Senin, 19 Oktober 2015

Awesome Night

Tetsu mendesah pelan, entah mengapa sangat kebetulan sekali kamar hotel yang mereka inapi hanya tinggal tersedia dua ruangan lagi, dan yang paling menyebalkan, ia mendapatkan kamar dengan satu ranjang, sementara Ken dan Yukkie mendapatkan twins bed, itu berarti ia harus tidur satu ranjang dengan Hyde.

Well.. sejujurnya, munafik sekali kalau Tetsu bilang ia tidak menyukai satu ranjang dengan Hyde. Ya, dia mencintai Hyde,lebih tepatnya, sejak pertama kali ia melihatnya. Hyde adalah cinta pertamanya, namun ia terlalu takut untuk mengatakanya, ia hanya diam, melihat dengan matanya sendiri bagaimana cintanya pergi.

***

Tetsu merebahkan kepalanya pada bantal, ia dapat mendengar jelas gemericik air dari shower kamar mandi ruangan itu, jelas sekali bahwa Hyde kini tengah mandi.

Memijit kepalnya sendiri, rasanya kepalanya sangat pusing, tak dapat memungkiri bahwa ia merasa sedikit demam, beberapa kali ia harus menjalani pemotretan di cuaca dingin, dengan baju tipis pula, sekarang ia harus merasakan akibat dari keegoisan pada tubuhnya sendiri.

Perlahan Tetsu menutup matanya, seiring dengan suara gemericik yang semakin samar, sudah siap untuk memasuki alam mimpinya.

Tetsu membuka matanya perlahan, mendengar suara berisik di sebelahnya, dilihatnya Hyde yang menatap tajam padanya, senyum jijik pun tak luput dari wajah marahnya.

"Ada apa Hyde?" Tanya Tetsu aga sedikit takut menatap wajah Hyde.

"Kau menjijikan Tetsu" ucap Hyde menatap Tetsu jijik kemudian beranjak pergi dari kasur tersebut.

"Ke-kenapa?" Tanya Tetsu takut bercampur tak mengerti, berusaha menangkap lengan Hyde yang beranjak jauh darinya, kemudian, secara cepat, Hyde menghentakkan lenganya, sehingga pegangan Tetsu terlepas.

"Aku membencimu, mulai detik ini aku bukan member L'Arc~en~ciel lagi" ucap Hyde marah kemudian keluar dari kamar tersebut. Tetsu terhenyak, menatap nanar Hyde yang pergi darinya.

"Jangan pergi.." seru Tetsu setengah berteriak berusaha mengejar Hyde.

"TETCHAN BANGUNN"

Tetsu membuka matanya perlahan, ia dapat melihat Hyde yang menatapnya dengan khawatir, kemudian ini melihat sekeliling kamarnya, ternyata semua itu hanya mimpi.

Tetsuya mendudukan kepalanya, Hyde mengatakan bahwa Tetsu dari tadi terus mengigau sambil menangis, Tetsu hanya menatap nanar Hyde dan mengatakan maaf telah mengganggu tidurnya.

"Nee.. Tetchan kau demam, sebentar aku rasa aku masih memiliki obat penurun panas" seru Hyde menuju kopernya, sementara Tetsu menatap sedih kearah Hyde, seketika itu juga mimpinya tergambarkan dengan jelas di otaknya.

Setetes..

Dua tetes...

Semakin lama, semakin banyak air mata yang keluar dari mata Tetsu. stress, Takut, lelah, semua bercampur jadi satu dalam diri Tetsu, ia takut, sangat Takut jika Hyde pergi meninggalkanya, memandang jijik padanya.

Hyde yang melihat Tetsu menangis mulai panik, ia berjalan cepat kearah ranjang Tetsu, mendudukan dirinya pada sisi Tetsu. menatap Tetsu yang masih berusaha menghentikkan air matanya.

Tetsu tersentak saat merasakan tangan Hyde merengkuh badanya,   perlahan ia mengalungkan tanganya pada pinggang Hyde, sedikit canggung.

"Ada apa Tetsu?"ucap Hyde sambari melepaskan pelukanya pada Tetsu, membuat Tetsu agak sedikit sedih, kemudian Tetsu menatap wajah Hyde dan tersenyum hambar "mimpi buruk.." ucapnya pelan. "Aku bermimpi kau.. kau meninggalkan Laruku.. kau.. membenciku.. manatap jijik pa-" ucap Tetsu terpotong oleh sorotan mata Hyde yang memandangnya dalam.

"Tetchan.." ucap Hyde memegang pipi Tetsu, "aku tidak pernah berfikiran untuk meninggalkanmu, untuk membencimu apalagi untuk keluar dari L'Arc~en~ciel" ujar Hyde lembut, "aku tidak mau jauh dari pelangiku.. menjauh dari seseorang yang memiliki senyuman termanis yang pernah kuliat" seru Hyde lembut, yang sukses membuat pipi Tetsu bersemu merah. Tersenyum manis, Hyde kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Tetsu "bolehkah aku menciumu?" Bisik Hyde lembut, kemudian menempelkan bibirnya pada Tetsu.

Tetsu yang kaget, tidak mampu berkutik atas ciuman Hyde, ciuman Hyde sangat lembut dan manis, membuatnya terbuai, secara perlahan Tetsu membalas ciuman Hyde dengan sedikit kikuk.

Hyde tersenyum senang, kemudian mulai mencium kembali Tetsu, namun kali ini lebih bernafsu, lidah Hyde mulai menyeruak masuk pada belahan bibir Tetsu, tanganya pun mulai memasuki kaos yang dikenakan Tetsu, menyentuh kulit mulus milik Tetsu.

Tetsu mendapati dirinya mendesah saat Hyde mulai memegang tubuhnya, ia tidak mampu menghentikan Hyde. Jujur, Tetsu sangat menginginkanya, ia tidak peduli lagi walaupun ini hanya mimpi sekalipun.

"Nee.. Tetchan... bolehkah aku menyentuhmu?" Desah Hyde pada telinga Tetsu, kemudian menjilatnya secara sensual, membuat Tetsu tidak dapat menahan desahanya.

"Ngghhh"

Hyde menyeringai, kemudian mulai membuka kaos Tetsu, ia dapat dengan jelas melihat kulit mulus milik Tetsu, dengan kedua tonjolan berwarna merah yang menegang, dengan cekatan Hyde mulai mengulum salah satu tonjolan disana, tangan yang satunya mulai menyelinap diantara boxer milik Tetsu.

"Ahhh.. Haido.." ucap Tetsu sambil meremas rambut Hyde, sekarang akal sehatnya benar benar sudah kalah dari nafsunya.

Hyde menarik dengan cepat boxer Tetsu, memperlihatkan milik Tetsu yang tegang dengan sedikit cairan precum yang keluar, kemudian ia mengelus pelan barang milik Tetsu, membuat Tetsu kembali berdigik.

"Sepertinya kau sudah tidak tahan" ujar Hyde mengarahkan jari jarinya kemulut Tetsu, sementara jari yang satunya mulai memberikan pijatan pada barang Tetsu.

"Kulum ini" ujar Hyde memberikan perintah, dengan perlahan Tetsu mengulum ketiga jari Hyde, walaupun kadang ia menghentikan kulumanya karna tak bisa menahan desahanya.

Hyde menarik ketiga jarinya, kemudian melebarkan paha Tetsu, membuat lubang Tetsu terlihat jelas, ia juga dapat melihat wajah Tetsu yang sedikit takut, mencium kening Tetsu pelan "ini akan menyakitkan, tapi percayalah Tetchan, kau akan merasa enak sesudahnya" bisik Hyde pada telinga Tetsu seraya memasukan jari pertamanya pada lubang Tetsu.

"Enghh?!" Tetsu merasakan sensasi aneh saat jari pertama Hyde masuk, mulai melebarkan lubang Tetsu seraya memaju mundurkanya. tangan Tetsu ia lingkarkan pada leher Hyde, sementara Hyde mencium bibir Tetsu seraya menambahkan jari keduanya pada lubang Tetsu.

"Akhh..." jerit Tetsu merasakan panas dan sakit yang bersamaan, ia tak kuasa menahan air matanya, merasakan perih yang amat sangat.

"Tetchan... relax" ujar Hyde mulai mencium leher Tetsu, memberikan beberapa mark disana, membuat Tetsu kembali mendesah.

Dengan perlahan Hyde menambahkan jari ketiganya, membuat Tetsu menggeleng gelengkan kepalanya menahan sakit, Hyde kembali mencium Tetsu sembari menggerakan ketiga jarinya, mencari spot paling sensitiv pada tubuh Tetsuya.

"Akhhh" desah Tetsuya saat ketiga jari Hyde menabrak tepat pada sweetspotnya. Hyde kembali menyeringai, kemudian menabrak terus titik sensitiv itu secara brutal.

Tetsu tak dapat mengendalikan desahanya, ini benar benar gila, rasanya sangat nikmat, ia tidak pernah merasakan ini sebelumnya.
"Ughh Hyde.. aku.. aku.. " ucap Tetsu tak mampu melanjutkan kata katanya.

"Keluarkan saja sayang" ucap Hyde sembari kembali mengulum telinga Tetsu. Kemudian Dengan sekali hentakan, Tetsu mengeluarkan semua cairanya, menyemprotkan cairanya pada perutnya dan milik Hyde.

"Kau bekerja dengan baik" desah Hyde lembut kemudian mengulum leher Tetsu kembali

"Enghh.. Hyde.. please fuck me.. " desah Tetsu yang telah di tutupi kabut nafsu. Hyde menatap Tetsu dan tersenyum nakal, sedikit tidak percaya jika Tetsunya bisa menjadi Binal seperti ini.

"As your wish my honey" ucap Hyde sambil mengarahkan kejantananya pada lubang Tetsu, "its my pleasure" lanjutnya, sambil mendorong masuk miliknya pada lubang Tetsu.

"Enghh..." desah Tetsu merasakan sakit dan nikmat di waktu yang sama, diremasnya rambut Hyde, menandakan bahwa ia menikmatinya.

"Kau sangat sempit Tetchan" ucap Hyde sesekali mendesah, merasakan lubang hangat Tetsu yang seakan akan 'melahap' miliknya.

Dengan sekali hentakan, milik Hyde menabrak sweet spot Tetsu, membuat Tetsu medesah sangat kencang. Menatap Tetsu lembut, Hyde mulai memaju mundurkan miliknya, sesekali kepalnya tenggelam pada perpotongan leher Tetsu.

"Enghh.. Haido.. kumohon.. akhh lebih cepat..." ucap Tetsu di sela sela desahanya.

Hyde kembali memaju mundurkan miliknya pada lubang Tetsu scara brutal, hibgga kasur yang mereka tempati bergoyang pelan, Tetsu mendesah lebih kencang dari sebelumnya, merasakan hyde menabrak titik sensitivnya secara membabi buta.

"Hyde.. aku tak kuat... akhhhh" ucap Tetsu mengelijang, dan kembali menyemprotkan cairan miliknya, beberapa saat kemudian Hyde merasa lubang Tetsu meremasnya dengan kuat, setelah empat kali tusukan Hyde mengeluarkan cairanya di dalam Tetsu.

Dengan perlahan Hyde mengeluarkan miliknya dari lubang Tetsu, cairan milik Hyde pun mengalir keluar dari lubang Tetsu, membuat Tetsu sangat mengagirahkan di mata Hyde.

"Aku mencintaimu Tetchan..." ucap Hyde kembali mengecup kening Tetsu, mata Tetsu terbelalak, tidak menyangka dengan apa yang diucapkan Hyde.

Perlahan lahan air matanya jatuh, Hyde menatap panik pada Tetsu, "maaf..." ucap Hyde tidak enak, mau bagamanapun ia telah menyetubuhi Tetsu.

Tetsu menggeleng gelengkan kepalanya, ia tersenyum sangat manis pada Hyde "aku pikir kau tidak mungkin mencintaiku... aku.. aku sangat bahagia" ucap Tetsu sambil menyeka air matanya. "Aku sangat mencintaimu Hyde" ucap Tetsu dengan senyum kekanak kanakanya. "Tapi... pantatku sakit" ucapnya menatap Hyde dengan tatapan innocentnya.

Rabu, 14 Oktober 2015

My Guardian's Angel FINAL CHAPTER

Hyde kembali menggendong Tetsu menuju kamarnya, menidurkan Tetsu dengan hati hati pada ranjang milik Tetsu, kemudian Hyde membuka kaosnya, Tetsu menelan ludahnya dengan sulit melihat badan Hyde yang terbentuk sempurna, tidak terlalu kurus dan tidak terlalu berotot, badanya sanagt cukup untuk membuat Tetsu memerah.

Sebenarnya Tetsu tidak menyangka bahwa Hyde akan berprilaku sangat lembut padanya, ia tau ini sangat berat untuk Hyde, ia tak pernah menyentuh siapapun semenjak Tetsu lahir.

Tetsu tidak memprotes Hyde yang merobek bajunya secara paksa, ia sudah siap untuk ini. setidaknya, setelah malam ini ia akan milik Hyde selamanya.

Hyde mulai menjilati tubuh Tetsu, membuat Tetsu kembali mendesah nama kekasihnya, merasakan sensasi sensasi yang sangat memabukan, perlahan Hyde mendekatkan wajahnya pada leher Tetsu, menjilatnya lembut kemudian menancapakn taringnya pada Tetsu.

"Akhhh"

Tetsu dapat merasakan Hyde menghisapnya pelan, sementara tanganya masih menggerayangi tubuh Tetsu, entah mengapa ia menyukai sensasi itu.

Kemudian mulut Hyde berpindah pada mulut Tetsu, mengecap rasa Tetsu untuk kesekian kalinya, sungguh rasa dari darah, cairan, tubuh serta saliva Tetsu mampu membuat Hyde gila.

"Enghh" Tetsu mendesah pelan merasakan jari Hyde kembail bermain pada tubuh bagian bawahnya, ia menatap Hyde yang kini sama telanjang seperti dia, melihat barang Hyde yang sudah menengang membuat wajahTetsu memerah, tetsu pun mengalihkan pandanganya kearah lain.

"Hei.. jangan melihat kearah lain sayang" ujar Hyde mengelus pipi Tetsu.

Tetsu memandang Hyde yang tersenyum padanya, kemudian secara pelahan barang milik Hyde menyeruak masuk memenuhi lubangnya, Tetsu yang merasakan lubangnya terisi oleh milik Hyde tak dapat menahan desahanya, begitupun Hyde, merasakan barangnya seperti dilahap oleh lubang Tetsu.

"Kau sangat sempit sayang" desah Hyde sambil terus memasukan barangnya pada Tetsu.

"Aku.. aku tidak pernah- anghh" ucap Tetsu tak mampu melanjutkan kata katanya.

"Tentu saja kau tidak pernah sayang, aku tidak akan membikarkan seseorang mendekatimu" ucap Hyde menghentakkan miliknya masuk dalam lubang Tetsu.

"Aku membunuh semua orang yang menyentuhnu, aku membunuh bajingan itu, tidak secara langsung memang, aku menyiksaya terlebih dulu" ucap Hyde memaju mundurkan miliknya dalam Tetsu

"Aku juga membunuh semua orang yang dekat denganmu dan bermaksud jahat padamu, lelaki saat kau SMP, dan perempuan yang meyatakan perasaanya padamu saat kau SMA sayang"

Tersu mengingatnya, saat SMP ia menyukai seorang laki laki yang sangat baik padanya, namun saat ia ingin menyatakan perasaanya, lelaki itu pun menghilang, tentu saja Tetsu melupakanya, ia masih terlalu kecil untuk mengetahui cinta.

Ia juga mengingat saat SMA, ada seorang anak perempuan yang sangat manis menurutnya, menyatakan cinta padanya, namun setelah menyatakan cinta pada Tetsu, anak itu pun menghilang, Tetsu sudah pernah menanyakan pada teman temanya, namun mereka semua tidak tau.

"Akhh" Tetsu tersadar dari lamunanya saat barang milik Hyde menabrak titik tersensitifnya, membuat Tetsu mendesah kencang. Menyeringai, Hyde terus menusukan penisnya pada titik sensitif itu.

"Kau tau Tetchan.. aku membunuh lelaki cebol yang selalu menempel padamu" bisik Hyde sambil mempercepat gerakanya.

"Kau-" Tetsu hendak protes dengan heartless dan sadisnya Hyde, namun yang keluar hanya desahan desahan erotik dari bibir Tetsu, membuat Hyde menyeringai senang.

"I love you honey" bisik Hyde kemudian mencumbu bibir bengkak Tetsu, mencampurkan saliva satu sama lain, menyalurkan kehangatan satu sama lain.

Tetsu menatap Hyde yang kini menatapnya lembut, seperti mengerti arti dari mata Hyde, ia mengalungkan tanganya pada Hyde dan mencium bibir Hyde kikuk, kemudian menggeser kepalnya ke sisi lain, memberikan akses yang lebih besar pada lehernya untuk Hyde.

Seketika taring Hyde mencuat, kemudian ia kembali menjilat titik yang sebelumnya ia gigit, kemudian menancapkan taring itu pada pembulu darah Tetsu, menghisapnya dengan liar.

Tetsu mendesah nikmat saat Hyde menghisap darahnya sementara Hyde masih menggerakan pinggulnya, membuat Tetsu merasakan suatu kenikmatan tersendiri. Sementara Hyde yang masih menghisap brutal, merasakan darah kekasihnya. jujur, ia sangat menyukainya! Walaupun sebenarnya ia lebih menyukai saat sedang menyetubuhi Tetchanya.

Semakin banyak darah yang Hyde hisap, membuat Tetsu semakin lemas, tangan yang ia kalungkan pada leher Hyde jatuh secara perlahan, pandangan matanya terasa kabur, badanya mulai melemah.

Tetsu dapat melihat Hyde yang melihatnya sambil tersenyum pelan, kemudian mengatakan sesuatu padanya, tapi ia tidak dapat memastikan apa yang dikatakan oleh Hyde, kemudian ia merasakan ada suatu cairan menetes di mulutnya, dengan sigap ia membuka mulutnya, melahap semua cairan kental yang menetes pada mulutnya, seketika badan Tetsu terasa kembali segar, ia menutup matanya, merasakan pusing yang amat sangat.

Ia masih merasakan Hyde yang masih menusukan penisnya dalam lubang Tetsu, perlahan lahan tubuh Tetsu kembali melemah, Tetsu membuka matanya perlahan, terlihat iris berwarna merah darah pada matanya, kemudian menutupnya kembali, badanya terasa seperti terbakar, hal yang ia ingat terakhir kali adalah Hyde masih menggerakan pinggulnya, menusukan barangnya dalam lubang Tetsu.

Fin.

Mskasih smua yang nunggu nunggu fanfic ini... kalo aku moodnya baik mau buat sequel dari fanfic ini

Big thanks buat Jenk yang jd temen duet buat bayangin ken tetsu *plakk*

Maaf vara aku ga munculin Hide disini :"

Makasih yeni yang tabah baca ini Ff

Ratih.. kalo panas banti aku kasih 'es bau ken' deh

Dan nissa... hentikan mimisanmu hahaha

Selasa, 13 Oktober 2015

My guardian's angel chap 9

Hyde berjalan cepat, menggandeng tangan Tetsuagar dapat mengikuti geraknya, keluar dari bar yang telah kacau tersebut. Dibelakang Hyde, Tetchan terlihat kepayahan mengikutinya.

Melihat Tetsu yang kelelahan, dengan gerakan cepat ia mengangkat tubuh Tetsu, dan dengan sekali hentakan sayap hitam itu pun keluar, terbang katas langit, persetan dengan mobilnya, saat ini ia ingin lebih cepat sampai ke rumah Tetsuyanya.

Tetsu refleks mengalungkan tanganya ke leher Hyde, terlalu dini untuk mencerna kejadian barusan. Samar samar ia melihat sayap hitam Hyde, besar seperti punya Hide, namun warnaya hitam legam, dan entah mengapa membuat Tetsu semakin terhipnotis.

Angin malam menerpa wajah Tetsu, sedikit dingin memang, namun ia merasakan sebuah kehangatan saat Hyde mempererat gendonganya pada Tetsu.

Tetsu menatap wajah Hyde yang kaku dan serius, sungguh berkali kali lipat terlihat tampan dari angle saat ini, membuat Tetsu mengeluarkan semu merah pada kedua pipinya, padahal sudah lebih dari setahun ia bersama Hyde, namun perasaan malu dan terpesona pada Hyde tetap saja muncul.

Hyde menapakkan kakinya pada teras rumah Tetsu, dan saat Hyde menatap pintu itu, secara otomatis pintu tersebut langsung terbuka, Hyde yang masih menggangkat Tetsu berjalan pelan masuk ke rumah Tetsu, dan secara otomatis pintu itu pun tertutup kembali.

Hyde mendudukan dirinya pada sofa Tetsu, dan masih menggendong Tetsu. Cahaya bulan menrangi wajah Hyde, Tetsu menatap wajah Hyde lembut, ia merasa bahwa Hyde adalah malaikat, yah well.. Hyde memang memiliki darah malaikat. Hyde menatap wajah Tetsu sambil tersenyum sangat mempesona, memegang dagu Tetsu, mendekatkan wajahnya pada wajah Tetsu.

Tetsu mengira bahwa Hyde akan menciumnya, namun ternyata tidak. Hyde mengelus pipi putih Tetsu, kemusian mencium bibir Tetsu dengan lembut dan manis, ciuman yang membuat Tetsu terbuai, namun perlahan lahan ciuman itu menjadi ciuman penuh nafsu.

Hyde memasukan lidahnya pada mulut Tetsu, mengajak lidah Tetsu untuk menari sensual, Tetsu mengikuti permainan Hyde dengan canggung. Tangan Hyde mulai menyelusup dalam kaos yang digunakan Tetsu, meraba lembut kulit halus Tetsu.

Tetsu merasakan pusing dan nyaman di waktu yang sama, bagaimana tangan dingin Hyde bermain pada tubuhnya yang hangat, perbedaan itu yang membuat Tetsu terasa hidup.

Namun semua kenyamanan itu hilang saat tangan Hyde semakin menjamah tubuhnya dan berhentik di titik paling sensitifnya, badanya seketika menengang.

"Hy-hyde.."

Perlahan air mata turun membasahi pipinya, ia sangat ingin menjadi milik Hyde seutuhnya, namun masa kecilnya menghantui dirinya.

Rasanya seperti kemarin, rasa panas dan sakit yang dirasakanya menyeruak perlahan, ia dapat mengingat dengan jelas saat ayahnya menyentuhnya, dan ia sangat mengingat bila ia menolak ia akan dipukuli oleh sang ayah.

Yah... kalau Tetsu bisa memilih, ia lebih suka di pukuli dan disiksa dibandingkan diperkosa oleh ayahnya sendiri.

"Tenang sayang, aku bukan dia" ucap Hyde pelan sambil mengelus kepala Tetsu.

"Kau memang bukan dirinya hyde" ucap Tetsu pelan memandang Hyde sedih, "a- aku rasa k-kau Harus mencari orang lain Hyde.... aku.. aku ini kotor" ucap Tetsu sendu.

"Tidak Tetsu, kau itu suci sejak kau lahir" ucap Hyde dengan suara mengeras dan menatap Tetsu yang memandangnya sendu.

"Ta-tapi ini semua.. "

"Jangan menyalahkan dirimu sendiri Tetchan" ucap Hyde pada Tetsu "kalau kau mau menyalahkan seseorang, fine! Salahkan diriku" lanjut Hyde setengah frustasi "kau masih sangat kecil saat itu dan aku adalah jodohmu! Tapi aku tak bisa menjagamu... maafkan aku Tetchan" ucap Hyde melemah pada akhir katanya.

"Bukan Hyde.. ini bukan salahmu" ucap Tetsu menggelengkan kepalanya dan menyentuh lengan Hyde lemah, mengalungkan tanganya pada leher Hyde, ia mencium kening Hyde kikuk. "Aku mencintaimu Hyde"

"Aku mencintaimu Tetchan, lebih dari dunia ini, lebih dari apapun" ucap Hyde.

Tetsu tersenyum canggung "Kita melakukanya perlahan..?"

"Ya, kita akan melakukanya perlahan"

Perlahan lahan Hyde membuka baju Tetsu, namun melihat badan Tetsu yang menengang, ia membatalkan niatnya, "oke kita tidak akan membukanya dulu" ucap Hyde sambil menatap Tetsu.

Hyde menggigit jarinya sendiri hingga mengeluarkan darah, perlahan lahan ia menelusuri tubuh bagian bawah Tetsu yang masih tertutupi celana, menyusup masuk menuju lubang Tetsu.

Tetsu dapat merasakan jari Hyde bergerak kearah lubangnya, dan tanpa aba aba memasukan satu jarinya pada Tetsu. Tetsu tersentak kaget, merasakan jari Hyde yang memasuki dirinya, rasa sakit dan nikmat bercampur menjadi satu.

Tetsu refleks meremas bahu Hyde saat merasakan jari kedua Hyde masuk ke dalam lubangnya, "you're doing right baby" bisik Hyde sambil mencium pipi Tetsu lembut.

Tangan Hyde yang bebas merengkuh tubuh Tetsu membuat Tetsu lebih dekat dengan Hyde, ia dapat mendengar suara detak jantung Hyde dengan sangat jelas.

"Kau dengar itu Tetchan, jantungku akan dan terus berdetak hanya untukmu" ucap Hyde lembut.

Wajah Tetsu memerah mendengar ucapan ucapan manis dari Hyde, perlahan jari ketiga menyusul kedua jarinya, memasuki lubang hangat milik Tetsu, mata Tetsu terbelalak saat jari ketiga Hyde masuk, ia dapat merasakan sakit yang bercampur dengan nikmat.

"Apakah aku menyakitimu Tetchan...?"

Iya.. tidak.. Tetsu tidak dapat mendeskripsikanya, ia memang merasakan rasa sakit, namun disamping itu terdapat rasa nikmat tersendiri saat Hyde memaju mudnurkan ketiga jarinya pada lubang Tetsu.

"Enghh" Tetsu tidak dapat menahan desahanya saat jari Hyde menyentuh sweetspot, hyde tersenyum mendapati bahwa tetsunya sedang mwndesah.

"That's it" seru Hyde sambil menyeringai pelan, "work with me honey" lanjut Hyde sambil memaju mudurkan jarinya dengan cepat, menabrak sweetspot Tetsu secara terus menerus.

"Akhh.. hyde" ucap Tetsu tak dapat lagi menahan desahanya, badannya mebgejang setiap kali jemari Hyde menabrak bagian sensitif itu.

"Tidak apa apa, keluarkan saja syaang" ucap Hyde sambil mempercepat gerakanya, membuat badan Tetsu mengelijang, dan kemudian cairan putih keluar, namun masih tertahan oleh celana Tetsu.

"Kau sempurna sayang" ucap Hyde sambil mencium bibir Tetsu.

To be continued..

Maaf jenk dan vara yg menunggu adegan ini besok aku akan apdet chap 10nya.. batrenya low hahaha

Yeni sama ratih kalo baca ini... tabah yaaa dan jangan lupa baca chap selanjutnya~

Dan buat nissa.. jangan mimisan!

Sabtu, 10 Oktober 2015

My guardian's Angel chap 8

Dentuman keras musik khas bar mengalun kencang, para pria dan wanita bercampur menjadi satu, turun ke lantai dansa, meliuk liukan badannya dengan liar, para penari striptis pun mulai beraksi meliukan badannya pada sebuah tiang, sengaja memperlihatkan badan mereka, mengikat para lelaki hidung belang untuk mengambil mereka, untuk mereka peloroti.

Hyde menggandeng tangan Tetsu masuk ke dalam bar tersebut.Tetsu, yang sama sekali belum pernah ke bar merasakan canggung pada dirinya, terlebih melihat para wanita wanita nakal itu menatap Hyde dengan tatapan 'lapar' membuat Tetsu sedikit kesal bercampur canggung.

"Kita duduk disini ya, Tetchan" ucap Hyde lembut, memberikan kode untuk Tetsu agar duduk di salah satu kursi persis di depan bartender, Tetsu mengikuti Hyde, dan duduk di bangku berwarna merah tersebut.

"Ada yang bisa kubantu tuan?" tanya bartender sambil mengocok campuran tequilla yang telah dipesan oleh salah satu tamu sebelumnya.

"Berikan sesuatu yang tidak ber alkohol untuknya, dan red wine untukku" ucap Hyde pada sang bartender tersebut.

"Baik tuan"

Hyde menatap Tetchan yang menatap nanar padanya, merasakan sensasi aneh saat melihat Tetsu-nya seperti itu, ia mengambil inisiatif untuk mengelus pelan kepala Tetsu.

"Hyde.. dulu aku berfikir bahwa aku lah yang paling tersiksa disini, akulah yang paling menyedihkan" ucap Tetsu sebelum Hyde sempat hyde mengucapkan sesuatu. "Tapi.. bagaimana aku bisa bangkit jika aku hanya terpuruk dan terpuruk pada hal yang sama, padahal di sisiku ada kamu Hyde, aku hanya mau kau mengerti diriku, dan kau memang melakukanya! Tapi aku tidak bisa membalasanya, aku.. aku.. maafkan aku Hyde" ucap Tetsu serak, setetes air mata berhasil keluar dari matanya.

Hyde menatap dalam pada Tetsu yang sibuk membersihkan air matanya yang terus tumpah, direngkuhnya bahu Tetsu agar semakin mendekat. "Aku tau kau selalu memiliki hati yang bersih Tetsuya" ucap Hyde mencium kening Tetsu.

"Aku tidak tau pasangan GAY diizinkan masuk"

Hyde dan Tetsu menoleh, mereka dapat melihat seorang pria tambun yang mungkin setengah mabuk, menatap jijik pada mereka, Hyde yang kesal hendak maju kearah pria Tersebut. Namun Tetsu memegang tangan Hyde lembut.

"Sudahlah Hyde" ucap Tetsu mencoba menenangkan Hyde.

"Ya!  dengarkanlah pelacur kecilmu itu" Ujar sang pria sambil memandang jijik kepada sosok Tetsu.

Hyde yang mendengar perkatan pria itu langsung memanas, melesat cepat kearah pria itu, Hyde memberikan sebuah pukulan hingga pria berbadan tambun itu terpental kearah dinding dan jatuh.

" Lancang sekali kau mengucapkan itu" ucap Hyde dingin berjalan kearah pria tersebut. " Kau tidak tau aku sudah menunggunya berapa lama?" Ucap Hyde sambil mencekik pria tersebut.

"Dia tidak mungkin tau Hyde" ucap Tetsu,sambil memegang pelan bahu Hyde, "dan dia tak akan tau bagaimana kita saling mencintai" lanjut Tetsu.  sesaat kemudian ia membekap mulutnya, tidak menyangka bahwa ia akan mengucapkan kata kata tersebut pipi Tetsu pun tak luput dari semu semu merah. Hyde yang terbawa emosi seketika menatap Tetsu, tidak menyangka bahwa Tetsu akan mengatakan hal tersebut.

Mendekati Tetsu mencium bibir mahluk yang sangat ia sayangi dengan perlahan, kemudian kembali menuju pria tambun yang sedang berusaha untuk berdiri.

"Minta maaflah padanya" ucap Hyde kasar pada sang pria tambun tersebut.

"Pada jalang itu? Fuck off"

Hyde yang kesal mencekik pria tersebut hingga dari sela sela leher sang pria mengeluarkan darah, pria itu mengerang kesakitan.

"Sudahlah Hyde, tidak apa apa" ucap Tetsu merasa kasihan pada sang pria tersebut.

"Tidak Tetchan, manusia ini harus diajari sopan santun" ucap Hyde menatap kesal pada Pria tambun yang kesakitan itu. "Dan kau, minta maaf lah sekarang" ucap Hyde tajam, mencengkram kuat leher sang pria.

"Hey apa yang kaaian lakukan di barku!" Ucap sang bartender melirik rajam kearah Hyde, sepertinya orang orang di bar ini sudah saling mengenal.

"Menyebalkan" desis Hyde pelan. Ia kembali menatap sang pria yang ia cekik, dengan kesal Hyde menatap pria itu, mata Hyde berubah menjadi merah, membuat sang pria itu ketakutan.

"I-iya maa-maafkan aku" ucap pria itu keras dan di penuhi rasa ketakutan. Hyde menyunggingkan senyuman dingin pada pria tersebut. Sang pria yang terlepas dari cekikan Hyde mengambil nafas kuat kuat, mendesah ketakutan dan akhirnya ia pingsan.

Tetsu menatap hyde yang berjalan kearahnya, sepertinya ia mulai terbiasa dengan sikap 'heartless'nya Hyde, namun saat Hyde berjalan kearahnta, sang bartender yang kesal menatap tajam Hyde, membawa sebuah gelas untuk memukul Hyde.

"Hyde-" ucap Tetsu tertahan melihat sang bartender mengayunkan gelas itu pada kepala Hyde, namun secepat kilat sayap hitam Hyde keluar, melindungi tubuh bagian belakang

"Aw.. itu sakit" ucap Hyde sambil terkekeh pelan.

Seketika kemudian lampu di bar tersebut padam membuat semua orang berteriak dan berlari tak tentu arah, Tetsu samar samar dapat  melihat gerombolan orang yang berlari tak jelas, Hyde benar, manusia tidak dapat survive, mereka hanya bisa menciptakan sistem, jika sistem itu dirusak mereka tidak bisa apa apa.

Tetsu menoleh kembali, diantara kegelapan ia dapat mendengar teriakan sang bartender saat Hyde mencengkram leher sang bartender kemudian menggoyangkan tubuh itu, Tetsu memegang bahu Hyde pelan, menenangkan Hyde.

"Hyde.. sudah cukup" ucap Tetsu pelan.

Hyde menoleh pada Tetsu, seketika itu ia menghentikan aksinya, meraih tangan Tetsu dan menariknya agar mendekat denganya.

Hyde yang terbawa nafsu memegang wajah Tetsu, mengecupnya dengan penuh nafsu, darah yang tertempel di wajah Tetsu tak luput dari kecupan dan jilatan Hyde, Tetsu mendapati dirinya mendesah atas perlakuan Hyde.

"Aku menginginkanmu Tetchan" lirih Hyde diantara ciuman ciumannya pada Tetsu, Tetsu menatap Hyde yang terus menciumnya, Tetsu tau, Hyde tidak lagi menyentuh siapapun semenjak ia lahir, wajar Hyde sangat menginginkannya.

"Take me, I'm yours"