Kamis, 24 September 2015

My Guardian's Angel chap 5

Tetsu terbangun dari tidurnya saat seberkas cahaya menyinari wajahnya , butuh beberapa detik untuk Tetsu menyadari bahwa Hyde sudah tidak ada dikamarnya.  berjalan perlahan menuju jendela kamarnya, menyibakkanya perlahan, bermaksud agar sinar matahari dapat lebih menerangi kamarnya.

Lucu, dulu Tetsu sangat senang jika pagi datang, namun sekarag ia sangat membenci pagi hari, seakan memisahkan dirinya dari Hyde.

Menyikat giginya dengan cepat, Tetsu hampir melupakan kalau hari ini tes terakhirnya di universitas of art, sebentar lagi ia akan lulus dari universitas itu, rasanya waktu berjalan sangat cepat.

Mengunci pintu, Tetsu memulai lagi kegiatan sehari harinya, namun kali ini sedikit berbeda, ia tidak terlalu takut melakukan kontak (terutama fisik) lagi, semenjak ada hyde yg berjanji menjaganya.

***

"Ahhh... ujian yang sangat menyebalkan" ucap Takanori sambil menggaruk garuk kepalanya.

Tetsu menoleh pada Takanori dan tersenyum pelan, kemarin malam Hyde memberitaunya kalau dosen nya ini adalah salah satu mata matanya, Pantas saja Tetsu selalu lulus setiap tesnys.

"Bagaimana denganmu Tetsu" Tanya Takanori yang  menyamakan jalan dengan Tetsu

"Lumayan" ucap Tetsu, Takanori hanya memanyunkan bibirnya melihat Tetsu yang sama sekali tak merasa stress "yukihiro sensei mengajar dengan baik, dan lagi semalam aku sudah belajar" lanjut Tetsu.

"Pasti kau belajar semalaman Tetsu" ucap Takanori

"Tidak juga.."

"Ah.. apakah dia pacarmu?" Ucap Takanori, memberikan isyarat bahwa yang dibicarakan adalah Hyde, berfikir sejenak, Tetsu tersenyum pelan pada Takanori.

"Tidak..." ucap Tetsu tersenyum, "dia segalanya bagiku" lanjut Tetsu diliputi senyum manisnya.

"Oh.."

"Aku lapar" ucap salah seorang dari geromobolan Tetsu

"Aku juga"

"Bagaimana kalo kita makan siang di cafe biasa, Tetsu kau mau ikut?" Ucap Takanori pada Tetsu

"Tentu"

Tiba tiba Handphone Tetsu berdering, melihat ke handphonenya, hanya sekumpulan nomer tanpa nama, ,Tetsu menekan tombol hijau pada layar Handpone dan Menempelkanya pada telinganya.

"Halo"

"Tetchan..," suara lembut itu memenuhi pendengaran Tetsu.

"Hyde?" Ucap Tetsu bersemangat, lagi lagi kejutan yang diberikan Hyde membuatnya senang.

"Lihat ke sebelah kirimu sayang"

Tetsu menoleh ke kiri, melihat Hyde duduk dalam mobil hitam yang sangat elegan, tersenyum padanya.

"Teman teman, kalian duluan saja nanti aku menyusul" ucap Tetsu riang sambil berjalan menuju mobil Hyde.

Tetsu membuka pintu mobil Hyde perlahan, kemudian duduk tepat di sebelah Hyde.

"Hyde bagaimana kau bisa kesini, ini kan siang hari" ucap Tersu hampir menangis karna ia sangat rindu Hyde.

Hyde tersenyum manis kemudian menunjuk kearah langit yang berawan, "kau lihat kan Tetchan" ucap Hyde lembut.

"Bagaimana kalau matahari muncul Hyde?" Ucap Tetsu menatap Hyde.

"Aku bisa merasakanya, karna itu aku bisa keluar Tetchan" ucap Hyde sambil melepaskan syalnya kemudian mengalungkanya pada Tetsu. "Sebentar lagi akan turun salju, aku tidak mau kau sakit sayang" lanjut Hyde sambil mencium pipi Tetsu.

Tetsu memerah saat Hyde bertindak sangat manis padanya, digenggamnya tangan Hyde lembut.

"Bagaimana Tesnya?" Tanya Hyde

"Aku lulus" ucap Tetsu sambil tersenyum manis.

"Sepertinya Moodmu sedang bagus Tetsu" ucap Hyde mengelus pipi mahluk kesayanganya ini.

"Entahlah"

Alis Hyde terangkat mendengar jawaban Tetsu, "lantas apa yang membuatmu sangat bahagia seperti ini Tetchan?" Tanya Hyde.

"Entahlah.. t-tapi saat bersamamu aku merasa hangat dan nyaman... serta" ucap Tetsu menggantung "jantungku berdetak lebih cepat" ucap Tetsu sambil memegang dadanya.

Hyde tersenyum memandang Tetsu "someone falling in love" ucap Hyde dengan suara yang sengaja dibuat seperti bernyanyi.

"H-hey" ucap Tetsu malu.

"Tidak apa - apa sayang, aku mencintaimu, bahkan pada pandangan pertama" ucap Hyde sambil merangkul Tetsu dan mengecup bibir Tetsu pelan, "jadi, kau mau makan bersama teman temanmu?" Tanya Hyde.

"Eh.. dari mana kau tau?" Tanya Tetsu aambil menatap Hyde.

"Kau bicara terlalu kencang sayang" ucap Hyde sambil terkekeh, yang mendapat cubitan gemas dari Tetsu.

"Tidak apa apa kau ikut Hyde?" Tanya Tetsu pada Hyde. Menoleh sekilas Hyde memberikan isyarat tak - apa - apa pada Tetsu sambil tersenyum, kemudian menyalakan mobilnya.

"Berapa mobil yang kau punya Hyde?, dan ngomong ngomong cafenya di pojok sana" ucap Tetsu.

"Cukup untuk membuka galeri" ucap Hyde terkekeh melihat reaksi Tetsu. "Kau menginginkanya Tetchan? Kau boleh mengambil semuanya, atau lebih baik kita bisa membelikan yang baru untukmu" lanjut Hyde.

"Well.. terima kasih Hyde, tapi aku belum mempunya surat izin mengemudi" ucap Tetsu

"Aku pun begitu" ucap Hyde, "aku menemukan orang yang dapat membuatkanku surat izin mengemudi" balasnya.

"Jadi... ini semua palsu? " ucap Tetsu tak percaya.

"Ya... lagipula aku sudah tau dan bisa menyetir selama berabad abad" ucap Hyde sambil memarkirkan mobilnya, "ngomong ngomong kau tau Tetchan, dulu manusia menganggap mobil itu sesuatu yang meyeramkan, betapa bodohnya mereka" ucap Hyde sambil terkekeh.

"Hei, aku juga manusia!" Ucap Tetsu merajuk sambil membuka pintu cafe tersebut, tetlihat kawan kawanya sudah mengelilingi salah satu meja di sudut cafe itu.

"Semuanya, ini Hyde" ucap Tetsu memperkenalkan Hyde pada teman temanya. Hyde tersenyum pada teman temanya, yah harus diakui Hyde memang tampan, tetapi bukan Tampan seperti orang kebanyakan, ia memiliki aura yang berbeda, aura yang sangat memikat, dapat dilihat dari teman teman perempuan Tetsu, sedikit cemburu memang, tapi Hyde miliknya! Dan ia milik Hyde.

Sesaat setelah Hyde dan Tetsu duduk, seorang pelayan wanita datang membawakan Buku menu, dan memberikan pada Hyde,

"Sandwich dan Tea" ucap Tetsu pada sang pelayan, namu sepertinya pelayan itu tidak terlalu mendengarkan perkataan Tetsu, terlihat dari matanya yang hanya terfokus pada Hyde.

Berdehem pelan, akhirnya sang pelayan tersadar dari lamunanya, Tetsu terpaksa harus mengucapkan pesananya dua kali kepada sang pelayan,  Tetsu sangat jengkel dengan hal itu! Hampir setiap ia dan Hyde pergi makan, para pelayanan (yang entah bagaimana caranya semua perempuan) sama sekali tidak memperdulikanya.

"Haido san tidak memesan?" Tanya salah seorang teman Tetsu.

"Ah, aku sedang diet, Tetchan tidak suka jika aku bertambah berat" ucap Hyde sambil tersenyum

Tetsu menatap Hyde jengkel, "memangnya siapa yang tidak suka denganmu Haido san?" Ucap Tetsu sarkasme.

Mengetahui Tetsu yang sedikit kesal (dan cemburu tentunya) Hyde terkekeh, menarik pinggang Tetsu agar mereka lebih dekat dan mencium pipi Tetsu. "Tetsu hanya membolehkan aku makan kalau dia yang menyuapiku" ucap Hyde sambil terkekeh.

"Aww..." ucap Teman teman perempuan Tetsu, sementara Tetsu hanya dapat tertunduk malu dengan wajah yang sangat merah.

"Nee Tetsu, kapan kita akan latihan piano BERDUA lagi?" Ucap Takanori dengan penekanan pada kata Berdua.

"Ah iya aku ach.. " ucap Tetsu terpotong karna cubitan dari Hyde, "Tapi sepertinya aku tidak akan berlatih di sekolah" ucap Tetsu sambil memandang Hyde kesal karna mencubit pinggangnya.

"Kau berlatih dimana Tetsu? Aku akan ikut bersamamu" balas Takanori

"Dia akan berlatih di tempatku" ucap Hyde dingin sambil menatap tak suka pada Takanori, yang dibalas tatapan kesal oleh Takanori.

***

Tetsu menatap ngeri pada sebuah kastil tua di daerah pegunungan, Hyde menyebutnya sebagai rumahnya, namun di mata Tetsu terlihat seperti kasti hantu.

"Ayo masuk" ucap Hyde sambil menggandeng tangan Tetsu

To be continued.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar