Hyde berjalan cepat, menggandeng tangan Tetsuagar dapat mengikuti geraknya, keluar dari bar yang telah kacau tersebut. Dibelakang Hyde, Tetchan terlihat kepayahan mengikutinya.
Melihat Tetsu yang kelelahan, dengan gerakan cepat ia mengangkat tubuh Tetsu, dan dengan sekali hentakan sayap hitam itu pun keluar, terbang katas langit, persetan dengan mobilnya, saat ini ia ingin lebih cepat sampai ke rumah Tetsuyanya.
Tetsu refleks mengalungkan tanganya ke leher Hyde, terlalu dini untuk mencerna kejadian barusan. Samar samar ia melihat sayap hitam Hyde, besar seperti punya Hide, namun warnaya hitam legam, dan entah mengapa membuat Tetsu semakin terhipnotis.
Angin malam menerpa wajah Tetsu, sedikit dingin memang, namun ia merasakan sebuah kehangatan saat Hyde mempererat gendonganya pada Tetsu.
Tetsu menatap wajah Hyde yang kaku dan serius, sungguh berkali kali lipat terlihat tampan dari angle saat ini, membuat Tetsu mengeluarkan semu merah pada kedua pipinya, padahal sudah lebih dari setahun ia bersama Hyde, namun perasaan malu dan terpesona pada Hyde tetap saja muncul.
Hyde menapakkan kakinya pada teras rumah Tetsu, dan saat Hyde menatap pintu itu, secara otomatis pintu tersebut langsung terbuka, Hyde yang masih menggangkat Tetsu berjalan pelan masuk ke rumah Tetsu, dan secara otomatis pintu itu pun tertutup kembali.
Hyde mendudukan dirinya pada sofa Tetsu, dan masih menggendong Tetsu. Cahaya bulan menrangi wajah Hyde, Tetsu menatap wajah Hyde lembut, ia merasa bahwa Hyde adalah malaikat, yah well.. Hyde memang memiliki darah malaikat. Hyde menatap wajah Tetsu sambil tersenyum sangat mempesona, memegang dagu Tetsu, mendekatkan wajahnya pada wajah Tetsu.
Tetsu mengira bahwa Hyde akan menciumnya, namun ternyata tidak. Hyde mengelus pipi putih Tetsu, kemusian mencium bibir Tetsu dengan lembut dan manis, ciuman yang membuat Tetsu terbuai, namun perlahan lahan ciuman itu menjadi ciuman penuh nafsu.
Hyde memasukan lidahnya pada mulut Tetsu, mengajak lidah Tetsu untuk menari sensual, Tetsu mengikuti permainan Hyde dengan canggung. Tangan Hyde mulai menyelusup dalam kaos yang digunakan Tetsu, meraba lembut kulit halus Tetsu.
Tetsu merasakan pusing dan nyaman di waktu yang sama, bagaimana tangan dingin Hyde bermain pada tubuhnya yang hangat, perbedaan itu yang membuat Tetsu terasa hidup.
Namun semua kenyamanan itu hilang saat tangan Hyde semakin menjamah tubuhnya dan berhentik di titik paling sensitifnya, badanya seketika menengang.
"Hy-hyde.."
Perlahan air mata turun membasahi pipinya, ia sangat ingin menjadi milik Hyde seutuhnya, namun masa kecilnya menghantui dirinya.
Rasanya seperti kemarin, rasa panas dan sakit yang dirasakanya menyeruak perlahan, ia dapat mengingat dengan jelas saat ayahnya menyentuhnya, dan ia sangat mengingat bila ia menolak ia akan dipukuli oleh sang ayah.
Yah... kalau Tetsu bisa memilih, ia lebih suka di pukuli dan disiksa dibandingkan diperkosa oleh ayahnya sendiri.
"Tenang sayang, aku bukan dia" ucap Hyde pelan sambil mengelus kepala Tetsu.
"Kau memang bukan dirinya hyde" ucap Tetsu pelan memandang Hyde sedih, "a- aku rasa k-kau Harus mencari orang lain Hyde.... aku.. aku ini kotor" ucap Tetsu sendu.
"Tidak Tetsu, kau itu suci sejak kau lahir" ucap Hyde dengan suara mengeras dan menatap Tetsu yang memandangnya sendu.
"Ta-tapi ini semua.. "
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri Tetchan" ucap Hyde pada Tetsu "kalau kau mau menyalahkan seseorang, fine! Salahkan diriku" lanjut Hyde setengah frustasi "kau masih sangat kecil saat itu dan aku adalah jodohmu! Tapi aku tak bisa menjagamu... maafkan aku Tetchan" ucap Hyde melemah pada akhir katanya.
"Bukan Hyde.. ini bukan salahmu" ucap Tetsu menggelengkan kepalanya dan menyentuh lengan Hyde lemah, mengalungkan tanganya pada leher Hyde, ia mencium kening Hyde kikuk. "Aku mencintaimu Hyde"
"Aku mencintaimu Tetchan, lebih dari dunia ini, lebih dari apapun" ucap Hyde.
Tetsu tersenyum canggung "Kita melakukanya perlahan..?"
"Ya, kita akan melakukanya perlahan"
Perlahan lahan Hyde membuka baju Tetsu, namun melihat badan Tetsu yang menengang, ia membatalkan niatnya, "oke kita tidak akan membukanya dulu" ucap Hyde sambil menatap Tetsu.
Hyde menggigit jarinya sendiri hingga mengeluarkan darah, perlahan lahan ia menelusuri tubuh bagian bawah Tetsu yang masih tertutupi celana, menyusup masuk menuju lubang Tetsu.
Tetsu dapat merasakan jari Hyde bergerak kearah lubangnya, dan tanpa aba aba memasukan satu jarinya pada Tetsu. Tetsu tersentak kaget, merasakan jari Hyde yang memasuki dirinya, rasa sakit dan nikmat bercampur menjadi satu.
Tetsu refleks meremas bahu Hyde saat merasakan jari kedua Hyde masuk ke dalam lubangnya, "you're doing right baby" bisik Hyde sambil mencium pipi Tetsu lembut.
Tangan Hyde yang bebas merengkuh tubuh Tetsu membuat Tetsu lebih dekat dengan Hyde, ia dapat mendengar suara detak jantung Hyde dengan sangat jelas.
"Kau dengar itu Tetchan, jantungku akan dan terus berdetak hanya untukmu" ucap Hyde lembut.
Wajah Tetsu memerah mendengar ucapan ucapan manis dari Hyde, perlahan jari ketiga menyusul kedua jarinya, memasuki lubang hangat milik Tetsu, mata Tetsu terbelalak saat jari ketiga Hyde masuk, ia dapat merasakan sakit yang bercampur dengan nikmat.
"Apakah aku menyakitimu Tetchan...?"
Iya.. tidak.. Tetsu tidak dapat mendeskripsikanya, ia memang merasakan rasa sakit, namun disamping itu terdapat rasa nikmat tersendiri saat Hyde memaju mudnurkan ketiga jarinya pada lubang Tetsu.
"Enghh" Tetsu tidak dapat menahan desahanya saat jari Hyde menyentuh sweetspot, hyde tersenyum mendapati bahwa tetsunya sedang mwndesah.
"That's it" seru Hyde sambil menyeringai pelan, "work with me honey" lanjut Hyde sambil memaju mudurkan jarinya dengan cepat, menabrak sweetspot Tetsu secara terus menerus.
"Akhh.. hyde" ucap Tetsu tak dapat lagi menahan desahanya, badannya mebgejang setiap kali jemari Hyde menabrak bagian sensitif itu.
"Tidak apa apa, keluarkan saja syaang" ucap Hyde sambil mempercepat gerakanya, membuat badan Tetsu mengelijang, dan kemudian cairan putih keluar, namun masih tertahan oleh celana Tetsu.
"Kau sempurna sayang" ucap Hyde sambil mencium bibir Tetsu.
To be continued..
Maaf jenk dan vara yg menunggu adegan ini besok aku akan apdet chap 10nya.. batrenya low hahaha
Yeni sama ratih kalo baca ini... tabah yaaa dan jangan lupa baca chap selanjutnya~
Dan buat nissa.. jangan mimisan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar