atas sang joker, pemilik Casino ini, sekaligus yang terbesar di Benua Amerika.
Sementara itu Yukkie mulai menyusup keruang kendali cctv, setelah sebelumnya ia dan Tetsu telah merantas jaringan di sana.
Hyde kini tengah asik bermain 'casino' sekaligus menanyakan tentang sang 'Joker', pemilik Casino yang paling disegani itu, ternyata memang cukup sulit untuk mendapatkan data sang Joker, semua orang menutup mulutnya.
Sementara itu disudut lain, Ken tengah mencubu salah satu gadis yang berkerja disana, sembari memainkan permainan nakalnya, terkadang diselipkan pertanyaan pertanyaan mengenai sang Joker. Pada awalnya gadis yang menjadi mangsa Ken tidak ingin mengatakan apapun, tapi setelah sedikit 'tekanan' akhirnya wanita itu memberikan informasinya.
Tetsu memilih untuk berjalan jalan menelusuri Casino tersebut, ia tidak bisa berjudi dan tidak bisa memikat wanita, bukankah lebih baik bila ia mencari informasi sendiri?
Ken yang merasa mendapatkan cukup informasi, mulai menceritakan kepada Yukkie, Tetsu dan Hyde tentang apa yang ia dapatkan, seperti sang Joker delalu berada di casino ini, brangkasnya, dan penjagaan ketat terhadap dirinya dan brangkasnya.
"Lalu, apakah gadis itu memberitaumu dimana ruang Joker dan brangkasnya berada?" Tanya Yukkie melalui speaker yang terpasang di kerah bajunya.
"Tidak.. ia sendiri tidak mengetahuinya" seru Ken pelan.
"Aku akan mencoba merantas jaringan disini, sepertinya sistimnya tidak terlalu rumit" bisik Tetsu pelan.
"Baiklah.. kita kembali ke spot masing masing, agar tidak menimbulkan kecurigaan" ucap Hyde, kemudian kembali bermain Casino nya.
"Baiklah.."
Tetsu berjalan cepat menuju toilet yang tersedia, setelah mengunci dirinya di salah satu bilik, ia mulai membuka tab nya, mencoba untuk merantas jaringan tersebut, walau sedikit lebih sulit dari biasanya, mengingat ini adalah sebuah Casino yang sangat terkenal.
"Nee Yukkie, kau masih di ruang cctv?" Seru Tetsu sembari mengotak atik tabnya.
"Ya Tetchan, ada apa?"
"Aku berhasil merantas sistem disini, aku akan mengirimkanya padamu"
"Baiklah Tetchan"
Dengan cepat, ke jari jari lentik Tetsu mulai bermain diatas tabnya, kemudian mengirimkan data data dan denah lokasi dimana sang Joker berada serta pergerakan semua bodyguard dan tentu saja brangkas milik sang joker tersebut.
Tak lama kemudian, layar cctv dimana Yukkie berada mulai mengeluarkan gambar denah serta titik titik merah yg disinyalir sebagai bodyguard sang Joker, tersenyum kecil, Tetsuya memang sangat jenius, bahkan terlalu jenius untuk ini.
"Nee.. Hyde, Ken kita mulai pergerakanya, Tetsu sudah mengirimkan semuanya, siapkan amunisi kalian" seru Yukkie melalu speakernya.
Di tempat lain, Hyde dan Ken saling berpadangan, kemudian tersenyum penuh arti
Let's game begin..
Tetsu perlahan menutup pintu kamar mandi, mendongakkan kepalanya, ia melihat dua pria berbadan tegap tengah menatapnya.
"Are you japanese?"
Dengan kaku Tetsu menganggukan kepalanya, jantungnya berdegup cepat, ia sangat takut jika pergerakan mereka mulai terendus.
Tiba tiba dua orang yang ada di hadapan Tetsu menundukan kepalanya, membuat Tetsu sedikit bingung.
"Mr Joker" seru keduanya dengan suara tegas.
Refleks Tetsu membalikan badanya, melihat lelaki berpakaian hitam yang berjalan kearahnya, lelaki itu sedikit terkejut melihat Tetsu kemudian tesenyum.
"Kau orang jepang?" Seru lelaki yang disebut sebut sebagai Joker itu dengan dialeg khas Kansai.
Tetsu menganggukan kepalanya dengan kaku, nafasnya tercekat, jadi inikah sang joker itu?
Pria itu tersenyum kemudian meraih tangan Tetsu, "Aku punya pekerjaan bagus untukmu, mari ikut ke ruanganku" ucapnya sembari 'menyeret' Tetsu menuju ruanganya.
***
Di tempat lain, Hyde, Ken dan Yukkie yang berpencar sudah berhasil menyapu bersih semua bodyguar bodyguard di tempat itu.
"Menurut Tetsu, ini ruangan Joker" seru Yukkie sembari melirik pda nya yang berkedip saat ia mengarahkan pada sebuah pintu yang penuh dengan ukiran.
"Ngomong ngomong, istrimu kemana Hyde" tanya Ken sembari me-reload handgun nya.
Hyde menggelengkan kepalanya, sebenarnya perasaanya tidak terlalu nyaman, ia merasakan sesuatu yang janggal pada Tetsu, namun ia berusaha menampiknya.
Kemudian dengan kasar, ketiga pria itu mendobrak pintu tersebut. Dengan sekali hentakan, pintu itu pun terbuka, menampilakn sosok bertubuh mungil tengah bersandar pada meja sembari menyilangkan kedua tanganya.
Hyde, Ken dan Yukkie langsung mengarahkan moncong handgun miliknya pada sosok tersebut.
"Selamat datang di casino milikku" seru pria tersebut dengan dialeg kansai nya.
Sementara itu, ketiga pria yang sedari tadi menodongkan pistol itu seidikit terkejut, mengetahui bahwa sang joker tersebut berasal dari jepang.
Lelaki itu membuka topengnya, memperlihatkan wajah yang sangat oriental, "perkenalkan, namaku Nishikawa Takaori, atau mungkin kalian mengenalku sebagai Joker nee?" Seru pria yang bernama asli Takanori tersebut.
"Kami sudah melumpuhkan semua bodyguardmu, lebih baik kau menyerah saja, atau kami akan membunuhmu" seru Ken yang sudah dalam posisi siaga.
Takanori terkekeh pelan, "jadi, kalian telah membunuh semua bodyguardku? Ahh nereka terlalu lemah" ucap Takanori sembari bermain main dengan pisau lipat yang ada ditanganya.
"Cepat beritau kami dimana brangkasmu, dan kami tidak akan menyakitimu" titah Yukkie dengan suara yang tegas.
"Kalau aku tak mau?"
"Kami akan menyiksamu sampai kau mau mengatakanya" lanjut Hyde dengan suara beratnya.
Takanori tertawa pelan, kemudian dengan gerak cepat ia memutar kursi yang ada disebelahnya, memperlihatkan sosok Tetsu yang terikat dengan bibir yang disumpal oleh kain.
"Ah pasti kalian mengenal Tetsuya kan?" Seru Takanori dengan kekehan kecilnya.
"Grr.. bangsat, apa yang kau lakukan terhadapnya?!" Seru Hyde penuh amarah, berusaha merengsek maju, namun ditahan oleh Ken.
Dengan pelan Takanori berjalan mendekati wajah Tetsu, kemudian mengarahkan pisau lipatnya pada kerongkongan Tetsu.
"Jika kalian berani maju satu senti saja, aku akan membuatnya tak bisa bersuara lagi" ancam takanori sembari menempelkan ujung pisau itu pada kulit putih Tetsu.
sontak ketiga pria di depanya mematung, mereka tidak akan mengambil resiko, karna bisa jadi nyawa Tetsu ikut melayang.
Sementara itu Tetsu hanya bisa menitikkan air mata, rasa takut dan rasa bersalah memenuhi hatinya, karna ia yang cukup teledor akhirnya menjadi boomerang bagi teman temanya.
"Maaf..."
Yukkie yang sedari tadi terdiam mulai berseru lirih. "Kita bisa menyelamatkan Tetsu, diantara kita, harus ada yang menyusup ke belakang, lalu dua lagi mengalihkan perhatianya, jika berhasil saat ditembak tepat di kepala, maka ia akan limbung ke depan, dan pisau itu pasti terlepas, atau setidaknya jatuh kepangkuan Tetsu."
Hyde dan Ken menatap Yukkie yang tersenyum penuh arti.
"Aku dan Yukkie, berusaha untuk mengalihkan perhatianya, kau menyusup ke belakang mahluk cebol itu, mengerti?" Ucap Ken pada Hyde.
Hyde mengangguk, maka Ken dan Yukkie berjalan perlahan, menutup sosok Hyde yang mengendap menuju ke belakang, melewati meja kerja Takanori.
"Jadi.. apa maksudmu menyekapnya seperti itu?" Tanya Ken menatap Takanori.
Takanori menarik pisau yang sedari tadi menempel pada kulit kerongkongan Tetsu, kemudian menatap Ken dengan pandangan meremehkan.
"Well, aku merasa menyukainya" lirih Takanori sembari menarik ujung dagu Tetsu agar menatap matanya, kemudian menempelkan ujung pisau itu pada kulit dagu itu.
"Namun.. kalian, dan dia bersengkokol untuk merampokku, jadi aku rasa aku akan menjualnya, tubuhnya lebih dari cukup untuk di jual ke rumah bordir ya kan?" seru Takanori sambil terkekeh pelan.
"MATI KAU BRENGSEK" seru Hyde yang sudah berada tepat dibelakang Takanori, kemudian menembaknya pas di kepala, membuat tubuh kecil itu limbung kedepan dan jatuh.
Setelah yakin tubuh itu tak bergerak lagi, ketiga orang itu mulai membuka ikatan pada tubuh Tetsu, Hyde ikut membuka penyumpal mulut Tetsu.
"Haidoo.." seru Tetsu yang langsung memeluk kekasihnya dengan bergetar, "ma-maafkan aku.. rencana kita hampir gagal" lanjutnya lirih.
Hyde menepuk kepala Tetsu pelan, "Tenanglah, sekarang kamu aman kan? Jangan menangis lagi ya" ujar Hyde lembut, kemudian mengecup puncuk kepala Tetsu pelan.
Ken berdehem pelan, membuat kedua insan itu menolehkan kepalanya pada Ken. "Kita disini ingin merampok, bukan main sinetron" ucapnya dengan suara getir, yang dismabut dengan tawa kecil dari Tetsu.
"Iya Ken.. aku ingat kok" seru Tetsu lembut, "aku tunjukan brangkasnya, tadi aku sempat menanyakan dimana tempat itu" lanjut Tetsu.
***
"Kau yakin ini tempatnya Tetchan?" Seru Yukkie yang memandang awas pada brangkas tersebut.
"Aku rasa begitu" seru Tetsu yang masih fokus mengotak atik Tabnya yang tersambung pada tombol password kemudian mulai menekan enter, membuat pintu itu terbuka pelan.
Dengan cepat mereka memasuki brangkas tersebut. mata keempat pria itu tertuju oleh batu berwarna kebiruan seharga ratusan miliyar untuk satu batu saja.
Dengan gerak cepat, mereka mulai mengambil 4 batu berwarna saphire itu, dan memasukanya ke kantung kulit yang sudah disiapkan oleh Tetsu, agar tidak terdeteksi di bandara.
Tiba tiba saja lampu menjadi padam, kemudian muncul suara yang memekakan telinga. Yukkie yang pertama kali menyadarinya langsung menegang.
"Gedung ini dipasang bom, kita harus segera melarikan diri"
Sontak ketiga laki laki yang lain ikut menegang, mereka pun mulai berlari kecil menuju pintu keluar.
***
"Berapa lama lagi bomnya meledak" seru Ken ditengah larinya.
Mata Tetsu yang letih tiba tiba saja bertabrakan dengan angka angka merah yang terlihat seperti timer, matanya membulat melihat angka yang terbentuk. "30 detik lagi, cepat larinyaa" panik Tetsu.
Mereka pun mempercepat larinya menuju pintu keluar, dan refleks langsung tiarap sembari memegangi kepalanya, tidak sampai 5 detik, gedung itu pun meledak.
Keempat pria itu pun tertawa geli dan takut, telat 5 detik lagi, mereka akan ikut terpanggang dalam gedung itu.
"Kita kaya.." lirih Ken dengan tubuh bergetar kemudian terkekeh pelan.
Yukkie hanya tersenyum kecil kemudian mulai berdiri, "sebaiknya kita kembali ke apartement sebelum polisi datang"
Ketiga pria lainya pun dengan sigap berdiri dan memasuki limosin yang sudah mereka sewa sebelumnya
***
Omake :
YUKKIE
Semilir angin menerpa wajah Yukkie yang tengah menyesap coklat hangatnya, di belakangnya terlihat seorang wanita yang berjalan kearah Yukkie kemudian memeluk pingging lelaki itu.
"Anata.. makanan sudah siap" seru wanita itu.
Yukkie membalikan badanya, kemudian mengecup bibir gadis itu pelan, "aku mencintaimu Chiaki"
Gadis yang dipanggil Chiaki itu tersenyum lembut, kemudian Yukkie mencium perut Chiaki yang sudah sedikit membesar, "aku tak sabar anak kita lahir" lanjutnya lembut.
"Aku juga mencintaimu Yukkie.. terima kasih telah menikahiku" seru Chiaki lirih sembari tersenyum bahagia.
KEN
Suara musik menghentak hentak seirung dengan taruan muda mudi pada dance floor yang semakin menjadi jadi
Dipojok lainya seorang bartender sedak meracik minuman yang telah dipesan.
Seorang pria bertubuh tinggi dengan jas berwarna hitam menyeruak masuk dan duduk di depan bartender itu.
"Long island satu"
Bartender yang sedari tadi meracik minuman tersebut menghentikan gerakan dan menunduk hormat pafa sosok itu.
"Ken sama, tumben sekali anda mampir ke bar anda" seru sang bartender sembari memberikan pesananya.
"Hanya ingin mampir" seru Ken sembari menyesap minumanya.
Tak lama kemudian, muncul sesosok gadis semampai yang tersenyum saat melihat Ken, ia berjalan cepat dan duduk disebelah pria itu.
"Maaf menunggu aga lama" seru wanita itu sopan
Ken tersenyum pelan, " tidak apa apa". Kemudian ia berdiri dan merangkul gadis yang mengenakan dress vintage itu.
"Ayo kita jalan sayang" seru Ken lembut
HAITSU
"Enghh"
Hyde masih merengkuh badan ramping Tetsu yg belum mengenakan sehelai benangpun.
"Akhirnya kita bulan madu juga" seru Tetsu lirih sembari mengucek matanya
"Lalu kemarin bukan bulan madu?" Balah Hyde sembari menciumi leher Tetsu.
"Aakhh.. itu tidak kuhitung Doi-enghhh-ha, karna terpotong pekerja- akhhhh" ucap Tetsu diantara desahanya.
"Hmm..?" Desah Hyde sembari memberikan kissmark di leher Tetsu.
Tiba tiba saja Tetsu mendorong pundak Hyde menjauh, membuat Hyde mendesah kecewa.
"Kalau sampai bulan madu kita terganggu, jangan harap kau bisa menyentuhku" ancam Tetsu sembari menatap tajam Hyde.
Hyde merengsek maju kemudian mencium bibir Tetsu, "kau lebih dari segalanya sayang" bisik Hyde sensual.
Tiba tiba saja Handphone Hyde berbunyi, dengan malas ia menerima panggilan tersebut.
"Halo.. iya.. enghh apa? Misi lagi...?"
Hyde menatap Tetsu yang menatapnya tajam dengan mulut yang dimanyunkan.
Tiba tiba saja Hyde mematikan Handphonya kemudian kembali mengecup bibir Tetsu yang masih mengerucut.
"Hei.. aku tidak menerima pekerjaan kan?" Bisik Hyde pelan.
"Tapi moodku jadi jelek Haido.." seru Tetsu dengan nada sedikit sensual, "aku rasa... kau tau bagaimana menaikan moodku.." lanjutnya dnegan suara yang sengaja di desahkan.
Hyde meneguk liurnya dnegan sulit, kemudian ia menyentak tubuh Tetsu hingga jatuh tertidur di ranjang kingsize hotel bintang lima di hawaii itu.
"Aku sangat tau Tetchan.." seru Hyde dengan suara parau kemudian menindih tubuh Tetsu.
OWARI
Akhirnya fanfic nya selesai jugaaaaa kyaaaaa~ *joget hula hula*
Sesuai janji ff ini aku selesaiin sebelum aku pergi ke jepang haha.
Selamat menikmati semua (/ω\*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar