Selasa, 29 Maret 2016

Ma cutes puppet

Title : Ma cutes puppet
Genre : Romance, pg - 15 (atau nc - 17 ya (/ω\*) haha)
Pair : Haitsu

Terima kasih buat semua yang melecehkanku di grup (;_;) ampe jadi korban keganasanya Hedo dan Ken *masih trauma* ekwkwkw
Chapter 1 

Mentari sore menyinari jalan yang padat oleh kendaraan, tampak di sudut lain sekumpulan anak anak tengah bermain bola di lapangan tak jauh dari tempat itu.

Peluh keringat membasahi wajah ke 7 anak itu, tapi mereka tak berhenti begitu saja, permaiananya malah semakin panas. Terlihat seorang anak tengah menendang bola sehingga melambung tinggi dan jatuh tepat di depan seorang pria yang berjalan di lapangan itu.

"Niichan bisa lemparkan bola itu?" Seru salah seorang anak.

Pria yang mengenakan setelan jas hitam itu tersenyum ramah, kemudian menyepakkan bola tersebut.

"Apakah aku boleh ikut?" Tanya pemuda itu sembari membuka jas miliknya.

"Tentu saja Haido niichan boleh ikut" seru anak anak itu serempak.

Sudah menjadi kebiasaan Hyde setiap sore untuk bermain bola bersama anak anak di dekat mansion miliknya itu, setidaknya hal remeh seperti itu bise me-refersh otaknya yang sudah mau pecah sebagai salah satu eksekutif muda berbakat.

Setelah permainan kecil yang menghabiskan waktu hampir satu jam itu, Haido memilih untuk menyudahinya dan beristirahat di salah satu kursi disana.

Baru saja hendak ia buka botol air mineral yang ia dibelinya di vanding machine, tiba tiba saja ia mendengar suara kucing.

Menunduk, ia menemukan seekor kucing berbulu putih bersih tengah menatapnya dengan mata bulat yang nampak sayu dan kelelahan.

Tiba tiba saja Hyde merasakan sesuatu getaran saat melihat mata kucing itu, tanpa sadar ia telah mengangkat kucing itu hingga berhadapan dengan wajahnya.

"Aneh.. rasanya aku seperti pernah melihat kucing ini" lirih Hyde seraya memperhatikan wajah kucing yang tampak lemah itu.

Tiba tiba saja ia mengingat sesuatu, mimpinya saat ia masih kecil, saat kedua orang tuanya masih hidup, ia sering memimpikan mepunyai kucing yang sama persis seperti dihadapanya ini.

Melihat wujud kucing yang sangat 'menyedihkan' seperti itu membuat Hyde iba, ia pun memutuskan untuk membawa kucing itu ke mansionya.

***

Hyde membuka pintu mansionya, menampakan ruangan yang sangat mewah, mengingat bahwa ia adalah seorang eksekutif muda, bahkan sangat muda, bayangkan saja umurnya baru saja menginjak 27 tahun dan dia sudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tidak bisa dibilang sedikit.

Banyak orang yang menanyakan kenapa Hyde tidak menikah? Dengan wajah tampan dan karir menjulang seperti itu, bukanlah hal sulit untuk Hyde mendapatkan pendamping hidupnya, bahkan mereka akan mengantri untuk Hyde.

Namun Hyde tidak terlalu memperdulikanya, dia sangat gila kerja, lagi pula wanita wanita yang selalu berusaha mendekatinya adalah penjilat, dirinya sangat tau itu.

Tertawa kecil, akhirnya Hyde pun memutuskan untuk memandikan kucing itu, walaupun ia yakin kucing itu sudah bersih, lihat saja bulunya yang berwarna putih bersih seperti itu.

Awalnya Hyde kira, kucing itu akan memberontak saat ia memandikanya, seperti kucing pada umumnya yang akan memberontak, mencakar ataupun menggigit, namun kucing ini berbeda, ia hanya pasrah dan masih terlihat lemah saat Hyde mulai memandikanya dengan air hangat, jujur, hal itu membuatnya bingung.

Setelah memandikanya, Hyde mulai mengeringkan kucing itu dengan Hairdryer yang baru saja dibelinya (karna sebelumnya Hyde tidak pernah mengeringkan rambutnya dengan benda itu, cukup mendangalkan agin dan sinar matahari saja) setelah itu ia membawa kucing itu ikut bersamanya ke dapur.

Selagi Hyde memasak, kucing berbulu putih itu hanya duduk diam di salah satu meja, memperhatikan Hyde dengan mata lelahnya. Sampai Hyde selesai memasak, ia memberikan potongan ikan yang dimasaknya untuk kucing itu.

Sang kucing mulai melahap ikanya dengan enggan, badan kucing itu pun terlihat sangat rapyh, membuat Hyde semakin khawatir, apakah dia sakit?, atau mungkin dia terpisah dari majikan lamanya?

Akhirnya Hyde menghelai nafas kecil, ia sangat lelah, untunglah besok hari minggu, ia bisa membawa kucing itu ke dokter hewan atau polisi, jikala ada pemiliknya yang mencari kucing itu.

Hyde merebahkan dirinya pada kasur empuk dirinya, disebelahnya dibaringkan lah seekor kucing kecil yang tergolek lemas dan terlihat tidak memiliki tenaga.

Iseng Hyde mengangkat tubug mungil kucing itu lagi, menatapnya lekat - lekat, entah kenapa ia merasakan sensasi nyaman ketika melihat kucingtu.
Semilir angin lembut menerpa wajah Hyde, tiba tiba saja kornea mata pemuda itu berubah menjadi merah darah, dan tanpa sadar ia mengecup mulut kucing yang sedari tadi ada di gendonganya.

Dalam sekejap cahaya menyilaukan menyinari ruangan tersebut, membuat Hyde memejamkan matanya.

Entah kenapa tubuhnya terasa amat berat, di bukanya kedua belah matanya. terperanjat, ia melihat sesosok pria berwajah manis tengah menindihnya dengan pandangan mata yang sayu, lengkap dengan telinga dan ekor kucing.

"Ap-?"

Dengan cepat bibir Hyde dikecup dengan penuh nafsu oleh pemuda yang berada diatas tubuhnya, membuat Hyde tidak bisa berkutik, pemuda itu terus menempelkan bibirnya hingga perlahan lahan telinga dan ekornya berangsung angsur menghilang, dan wajah pemuda itu mulai merona merah.

Perlahan lahan pria itu menggulingkan badanya sehingga tidak menimpa Hyde lagi, kemudian ia terduduk sembari memeluk lututnya, butuh beberapa detik untuk Hyde menyadari bahwa lelaki itu sama sekali tidak mengenakan pakaian, bahka satu helai benang pun.

"Master..." ujar pemuda itu lirih.

Hyde menyeringitkan alisnya, master? Siapa itu? Apakah dia, bakan Hyde sama sekali tidak mengenal pemuda berwajah manis itu.

"Siapa Kau?" Tanya Hyde

TOBECON

Ulalalllaa hahaha aga pendek ya? Maafin karna diriku sedang lelah mengantri visa yang udh kayak ngantri konser (;_;)

1 komentar: