Kawaii ne~
Senin, 28 Agustus 2017
On rainy day
Selasa, 25 Oktober 2016
What is love (the fate)
What is love (fate)
Mata Tetsu bengkak.
Tidak bisa di pungkiri bahwa ia belakangan ini terlalu banyak menangis, entah bagaimana jiwanya sangat labil, bahkan untuk tidur dengan nyenyak saja, merupakan seusatu yang sulit untuk Tetsu.
Menghelai nafas berat, beberapa kali memori akan dirinya dimasa lalu terus terusan menyerang otakknya, membuat dadanya terasa sangat sakit, dulu.. jauh sebelum mereka terkenal saat ini, hanya ada Tetsu dan Haido, hidup yang serba pas pasan, namun terasa sangat indah. Masa dimana mereka bebas melakukan apa saja, tanpa perlu takut dilihat halayak, masa dimana kapan saja dan dimana saja mereka bisa berpegangan tangan, tanpa takut paparazi, masa dimana Tetsu merasakan sangat mencintai seseorang dan dicintai oleh seseorang.
Namun Tetsu tau, seiring dengan terkenalnya mereka, itu pula salah satu penyebab dimana hubungan terlarang itu memudar, mereka harus mulai menahan diri untuk tidak menunjukan cinta mereka, harus merelakan semuanya.
Termasuk nerelakan Hyde menikahi wanita itu
Tetsu sadar betul, Hyde tidak rela meninggalkanya, ia sadar lagu pieces yang ditulis Hyde untuk dirinya, secara tidak langsung Hyde memintanya untuk menyerah, dan mencari penggantinya, namun tentu saja Tetsu tidak bisa, dan tidak akan pernah bisa, maka dari itu ia menjawabnya dengan lagu Times goes on. "Aku akan berusaha menjadi badut, demi senyumanmu"
Jadi beginilah Tetsu sekarang, menjadi badut, menekan perasaan bertahun tahun, menyiksa dirinya dengan senang hati. Well, cinta itu pengorbanan kan?
Tertawa miris, Tetsu menggengam handphone miliknya dengan kuat, akal sehatnya mulai memudar, ia ingin bertemu dengan orang itu, orang yang berhasil menarik perhatianya, orang yang berhasil membuatnya gila seperti sekarang ini.
Dengan perlahan ia mulai mengetik mail melalu handphone nya, entah keberanian dari mana, tapi setelah bertahun tahun, ia akhirnya berani (atau sudah tak perduli lagi) untuk mengirim mail untuk kekasihnya. well, Tetsu masih menganggap Hyde kekasihnya sampai saat ini, walaupun mereka sudah dimiliki orang lain.
Jika kita memang ditakdirkan bersama, malam ini kita bisa bertemu Hyde..
***
Meeting Vamps seperti biasa.
Hyde memijat pelipisnya pelan, lagi lagi rapat yang sangat membosankan, kepalanya sudah mulai pening mendengar ocehan orang orang ber jas itu, lagi pula badanya seperti sudah rontok terbelenggu oleh jadwal Vamps yang sangat 'membunuh' itu.
"Jadi perayaan bulanan Halloween party tahun ini diadakan di 3 tempat, Kobe, Chiba dan Osaka-"
Hyde memejamkan matanya perlahan, lagi lagi Osaka, Hyde muak dan rindu dengan kota tersebut, rindu sekaligus muak dengan kenangan manis yang tidak dapat dihapusnya, kenangan yang sudah bertahun tahun terlewati, tetapi masih saja segar di pikiranya.
Andaikan aku bisa kembali ke jaman itu...
"Haido... Haido san!"
Refleks Hyde membuka matanya.
"Ada apa?" Tanya Hyde acuh tak acuh.
"Rapat kali ini sampai disini dulu, melihat kondisi anda yang sudah tidak memungkinkan lagi, rapat akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda-"
Hyde hanya tersenyum manis sembari menganggukan kepalanya, ia sudah tidak mendengar apayang diucapkan staff tersebut, sekarang yang dibutuhkanya adalah Istirahat.
Keluar dari meeting terasa seperti keluar dari penjara untuk Hyde. Setelah memberi salam kepada rekan rekanya, ia mulai berjalan ke parkiran mobil. Tiba tiba sekelibat kenangan menyeruak otaknya, dimana Tetchan marah sekaligus khawatir karna jadwal Vamps yang menurut Tetsu sangat 'tidak sehat', well Tetsu benar, namun karna ego Hyde yang besar, masalah itu pun mulai berubah menjadi pertengkaran kecil, menjengkelkan sekaligus menggemaskan, dan Hyde ingat betul pertengkaran mereka berakhir diranjang, selalu seperti itu.
"Mungkin sedikit minum untuk hari ini" gumam Hyde miris.
Saat Hyde mulai menyalakan mobilnya, tiba tiba saja handphone nya berdering, menandakan bahwa ada email yang masuk, dengan malas ia melihat ke layar handphone nya. Matanya membulat, melihat siapa pengirim mail tersebut.
"Tetsuya..."
Sudah lama sekali semenjak Tetsu terakhir mengiriminya mail.
Dengan perasaan tak menentu, dibukanya email tersebut, matanya semakin membulat melihat kumpulan kata yang di rangkai oleh Tetsu.
"Malam ini kita harus bertemu, kau tau harus menemuiku dimana"
kalimat ambigu yang dikirimkan oleh Tetsu tersebut membuat Hyde kembali memijat pelipisnya, dibacanya terus menerus, berharap ada hint dari setiap kalimat yang dirangkai oleh Tetsu.
"Tetsu.. dia menyukai tempat tinggi.. dia menyukai melihat pemandnagan dari lantai atas jika kita sedang berbicara penting" Lirih Hyde pada dirinya sendiri.
Tiba tiba saja matanya membulat, ia ingat satu tempat, tempat dimana ia bisa menemukan Tetsu.
Jika mereka ditakdirkan bersama, malam ini mereka bertemu.
***
Tetsu merebahkan badanya yang masih menggunakan bathrobe pada kasur kingsize di hadapanya, menggulingkan dirinya ke kanan, samar sama ia bisa melihat pemandangan kota Tokyo dari jendela ruangan tersebut, walaupun tidak terlalu jelas, karna lampu kamar sudah di padamkan.
Mendadak sebesit perasaan gunggah menyerang hatinya, bagaimana jika hyde sudah tidak peduli lagi denganha, bagaimana jika mail yang dikirimkanya sama sekali tidak dibaca, dan beribu statment negatif memenuhi otaknya.
Tanpa di suruh, air matanya mengalir perlahan. Ya, ia menangis, mungkin sudah ribuan kali ia menangisi orang yang sama
"Haido..aitai.."
Mencoba tidur, walau pada akhirnya hanya memejamkan mata saja, Tetsu harus bersiap, jika memang kenyataan tidak akan sesuai dengan ekspetasinya.
***
Mobil Hyde berhenti tepat di bangunan mewah daerah Roppongi itu, menatap ke atas bangunan tersebut, jika feelingnya benar Tetsu menunggunya di kamar yang sama, dimana hari itu mereka, atau lebih tepatnya Hyde memutuskan untuk mengakhiri semuanya.
Memoriable sekaligus menyesakkan.
Hyde sadar ia berhutang banyak ke Tetsu malam ini, jika memang sesuai dengan dugaanya, ia akan bertemu Tetsu, dan ia bersumpah harus memperbaiki semuanya, ia tak bisa berdiam diri terlalu lama lagi, ini sudah sangat menyiksanya.
Semoga mereka berjodoh.
***
Tetsu memeluk bantal dengan kuat, memori memori sialan itu kembali menyerang. Dan dari sekian banyak memori, kenapa memori perpisahanya dengan Hyde lah yang menyeang otakknya.
Dan lagi bulir bulir air mata itu keluar.
Mempererat pelukanya, berharap itu adalah Haidonya, imajinasi yang mungkin bisa menenangkanya malam ini.
Tiba tiba saja Tetsu nerasakan seseorang merengkuh pinggangnya. Sedikit terkejut, ia tidak bisa membedakan apakah ini hanya khayalanya atau kenyataan.
"Sttt... nakanaide, zutto soba ni iru yo"
Suara itu, suara yang sangat Tetsu kenal, apakah itu Hyde? Apakah Hyde mengerti dengan pesan ambigu yang Tetsu kirimkan, ataukah ini semua hanya imajinasinya, imajinasi yang ia harapkan terajadi.
Tetsu tidak dapat bersuara, air matanya terus mengalir, seiring dengan dekapan yang ia rasa semakin erat, ia tidak dapat melihat sosok yang kini ia rasa telah mendekapnya, ia tidak berani berbalik, takut bahwa semua ini hanya khayalanya.
Tetsu rasa, sebentar lagi ia bisa gila.
Tiba tiba saja ia merasakan pelukan itu melonggar. Dengan sigap Tetsu menahan kedua tangan itu, ia sangat takut jika ia berbalik, maka sosok yang kini memeluknya akan hilang.
"Terus peluk aku... agar aku bisa merasa kau tetap disisiku" lirih Tetsu amat pelan, berharap sosok itu mendengarnya.
Dengan cepat kedua tangan yang merengkuh Tetsu itu, membalikan badan Tetsu, membuat Tetsu dapat melihat sosok yang kini merengkuhnya.
Dan tidak sampai satu detik, air mata itu mengalir, mengetahui bahwa semua ini bukan hanya imajinasinya, Tetsu bisa merasakan keberadaan sosok yang kini merengkuhnya, ia bisa nerasakan wangi tubuh itu yang sangat khas, kehangatan rengkuhanya, keberadaan sosoknya.
"Aku pernah berjanji, terus berada di sisismu nee Tetchan" bisiknya pelan, membuat Tetsu merasa amat tenang.
"Yokatta.. kau mengingatnya.." bisik Tetsu pelan dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya, kemudian tak berapa lama ia jatuh terlelap.
Kemudian sosok itu mengecup puncuk kepala Tetsu pelan. "Dan kau masih cengeng seperti biasanya Tetchan"
****
Sinar matahari menyeruak masuk dari sela sela tirai yang memang tidak ditutup dengan benar, menerpa wajah tenang Tetsu, seakan memberitahunya untuk bangun.
Membuka matanya dengan enggan, tetsu merasa bahwa tidurnya kali ini ternyeyak yang pernah ia tau, semenjak hubunganya berakhir, ia jarang tidur dengan benar.
Ia masih merasakan ia dalam rengkuhan sosok itu, tersenyum manis, ia mulai membelai rambut sosok yang kini disisinya.
Ya, mereka di takdirkan bersama.
"Aku mencintaimu..." bisik Tetchan pelan.
Tanpa disadari sosok itu membuka matanya, menatap Tetsu lurus, "aku juga mencintaimu Tetchan..."
Nee.. kau tau apakah itu cinta?
Cinta itu adalah takdir.
Dan kau tau?
Kita di takdirkan bersama.
Maka dari itu kita bisa kembali bersama.
Aku ditakdirkan untukmu.
Dan begitu pula dirimu.
Ditakdirkan untukku.
Hyde.
FIN
Kamis, 13 Oktober 2016
What is love
What is love ?
TETSUYA SIDE
Aku mencintainya, bahkan sangat mencintainya.
Kadang mereka bertanya, mengapa aku tetap bertahan? Sudah sangat jelas bahwa perasaan yang meliputi aku dan dia itu terlarang, dan lagi jika diteruskan... akan lebih menyakiti ku dan dia..
Apa Itu cinta?
Aku memandang salah satu jari manisku, disana melingkar sebuah cincin mungil berhias emas murni, tanda bahwa aku telah resmi dimiliki oleh wanita itu, walaupun ia sampai sekarang tidak mendapatkan hatiku, dan aku sadar dia mengetahuinya.
Menghelai nafas pelan, bagus Tetsu, sekarang bukan hanya satu orang saja yang kau lukai, tapi kau juga melibatkan seseorang yang tak bersalah masuk ke lingkaran setan yang kau buat sendiri, lingkaran setan yang kau buat seperti surga.
Dan aku sadar, Hyde adalah seseorang yang berfikir menggunakan hatinya, ia mudah sekali pecah, aku sangat mengetahui itu.
Maka dari itu aku memberikan kebebasan untuknya, kebebasan untuk membuat band baru, atau mungkin pelarian yang ia ciptakan, ditambah dengan tidak adanya aku yang mendiktaktor semua yang berhubungan denganya. Semua kulakukan untuk menebus semua dosa ku, ya Hyde, aku adalah orang yang paling berdosa disini, bukan kau, tentu saja kau tak mengetahuinya, aku adalah aktor ulung.
Dan aku sadar, semua harus kubayar...
Aku menyadari kau merasa bersalah dengan ini, kau tau ini menyakitiku, dan jujur ini memang menyakitiku, kau terlihat lebih bersinar Hyde, tanpaku disisimu, aku merasa semakin kau bersamaku semakin aku meredupkan sinarmu.
Terkadang kenyataan memang menyakitkan.
Aku sadar aku egois, atau sudah di ambang batasku.. aku tak mengerti, aku tak kuat melihatmu tersenyum dan tertawa bahagia seperti itu, tanpa adanya aku disampingmu, terlihat kau tidak lagi membutuhkanku.
..... ya! Aku memang tidak dibutuhkan lagi olehnya..
Jadi aku memilih untuk pergi.
Meningalkan pestamu, sungguh itu hal ter kanak kanakan yang pernah aku lakukan, aku tidak tau apakah kau melihatku atau tidak, tapi sekarang aku hanya ingin mengeluarkan semuanya, dan aku tidak ingin terlihat rapuh di depan mu Hyde, aku kuat, terus seperti ini tidak apa apa, asalkan aku dapat melihat senyum mu.
Dan aku pun tersadar dari lamunanku, kembali menerawang seisi kafe, tempat ini begitu bersejarah untukku dan tentunya untukmu Hyde, tempat dimana kau akhirnya bersedia masuk ke dalam Band yang bahkan saat itu belum memiliki nama, dan sekaligus tempat dimana kau menyatakan perasaanmu padaku.
Dan kau sukses membuatku merasa melayang ke surga saat itu, Hyde.
Perlahan air mataku turun, membasahi pipiku, sekelibat kenangan manis yang terus datang menyerang memoriku, membuat dadaku sesak dan perutku mual, bahkan sepotong cheesecake yang ku pesan terliaht menjijikan dimataku.
Wakaranai yo...
Onaji iro ni someraretakunai..
Sameta mama ja gimakasenai
Mune no atsui omoi...
Hyde, sekali ini saja aku ingin melihatmu. Aku tidak bisa menahanya lagi, aku mencintaimu, bahkan terlalu mencintaimu.
Apakah itu cinta?
Apakah cinta se rumit ini?
Jika memang cinta itu ada...
Kenapa kita tidak bisa bersatu..
Atas nama cinta.
To be continued
Senin, 10 Oktober 2016
What is love...?
HYDE SIDE
***
Aku hanya dapat menatap nanar dirimu yang tengah berurai air mata itu. nee Tetchan, Aku sangat mengerti betapa kecewanya dirimu, namun aku tak dapat meninggalkan ini, ini adalah satu satunya pelarianku.. yang juga menghancurkan perasaanmu.
Kau mengatakan padaku, aku boleh melakukan apa saja, termasuk membentuk band ini. namun aku juga sadar, Dibalik senyuman manismu itu kau menangis, kau berteriak jangan, namun aku tetap melakukanya.. meninggalkanmu, berusaha melupakanmu dengan semua kesibukan ini.
Namun itu hanya sia sia.
Dan sekarang, hanya ada aku yang dapat menyesali semua ini, dulu kupikir kau akan mencampakkanku dan meninggalkanku, jujur itu lebih baik dari pada kau terus menerus menatapku dengan tatapan nanar itu, menangis untuk diriku yang telah menghancurkan dirimu sedikit demi sedikit.
Apakah itu cinta?
Aku tak dapat mendeskripsikanya, kita.. kita memiliki hubungan yang rumit, iya kan Tetchan? Dulu aku berfikir semua akan baik baik saja jika terus berjalan seperti ini, namun sebagai manusia, kita adalah mahluk sosial, tentu saja mahluk sosial membutuhkan sebuah pengakuan untuk dapat melanjutkanya, dan cinta termasuk dalam itu.
Melihatmu tertawa dan tersenyum sangat manis pada solomu itu dan Pada temanmu (yang aku rasa adalah fanboymu) itu membuatku kesal, membuatku marah! Namun aku tak dapat berbuat apa apa, aku tak ingin merusak senyum mu itu, aku ingin senyum lepasmu terus bersarang diwajahmu Tetchan, karna itu sangat indah.
Jadi aku memilih untuk meninggalkanmu..
Namun aku sadar, perasaanmu itu masih sama terhadapku, entah berapa luka yang ku toreh saat kau melihatku bersenang senang dengan para fanboyku. Jadi sekakarang aku hanya bisa diam, dan berpura pura tidak ada yang terjadi, pengecut bukan?
Entah kenapa aku mengingatnya, saat kita bercinta untuk yang terakhir kalinya sebelum memutuskan untuk saling menjauh, wajahmu penuh dengan air mata, dan itu sangat menyiksaku Tetchan, aku hanya dapat menghapus sisa sisa bulir air matamu, mengecup pipimu pelan, kecupan terakhirku untukmu.
Aku pikir setelah itu kau akan menendangku keluar, namun ternyata tidak, kau tetap tersenyum padaku, walau senyummu terlihat pahit di awal Tetchan, rasanya aku ingin memelukmu saat itu juga, tentu aku tidak melakukanya, kau tau kenapa? Karna aku dalah seorang pengecut, dan aku mengakuinya.
Dan sekarang aku kembali melihatmu menangis, seperti memutar memoriku kembali pada saat itu, membuat perasaan tak nyaman kembali menyerang dadaku, pada akhirnya aku tau Tetchan, hanya kau, hanya kau yang bisa membuka hatiku, bukan Megumi, bukan Vamps, bukan Gackt, hanya kau, Tetsu!
Kau berjalan keluar dari pestaku, aku tau kau sudah berada diambang batas Tetchan, tidak mudah menutup perasaan yang sudah bertahun tahun dipendam, aku mengerti perasanmu, karna aku pun merasakan itu Tetchan.
Dan entah angin dari mana, sekarang aku disini, ditengah keramaian Osaka hanya untuk mencarimu, kakiku bergerak sendiri, membawaku berjalan lebih kepelosok lagi, after party dan pelarianku aku tinggalkan begitu saja, karna tetap saja nuraniku akan menang dari logikaku, kau tau itu kan Tetchan?
Sejenak kupandang jalanan di sekitarku, Osaka memang menyimpan banyak sekali memori, memori tentang kita Tetchan, maka dari itu aku sangat menyukai kota ini.
Tepat sesuai dugaanku Tetchan, kau sangat mudah di tebak, dan lagi kebiasaanmu itu yang sangat kuhapal, jika kau sedang sedih atau lelah, kau pasti akan datang ke cafe itu, cafe tempat dimana pertama kali aku mengatakan bahwa aku mau bergabung dengan L'Arc~en~ciel, dan juga cafe dimana aku menyatakan perasaanku terhadapmu.
Aku tetapenjaga jarak ku agar tak terlihat olehmu. Lucu memang, aku nekat menibggalkan after party untuk bertemu denganmu, namun nyatanya nyaliku langsung hilang daat melihatmu.
...... bahkan dari jauh sekalipun..
Kau tetap sama Tetchan, aku hafal sekali dengan polamu, kau hanya akan memesan segelas air putih dan sepotong cheesecake yang bahkan tak kau sentuh sekalipun.
Akhir akhir ini kau semakin kurus Tetchan, kau makan dengan sangat tidak teratur, dan jujur itu membuatku semakin khawatir.
Melihat kembalu ke kedua matamu yang membengkak, kau pasti habis menangis ya kan Tetchan? Dan aku tau, penyebab tangismu adalah aku, si brengsek ini.
Dan jujur itu membuatku semakin tak bernyali untuk bertemu denganmu..
Nakanaide... nakanaide...
Taisetsuna hitomi yo....
Apa itu cinta Tetchan?
Jika cinta hanya membuatmu menangis dan membuat kita saling menyakiti.
Akankah lebih baik untuk kita menyerah?
agar tak ada yang tersakiti lagi...?
Oleh karna itu, aku memilih keluar dari cafe itu, dan kembali ke pelarianku.
Walaupun aku sadar itu tak ada gunanya.
To be continued (with TETSUYA side)
Kamis, 31 Maret 2016
Ma cutes puppet chap 2
Setelah sedikit punudng(?) Akhirmya aku mau melanjutkan,fanfic ini *sebenernya ada niatan buat dihapus sih* hahaha smeoga aja ga garing ffnya
***
Chapter 2
Ma cuties puppet.
"Siapa kau?"
Sosok di depan Hyde hanya menatap dengan mata bulatnya, membuat dadanya bergemuru tak nyaman. Hyde memegang dadanya sendiri 'apa yang terjadi padaku...?' Batin Hyde bingung
"Aku adalah puppet anda Hyde sama.."
Hyde menyeringitkan alisnya, "puppet? Apa maksudmu? Dan bagaimana kau tau namaku?"
Sosok itu tiba tiba saja merengsek maju hingga berada tepat di hadapan Hyde. "Aku bisa merasakanya, anda adalah master saya dan saya adalah puppet anda" lirih pemuda manis tersebut, membuat dada Hyde berdetak tak karuan.
"A-kau tak mengerti.."
"Ayah anda..." ucap pemuda itu lirih, membuat Hyde menatapnya tajam "ayah anda adalah seorang Aglis kelas atas, setiap Aglis kelas atas serta keturunanya memiliki seorang puppet untuk melindunginya dari serangan Genvator" lanjutnya.
Aglis? Puppet? Genvator? Apa maksudnya semua ini, yang Hyde tau bahwa ia adalah seorang manusia biasa, kedua orang tuanya meninggal karna kecelakanaan mobil, just it!
Lalu tiba tiba munculah seseorang (atau jelemaan hewan) yang mengaku aku sebagai puppetnya, dan ia seorang Aglis apalah itu.
"Bisa kau jelaskan lebih detail? Aku tak mengerti, dan siapa namamu?" Tanya Hyde yang semakin penasaran.
"Saya Tetsuya" ucap sosok itu sembari menunduk hormat. Membat Hyde merasa tidak nyaman karna perlakuan yang sangan formal itu.
"Sejak jaman dahulu, manusia dibagi menjadi 4 golongan, seorang Aglis, Genvator, Sylivie dan manusia biasa tanpa kemampuan apapun, Aglis kelas atas, atau keturunan murni sedari dulu memiliki perjanjian dengan bangsa saya, atau bisa dibilang bangsa Slyvie, kami adalah pelayan bagi bangsa Aglis, karna kami sangat membutuhkan energi dari bangsa Aglis"
Hyde menatap pria manis yang kini ia ketahui bernama Tetsuya itu, mendengarkan penjelasanya, entah kenapa terdengar sangat mengada ada, tapi melihat tampangnya yang innocent, Hyde sangat tidak yakin bahwa pria manis ini bermaksud untuk menipunya.
"Lalu apa hubunganya denganku, dan apa Genvator itu? Lalu bagaimana cara Aglis memberikan energinya pada Slyvie?" Tanya Hyde menatap lekat pada sosok Tetsu.
Pipi Tetsu merona merah saat Hyde menatap lekat padanya, jujur saja Aglis memiliki pesona yang sangat besar, walaupun bangsa Slyvie juga memiliki aura yang memikat, tapi Aglis lah yang banyak menarik perhatian (terutana lawan jenis)
Berdehem pelan, Tetsu melanjutkan ceritanya, "kedua orang tua anda adalah keturunan asli dari bangsa Aglis Hyde sama, dan saya ditakdirkan menjadi puppetm anda" seru Tetsu lirih.
Belum sempat Hyde menayakan sesuatu, Tetsu kembali melanjutkan ceritanya. "Genvator adalah manusia yang berusaha menjadi Aglis, mereka melakukanya dengan cara Keji Hyde sama, mereka merebut jiwa dan rasa cinta dari sang Aglis. Lalu soal energi..."
Tiba tiba saja Tetsu mengecup bibir Hyde pelahan, membuat Hyde terperanjat, "kami mendapatkanya dari rasa cinta sang Aglis... sebenarnya dengan berpelekuan atau berpegangan tangan akan menambah energi kami.. namun yang paling cepat dan efisien adalah dengan cara berciuman" ucap Tetsu sembari tertawa kecil.
Hyde menyeringai pelan, "Dan bagaimana kalau aku tak mencintaimu?"
Tetsu terperanjat, "tapi.. saya merasakan kekuatan saat kita berciuman tadi.." lirihnya dengan semu merah di kedua pipinya, membuat Hyde gemas.
"Kau yang menciumku Tetsuya.. dan berhenti menggunaaan bahasa formal deperti itu" sungut Hyde.
Tetsu mematung dengan rona merah yang semakin menjadi jadi, "sa- ah aku akan berusaha sesuai dengan Hyde Sa-"
"Cukup Hyde" potong Hyde tak sabar.
Tetsu mengangguk dan kemudian sebuah senyuman manis mengembang di wajah innocentnya.
"Lalu bagaimana membuktikan bahwa aku adalah puppetmu Haido..." ucap Tetsu sembari mengacak rambutnya bingung.
Hyde berfikir sejenak, kemudian seulas senyum mengembang di wajahnya.
Perlahan dikecupnya bibir ranum Tetsu, membuat Tetsu terlonjak kaget, namun tiba tiba saja ia merasakan aliran energi mengalir, membuat dirinya pasrah sembari menerima asupan energi.
Sesaat kemudian Hyde melepaskan kecupanya, kemudian menatap Tetsu yang memandangnya sayu seaakan minta lebih, dengan cepat dikecupnya bibir mungil itu, namun kali ini sedikit berbeda, lidah Hyde menyeruak masuk kedalam mulut Tetsu, membuat Tetsu terbuai dengan permainan nakal yang dilakukan oleh Hyde.
"Enghh..."
Tanpa sadar Tetsu mengeluarkan desahan, badanya pun terasa sangat lemas, bukan karna energinya yang habis, tapi karna gairah yang di berikan oleh Hyde.
Perlahan Hyde melepaskan ciuman mereka, membuat Tetsu melenguh kecewa. Tersenyum kecil, Hyde mendorong tubuh Tetsu hingga berbaring di ranjangnya empuk milik Hyde.
"Belum cukup.." seru Hyde parau
Hyde pun menenggelamkan kepalanya pada perpotongan bahu Tetsu, menyesap aroma yang dikeluarkan oleh puppetnya ini, sedekali ia membubuhkan kissmark pada leher jenjang Tetsu, membuat sang empunya mengerang nikmat.
"Ughh Hyde.."
Perlahan Hyde pun mulai turun dan menjamah tubuh Tersu yang sedari tadi memang tidak memakai satu helai benang pun. Tangan Hyde dengan cekatan mulai memanjakan tubuh Tetsu yang teramat sensitif, membuat Tetsu hanya dapat mengerang dan mendesah atas permainan Hyde.
"Akhh ahh ahh Hyde.. ughhh onegai.." desah Tetsu diantara permaianan yang diberikan oleh Hyde.
"As you wish"
TOBECON
Wkekek entah kenapa masih ga pede sama fanficnya takut garing dan ga seru (;_;)(;_;)
Selasa, 29 Maret 2016
Ma cutes puppet
Title : Ma cutes puppet
Genre : Romance, pg - 15 (atau nc - 17 ya (/ω\*) haha)
Pair : Haitsu
Terima kasih buat semua yang melecehkanku di grup (;_;) ampe jadi korban keganasanya Hedo dan Ken *masih trauma* ekwkwkw
Chapter 1
Mentari sore menyinari jalan yang padat oleh kendaraan, tampak di sudut lain sekumpulan anak anak tengah bermain bola di lapangan tak jauh dari tempat itu.
Peluh keringat membasahi wajah ke 7 anak itu, tapi mereka tak berhenti begitu saja, permaiananya malah semakin panas. Terlihat seorang anak tengah menendang bola sehingga melambung tinggi dan jatuh tepat di depan seorang pria yang berjalan di lapangan itu.
"Niichan bisa lemparkan bola itu?" Seru salah seorang anak.
Pria yang mengenakan setelan jas hitam itu tersenyum ramah, kemudian menyepakkan bola tersebut.
"Apakah aku boleh ikut?" Tanya pemuda itu sembari membuka jas miliknya.
"Tentu saja Haido niichan boleh ikut" seru anak anak itu serempak.
Sudah menjadi kebiasaan Hyde setiap sore untuk bermain bola bersama anak anak di dekat mansion miliknya itu, setidaknya hal remeh seperti itu bise me-refersh otaknya yang sudah mau pecah sebagai salah satu eksekutif muda berbakat.
Setelah permainan kecil yang menghabiskan waktu hampir satu jam itu, Haido memilih untuk menyudahinya dan beristirahat di salah satu kursi disana.
Baru saja hendak ia buka botol air mineral yang ia dibelinya di vanding machine, tiba tiba saja ia mendengar suara kucing.
Menunduk, ia menemukan seekor kucing berbulu putih bersih tengah menatapnya dengan mata bulat yang nampak sayu dan kelelahan.
Tiba tiba saja Hyde merasakan sesuatu getaran saat melihat mata kucing itu, tanpa sadar ia telah mengangkat kucing itu hingga berhadapan dengan wajahnya.
"Aneh.. rasanya aku seperti pernah melihat kucing ini" lirih Hyde seraya memperhatikan wajah kucing yang tampak lemah itu.
Tiba tiba saja ia mengingat sesuatu, mimpinya saat ia masih kecil, saat kedua orang tuanya masih hidup, ia sering memimpikan mepunyai kucing yang sama persis seperti dihadapanya ini.
Melihat wujud kucing yang sangat 'menyedihkan' seperti itu membuat Hyde iba, ia pun memutuskan untuk membawa kucing itu ke mansionya.
***
Hyde membuka pintu mansionya, menampakan ruangan yang sangat mewah, mengingat bahwa ia adalah seorang eksekutif muda, bahkan sangat muda, bayangkan saja umurnya baru saja menginjak 27 tahun dan dia sudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tidak bisa dibilang sedikit.
Banyak orang yang menanyakan kenapa Hyde tidak menikah? Dengan wajah tampan dan karir menjulang seperti itu, bukanlah hal sulit untuk Hyde mendapatkan pendamping hidupnya, bahkan mereka akan mengantri untuk Hyde.
Namun Hyde tidak terlalu memperdulikanya, dia sangat gila kerja, lagi pula wanita wanita yang selalu berusaha mendekatinya adalah penjilat, dirinya sangat tau itu.
Tertawa kecil, akhirnya Hyde pun memutuskan untuk memandikan kucing itu, walaupun ia yakin kucing itu sudah bersih, lihat saja bulunya yang berwarna putih bersih seperti itu.
Awalnya Hyde kira, kucing itu akan memberontak saat ia memandikanya, seperti kucing pada umumnya yang akan memberontak, mencakar ataupun menggigit, namun kucing ini berbeda, ia hanya pasrah dan masih terlihat lemah saat Hyde mulai memandikanya dengan air hangat, jujur, hal itu membuatnya bingung.
Setelah memandikanya, Hyde mulai mengeringkan kucing itu dengan Hairdryer yang baru saja dibelinya (karna sebelumnya Hyde tidak pernah mengeringkan rambutnya dengan benda itu, cukup mendangalkan agin dan sinar matahari saja) setelah itu ia membawa kucing itu ikut bersamanya ke dapur.
Selagi Hyde memasak, kucing berbulu putih itu hanya duduk diam di salah satu meja, memperhatikan Hyde dengan mata lelahnya. Sampai Hyde selesai memasak, ia memberikan potongan ikan yang dimasaknya untuk kucing itu.
Sang kucing mulai melahap ikanya dengan enggan, badan kucing itu pun terlihat sangat rapyh, membuat Hyde semakin khawatir, apakah dia sakit?, atau mungkin dia terpisah dari majikan lamanya?
Akhirnya Hyde menghelai nafas kecil, ia sangat lelah, untunglah besok hari minggu, ia bisa membawa kucing itu ke dokter hewan atau polisi, jikala ada pemiliknya yang mencari kucing itu.
Hyde merebahkan dirinya pada kasur empuk dirinya, disebelahnya dibaringkan lah seekor kucing kecil yang tergolek lemas dan terlihat tidak memiliki tenaga.
Iseng Hyde mengangkat tubug mungil kucing itu lagi, menatapnya lekat - lekat, entah kenapa ia merasakan sensasi nyaman ketika melihat kucingtu.
Semilir angin lembut menerpa wajah Hyde, tiba tiba saja kornea mata pemuda itu berubah menjadi merah darah, dan tanpa sadar ia mengecup mulut kucing yang sedari tadi ada di gendonganya.
Dalam sekejap cahaya menyilaukan menyinari ruangan tersebut, membuat Hyde memejamkan matanya.
Entah kenapa tubuhnya terasa amat berat, di bukanya kedua belah matanya. terperanjat, ia melihat sesosok pria berwajah manis tengah menindihnya dengan pandangan mata yang sayu, lengkap dengan telinga dan ekor kucing.
"Ap-?"
Dengan cepat bibir Hyde dikecup dengan penuh nafsu oleh pemuda yang berada diatas tubuhnya, membuat Hyde tidak bisa berkutik, pemuda itu terus menempelkan bibirnya hingga perlahan lahan telinga dan ekornya berangsung angsur menghilang, dan wajah pemuda itu mulai merona merah.
Perlahan lahan pria itu menggulingkan badanya sehingga tidak menimpa Hyde lagi, kemudian ia terduduk sembari memeluk lututnya, butuh beberapa detik untuk Hyde menyadari bahwa lelaki itu sama sekali tidak mengenakan pakaian, bahka satu helai benang pun.
"Master..." ujar pemuda itu lirih.
Hyde menyeringitkan alisnya, master? Siapa itu? Apakah dia, bakan Hyde sama sekali tidak mengenal pemuda berwajah manis itu.
"Siapa Kau?" Tanya Hyde
TOBECON
Ulalalllaa hahaha aga pendek ya? Maafin karna diriku sedang lelah mengantri visa yang udh kayak ngantri konser (;_;)
Smooth criminal, mightnight Casino
Title : Smooth criminal final chapter, mightnight Casino *buset panjang amet ya* wkwkw
Genre : Romance, action~ *karna kemarin pada protes gaada actionya*
Pairing :...? Siapa lagi selain dua mahluk gunyu gunyu itu~
***
Miami, 22 Mei, 9 p.m
Hyde menghelai nafasnya dengan kesal.
Sudah lebih dari 2 jam mereka, ya mereka, Hyde - Ken - Yukkie duduk di sofa apartemen, menunggu seseorang yang masih setia berada di kamar mandi itu.
Hyde beberapa kali sudah mengetuk pintu kamar mandi, meminta agar orang itu cepat keluar, namun tetap saja orang itu tak bergeming, membuat Hyde akhirnya duduk pasrah bersama kedua temanya.
Setengah jam kemudian, pintu kamar mandi itu terbuka, memperlihatkan sesosok tubuh tinggi semampai yang berbalut dengan baju buatan guess atau Zara, tak lupa klit yang terpasang di pinggang lelaki itu.
"Te-tetchan"
Ketiga pria itu tiba tiba terbangun dari duduknya, melihat temanya (dan kekasihnya untuk Hyde) yang menurut mereka amat 'kawaii' itu.
"Kita kan mau ke casino... kenapa penampilanmu seperti itu..." seru Ken getir melihat penampilan Tetsu.
"Memangnya aneh ya..." tanya Tetsu sembari menatap dirinya di cermin.
"Ungg.. aku tidak tau sih sebenarnya.. namun penampilanmu.. lebih terlihat seperti artis yang ingin manggung" ucap Yukkie.
Tetsu memang saat ini sangatlah Kawaii, dengan rambut yang setengahnya di jepit, eyeliner tipis dan sedikit lipgloss *jangan tanya siapa yg dandanin*
Bajunya pun sangat berbeda dengan ketiga temanya yang memakai jas, Tetsu memilih menggunakan kaos ber merk guess berwarna pink yang ditutup dengan cardigan berwarna hitam, ditambah dengan skiny jeans berwarna senada dan ditutup klit bermotif koran, membuat dirinya bak seorang artis yang akan menggelar konser.
Hyde yang sedari tadi mematung akhirnya merengsek maju dan mendekap Tetsu, "kau cantik..." lirih Hyde kemudian mencumbu bibir kemerahan Tetsu.
"Hmmphh?"
"Hoi hoi jangan beradegan mesum disini, kita kan hari ini mau kerja" seru Ken sedikit frustasi.
Hyde dengan enggan menghentikan kecupanya pada Tetsu, kemudian menggandeng tangan lelaki manis itu, menghasilkan rona merah di pipi Tetsu.
Sementara itu Ken dan Yukkie mengehelai nafas lelah melihat bagaimana Hyde menjadi primitif mendadak saat bersama Tetsu.
***
Gemerlap lampu menyinari ground floor gedung casino itu, terlihat di sudut ruangan gadis gadis berpakaian seksi meliuk liukan badanya pada tiang yang bertengger diatas meja. Disisi lainya, terlihat orang orang yang sedang berjudi, entah hanya sekedar bermain poker atau blackjack.
Sesuai dengan arahan Yukkie tadi, Hyde - Ken - Tetsu mulai menyebar kearah spot mereka, mencari segala data dan informasi atas sang joker, pemilik Casino ini, sekaligus yang terbesar di Benua Amerika.
Sementara itu Yukkie mulai menyusup keruang kendali cctv, setelah sebelumnya ia dan Tetsu telah merantas jaringan di sana.
Hyde kini tengah asik bermain 'casino' sekaligus menanyakan tentang sang 'Joker', pemilik Casino yang paling disegani itu, ternyata memang cukup sulit untuk mendapatkan data sang Joker, semua orang menutup mulutnya.
Sementara itu disudut lain, Ken tengah mencubu salah satu gadis yang berkerja disana, sembari memainkan permainan nakalnya, terkadang diselipkan pertanyaan pertanyaan mengenai sang Joker. Pada awalnya gadis yang menjadi mangsa Ken tidak ingin mengatakan apapun, tapi setelah sedikit 'tekanan' akhirnya wanita itu memberikan informasinya.
Tetsu memilih untuk berjalan jalan menelusuri Casino tersebut, ia tidak bisa berjudi dan tidak bisa memikat wanita, bukankah lebih baik bila ia mencari informasi sendiri?
Ken yang merasa mendapatkan cukup informasi, mulai menceritakan kepada Yukkie, Tetsu dan Hyde tentang apa yang ia dapatkan, seperti sang Joker delalu berada di casino ini, brangkasnya, dan penjagaan ketat terhadap dirinya dan brangkasnya.
"Lalu, apakah gadis itu memberitaumu dimana ruang Joker dan brangkasnya berada?" Tanya Yukkie melalui speaker yang terpasang di kerah bajunya.
"Tidak.. ia sendiri tidak mengetahuinya" seru Ken pelan.
"Aku akan mencoba merantas jaringan disini, sepertinya sistimnya tidak terlalu rumit" bisik Tetsu pelan.
"Baiklah.. kita kembali ke spot masing masing, agar tidak menimbulkan kecurigaan" ucap Hyde, kemudian kembali bermain Casino nya.
"Baiklah.."
Tetsu berjalan cepat menuju toilet yang tersedia, setelah mengunci dirinya di salah satu bilik, ia mulai membuka tab nya, mencoba untuk merantas jaringan tersebut, walau sedikit lebih sulit dari biasanya, mengingat ini adalah sebuah Casino yang sangat terkenal.
"Nee Yukkie, kau masih di ruang cctv?" Seru Tetsu sembari mengotak atik tabnya.
"Ya Tetchan, ada apa?"
"Aku berhasil merantas sistem disini, aku akan mengirimkanya padamu"
"Baiklah Tetchan"
Dengan cepat, ke jari jari lentik Tetsu mulai bermain diatas tabnya, kemudian mengirimkan data data dan denah lokasi dimana sang Joker berada serta pergerakan semua bodyguard dan tentu saja brangkas milik sang joker tersebut.
Tak lama kemudian, layar cctv dimana Yukkie berada mulai mengeluarkan gambar denah serta titik titik merah yg disinyalir sebagai bodyguard sang Joker, tersenyum kecil, Tetsuya memang sangat jenius, bahkan terlalu jenius untuk ini.
"Nee.. Hyde, Ken kita mulai pergerakanya, Tetsu sudah mengirimkan semuanya, siapkan amunisi kalian" seru Yukkie melalu speakernya.
Di tempat lain, Hyde dan Ken saling berpadangan, kemudian tersenyum penuh arti
Let's game begin..
Tetsu perlahan menutup pintu kamar mandi, mendongakkan kepalanya, ia melihat dua pria berbadan tegap tengah menatapnya.
"Are you japanese?"
Dengan kaku Tetsu menganggukan kepalanya, jantungnya berdegup cepat, ia sangat takut jika pergerakan mereka mulai terendus.
Tiba tiba dua orang yang ada di hadapan Tetsu menundukan kepalanya, membuat Tetsu sedikit bingung.
"Mr Joker" seru keduanya dengan suara tegas.
Refleks Tetsu membalikan badanya, melihat lelaki berpakaian hitam yang berjalan kearahnya, lelaki itu sedikit terkejut melihat Tetsu kemudian tesenyum.
"Kau orang jepang?" Seru lelaki yang disebut sebut sebagai Joker itu dengan dialeg khas Kansai.
Tetsu menganggukan kepalanya dengan kaku, nafasnya tercekat, jadi inikah sang joker itu?
Pria itu tersenyum kemudian meraih tangan Tetsu, "Aku punya pekerjaan bagus untukmu, mari ikut ke ruanganku" ucapnya sembari 'menyeret' Tetsu menuju ruanganya.
***
Di tempat lain, Hyde, Ken dan Yukkie yang berpencar sudah berhasil menyapu bersih semua bodyguar bodyguard di tempat itu.
"Menurut Tetsu, ini ruangan Joker" seru Yukkie sembari melirik pda nya yang berkedip saat ia mengarahkan pada sebuah pintu yang penuh dengan ukiran.
"Ngomong ngomong, istrimu kemana Hyde" tanya Ken sembari me-reload handgun nya.
Hyde menggelengkan kepalanya, sebenarnya perasaanya tidak terlalu nyaman, ia merasakan sesuatu yang janggal pada Tetsu, namun ia berusaha menampiknya.
Kemudian dengan kasar, ketiga pria itu mendobrak pintu tersebut. Dengan sekali hentakan, pintu itu pun terbuka, menampilakn sosok bertubuh mungil tengah bersandar pada meja sembari menyilangkan kedua tanganya.
Hyde, Ken dan Yukkie langsung mengarahkan moncong handgun miliknya pada sosok tersebut.
"Selamat datang di casino milikku" seru pria tersebut dengan dialeg kansai nya.
Sementara itu, ketiga pria yang sedari tadi menodongkan pistol itu seidikit terkejut, mengetahui bahwa sang joker tersebut berasal dari jepang.
Lelaki itu membuka topengnya, memperlihatkan wajah yang sangat oriental, "perkenalkan, namaku Nishikawa Takaori, atau mungkin kalian mengenalku sebagai Joker nee?" Seru pria yang bernama asli Takanori tersebut.
"Kami sudah melumpuhkan semua bodyguardmu, lebih baik kau menyerah saja, atau kami akan membunuhmu" seru Ken yang sudah dalam posisi siaga.
Takanori terkekeh pelan, "jadi, kalian telah membunuh semua bodyguardku? Ahh nereka terlalu lemah" ucap Takanori sembari bermain main dengan pisau lipat yang ada ditanganya.
"Cepat beritau kami dimana brangkasmu, dan kami tidak akan menyakitimu" titah Yukkie dengan suara yang tegas.
"Kalau aku tak mau?"
"Kami akan menyiksamu sampai kau mau mengatakanya" lanjut Hyde dengan suara beratnya.
Takanori tertawa pelan, kemudian dengan gerak cepat ia memutar kursi yang ada disebelahnya, memperlihatkan sosok Tetsu yang terikat dengan bibir yang disumpal oleh kain.
"Ah pasti kalian mengenal Tetsuya kan?" Seru Takanori dengan kekehan kecilnya.
"Grr.. bangsat, apa yang kau lakukan terhadapnya?!" Seru Hyde penuh amarah, berusaha merengsek maju, namun ditahan oleh Ken.
Dengan pelan Takanori berjalan mendekati wajah Tetsu, kemudian mengarahkan pisau lipatnya pada kerongkongan Tetsu.
"Jika kalian berani maju satu senti saja, aku akan membuatnya tak bisa bersuara lagi" ancam takanori sembari menempelkan ujung pisau itu pada kulit putih Tetsu.
sontak ketiga pria di depanya mematung, mereka tidak akan mengambil resiko, karna bisa jadi nyawa Tetsu ikut melayang.
Sementara itu Tetsu hanya bisa menitikkan air mata, rasa takut dan rasa bersalah memenuhi hatinya, karna ia yang cukup teledor akhirnya menjadi boomerang bagi teman temanya.
"Maaf..."
Yukkie yang sedari tadi terdiam mulai berseru lirih. "Kita bisa menyelamatkan Tetsu, diantara kita, harus ada yang menyusup ke belakang, lalu dua lagi mengalihkan perhatianya, jika berhasil saat ditembak tepat di kepala, maka ia akan limbung ke depan, dan pisau itu pasti terlepas, atau setidaknya jatuh kepangkuan Tetsu."
Hyde dan Ken menatap Yukkie yang tersenyum penuh arti.
"Aku dan Yukkie, berusaha untuk mengalihkan perhatianya, kau menyusup ke belakang mahluk cebol itu, mengerti?" Ucap Ken pada Hyde.
Hyde mengangguk, maka Ken dan Yukkie berjalan perlahan, menutup sosok Hyde yang mengendap menuju ke belakang, melewati meja kerja Takanori.
"Jadi.. apa maksudmu menyekapnya seperti itu?" Tanya Ken menatap Takanori.
Takanori menarik pisau yang sedari tadi menempel pada kulit kerongkongan Tetsu, kemudian menatap Ken dengan pandangan meremehkan.
"Well, aku merasa menyukainya" lirih Takanori sembari menarik ujung dagu Tetsu agar menatap matanya, kemudian menempelkan ujung pisau itu pada kulit dagu itu.
"Namun.. kalian, dan dia bersengkokol untuk merampokku, jadi aku rasa aku akan menjualnya, tubuhnya lebih dari cukup untuk di jual ke rumah bordir ya kan?" seru Takanori sambil terkekeh pelan.
"MATI KAU BRENGSEK" seru Hyde yang sudah berada tepat dibelakang Takanori, kemudian menembaknya pas di kepala, membuat tubuh kecil itu limbung kedepan dan jatuh.
Setelah yakin tubuh itu tak bergerak lagi, ketiga orang itu mulai membuka ikatan pada tubuh Tetsu, Hyde ikut membuka penyumpal mulut Tetsu.
"Haidoo.." seru Tetsu yang langsung memeluk kekasihnya dengan bergetar, "ma-maafkan aku.. rencana kita hampir gagal" lanjutnya lirih.
Hyde menepuk kepala Tetsu pelan, "Tenanglah, sekarang kamu aman kan? Jangan menangis lagi ya" ujar Hyde lembut, kemudian mengecup puncuk kepala Tetsu pelan.
Ken berdehem pelan, membuat kedua insan itu menolehkan kepalanya pada Ken. "Kita disini ingin merampok, bukan main sinetron" ucapnya dengan suara getir, yang dismabut dengan tawa kecil dari Tetsu.
"Iya Ken.. aku ingat kok" seru Tetsu lembut, "aku tunjukan brangkasnya, tadi aku sempat menanyakan dimana tempat itu" lanjut Tetsu.
***
"Kau yakin ini tempatnya Tetchan?" Seru Yukkie yang memandang awas pada brangkas tersebut.
"Aku rasa begitu" seru Tetsu yang masih fokus mengotak atik Tabnya yang tersambung pada tombol password kemudian mulai menekan enter, membuat pintu itu terbuka pelan.
Dengan cepat mereka memasuki brangkas tersebut. mata keempat pria itu tertuju oleh batu berwarna kebiruan seharga ratusan miliyar untuk satu batu saja.
Dengan gerak cepat, mereka mulai mengambil 4 batu berwarna saphire itu, dan memasukanya ke kantung kulit yang sudah disiapkan oleh Tetsu, agar tidak terdeteksi di bandara.
Tiba tiba saja lampu menjadi padam, kemudian muncul suara yang memekakan telinga. Yukkie yang pertama kali menyadarinya langsung menegang.
"Gedung ini dipasang bom, kita harus segera melarikan diri"
Sontak ketiga laki laki yang lain ikut menegang, mereka pun mulai berlari kecil menuju pintu keluar.
***
"Berapa lama lagi bomnya meledak" seru Ken ditengah larinya.
Mata Tetsu yang letih tiba tiba saja bertabrakan dengan angka angka merah yang terlihat seperti timer, matanya membulat melihat angka yang terbentuk. "30 detik lagi, cepat larinyaa" panik Tetsu.
Mereka pun mempercepat larinya menuju pintu keluar, dan refleks langsung tiarap sembari memegangi kepalanya, tidak sampai 5 detik, gedung itu pun meledak.
Keempat pria itu pun tertawa geli dan takut, telat 5 detik lagi, mereka akan ikut terpanggang dalam gedung itu.
"Kita kaya.." lirih Ken dengan tubuh bergetar kemudian terkekeh pelan.
Yukkie hanya tersenyum kecil kemudian mulai berdiri, "sebaiknya kita kembali ke apartement sebelum polisi datang"
Ketiga pria lainya pun dengan sigap berdiri dan memasuki limosin yang sudah mereka sewa sebelumnya
***
Omake :
YUKKIE
Semilir angin menerpa wajah Yukkie yang tengah menyesap coklat hangatnya, di belakangnya terlihat seorang wanita yang berjalan kearah Yukkie kemudian memeluk pingging lelaki itu.
"Anata.. makanan sudah siap" seru wanita itu.
Yukkie membalikan badanya, kemudian mengecup bibir gadis itu pelan, "aku mencintaimu Chiaki"
Gadis yang dipanggil Chiaki itu tersenyum lembut, kemudian Yukkie mencium perut Chiaki yang sudah sedikit membesar, "aku tak sabar anak kita lahir" lanjutnya lembut.
"Aku juga mencintaimu Yukkie.. terima kasih telah menikahiku" seru Chiaki lirih sembari tersenyum bahagia.
KEN
Suara musik menghentak hentak seirung dengan taruan muda mudi pada dance floor yang semakin menjadi jadi
Dipojok lainya seorang bartender sedak meracik minuman yang telah dipesan.
Seorang pria bertubuh tinggi dengan jas berwarna hitam menyeruak masuk dan duduk di depan bartender itu.
"Long island satu"
Bartender yang sedari tadi meracik minuman tersebut menghentikan gerakan dan menunduk hormat pafa sosok itu.
"Ken sama, tumben sekali anda mampir ke bar anda" seru sang bartender sembari memberikan pesananya.
"Hanya ingin mampir" seru Ken sembari menyesap minumanya.
Tak lama kemudian, muncul sesosok gadis semampai yang tersenyum saat melihat Ken, ia berjalan cepat dan duduk disebelah pria itu.
"Maaf menunggu aga lama" seru wanita itu sopan
Ken tersenyum pelan, " tidak apa apa". Kemudian ia berdiri dan merangkul gadis yang mengenakan dress vintage itu.
"Ayo kita jalan sayang" seru Ken lembut
HAITSU
"Enghh"
Hyde masih merengkuh badan ramping Tetsu yg belum mengenakan sehelai benangpun.
"Akhirnya kita bulan madu juga" seru Tetsu lirih sembari mengucek matanya
"Lalu kemarin bukan bulan madu?" Balah Hyde sembari menciumi leher Tetsu.
"Aakhh.. itu tidak kuhitung Doi-enghhh-ha, karna terpotong pekerja- akhhhh" ucap Tetsu diantara desahanya.
"Hmm..?" Desah Hyde sembari memberikan kissmark di leher Tetsu.
Tiba tiba saja Tetsu mendorong pundak Hyde menjauh, membuat Hyde mendesah kecewa.
"Kalau sampai bulan madu kita terganggu, jangan harap kau bisa menyentuhku" ancam Tetsu sembari menatap tajam Hyde.
Hyde merengsek maju kemudian mencium bibir Tetsu, "kau lebih dari segalanya sayang" bisik Hyde sensual.
Tiba tiba saja Handphone Hyde berbunyi, dengan malas ia menerima panggilan tersebut.
"Halo.. iya.. enghh apa? Misi lagi...?"
Hyde menatap Tetsu yang menatapnya tajam dengan mulut yang dimanyunkan.
Tiba tiba saja Hyde mematikan Handphonya kemudian kembali mengecup bibir Tetsu yang masih mengerucut.
"Hei.. aku tidak menerima pekerjaan kan?" Bisik Hyde pelan.
"Tapi moodku jadi jelek Haido.." seru Tetsu dengan nada sedikit sensual, "aku rasa... kau tau bagaimana menaikan moodku.." lanjutnya dnegan suara yang sengaja di desahkan.
Hyde meneguk liurnya dnegan sulit, kemudian ia menyentak tubuh Tetsu hingga jatuh tertidur di ranjang kingsize hotel bintang lima di hawaii itu.
"Aku sangat tau Tetchan.." seru Hyde dengan suara parau kemudian menindih tubuh Tetsu.
OWARI
Akhirnya fanfic nya selesai jugaaaaa kyaaaaa~ *joget hula hula*
Sesuai janji ff ini aku selesaiin sebelum aku pergi ke jepang haha.
Selamat menikmati semua (/ω\*)