Selasa, 15 Maret 2016

Smooth criminal, Night before mission

Title : Smooth criminal, A night before Mission
Genre : Romance, sappy(?)
Pair: Haitsu~

***

Hyde menatap Tetsu yang tengah terlelap di ranjang rumah sakit itu, terkadang dielusnya pipi putih yang masih membekas guratan dari pisau Gackt itu.

"Tuan Ogawa terluka pada bagian dalam tubuhnya, organ vitalnya sedikit memar, namun ia baik baik saja, dengan istirahat selama seminggu penuh, ia akan pulih kembali"

Tiba tiba saja perkataan dokter itu kembali terngiang di telinga Hyde, dengan kesal ia mengepalkan tangannya, rasanya walaupun Gackt sudah mati, tetap saja Hyde 100% yakin ingin mencincang mahluk yang berstatus sebagai Mantan temanya itu.

Ya, Mantan teman...

Hyde tidak pernah sudi menganggap mahluk yang telah melukai orang yang paling dikasihinya itu sebagai seorang teman lagi.

"Jadi... bagaimana ini semua bisa terjadi Haido?"

Hyde menoleh perlahan, ia menatap Ken yang memandangnya dengan pandangan beritahu - aku - apa - yang - terjadi - dengan - kalian.

Hyde menghela nafas pelan, "aku juga kurang mengerti Ken, Gaku bilang bahwa keluarga Tetsu adalah pelayan keluarganya, dan mereka berkhianat, berkhinat akan hal apa, aku juga tidak mengerti..." jelas Hyde sambil menjambak-jambak rambutnya.

"Enghh..."

Hyde dan Ken seketika menoleh mendengar erangan Tetsu, dengan sigap Hyde berjalan menuju ke tempat tidur Tetsu, sementara Ken hanya tersenyum kecil dan memberi lambaian tangan pada Tetsu, kemudian keluar dari ruangan itu, memberikan ruang bagi kedua pasangan itu untuk saling berbicara.

Hyde dengan cekatan membantu posisi Tetsu untuk duduk, kemudian memberikan segelas air.

"Ha-haido..? Ini dimana..?" Tanya Tetsu yang masih sedikit lemah.

Hyde mengelus kepala Tetsu perlahan, "kau di rumah sakit nee Tetchan, maafkan aku..." seru Hyde tercekak.

Tetsu tersenyum simpul sembari menatap Hyde lembut, namun tiba-tiba saja matanya membulat, ia meronggoh kantongnya, berusaha mencari-cari sesuatu, namun nihil, ia tidak dapat menemukan benda yang ia cari, wajah Tetsu kemudian menjadi murung seketika.

Hyde yang melihat gerak-gerik kekasihnya yang aneh itu dalam diam, kemudian alisnya menyeringit, "kau mencari apa Tetchan..?"

"....." Tetsu hanya menundukkan kepalanya, ia berencana memberikan benda itu pada Hyde, namun sepertinya terjatuh saat ia ditarik paksa ke dalam mobil.

Kemudian dengan cepat Hyde mengeluarkan sebuah kotak beludru berwana merah darah, mata Tetsu membulat seketika, melihat benda yang dicarinya ada di tangan Hyde, sedetik kemudian, tangan Tetsu menyambar kotak beludru itu, dan menggengamnya erat-erat.

"Da-dari mana kau mendapatkanya Haido..?" tanya Tetsu gugup.

Hyde mengangkat bahunya, "tadi dokter memberikannya padaku, katanya benda itu ada di saku celanamu"

Wajah Tetsu bertambah merah, ia menggengam lebih erat kotak mungil itu "k-kau sudah melihat isinya?" Tanyanya dengan suara gugup.

Hyde menggelengkan kepalanya. Tetsu menatapnya dengan tatapan sedikit lega, dan jujur itu membuat Hyde sedikit curiga.

Dengan sekali gerakan Tetsu menyodorkan kotak beludru warna merah darah itu, tepat di depan Hyde.

"Untukmu..." seru Tetsu seraya menundukkan kepalanya.

Hyde mengambil kotak beludru itu dan membukanya dengan perlahan, matanya menatap nanar benda yang berada di dalam kotak beludru itu.

"Ka-kau dulu sangat menginginkan benda itu kan Doiha.." lirih Tetsu, "kau selalu menyayangiku dan melindungiku.. aku ingin membalasnya.. walaupun aku rasa ini masih sangat kurang.." lanjut Tetsu setengah menunduk.

Perlahan buliran air mata bersarang di mata Hyde, dengan perlahan, diambilnya sebuah cincin dengan hiasan batu merah menyala, yang ditengahnya terdapat hiasan pentagram itu, kemudian ia merengkuh tubuh ramping Tetsu, mendekapnya dengan lembut, membuat Tetsu merasa nyaman.

"Kau tak perlu membalasnya Tetchan, dengan adanya kau di sisiku, itu sudah lebih dari cukup" bisik Hyde lembut, kemudian mencium kening Tetsu.

Wajah Tetsu memerah mendengar perkataan Hyde tadi, tangannya dengan perlahan melingkari pinggang Hyde. "Aku mencintaimu..." lirih Tetsu yang masih dalam dekapan Hyde.

"Begitupula aku..."

Hyde melepaskan pelukannya, kemudian meraih bibir ranum Tetsu, mengecupnya berkali-kali dengan nafsu, Tetsu pun hanya pasrah pada perlakuan kekasihnya itu, ia membuka mulutnya, membiarkan lidah Hyde mengeksploitasi mulutnya.

"Sepertinya kita datang di waktu yang salah"

Sontak Hyde dan Tetsu menghentikan ciuman mereka, terlihat sosok pemuda jangkung bersama dengan pemuda berambut spike tersenyum penuh arti

"Kalau kita tidak masuk, bisa-bisa Haido memperkosa Tetsu diranjang rumah sakit, Ken" ucap pria dengan tatanan rambut spike itu.

Pemuda yang disebut Ken itu terkekeh pelan, " sepertinya akan menjadi pemandangan yang menarik, nee Yukkie" serunya.

Wajah Tetsu memerah seketika, sementara Hyde menyeringai "kau mau melihatnya nee Kenchan? Kalau begitu nanti aku akan memberikan service yang paling menarik" seru Hyde sembari melipat tangannya.

Wajah Tetsu semakin memerah, membuat ia terlihat sangat menggemaskan, Hyde dan Ken semakin senang mengerjainya.

Sementara itu Yukkie hanya tertawa kecil saja, melihat Tetsu dengan wajah yang merah padam sembari menutup telinganya erat-erat, mendengar perkataan kotor yang keluar dari mulut Ken dan juga Hyde.

"Nee Tetchan.. soal tawaran waktu itu" seru Yukkie menatap Tetsu lekat, membuat Tetsu berhenti menutup kupingnya dan menatap Yukkie serius.

"Aku menyetujuinya, aku sudah keluar dari kepolisian Tetsu" lanjut Yukkie sembari mendekati Tetsu. Tetsu membulatkan matanya, kemudian tersenyum sangat cerah.

"Huwaaa Yukkie terima kasihhh" jerit Tetsu sembari memeluk Yukkie, membuat Hyde berdehem keras. Yukkie yang merasakan aura membunuh dari Hyde pun melepaskan pelukan Tetsu, daripada besok ia ditemukan mengambang di teluk Tokyo dengan keadaan tidak bernyawa.

Tetsu juga menatap Ken dengan pandangan berharap, seperti mengerti, Ken menganggukan kepalanya, membuat Tetsu tersenyum seperti anak kecil.

Yukkie menarik kursi ke sebelah Tetsu, kemudian memberikan Tetsu sebuah denah lokasi, Tetsu menerimanya dan melihatnya dengan seksama.

"Ini denah Casino yang sempat aku ceritakan padamu, bulatan merah itu adalah kamera cctv yang terpasang, lalu yang itu ruang kendali, dan di sebelah timur dimana mereka menyimpan brangkas, kita bisa menyamar menjadi pengunjung, Ken akan mengurusnya" jelas Yukkie.

Sementara itu Hyde dan Ken keluar dari ruangan itu dengan alibi ingin membeli bir. Setelah menutup pintu, Ken memberikan sebuah map kepada Hyde.

"Ini data yang kau cari Hyde" seru Ken.

Hyde membuka map itu dan membacanya dengan hati-hati, foto-foto yang tertera pun tak luput dari pengelihatannya.

"Ken.. be-benarkah ini?" Seru Hyde setengah tidak percaya.

"Ya Hyde, aku juga kaget, aku sama sekali tidak menyangka jika keluarga Tetsu adalah pelayan setia keluarga Camuii, marga Gackt, namun mereka berkhianat karena melindungi keluargamu,Hyde" lirih Ken

"Mereka mempertaruhkan nyawanya demi keluargaku.. dan aku berteman dengan orang yang membunuh keluarga Tetchan.. dan keluargaku sendiri..." Hyde meremas kepalanya frustasi.

"Keluarga Camuii sangat membenci keluargamu Hyde, karena keluargamu adalah detektif yang menghancurkan usaha gelap mereka" jelas Ken.

"Keluarga Tetsu diperintah untuk mencari segala data tentang keluargamu, namun mereka berkhianat dengan memberitau keluargamu dan memberikan data yang salah... tentu saja mereka harus membayar dengan nyawa mereka, beruntung Tetsu sempat melarikan diri saat itu" lanjut Ken.

Hyde mendesah kesal, kemudian meninju dinding rumah sakit, "jadi selama ini Gackt memperalatku dengan cara berteman denganku?"

Ken berusaha menenangkan Hyde, kemudian mereka kembali ke kamar inap Tetsu.

"Kalian darimana saja? Yukkie sudah menjelaskan semua detailnya padaku" sungut Tetsu.

Hyde dan Ken hanya tertawa melihat Tetsu dengan semangat menggebu-gebu itu. Perlahan Hyde berjalan kearah Tetsu dan merangkul bahu Tetsu.

"Maafkan aku sayang, sekarang bagaimana kalau kau jelaskan aku dan Ken rencana kalian itu" bisik Hyde lembut.

Wajah Tetsu memerah mendengar ucapan Hyde, kemudian dengan gugup ia menjelaskan dengan detail apa saja yang tadi ia dan Yukkie rundingkan.

Bersambung~

Hahha disini gaada action deshou? Gapapa yaaa~ kan lebih ke menjelaskan saja wkwkwk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar