Hyde kembali menggendong Tetsu menuju kamarnya, menidurkan Tetsu dengan hati hati pada ranjang milik Tetsu, kemudian Hyde membuka kaosnya, Tetsu menelan ludahnya dengan sulit melihat badan Hyde yang terbentuk sempurna, tidak terlalu kurus dan tidak terlalu berotot, badanya sanagt cukup untuk membuat Tetsu memerah.
Sebenarnya Tetsu tidak menyangka bahwa Hyde akan berprilaku sangat lembut padanya, ia tau ini sangat berat untuk Hyde, ia tak pernah menyentuh siapapun semenjak Tetsu lahir.
Tetsu tidak memprotes Hyde yang merobek bajunya secara paksa, ia sudah siap untuk ini. setidaknya, setelah malam ini ia akan milik Hyde selamanya.
Hyde mulai menjilati tubuh Tetsu, membuat Tetsu kembali mendesah nama kekasihnya, merasakan sensasi sensasi yang sangat memabukan, perlahan Hyde mendekatkan wajahnya pada leher Tetsu, menjilatnya lembut kemudian menancapakn taringnya pada Tetsu.
"Akhhh"
Tetsu dapat merasakan Hyde menghisapnya pelan, sementara tanganya masih menggerayangi tubuh Tetsu, entah mengapa ia menyukai sensasi itu.
Kemudian mulut Hyde berpindah pada mulut Tetsu, mengecap rasa Tetsu untuk kesekian kalinya, sungguh rasa dari darah, cairan, tubuh serta saliva Tetsu mampu membuat Hyde gila.
"Enghh" Tetsu mendesah pelan merasakan jari Hyde kembail bermain pada tubuh bagian bawahnya, ia menatap Hyde yang kini sama telanjang seperti dia, melihat barang Hyde yang sudah menengang membuat wajahTetsu memerah, tetsu pun mengalihkan pandanganya kearah lain.
"Hei.. jangan melihat kearah lain sayang" ujar Hyde mengelus pipi Tetsu.
Tetsu memandang Hyde yang tersenyum padanya, kemudian secara pelahan barang milik Hyde menyeruak masuk memenuhi lubangnya, Tetsu yang merasakan lubangnya terisi oleh milik Hyde tak dapat menahan desahanya, begitupun Hyde, merasakan barangnya seperti dilahap oleh lubang Tetsu.
"Kau sangat sempit sayang" desah Hyde sambil terus memasukan barangnya pada Tetsu.
"Aku.. aku tidak pernah- anghh" ucap Tetsu tak mampu melanjutkan kata katanya.
"Tentu saja kau tidak pernah sayang, aku tidak akan membikarkan seseorang mendekatimu" ucap Hyde menghentakkan miliknya masuk dalam lubang Tetsu.
"Aku membunuh semua orang yang menyentuhnu, aku membunuh bajingan itu, tidak secara langsung memang, aku menyiksaya terlebih dulu" ucap Hyde memaju mundurkan miliknya dalam Tetsu
"Aku juga membunuh semua orang yang dekat denganmu dan bermaksud jahat padamu, lelaki saat kau SMP, dan perempuan yang meyatakan perasaanya padamu saat kau SMA sayang"
Tersu mengingatnya, saat SMP ia menyukai seorang laki laki yang sangat baik padanya, namun saat ia ingin menyatakan perasaanya, lelaki itu pun menghilang, tentu saja Tetsu melupakanya, ia masih terlalu kecil untuk mengetahui cinta.
Ia juga mengingat saat SMA, ada seorang anak perempuan yang sangat manis menurutnya, menyatakan cinta padanya, namun setelah menyatakan cinta pada Tetsu, anak itu pun menghilang, Tetsu sudah pernah menanyakan pada teman temanya, namun mereka semua tidak tau.
"Akhh" Tetsu tersadar dari lamunanya saat barang milik Hyde menabrak titik tersensitifnya, membuat Tetsu mendesah kencang. Menyeringai, Hyde terus menusukan penisnya pada titik sensitif itu.
"Kau tau Tetchan.. aku membunuh lelaki cebol yang selalu menempel padamu" bisik Hyde sambil mempercepat gerakanya.
"Kau-" Tetsu hendak protes dengan heartless dan sadisnya Hyde, namun yang keluar hanya desahan desahan erotik dari bibir Tetsu, membuat Hyde menyeringai senang.
"I love you honey" bisik Hyde kemudian mencumbu bibir bengkak Tetsu, mencampurkan saliva satu sama lain, menyalurkan kehangatan satu sama lain.
Tetsu menatap Hyde yang kini menatapnya lembut, seperti mengerti arti dari mata Hyde, ia mengalungkan tanganya pada Hyde dan mencium bibir Hyde kikuk, kemudian menggeser kepalnya ke sisi lain, memberikan akses yang lebih besar pada lehernya untuk Hyde.
Seketika taring Hyde mencuat, kemudian ia kembali menjilat titik yang sebelumnya ia gigit, kemudian menancapkan taring itu pada pembulu darah Tetsu, menghisapnya dengan liar.
Tetsu mendesah nikmat saat Hyde menghisap darahnya sementara Hyde masih menggerakan pinggulnya, membuat Tetsu merasakan suatu kenikmatan tersendiri. Sementara Hyde yang masih menghisap brutal, merasakan darah kekasihnya. jujur, ia sangat menyukainya! Walaupun sebenarnya ia lebih menyukai saat sedang menyetubuhi Tetchanya.
Semakin banyak darah yang Hyde hisap, membuat Tetsu semakin lemas, tangan yang ia kalungkan pada leher Hyde jatuh secara perlahan, pandangan matanya terasa kabur, badanya mulai melemah.
Tetsu dapat melihat Hyde yang melihatnya sambil tersenyum pelan, kemudian mengatakan sesuatu padanya, tapi ia tidak dapat memastikan apa yang dikatakan oleh Hyde, kemudian ia merasakan ada suatu cairan menetes di mulutnya, dengan sigap ia membuka mulutnya, melahap semua cairan kental yang menetes pada mulutnya, seketika badan Tetsu terasa kembali segar, ia menutup matanya, merasakan pusing yang amat sangat.
Ia masih merasakan Hyde yang masih menusukan penisnya dalam lubang Tetsu, perlahan lahan tubuh Tetsu kembali melemah, Tetsu membuka matanya perlahan, terlihat iris berwarna merah darah pada matanya, kemudian menutupnya kembali, badanya terasa seperti terbakar, hal yang ia ingat terakhir kali adalah Hyde masih menggerakan pinggulnya, menusukan barangnya dalam lubang Tetsu.
Fin.
Mskasih smua yang nunggu nunggu fanfic ini... kalo aku moodnya baik mau buat sequel dari fanfic ini
Big thanks buat Jenk yang jd temen duet buat bayangin ken tetsu *plakk*
Maaf vara aku ga munculin Hide disini :"
Makasih yeni yang tabah baca ini Ff
Ratih.. kalo panas banti aku kasih 'es bau ken' deh
Dan nissa... hentikan mimisanmu hahaha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar