Minggu, 27 September 2015

My Guardian's Angel chap 7

Chapter 7

Hyde mendesis kesal menatap laki - laki yang sedang bersandar di ambang pintunya.

Tetsu yang sadar ada orang lain di rumah Hyde langsung memerah dan berusaha menjaga jarak dari Hyde.

"Mau apa kau?" Ucap Hyde kesal karna waktunya diganggu oleh orang itu.

"Hanya ingin mengunjungi mu Hyde" ucap sambil melangkah kearah Hyde.

Hyde yang kesal melangkah maju kearah laki laki itu, namun ia langsung terpental menabrak dinding ruanganya, ia mendesis merasakan sakit pada tubuhnya.

"Aku lelah Hyde, pertemuan kita harus selalu seperti ini" ucap laki laki itu sambil duduk di salah satu bangku ruangan Hyde.

Hyde mencoba bangkit dan menyerang sesosok berpakaian putih itu, dan lagi ia harus terpental menabrak dinding hingga retak.

Tetsu yang menyaksikanya hendak menangis, ia sudah sering melihat ekspresi Hyde, seperti senang, marah atau yang lainya, namun, melihat Hyde yang kesakitan adalah sesuatu yang baru untuknya.

"Kumohon.. hentikan" ucap Tetsu pelan, berjalan mendekati Hyde yang kepayahan.

"Nee Hyde kau belum menceritakan sesungguhnya pada Tetsu?" Tanya mahluk itu menatap Hyde pelan.

"Apa urusanmu" ucap Hyde dingin.

"Tapi dia berhak tau" pria itu menyibakkan surai merah mudanya.

Hyde terdiam sesaat, ia menatap Tetsu yang menatapnya khawatir dan bahkan air matanya sudah mencuat dari kedua belah matanya.

Menghelai nafas pelan, Hyde mengelus rambut Tetsu, "paman Hide, beritau dia yang sebenarnya" ucap Hyde.

Hide mengangguk dan memegang lengan Tetsu, memberikanya kode untuk mengikutinya.

"Ta-tapi.." Tetsu menatap Hyde takut, Hyde mengelus kepala Tetsu pelan "tidak apa - apa tetchan" ucap Hyde lembut.

Tetsu mengangguk pelan dan berjalan kearah Hide,

"Hide san.. kau seorang malaikat..?" Tanya Tetsu menatap sosok Hide dengan pakaian putih serta pedang yang ia bawa.

" iya"

"Aku tak pernah membayangkan bahwa malaikat seperti ini" ucap Tetsu pelan 

"apa kau pikir malaikat itu bayi telanjang dan bersayap mungil?" Ucap Hide menoleh pada Tetsu dan tersenyum kecil, wajah Tetsu memerah karna apa yang diucapkan Hide benar sekali.

"Aku warrior" ucap Hide pada Tetsu

"Kau warrior?" tanya Tetsu bingung.

"Naturally"  balas Hide

"Jadi... ini perang?" balas Tetsu semakin tak mengerti.

"Selalu" ucap Hide pelan, "perang antara cahaya dan kegelapan, aku dan kakaku - ibu Hyde adalag warrior yang memerangi kegelapan" lanjut Hide.

"Ja-jadi"

"Yah.. Hyde darah campuran" balas Hide "anak dari seorang Vampire dan malaikat" lanjut Hide menatap Tetsu.

"Ta-tapi.. bagaimana bisa..?" Ucap Tetsu pelan.

"Biar kutunjukan"

Hide menutup matanya perlahan, dan entah kenapa Tetsu mengikutinya, sesaat mata Tetsu tertutup seperti ada sinar yang menyinari mereka, kemudian saat Tetsu membuka matanya, ia hanya melihat ruangan yang serba putih.

"Ini dimana Hide...?" Tanya Tetsu aga sedikit takut.

"Ssshh" hyde memberikan tanda untuk Tetsu agar diam, kemudian menunjuk pada sesuatu, mata Tetsu mengikuti arah jemari Hide, menatap seorang pria tampan berambut hitam panjang dengan mata merahnya, seluruh pakaian berwarna hitam. "Itu adalah Ayah Hyde" ucap Hide pelan, kemudian,jarinya meunjuk pada wanita dengan pakaian berwarna putih, serta sayap putih besar yang menempel di punggungnya, dengan mata silver yang indah serta surai emas yang sangat menawan. "dan itu adalah kakakku, ibu Hyde" ucap Hide sambil tersenyum.

Tetsu dapat melihat keduanya semakin dekat dan kemudian mereka memiliki anak, Tetsu tersenyum manis melihat Hyde yang masih sangat kecil, memiliki mata silver seperti ibunya dan rambut hitam seperti ayahnya, dan jujur saat seperti ini pun Hyde masih terlihat menawan.

"Mama" ucap Hyde pelan menarik rambut ibunya, namun ibunya tersenyum dan mengelus kepala Hyde, sementara ayahnya menatap mereka sambil tersenyum lembut, lagi lagi Tetsu menyunggingkan senyiman manis melihat keluarga kecil itu.

Namun tiba - tiba segerombolan malaikat datang, menghunuskan belati perak tepat di jantung ayah Hyde, tersungkur kemudian jatuh dan berubah menjadi debu, ibu Hyde bertiak, memeluk Hyde agar tak melihat kejadian tersebut, kemudian segerombolan malaikat itu pun menarik paksa Hyde dari ibunya.

"MAMAAA" jerit Hyde melihat ibunya di tarik paksa, kemudian salah satu malaikat mencabut pedangnya, memotong sayap ibunya di depan mata Hyde. Tetsu dapat mendengar rintihan ibu Hyde, dan tangisan Hyde kecil.
Seketika mereka kembali ke kamar Hyde.

"Me-mereka membunuh ke-kedua orang tua Hyde di depanya?" Ucap Tetsu tak percaya, menatap Hide meminta penjelasan.

"Mereka melanggar peraturan Tetsu" desah Hide pada Tetsu, "aku tak bisa melakukan apa apa Tetsu, ayah Hyde dari neraka, kakaku sangat mengetahuinya, namun ia sangat mencintai ayah Hyde, maka dari itu ia dan ayah Hyde rela melanggar peraturan" jelas Hide menatap sendu pada Tetsu.

"Ti-tidak mungkin" lirih Tetsu sambil jatuh terduduk, "lalu Hyde bilang tentang perang antar bangsa Vampire.. Aku tidak mengerti.." lanjut Tetsu.

"Memang terjadi perang Vampire, Hyde lebih memilih menjadi Vampire dibandingkan malaikat, namun bangsa Vampire tidak mau menerimanya, karna ia memiliki darah malaikat, dan aku pun tak terlalu mengerti kenapa, mereka memutuskan perang, dan Hyde hampir membunuh semua Vampire tanpa ia memiliki luka sedikit pun" jelas Hide menatap Tetsu.

Tetsu terdiam membisu, tidak menyangka bahwa masa lalu Hyde sangat menyakitkan dan berat.

"Nee Tetsu, walaupun Hyde sangat arogant , jahat dan tidak berperasaan, namun ia sangat mencintaimu Tetsu" ucap Hide menatap Tetsu.

"Dia pernah mengatakanya padaku..." lanjut Tetsu.

"Dia sangat membutuhkanmu Tetsu, dia tidak pernah mencintai siapapun selainmu, aku selau berdoa untuknya, aku sudah menganggapnya seperti anak sendiri" ucap Hide tersenyum menatap Tetsu.

"Hide san.. kau bisa melihat masa depan..?" Tanya Tetsu

Hide Tersenyum pada Tetsu "masa depan dapat selalu berubah, aku tidak dapat memprediksinya, namun Tetsu, kau adalah dosa terbesarnya"

"Eh.. aku tak mengerti?" Ucap Tetsu bingung.

"Kau nanti akan mengerti... aku akan mendoakan untuk kebahagiaan kalian, selalu" ucap Hide kemudia cahaya menyinarinya dan menghilang.

Tetsu duduk dikasur Hyde, ia sama sekali tidak pernah menyangka tentang masa lalu Hyde, ia pikir dia lah yang paling tersiksa disini, namun Hyde lebih darinya, hyde melihat kedua orang tuanya dibunuh didepan matanya sendiri, dan ia tidak di terima dalam kaumnya.

Hyde selalu memberikan kebahagiaan pada Tetsu, namun kenapa Tetsu sama sekali tak bisa memberikan kebahagiaan kepanda Hyde, air mata Tetsu perlahan jatuh, ia sangat merasa tidak berguna, tidak pantas mendapatkan cintanya Hyde.

"Tetsu..Hei..  kau kenapa?" Ucap Hyde pelan yang memasuki ruanganya, melihat Tetsu mengeluarkan air mata, dengan sigap tangan Hyde menyeka air mata yang berlinag di pipi Tetsu.

Tetsu menggelengkan kepalanya kemudian memeluk Hyde erat "aku mencitaimu Hyde, selalu" bisik Tetsu sambil menangis. Hyde mengelus punggung Tetsu, membiarkan Tetsu menumpahkan segala kesedihanya.

"Hyde, aku ingin ke bar" ucap Tetsu sembari melepaskan pelukanya pada Hyde, alis Hyde terangkat sebelah kemudian ia mengambil kunci mobilnya dan menggandeng Tetsu

To be continued.

Sabtu, 26 September 2015

My Guardian's Angel chap 6

Chap 6

Tetsu berjalan bersama Hyde melewati pekarangan rumah Hyde yang sangat luas, menatap ngeri, Tetsu dapat melihat ada beberapa mayat yang memutih teronggok dipinggiran pekarangan.
"Nee.. Hyde kau tinggal sendiri?" Tanya Tetsu sambil menatap Hyde.
"Tidak" ucap Hyde tersenyum pada Tetsu, seakan berusaha menenangkan Tetsu.
"Jadi.. kau tinggal dengan siapa?" Tanya Tetsu penasaran.
"Lusinan vampir" ucap Hyde tenang, namun membuat Tetsu bergidik ngeri dengan hanya membayangkanya.

Hyde membuka pintu rumahnya, sekilas tercium aroma darah dan sex dari dalam pintu tersebut. Melangkah masuk, Tetsu sangat terkejut melihat lusinan Vampire dan manusia di dalamnya, hampir semua dalam keadaan telanjang, Tetsu juga dapat melihat 2 mayat yang telah memutih, jelas sekali bahwa Vampire - Vampire itu sedang melakukan pesta.

"Tuanku membawakan kami makanan penutup?" ucap salah satu wanita cantik dengan taring yang sangat terlihat dijelas. Tak butuh waktu lama untuk Tetsu, menyadari dia adalah subjek yang dibicarakan.

Hyde melepaskan genggamanya dari Tetsu, membuat Tetsu semakin takut, kemudian ia berjalan ke arah sekumpulan Vampire itu, refleks mereka semua berhenti melakukan aktifitasnya.

"Sudah kubilang dilarang untuk melakukan pesta disini" ucap Hyde dingin.

"Kumohon maafkan kami tuanku" ucap salah satu Vampire, Hyde hanya menyeringai kemudian secepat kilat berada di belakang sang Vampire, memutar kepala Vampire itu cepat hinga terputus, kemudian Vampire itu puh berubah jadi debu.

Semua menatap Hyde ngeri, terlebih lagi untuk Tetsu, mata abu abu Hyde berubah menjadi merah darah kembali, seperti siap untuk memusnahkan semua vampire disana.

"H-hyde" ucap Tetsu bergetar.

Mendengar suara Tetsu, Hyde menoleh melihat Tetsu yang ketakutan. Berjalan pelan, direngkuhnya Tetsu agar tak terlalu takut lagi.

"Kalian semua! Ini Tetsuya, tuan kalian juga, sampai ada yang berani menyentuhnya, aku tidak akan menjamin bahwa kalian dapat hidup nyaman lagi, sekarang pergilah, jangan kembali sampai subuh!" Ucap Hyde, semua vampire yang ada disana mengangguk dan langsung pergi tanpa ada satupun bantahan.

"Kaz, where the hell are you?" ucap Hyde kesal

"Disini tuanku" ucap Kaz yang langsung datang menemui hyde.

"Bagaimana kau bisa membiarkan ini terjadi" selidiki Hyde menatap Kaz.

"Maafkan saya tuanku" ucap Kaz pelan. Hyde menghelai nafas pelan sambil memijat pelipisanya pelan.

"Bersihkan semua kekacauan ini" ucap Hyde sambil menggenggam tangan Tetsu lagi, menuntunnya ke ruangannya.

***

"Nee Hyde, kenapa mereka memanggilmu 'tuanku'" tanya Tetsu penasaran.

Menoleh sekilas, mata Hyde menatap langit langit ruanganya, "Sangat panjang kalau diceritakan" ucapnya sambil memainkan rambutnya.

"Ayolahhhh" ucap Tetsu memohon. Hyde tersenyum pada Tetsu dan mulai mengingat masa lalu nya

"Aku darah murni Tetsu, aku terlahir dari ayah dan ibu yang merupakan Vampire" ucap Hyde pelan, "dulu sekali pernah terjadi  peperangan antara bangsa Vampire, banyak yang terbunuh, termasuk orang tuaku" lanjut Hyde, Tetsu menatap sendu Hyde dan mengelus pipi Hyde. "Aku berhasil membunuh hampir seluruh vampire, setelah kejadian itu, mereka menjadikan aku sebagai seorang master" ucap Hyde tenang.

Tetsu hanya mengangguk ngangguk pelan, baru mengetahui salah satu rahasia Hyde, sedih memang, bagaimana Hyde mengetahui segala tentangnya, tapi, Tetsu tidak mengetahui apa apa tentang Hyde.

"Kenapa vampire itu bisa mati Hyde?" Tanya Tetsu, teringat akan salah satu vampire yang dibunuh Hyde.

"Walaupun Vampir itu abadi, ada beberapa hal yang dapat membunuh kami, seperti saat leher kami diputar oleh Vampire lain, atau jantung kami di tusuk" ucap Hyde sambil mengelus pipi Tetsu.

"Ada lagi...?" Tanya Tetsu serius pada Hyde.. "misalnya bawang putih?" Lanjutnya.

''Baunya sangat buruk tapi tidak akan membunuh kami.''

"Barang dari perak?"

"Aku menyukai warna perak Tetchan" ucap Hyde pelan.

"Kalung salib...?"

Hyde menunjukan lehernya yang terdapat kalung salib disana, "kau ingin menjadi pemburu Vampire Tetchan?" Ucap Hyde sambil menggelitik perut Tetsu.

"A-aku serius Hyde.." ucap Tetsu menahan tangan Hyde agar tidak menggelitiknya lebih lama, namun karna Hyde jauh lebih kuat darinya Tetsu hanya bisa pasrah, keduanya pun terjatuh keatas kasur empuk milik Hyde.

"Aku mencintaimu Hyde" ucap Tetsu di bawah tubuh Hyde.

"Aku selalu mencintaimu sayang" balas Hyde mencium bibir Tetsu lembut, Tetsu mendesah pelan merasakan lidah Hyde memasuki mulut Tetsu, tapi Tetsu tidak melawan, kali ini ia siap memberikan dirinya untuk Hyde.

"Sepertinya aku datang disaat yang tidak tepat" ucap seseorang bersandar pada pintu Hyde.

To be continued.

Kamis, 24 September 2015

My Guardian's Angel chap 5

Tetsu terbangun dari tidurnya saat seberkas cahaya menyinari wajahnya , butuh beberapa detik untuk Tetsu menyadari bahwa Hyde sudah tidak ada dikamarnya.  berjalan perlahan menuju jendela kamarnya, menyibakkanya perlahan, bermaksud agar sinar matahari dapat lebih menerangi kamarnya.

Lucu, dulu Tetsu sangat senang jika pagi datang, namun sekarag ia sangat membenci pagi hari, seakan memisahkan dirinya dari Hyde.

Menyikat giginya dengan cepat, Tetsu hampir melupakan kalau hari ini tes terakhirnya di universitas of art, sebentar lagi ia akan lulus dari universitas itu, rasanya waktu berjalan sangat cepat.

Mengunci pintu, Tetsu memulai lagi kegiatan sehari harinya, namun kali ini sedikit berbeda, ia tidak terlalu takut melakukan kontak (terutama fisik) lagi, semenjak ada hyde yg berjanji menjaganya.

***

"Ahhh... ujian yang sangat menyebalkan" ucap Takanori sambil menggaruk garuk kepalanya.

Tetsu menoleh pada Takanori dan tersenyum pelan, kemarin malam Hyde memberitaunya kalau dosen nya ini adalah salah satu mata matanya, Pantas saja Tetsu selalu lulus setiap tesnys.

"Bagaimana denganmu Tetsu" Tanya Takanori yang  menyamakan jalan dengan Tetsu

"Lumayan" ucap Tetsu, Takanori hanya memanyunkan bibirnya melihat Tetsu yang sama sekali tak merasa stress "yukihiro sensei mengajar dengan baik, dan lagi semalam aku sudah belajar" lanjut Tetsu.

"Pasti kau belajar semalaman Tetsu" ucap Takanori

"Tidak juga.."

"Ah.. apakah dia pacarmu?" Ucap Takanori, memberikan isyarat bahwa yang dibicarakan adalah Hyde, berfikir sejenak, Tetsu tersenyum pelan pada Takanori.

"Tidak..." ucap Tetsu tersenyum, "dia segalanya bagiku" lanjut Tetsu diliputi senyum manisnya.

"Oh.."

"Aku lapar" ucap salah seorang dari geromobolan Tetsu

"Aku juga"

"Bagaimana kalo kita makan siang di cafe biasa, Tetsu kau mau ikut?" Ucap Takanori pada Tetsu

"Tentu"

Tiba tiba Handphone Tetsu berdering, melihat ke handphonenya, hanya sekumpulan nomer tanpa nama, ,Tetsu menekan tombol hijau pada layar Handpone dan Menempelkanya pada telinganya.

"Halo"

"Tetchan..," suara lembut itu memenuhi pendengaran Tetsu.

"Hyde?" Ucap Tetsu bersemangat, lagi lagi kejutan yang diberikan Hyde membuatnya senang.

"Lihat ke sebelah kirimu sayang"

Tetsu menoleh ke kiri, melihat Hyde duduk dalam mobil hitam yang sangat elegan, tersenyum padanya.

"Teman teman, kalian duluan saja nanti aku menyusul" ucap Tetsu riang sambil berjalan menuju mobil Hyde.

Tetsu membuka pintu mobil Hyde perlahan, kemudian duduk tepat di sebelah Hyde.

"Hyde bagaimana kau bisa kesini, ini kan siang hari" ucap Tersu hampir menangis karna ia sangat rindu Hyde.

Hyde tersenyum manis kemudian menunjuk kearah langit yang berawan, "kau lihat kan Tetchan" ucap Hyde lembut.

"Bagaimana kalau matahari muncul Hyde?" Ucap Tetsu menatap Hyde.

"Aku bisa merasakanya, karna itu aku bisa keluar Tetchan" ucap Hyde sambil melepaskan syalnya kemudian mengalungkanya pada Tetsu. "Sebentar lagi akan turun salju, aku tidak mau kau sakit sayang" lanjut Hyde sambil mencium pipi Tetsu.

Tetsu memerah saat Hyde bertindak sangat manis padanya, digenggamnya tangan Hyde lembut.

"Bagaimana Tesnya?" Tanya Hyde

"Aku lulus" ucap Tetsu sambil tersenyum manis.

"Sepertinya Moodmu sedang bagus Tetsu" ucap Hyde mengelus pipi mahluk kesayanganya ini.

"Entahlah"

Alis Hyde terangkat mendengar jawaban Tetsu, "lantas apa yang membuatmu sangat bahagia seperti ini Tetchan?" Tanya Hyde.

"Entahlah.. t-tapi saat bersamamu aku merasa hangat dan nyaman... serta" ucap Tetsu menggantung "jantungku berdetak lebih cepat" ucap Tetsu sambil memegang dadanya.

Hyde tersenyum memandang Tetsu "someone falling in love" ucap Hyde dengan suara yang sengaja dibuat seperti bernyanyi.

"H-hey" ucap Tetsu malu.

"Tidak apa - apa sayang, aku mencintaimu, bahkan pada pandangan pertama" ucap Hyde sambil merangkul Tetsu dan mengecup bibir Tetsu pelan, "jadi, kau mau makan bersama teman temanmu?" Tanya Hyde.

"Eh.. dari mana kau tau?" Tanya Tetsu aambil menatap Hyde.

"Kau bicara terlalu kencang sayang" ucap Hyde sambil terkekeh, yang mendapat cubitan gemas dari Tetsu.

"Tidak apa apa kau ikut Hyde?" Tanya Tetsu pada Hyde. Menoleh sekilas Hyde memberikan isyarat tak - apa - apa pada Tetsu sambil tersenyum, kemudian menyalakan mobilnya.

"Berapa mobil yang kau punya Hyde?, dan ngomong ngomong cafenya di pojok sana" ucap Tetsu.

"Cukup untuk membuka galeri" ucap Hyde terkekeh melihat reaksi Tetsu. "Kau menginginkanya Tetchan? Kau boleh mengambil semuanya, atau lebih baik kita bisa membelikan yang baru untukmu" lanjut Hyde.

"Well.. terima kasih Hyde, tapi aku belum mempunya surat izin mengemudi" ucap Tetsu

"Aku pun begitu" ucap Hyde, "aku menemukan orang yang dapat membuatkanku surat izin mengemudi" balasnya.

"Jadi... ini semua palsu? " ucap Tetsu tak percaya.

"Ya... lagipula aku sudah tau dan bisa menyetir selama berabad abad" ucap Hyde sambil memarkirkan mobilnya, "ngomong ngomong kau tau Tetchan, dulu manusia menganggap mobil itu sesuatu yang meyeramkan, betapa bodohnya mereka" ucap Hyde sambil terkekeh.

"Hei, aku juga manusia!" Ucap Tetsu merajuk sambil membuka pintu cafe tersebut, tetlihat kawan kawanya sudah mengelilingi salah satu meja di sudut cafe itu.

"Semuanya, ini Hyde" ucap Tetsu memperkenalkan Hyde pada teman temanya. Hyde tersenyum pada teman temanya, yah harus diakui Hyde memang tampan, tetapi bukan Tampan seperti orang kebanyakan, ia memiliki aura yang berbeda, aura yang sangat memikat, dapat dilihat dari teman teman perempuan Tetsu, sedikit cemburu memang, tapi Hyde miliknya! Dan ia milik Hyde.

Sesaat setelah Hyde dan Tetsu duduk, seorang pelayan wanita datang membawakan Buku menu, dan memberikan pada Hyde,

"Sandwich dan Tea" ucap Tetsu pada sang pelayan, namu sepertinya pelayan itu tidak terlalu mendengarkan perkataan Tetsu, terlihat dari matanya yang hanya terfokus pada Hyde.

Berdehem pelan, akhirnya sang pelayan tersadar dari lamunanya, Tetsu terpaksa harus mengucapkan pesananya dua kali kepada sang pelayan,  Tetsu sangat jengkel dengan hal itu! Hampir setiap ia dan Hyde pergi makan, para pelayanan (yang entah bagaimana caranya semua perempuan) sama sekali tidak memperdulikanya.

"Haido san tidak memesan?" Tanya salah seorang teman Tetsu.

"Ah, aku sedang diet, Tetchan tidak suka jika aku bertambah berat" ucap Hyde sambil tersenyum

Tetsu menatap Hyde jengkel, "memangnya siapa yang tidak suka denganmu Haido san?" Ucap Tetsu sarkasme.

Mengetahui Tetsu yang sedikit kesal (dan cemburu tentunya) Hyde terkekeh, menarik pinggang Tetsu agar mereka lebih dekat dan mencium pipi Tetsu. "Tetsu hanya membolehkan aku makan kalau dia yang menyuapiku" ucap Hyde sambil terkekeh.

"Aww..." ucap Teman teman perempuan Tetsu, sementara Tetsu hanya dapat tertunduk malu dengan wajah yang sangat merah.

"Nee Tetsu, kapan kita akan latihan piano BERDUA lagi?" Ucap Takanori dengan penekanan pada kata Berdua.

"Ah iya aku ach.. " ucap Tetsu terpotong karna cubitan dari Hyde, "Tapi sepertinya aku tidak akan berlatih di sekolah" ucap Tetsu sambil memandang Hyde kesal karna mencubit pinggangnya.

"Kau berlatih dimana Tetsu? Aku akan ikut bersamamu" balas Takanori

"Dia akan berlatih di tempatku" ucap Hyde dingin sambil menatap tak suka pada Takanori, yang dibalas tatapan kesal oleh Takanori.

***

Tetsu menatap ngeri pada sebuah kastil tua di daerah pegunungan, Hyde menyebutnya sebagai rumahnya, namun di mata Tetsu terlihat seperti kasti hantu.

"Ayo masuk" ucap Hyde sambil menggandeng tangan Tetsu

To be continued.

My guardian's Angel chap 4

Chapter 4

Tetsu meringkuk dalam sofa jok mobil Hyde, jaket yang dikenakan oleh Hyde pun menjadi selimut sementara untuk Tetsu.

Selama 5 hari ini Hyde terus datang ke rumah Tetsu, membawakanya bunga, coklat atau apapun yang Tetsu sukai. Kadang Tetsu bertanya dari mana Hyde tau semua makanan dan barang yang ia sukai.

Tetsu memegang tangan Hyde yang berada pada gigi mobil, matanya yang sudah berat tetap ia paksakan untuk membuka, seakan takut bahwa jika matanya tertutup Hyde akan lenyap.

Semalaman ini Hyde menemani Tetsu belanja, bahkan Hyde membelikan gitar yang sudah sangat lama diinginkan Tetsu, kemudian berjalan jalan sepanjang malam, menikmati tahun baru hanya berdua.

Tangan Hyde yang berada pada gigi Mobil sesekali mengelus kepala Tetsu lembut. Hyde sengaja memelankan jalan mobilnya, ia ingin lebih berlama lama dengan Tetsu, dan lagi agar Tetsu dapat tidur, melihat mata Tetsu yang sudah sayu itu.

***

Mobil Hyde berhenti di depan rumah Tetsu, menoleh pada jok sebelahnya, melihat Tetsu yang sudah terlelap tidur. Tersenyum melihat Tetsu yang tertidur Hyde mengelus pipi Tetsu.

"Hey..." ucap Hyde pelan mencoba membangunkan Tetsu.

Tetsu menggeliat sesaat, dan merancau entah apa, kemudian kembali tertidur lagi. Hyde tersenyum pelan melihat reaksi Tetsu, ia keluar dari mobilnya dan berjalan menuju mobil yang berada di seberang rumah Tetsu. Melihat kedua orang disana tertidur, alis Hyde berkedut. Dengan segera ditendangnya mobil itu hingga kedua orang yang terlelap terbangun.

"Ma-master" ucap salah satu dari mereka.

"Kalian, bawa mobilku dan jemput aku jam 5 pagi! Jika kalian telat 1 menit saja kalian akan menjadi makananku" ucap Hyde keras yang disambut anggukan dari kedua orang tersebut.

Hyde kemudian kembali ke mobilnya, diambilnya tas gitar dan beberapa belanjaan Tetsu dari mobilnya, memasukanya ke dalam rumah Tetsu, kemudian Hyde kembali lagi ke mobil, membuka pintu perlahan, ia mengangkat Tetsu dengan hati - hati, membenarkan jaket yang dijadikan Tetsu selimut dan berjalan menuju kamar Tetsu.

Dibaringkanya badan Tetsu ke ranjang miliknya, Hyde mengelus pipi Tetsu, kemudian membuka sepatu Tetsu perlahan, agar Tetsu tidak terbangun. Setelah itu Hyde membuka celana jeans Tetsu, membuatnya melihat paha putih dan mulus milik Tetsu, menegak air liurnya dengan susah, Hyde menyentuh lembut paha putih itu. Tetsu mengerang pelan dan membalikan badanya ke sisi lain, Hyde terkekeh pelan, menyelimuti tubuh itu, dan bergegas pergi.

"Jangan pergi!"

Hyde menoleh, melihat Tetsu memandangnya sambil mengucek matanya pelan, jelas sekali terlihat kalau Tetsu baru saja bangun. Tersenyum perlahan, Hyde membuka sepatu dan celananya, kemudian naik ke ranjang Tetsu.

Tetsu menyandarkan kepalanya pada leher Hyde, sementara Hyde merengkuh Tetsu dalam pelukannya, terkadang mengelus dan mengecup puncuk kepala Tetsu. Hening beberapa lama sampai akhirnya Tetsu kembali terlelap dalam tidurnya, sementara Hyde diam memandangi wajah Tetsu.

Wajah itu...

Senyum itu...

Menutup mata, sekarang Hyde ikut beristirahat sambil mendengar detak jantung Tetsu yang terus berdenyut.

***

Pukul 5 tepat Hyde keluar dari Rumah Tetsu, sebatang rokok ia nyalakan agar terlihat seperti 'manusia' , walaupun rokok adalah kebiasaan lama, para pesuruh Hyde sudah siap di depan rumah Tetsu.

"Bawa mobil itu, aku ingin berjalan" ucap Hyde datar kemudian melangkah pergi, "dan aku butuh beberapa informasi lagi" ucap Hyde sambil berlalu pergi.

Hyde berjalan menuju sebuah gubuk gelap di salah satu daerah kumuh pinggir kota, rokok yang di isapnya ia buang ke tanah dan di injaknya keras, memasuki salah satu rumah, Hyde membuka dengan kencang pintu itu. Terlihat siluet pria setengah baya berbadan tambun yang di rantai, badanya penuh luka seketika itu bergetar mendengar langkah kaki itu.

Menyeringai pelan Hyde menjambak rambut pria itu, memaksanya melihat kearahnya, "Jadi kau dapat merasakan penderitaan Tetchan sekarang?" Ucap Hyde sambil mengeluarkan taringnya.

"Ku-kumohon jangan bunuh aku" ucap laki laki itu parau.

"Sayang sekali, hari ini tiba waktunya" ucap Hyde kemudian menancapkan taringnya pada leher pria itu, menghisap seluruh darah pada pria itu sampai ia tak dapat bergerak lagi.

Hyde keluar dari gubuk kumuh itu sambil menyeka sisa darah pada bibirnya, menyalakan pematik api, ia melemparkanya pada gubuk itu hingga terbakar, kemudian melangkah pergi.

Hyde memasuki mobilnya yang sudah disiapkan itu, duduk di jok belakang, membiarkan kemudinya di ambil alih.

Melihat manusia manusia yang susah mulai berlalu lalang membuat Hyde menyeringai, mereka terlihat hanya seperti makanan berjalan. Namun anehnya tidak untuk Tetsu, ia melebihi segalanya untuk Hyde.

Jujur, selama hidupnya,  Hyde tak pernah menjadikan satu manusia pun untuk menjadi Vampire, hanya Tetsuya, orang yang paling berharga untuknya yang ia akan jadikan Vampire, setidaknya Tetsu akan menjadi Vampire yang lebih terhormat dibanding para pesuruhnya.

Dan ia akan terus menanti sampai Tetchannya siap.

To be continued.

Selasa, 22 September 2015

My Guardian's Angle chap 3

Chapter 3

Hyde memencet teleponya dan memesan makanan pada petugas chinese food itu, mata Tetsu membulat mendengar ucapan Hyde pada sang petugas, semua yang hyde pesan adalah makanan favoritenya di restoran favoritnya pula.

"Dari mana kau tau-"

"Aku mengetahui semua tentangmu Tetchan, aku tau kau suka bubur kepiting di restoran chinese food 4 blok dari sini, aku tau musim dingin akan membuatmu sakit, aku tau kau menyukai musik, karna itu aku yang memberikan beasiswa di universitas of  Art, sayang " ucap Hyde sambil mengelus pipi Tetsu.

Mata Testu mulai berkaca kaca, sebelumnya tidak pernah ada yang peduli dan menyayanginya seperti apa yang Hyde Lakukan, ibunya, ibunya lari saat ia masih 3 tahun, ia meninggalkan dirinya dengan ayahnya sendirian, sementara Ayahnya, jauh sekali dari kata menyayanginya.

Tapi disini ada Hyde, Hyde yang mengerti dirinya, bahkan hal hal kecil dari dirinya, hyde mengetahuinya. Hyde juga menyanyanginya dan melindunginya, bahkan rasa sayang itu melebihi rasa sayang yang diberikan orang tuanya.

"Aku menyayangi mu Hyde" ucap Tetsu lirih, menatap mata Hyde yang berwarna merah darah.

"Begitupun aku" ucap Hyde lembut.

***

Tetsu memakan bubur kepitingnya dengan lahap, sementara Hyde yang berada di sebelahnya hanya menatap lucu Tetsu yang terlihat sangat kelaparan.

"Jadi, kau hanya meminum darah hyde!" Tanya Tetsu sembari menghentinkan suapanya pada bubur itu.

"Yah, itu seperti makanan pokok untuk kami" ucap Hyde.

"Tapi bukankah itu pembunuhan?" Balas Tetsu memandang wajah Hyde lekat, senyum hyde berubah, mimiknya menjadi serius, jujur ini membuat Tetsu takut.

"Manusia juga melakukanya, pada hewan, bukankah itu pembunuhan?  tapi mereka membuat sistem, namun sistem itu sendiri melemahkan manusia, sementara kami tetap bertahan hidup dengan cara memburu manusia" seru Hyde serius namun dengan suara lembut, sementara Tetsu memandang lekat kearah Hyde, seperti meminta penjelasan lebih pada Hyde.

"seperti listrik ini, Jika tiba tiba mati" ucap Hyde pelan, sesaat kemudian ruangan pun menjadi gelap "aku tetap dapat melihat dan bergerak cepat, sementara manusia harus menyesuaikan matanya pada kegelapan, deshou" lirih Hyde tepat ditelinga Tetsu membuat badan Tetsu menjadi tegang, sesaat kemudian lampu kembali menyala dan Hyde sudah berada di tempat duduknya.

"Jadi... manusia menjadi lemah karna sistem yang mereka buat?" Ucap Tetsu yang mulai tertarik dengan pendapat Hyde.

"Bisa dibilang begitu, sudah sana cepat makan, atau aku akan menangkapmu sebelum kau memegang sendok Tetchan" ucap Hyde sambil tersenyum nakal.

Tetsu menuruti pekataan Hyde, memakan sisa makanan yang hampir saja ia lupakan.

***
Hyde menarik tangan Tetsu menuju ruang makan, mendudukanya pada sofa putih milik Tetsu, tanganya dengan cekatan menuangkan wine yang tadi ia bawa, dan menyodorkanya pada Tetsu.

"Maaf Hdye, aku tidak minum" ucap Tetsu menolak pemberian Hyde.

"Ayolah, inikan malam Natal sayang " ucap Hyde sambil mengecup pipi Putih Tetsu.

Tetsu akhirnya menurut, Ia mengambil gelas Wine itu dan menegaknya seikit, rasa manis anggur dan Alkohol yang membuat hangat membuat badanya yang tadi sedikit dingin terasa nyaman.

"Sudah enakan badanya?" Ucap Hyde lembut, mata Tetchan membulat, dari mana  Hyde tau kalau ia merasa tak enak badan.

"Sudah kubilang aku mengetahui semua tentang mu Tetchan" ucap Hyde lembut seakan tau apa yang ada dalam pikiran Tetsu.

Tetsu tertunduk, belum satu hari ia bertemu dengan Hyde, namun Hyde sudah membuatnya tersanjung dan jatuh cinta padanya. Perlahan tangan Tetsu menyentuh lengan Hyde dan mengaitkanya pada Hyde, Hyde yang mengetahuinya tersenyum pelan.

"nee Hyde, apakah engkau tak merasa bersalah saat membunuh orang yang tak berdosa" ucap Tetsu pelan.

"Yah, terkadang aku merasa bersalah ,tetchan, aku tau pasti karma akan membunuhku kelak" ucap Hyde sambil menatap lurus kedepan.

"Hey.." ucap Tets sambil mencium pipi Hyde kikuk, berusaha untuk menghibur Hyde yang terlihat sedih dimatanya, "m-mungkin kau bisa meminum darah dari kantong darah atau darah Hewan Hyde" ucap Tetsu memberi Ide.

"Hanya Vampire lemah yang melakukan itu Tetchan" ucap Hyde pelan, "aku mencintaimu dan aku ingin kau mengetahui rasa pedih seperti ini, well karna ini Cinta" ucap Hyde pelan mengecup kepala Tetsu untuk kesekian kalinya.

***

Mata Hyde menatap Tetsu yang terlelap di kasurnya, ia sudah berjanji akan datang setiap malam untuk Tetsu, dipandangnya mahluk yang sangat ia cintai bahkan, sebelum Tetsu mengetahuinya.

Dinaikanya selimut itu ke dagu Tetsu, mengelus dan mencium kening Tetsu pelan.

"Aku mencintaimu"

To be continued.

Senin, 21 September 2015

My Guardian's angel chap 2

Chapter 2.

"Hai Tetchan sayang" ucap orang yang berada di depan sembari mengulum senyum manis di bibir merahnya.

Alis Tetsu menyeringit, ia memandang lagi mahluk yang berada di depanya, rasanya ia pernah bertemu dengan orang ini, tapi kapan dan dimana...?

"Maaf, anda siapa?" Ucap Tetsu pada orang itu, sang pria hanya tersenyum manis pada Tetsu, dan memaksa masuk kedalam rumahnya, refleks Tetsu pun berjalan mundur, ia akut melakukan kontak fisik dengan orang tersebut.

"Kau melupakanku?" Ucap lelaki itu lagi dengan menambahkan penekanan dalam kata 'melupakan' , Tetsu memandang sosok itu lagi, ia sangat yakin pernah bertemu dengan orang itu.

"Well, aku Hyde, apakah kau ingat?" Ucap Orang itu sambil tersenyum, membuat taring nya terlihat jelas.

Hyde....

***

Tetsu kecil sedang berjalan jalan di dekat aliran sungai, ia bahagia dapat kabur sejenak dari ayahnya, ia cukup lelah hari ini, badanya masih terasa sakit akibat 'siksaan' ayahnya semalam.

Ia berjalan cepat, pasti teman - teman sudah menunggunya, dengan langkah tergesa gesa ia menyusuri aliran sungai, anmun belum sempat ia menyebrang jembatan, ada swsosok lengan yang mencengkramnya kuat, Tetsu menoleh pelan, melihat sosok pria berbadan tambun yang mencengkram lenganya kuat.

"Hai nak, ayo ikut Paman"  suara parau laki laki itu menyeruak masuk pada telinga Tatsu. wajah Tetsu memucat, berusaha tenang ia memandang wajah orang itu lekat.

"Maaf paman, aku sudah ditunggu teman temanku" ucap Tetsu pelan, berusaha melepaskan cengkraman laki laki itu.

"Maafkan aku, aku tidak bisa, kau terlalu meggoda untuk seorang anak laki laki" ucap sang lelaki tambun. menghentakkam tubuh Tetsu hingga ia jatuh menabrak rerumputan, kemudian mulai menggerayangi badan Tetsu.

"To-tolong" ucap Tetsu bergetar ketakutan, ia menutup matanya kuat kuat, takut melihat apa yang terjadi selanjutnya.

Sementara itu, Hyde yang melihat semuanya mulai mendekati orang itu, menariknya dari tubuh Tetsu, kemudian mengentakkanya keras.

Tetsu membuka matanya, melihat kejadian tersebut, ia memandang takut takut pada sosok penyelamatnya.

"Tetsu tutup matamu!" perintah orang itu, refleks Tetsu menutup matanya, ia dapat mendengar teriakan dari orang yang hampir memperkosanya, namun lama kelamaan suara itu melemah hingga hilang.

"Sekarang kau boleh membuka matamu" ucap orang itu lembut, perlahan manik kembar Tetsu terbuka, ia dapat melihat sesosok pria tambun itu sudah lenyap, tersisa sang penyelamat dan dirinya .
"Terima kasih" ucap Tetsu lembut, sembari merapihkan bajunya dan berusaha menghilangkan getaran pada tubuhnya. melihat Tetsu yang masih bergetar, orang itu berlutut dan memeluk tubuh kecil Tetsu, memberikan kehangatan pada tubuh Tetsu, yah walaupun badanya terasa dingin.

Tetsu yang mendapatkan pelukan merasakan nyaman pada tubuhnya, dipereratnya tangan kecil itu untuk melingkari pria yang kini memeluknya.

"Siapa kau" ucap Tetsu pelan dalam pelukan pria tersebut, sang pria hanya tersenyum lembut pada Tetsu, dan mencium rambut Tetsu.

"Kau bisa menyebutku malaikat pelindungmu" ucap sang pria sembari memberikan jarak antara badanya dan Tetsu, menatap manik kembar milik Tetsu.

"Dan namamu? " ucap Tetsu yang merasa belum puas dengan jawaban pria tersebut.

"Hyde"

***
Mata Tetsu membulat tak percaya, ia memandang nanar sesosok maluk yang berada di depanya, kemudian badanya bergetar tak terkendali ia jatuh terduduk dilantai dan memegang dadanya erat.
Hyde yang melihat Tetsu yang tiba tiba jatuh, berlari mendekati Tetsu. Membantunya untuk berdiri, terlihat sekali raut ke khawatiran dari wajah Hyde.

"Kenapa baru sekarang hyde? kenapa baru sekarang kau datang, kenapa kau tidak mengambilku dari bajingan itu?" Ucap Tetsu sambil terisak.

" karna, jika aku membawamu saat itu kau akan menganggapku sebagai seorang ayah atau saudara Tetchan, aku ingin lebih dari itu" seru hyde lembut sambil mengelus kepala Tetsu.

Tetsu tersentak, ia sangat mencintai hyde, namun ia hanya berfikir kalau cintanya dengan hyde tidak dapat bersatu, dan lagi hyde berbeda denganya.

Tak sengaja mata Tetsu menabrak taring hyde, ia memperhatikan sesaat, kemudian menatap hyde lagi. "Kau bukan malaikat ya"

"Ya" ucap hyde sambil memainakan rambutnya.

"Apakah kau akan memakanku?" Tanya Tetsu sambil menatap hyde dengan pandangan polosnya, pipi hyde memerah samar kemudian tersenyum

"Dalam konteks lain, aku sangat ingin memakanmu" ucap hyde sambil menjilat bibirnya.

Wajah putih Tetsu memerah seketika, melihat itu hyde tersenyum, merangkul bahu Tetsu dan membisikan sesuatu padah telinga Tetsu.

"Sepertinya makananmu hangus"

Terlonjak, Tetsu cepat cepat berlari kearah dapurnya, makanan yang ia masak sudah berwarna hitam dan tak layak untuk dimakan. Mendesah kecewa, ia membuang makanan itu ke dalam tong sampah.

"Aku lapar" ucap Tetsu pelan.

"Aku juga, desah Hyde di dekat telinga Tetsu" tanganya meremas pantat kecil Tetsu.

Tetsu kaget dan membalikan badanya, "bagimana bisa...?" ucapnya tertahan, melihat hyde yang berada di dekatnya.

"Kau lupa, aku vampire" ucap hyde aambil memperlihatkan taringnya.

Tetsu menepuk jidatnya, ia lupa bahwa mahluk di depanya adalah vampire, wajar jika memang vampire berkali kali lipat lebih cepat daripada manusia.

" Tetchanku yang mungil, melihatmu seperti ini aku ingin memakanmu" ucap Hyde sambil terswnyum nakal.

"Hee" ucap Tetsu kaget.

"Iya my little Tetchan, aku ingin bercinta dengamu sampai kau tak bisa bangun beberapa hari" balas Hyde.

"T-tapi kau kan lebih kecil dibandingku" ucap Tetchan sambil menunduk.

"Bukan itu Tetchan!! Aku kan orang lamaa! Jadi wajar tinggiku segini! " ucap Hyde membela dirinya.

Tetchan tertawan pelan melihat tingkah Hyde, sementara Hyde tersenyum, sudah sangat lama ia tak melihat Tetsu tersenyum. Berjalan menuju Tetsu, Hyde merengkuh badan Tetsu.

"Aku menyangimu" ucap hyde, sementara ,tetsu ikut memeluknya, sungguh aneh baginya bahwa dia, seseorang yang takut untuk dipengang, berpelukan dengan Hyde.

Kepala Hyde yang berada di perpotongan leher Tetsu dapat mencium aroma darah yang mengalir dalam tubuh Tetsu, aroma manis pada darah Tetsu yang membuat Hyde Tak tahan.

"Ayo kita memesan chinese food"

Tetsu melonggarkan pelukanya pada Hyde, menatap Hyde tak percaya bahwa apa yang ada dalam pikiranya dapat terbaca oleh Hyde.

"Dari mana kau tau, kau bisa membaca pikiran? Ucap Tetsu pada Hyde.

"Bisa dibilang begitu"  ucap Hyde sambil tersenyum.

To be continued.

Minggu, 20 September 2015

My Guardian's Angel

Chapter 1

Badannya yang kecil itu terus bergetar tak terkendali , mendengar suara langkah kaki yang semakin lama semakin mendekat, air matanya terus dan terus keluar seiring dengan suara langkah kaki yang semakin mendekat, matanya tertutup rapat tidak mau melihat apa yang terjadi  

"Tetsu sayang" terdengar seorang pria berbicara dengan lembut serta seulas senyum yang menghampiri wajah laki laki itu.  

"Kenapa kau lari?" ucap pria itu sambil mencengkram lembut tangan Tetsu. Tetsu hanya dapat mengeluarkan isakan pelan dari mulut mungilnya, takut. Ia sangat takut.  

"M-maaf" hanya kata itu yang keluar dari  mulut kecil Tetsu.

"Maaf katamu?" Ucap pria itu dengan suara yang meninggi, tongkat baseball di tanganya terangkat tinggi membuat Tetsu menangis sambil memejamkan matanya.

***

Tetsu membuka matanya perlahan, mimpi, ah.. potongan masa lalu menyeruak masuk kedalam memorinya. Membuat badannya bergetar tak terkendali.

Setelah menenangkan dirinya beberapa saat, ia mulai melakukan kegiatan sehari harinya, mandi - memasak - sarapan, serta menyiapkan barang barang yang akan dibawa hari ini.

Setelah mengunci pintu, Tetsu berjalan cepat menuju universitasnya, sebisa mungkin ia meniadakan kontak fisik dengan orang, terimakasih kepada ayahnya, bajingan keji yang membuat Tetsu tidak bisa bersosialisasi, terima kasih menjadikan masa kecilnya sangat menyedihkan.

Tetsu duduk di bangkunya, menanti  gurunya yang sebentar lagi akan masuk, menyiapkan pelajaran, Tetsu memandang sekeliling, Tetsu merasa cukup beruntung bahwa temannya tidak terlalu sering melakukan kontak (terutama fisik) pada Tetsu, memang dia termasuk anak pendiam yang tidak memiliki banyak teman.

Pelajaran terasa sangat cepat, tidak terasa sudah menunjukan pukul 7 malam, waktu untuk semua mahasiswa pulang, banyak dari mereka yang bersorak gembira, tidak sabar untuk melakukan pesta, terlebih lagi ini malam natal

"Tetchan.." seru suara dari belakang Tetsu, menoleh kebelakang, ia melihat sesosok teman sekelasnya tersenyum dan mendekat padanya.

"Takanori kun, ada apa?" ucap Tetsu sembari tersenyum pada teman  sekelasnya.

"Ano.. kau tau kan kalau ini malam natal, aku dan yang lainya berencana untuk mrnghabiskan makan malam di karokean kemudian kita akan ke bar apakah kau mau ikut?" Ucap Takanori riang

Tetsu berfikir sejenak, membayangkan bahwa ia akan mudah terkena kontak fisik membuatnya ngeri, memberikan wajah penyesalan ia menggelengkan kepalanya.

"Maaf, tapi aku harus pulang ke rumah" ucap Tetsu lembut yang dibalas dengan mulut 'manyun' Takanori.

"Ayolahhh Tetchan kau kan tidak pernah ikut, sekali sekali saja" ucap Takanori sedikit merajuk sambil menggenggam tangan Tetsu.

Mendadak Tetsu berubah pucat, matanya mengeluarkan air mata, lututnya lemas, ia jatuh terduduk, siluet masa lalunya tergambar jelas di matanya sekarang. Nafasnya berubah menjadi cepat dan tak beraturan.

Takanori yang sedari tadi melihatnya menjadi khawatir, mencoba membantu Tetsu berdiri, namun Tetsu menolaknya dengan halus.

"Maaf aku.. aku harus pulang" ucap Tetsu melangkahkan kakinya cepat tanpa mendengarkan seruan Takanori.

***

Tetsu menegak air mineral dengan cepat, ketegangan masih ada pada dirinya, ia takut, ia tak bisa, sama sekali tak bisa melakukan kontak fisik dengan orang lain. setiap orang lain menyentuhnya ia akan selalu teringat kejadian masa lalunya.

Memasak makan malam pikiran Tetsu tak tentu arah, entah kenapa memori memori sial itu kembali berputar tak tentu arah.

Ting tong

Tetsu mendelik mendengar bunyi bel rumahnya, melepas celemeknya ia bergegas menuju pintu rumahnya, membukanya perlahan.

Matanya dapat melihat sesosok pria tampan dengan sebuket bunga serta sebotol wine tersenyum padanya, senyuman yang dapat membuat jantung Tetsu berdetak lebih cepat dari biasanya.

To be continue