Selasa, 25 Oktober 2016

What is love (the fate)

What is love (fate)

Mata Tetsu bengkak.

Tidak bisa di pungkiri bahwa ia belakangan ini terlalu banyak menangis, entah bagaimana jiwanya sangat labil, bahkan untuk tidur dengan nyenyak saja, merupakan seusatu yang sulit untuk Tetsu.

Menghelai nafas berat, beberapa kali memori akan dirinya dimasa lalu terus terusan menyerang otakknya, membuat dadanya terasa sangat sakit, dulu.. jauh sebelum mereka terkenal saat ini, hanya ada Tetsu dan Haido, hidup yang serba pas pasan, namun terasa sangat indah. Masa dimana mereka bebas melakukan apa saja, tanpa perlu takut dilihat halayak, masa dimana kapan saja dan dimana saja mereka bisa berpegangan tangan, tanpa takut paparazi, masa dimana Tetsu merasakan sangat mencintai seseorang dan dicintai oleh seseorang.

Namun Tetsu tau, seiring dengan terkenalnya mereka, itu pula salah satu penyebab dimana hubungan terlarang itu memudar, mereka harus mulai menahan diri untuk tidak menunjukan cinta mereka, harus merelakan semuanya.

Termasuk nerelakan Hyde menikahi wanita itu 

Tetsu sadar betul, Hyde tidak rela meninggalkanya, ia sadar lagu pieces yang ditulis Hyde untuk dirinya, secara tidak langsung Hyde memintanya untuk menyerah, dan mencari penggantinya, namun tentu saja Tetsu tidak bisa, dan tidak akan pernah bisa, maka dari itu ia menjawabnya dengan lagu Times goes on. "Aku akan berusaha menjadi badut, demi senyumanmu"

Jadi beginilah Tetsu sekarang, menjadi badut, menekan perasaan bertahun tahun, menyiksa dirinya dengan senang hati. Well, cinta itu pengorbanan kan?

Tertawa miris, Tetsu menggengam handphone miliknya dengan kuat, akal sehatnya mulai memudar, ia ingin bertemu dengan orang itu, orang yang berhasil menarik perhatianya, orang yang berhasil membuatnya gila seperti sekarang ini.

Dengan perlahan ia mulai mengetik mail melalu handphone nya, entah keberanian dari mana, tapi setelah bertahun tahun, ia akhirnya berani (atau sudah tak perduli lagi) untuk mengirim mail untuk kekasihnya. well, Tetsu masih menganggap Hyde kekasihnya sampai saat ini, walaupun mereka sudah dimiliki orang lain.

Jika kita memang ditakdirkan bersama, malam ini kita bisa bertemu Hyde.. 

***

Meeting Vamps seperti biasa.

Hyde memijat pelipisnya pelan, lagi lagi rapat yang sangat membosankan, kepalanya sudah mulai pening mendengar ocehan orang orang ber jas itu, lagi pula badanya seperti sudah rontok terbelenggu oleh jadwal Vamps yang sangat 'membunuh' itu.

"Jadi perayaan bulanan Halloween party tahun ini diadakan di 3 tempat, Kobe, Chiba dan Osaka-"

Hyde memejamkan matanya perlahan, lagi lagi Osaka, Hyde muak dan rindu dengan kota tersebut, rindu sekaligus muak dengan kenangan manis yang tidak dapat dihapusnya, kenangan yang sudah bertahun tahun terlewati, tetapi masih saja segar di pikiranya.

Andaikan aku bisa kembali ke jaman itu...

"Haido... Haido san!"

Refleks Hyde membuka matanya.

"Ada apa?" Tanya Hyde acuh tak acuh.

"Rapat kali ini sampai disini dulu, melihat kondisi anda yang sudah tidak memungkinkan lagi, rapat akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda-"

Hyde hanya tersenyum manis sembari menganggukan kepalanya, ia sudah tidak mendengar apayang diucapkan staff tersebut, sekarang yang dibutuhkanya adalah Istirahat.

Keluar dari meeting terasa seperti keluar dari penjara untuk Hyde. Setelah memberi salam kepada rekan rekanya, ia mulai berjalan ke parkiran mobil. Tiba tiba sekelibat kenangan menyeruak otaknya, dimana Tetchan marah sekaligus khawatir karna jadwal Vamps yang menurut Tetsu sangat 'tidak sehat', well Tetsu benar, namun karna ego Hyde yang besar, masalah itu pun mulai berubah menjadi pertengkaran kecil, menjengkelkan sekaligus menggemaskan, dan Hyde ingat betul pertengkaran mereka berakhir diranjang, selalu seperti itu.

"Mungkin sedikit minum untuk hari ini" gumam Hyde miris.

Saat Hyde mulai menyalakan mobilnya, tiba tiba saja handphone nya berdering, menandakan bahwa ada email yang masuk, dengan malas ia melihat ke layar handphone nya. Matanya membulat, melihat siapa pengirim mail tersebut.

"Tetsuya..."

Sudah lama sekali semenjak Tetsu terakhir mengiriminya mail.

Dengan perasaan tak menentu, dibukanya email tersebut, matanya semakin membulat melihat kumpulan kata yang di rangkai oleh Tetsu.

"Malam ini kita harus bertemu, kau tau harus menemuiku dimana"

kalimat ambigu yang dikirimkan oleh Tetsu tersebut membuat Hyde kembali memijat pelipisnya, dibacanya terus menerus, berharap ada hint dari setiap kalimat yang dirangkai oleh Tetsu.

"Tetsu..  dia menyukai tempat tinggi.. dia menyukai melihat pemandnagan dari lantai atas jika kita sedang berbicara penting" Lirih Hyde pada dirinya sendiri.

Tiba tiba saja matanya membulat, ia ingat satu tempat, tempat dimana ia bisa menemukan Tetsu.

Jika mereka ditakdirkan bersama, malam ini mereka bertemu.

***

Tetsu merebahkan badanya yang masih menggunakan bathrobe pada kasur kingsize di hadapanya, menggulingkan dirinya ke kanan, samar sama ia bisa melihat pemandangan kota Tokyo dari jendela ruangan tersebut, walaupun tidak terlalu jelas, karna lampu kamar sudah di padamkan.

Mendadak sebesit perasaan gunggah menyerang hatinya, bagaimana jika hyde sudah tidak peduli lagi denganha, bagaimana jika mail yang dikirimkanya sama sekali tidak dibaca, dan beribu statment negatif memenuhi otaknya.

Tanpa di suruh, air matanya mengalir perlahan. Ya, ia menangis, mungkin sudah ribuan kali ia menangisi orang yang sama 

"Haido..aitai.."

Mencoba tidur, walau pada akhirnya hanya memejamkan mata saja, Tetsu harus bersiap, jika memang kenyataan tidak akan sesuai dengan ekspetasinya.

***

Mobil Hyde berhenti tepat di bangunan mewah daerah Roppongi itu, menatap ke atas bangunan tersebut, jika feelingnya benar Tetsu menunggunya di kamar yang sama, dimana hari itu mereka, atau lebih tepatnya Hyde memutuskan untuk mengakhiri semuanya.

Memoriable sekaligus menyesakkan.

Hyde sadar ia berhutang banyak ke Tetsu malam ini, jika memang sesuai dengan dugaanya, ia akan bertemu Tetsu, dan ia bersumpah harus memperbaiki semuanya, ia tak bisa berdiam diri terlalu lama lagi, ini sudah sangat menyiksanya.

Semoga mereka berjodoh.

***

Tetsu memeluk bantal dengan kuat, memori memori sialan itu kembali menyerang. Dan dari sekian banyak memori, kenapa memori perpisahanya dengan Hyde lah yang menyeang otakknya.

Dan lagi bulir bulir air mata itu keluar.

Mempererat pelukanya, berharap itu adalah Haidonya, imajinasi yang mungkin bisa menenangkanya malam ini.

Tiba tiba saja Tetsu nerasakan seseorang merengkuh pinggangnya. Sedikit terkejut, ia tidak bisa membedakan apakah ini hanya khayalanya atau kenyataan.

"Sttt... nakanaide, zutto soba ni iru yo"

Suara itu, suara yang sangat Tetsu kenal, apakah itu Hyde? Apakah Hyde mengerti dengan pesan ambigu yang Tetsu kirimkan, ataukah ini semua hanya imajinasinya, imajinasi yang ia harapkan terajadi.

Tetsu tidak dapat bersuara, air matanya terus mengalir, seiring dengan dekapan yang ia rasa semakin erat, ia tidak dapat melihat sosok yang kini ia rasa telah mendekapnya, ia tidak berani berbalik, takut bahwa semua ini hanya khayalanya.

Tetsu rasa, sebentar lagi ia bisa gila.

Tiba tiba saja ia merasakan pelukan itu melonggar. Dengan sigap Tetsu menahan kedua tangan itu, ia sangat takut jika ia berbalik, maka sosok yang kini memeluknya akan hilang.

"Terus peluk aku... agar aku bisa merasa kau tetap disisiku" lirih Tetsu amat pelan, berharap sosok itu mendengarnya.

Dengan cepat kedua tangan yang merengkuh Tetsu itu, membalikan badan Tetsu, membuat Tetsu dapat melihat sosok yang kini merengkuhnya.

Dan tidak sampai satu detik, air mata itu mengalir, mengetahui bahwa semua ini bukan hanya imajinasinya, Tetsu bisa merasakan keberadaan sosok yang kini merengkuhnya, ia bisa nerasakan wangi tubuh itu yang sangat khas, kehangatan rengkuhanya, keberadaan sosoknya.

"Aku pernah berjanji, terus berada di sisismu nee Tetchan" bisiknya pelan, membuat Tetsu merasa amat tenang.

"Yokatta.. kau mengingatnya.." bisik Tetsu pelan dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya, kemudian tak berapa lama ia jatuh terlelap.

Kemudian sosok itu mengecup puncuk kepala Tetsu pelan. "Dan kau masih cengeng seperti biasanya Tetchan"

****

Sinar matahari menyeruak masuk dari sela sela tirai yang memang tidak ditutup dengan benar, menerpa wajah tenang Tetsu, seakan memberitahunya untuk bangun.

Membuka matanya dengan enggan, tetsu merasa bahwa tidurnya kali ini ternyeyak yang pernah ia tau, semenjak hubunganya berakhir, ia jarang tidur dengan benar.

Ia masih merasakan ia dalam rengkuhan sosok itu, tersenyum manis, ia mulai membelai rambut sosok yang kini disisinya.

Ya, mereka di takdirkan bersama.

"Aku mencintaimu..." bisik Tetchan pelan.

Tanpa disadari sosok itu membuka matanya, menatap Tetsu lurus, "aku juga mencintaimu Tetchan..."

Nee.. kau tau apakah itu cinta?
Cinta itu adalah takdir.
Dan kau tau?
Kita di takdirkan bersama.
Maka dari itu kita bisa kembali bersama.
Aku ditakdirkan untukmu.
Dan begitu pula dirimu.
Ditakdirkan untukku.
Hyde.

FIN

Kamis, 13 Oktober 2016

What is love

What is love ?

TETSUYA SIDE

Aku mencintainya, bahkan sangat mencintainya.

Kadang mereka bertanya, mengapa aku tetap bertahan? Sudah sangat jelas bahwa perasaan yang meliputi aku dan dia itu terlarang, dan lagi jika diteruskan... akan lebih menyakiti ku dan dia..

Apa Itu cinta?

Aku memandang salah satu jari manisku, disana melingkar sebuah cincin mungil berhias emas murni, tanda bahwa aku telah resmi dimiliki oleh wanita itu, walaupun ia sampai sekarang tidak mendapatkan hatiku, dan aku sadar dia mengetahuinya.

Menghelai nafas pelan, bagus Tetsu, sekarang bukan hanya satu orang saja yang kau lukai, tapi kau juga melibatkan seseorang yang tak bersalah masuk ke lingkaran setan yang kau buat sendiri, lingkaran setan yang kau buat seperti surga.

Dan aku sadar, Hyde adalah seseorang yang berfikir menggunakan hatinya, ia mudah sekali pecah, aku sangat mengetahui itu.

Maka dari itu aku memberikan kebebasan untuknya, kebebasan untuk membuat band baru, atau mungkin pelarian yang ia ciptakan, ditambah dengan tidak adanya aku yang mendiktaktor semua yang berhubungan denganya. Semua kulakukan untuk menebus semua dosa ku, ya Hyde, aku adalah orang yang paling berdosa disini, bukan kau, tentu saja kau tak mengetahuinya, aku adalah aktor ulung.

Dan aku sadar, semua harus kubayar...

Aku menyadari kau merasa bersalah dengan ini, kau tau ini menyakitiku, dan jujur ini memang menyakitiku, kau terlihat lebih bersinar Hyde, tanpaku disisimu, aku merasa semakin kau bersamaku semakin aku meredupkan sinarmu.

Terkadang kenyataan memang menyakitkan.

Aku sadar aku egois, atau sudah di ambang batasku.. aku tak mengerti, aku tak kuat melihatmu tersenyum dan tertawa bahagia seperti itu, tanpa adanya aku disampingmu, terlihat kau tidak lagi membutuhkanku.

..... ya! Aku memang tidak dibutuhkan lagi olehnya..

Jadi aku memilih untuk pergi.

Meningalkan pestamu, sungguh itu hal ter kanak kanakan yang pernah aku lakukan, aku tidak tau apakah kau melihatku atau tidak, tapi sekarang aku hanya ingin mengeluarkan semuanya, dan aku tidak ingin terlihat rapuh di depan mu Hyde, aku kuat, terus seperti ini tidak apa apa, asalkan aku dapat melihat senyum mu.

Dan aku pun tersadar dari lamunanku, kembali menerawang seisi kafe, tempat ini begitu bersejarah untukku dan tentunya untukmu Hyde, tempat dimana kau akhirnya bersedia masuk ke dalam Band yang bahkan saat itu belum memiliki nama, dan sekaligus tempat dimana kau menyatakan perasaanmu padaku.

Dan kau sukses membuatku merasa melayang ke surga saat itu, Hyde.

Perlahan air mataku turun, membasahi pipiku, sekelibat kenangan manis yang terus datang menyerang memoriku, membuat dadaku sesak dan perutku mual, bahkan sepotong cheesecake yang ku pesan terliaht menjijikan dimataku.

Wakaranai yo...
Onaji iro ni someraretakunai..
Sameta mama ja gimakasenai
Mune no atsui omoi...

Hyde, sekali ini saja aku ingin melihatmu. Aku tidak bisa menahanya lagi, aku mencintaimu, bahkan terlalu mencintaimu.

Apakah itu cinta?
Apakah cinta se rumit ini?
Jika memang cinta itu ada...
Kenapa kita tidak bisa bersatu..
Atas nama cinta.

To be continued

Senin, 10 Oktober 2016

What is love...?

HYDE SIDE

***

Aku hanya dapat menatap nanar dirimu yang tengah berurai air mata itu. nee Tetchan, Aku sangat mengerti betapa kecewanya dirimu, namun aku tak dapat meninggalkan ini, ini adalah satu satunya pelarianku.. yang juga menghancurkan perasaanmu.

Kau mengatakan padaku, aku boleh melakukan apa saja, termasuk membentuk band ini. namun aku juga sadar, Dibalik senyuman manismu itu kau menangis, kau berteriak jangan, namun aku tetap melakukanya.. meninggalkanmu, berusaha melupakanmu dengan semua kesibukan ini.

Namun itu hanya sia sia.

Dan sekarang, hanya ada aku yang dapat menyesali semua ini, dulu kupikir kau akan mencampakkanku dan meninggalkanku, jujur itu lebih baik dari pada kau terus menerus menatapku dengan tatapan nanar itu, menangis untuk diriku yang telah menghancurkan dirimu sedikit demi sedikit.

Apakah itu cinta?

Aku tak dapat mendeskripsikanya, kita.. kita memiliki hubungan yang rumit, iya kan Tetchan? Dulu aku berfikir semua akan baik baik saja jika terus berjalan seperti ini, namun sebagai manusia, kita adalah mahluk sosial, tentu saja mahluk sosial  membutuhkan sebuah pengakuan untuk dapat melanjutkanya, dan cinta termasuk dalam itu.

Melihatmu tertawa dan tersenyum sangat manis pada solomu itu dan Pada temanmu (yang aku rasa adalah fanboymu) itu membuatku kesal, membuatku marah! Namun aku tak dapat berbuat apa apa, aku tak ingin merusak senyum mu itu, aku ingin senyum lepasmu terus bersarang diwajahmu Tetchan, karna itu sangat indah.

Jadi aku memilih untuk meninggalkanmu..

Namun aku sadar, perasaanmu itu masih sama terhadapku, entah berapa luka yang ku toreh saat kau melihatku bersenang senang dengan para fanboyku. Jadi sekakarang aku hanya bisa diam, dan berpura pura tidak ada yang terjadi, pengecut bukan?

Entah kenapa aku mengingatnya, saat kita bercinta untuk yang terakhir kalinya sebelum memutuskan untuk saling menjauh, wajahmu penuh dengan air mata, dan itu sangat menyiksaku Tetchan, aku hanya dapat menghapus sisa sisa bulir air matamu, mengecup pipimu pelan, kecupan terakhirku untukmu. 

Aku pikir setelah itu kau akan menendangku keluar, namun ternyata  tidak, kau tetap tersenyum padaku, walau senyummu terlihat pahit di awal Tetchan, rasanya aku ingin memelukmu saat itu juga, tentu aku tidak melakukanya, kau tau kenapa? Karna aku dalah seorang pengecut, dan aku mengakuinya.

Dan sekarang aku kembali melihatmu menangis, seperti memutar memoriku kembali pada saat itu, membuat perasaan tak nyaman kembali menyerang dadaku, pada akhirnya aku tau Tetchan, hanya kau, hanya kau yang bisa membuka hatiku, bukan Megumi, bukan Vamps, bukan Gackt, hanya kau, Tetsu!

Kau berjalan keluar dari pestaku, aku tau kau sudah berada diambang batas Tetchan, tidak mudah menutup perasaan yang sudah bertahun tahun dipendam, aku mengerti perasanmu, karna aku pun merasakan itu Tetchan.

Dan entah angin dari mana, sekarang aku disini, ditengah keramaian Osaka hanya untuk mencarimu, kakiku bergerak sendiri, membawaku berjalan lebih kepelosok lagi, after party dan pelarianku aku tinggalkan begitu saja, karna tetap saja nuraniku akan menang dari logikaku, kau tau itu kan Tetchan?

Sejenak kupandang jalanan di sekitarku, Osaka memang menyimpan banyak sekali memori, memori tentang kita Tetchan, maka dari itu aku sangat menyukai kota ini.

Tepat sesuai dugaanku Tetchan, kau sangat mudah di tebak, dan lagi kebiasaanmu itu yang sangat kuhapal, jika kau sedang sedih atau lelah, kau pasti akan datang ke cafe itu, cafe tempat dimana pertama kali aku mengatakan bahwa aku mau bergabung dengan L'Arc~en~ciel, dan juga cafe dimana aku menyatakan perasaanku terhadapmu.

Aku tetapenjaga jarak ku agar tak terlihat olehmu. Lucu memang, aku nekat menibggalkan after party untuk bertemu denganmu, namun nyatanya nyaliku langsung hilang daat melihatmu.

...... bahkan dari jauh sekalipun.. 

Kau tetap sama Tetchan, aku hafal sekali dengan polamu, kau hanya akan memesan segelas air putih dan sepotong cheesecake yang bahkan tak kau sentuh sekalipun.

Akhir akhir ini kau semakin kurus Tetchan, kau makan dengan sangat tidak teratur,    dan jujur itu membuatku semakin khawatir.

Melihat kembalu ke kedua matamu yang membengkak, kau pasti habis menangis ya kan Tetchan? Dan aku tau, penyebab tangismu adalah aku, si brengsek ini.

Dan jujur itu membuatku semakin tak bernyali untuk bertemu denganmu..

Nakanaide... nakanaide...
Taisetsuna hitomi yo....

Apa itu cinta Tetchan?
Jika cinta hanya membuatmu menangis dan membuat kita saling menyakiti.
Akankah lebih baik untuk kita menyerah?
agar tak ada yang tersakiti lagi...?

Oleh karna itu, aku memilih keluar dari cafe itu, dan kembali ke pelarianku.
Walaupun aku sadar itu tak ada gunanya.

To be continued (with TETSUYA side)

Kamis, 31 Maret 2016

Ma cutes puppet chap 2

Setelah sedikit punudng(?) Akhirmya aku mau melanjutkan,fanfic ini *sebenernya ada niatan buat dihapus sih* hahaha smeoga aja ga garing ffnya

***
Chapter 2

Ma cuties puppet.

"Siapa kau?"

Sosok di depan Hyde hanya menatap dengan mata bulatnya, membuat dadanya bergemuru tak nyaman. Hyde memegang dadanya sendiri 'apa yang terjadi padaku...?' Batin Hyde bingung 

"Aku adalah puppet anda Hyde sama.."

Hyde menyeringitkan alisnya, "puppet? Apa maksudmu? Dan bagaimana kau tau namaku?"

Sosok itu tiba tiba saja merengsek maju hingga berada tepat di hadapan Hyde. "Aku bisa merasakanya, anda adalah master saya dan saya adalah puppet anda" lirih pemuda manis tersebut, membuat dada Hyde berdetak tak karuan.

"A-kau tak mengerti.."

"Ayah anda..." ucap pemuda itu lirih, membuat Hyde menatapnya tajam  "ayah anda adalah seorang Aglis kelas atas, setiap Aglis kelas atas serta keturunanya memiliki seorang puppet untuk melindunginya dari serangan Genvator" lanjutnya.

Aglis? Puppet? Genvator? Apa maksudnya semua ini, yang Hyde tau bahwa ia adalah seorang manusia biasa, kedua orang tuanya meninggal karna kecelakanaan mobil, just it!

Lalu tiba tiba munculah seseorang (atau jelemaan hewan) yang mengaku aku sebagai puppetnya, dan ia seorang Aglis apalah itu.

"Bisa kau jelaskan lebih detail? Aku tak mengerti, dan siapa namamu?" Tanya Hyde yang semakin penasaran.

"Saya Tetsuya" ucap sosok itu sembari menunduk hormat. Membat Hyde merasa tidak nyaman karna perlakuan yang sangan formal itu.

"Sejak jaman dahulu, manusia dibagi menjadi 4 golongan, seorang Aglis, Genvator, Sylivie dan manusia biasa tanpa kemampuan apapun, Aglis kelas atas, atau keturunan murni sedari dulu memiliki perjanjian dengan bangsa saya, atau bisa dibilang bangsa Slyvie, kami adalah pelayan bagi bangsa Aglis, karna kami sangat membutuhkan energi dari bangsa Aglis"

Hyde menatap pria manis yang kini ia ketahui bernama Tetsuya itu, mendengarkan penjelasanya, entah kenapa terdengar sangat mengada ada, tapi melihat tampangnya yang innocent, Hyde sangat tidak yakin bahwa pria manis ini bermaksud untuk menipunya.

"Lalu apa hubunganya denganku, dan apa Genvator itu? Lalu bagaimana cara Aglis memberikan energinya pada Slyvie?" Tanya Hyde menatap lekat pada sosok Tetsu.

Pipi Tetsu merona merah saat Hyde menatap lekat padanya, jujur saja Aglis memiliki pesona yang sangat besar, walaupun bangsa Slyvie juga memiliki aura yang memikat, tapi Aglis lah yang banyak menarik perhatian (terutana lawan jenis)

Berdehem pelan, Tetsu melanjutkan ceritanya, "kedua orang tua anda adalah keturunan asli dari bangsa Aglis Hyde sama, dan saya ditakdirkan menjadi puppetm anda" seru Tetsu lirih.

Belum sempat Hyde menayakan sesuatu, Tetsu kembali melanjutkan ceritanya. "Genvator adalah manusia yang berusaha menjadi Aglis, mereka melakukanya dengan cara Keji Hyde sama, mereka merebut jiwa dan rasa cinta dari sang Aglis. Lalu soal energi..."

Tiba tiba saja Tetsu mengecup bibir Hyde pelahan, membuat Hyde terperanjat, "kami mendapatkanya dari rasa cinta sang Aglis... sebenarnya dengan berpelekuan atau berpegangan tangan akan menambah energi kami.. namun yang paling cepat dan efisien adalah dengan cara berciuman" ucap Tetsu sembari tertawa kecil.

Hyde menyeringai pelan, "Dan bagaimana kalau aku tak mencintaimu?"

Tetsu terperanjat, "tapi.. saya merasakan kekuatan saat kita berciuman tadi.." lirihnya dengan semu merah di kedua pipinya, membuat Hyde gemas.

"Kau yang menciumku Tetsuya.. dan berhenti menggunaaan bahasa formal deperti itu" sungut Hyde.

Tetsu mematung dengan rona merah yang semakin menjadi jadi, "sa- ah aku akan berusaha sesuai dengan Hyde Sa-"

"Cukup Hyde" potong Hyde tak sabar.

Tetsu mengangguk dan kemudian sebuah senyuman manis mengembang di wajah innocentnya.

"Lalu bagaimana membuktikan bahwa aku adalah puppetmu Haido..." ucap Tetsu sembari mengacak rambutnya bingung.

Hyde berfikir sejenak, kemudian seulas senyum mengembang di wajahnya.

Perlahan dikecupnya bibir ranum Tetsu, membuat Tetsu terlonjak kaget, namun tiba tiba saja ia merasakan aliran energi mengalir, membuat dirinya pasrah sembari menerima asupan energi.

Sesaat kemudian Hyde melepaskan kecupanya, kemudian menatap Tetsu yang memandangnya sayu seaakan minta lebih, dengan cepat dikecupnya bibir mungil itu, namun kali ini sedikit berbeda, lidah Hyde menyeruak masuk kedalam mulut Tetsu, membuat Tetsu terbuai dengan permainan nakal yang dilakukan oleh Hyde.

"Enghh..."

Tanpa sadar Tetsu mengeluarkan desahan, badanya pun terasa sangat lemas, bukan karna energinya yang habis, tapi karna gairah yang di berikan oleh Hyde.

Perlahan Hyde melepaskan ciuman mereka, membuat Tetsu melenguh kecewa. Tersenyum kecil, Hyde mendorong tubuh Tetsu hingga berbaring di ranjangnya empuk milik Hyde.

"Belum cukup.." seru Hyde parau

Hyde pun menenggelamkan kepalanya pada perpotongan bahu Tetsu, menyesap aroma yang dikeluarkan oleh puppetnya ini, sedekali ia membubuhkan kissmark pada leher jenjang Tetsu, membuat sang empunya mengerang nikmat.

"Ughh Hyde.."

Perlahan Hyde pun mulai turun dan menjamah tubuh Tersu yang sedari tadi memang tidak memakai satu helai benang pun. Tangan Hyde dengan cekatan mulai memanjakan tubuh Tetsu yang teramat sensitif, membuat Tetsu hanya dapat mengerang dan mendesah atas permainan Hyde.

"Akhh ahh ahh Hyde.. ughhh onegai.." desah Tetsu diantara permaianan yang diberikan oleh Hyde.

"As you wish"

TOBECON

Wkekek entah kenapa masih ga pede sama fanficnya takut garing dan ga seru (;_;)(;_;)

Selasa, 29 Maret 2016

Ma cutes puppet

Title : Ma cutes puppet
Genre : Romance, pg - 15 (atau nc - 17 ya (/ω\*) haha)
Pair : Haitsu

Terima kasih buat semua yang melecehkanku di grup (;_;) ampe jadi korban keganasanya Hedo dan Ken *masih trauma* ekwkwkw
Chapter 1 

Mentari sore menyinari jalan yang padat oleh kendaraan, tampak di sudut lain sekumpulan anak anak tengah bermain bola di lapangan tak jauh dari tempat itu.

Peluh keringat membasahi wajah ke 7 anak itu, tapi mereka tak berhenti begitu saja, permaiananya malah semakin panas. Terlihat seorang anak tengah menendang bola sehingga melambung tinggi dan jatuh tepat di depan seorang pria yang berjalan di lapangan itu.

"Niichan bisa lemparkan bola itu?" Seru salah seorang anak.

Pria yang mengenakan setelan jas hitam itu tersenyum ramah, kemudian menyepakkan bola tersebut.

"Apakah aku boleh ikut?" Tanya pemuda itu sembari membuka jas miliknya.

"Tentu saja Haido niichan boleh ikut" seru anak anak itu serempak.

Sudah menjadi kebiasaan Hyde setiap sore untuk bermain bola bersama anak anak di dekat mansion miliknya itu, setidaknya hal remeh seperti itu bise me-refersh otaknya yang sudah mau pecah sebagai salah satu eksekutif muda berbakat.

Setelah permainan kecil yang menghabiskan waktu hampir satu jam itu, Haido memilih untuk menyudahinya dan beristirahat di salah satu kursi disana.

Baru saja hendak ia buka botol air mineral yang ia dibelinya di vanding machine, tiba tiba saja ia mendengar suara kucing.

Menunduk, ia menemukan seekor kucing berbulu putih bersih tengah menatapnya dengan mata bulat yang nampak sayu dan kelelahan.

Tiba tiba saja Hyde merasakan sesuatu getaran saat melihat mata kucing itu, tanpa sadar ia telah mengangkat kucing itu hingga berhadapan dengan wajahnya.

"Aneh.. rasanya aku seperti pernah melihat kucing ini" lirih Hyde seraya memperhatikan wajah kucing yang tampak lemah itu.

Tiba tiba saja ia mengingat sesuatu, mimpinya saat ia masih kecil, saat kedua orang tuanya masih hidup, ia sering memimpikan mepunyai kucing yang sama persis seperti dihadapanya ini.

Melihat wujud kucing yang sangat 'menyedihkan' seperti itu membuat Hyde iba, ia pun memutuskan untuk membawa kucing itu ke mansionya.

***

Hyde membuka pintu mansionya, menampakan ruangan yang sangat mewah, mengingat bahwa ia adalah seorang eksekutif muda, bahkan sangat muda, bayangkan saja umurnya baru saja menginjak 27 tahun dan dia sudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tidak bisa dibilang sedikit.

Banyak orang yang menanyakan kenapa Hyde tidak menikah? Dengan wajah tampan dan karir menjulang seperti itu, bukanlah hal sulit untuk Hyde mendapatkan pendamping hidupnya, bahkan mereka akan mengantri untuk Hyde.

Namun Hyde tidak terlalu memperdulikanya, dia sangat gila kerja, lagi pula wanita wanita yang selalu berusaha mendekatinya adalah penjilat, dirinya sangat tau itu.

Tertawa kecil, akhirnya Hyde pun memutuskan untuk memandikan kucing itu, walaupun ia yakin kucing itu sudah bersih, lihat saja bulunya yang berwarna putih bersih seperti itu.

Awalnya Hyde kira, kucing itu akan memberontak saat ia memandikanya, seperti kucing pada umumnya yang akan memberontak, mencakar ataupun menggigit, namun kucing ini berbeda, ia hanya pasrah dan masih terlihat lemah saat Hyde mulai memandikanya dengan air hangat, jujur, hal itu membuatnya bingung.

Setelah memandikanya, Hyde mulai mengeringkan kucing itu dengan Hairdryer yang baru saja dibelinya (karna sebelumnya Hyde tidak pernah mengeringkan rambutnya dengan benda itu, cukup mendangalkan agin dan sinar matahari saja) setelah itu ia membawa kucing itu ikut bersamanya ke dapur.

Selagi Hyde memasak, kucing berbulu putih itu hanya duduk diam di salah satu meja, memperhatikan Hyde dengan mata lelahnya. Sampai Hyde selesai memasak, ia memberikan potongan ikan yang dimasaknya untuk kucing itu.

Sang kucing mulai melahap ikanya dengan enggan, badan kucing itu pun terlihat sangat rapyh, membuat Hyde semakin khawatir, apakah dia sakit?, atau mungkin dia terpisah dari majikan lamanya?

Akhirnya Hyde menghelai nafas kecil, ia sangat lelah, untunglah besok hari minggu, ia bisa membawa kucing itu ke dokter hewan atau polisi, jikala ada pemiliknya yang mencari kucing itu.

Hyde merebahkan dirinya pada kasur empuk dirinya, disebelahnya dibaringkan lah seekor kucing kecil yang tergolek lemas dan terlihat tidak memiliki tenaga.

Iseng Hyde mengangkat tubug mungil kucing itu lagi, menatapnya lekat - lekat, entah kenapa ia merasakan sensasi nyaman ketika melihat kucingtu.
Semilir angin lembut menerpa wajah Hyde, tiba tiba saja kornea mata pemuda itu berubah menjadi merah darah, dan tanpa sadar ia mengecup mulut kucing yang sedari tadi ada di gendonganya.

Dalam sekejap cahaya menyilaukan menyinari ruangan tersebut, membuat Hyde memejamkan matanya.

Entah kenapa tubuhnya terasa amat berat, di bukanya kedua belah matanya. terperanjat, ia melihat sesosok pria berwajah manis tengah menindihnya dengan pandangan mata yang sayu, lengkap dengan telinga dan ekor kucing.

"Ap-?"

Dengan cepat bibir Hyde dikecup dengan penuh nafsu oleh pemuda yang berada diatas tubuhnya, membuat Hyde tidak bisa berkutik, pemuda itu terus menempelkan bibirnya hingga perlahan lahan telinga dan ekornya berangsung angsur menghilang, dan wajah pemuda itu mulai merona merah.

Perlahan lahan pria itu menggulingkan badanya sehingga tidak menimpa Hyde lagi, kemudian ia terduduk sembari memeluk lututnya, butuh beberapa detik untuk Hyde menyadari bahwa lelaki itu sama sekali tidak mengenakan pakaian, bahka satu helai benang pun.

"Master..." ujar pemuda itu lirih.

Hyde menyeringitkan alisnya, master? Siapa itu? Apakah dia, bakan Hyde sama sekali tidak mengenal pemuda berwajah manis itu.

"Siapa Kau?" Tanya Hyde

TOBECON

Ulalalllaa hahaha aga pendek ya? Maafin karna diriku sedang lelah mengantri visa yang udh kayak ngantri konser (;_;)

Smooth criminal, mightnight Casino

Title : Smooth criminal final chapter, mightnight Casino *buset panjang amet ya* wkwkw
Genre : Romance, action~ *karna kemarin pada protes gaada actionya*
Pairing :...? Siapa lagi selain dua mahluk gunyu gunyu itu~

***

Miami, 22 Mei, 9 p.m

Hyde menghelai nafasnya dengan kesal.

Sudah lebih dari 2 jam mereka, ya mereka, Hyde - Ken - Yukkie duduk di sofa apartemen, menunggu seseorang yang masih setia berada di kamar mandi itu.

Hyde beberapa kali sudah mengetuk pintu kamar mandi, meminta agar orang itu cepat keluar, namun tetap saja orang itu tak bergeming, membuat Hyde akhirnya duduk pasrah bersama kedua temanya.

Setengah jam kemudian, pintu kamar mandi itu terbuka, memperlihatkan sesosok tubuh tinggi semampai yang berbalut dengan baju buatan guess atau Zara, tak lupa klit yang terpasang di pinggang lelaki itu.

"Te-tetchan"

Ketiga pria itu tiba tiba terbangun dari duduknya, melihat temanya (dan kekasihnya untuk Hyde) yang menurut mereka amat 'kawaii' itu.

"Kita kan mau ke casino... kenapa penampilanmu seperti itu..." seru Ken getir melihat penampilan Tetsu.

"Memangnya aneh ya..." tanya Tetsu sembari menatap dirinya di cermin.

"Ungg.. aku tidak tau sih sebenarnya.. namun penampilanmu.. lebih terlihat seperti artis yang ingin manggung" ucap Yukkie.

Tetsu memang saat ini sangatlah Kawaii, dengan rambut yang setengahnya di jepit, eyeliner tipis dan sedikit lipgloss *jangan tanya siapa yg dandanin*

Bajunya pun sangat berbeda dengan ketiga temanya yang memakai jas, Tetsu memilih menggunakan kaos ber merk guess berwarna pink yang ditutup dengan cardigan berwarna hitam, ditambah dengan skiny jeans berwarna senada dan ditutup klit bermotif koran, membuat dirinya bak seorang artis yang akan menggelar konser.

Hyde yang sedari tadi mematung akhirnya merengsek maju dan mendekap Tetsu, "kau cantik..." lirih Hyde kemudian mencumbu bibir kemerahan Tetsu.

"Hmmphh?"

"Hoi hoi jangan beradegan mesum disini, kita kan hari ini mau kerja" seru Ken sedikit frustasi.

Hyde dengan enggan menghentikan kecupanya pada Tetsu, kemudian menggandeng tangan lelaki manis itu, menghasilkan rona merah di pipi Tetsu.

Sementara itu Ken dan Yukkie mengehelai nafas lelah melihat bagaimana Hyde menjadi primitif mendadak saat bersama Tetsu.

***

Gemerlap lampu menyinari ground floor gedung casino itu, terlihat di sudut ruangan gadis gadis berpakaian seksi meliuk liukan badanya pada tiang yang bertengger diatas meja. Disisi lainya, terlihat orang orang yang sedang berjudi, entah hanya sekedar bermain poker atau blackjack.

Sesuai dengan arahan Yukkie tadi, Hyde - Ken - Tetsu mulai menyebar kearah spot mereka, mencari segala data dan informasi atas sang joker, pemilik Casino ini, sekaligus yang terbesar di Benua Amerika.

Sementara itu Yukkie mulai menyusup keruang kendali cctv, setelah sebelumnya ia dan Tetsu telah merantas jaringan di sana.

Hyde kini tengah asik bermain 'casino' sekaligus menanyakan tentang sang 'Joker', pemilik Casino yang paling disegani itu, ternyata memang cukup sulit untuk mendapatkan data sang Joker, semua orang menutup mulutnya.

Sementara itu disudut lain, Ken tengah mencubu salah satu gadis yang berkerja disana, sembari memainkan permainan nakalnya, terkadang diselipkan pertanyaan pertanyaan mengenai sang Joker. Pada awalnya gadis yang menjadi mangsa Ken tidak ingin mengatakan apapun, tapi setelah sedikit 'tekanan' akhirnya wanita itu memberikan informasinya.

Tetsu memilih untuk berjalan jalan menelusuri Casino tersebut, ia tidak bisa berjudi dan tidak bisa memikat wanita, bukankah lebih baik bila ia mencari informasi sendiri?

Ken yang merasa mendapatkan cukup informasi, mulai menceritakan kepada Yukkie, Tetsu dan Hyde tentang apa yang ia dapatkan, seperti sang Joker delalu berada di casino ini, brangkasnya, dan penjagaan ketat terhadap dirinya dan brangkasnya.

"Lalu, apakah gadis itu memberitaumu dimana ruang Joker dan brangkasnya berada?" Tanya Yukkie melalui speaker yang terpasang di kerah bajunya.

"Tidak.. ia sendiri tidak mengetahuinya" seru Ken pelan.

"Aku akan mencoba merantas jaringan disini, sepertinya sistimnya tidak terlalu rumit" bisik Tetsu pelan.

"Baiklah.. kita kembali ke spot masing masing, agar tidak menimbulkan kecurigaan" ucap Hyde, kemudian kembali bermain Casino nya.

"Baiklah.."

Tetsu berjalan cepat menuju toilet yang tersedia, setelah mengunci dirinya di salah satu bilik, ia mulai membuka tab nya, mencoba untuk merantas jaringan tersebut, walau sedikit lebih sulit dari biasanya, mengingat ini adalah sebuah Casino yang sangat terkenal.

"Nee Yukkie, kau masih di ruang cctv?" Seru Tetsu sembari mengotak atik tabnya.

"Ya Tetchan, ada apa?"

"Aku berhasil merantas sistem disini, aku akan mengirimkanya padamu"

"Baiklah Tetchan"

Dengan cepat, ke jari jari lentik Tetsu mulai bermain diatas tabnya, kemudian mengirimkan data data dan denah lokasi dimana sang Joker berada serta pergerakan semua bodyguard dan tentu saja brangkas milik sang joker tersebut.

Tak lama kemudian, layar cctv dimana Yukkie berada mulai mengeluarkan gambar denah serta titik titik merah yg disinyalir sebagai bodyguard sang Joker, tersenyum kecil, Tetsuya memang sangat jenius, bahkan terlalu jenius untuk ini.

"Nee.. Hyde, Ken kita mulai pergerakanya, Tetsu sudah mengirimkan semuanya, siapkan amunisi kalian" seru Yukkie melalu speakernya.

Di tempat lain, Hyde dan Ken saling berpadangan, kemudian tersenyum penuh arti

Let's game begin..

Tetsu perlahan menutup pintu kamar mandi, mendongakkan kepalanya, ia melihat dua pria berbadan tegap tengah menatapnya.

"Are you japanese?"

Dengan kaku Tetsu menganggukan kepalanya, jantungnya berdegup cepat, ia sangat takut jika pergerakan mereka mulai terendus.

Tiba tiba dua orang yang ada di hadapan Tetsu menundukan kepalanya, membuat Tetsu sedikit bingung.

"Mr Joker" seru keduanya dengan suara tegas.

Refleks Tetsu membalikan badanya, melihat lelaki berpakaian hitam yang berjalan kearahnya, lelaki itu sedikit terkejut melihat Tetsu kemudian tesenyum.

"Kau orang jepang?" Seru lelaki yang disebut sebut sebagai Joker itu dengan dialeg khas Kansai.

Tetsu menganggukan kepalanya dengan kaku, nafasnya tercekat, jadi inikah sang joker itu?

Pria itu tersenyum kemudian meraih tangan Tetsu, "Aku punya pekerjaan bagus untukmu, mari ikut ke ruanganku" ucapnya sembari 'menyeret' Tetsu menuju ruanganya.

***

Di tempat lain, Hyde, Ken dan Yukkie yang berpencar sudah berhasil menyapu bersih semua bodyguar bodyguard di tempat itu.

"Menurut Tetsu, ini ruangan Joker" seru Yukkie sembari melirik pda nya yang berkedip saat ia mengarahkan pada sebuah pintu yang penuh dengan ukiran.

"Ngomong ngomong, istrimu kemana Hyde" tanya Ken sembari me-reload handgun nya.

Hyde menggelengkan kepalanya, sebenarnya perasaanya tidak terlalu nyaman, ia merasakan sesuatu yang janggal pada Tetsu, namun ia berusaha menampiknya.

Kemudian dengan kasar, ketiga pria itu mendobrak pintu tersebut. Dengan sekali hentakan, pintu itu pun terbuka, menampilakn sosok bertubuh mungil tengah bersandar pada meja sembari menyilangkan kedua tanganya.

Hyde, Ken dan Yukkie langsung mengarahkan moncong handgun miliknya pada sosok tersebut.

"Selamat datang di casino milikku" seru pria tersebut dengan dialeg kansai nya.

Sementara itu, ketiga pria yang sedari tadi menodongkan pistol itu seidikit terkejut, mengetahui bahwa sang joker tersebut berasal dari jepang.

Lelaki itu membuka topengnya, memperlihatkan wajah yang sangat oriental, "perkenalkan, namaku Nishikawa Takaori, atau mungkin kalian mengenalku sebagai Joker nee?" Seru pria yang bernama asli Takanori tersebut.

"Kami sudah melumpuhkan semua  bodyguardmu, lebih baik kau menyerah saja, atau kami akan membunuhmu" seru Ken yang sudah dalam posisi siaga.

Takanori terkekeh pelan, "jadi, kalian telah membunuh semua bodyguardku? Ahh nereka terlalu lemah" ucap Takanori sembari bermain main dengan pisau lipat yang ada ditanganya.

"Cepat beritau kami dimana brangkasmu, dan kami tidak akan menyakitimu" titah Yukkie dengan suara yang tegas.

"Kalau aku tak mau?"

"Kami akan menyiksamu sampai kau mau mengatakanya" lanjut Hyde dengan suara beratnya.

Takanori tertawa pelan, kemudian dengan gerak cepat ia memutar kursi yang ada disebelahnya, memperlihatkan sosok Tetsu yang terikat dengan bibir yang disumpal oleh kain.

"Ah pasti kalian mengenal Tetsuya kan?" Seru Takanori dengan kekehan kecilnya.

"Grr.. bangsat, apa yang kau lakukan terhadapnya?!" Seru Hyde penuh amarah, berusaha merengsek maju, namun ditahan oleh Ken.

Dengan pelan Takanori berjalan mendekati wajah Tetsu, kemudian mengarahkan pisau lipatnya pada kerongkongan Tetsu.

"Jika kalian berani maju satu senti saja, aku akan membuatnya tak bisa bersuara lagi" ancam takanori sembari menempelkan ujung pisau itu pada kulit putih Tetsu.

sontak ketiga pria di depanya mematung, mereka tidak akan mengambil resiko, karna bisa jadi nyawa Tetsu ikut melayang.

Sementara itu Tetsu hanya bisa menitikkan air mata, rasa takut dan rasa bersalah memenuhi hatinya, karna ia yang cukup teledor akhirnya menjadi boomerang bagi teman temanya.

"Maaf..."

Yukkie yang sedari tadi terdiam mulai berseru lirih. "Kita bisa menyelamatkan Tetsu, diantara kita, harus ada yang menyusup ke belakang, lalu dua lagi mengalihkan perhatianya, jika berhasil saat ditembak tepat di kepala, maka ia akan limbung ke depan, dan pisau itu pasti terlepas, atau setidaknya jatuh kepangkuan Tetsu."
Hyde dan Ken menatap Yukkie yang tersenyum penuh arti.

"Aku dan Yukkie, berusaha untuk mengalihkan perhatianya, kau menyusup ke belakang mahluk cebol itu, mengerti?" Ucap Ken pada Hyde.

Hyde mengangguk, maka Ken dan Yukkie berjalan perlahan, menutup sosok Hyde yang mengendap menuju ke belakang, melewati meja kerja Takanori.

"Jadi.. apa maksudmu menyekapnya seperti itu?" Tanya Ken menatap Takanori.

Takanori menarik pisau yang sedari tadi menempel pada kulit kerongkongan Tetsu, kemudian menatap Ken dengan pandangan meremehkan.

"Well, aku merasa menyukainya" lirih Takanori sembari menarik ujung dagu Tetsu agar menatap matanya, kemudian menempelkan ujung pisau itu pada kulit dagu itu.

"Namun.. kalian, dan dia bersengkokol untuk merampokku, jadi aku rasa aku akan menjualnya, tubuhnya lebih dari cukup untuk di jual ke rumah bordir ya kan?" seru Takanori sambil terkekeh pelan.

"MATI KAU BRENGSEK" seru Hyde yang sudah berada tepat dibelakang Takanori, kemudian menembaknya pas di kepala, membuat tubuh kecil itu limbung kedepan dan jatuh.

Setelah yakin tubuh itu tak bergerak lagi, ketiga orang itu mulai membuka ikatan pada tubuh Tetsu, Hyde ikut membuka penyumpal mulut Tetsu.

"Haidoo.." seru Tetsu yang langsung memeluk kekasihnya dengan bergetar, "ma-maafkan aku.. rencana kita hampir gagal" lanjutnya lirih.

Hyde menepuk kepala Tetsu pelan, "Tenanglah, sekarang kamu aman kan? Jangan menangis lagi ya" ujar Hyde lembut, kemudian mengecup puncuk kepala Tetsu pelan.

Ken berdehem pelan, membuat kedua insan itu menolehkan kepalanya pada Ken. "Kita disini ingin merampok, bukan main sinetron" ucapnya dengan suara getir, yang dismabut dengan tawa kecil dari Tetsu.

"Iya Ken.. aku ingat kok" seru Tetsu lembut, "aku tunjukan brangkasnya, tadi aku sempat menanyakan dimana tempat itu" lanjut Tetsu.

***

"Kau yakin ini tempatnya Tetchan?" Seru Yukkie yang memandang awas pada brangkas tersebut.

"Aku rasa begitu" seru Tetsu yang masih fokus mengotak atik Tabnya yang tersambung pada tombol password kemudian mulai menekan enter, membuat pintu itu terbuka pelan.

Dengan cepat mereka memasuki brangkas tersebut. mata keempat pria itu tertuju oleh batu berwarna kebiruan seharga ratusan miliyar untuk satu batu saja.

Dengan gerak cepat, mereka mulai mengambil 4 batu berwarna saphire itu, dan memasukanya ke kantung kulit yang sudah disiapkan oleh Tetsu, agar tidak terdeteksi di bandara.

Tiba tiba saja lampu menjadi padam, kemudian muncul suara yang memekakan telinga. Yukkie yang pertama kali menyadarinya langsung menegang.

"Gedung ini dipasang bom, kita harus segera melarikan diri"

Sontak ketiga laki laki yang lain ikut menegang, mereka pun mulai berlari kecil menuju pintu keluar.

***

"Berapa lama lagi bomnya meledak" seru Ken ditengah larinya.

Mata Tetsu yang letih tiba tiba saja bertabrakan dengan angka angka merah yang terlihat seperti timer, matanya membulat melihat angka yang terbentuk. "30 detik lagi, cepat larinyaa" panik Tetsu.

Mereka pun mempercepat larinya menuju pintu keluar, dan refleks langsung tiarap sembari memegangi kepalanya, tidak sampai 5 detik, gedung itu pun meledak.

Keempat pria itu pun tertawa geli dan takut, telat 5 detik lagi, mereka akan ikut terpanggang dalam gedung itu.

"Kita kaya.." lirih Ken dengan tubuh bergetar kemudian terkekeh pelan.

Yukkie hanya tersenyum kecil kemudian mulai berdiri, "sebaiknya kita kembali ke apartement sebelum polisi datang"

Ketiga pria lainya pun dengan sigap berdiri dan memasuki limosin yang sudah mereka sewa sebelumnya  

***
Omake :

YUKKIE

Semilir angin menerpa wajah Yukkie yang tengah menyesap coklat hangatnya, di belakangnya terlihat seorang wanita yang berjalan kearah Yukkie kemudian memeluk pingging lelaki itu.

"Anata.. makanan sudah siap" seru wanita itu.

Yukkie membalikan badanya, kemudian mengecup bibir gadis itu pelan, "aku mencintaimu Chiaki"

Gadis yang dipanggil Chiaki itu tersenyum lembut, kemudian Yukkie mencium perut Chiaki yang sudah sedikit membesar, "aku tak sabar anak kita lahir" lanjutnya lembut.

"Aku juga mencintaimu Yukkie.. terima kasih telah menikahiku" seru Chiaki lirih sembari tersenyum bahagia.

KEN

Suara musik menghentak hentak seirung dengan taruan muda mudi pada dance floor yang semakin menjadi jadi 

Dipojok lainya seorang bartender sedak meracik minuman yang telah dipesan.

Seorang pria bertubuh tinggi dengan jas berwarna hitam menyeruak masuk dan duduk di depan bartender itu.

"Long island satu"

Bartender yang sedari tadi meracik minuman tersebut menghentikan gerakan dan menunduk hormat pafa sosok itu.

"Ken sama, tumben sekali anda mampir ke bar anda" seru sang bartender sembari memberikan pesananya.

"Hanya ingin mampir" seru Ken sembari menyesap minumanya.

Tak lama kemudian, muncul sesosok gadis semampai yang tersenyum saat melihat Ken, ia berjalan cepat dan duduk disebelah pria itu.

"Maaf menunggu aga lama" seru wanita itu sopan

Ken tersenyum pelan, " tidak apa apa". Kemudian ia berdiri dan merangkul gadis yang mengenakan dress vintage itu.

"Ayo kita jalan sayang" seru Ken lembut

HAITSU

"Enghh"

Hyde masih merengkuh badan ramping Tetsu yg belum mengenakan sehelai benangpun.

"Akhirnya kita bulan madu juga" seru Tetsu lirih sembari mengucek matanya

"Lalu kemarin bukan bulan madu?" Balah Hyde sembari menciumi leher Tetsu.

"Aakhh.. itu tidak kuhitung Doi-enghhh-ha, karna terpotong pekerja- akhhhh" ucap Tetsu diantara desahanya.

"Hmm..?" Desah Hyde sembari memberikan kissmark di leher Tetsu.

Tiba tiba saja Tetsu mendorong pundak Hyde menjauh, membuat Hyde mendesah kecewa.

"Kalau sampai bulan madu kita terganggu, jangan harap kau bisa menyentuhku" ancam Tetsu sembari menatap tajam Hyde.

Hyde merengsek maju kemudian mencium bibir Tetsu, "kau lebih dari segalanya sayang" bisik Hyde sensual.

Tiba tiba saja Handphone Hyde berbunyi, dengan malas ia menerima panggilan tersebut.

"Halo.. iya.. enghh apa? Misi lagi...?"

Hyde menatap Tetsu yang menatapnya tajam dengan mulut yang dimanyunkan.

Tiba tiba saja Hyde mematikan Handphonya kemudian kembali mengecup bibir Tetsu yang masih mengerucut.

"Hei.. aku tidak menerima pekerjaan kan?" Bisik Hyde pelan.

"Tapi moodku jadi jelek Haido.." seru Tetsu dengan nada sedikit sensual, "aku rasa... kau tau bagaimana menaikan moodku.." lanjutnya dnegan suara yang sengaja di desahkan.

Hyde meneguk liurnya dnegan sulit, kemudian ia menyentak tubuh Tetsu hingga jatuh tertidur di ranjang kingsize hotel bintang lima di hawaii itu.

"Aku sangat tau Tetchan.." seru Hyde dengan suara parau kemudian menindih tubuh Tetsu.

OWARI

Akhirnya fanfic nya selesai jugaaaaa kyaaaaa~ *joget hula hula*
Sesuai janji ff ini aku selesaiin sebelum aku pergi ke jepang haha.

Selamat menikmati semua (/ω\*)

Selasa, 15 Maret 2016

Smooth criminal, Night before mission

Title : Smooth criminal, A night before Mission
Genre : Romance, sappy(?)
Pair: Haitsu~

***

Hyde menatap Tetsu yang tengah terlelap di ranjang rumah sakit itu, terkadang dielusnya pipi putih yang masih membekas guratan dari pisau Gackt itu.

"Tuan Ogawa terluka pada bagian dalam tubuhnya, organ vitalnya sedikit memar, namun ia baik baik saja, dengan istirahat selama seminggu penuh, ia akan pulih kembali"

Tiba tiba saja perkataan dokter itu kembali terngiang di telinga Hyde, dengan kesal ia mengepalkan tangannya, rasanya walaupun Gackt sudah mati, tetap saja Hyde 100% yakin ingin mencincang mahluk yang berstatus sebagai Mantan temanya itu.

Ya, Mantan teman...

Hyde tidak pernah sudi menganggap mahluk yang telah melukai orang yang paling dikasihinya itu sebagai seorang teman lagi.

"Jadi... bagaimana ini semua bisa terjadi Haido?"

Hyde menoleh perlahan, ia menatap Ken yang memandangnya dengan pandangan beritahu - aku - apa - yang - terjadi - dengan - kalian.

Hyde menghela nafas pelan, "aku juga kurang mengerti Ken, Gaku bilang bahwa keluarga Tetsu adalah pelayan keluarganya, dan mereka berkhianat, berkhinat akan hal apa, aku juga tidak mengerti..." jelas Hyde sambil menjambak-jambak rambutnya.

"Enghh..."

Hyde dan Ken seketika menoleh mendengar erangan Tetsu, dengan sigap Hyde berjalan menuju ke tempat tidur Tetsu, sementara Ken hanya tersenyum kecil dan memberi lambaian tangan pada Tetsu, kemudian keluar dari ruangan itu, memberikan ruang bagi kedua pasangan itu untuk saling berbicara.

Hyde dengan cekatan membantu posisi Tetsu untuk duduk, kemudian memberikan segelas air.

"Ha-haido..? Ini dimana..?" Tanya Tetsu yang masih sedikit lemah.

Hyde mengelus kepala Tetsu perlahan, "kau di rumah sakit nee Tetchan, maafkan aku..." seru Hyde tercekak.

Tetsu tersenyum simpul sembari menatap Hyde lembut, namun tiba-tiba saja matanya membulat, ia meronggoh kantongnya, berusaha mencari-cari sesuatu, namun nihil, ia tidak dapat menemukan benda yang ia cari, wajah Tetsu kemudian menjadi murung seketika.

Hyde yang melihat gerak-gerik kekasihnya yang aneh itu dalam diam, kemudian alisnya menyeringit, "kau mencari apa Tetchan..?"

"....." Tetsu hanya menundukkan kepalanya, ia berencana memberikan benda itu pada Hyde, namun sepertinya terjatuh saat ia ditarik paksa ke dalam mobil.

Kemudian dengan cepat Hyde mengeluarkan sebuah kotak beludru berwana merah darah, mata Tetsu membulat seketika, melihat benda yang dicarinya ada di tangan Hyde, sedetik kemudian, tangan Tetsu menyambar kotak beludru itu, dan menggengamnya erat-erat.

"Da-dari mana kau mendapatkanya Haido..?" tanya Tetsu gugup.

Hyde mengangkat bahunya, "tadi dokter memberikannya padaku, katanya benda itu ada di saku celanamu"

Wajah Tetsu bertambah merah, ia menggengam lebih erat kotak mungil itu "k-kau sudah melihat isinya?" Tanyanya dengan suara gugup.

Hyde menggelengkan kepalanya. Tetsu menatapnya dengan tatapan sedikit lega, dan jujur itu membuat Hyde sedikit curiga.

Dengan sekali gerakan Tetsu menyodorkan kotak beludru warna merah darah itu, tepat di depan Hyde.

"Untukmu..." seru Tetsu seraya menundukkan kepalanya.

Hyde mengambil kotak beludru itu dan membukanya dengan perlahan, matanya menatap nanar benda yang berada di dalam kotak beludru itu.

"Ka-kau dulu sangat menginginkan benda itu kan Doiha.." lirih Tetsu, "kau selalu menyayangiku dan melindungiku.. aku ingin membalasnya.. walaupun aku rasa ini masih sangat kurang.." lanjut Tetsu setengah menunduk.

Perlahan buliran air mata bersarang di mata Hyde, dengan perlahan, diambilnya sebuah cincin dengan hiasan batu merah menyala, yang ditengahnya terdapat hiasan pentagram itu, kemudian ia merengkuh tubuh ramping Tetsu, mendekapnya dengan lembut, membuat Tetsu merasa nyaman.

"Kau tak perlu membalasnya Tetchan, dengan adanya kau di sisiku, itu sudah lebih dari cukup" bisik Hyde lembut, kemudian mencium kening Tetsu.

Wajah Tetsu memerah mendengar perkataan Hyde tadi, tangannya dengan perlahan melingkari pinggang Hyde. "Aku mencintaimu..." lirih Tetsu yang masih dalam dekapan Hyde.

"Begitupula aku..."

Hyde melepaskan pelukannya, kemudian meraih bibir ranum Tetsu, mengecupnya berkali-kali dengan nafsu, Tetsu pun hanya pasrah pada perlakuan kekasihnya itu, ia membuka mulutnya, membiarkan lidah Hyde mengeksploitasi mulutnya.

"Sepertinya kita datang di waktu yang salah"

Sontak Hyde dan Tetsu menghentikan ciuman mereka, terlihat sosok pemuda jangkung bersama dengan pemuda berambut spike tersenyum penuh arti

"Kalau kita tidak masuk, bisa-bisa Haido memperkosa Tetsu diranjang rumah sakit, Ken" ucap pria dengan tatanan rambut spike itu.

Pemuda yang disebut Ken itu terkekeh pelan, " sepertinya akan menjadi pemandangan yang menarik, nee Yukkie" serunya.

Wajah Tetsu memerah seketika, sementara Hyde menyeringai "kau mau melihatnya nee Kenchan? Kalau begitu nanti aku akan memberikan service yang paling menarik" seru Hyde sembari melipat tangannya.

Wajah Tetsu semakin memerah, membuat ia terlihat sangat menggemaskan, Hyde dan Ken semakin senang mengerjainya.

Sementara itu Yukkie hanya tertawa kecil saja, melihat Tetsu dengan wajah yang merah padam sembari menutup telinganya erat-erat, mendengar perkataan kotor yang keluar dari mulut Ken dan juga Hyde.

"Nee Tetchan.. soal tawaran waktu itu" seru Yukkie menatap Tetsu lekat, membuat Tetsu berhenti menutup kupingnya dan menatap Yukkie serius.

"Aku menyetujuinya, aku sudah keluar dari kepolisian Tetsu" lanjut Yukkie sembari mendekati Tetsu. Tetsu membulatkan matanya, kemudian tersenyum sangat cerah.

"Huwaaa Yukkie terima kasihhh" jerit Tetsu sembari memeluk Yukkie, membuat Hyde berdehem keras. Yukkie yang merasakan aura membunuh dari Hyde pun melepaskan pelukan Tetsu, daripada besok ia ditemukan mengambang di teluk Tokyo dengan keadaan tidak bernyawa.

Tetsu juga menatap Ken dengan pandangan berharap, seperti mengerti, Ken menganggukan kepalanya, membuat Tetsu tersenyum seperti anak kecil.

Yukkie menarik kursi ke sebelah Tetsu, kemudian memberikan Tetsu sebuah denah lokasi, Tetsu menerimanya dan melihatnya dengan seksama.

"Ini denah Casino yang sempat aku ceritakan padamu, bulatan merah itu adalah kamera cctv yang terpasang, lalu yang itu ruang kendali, dan di sebelah timur dimana mereka menyimpan brangkas, kita bisa menyamar menjadi pengunjung, Ken akan mengurusnya" jelas Yukkie.

Sementara itu Hyde dan Ken keluar dari ruangan itu dengan alibi ingin membeli bir. Setelah menutup pintu, Ken memberikan sebuah map kepada Hyde.

"Ini data yang kau cari Hyde" seru Ken.

Hyde membuka map itu dan membacanya dengan hati-hati, foto-foto yang tertera pun tak luput dari pengelihatannya.

"Ken.. be-benarkah ini?" Seru Hyde setengah tidak percaya.

"Ya Hyde, aku juga kaget, aku sama sekali tidak menyangka jika keluarga Tetsu adalah pelayan setia keluarga Camuii, marga Gackt, namun mereka berkhianat karena melindungi keluargamu,Hyde" lirih Ken

"Mereka mempertaruhkan nyawanya demi keluargaku.. dan aku berteman dengan orang yang membunuh keluarga Tetchan.. dan keluargaku sendiri..." Hyde meremas kepalanya frustasi.

"Keluarga Camuii sangat membenci keluargamu Hyde, karena keluargamu adalah detektif yang menghancurkan usaha gelap mereka" jelas Ken.

"Keluarga Tetsu diperintah untuk mencari segala data tentang keluargamu, namun mereka berkhianat dengan memberitau keluargamu dan memberikan data yang salah... tentu saja mereka harus membayar dengan nyawa mereka, beruntung Tetsu sempat melarikan diri saat itu" lanjut Ken.

Hyde mendesah kesal, kemudian meninju dinding rumah sakit, "jadi selama ini Gackt memperalatku dengan cara berteman denganku?"

Ken berusaha menenangkan Hyde, kemudian mereka kembali ke kamar inap Tetsu.

"Kalian darimana saja? Yukkie sudah menjelaskan semua detailnya padaku" sungut Tetsu.

Hyde dan Ken hanya tertawa melihat Tetsu dengan semangat menggebu-gebu itu. Perlahan Hyde berjalan kearah Tetsu dan merangkul bahu Tetsu.

"Maafkan aku sayang, sekarang bagaimana kalau kau jelaskan aku dan Ken rencana kalian itu" bisik Hyde lembut.

Wajah Tetsu memerah mendengar ucapan Hyde, kemudian dengan gugup ia menjelaskan dengan detail apa saja yang tadi ia dan Yukkie rundingkan.

Bersambung~

Hahha disini gaada action deshou? Gapapa yaaa~ kan lebih ke menjelaskan saja wkwkwk

Selasa, 08 Maret 2016

Smooth criminal, mission two

Title : Smooth crimnal, Mission Two
Genre : Action, Romance (as always :v)
pair : Hyde x Tetsu

***

[MISSION TWO]

[Osaka, 1 maret at 09 a.m]

Tetsu melangkah malas menuju salah satu apartemen mewah di kota Kansai itu, muka semakin cemberut takala melihat sang suami yang berjalan dengan langkah yang sangat ringan dan bahagia.

"Kenapa kau sangat bahagia Haido?! Kamu tidak suka bulan madu denganku ya" cerocos Tetsu yang kesal dengan tingkah Hyde yang terlihat bahagia itu.

Sontak Hyde menghentikan tingkahnya itu, kemudian memandang Tetsu dengan geli, melihat kekasihnya yang kesal itu amatlah lucu.

"Bukan begitu sayang" seru Hyde sembari merengkuh pinggang Tetsu, "Dia teman lamaku, dan tawaranya sangat menggiurkan loh~ aku janji setelah misi ini selesai kau bebas memilih tempat untuk bulan madu kita" bisik Hyde tepat di telinga Tetsu.

***
Hyde mengetuk pintu apartement yang tepat berada di lantai 14 itu. Dengan perlahan pintu itu terbuka, menampakan sosok tinggi tegap dengan potongan rambut pendek, tersenyum ke arah mereka.

"Haido kun, sudah lama tak berjumpa" serunya membuka kedua lengannya, menerima pelukan dari Hyde

"Sudah lama tak bertemu Gaku, apa kabar?" Balas Hyde sembari menepuk nepuk punggung teman lamanya itu. Sementara Tetsu hanya menatap diam kedua orang tersebut.

Setelah melepas pelukannya, Gackt mengajak mereka berdua memasuki mansionnya.

"Jadi? Ini yang namanya Tetsuya, Hyde?" Tanya Gackt sembari menatap Tetsu dari atas sampai bawah.

Hyde mengangguk mantap, "dia memang tipeku Gaku, genius, manis, dan tentu saja... sangat nikmat" kekeh Hyde yang disambut oleh cubitan Tetsu di pinggangnya.

"Hahaha, bisa saja kau Haido, menggoda kekasihmu di depanku seperti ini, lihat dia tegang dan memerah seperti itu" tawa Gackt melihat Tetsu yang sangat memerah.

Gackt kemudian mengambil document yang sudah disiapkannya dan memberikannya pada Hyde. "Tugasmu hanya membunuh semua di perusahaan ini, disana ada data-data orang yang terkait"
Hyde membolak balikan document yang diberikan Gackt tadi, kemudian membacanya dengan teliti satu persatu kertas itu, dan diberikannya pula Tetsu kertas berisi informas-informasi itu, agar Tetsu dapat memutuskan juga.

"Sepertinya tidak terlalu sulit Gaku" seru Hyde setelah selesai membaca semua informasi itu.

Gackt mengangkat bahu, "Sebaiknya jangan terlalu sombong dulu, itu bisa jadi bomerang buatmu"

"Mmm Terserah apa katamu lah, Document ini kubawa ya, aku ingin kembali ke hotel, tidak sabar menyentuhnya" seru Hyde pada Gackt.

Gackt hanya mengangguk sembari terkekeh melihat temannya yang  tidak bisa menahan gejolak nafsunya bersebelahan dengan kekasihnya itu, sementara Tetsu hanya membisu dan semakin memerah.

***
"Engg Hyde.. akhh..akh.."

Tetsu mencengkram seprainya dengan amat kuat saat Hyde menusukkan miliknya dengan sangat cepat, menghujani lubangnya.

"Ughhh Tetchan..." desah Hyde sembari mencengkram pinggul Tetsu, kemudian menyemprotkan cairan entah yang keberapa.

Hyde kemudian melepaskan miliknya dari lubang Tetsu dan menjatuhkan badannya tepat di sebelah sang kekasih.

"Nee..Doiha.." seru Tetsu lemah

Hyde memiringkan badannya dan menumpu kepalanya,dengan satu tangannya, menatap Tetsu yang kini tengah menatapnya.

"Aku rasa... bagaimana kalau kita tolak saja.."seru Tetsu sembari memainkan ujung selimutnya.

Hyde menatap bingung pada Tetsu, tidak biasanya ia menolak misi yang di berikan, malah biasanya ia yang paling semangat.

"Memangnya kenapa Tetchan?"

"Aku hanya merasa tak nyaman saja.. entah mengapa..." seru Tetsu yang terus memandang kearah bawah.

Hyde tersenyum kemudian merengkuh kekasihnya itu, "Tidak ada yang perlu ditakuti, aku berjanji akan menjagamu, dan kau pun harus berjanji tetap bersamaku"seru Hyde, kemudian mencium kening Tetsu.

Sesaat mata Tetsu berubah nanar, kemudian menatap Hyde lembut, "Ya, aku berjanji!" Seru Tetsu sembari memberikan kelingkingnya, yang disambut dengan tautan jari kelingking Hyde.

***

"Kenapa sih harus kamu yang melakukannya?" Tanya Hyde sembari menyetir mobil.

"Itu karena jika kau yang melakukannya, aku yakin kita tidak akan mendapatkan informasi sedikitpun Doiha, kau akan langsung menembak kepala mereka, bukan menggertak mereka" ceramah Tetsu yang membuat Hyde sedikit terhohok.

"Oke kau menang lagi Tetchan" seru Hyde sembari memarkirkan mobilnya, "hati-hati"

Tetsu menganggukan kepalanya, kemudian berjalan kearah toko kelontong tua yang menjadi target mereka.

Sementara itu, Hyde menatap kepergian Tetsu sembari mengawasi sekitar, kalau-kalau pergerakan mereka tercium oleh polisi.

15 kemudian Tetsu  kembali dengan wajah cemberut, kemudian ia masuk ke mobil tanpa melihat Hyde, Hyde bersumpah ia melihat sedikit bercak merah di baju Tetsu.

"Kau kenapa?" Tanya Hyde bingung.

"Menyebalkan sekali" seru Tetsu sembari memasang sabuk pengamannya, "mereka menembak diri mereka sebelum, aku mengancam mereka Doiha, bahkan aku harus menghancurkan cctv mereka sebelum pergi" kesal Tetsu. "untung saja di sekitar sana tidak ada orang" lanjutnya dengan wajah kesal yang sangat menggemaskan bagi Hyde.

Hyde terkekeh kemudian memberikan satu setel baju pada Tetsu, "Aku traktir pancake deh" seru Hyde yang membuat senyum kecil Tetsu mengembang. "tapi ganti baju dulu, aku tidak mau kita di pandang menyeramkan" lanjut Hyde kemudian mulai menyalakan mesin mobilnya.

Tetsu tidak berkomentar apapun, ia mulai membuka bajunya, menampakan dada putih yang masih memiliki bekas kissmark milik Hyde, membuat Hyde menegak ludahnya dengan susah.

***

"Pancakenya enak ya Haido~" seru Tetsu berjalan dengan sedikit meloncat, membuat dirinya terlihat seperti anak smp yang diajak jalan oleh kakaknya.

Hyde tersenyum kecut di sebelah Tetsu, "Bagaimana tidak enak, kamu memesan yang paling mahal Tetsu" ledek Hyde sambil tersenyum masam.

Tetsu mengerucutkan bibirnya, "Siapa suruh kau mentraktirku, lagi pula aku ini mahal D-o-i-h-a" seru Tetsu kemudian terkekeh.

Tiba tiba mata Tetsu menatap sebuah toko di pinggir jalan tersebut, toko yang mereka sempat datangi saat mereka masih SMA.

"Nee Haido tunggu disini sebentar, jangan kemana mana, jangan ikuti aku, ada yang ingin kubeli" seru Tetsu Kemudian berlari ke toko tersebut.

Hyde hanya menatap kepergian Tetsu dengan bingung, kemudian terkekeh kecil, mungkin Tetsu menemukan barang yang sudah lama di incar incar olehnya.

Kurang dari 15 menit Tetsu keluar dari toko tersebut, dengan senyuman yang mengembang di wajahnya, Hyde yang menatapnya sangat yakin bahwa Tetsu telah mendapatkan barang yang telah lama ia idam-idamkan.

Tiba tiba saja, dari arah berlawanan, muncul sebuah mini van yang berhenti tepat di sebelah Tetsu, kemudian menarik paksa Tetsu masuk, membuat Hyde yang sedari tadi menatapnya dengan senyuman tiba tiba saja membelalakan matanya, badannya terasa kaku, seperti di paku di sana.

"HYDEE~!!" Teriak Tetsu sebelum dirinya masuk sepenuhnya ke dalam mobil tersebut.

Teriakan Tetsu yang di bawa paksa itu menyadarkan Hyde, kemudian ia berlari ke mobilnya, berusaha mengejar mini van yang membawa kekasihnya itu.

Setelah berusaha mati matian mengejar mini van itu, Hyde akhirnya dapat melacak jejaknya, ia memarkirkan mobilnya di salah satu gedung tua tepat dimana mini van itu terparkir, sebuah handgun tak luput dari persiapannya, kalau kalau orang orang yang menyekap kekasihnya itu membawa senjata.

Dengan tergesa-gesa, ia memasuki gedung tua itu, mencari dimana letak Tetsu. Jantung Hyde berdetak semakin cepat saat ia sama sekali tidak menemukan keberadaan Tetsu, ia sadar, semakin lama ia tidak menemukan Tetsu, semakin Tetsu dalam bahaya.

Sementara itu, Tetsu yang sedari tadi di seret terus berusaha melepaskan dirinya, walapun hasilnya nihil, badannya terlalu kurus untuk bisa lepas dari jeratan orang-orang berbadan besar itu.

Sesampainya di salah satu sudut ruangan lantai tiga itu, salah seorang yang sedari menyeret Tetsu, melemparkan tubuhnya hingga menabrak dinding yang mulai berlumut, Tetsu pun dengan cepat berusaha lari, namun kedua orang berbadan tambun itu menangkap dan melempar badan Tetsu hingga menabrak dinding itu lagi.

"Kumohon lepaskan aku.. apa yang kalian inginkan" seru Tetsu sedikit takut.

Ketiga orang itu saling berpandangan, kemudian tertawa dengan sangat kencang, membuat tubuh Tetsu bergetar ketakutan, ia yakin orang-orang ini mempunyai rencana yang buruk terhadapnya.

"Maafkan kami manis.. kami tidak bisa, ada yang harus kami lakukan, dan kami membutuhkanmu" seru salah seorang  pria yang menatap Tetsu dengan pandangan buas.

Tetsu berjalan mundur dengan ketakutan, sementara pria tersebut mulai mendekati Tetsu, Tetsu yang masih dalam fase takut tidak menyadari bahwa ia sudah merapat dengan dinding, jadi ia terkurung oleh dinding dan lelaki tersebut.

"Tidak bisa lari ya sayang? Apakah kau takut " seru pemuda itu sembari menggengam tangan Tetsu erat, membuat Tetsu kesakitan.

"Ku-kumohon lepaskan aku" ucap Tetsu tercekak, tiba tiba saja tenaganya hilang, ia tidak bisa bela diri seperti Hyde, ia hanya mengandalkan otak dan senjata yang dibawanya, dan sialnya ia tidak membawa senjata sama sekali.

"Oh sayang kau menangis" seru sang pria sambil menyeka air mata Tetsu, Tetsu hanya menggelengkan kepalanya sembari menahan butiran-butiran yang jatuh, ia takut, sangat takut, ia membutuhkan Hyde saat ini juga.  lelaki itu hanya terkekeh melihat reaksi Tetsu. "nah teman teman, bantu aku mengikat dan menyumpal mulut indahnya" lanjutnya sembari mengoyakan baju yang dikenakan Tetsu.

"JA-JANGANNNNNNN"

***

Hyde yang masih mencari Tetsu tersentak kaget, ia mendengar teriakan kekasihnya itu, dan Hyde yakin 100% posisi Tetsu sama sekali tak aman.

Dengan langkah gusar ia menaiki tangga ke lantai tiga, ia yakin sekali bahwa Tetsu ada di lantai itu. Mata Hyde menyipit melihat salah satu ruangan yang di terangi oleh cahaya lampu kecil, dengan perlahan ia membukanya.

Matanya terbelalak melihat tubuh kekasihnya yang bergetar ketakutan, dengan ikatan di tangan dan kakinya, serta mulutnya yang tersumpal, juga bajunya yang sudah terkoyak, dan sebagian robek itu, sungguh ini bukan pemandangan yang ingin dilihat Hyde.

"Te-tetchan"

Wajah Tetsu yang tertunduk itu perlahan terangkat, terlihat sudut bibir Tetsu yang seidkit biru, Hyde yakin bahwa wajah Tetsu sempat di pukul, Tetsu yang menatap Hyde tiba tiba menggeleng gelengkan kepalanya dengan kuat, matanya menatap Hyde dengan pandangan yang sulit diartikan oleh Hyde.

"Tetchan? Ada apa?" Tanya Hyde bingung, ia mendekati Tetsu yang masih memandangnya dengan pandangan 'horor'. Tiba tiba saja Hyde dapat merasakan sesuatu menghantam punggungnya dengan keras..

Kemudian semuanya gelap....

***

Mata Hyde terbuka perlahan, ia dapat merasakan tangan dan kakinya terikat di sebuah kursi, setelah pandanganya mulai jelas, ia baru menyadari bahwa ia tidak berada di bangunan tua tadi ataupun rumahnya, ia mungkin berada di sebuah gudang barang barang berat dan minyak tanah.

"Kau sudah bangun"

Mata Hyde menyipit, mendengar suara yang ia rasa sangat familiar itu. Ia dapat melihat sosok tegap yang sangat ia kenali.

"Ga-gaku?"

Sosok tampan yang di panggil Gaku itu hanya menyeringai pelan, menatap tajam sahabatnya yang terikat itu.

"Bisa tolong lepaskan ikatanku ini" titah Hyde sembari menatap sahabatnya bingung, tidak mengerti apa yang terjadi.

Gackt memutar bola matanya, "aku ingin sekali melepasmu tapi...." seru Gackt mendekat kearah Hyde sembari menyeret seseorang, "....aku rasa kau ingin mengetahui rahasianya Haido" lanjut Gackt sembari melempar orang tersebut, hingga tepat berada di depan Hyde.

"Te-tetchan?"

Mata Hyde menatap nanar sosook Tetsu yang terikat, ia melihat Tetchanya hanya diam membisu, dan lagi pula Gackt sempat mengatakan 'rahasianya' rahasia Tetsu? Rahasia apa? sungguh kepala Hyde mau pecah sekarang.

Sementara itu Tetsu hanya menundukan kepalanya, ia tidak berani menatap kekasihnya saat ini. Gackt yang sedari tadi menatap Tetsu dan Hyde akhirnya mulai tertawa meremehkan, kemudian menjambak rambut Tetsu,

"Kau tidak mau memberitahukannya Tetsuya? Atau aku yang harus memberitahunya?" Seru Gackt lirih sembari mencengkram rahang Tetsu kencang, namun Tetsu tetap tidak bergeming.

"Jangan sentuh dia kau, grrr!" Marah Hyde, melihat kekasihnya diperlakukan dengan tidak baik oleh sahabatnya sendiri.

Mendengar perkataan itu Gackt tertawa kecil, ia meninggalkan,Tetsu yang masih jatuh terduduk di hadapan Hyde, kemudian merangkul Hyde yang masih terikat.

"Well sepertinya Tetsu tidak ingin memberitahumu ya?" Seru Gackt sembari menatap jijik pada sosok Tetsu yang gemetaran itu, "baiklah Haido sayang, aku akan memberitaumu.." bisik Gackt tepat di telinga Hyde.

"Apa maksudmu?" Geram Hyde sembari berusaha melepaskan ikatannya, namun hasilnya nihil.

Gackt mengangkat bahunya, "baiklah aku akan sedikit bercerita Haido" bisik Gackt sambil mengelus pipi Hyde.

"Keluarganya, adalah pelayan dari keluargaku Haido" bisik Gackt sembari tertawa mengejek, "dan kau tahu apa? Orang tuanya berkhianat, ya.. walau akhirnya orang-orangku yang membunuhnya" lanjut Gackt, membuat Hyde menatapnya dengan tatapan kebencian yang besar.

"Oh ya, apa aku lupa mengatakan ini?" Seru Gackt sembari mendekati Tetsu, kemudian menjambak surai halus itu, "jika saja orang tuamu tidak menjaganya, maka aku tidak akan membunuh mereka" lirih Gackt, kemudian menorehkan luka di pipi Tetsu menggunakan pisaunya.

"Akhh..." jerit Tetsu tertahan. 

"Brengsek, jangan sakiti Tetchan!" Jerit Hyde di ambang batas kesabarannya.

Gackt hanya terkekeh, "memangnya kau mau apa? Dia pelayanku, aku bebas melakukan apa saja" seru Gackt sembari menghempaskan Tetsu ke dinding, yang menghasilkan pekikan kesakitan dari Tetsu.

"Fuckk bangsatttt!! Jauhkan tanganmu dari Tetchan, keparattt" marah Hyde melihat Gackt yang memukuli dan sesekali menggoreskan pisau lipatnya pada wajah tetsu.

Gackt pun berhenti, ia mendekati Hyde dengan senyuman kecutnya, "wajahmu memang cantik Haido, tapi kau harus diajari sopan santun" seru Gackt sembari mengacungkan pisaunya tinggi tinggi, bersiap untuk menikam Hyde.

"Kumohon jangan sakiti Haido.." lirih Tetsu diambang kesadaranya.

Gackt pun membuang pisau lipatnya tepat di sisi Hyde, kemudian melangkah menuju Tetsu, dan menjambaknya lagi. "Bagaimana rasanya dilindungi oleh 'istri'mu Hyde?" Seru Gackt kemudian mencengkram leher Tetsu, membuat Tetsu kesulitan bernafas.

Tanpa Gackt sadari, Hyde berhasil mengambil pisau lipat yang dijatuhkan Gackt tersebut, kemudian Hyde berusaha melepas ikatannya menggunakan pisau lipat itu, setelah berhasil, ia pun mulai melepaskan ikatan di kakinya.

Kemudian dengan secepat kilat, Hyde menerjang tubuh besar Gackt, membuat cekikanya terhadap Tetsu terlepas, Tetsu pun dengan rakus berusaha mengambil nafas, mengisis paru-parunya yang tadi mendadak kosong dengan suplai oksigen.

Satu bogeman berhasil mendarat di pipi Gackt, membuat dirinya terhuyung kebelakang. Kesempatan itu pun tidak di sia-siakan Hyde, ia menambah satu pukulan yang berhasil melukai bibir Gackt.

Gackt pun tak tinggal diam, ia memberikan. pukulan tepat diwajah Hyde, membuat pipi Hyde membiru.

Hyde yang sudah diambang batas kemarahannya, mengunci pergerakan Gackt, dan dengan sekali hentakan, ia berhasil menjatuhkan Gackt kemudian mencekiknya.

"Ini karna kau berani menyentuh Tetchan" seru Hyde dingin kemudian memukul wajah Gackt hingga mengeluarkan darah.

"Ini karna kau melukai Tetchan"

Hyde memberikan bogem di sisi lain pipi Gackt, hingga membuat pipi itu membiru.

"Fu-fuck" seru Gackt, berusaha melepaskan diri dari Hyde, namun nihil, entah kenapa badan Hyde sama sekali tak bergeming.

"Dan yang ini, karna kau telah membuatnya menangis" bisik Hyde sembari membenturkan kepala Gackt pada lantai hingga mengeluarkan darah, Gackt pun tak sadarkan diri.

Dengan cepat Hyde berlari kearah Tetsu yang sudah berada diambang batas kesadarannya, Hyde pun merengkuh badan itu, dan membawanya keluar gudang tersebut.

"Ha-haido Maafkan aku.. semua salahku" lirih Tetsu dalam dekapan Hyde.

Mata Hyde mulai menitikan butiran bening, "tidak ada yang perlu dimaafkan Tetchan, aku tidak akan memaafkanmu jika kau meninggalkanku" lirih Hyde serak.

Tetsu hanya dapat memberikan senyum kecilnya yang terasa sangat berat, kemudian matanya mulai menutup, membuat Hyde semakin panik.

Dengan cepat Hyde menghubungi Ken, memintanya untuk menjemput mereka, untung saja Ken berada di sekitar tempat itu, membuatnya dapat menjemput kedua temannya dalam waktu kurang dari 15 menit.

Sebelum meninggalkan gudang itu, Hyde sempat melemparkan korek kedalam gedung itu, membuat ledakan besar, yang juga menghapus jejak mereka, setelah itu, Hyde memasuki mobil Ken, dan menuju rumah sakit terdekat.

-bersambung-

Kenapa bersambung? Karna kalau dilanjutin bakal lebih panjang lagi~ dan aku sudah sangat sangat butekkkk hahaha

Mohon bersabar ya~ kalau bisa banti aku cari judul buat lanjutan ffnya muahahaha

Sabtu, 27 Februari 2016

Smooth criminal, Memories.

Yeayyy akhirnya di antara sakit yang mendera(?) Dapat ilham buat melanjutkan fanfic yang sebenernya sudah selesai tapi.. pada minta sequel hahaha...

Title : Smooth criminal, Memories
Pair : Haitsu~
Genre : Romance, Action

****

"TETCHAN LARI!!!"

Badan kecil itu terasa kaku melihat apa yang di sugukan di hadapanya kini, ia dapat melihat dengan jelas onggokan mayat penuh luka yang merupakan ayahnya, dan ibunya yang kini di tusuk oleh sebilah pedang, tepat di depan matanya.

"Hei itu anak mereka, kejar!" seru salah satu dari komplotan, yang bahkan Tetsu tidak tau siapa.

Dengan sigap kaki mungil itu berlari secepat yang ia bisa, air mata terus turun membasahi pipi putihnya, bibirnya bergetar menahan sakit yang menyerang dadanya.

Tiba tiba saja ada sebuah tangan tegap yang menariknya dan membekap mulutnya, menutupi tubuh mungil Tetsu di dalam dekapanya, membuat segerombolan orang yang tengah mencarinya itu kehilangan jejak anak yang masih berusia 5 tahun itu.

"Astaga Tetchan kau tak apa apa?" Seru suara berat yang sedari tadi memeluknya.

"A-ayah.. i-ibu, paman Ta-karai.. hiks... hiks.. " seru Tetsu dengan terpenggal penggal antara rasa pengap yang mendera dadanya, dan rasa sakit yang menghujani jantungnya.

Seakan tau dengan apa yang terjadi, pria tegap itu akhirnya menggendong Tetsu, membawanya pulang ke rumahnya.

***

"Sesosok wanita setengah baya berlari terpogoh pogoh saat mendengar seseorang membuka pintu pagar rumah, matanya yang lumayan bulat membesar sesaat melihat sang suami menggendong anak yang tak lain adalah anak sahabat mereka.

"Astaga anata.. Tetchan, ada apa?" Seru wanita itu panik sembari menggambil Tetsu dari gendongan sang ayah.

Setelah hampir satu jam menenangkan diri, walaupun dengan terbata bata, akhirnya Tetsu dapat menjelaskan apa yang dilihatnya, dan apa yang terjadi pada kedua orang tuanya.

Pasangan suami istri yang sedari tadi berusaha mendengarkan penjelasan dari mulut mungil Tetsu hanya bisa membelakkan kedua matanya, tidak menyangka apa yang terjadi dengan kedua orang tua Tetsu.

Sementara itu, di balik tangga ada sesosok anak laki laki yang sedari tadi terdiam, mendengarkan penjelasan anak laki laki yang kira kira seumuran denganya, perasaanya kini campur aduk, marah, sedih, kasihan, dan yang lainya, membuat sang anak ingin mengeluarkan air mata.

"Hideto.."

Anak lelaki yang sedari tadi bersembunyi di balik tangga tersentak, dengan perlahan ia berjalan menuju kedua orang tuanya, yang bersama dengan sosok anak lelaki yang sangat manis.

"Ini Tetchan, mulai hari ini dia adalah bagian dari keluarga kita nee,  perlakukan dia debagai adikmu, ok?" Seru sang ayah sembari mengelus kepala anak yang masih sesenggukan itu.

Hyde hanya mampu menganggukan kepalanya. entah kenapa, muncul perasaan bahagia yang menyelinap memenuhi relung hatinya.

"Panggil aku Hyde" seru Hyde kecil sembari mengulurkan tanganya, yang disambut oleh uluran tangan kecil Tetsu.

"Aku Tetsu.."

***

"Nee.. Tetchann... tetchan!!"

Tetsu terlonjak kaget dan secara refleks terduduk di kasur, ia menatap Hyde yang memandangnya dengan pandangan khawatir.

"Do-doiha?"

"Kau kenapa Tetchan, dari tadi kau terus menangis, ada masalah?" Seru Hyde sembari menghapus air mata yang keluar dari sudut mata Tetsu.

Tetsu menggelengkan kepalanya dan tersenyum lemah, "a-aku mengingat kejadian saat itu..." seru Tetsu dengan wajah sendu, membuat Hyde menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

***

Tetsu termenung di balkon hotel, dengan hanya menggunakan kemeja 'kebesaran' warna putih yang menutupi setengah dari pahanya, pandanganya tertuju pada sekumpulan orang yang tengah bermain di pantai, sungguh langit Venezuela yang cantik itu tidak dapat merubah suasana hatinya yang murung itu.

Dari belakang terlihat Hyde yang terus saja menatap Tetsu, perlahan, ia berjalan menuju Tetsu yang masih termenung di balkon, dengan sekali hentakan, di rengkuhnya tubuh semampai itu.

"Oh ayolah sayang... kau yang ingin liburan ini, kenapa kau murung terus?"

Tetsu menggelengkan kepalanya kecil, tiba tiba saja potongan masa lalunya menyeruak masuk memenuhi otaknya, memaksanya mengingat kembali kejadian pahit itu.

***

"Akhirnya kita lulus juga ya Tetchan!" seru Hyde sembari berlari lari kadang ditambah dengan loncatan loncatan kecil.

Tetsu hanya tersenyum memandang sosok yang sangat berarti baginya itu tersenyum bahagia dan tertawa lepas.

"Aku tidak sabar memberitau paman dan bibi" seru Tetsu dengan senyuman manis yang terukir di bibirnya.

Sela beberapa saat Hyde menatap diam sosok manis di hadapanya, kemudian denga sekali gerakan, ia mengeluarkan kotak beludru kecil berwarna merah dan berlutut.

"Tetchan maukah kau menikah denganku?" Seru Hyde mantap, membuka kotak beludru itu, memperlihatkan cincin emas munil yang berwarna putih

"..." Tetsu menatap nanar Hyde yang berlutut di hadapanya dengan wajah yang memerah sempurna, perlahan ditatap mata hitam Hyde.

"Ka-kau yakin Hyde... bagaimana dengan paman dan bibi?"

Hyde tersenyum simpul, "mereka merestui kita. nee Tetchan, aku tanya sekali lagi, apakah kau mau menikah denganku?"

Mata Tetsu mulai berarir, menyaksikan orang yang sangat dicintainya tengah melamarnya, ia menganggukan kepalanya berkali kali dengan Cepat.

"A-aku mau Haido!" Seru Tetsu sembari mengambil cincin itu dan memakainya pada jari manisnya.

Hyde tersenyum manis dan mulai merengkuh Tetsu dalam pelukanya, "aku mencintaimu.." serunya sembari mengecup bibir kemerahan Tetsu.

"Dorr!"

"Grrrr Dimana anak itu?"

Hyde dan Tetsu terlonjak mendengar suara pistol yang berasal dari rumahnya, dengan cepat mereka berlari menuju rumah.

Sesampainya di rumah, mereka dapat melihat ibu Hyde yang tengah berusaha merebut pistol dari tangan seseorang, dan ayah Hyde tengah berusaha bangun walaupun badanya sudah bersimbah darah.

"Grrr, dimana Tetsuya nyonya, aku tidak akan menyakiti kalian kalau kalian memberitahukan keberadaan anak itu!" Seru seseorang dengan menggunakan pakaian serba hitam.

Namun wanita yang berstatus menjadi ibu Hyde hanya diam, selama beberapa ia melirik Hyde dan Tetsu yang tengah terpaku. seakan mengerti, Hyde langsung menarik tangan Tetsu, menjauh dari tempat itu.

Belum jauh berlari, mereka mendengar suara tembakan dan teriakan histeris ibu Hyde, air mata Tetsu mengalir deras sembari kakinya terus berlari, bersama Hyde.

"Kenapa..." lirih Tetsu sembari tetap berlari.

***

"Maafkan aku Haido...."seru Tetsu membalikan badanya, kemudian menatap Hyde nanar.

"Karna aku.. paman dan bibi.." seru Tetsu kemudian menangis terisak, dengan perlahan di rengkuhnya badan ringkih Tetsu, kemudian mengelus rambut halus Tetsu pelan.

"Tidak apa apa Tetchan.. tidak apa apa, asalkan kau tidak meninggalkanku" bisik Hyde

"Hiks.. Haido.. aku mencintaimu.." seru Tetsu diantara tangisnya.

Perlahan, Hyde menjauhkan pelukanya dan mengecup bibir Tetsu dengan pelan, bermaksud untuk menenangkan 'kekasihnya'

"Ha-haido mmm" seru Tetsu diantara ciumanya dengan Hyde.

"Aku mencintaimu Tetchan.." lirih Hyde, kemudian mempercepat ritme ciuman mereka.

"Enghh.."

***

Tetsu mengerjapkan matanya perlahan, badanya masih sedikit sakit akibat 'sesi bercintanya' dengan Hyde yang liar tadi, perlahan di renggakan badan mulus itu, dan menuju kamar mandi.

Keluar dari kamar mandi, matanya menabrak sosok yang ia cintai masih terlelap diatas kasur mereka, senyum lebar terlukis di wajah Tetsu kala melihat cincin emas putih yang melingkar di jari manis Hyde, persis dengan miliknya.

"Ohayou.." sapa Tetsu pelan.

"Sekarang sudah siang Tetchan..." seru Hyde dengan mata yang setengah terpejam.

Tetsu memutar bola matanya, "Haido ayo jangan malassss!! Aku ingin ke pantai!" Seru Tetsu menarik lengan Hyde, namun dengan gerakan cepat Hyde langsung menarik lengan Tetsu, membuat Tetsu limbung kearah kasur.

"Bagaimana kalau bermalas malasan seharian saja?" Seru Hyde memejamkan matanya sembari tetap merengkuh Tetsu.

"Ayolah Haidoo kita jarang liburan!!" Seru Tetchan pasrah karna tenaga Hyde jauh lebih kuat.

"Hmmm.." rancau Hyde kemudian tertidur, membuat Tetsu merasa dongkol.

Tiba tiba saja Handphone Hyde berdering, dengan malas diangkatnya telepon itu, menerima panggilan dari orang di sebrang sana

"Ok aku mengerti.." seru Hyde kemudian menutup teleponya.

"Nee Tetchan sepertinya liburan kita di pending dulu deh, ada misi lagi.." seru Hyde meggarukan kepalanya.

"Ehhhh?!"

Bersambung ke [SECOND MISSION]

Uwaaa hahahhaa selesai juga.. perjuangan nulis ff ini karna diriku sedang sakit, dan diriku sengaja membuat memories ini biar nanti nyambung sama ff selanjutnya, selamat menunggu~

Rabu, 24 Februari 2016

Smooth criminal, mission 1

Title : Smooth criminal
Genre : action, romance
Pairing : Haitsu as always

Spesial buat Jenk yang menjadi temen ngayal yg berakhir jadi fanfic(?)

Its my first action Fanfic, jd maafin kalau ga terlalu greget hahaha i'll try my best buat fic ini..

***

(FIRST MISSION)

Tokyo, 7 Febuari at 10 a.m

"Jadi kalian hanya perlu memburu mafia perdagangan manusia, untuk sementara ini jejak mereka tidak bisa di lacak, jadi pekerjaan kalian sedikit lebih berat, namun bayaran nya sangat besar dan uang yang nanti didapatkan bebas kalian gunakan, be careful nee, pastikan semuanya mati"

"Baiklah, terima kasih Yukkie"

"As your wish Tetchan"

Tetsu mematikan sambungan teleponya dengan Yukkie yang notabenya adalah kepala bagian aparat negara, diliriknya kembali buku note kecil yang menuliskan beberapa data yang berhubungan dengan korban baru mereka.

Perlahan digerakanya ke sepuluh jari lentik itu kearah tuts laptop miliknya, berusaha menghack situs yang dikelola oleh jaringan mafia kelas kakap yang kini merupakan target mereka...

Ya mereka..

"Tetchan..."

Sebuah tangan kekar melingkari tubuhnya yang masih setia di depan laptop itu, terkadang di belainya rambut lembut milik sang empunya rambut.

Setelah berhasil melacak jejak sang Mafia, tentu berserta data lengkapnya, Tetsu langsung membalikan kursinya, berhadapan dengan kekasihnya.

"Namanya Sakurazawa Yasunori, dia adalah mafia besar perdagangan manusia di 3 Negara, disini ditulis bahwa ia akan melakukan transaksi di Dubai Doiha, di acara salah satu pembinis cukup terkenal disana, aku rasa kita bisa mendapatkan informasi lebih" 

"Hmmm..." pria yang disebut Doiha hanya memainkan rambut Tetsu dan seakan akan seperti tidak mendengarkanya.

"Doihaaaa dengarkan akuuu"seru Tetsu menggembungkan pipinya, kesal dengan ketidakpeduliaan sang kekasih.

Sementara itu Hyde hanya tersenyum melihat tingkah sang kekasih, sah sah saja kan jika ingin sedikit mengerjai kekasih manisnya yang satu itu, kan?

Dengan gerakan cepat, di ciumnya bibir kemerahan yang masih 'manyun' itu, membuat si empunya terlonjak kaget, dan menghasilkan semburat merah di pipi putih itu.

"Aku mengerti, aku akan mengontak Ken agar bisa menyusupkan kita berdua ke sana, itukan yang ada dipikiranmu Tetchan?"

Pria yang dipanggil Tetchan hanya bisa tersipu sembari menganggukan kepalanya kaku, "a-aku akan meminta Yukkie menyiapkan visa untuk kita.." seru Tetsu terbata sembari berlari menuju meja telepon, membuat Hyde terkekeh pelan, sangat menyukai reaksi manis kekasihnya itu.

Dubai, 11 Febuari, at 12 p.m

Tetsu merapihkan rambut kecoklatanya yang jatuh menjutai di sekitar wajahnya, dengan cekatan ia menjepit beberapa rambut, sementara menyisipkan alat perekam pada cardigan yang dia gunakan, setidaknya ia baru mengetahui satu info penting tentang tuan Yasunori ini, Dia tertarik dengan pria, setidaknya Tetsu hanya tinggal berpakaian dan menunjukan wajah semanis mungkin untuk medekatkan dirinya dengan sang bos.

Hyde dengan cepat menyeruak masuk ke dalam kamar mandi hotel mereka, dengan setelan jas yang membuatnya tampak tampan, tidak lupa pistol, alat perekam, dan barang barang lainya tersimpan rapih di balik jas itu.

Sudah siap Tetchan?" Serunya sembari merangkul pinggang ramping Tetsu
Tetsu berbalik kemudian tersenyum manis pada Hyde, "hanya tinggal menggunakan kontak lens saja, kali ini aku yang bekerja, kau berjaga nee Haido, dan jangan cemburu!" Seru Tetsu sambil terkekeh.

Hyde mengerucutkan bibirnya, "Terserah kau saja lah, kalau dia macam macam padamu aku akan membunuhnya! Persetan dengan uangnya" seru Hyde kesal yang dibalas dengan tawa renyah Tetsu.

***

Suara musik classic mengisi ruangan salah satu hotel termegah di  Dubai itu, ratusan manusia dengan pakaian elegan saling bercengkrama, atau mungkin menyombongkan kekayaan mereka. di sudut lain, terlihat pria manis dengan blazer hitam dan cardigan pink tengah berdiri, terlihat pergerakanya yang anggun dan sedikit seksi, membuat pria - pria yang berpapasan dengannya memandangnya dengan pandangan bernafsu.

Di sudut lain terlihat pria tampan dengan jas hitam tengah meneguk sampanye-nya, sembari tetap waspada menatap sekeliling, sesekali menatap kekasihnya yang seperti 'tebar pesona' pada semua pria, membuat rasa cemburu menyeruak keluar dari hatinya, namun cepat cepat dihapusnya perasaan itu, demi kesuksesann misi mereka kali ini.

Tak lama kemudia muncul sesosok pria tegap dengan di dampingi 3 orang bodyguardnya, mata Hyde memicingkan matanya, berusaha mengenali sosok tersebut, meyakinkan dirinya bahwa sosok itulah target mereka.

"Tetchan bersiaplah" bisik Hyde pada microfone yang berada di kerah kemejanya. Sementara Tetsu yang masih setia dengan posisinya mengangguk cepat, dan membuat dirinya terlihat lebih elegan dan seksi.

Dan Tetsu berhasil! Ia melihat mata Sakura memandangnya lekat, kemudian ia mulai berjalan menghampirinya.

"Hai manis" sapanya.

Tetsu menolehkan wajahnya sembari tersenyum manis pada Sakura, "Halo" serunya sembari mainkan gelas sampanye miliknya.

"Kau sendirian? Kau sangat manis" Sakura menyentuh pipi putih Tetsu dan mengelusnya, yang dijawab dengan anggukan Tetsu, "Terima kasih" jawabnya sambil terkekeh kecil.

"Jadi namamu siapa manis? Panggil aku Sakura" seru Sakura sembari menarik pinggang ramping Tetsu dan merangkulnya. Tetsu kemudian memandang mata Sakura yang memandangnya dengan penuh nafsu.

"Kau bisa memanggilku Tetsu" seru Tetsu sambil terkekeh, "ngomong ngomong tuan Sakura, kau pasti orang yang berada ya?" Pancing Tetsu.

Terkekeh pelan, Sakura mulai mengelus pelan pinggang Tetsu, "yah bisa dibilang begitu, aku kemari untuk melakukan transaksi dengan pemilik pesta ini".

Tetsu tertawa pelan, "Dan pasti transaksi besar, kau tak takut dirampok?" Tanya Tetsu sembari membuat pose yang sangat 'mengundang'

"Tentu tidak sayang, uangku berada di bank teraman di dunia yang hanya bisa diakses oleh sidik jariku" seru Sakura tertawa. "Well, sepertinya aku harus segera pergi untuk melakukan transaksi, sampai bertemu lagi sayang" seru Sakura kemudian meremas pantat Tetsu dan berlalu pergi.

***
Tetsu mulai memainkan kesepuluh jarinya pada laptop dengan posisi tengkurap, dan hanya berselimut kain putih saja, terlihat bercak bercak merah memenuhi dada dan leher Tetsu, Hyde benar benar cemburu dengan cara Sakura tadi, ia masih mengingat bagaimana Hyde ingin menembak Sakura saat itu juga. Dan Tetsu hanya bisa menenangkan Hyde dan selalu berakhir di ranjang seperti ini.

"Berhasil Tetchan?"

Tetsu menolekan kepalanya, memandang kekasihnya bersandar di pintu hanya dengan mengenakan celana saja, tangannya memegang mug berisi coklat hangat.

Tetsu tersenyum pelan, kemudian ia menempelkan potongan kain celana yang terkena sidik jari Sakura ke salah satu mesin kecil, membuat ia bisa membuka akun Sakura kemudian mulai menghack akun tersebut.

"Aku tinggal klik Ok dan semuanya akan langsung berpindah ke akun kita Doiha, tapi kita harus bergerak cepat membunuhnya sebelum mereka menyadarinya dan ini sangat berbahaya, aku dengar mereka akan ke Sendai hari ini, kita harus segera menyusulnya" seru Tetsu serius menatap mata Hyde.

Hyde mendekati Tetsu, kemudian memberikan mug berisi coklat panas itu, "kau terlalu bersemangat Tetchan" seru Hyde sembari terkekeh kecil.

Tetsu ikut terkekeh, "kali ini untung kita sangat besar, aku tak sabar untuk liburan ke Venezuela" seru Tetsu dengan mata berbinar.

"Huuh? memang siapa yang akan mengabulkan permintaanmu itu Tetchan? Lebih baik uangnya untuk memebeli amunisi dan mobil baru" seru Hyde sambil mencubit pipi Tetsu.

"Kau harus mau Doiha, kalau tidak, kau tidak boleh menyentuhku" seru Tetsu menatap Hyde dengan tatapan menggoda.

"Heeh, kau menang Tetsu!"

***

Sendai, 12 Febuari, at 11 p.m

"Kau siap Hyde?" Seru Tetsu sembari memakirkan mobil mereka tidak jauh dari gedung tempat komplotan Mafia tersebut.

Hyde mengangguk pelan, ia memasukan beberapa amunisi pada jaketnya, dan menaruh beberapa handgun di saku celananya.

"Hati hati Doiha, aku tidak mau kau terluka, bahkan satu lecet pun, kerjakan dengan rapih" seru Tetsu mencium bibir Hyde. Kemudian membuka laptopnya. "Dan jika sudah sangat berbahaya aku akan menyusulmu, aku bawa satu shootgun di bagasi" lanjut Tetsu.

"Tenang saja nee Tetchan" seru Hyde membuka pintu mobilnya.

"Dengar perintahku Doiha, aku akan mengawasimu dari sini" seru Tetsu sambil memperlihatkan Tabnya. Hyde hanya menganggukan kepalanya.

***

Dengan cepat Hyde dapat melumpuhkan puluhan orang yang berjaga di dalam gedung tersebut, tentu saja dengan arahan Tetsu yang mengawasinya melalu Tab miliknya.

"Haido, ruangan paling ujung tempat Sakura berada, berhati hatilah" seru Tetsu melalui Microfone yg tersambung dengan earphone milik Hyde.

"Baiklah" seru Hyde sembari me Re-load handgun nya.

Sementara itu, Tetsu kembali mengotak atik laptopnya kembali, namun tiba tiba matanya membulat dengan sempurna, ia baru sadar bahwa sedari tadi ia dan Hyde di jebak, dan semua itu permainan dari tuan Yasunori.

Dengan cepat ia menghubungi Hyde, namun sepertinya sinyal di gedung itu terputus, dengan frustasi Tetsu keluar dari mobilnya, mengambil shootgun yg berada di bagasi dan memasuki ruangan tersebut.

***

Hyde memasuki ruangan yang di tunjuk Tetsu, namun aneh sekali, ruangan itu hanya ruangan kecil yg dibatasi oleh kaca kedap udara.

Tiba tiba seseorang muncul dari balik kaca, mata Hyde memicing, melihat sosok tegap yang dikenalinya, Sakurazawa Yasunori.

"Selamat datang di perangkapku tikus kecil" seru Sakura sambil tertawa mengejek.

"Grrr.. Apa maksudmu bajingan" seru Hyde menggeretakan giginya.

Sakura hanya membalasnya dengan kekehan kecil, "kau tau, kau dan pelacur cantikmu sempat menipuku, dan aku cukup lengah saat itu, namun sekarang kau bisa membayarnya, dan pelacur cantikmu itu akan kujadikan budak sex"

"FUCK, JANGAN SENTUH TETCHAN, KEPARAT" marah Hyde sembari mengacungkan Handgun nya.

Belum sempat Hyde menekan pelatuk Handgun nya, Sakura menurunkan kadar oksigen di ruangan itu, membuat Hyde menjatuhkan pistol miliknya dan menarik nafas dengan susah.

"Bagaimana rasanya kekurangan oksigen?" Tanya Sakura sembari terus menurunkan kadar oksigen di ruangan itu.

"F-fuck" ucap Hyde sembari jatuh terduduk, ia berusaha menarik nafas dengan kencang.

"DORR"

Tiba tiba badan Sakura limbung ke depan, dengan lubang persis di atas kepalanya, lalu dengan sekali gerakan, muncul seorang pria manis dari kantup udara yang berada di atas Sakura.

Pria itu langsung turun dan menaikan kadar Oksigen ruangan dimana Hyde berada, membuat Hyde bernafas dengan rakus.

"Maafkan aku telat, Doiha" seru Tetsu sembari berlari menuju Hyde dan memeluk kekasihnya itu.

"Tidak apa apa, kita saja terlalu gegabah" seru Hyde menerima pelukan dari sang kekasih.

"Ayo kita pulang.. err tapi sebelum itu kita harus mengambil vidio kita di ruang cctv lalu membakarnya" seru Tetsu setengah berlari.

***

Hyde menyetir mobilnya ke salah satu apartement yang mereka sewa apartement kelas menengah kebawah yang berada di kawasan kriminal.

Tetsu tengah menyandarkan kepalanya pada jok mobil ketika teleponya berdering.

"Halo?"

"Ini Yukkie, aku mendapatkan data bahwa kalian telah berhasil membunuhnya, uang sudah di transfer ke akun kalian, namun... pergerakan kalian terendus oleh polisi, aku mengeluarkan satu unit pasukan yang baru, jadi masih lemah, kalian bebas membunuh mereka" seru Yukkie sembari menjelaskan.

"Baiklah, terimakasih infonya Yukkie" seru Tetsu sembari memutuskan sambungan teleponya.

"Ada apa Tetchan?" Seru Hyde yang terfokus pada jalanan mobil.

"Pergerakan kita diketahui polisi, Yukkie mengirimkan satu unit baru untuk kita, jadi kita harus membunuh mereka" ucap Tetsu sambil memijit pelipisnya.

Hyde terdiam sesaat, kemudian ia tersenyum penuh rencana, dan melirik Tetsu yang terlihat masih sedikit kesal dan lelah.

"Nee Tetchan bagaimana kalau kita memberikan mereka sedikit 'hadiah' "

"Hadiah?" Tanya Tetsu bingung.

"Iya.." jawab Hyde kemudian membisikan rencananya pada Tetsu.

"Aku tidak mau Hyde.. aku malu.." seru Tetsu dengan pipi memerah.

"Oh ayolah Tetchan, hampir semua pria terangsan melihatmu, apalagi jika kau melakukan itu, aku jamin mereka akan membatu dan dengan mudah kita membunuhnya" Hyde berusaha meyakinkan Tetsu.

"T-tapi.."

"Aku pastikan mereka tidak akan melihat yang private untukmu, hanya sedikit memberikan hiburan sebelum mereka menemui ajalnya" seru Hyde cepat.

"Ugh..."

***

Satu unit polisi turun dengan langkah cepat, menyusuri apartement tua di sudut kota, mencari target yang diincar oleh mereka.

Setelah mengecek setiap ruangan, mereka berlajan menuju pintu terakhir di sudut ruangan, dengan jelas mereka dapat mendengar suara suara yang menandakan bahwa di sana terdapat manusia, atau mungkin incaran mereka.

Dengan sigap mereka memasuki ruangan tersebut, tiba tiba saja badan satu unit polisi itu mematung, melihat pria yang amat manis dengan tubuh yang sangat indah tengah terkulai tak berdaya, dengan bercak bercak merah di sekitar tubuhnya, terkadang desahan yang amat erotis mengalun dari mulutnya.

"Lihat sayang ada yang mengganggu" seru pria yang berada di atasnya.

Dengan mata yang ditutupi kabut nafsu, Tetsu menatap satu unit polisi terebut, dan dengan gerakan cepat ia mengambil handgun yang tersimpan di bawah bantalnya, begitupula Hyde yang sudah siap dengan pistolnya.

Dan dengan cepat kedua insan itu menembaki polisi yang masih kaku, sadar akan situasi yang berbahaya, polisi tersebut pun mulai mengeluarkan handgun mereka, menjadikan ruangan tersebut menjadi ajang baku tembak.

Tetsu dengan anggunnya menarik selimut tipis untuk menutupi tubuh cantiknya, dan mengikatnya sedikit agar selimut itu tidak lepas, kemudian merengsek maju menuju polisi polisi tersebut, terkadang bagian pahanya terekspos, membuat beberapa polisi tidak fokus.

Tidak sampai setengah jam mereka berhasil melumpuhkan satu unit polisi tersebut. Dengan cepat mereka berlari menuju mobil yang terparkir di luar apartement itu, menaiki mobil itu dan melesat jauh.

Sebelum jauh, Hyde sempat memasang bom di bangunan tua itu dan meledakanya, agar jejak mereka terhapuskan.

Tetsu yang masih mengenakan selimut putih tipis menyandarkan kepalanya di bahu Hyde, sementara Hyde mengelus kepala Tetsu dan sesekali mengecup kepala itu.

"Kita akan liburan sayang" bisik Hyde, yang disambut oleh anggukan kecil Tetsu.

[MISSION COMPLETE]

Fin.

Ulalalalala akhirnya selesai juga fanfic super panjang dan melelahkan ini~ semoga fanficnya seru dan ga membosankan hahaha dan mungkin ini bakal ber sequel sequel~