Chapter 7
Hyde mendesis kesal menatap laki - laki yang sedang bersandar di ambang pintunya.
Tetsu yang sadar ada orang lain di rumah Hyde langsung memerah dan berusaha menjaga jarak dari Hyde.
"Mau apa kau?" Ucap Hyde kesal karna waktunya diganggu oleh orang itu.
"Hanya ingin mengunjungi mu Hyde" ucap sambil melangkah kearah Hyde.
Hyde yang kesal melangkah maju kearah laki laki itu, namun ia langsung terpental menabrak dinding ruanganya, ia mendesis merasakan sakit pada tubuhnya.
"Aku lelah Hyde, pertemuan kita harus selalu seperti ini" ucap laki laki itu sambil duduk di salah satu bangku ruangan Hyde.
Hyde mencoba bangkit dan menyerang sesosok berpakaian putih itu, dan lagi ia harus terpental menabrak dinding hingga retak.
Tetsu yang menyaksikanya hendak menangis, ia sudah sering melihat ekspresi Hyde, seperti senang, marah atau yang lainya, namun, melihat Hyde yang kesakitan adalah sesuatu yang baru untuknya.
"Kumohon.. hentikan" ucap Tetsu pelan, berjalan mendekati Hyde yang kepayahan.
"Nee Hyde kau belum menceritakan sesungguhnya pada Tetsu?" Tanya mahluk itu menatap Hyde pelan.
"Apa urusanmu" ucap Hyde dingin.
"Tapi dia berhak tau" pria itu menyibakkan surai merah mudanya.
Hyde terdiam sesaat, ia menatap Tetsu yang menatapnya khawatir dan bahkan air matanya sudah mencuat dari kedua belah matanya.
Menghelai nafas pelan, Hyde mengelus rambut Tetsu, "paman Hide, beritau dia yang sebenarnya" ucap Hyde.
Hide mengangguk dan memegang lengan Tetsu, memberikanya kode untuk mengikutinya.
"Ta-tapi.." Tetsu menatap Hyde takut, Hyde mengelus kepala Tetsu pelan "tidak apa - apa tetchan" ucap Hyde lembut.
Tetsu mengangguk pelan dan berjalan kearah Hide,
"Hide san.. kau seorang malaikat..?" Tanya Tetsu menatap sosok Hide dengan pakaian putih serta pedang yang ia bawa.
" iya"
"Aku tak pernah membayangkan bahwa malaikat seperti ini" ucap Tetsu pelan
"apa kau pikir malaikat itu bayi telanjang dan bersayap mungil?" Ucap Hide menoleh pada Tetsu dan tersenyum kecil, wajah Tetsu memerah karna apa yang diucapkan Hide benar sekali.
"Aku warrior" ucap Hide pada Tetsu
"Kau warrior?" tanya Tetsu bingung.
"Naturally" balas Hide
"Jadi... ini perang?" balas Tetsu semakin tak mengerti.
"Selalu" ucap Hide pelan, "perang antara cahaya dan kegelapan, aku dan kakaku - ibu Hyde adalag warrior yang memerangi kegelapan" lanjut Hide.
"Ja-jadi"
"Yah.. Hyde darah campuran" balas Hide "anak dari seorang Vampire dan malaikat" lanjut Hide menatap Tetsu.
"Ta-tapi.. bagaimana bisa..?" Ucap Tetsu pelan.
"Biar kutunjukan"
Hide menutup matanya perlahan, dan entah kenapa Tetsu mengikutinya, sesaat mata Tetsu tertutup seperti ada sinar yang menyinari mereka, kemudian saat Tetsu membuka matanya, ia hanya melihat ruangan yang serba putih.
"Ini dimana Hide...?" Tanya Tetsu aga sedikit takut.
"Ssshh" hyde memberikan tanda untuk Tetsu agar diam, kemudian menunjuk pada sesuatu, mata Tetsu mengikuti arah jemari Hide, menatap seorang pria tampan berambut hitam panjang dengan mata merahnya, seluruh pakaian berwarna hitam. "Itu adalah Ayah Hyde" ucap Hide pelan, kemudian,jarinya meunjuk pada wanita dengan pakaian berwarna putih, serta sayap putih besar yang menempel di punggungnya, dengan mata silver yang indah serta surai emas yang sangat menawan. "dan itu adalah kakakku, ibu Hyde" ucap Hide sambil tersenyum.
Tetsu dapat melihat keduanya semakin dekat dan kemudian mereka memiliki anak, Tetsu tersenyum manis melihat Hyde yang masih sangat kecil, memiliki mata silver seperti ibunya dan rambut hitam seperti ayahnya, dan jujur saat seperti ini pun Hyde masih terlihat menawan.
"Mama" ucap Hyde pelan menarik rambut ibunya, namun ibunya tersenyum dan mengelus kepala Hyde, sementara ayahnya menatap mereka sambil tersenyum lembut, lagi lagi Tetsu menyunggingkan senyiman manis melihat keluarga kecil itu.
Namun tiba - tiba segerombolan malaikat datang, menghunuskan belati perak tepat di jantung ayah Hyde, tersungkur kemudian jatuh dan berubah menjadi debu, ibu Hyde bertiak, memeluk Hyde agar tak melihat kejadian tersebut, kemudian segerombolan malaikat itu pun menarik paksa Hyde dari ibunya.
"MAMAAA" jerit Hyde melihat ibunya di tarik paksa, kemudian salah satu malaikat mencabut pedangnya, memotong sayap ibunya di depan mata Hyde. Tetsu dapat mendengar rintihan ibu Hyde, dan tangisan Hyde kecil.
Seketika mereka kembali ke kamar Hyde.
"Me-mereka membunuh ke-kedua orang tua Hyde di depanya?" Ucap Tetsu tak percaya, menatap Hide meminta penjelasan.
"Mereka melanggar peraturan Tetsu" desah Hide pada Tetsu, "aku tak bisa melakukan apa apa Tetsu, ayah Hyde dari neraka, kakaku sangat mengetahuinya, namun ia sangat mencintai ayah Hyde, maka dari itu ia dan ayah Hyde rela melanggar peraturan" jelas Hide menatap sendu pada Tetsu.
"Ti-tidak mungkin" lirih Tetsu sambil jatuh terduduk, "lalu Hyde bilang tentang perang antar bangsa Vampire.. Aku tidak mengerti.." lanjut Tetsu.
"Memang terjadi perang Vampire, Hyde lebih memilih menjadi Vampire dibandingkan malaikat, namun bangsa Vampire tidak mau menerimanya, karna ia memiliki darah malaikat, dan aku pun tak terlalu mengerti kenapa, mereka memutuskan perang, dan Hyde hampir membunuh semua Vampire tanpa ia memiliki luka sedikit pun" jelas Hide menatap Tetsu.
Tetsu terdiam membisu, tidak menyangka bahwa masa lalu Hyde sangat menyakitkan dan berat.
"Nee Tetsu, walaupun Hyde sangat arogant , jahat dan tidak berperasaan, namun ia sangat mencintaimu Tetsu" ucap Hide menatap Tetsu.
"Dia pernah mengatakanya padaku..." lanjut Tetsu.
"Dia sangat membutuhkanmu Tetsu, dia tidak pernah mencintai siapapun selainmu, aku selau berdoa untuknya, aku sudah menganggapnya seperti anak sendiri" ucap Hide tersenyum menatap Tetsu.
"Hide san.. kau bisa melihat masa depan..?" Tanya Tetsu
Hide Tersenyum pada Tetsu "masa depan dapat selalu berubah, aku tidak dapat memprediksinya, namun Tetsu, kau adalah dosa terbesarnya"
"Eh.. aku tak mengerti?" Ucap Tetsu bingung.
"Kau nanti akan mengerti... aku akan mendoakan untuk kebahagiaan kalian, selalu" ucap Hide kemudia cahaya menyinarinya dan menghilang.
Tetsu duduk dikasur Hyde, ia sama sekali tidak pernah menyangka tentang masa lalu Hyde, ia pikir dia lah yang paling tersiksa disini, namun Hyde lebih darinya, hyde melihat kedua orang tuanya dibunuh didepan matanya sendiri, dan ia tidak di terima dalam kaumnya.
Hyde selalu memberikan kebahagiaan pada Tetsu, namun kenapa Tetsu sama sekali tak bisa memberikan kebahagiaan kepanda Hyde, air mata Tetsu perlahan jatuh, ia sangat merasa tidak berguna, tidak pantas mendapatkan cintanya Hyde.
"Tetsu..Hei.. kau kenapa?" Ucap Hyde pelan yang memasuki ruanganya, melihat Tetsu mengeluarkan air mata, dengan sigap tangan Hyde menyeka air mata yang berlinag di pipi Tetsu.
Tetsu menggelengkan kepalanya kemudian memeluk Hyde erat "aku mencitaimu Hyde, selalu" bisik Tetsu sambil menangis. Hyde mengelus punggung Tetsu, membiarkan Tetsu menumpahkan segala kesedihanya.
"Hyde, aku ingin ke bar" ucap Tetsu sembari melepaskan pelukanya pada Hyde, alis Hyde terangkat sebelah kemudian ia mengambil kunci mobilnya dan menggandeng Tetsu
To be continued.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar