Senin, 19 Oktober 2015

Awesome Night

Tetsu mendesah pelan, entah mengapa sangat kebetulan sekali kamar hotel yang mereka inapi hanya tinggal tersedia dua ruangan lagi, dan yang paling menyebalkan, ia mendapatkan kamar dengan satu ranjang, sementara Ken dan Yukkie mendapatkan twins bed, itu berarti ia harus tidur satu ranjang dengan Hyde.

Well.. sejujurnya, munafik sekali kalau Tetsu bilang ia tidak menyukai satu ranjang dengan Hyde. Ya, dia mencintai Hyde,lebih tepatnya, sejak pertama kali ia melihatnya. Hyde adalah cinta pertamanya, namun ia terlalu takut untuk mengatakanya, ia hanya diam, melihat dengan matanya sendiri bagaimana cintanya pergi.

***

Tetsu merebahkan kepalanya pada bantal, ia dapat mendengar jelas gemericik air dari shower kamar mandi ruangan itu, jelas sekali bahwa Hyde kini tengah mandi.

Memijit kepalnya sendiri, rasanya kepalanya sangat pusing, tak dapat memungkiri bahwa ia merasa sedikit demam, beberapa kali ia harus menjalani pemotretan di cuaca dingin, dengan baju tipis pula, sekarang ia harus merasakan akibat dari keegoisan pada tubuhnya sendiri.

Perlahan Tetsu menutup matanya, seiring dengan suara gemericik yang semakin samar, sudah siap untuk memasuki alam mimpinya.

Tetsu membuka matanya perlahan, mendengar suara berisik di sebelahnya, dilihatnya Hyde yang menatap tajam padanya, senyum jijik pun tak luput dari wajah marahnya.

"Ada apa Hyde?" Tanya Tetsu aga sedikit takut menatap wajah Hyde.

"Kau menjijikan Tetsu" ucap Hyde menatap Tetsu jijik kemudian beranjak pergi dari kasur tersebut.

"Ke-kenapa?" Tanya Tetsu takut bercampur tak mengerti, berusaha menangkap lengan Hyde yang beranjak jauh darinya, kemudian, secara cepat, Hyde menghentakkan lenganya, sehingga pegangan Tetsu terlepas.

"Aku membencimu, mulai detik ini aku bukan member L'Arc~en~ciel lagi" ucap Hyde marah kemudian keluar dari kamar tersebut. Tetsu terhenyak, menatap nanar Hyde yang pergi darinya.

"Jangan pergi.." seru Tetsu setengah berteriak berusaha mengejar Hyde.

"TETCHAN BANGUNN"

Tetsu membuka matanya perlahan, ia dapat melihat Hyde yang menatapnya dengan khawatir, kemudian ini melihat sekeliling kamarnya, ternyata semua itu hanya mimpi.

Tetsuya mendudukan kepalanya, Hyde mengatakan bahwa Tetsu dari tadi terus mengigau sambil menangis, Tetsu hanya menatap nanar Hyde dan mengatakan maaf telah mengganggu tidurnya.

"Nee.. Tetchan kau demam, sebentar aku rasa aku masih memiliki obat penurun panas" seru Hyde menuju kopernya, sementara Tetsu menatap sedih kearah Hyde, seketika itu juga mimpinya tergambarkan dengan jelas di otaknya.

Setetes..

Dua tetes...

Semakin lama, semakin banyak air mata yang keluar dari mata Tetsu. stress, Takut, lelah, semua bercampur jadi satu dalam diri Tetsu, ia takut, sangat Takut jika Hyde pergi meninggalkanya, memandang jijik padanya.

Hyde yang melihat Tetsu menangis mulai panik, ia berjalan cepat kearah ranjang Tetsu, mendudukan dirinya pada sisi Tetsu. menatap Tetsu yang masih berusaha menghentikkan air matanya.

Tetsu tersentak saat merasakan tangan Hyde merengkuh badanya,   perlahan ia mengalungkan tanganya pada pinggang Hyde, sedikit canggung.

"Ada apa Tetsu?"ucap Hyde sambari melepaskan pelukanya pada Tetsu, membuat Tetsu agak sedikit sedih, kemudian Tetsu menatap wajah Hyde dan tersenyum hambar "mimpi buruk.." ucapnya pelan. "Aku bermimpi kau.. kau meninggalkan Laruku.. kau.. membenciku.. manatap jijik pa-" ucap Tetsu terpotong oleh sorotan mata Hyde yang memandangnya dalam.

"Tetchan.." ucap Hyde memegang pipi Tetsu, "aku tidak pernah berfikiran untuk meninggalkanmu, untuk membencimu apalagi untuk keluar dari L'Arc~en~ciel" ujar Hyde lembut, "aku tidak mau jauh dari pelangiku.. menjauh dari seseorang yang memiliki senyuman termanis yang pernah kuliat" seru Hyde lembut, yang sukses membuat pipi Tetsu bersemu merah. Tersenyum manis, Hyde kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Tetsu "bolehkah aku menciumu?" Bisik Hyde lembut, kemudian menempelkan bibirnya pada Tetsu.

Tetsu yang kaget, tidak mampu berkutik atas ciuman Hyde, ciuman Hyde sangat lembut dan manis, membuatnya terbuai, secara perlahan Tetsu membalas ciuman Hyde dengan sedikit kikuk.

Hyde tersenyum senang, kemudian mulai mencium kembali Tetsu, namun kali ini lebih bernafsu, lidah Hyde mulai menyeruak masuk pada belahan bibir Tetsu, tanganya pun mulai memasuki kaos yang dikenakan Tetsu, menyentuh kulit mulus milik Tetsu.

Tetsu mendapati dirinya mendesah saat Hyde mulai memegang tubuhnya, ia tidak mampu menghentikan Hyde. Jujur, Tetsu sangat menginginkanya, ia tidak peduli lagi walaupun ini hanya mimpi sekalipun.

"Nee.. Tetchan... bolehkah aku menyentuhmu?" Desah Hyde pada telinga Tetsu, kemudian menjilatnya secara sensual, membuat Tetsu tidak dapat menahan desahanya.

"Ngghhh"

Hyde menyeringai, kemudian mulai membuka kaos Tetsu, ia dapat dengan jelas melihat kulit mulus milik Tetsu, dengan kedua tonjolan berwarna merah yang menegang, dengan cekatan Hyde mulai mengulum salah satu tonjolan disana, tangan yang satunya mulai menyelinap diantara boxer milik Tetsu.

"Ahhh.. Haido.." ucap Tetsu sambil meremas rambut Hyde, sekarang akal sehatnya benar benar sudah kalah dari nafsunya.

Hyde menarik dengan cepat boxer Tetsu, memperlihatkan milik Tetsu yang tegang dengan sedikit cairan precum yang keluar, kemudian ia mengelus pelan barang milik Tetsu, membuat Tetsu kembali berdigik.

"Sepertinya kau sudah tidak tahan" ujar Hyde mengarahkan jari jarinya kemulut Tetsu, sementara jari yang satunya mulai memberikan pijatan pada barang Tetsu.

"Kulum ini" ujar Hyde memberikan perintah, dengan perlahan Tetsu mengulum ketiga jari Hyde, walaupun kadang ia menghentikan kulumanya karna tak bisa menahan desahanya.

Hyde menarik ketiga jarinya, kemudian melebarkan paha Tetsu, membuat lubang Tetsu terlihat jelas, ia juga dapat melihat wajah Tetsu yang sedikit takut, mencium kening Tetsu pelan "ini akan menyakitkan, tapi percayalah Tetchan, kau akan merasa enak sesudahnya" bisik Hyde pada telinga Tetsu seraya memasukan jari pertamanya pada lubang Tetsu.

"Enghh?!" Tetsu merasakan sensasi aneh saat jari pertama Hyde masuk, mulai melebarkan lubang Tetsu seraya memaju mundurkanya. tangan Tetsu ia lingkarkan pada leher Hyde, sementara Hyde mencium bibir Tetsu seraya menambahkan jari keduanya pada lubang Tetsu.

"Akhh..." jerit Tetsu merasakan panas dan sakit yang bersamaan, ia tak kuasa menahan air matanya, merasakan perih yang amat sangat.

"Tetchan... relax" ujar Hyde mulai mencium leher Tetsu, memberikan beberapa mark disana, membuat Tetsu kembali mendesah.

Dengan perlahan Hyde menambahkan jari ketiganya, membuat Tetsu menggeleng gelengkan kepalanya menahan sakit, Hyde kembali mencium Tetsu sembari menggerakan ketiga jarinya, mencari spot paling sensitiv pada tubuh Tetsuya.

"Akhhh" desah Tetsuya saat ketiga jari Hyde menabrak tepat pada sweetspotnya. Hyde kembali menyeringai, kemudian menabrak terus titik sensitiv itu secara brutal.

Tetsu tak dapat mengendalikan desahanya, ini benar benar gila, rasanya sangat nikmat, ia tidak pernah merasakan ini sebelumnya.
"Ughh Hyde.. aku.. aku.. " ucap Tetsu tak mampu melanjutkan kata katanya.

"Keluarkan saja sayang" ucap Hyde sembari kembali mengulum telinga Tetsu. Kemudian Dengan sekali hentakan, Tetsu mengeluarkan semua cairanya, menyemprotkan cairanya pada perutnya dan milik Hyde.

"Kau bekerja dengan baik" desah Hyde lembut kemudian mengulum leher Tetsu kembali

"Enghh.. Hyde.. please fuck me.. " desah Tetsu yang telah di tutupi kabut nafsu. Hyde menatap Tetsu dan tersenyum nakal, sedikit tidak percaya jika Tetsunya bisa menjadi Binal seperti ini.

"As your wish my honey" ucap Hyde sambil mengarahkan kejantananya pada lubang Tetsu, "its my pleasure" lanjutnya, sambil mendorong masuk miliknya pada lubang Tetsu.

"Enghh..." desah Tetsu merasakan sakit dan nikmat di waktu yang sama, diremasnya rambut Hyde, menandakan bahwa ia menikmatinya.

"Kau sangat sempit Tetchan" ucap Hyde sesekali mendesah, merasakan lubang hangat Tetsu yang seakan akan 'melahap' miliknya.

Dengan sekali hentakan, milik Hyde menabrak sweet spot Tetsu, membuat Tetsu medesah sangat kencang. Menatap Tetsu lembut, Hyde mulai memaju mundurkan miliknya, sesekali kepalnya tenggelam pada perpotongan leher Tetsu.

"Enghh.. Haido.. kumohon.. akhh lebih cepat..." ucap Tetsu di sela sela desahanya.

Hyde kembali memaju mundurkan miliknya pada lubang Tetsu scara brutal, hibgga kasur yang mereka tempati bergoyang pelan, Tetsu mendesah lebih kencang dari sebelumnya, merasakan hyde menabrak titik sensitivnya secara membabi buta.

"Hyde.. aku tak kuat... akhhhh" ucap Tetsu mengelijang, dan kembali menyemprotkan cairan miliknya, beberapa saat kemudian Hyde merasa lubang Tetsu meremasnya dengan kuat, setelah empat kali tusukan Hyde mengeluarkan cairanya di dalam Tetsu.

Dengan perlahan Hyde mengeluarkan miliknya dari lubang Tetsu, cairan milik Hyde pun mengalir keluar dari lubang Tetsu, membuat Tetsu sangat mengagirahkan di mata Hyde.

"Aku mencintaimu Tetchan..." ucap Hyde kembali mengecup kening Tetsu, mata Tetsu terbelalak, tidak menyangka dengan apa yang diucapkan Hyde.

Perlahan lahan air matanya jatuh, Hyde menatap panik pada Tetsu, "maaf..." ucap Hyde tidak enak, mau bagamanapun ia telah menyetubuhi Tetsu.

Tetsu menggeleng gelengkan kepalanya, ia tersenyum sangat manis pada Hyde "aku pikir kau tidak mungkin mencintaiku... aku.. aku sangat bahagia" ucap Tetsu sambil menyeka air matanya. "Aku sangat mencintaimu Hyde" ucap Tetsu dengan senyum kekanak kanakanya. "Tapi... pantatku sakit" ucapnya menatap Hyde dengan tatapan innocentnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar