Selasa, 22 September 2015

My Guardian's Angle chap 3

Chapter 3

Hyde memencet teleponya dan memesan makanan pada petugas chinese food itu, mata Tetsu membulat mendengar ucapan Hyde pada sang petugas, semua yang hyde pesan adalah makanan favoritenya di restoran favoritnya pula.

"Dari mana kau tau-"

"Aku mengetahui semua tentangmu Tetchan, aku tau kau suka bubur kepiting di restoran chinese food 4 blok dari sini, aku tau musim dingin akan membuatmu sakit, aku tau kau menyukai musik, karna itu aku yang memberikan beasiswa di universitas of  Art, sayang " ucap Hyde sambil mengelus pipi Tetsu.

Mata Testu mulai berkaca kaca, sebelumnya tidak pernah ada yang peduli dan menyayanginya seperti apa yang Hyde Lakukan, ibunya, ibunya lari saat ia masih 3 tahun, ia meninggalkan dirinya dengan ayahnya sendirian, sementara Ayahnya, jauh sekali dari kata menyayanginya.

Tapi disini ada Hyde, Hyde yang mengerti dirinya, bahkan hal hal kecil dari dirinya, hyde mengetahuinya. Hyde juga menyanyanginya dan melindunginya, bahkan rasa sayang itu melebihi rasa sayang yang diberikan orang tuanya.

"Aku menyayangi mu Hyde" ucap Tetsu lirih, menatap mata Hyde yang berwarna merah darah.

"Begitupun aku" ucap Hyde lembut.

***

Tetsu memakan bubur kepitingnya dengan lahap, sementara Hyde yang berada di sebelahnya hanya menatap lucu Tetsu yang terlihat sangat kelaparan.

"Jadi, kau hanya meminum darah hyde!" Tanya Tetsu sembari menghentinkan suapanya pada bubur itu.

"Yah, itu seperti makanan pokok untuk kami" ucap Hyde.

"Tapi bukankah itu pembunuhan?" Balas Tetsu memandang wajah Hyde lekat, senyum hyde berubah, mimiknya menjadi serius, jujur ini membuat Tetsu takut.

"Manusia juga melakukanya, pada hewan, bukankah itu pembunuhan?  tapi mereka membuat sistem, namun sistem itu sendiri melemahkan manusia, sementara kami tetap bertahan hidup dengan cara memburu manusia" seru Hyde serius namun dengan suara lembut, sementara Tetsu memandang lekat kearah Hyde, seperti meminta penjelasan lebih pada Hyde.

"seperti listrik ini, Jika tiba tiba mati" ucap Hyde pelan, sesaat kemudian ruangan pun menjadi gelap "aku tetap dapat melihat dan bergerak cepat, sementara manusia harus menyesuaikan matanya pada kegelapan, deshou" lirih Hyde tepat ditelinga Tetsu membuat badan Tetsu menjadi tegang, sesaat kemudian lampu kembali menyala dan Hyde sudah berada di tempat duduknya.

"Jadi... manusia menjadi lemah karna sistem yang mereka buat?" Ucap Tetsu yang mulai tertarik dengan pendapat Hyde.

"Bisa dibilang begitu, sudah sana cepat makan, atau aku akan menangkapmu sebelum kau memegang sendok Tetchan" ucap Hyde sambil tersenyum nakal.

Tetsu menuruti pekataan Hyde, memakan sisa makanan yang hampir saja ia lupakan.

***
Hyde menarik tangan Tetsu menuju ruang makan, mendudukanya pada sofa putih milik Tetsu, tanganya dengan cekatan menuangkan wine yang tadi ia bawa, dan menyodorkanya pada Tetsu.

"Maaf Hdye, aku tidak minum" ucap Tetsu menolak pemberian Hyde.

"Ayolah, inikan malam Natal sayang " ucap Hyde sambil mengecup pipi Putih Tetsu.

Tetsu akhirnya menurut, Ia mengambil gelas Wine itu dan menegaknya seikit, rasa manis anggur dan Alkohol yang membuat hangat membuat badanya yang tadi sedikit dingin terasa nyaman.

"Sudah enakan badanya?" Ucap Hyde lembut, mata Tetchan membulat, dari mana  Hyde tau kalau ia merasa tak enak badan.

"Sudah kubilang aku mengetahui semua tentang mu Tetchan" ucap Hyde lembut seakan tau apa yang ada dalam pikiran Tetsu.

Tetsu tertunduk, belum satu hari ia bertemu dengan Hyde, namun Hyde sudah membuatnya tersanjung dan jatuh cinta padanya. Perlahan tangan Tetsu menyentuh lengan Hyde dan mengaitkanya pada Hyde, Hyde yang mengetahuinya tersenyum pelan.

"nee Hyde, apakah engkau tak merasa bersalah saat membunuh orang yang tak berdosa" ucap Tetsu pelan.

"Yah, terkadang aku merasa bersalah ,tetchan, aku tau pasti karma akan membunuhku kelak" ucap Hyde sambil menatap lurus kedepan.

"Hey.." ucap Tets sambil mencium pipi Hyde kikuk, berusaha untuk menghibur Hyde yang terlihat sedih dimatanya, "m-mungkin kau bisa meminum darah dari kantong darah atau darah Hewan Hyde" ucap Tetsu memberi Ide.

"Hanya Vampire lemah yang melakukan itu Tetchan" ucap Hyde pelan, "aku mencintaimu dan aku ingin kau mengetahui rasa pedih seperti ini, well karna ini Cinta" ucap Hyde pelan mengecup kepala Tetsu untuk kesekian kalinya.

***

Mata Hyde menatap Tetsu yang terlelap di kasurnya, ia sudah berjanji akan datang setiap malam untuk Tetsu, dipandangnya mahluk yang sangat ia cintai bahkan, sebelum Tetsu mengetahuinya.

Dinaikanya selimut itu ke dagu Tetsu, mengelus dan mencium kening Tetsu pelan.

"Aku mencintaimu"

To be continued.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar