Sabtu, 10 Oktober 2015

My guardian's Angel chap 8

Dentuman keras musik khas bar mengalun kencang, para pria dan wanita bercampur menjadi satu, turun ke lantai dansa, meliuk liukan badannya dengan liar, para penari striptis pun mulai beraksi meliukan badannya pada sebuah tiang, sengaja memperlihatkan badan mereka, mengikat para lelaki hidung belang untuk mengambil mereka, untuk mereka peloroti.

Hyde menggandeng tangan Tetsu masuk ke dalam bar tersebut.Tetsu, yang sama sekali belum pernah ke bar merasakan canggung pada dirinya, terlebih melihat para wanita wanita nakal itu menatap Hyde dengan tatapan 'lapar' membuat Tetsu sedikit kesal bercampur canggung.

"Kita duduk disini ya, Tetchan" ucap Hyde lembut, memberikan kode untuk Tetsu agar duduk di salah satu kursi persis di depan bartender, Tetsu mengikuti Hyde, dan duduk di bangku berwarna merah tersebut.

"Ada yang bisa kubantu tuan?" tanya bartender sambil mengocok campuran tequilla yang telah dipesan oleh salah satu tamu sebelumnya.

"Berikan sesuatu yang tidak ber alkohol untuknya, dan red wine untukku" ucap Hyde pada sang bartender tersebut.

"Baik tuan"

Hyde menatap Tetchan yang menatap nanar padanya, merasakan sensasi aneh saat melihat Tetsu-nya seperti itu, ia mengambil inisiatif untuk mengelus pelan kepala Tetsu.

"Hyde.. dulu aku berfikir bahwa aku lah yang paling tersiksa disini, akulah yang paling menyedihkan" ucap Tetsu sebelum Hyde sempat hyde mengucapkan sesuatu. "Tapi.. bagaimana aku bisa bangkit jika aku hanya terpuruk dan terpuruk pada hal yang sama, padahal di sisiku ada kamu Hyde, aku hanya mau kau mengerti diriku, dan kau memang melakukanya! Tapi aku tidak bisa membalasanya, aku.. aku.. maafkan aku Hyde" ucap Tetsu serak, setetes air mata berhasil keluar dari matanya.

Hyde menatap dalam pada Tetsu yang sibuk membersihkan air matanya yang terus tumpah, direngkuhnya bahu Tetsu agar semakin mendekat. "Aku tau kau selalu memiliki hati yang bersih Tetsuya" ucap Hyde mencium kening Tetsu.

"Aku tidak tau pasangan GAY diizinkan masuk"

Hyde dan Tetsu menoleh, mereka dapat melihat seorang pria tambun yang mungkin setengah mabuk, menatap jijik pada mereka, Hyde yang kesal hendak maju kearah pria Tersebut. Namun Tetsu memegang tangan Hyde lembut.

"Sudahlah Hyde" ucap Tetsu mencoba menenangkan Hyde.

"Ya!  dengarkanlah pelacur kecilmu itu" Ujar sang pria sambil memandang jijik kepada sosok Tetsu.

Hyde yang mendengar perkatan pria itu langsung memanas, melesat cepat kearah pria itu, Hyde memberikan sebuah pukulan hingga pria berbadan tambun itu terpental kearah dinding dan jatuh.

" Lancang sekali kau mengucapkan itu" ucap Hyde dingin berjalan kearah pria tersebut. " Kau tidak tau aku sudah menunggunya berapa lama?" Ucap Hyde sambil mencekik pria tersebut.

"Dia tidak mungkin tau Hyde" ucap Tetsu,sambil memegang pelan bahu Hyde, "dan dia tak akan tau bagaimana kita saling mencintai" lanjut Tetsu.  sesaat kemudian ia membekap mulutnya, tidak menyangka bahwa ia akan mengucapkan kata kata tersebut pipi Tetsu pun tak luput dari semu semu merah. Hyde yang terbawa emosi seketika menatap Tetsu, tidak menyangka bahwa Tetsu akan mengatakan hal tersebut.

Mendekati Tetsu mencium bibir mahluk yang sangat ia sayangi dengan perlahan, kemudian kembali menuju pria tambun yang sedang berusaha untuk berdiri.

"Minta maaflah padanya" ucap Hyde kasar pada sang pria tambun tersebut.

"Pada jalang itu? Fuck off"

Hyde yang kesal mencekik pria tersebut hingga dari sela sela leher sang pria mengeluarkan darah, pria itu mengerang kesakitan.

"Sudahlah Hyde, tidak apa apa" ucap Tetsu merasa kasihan pada sang pria tersebut.

"Tidak Tetchan, manusia ini harus diajari sopan santun" ucap Hyde menatap kesal pada Pria tambun yang kesakitan itu. "Dan kau, minta maaf lah sekarang" ucap Hyde tajam, mencengkram kuat leher sang pria.

"Hey apa yang kaaian lakukan di barku!" Ucap sang bartender melirik rajam kearah Hyde, sepertinya orang orang di bar ini sudah saling mengenal.

"Menyebalkan" desis Hyde pelan. Ia kembali menatap sang pria yang ia cekik, dengan kesal Hyde menatap pria itu, mata Hyde berubah menjadi merah, membuat sang pria itu ketakutan.

"I-iya maa-maafkan aku" ucap pria itu keras dan di penuhi rasa ketakutan. Hyde menyunggingkan senyuman dingin pada pria tersebut. Sang pria yang terlepas dari cekikan Hyde mengambil nafas kuat kuat, mendesah ketakutan dan akhirnya ia pingsan.

Tetsu menatap hyde yang berjalan kearahnya, sepertinya ia mulai terbiasa dengan sikap 'heartless'nya Hyde, namun saat Hyde berjalan kearahnta, sang bartender yang kesal menatap tajam Hyde, membawa sebuah gelas untuk memukul Hyde.

"Hyde-" ucap Tetsu tertahan melihat sang bartender mengayunkan gelas itu pada kepala Hyde, namun secepat kilat sayap hitam Hyde keluar, melindungi tubuh bagian belakang

"Aw.. itu sakit" ucap Hyde sambil terkekeh pelan.

Seketika kemudian lampu di bar tersebut padam membuat semua orang berteriak dan berlari tak tentu arah, Tetsu samar samar dapat  melihat gerombolan orang yang berlari tak jelas, Hyde benar, manusia tidak dapat survive, mereka hanya bisa menciptakan sistem, jika sistem itu dirusak mereka tidak bisa apa apa.

Tetsu menoleh kembali, diantara kegelapan ia dapat mendengar teriakan sang bartender saat Hyde mencengkram leher sang bartender kemudian menggoyangkan tubuh itu, Tetsu memegang bahu Hyde pelan, menenangkan Hyde.

"Hyde.. sudah cukup" ucap Tetsu pelan.

Hyde menoleh pada Tetsu, seketika itu ia menghentikan aksinya, meraih tangan Tetsu dan menariknya agar mendekat denganya.

Hyde yang terbawa nafsu memegang wajah Tetsu, mengecupnya dengan penuh nafsu, darah yang tertempel di wajah Tetsu tak luput dari kecupan dan jilatan Hyde, Tetsu mendapati dirinya mendesah atas perlakuan Hyde.

"Aku menginginkanmu Tetchan" lirih Hyde diantara ciuman ciumannya pada Tetsu, Tetsu menatap Hyde yang terus menciumnya, Tetsu tau, Hyde tidak lagi menyentuh siapapun semenjak ia lahir, wajar Hyde sangat menginginkannya.

"Take me, I'm yours"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar