"Tetchan..." seru Hyde menatap Tetsu yang kini sibuk dengan masakanya.
Tetsu menatap lembut kearah Hyde, kemudian mulai berkutat pada masakanya, ia ingin sekali memasak masakan kesukan Hyde, karna selama 7 bulan ini Hyde selalu memaksa untuk memasak.
"Heii kau tidak menjawabku sayang.." seru Hyde berjalan menuju Tetsu yang masih asik memasak dan memeluknya dari belakang, kemudian dielusnya perlahan perut Tetsu yang sudah membesar itu.
"Sebentar lagi... putri kita akan lahir..." seru Hyde sembari menenggelamkan wajahnya pada perpotongan leher dan bahu Tetsu, menghirup aroma khas tubuh Tetsu lebih dalam.
Tetsu menghentikan adukanya pada karee yang hampir matang itu, kemudian mengelus tangan Hyde yang melingkar pada pinggangnya.
"Aku bahagia sekali Hyde..." seru Tetsu kemudian membalikan badanya pada Hyde, Hyde tersenyum dan mendekatkan bibirnya pada Tetsu, mengecup bibir mungil Tetsu pelan.
Tetsu dengan perlahan melingkarkan tanganya pada pinggang Hyde, merasakan hangatnya pelukan Hyde, namun tiba tiba sesuatu dari kantong Tetsu jatuh ke lantai.
Hyde menatap benda berbentuk foto yang jatuh pada lantai apartementnya, kemudian memungutnya, terlihat seorang wanita muda dengan senyum yang mirip dengan ,tetsu memegang perutnya yang buncit, sama seperti Tetsu saat ini.
"Ini siapa Tetchan?" Tanya Hyde sembari memperlihatkan foto tersebut, wajah Tetsu mendadak murung, senyum sedih pun tak luput menghiasi wajah putihnya.
"Ia ibuku... aku tak pernah bertemu denganya.. kata mereka dia meninggal saat melahirkanku Haido kun" seru Tetsu sembari menahan air mata yang mendadak terkumpul di pelupuk matanya.
"Sayang... kumohon.. jangan menangis.." seru Hyde menyeka air mata yang keluar dari kedua belah mata Tetsu.
Tetsu menggelengkan kepanya Kemudian tersenyum lembut, "tidak apa apa Haido kun.."serunya sambil mengelap air matanya.
"Ughhh" tiba - tiba Tetsu memegang perutnya dengan kuat, wajah Hyde seketika panik sekali, terlebih lagi usia kandungan Tetsu yang menginjak 9 bulan.
"Tetchan ... tetchan? Kau tidak apa apa? Apakah kau akan mlahirkan?" Tanya Hyde panik, Tetsu hanya menatapnya sekilas dan menggelng perlahan, kemudian seulas senyum tipis mengukir bibirnya "tidak apa apa Haido kun.. ia menendang lagi.. mungkin ia marah karna aku menangis hehe" seru Tetsu yang masih memegang perutnya.
"Aku antar ke kamar ok?" Seru Hyde memapah Tetsu ke kamar mereka, membantu Tetsu untuk beristirahat sejenak.
Ting tong.
Hyde menoleh kearah pintu kamarnya, siapa yang berkunjung kerumahnya.. apakah Yukkie?, dengan perlahan Hyde menyelimuti tubuh Tetsu yang tengah bersandar pada kasur, "kau istirahat saja ya Tetchan, aku keluar dulu ya" seru Hyde sembari mengecup lembut dah Tetsu.
Hyde membuka pintunya dengan perlahan, terlihat siluet sang bunda dengan wajah yang tidak dapat di deskripsikan oleh Hyde, memandangnya lekat.
"Hideto.. kita harus bicara.." seru sang bunda menatap Hyde tajam.
"Err.. ano.. ini tentang apa ya bu.." seru Hyde sedikit takut melihat ibunya dengan tatapan sendu namun menusuk itu.
"Ini tentang Tetchan.." seru ibunda Hyde dengan wajah sedih.
***
Hyde dan ibundanya saling menatap dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Hideto.. kau punya foto ibu Tetsu?" Seru aang bunda menatap Hyde. Hyde berfikir kemudian meronggoh saku celana boxernya, mempelihatkan sebuah foto dengan gambar wanita yang tengah tersenyum sembari memegang perutnya.
Ibunda Hyde menerima foto tersebut dan menatapnya nanar. "Apakah Tetchan memberitaumu sesuatu?" Seru sang ibu.
"Ia hanya memberitauku..ibunya meninggal saat melahirkanya, semua orang dirumahnya mengatakan hal itu" seru Hyde.
Mata sang bunda mendadak berair. "Dia.." seru sang bunda sembari mengambil mini album dari dalam tasnya. "Dia adalah sahabat ibu.. kau ingat dia..? Seru sang ibu memperlihatkan salah satu gambar pada mini album tersebut.
Mata Hyde terbelalak melihat gambar yang terpampang di depanya, wujud ia berumur 3 tahun dan bundanya, bersama seorang wanita manis yang tengah tersenyum, mirip senyum Tetchanya..
"Ta-tapi.. bagaimana bisa?" Seru Hyde menatap nanar bundanya.
"Ibu akan bercerita... cerita sebenarnya.. apa yang terjadi pada ibu Tetchan" Seru sang bunda. sementara Hyde menatap ibundanya dengan perasaan tak enak, ia sangat yakin bahwa cerita ini bukan cerita bahagia.
"Dulu.. ibu dan ibunda Tetchan bersahabat" seru sang bunda memulai ceritanya, "ia orang yang sangat baik, lemah lembut dan selalu ber perasangka baik.. seperti Tetchan" lanjut ibu Hyse sbari tersenyum getir. "Banyak yang menyukainya sampai saat... ia.. diperkosa oleh tuan Ogawa.. rekan kerjanya sendiri" ,hyde menatap nanar sang bunda, ia ingat bahwa nama belakang Tetsu adalah Ogawa, entah kenapa muncul rasa marah dalam diri Hyde saat mendengarnya.
"Awalnya Ibunda Tetsu ingin menutupi semua itu.. sampai.. ia positif hamil... ia bingung marah sedih.. awalnya ibu pernah menawarkan untung tinggal bersama di rumah kita, namun ia menolaknya, ia tidak ingin menyusahkan ibu.." seru sang bunda menerawang ke langit langit apartement Hyde, sekilas terlihat tetesan bening membasahi pipinya.
"Akhirnya ibu Tetchan memutuskan untuk menemui tuan Ogawa, ia ingin meminta pertanggung jawabanya, namun.. ternyata tuan Ogawa sudah memiliki istri" lanjut sang bunda. Perlahan lahan Hyde mulai mengerti kenapa Tetsu diusir oleh keluarganya, kenapa Tetsu merasa dingin bersama keluarganya, dengan kesal Hyde mengepalkan tanganya kuat kiat, Ibu Hyde yang menyadari itu menggenggam tanga Hyde lembut.
"Pada akhirnya tuan Ogawa mengizinkanya tinggal, sepertinya ia mulai mencintai ibu Tetsu... namun nyonya Ogawa tidak suka akan hal itu, ia terus memperlakukan ibu Tetsu sangat tak enak, tapi ibu Tetsu bertahan, agar Tetsu tetap memiliki anak.. "
Sudah cukup Hyde menggebrak meja dengan marah "kenapa bisa begitu bu!, ibu Tetchan dan Tetchan tak pantas diperlakukan seperti itu!!" Seru Hyde kasar.
Ibunda Hyde ikut berdiri dan menenangkan anaknya, "kau mau tau kelanjutanya Hideto... saat Ibunda Tetchan selesai melahirkan Tetchan.. ibu melihat.. nyonya Ogawa memasuki ruangan ibu Tetsu, ibu tisak terlalu yakin, tapi ibu melihat nyonya Ogawa memaksa ibu Tetchan untuk menelan sesuatu, setelah nyonya Ogawa pergi.. Ibu Tetchan dinyatakan... meninggal"
PRANGGGG
Sontak Hyde dan sang bunsa menatap ke belakang, melihat Tetsu menjatuhkan gelasnya kaku, ia dapat melihat wajah Tetsu yang memucat dengan air mata yang tumpah pada kedua pipinya.
"Tetchan..." seru Hyde hati hati
"Ughh.." seru Tetchan memegangi perutnya, kemudian badanya limbung kearah belakang. Sontak Hyde dengan cepat berlari untuk menangkap tubuh Tetsu.
"Tetchan tetchan sadarlah!! Hei ini tak lucu!!" Seru Hyde panik, kepanikan Hyde dan ibunda bertambah saat melihat darah mengalir dari paha Tetsu.
"Hideto tetchan akan melahirkann!! Cepat bawa kerumah sakit" seru sang bunda panik