Rabu, 30 Desember 2015

sunshine became you Chap 7

"Tetchan..." seru Hyde menatap Tetsu yang kini sibuk dengan masakanya.

Tetsu menatap lembut kearah Hyde, kemudian mulai berkutat pada masakanya, ia ingin sekali memasak masakan kesukan Hyde, karna selama 7 bulan ini Hyde selalu memaksa untuk memasak.

"Heii kau tidak menjawabku sayang.." seru Hyde berjalan menuju Tetsu yang masih asik memasak dan memeluknya dari belakang, kemudian dielusnya perlahan perut Tetsu yang sudah membesar itu.

"Sebentar lagi... putri kita akan lahir..." seru Hyde sembari menenggelamkan wajahnya pada perpotongan leher dan bahu Tetsu, menghirup aroma khas tubuh Tetsu lebih dalam.

Tetsu menghentikan adukanya pada karee yang hampir matang itu, kemudian mengelus tangan Hyde yang melingkar pada pinggangnya.

"Aku bahagia sekali Hyde..." seru Tetsu kemudian membalikan badanya pada Hyde, Hyde tersenyum dan mendekatkan bibirnya pada Tetsu, mengecup bibir mungil Tetsu pelan.

Tetsu dengan perlahan melingkarkan tanganya pada pinggang Hyde, merasakan hangatnya pelukan Hyde, namun tiba tiba sesuatu dari kantong Tetsu jatuh ke lantai.

Hyde menatap benda berbentuk foto yang jatuh pada lantai apartementnya, kemudian memungutnya, terlihat seorang wanita muda dengan senyum yang mirip dengan ,tetsu memegang perutnya yang buncit, sama seperti Tetsu saat ini.

"Ini siapa Tetchan?" Tanya Hyde sembari memperlihatkan foto tersebut, wajah Tetsu mendadak murung, senyum sedih pun tak luput menghiasi wajah putihnya.

"Ia ibuku... aku tak pernah bertemu denganya.. kata mereka dia meninggal saat melahirkanku Haido kun" seru Tetsu sembari menahan air mata yang mendadak terkumpul di pelupuk matanya.
"Sayang... kumohon.. jangan menangis.." seru Hyde menyeka air mata yang keluar dari kedua belah mata Tetsu.

Tetsu menggelengkan kepanya Kemudian tersenyum lembut, "tidak apa apa Haido kun.."serunya sambil mengelap air matanya.
"Ughhh" tiba - tiba  Tetsu memegang perutnya dengan kuat, wajah Hyde seketika panik sekali, terlebih lagi usia kandungan Tetsu yang menginjak 9 bulan.

"Tetchan ... tetchan? Kau tidak apa apa? Apakah kau akan mlahirkan?" Tanya Hyde panik, Tetsu hanya menatapnya sekilas dan menggelng perlahan, kemudian seulas senyum tipis mengukir bibirnya "tidak apa apa Haido kun.. ia menendang lagi.. mungkin ia marah karna aku menangis hehe" seru Tetsu yang masih memegang perutnya.

"Aku antar ke kamar ok?" Seru Hyde memapah Tetsu ke kamar mereka, membantu Tetsu untuk beristirahat sejenak.

Ting tong.

Hyde menoleh kearah pintu kamarnya, siapa yang berkunjung kerumahnya.. apakah Yukkie?, dengan perlahan Hyde menyelimuti tubuh Tetsu yang tengah bersandar pada kasur, "kau istirahat saja ya Tetchan, aku keluar dulu ya" seru Hyde sembari mengecup lembut dah Tetsu.

Hyde membuka pintunya dengan perlahan, terlihat siluet sang bunda dengan wajah yang tidak dapat di deskripsikan oleh Hyde, memandangnya lekat.

"Hideto.. kita harus bicara.." seru sang bunda menatap Hyde tajam.

"Err.. ano.. ini tentang apa ya bu.." seru Hyde sedikit takut melihat ibunya dengan tatapan sendu namun menusuk itu.

"Ini tentang Tetchan.." seru ibunda Hyde dengan wajah sedih.

***

Hyde dan ibundanya saling menatap dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Hideto.. kau punya foto ibu Tetsu?" Seru aang bunda menatap Hyde. Hyde berfikir kemudian meronggoh saku celana boxernya, mempelihatkan sebuah foto dengan gambar wanita yang tengah tersenyum sembari memegang perutnya.

Ibunda Hyde menerima foto tersebut dan menatapnya nanar. "Apakah Tetchan memberitaumu sesuatu?" Seru sang ibu.

"Ia hanya memberitauku..ibunya meninggal saat melahirkanya, semua orang dirumahnya mengatakan hal itu" seru Hyde.

Mata sang bunda mendadak berair. "Dia.." seru sang bunda sembari mengambil mini album dari dalam tasnya. "Dia adalah sahabat ibu.. kau ingat dia..? Seru sang ibu memperlihatkan salah satu gambar pada mini album tersebut.

Mata Hyde terbelalak melihat gambar yang terpampang di depanya, wujud ia berumur 3 tahun dan bundanya, bersama seorang wanita manis yang tengah tersenyum, mirip senyum Tetchanya..

"Ta-tapi.. bagaimana bisa?" Seru Hyde menatap nanar bundanya.
"Ibu akan bercerita... cerita sebenarnya.. apa yang terjadi pada ibu Tetchan" Seru sang bunda. sementara Hyde menatap ibundanya dengan perasaan tak enak, ia sangat yakin bahwa cerita ini bukan cerita bahagia.

"Dulu.. ibu dan ibunda Tetchan bersahabat" seru sang bunda memulai ceritanya, "ia orang yang sangat baik, lemah lembut dan selalu ber perasangka baik.. seperti Tetchan" lanjut ibu Hyse sbari tersenyum getir. "Banyak yang menyukainya sampai saat... ia.. diperkosa oleh tuan Ogawa.. rekan kerjanya sendiri" ,hyde menatap nanar sang bunda, ia ingat bahwa nama belakang Tetsu adalah Ogawa, entah kenapa muncul rasa marah dalam diri Hyde saat mendengarnya.

"Awalnya Ibunda Tetsu ingin menutupi semua itu.. sampai.. ia positif hamil... ia bingung marah sedih.. awalnya ibu pernah menawarkan untung tinggal bersama di rumah kita, namun ia menolaknya, ia tidak ingin menyusahkan ibu.." seru sang bunda menerawang ke langit langit apartement Hyde, sekilas terlihat tetesan bening membasahi pipinya.

"Akhirnya ibu Tetchan memutuskan untuk menemui tuan Ogawa, ia ingin meminta pertanggung jawabanya, namun.. ternyata tuan Ogawa sudah memiliki istri" lanjut sang bunda. Perlahan lahan Hyde mulai mengerti kenapa Tetsu diusir oleh keluarganya, kenapa Tetsu merasa dingin bersama keluarganya, dengan kesal Hyde mengepalkan tanganya kuat kiat, Ibu Hyde yang menyadari itu menggenggam tanga Hyde lembut.

"Pada akhirnya tuan Ogawa mengizinkanya tinggal, sepertinya ia mulai mencintai ibu Tetsu... namun nyonya Ogawa tidak suka akan hal itu, ia terus memperlakukan ibu Tetsu sangat tak enak, tapi ibu Tetsu bertahan, agar Tetsu tetap memiliki anak.. "

Sudah cukup Hyde menggebrak meja dengan marah "kenapa bisa begitu bu!, ibu Tetchan dan Tetchan tak pantas diperlakukan seperti itu!!" Seru Hyde kasar.

Ibunda Hyde ikut berdiri dan menenangkan anaknya, "kau mau tau kelanjutanya Hideto... saat Ibunda Tetchan selesai melahirkan Tetchan.. ibu melihat.. nyonya Ogawa memasuki ruangan ibu Tetsu, ibu tisak terlalu yakin, tapi ibu melihat nyonya Ogawa memaksa ibu Tetchan untuk menelan sesuatu, setelah nyonya Ogawa pergi.. Ibu Tetchan dinyatakan... meninggal"

PRANGGGG

Sontak Hyde dan sang bunsa menatap ke belakang, melihat Tetsu menjatuhkan gelasnya kaku, ia dapat melihat wajah Tetsu yang memucat dengan air mata yang tumpah pada kedua pipinya.

"Tetchan..." seru Hyde hati hati

"Ughh.." seru Tetchan memegangi perutnya, kemudian badanya limbung kearah belakang. Sontak Hyde dengan cepat berlari untuk menangkap tubuh Tetsu.

"Tetchan tetchan sadarlah!! Hei ini tak lucu!!" Seru Hyde panik, kepanikan Hyde dan ibunda bertambah saat melihat darah mengalir dari paha Tetsu.

"Hideto tetchan akan melahirkann!! Cepat bawa kerumah sakit" seru sang bunda panik

Senin, 28 Desember 2015

sunshine became you Chap 6

"Ibu aku pulang.."

Seorang wanita tengah baya yang sedang membaca majalah di sofa sontak bangun dari duduknya, terlihat sang suami yang menatapnya bingung, sesaat kemudain sang wanita bergegas menuju ke pintu rumah, ia sangat yakin bahwa anak laki lakinya telah pulang.

Dibukanya pintu itu perlahan, terlihat siluet sang anak mengenakan setelan kaos putih dan celana jeans hitam, namun yang menjadi perhatianya adalah sesosok lelaki berparas manis yang kini berada di sebelah anak lelakinya  terlihat ia mengenakan terusan berawarna putih dengan jaket kulit yang sedikit kebesaran di badanya, tak lupa dengan perutnya yang sedikit menyembul dibalik terusanya itu, terlihat sekali bahwa ia sedang hamil.

Tetsu memandang kearah ibunda Hyde dengan gugup, kegugupanya bertambah saat ia di lihat dengan seksama dari atas hingga bawah, akhirnya Tetsu memberikan senyum kaku pada sang ibunda.

"Wahhh Tetchan kau manis sekalii, aku ingin memelukmuuu.. " seru sang bunda sembari memeluk Tetsu.

Sementara Tetsu  menerima pelukan dengan canggung, Hyde hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Ayo masuk Tetchan, ibu sudah memasak banyak untuk kalian" seru sang bunda bahagia sembari menggandeng tangan Tetsu, sementara Hyde di tinggalkan di pintu masuk oleh sang bunda.

***

"Jadi Tetsuya, kau tidak keberatan kan dengan ini?" Seru Ayah Hyde memandang Tetsu lembut.

Wajah Tetsu memerah melihat ayah ibu dan Hyde yang sedari tadi menatapnya. "A-aku mencintai Haido kun.." seru Tetsu kemudian tersenyum manis kearah keluarga tersebut.

Kedua orang tua Hyde tersenyum lega, namun berbeda dengan Hyde, pipinya entah kenapa bersemu saat Tetsu mengatakan hal tersebut dengan senyuman yang sangat tulus.

"Tidak usah tegang seperti itu Tetchan, kami sudah menganggapmu bagian dari keluarga kami" seru sang bunda  sembari menatap Tetsu lembut

Tetsu menatap nanar kedua orang tua Hyde yang menyambutnya hangat, bahkan lebih hangat dibandingkan keluarganya dulu.

"Terima kasih paman.. bibi.." seru Tetsu sambil menunduk, menunjukan rasa hormat kepada kedua orang mertuanya itu.

"Panggil ibu dan ayah saja ok?" Seru sang Ayah yang akhirnya bersua, Tetsu hanya bisa membalasnya dengan senyum bahagia.

***

"Ayah , ibu kami pulang dulu"seru Hyde dan Tetsu tepat di teras rumah.

"Ibu ingin kalian tinggal disini.."seru sang bunda dengan tatapan memohon pada mereka.

"Kami ingin mencoba hidup mandiri bu..."seru Hyde sembari merangkul Tetsu yang ada disebelahnya.

Akhirnya setelah perdebatan kecil Hyde dan Tetsu memasuki mobilnya, melaju menuju apartement mereka.

Sementara itu sang bunda menatap kepergian mereka sembari mengegrutkan dahinya.

"Ada apa?" Tanya pria yang berada di sebelah sang wanita, menatap bingung melihat istrinya menatap lekat pada mobil Hyde yang semakin melaju jauh. 

"Entahlah.. saat aku melihat Tetchan, aku teringat seseorang pah..." seru sang Ibunda

"Mungkin hanya perasaan ibu saja" seru sang ayah kemudian berlalu meninggalkan wanita yang masih terpaku di pintu teras rumahnya.

Tidak, Ibu Hyde merasa sangat mengenal Tetsu, terlebih lagi saat ia tersenyum, benar benar mengingatkanya pada..

"Akhh" seru sang bunda, kemudian berlari menuju tempat dimana album album fotonya tersimpan
***

"Sudah kubilang kan mereka baik, jd tidak perlu pake acara pucat lagi jika bertemu mereka" seru Hyde sembari terkekeh meningat betapa pucatnya Tetsu tadi.

"Iya Haido kun, mereka sangat baik sekali" seru Tetsu bersemu, namun tiba tiba wajahnya menjadi sangat sedih.

"Ada apa Tetchan?"seru Hyde khawatir melihat wajah Tetsu yang tiba tiba murung.

"Entahlah.. tapi.. saat aku bersama keluargaku.. rasanya tidak seperti itu.. rasanya dingin dan hampa"seru Tetsu bergetar kemudian setetes air mata berhasil keluar dari matanya, membasahi pipinya yang putih.

"Hey.."seru Hyde sembari menghapus air mata yang jatuh ke pipi Tetsu. "Tidak masalah.. sekarang kau punya mereka, punya aku.. dan bayi ini" seru Hyde sembari mengelus perut Tetsu pelan.

"Kau benar Haido kun" seru Tetsu sembari tersenyum manis, "aku memiliki kalian.. dan bayi ini" seru Tetsu mengelus perutnya pelan.

"Akhh.." seru Tetsu kesakitan sembari memegangi perutnya.

"Kau tidak apa apa Tetchan? Apa kau butuh ke rumah sakit? Atau aku panggilkan Yukkie ya?" Seru Hyde panik sembari memandang Tetsu khawatir.

"Tidak apa apa Haido kun, tadi dia menendang terlalu kencang, aku sampai kaget" seru Tetsu mengelus perutnya sendiri.

Hyde menghelai nafas lega kemudian mengelus perut Tetsu pelan, "jangan nakal ya sayang, ayah tak tega melihat ibumu kesakitan" seru Hyde.

"Ha-haido!" Seru Tetsu memerah.

Bersambung.

Sabtu, 26 Desember 2015

sunshine became you Chap 5

Hyde membuka matanya perlahan, terlihat samar siluet seorang pemuda manis yang tertidur di sampingnya, membuat Hyde mengembangkan seulas senyum, melihat perut pemuda itu yang sedikit 'buncit' menambah senyuman manis di wajah Hyde. yap genap 3 bulan pria yang menyabet gelar sebagai 'istri' Hyde ini tinggal di Apartemenya, itu berarti usia kandungan sang 'istri' telah menginjak 5 bulan.

"Enghh"

Hyde menatap Tetsu yang mengerang, kemudia secara perlahan kelopak mata Tetsu terbuka, memperlihatkan kedua manik kembar berwarna coklat yang bening itu, seulas senyuman  pun di kembangkan pria manis yang baru saja bangun itu.

"Ohayou Haido kun" serunya dengan suara yang sangat pelan dan manis di pikiran Hyde, secara perlahan Hyde mendekatkan bibirnya pada kening Tetsu dan mengecupnya perlahan "ohayou Tetchan" seru Hyde lembut, kemudian di dekatkanya bibir Hyde pada perut Tetsu yang mulai membesar, dan dikecupnya dengan lembut "ohayou sayang," seru Hyde mengajak ngobrol calon anak mereka.

Sontak saja perlakuan Hyde membuat Tetsu memerah,  di sembunyikanya semu semu merah pada pipi putih Tetsu, Hyde terkekeh pelan dan mengusap rambut Tetsu yang mulai memanjang.

"Jangan lupa hari ini kita USG ya Tetchan" seru Hyde sembari turun dari kasurnya, "oh iya kau ingin makan apa? Biar aku yang masak sarapan" lanjut Hyde sembari menatap Tetsu lembut.

"Hmmm.. aku ingin puding" seru Tetsu sembari memainkan rambutnya, sementara Hyde menaikan alisnya san menatap bingung pada Tetsu. "Okey.. tapi kau harus makan sandwich dulu sebelumnya ya.. aku tidak mau kau dan bayi kita kekurangan gizi"seru Hyde terkekeh yang hanya dibalas Tetsu dengan memanyunkan bibirnya.

***
"Anakmu perempuan Haido" seru Yukkie sembari melepaskan alat alat USG dari perut Tetsu, "kondisi badanya lengkap, jantungnya juga berdetak dengan ritme yang baik, sampai saat ini kondisi anak kalian sehat" seru Yukkie sambil tersenyum kearah Hyde dan Tetsu.

Mata Tetsu mulai berkaca kaca, ia sangat bahagia mendengar perkataan Yukkie, sementara Hyde tersenyum dan mengecup puncuk kepala Tetsu dalam sembari merangkulnya, ia merasa sangat bahagia sekarang, seperti apa yang dinginkanya telah tercapai.

"Tetchan, ayo ikut aku, kau harus di suntik hormon agar badanmu cepat beradaptasi" seru Yukkie sembari memberikan kode untuk Tetsu agar mengikutinya.

Sementara itu Hyde memilih untuk duduk di kursi ruang tunggu yang di sediakan, sesaat sebelum Hyde menempelkan bokongnya, tiba tiba saja handphonya berdering, meminta untuk diangkat. 

"Halo?"seru Hyde pelan

"Hidetooo kapan kau akan membawa Tetchan kesini?, usia kandunganya sudah lima bulan kan? Oh ayolah ibu sangat ingin bertemu denganya.." seru sang ibu tanpa sempat memberikan waktu untuk Hyde menjawabnya.

"Eh.. anu.. Tetsu.." seru Hyde gagap, ia belum mengatakan apa apa pada Tetsuya.

"Ada apa Hideto? Ibu tidak mau menunggu lagi, pokoknya hari ini ibu mau kalaian datang kerumah, ibu akan memasakan makanan untuk kalian, jangan lupa itu!" Seru sang bunda kemudian mematikan sambungan telepon pada Handphone Hyde, membuat Hyde tak bisa mengelak lagi.

Hyde hanya menghebuskan nafasnya pelan kemudian berlalu untuk menyusul Tetsu yang masih melakukan threatment dengan Yukkie.

***

"Nee.. Haido kun ada apa?" Seru Tetsu bingung melihat tingkah Hyde yang srdari tadi sangat aneh, ia hanya mengehelai nafas pelan kemudian melamun tak jelas, kadang mengacak acak rambutnya sendiri.

Hyde memandang Tetsu yang menatapnya dengan tatapan khawatir, kemudian seulas senyum diberikanya untuk Tetsu, menandakan bahwa ia tidak apa apa.

"Nee.. Tetchan, apakah kau keberatan jika nanti malam kita makan malam bersama di rumah orang tuaku.. mereka sangat ingin menemuimu" seru Hyde pelan.
Seketika wajah Tetsu memucat, membayangkan makan malam bersama keluarga Hyde membuatnya merasa sedikit takut, apalagi keluarga Hyde adalah keluarga pembisnis yang sangat terkenal,  ia tak ingin mempermalukan Hyde di depan keluarganya.

"Tidak apa apa jika kau belum siap Tetsu, aku akan membicarakanya lagi dengan ibuku" seru Hyde sembari mengeluarkan Handphonenya, tiba tiba kedua tangan Tetsu menahan pergelangan tangan Hyde, kemudian seukir senyum manis menghiasi wajah Tetsu yang sedikit memerah.

"Tidak.. aku ingin pergi.. " setu Tetsu lembut "ta-tapi aku tidak tau harus mengenakan apa.." lanjut Tetsu sembari menundukkan kepalanya, membuat Hyde gemas akan kepolosan seorang Tetsunya.

"Tidak masalah kau mau pakai apa Tetchan, asalkan nyaman di tubuhmu saja, jika perlu kita bisa membeli baju baru untukmu sayang" seru Hyde merangkul Tetsu dalam pelukanya.

"E-eh.. jangan Haido kun, kau sudah membelikanku banyak baju.. aku - aku akan mencari baju dulu, lalu kita peegi ke rumah keluargamu oke?"seru Tetsu gelagapan dan berjalan menuju lemari pakaian yang tepat berada di kamar mereka, sementara Hyde masih mengembangkan senyumnya, ia sangat menyukai Tetsu, terutama hatinya yang polos dan lembut itu.

***

Hyde memelankan laju mobilnya pada salah satu rumah yang terdapat dalam komplek mewah, sementara itu mata Tetsu membesar, menatap seberapa besar rumah Hyde yang terpampang di depan.matanya, rasa segan kembali menyerangnya, bahkan kali ini ia merasa sedikit segan dengan ,hyde, betapa berbeda drajat meeka berdua.

Melihat Tetsu yang sedikit berbeda, Hyde mendekatkan wajahnya pada Tetsu, kemudian sebuah ciuman manis pun mendarat di bibir Tetsu.

"Aku mencintaimu, jangan berfikir macam macam ok?" Seru Hyde sembari kembali mengemudikan mobilnya, menuju lahan parkir yang berada di dalam rumah tersebut.

Sementara itu, Tetsu yang memerah berusaha menutupi wajahnya, terlihat helaian helaian rambut Tetsu yang memanjang menutupi sebagian wajahnya.

"Kita sampai Tetchan" seru Hyde sembari mematikan mesin mobilnya, dilihatnya Tetsu yang menundukkan kepalanya hingga untaian surai berwarna coklat itu jatuh menutupi sebagian wajahnya, dengan perlahan Hyde menyibakan helaian yang menutupi wajah Tetsu seraya menyelipkanya pada telinga Tetsu. "Jangan tutupi wajah manismu ini Tetchan" seru Hyde seraya tertawa pelan.

Wajah Tetsu kembali memerah, "ha-haido ku.."serunya seraya memukul pelan tangan Hyde.  Hyde tersenyum dan keluar dari mobilnya, kemudian membukakan pintu untuk Tetsu. "Kau siap sayang?"seru Hyde sambil membantu Tetsu turun dan berjalan menuju pintu rumah keluarga Hyde yang bersa dan kokoh.

Terlihat terusan Tetsu yang sepanjang lutut bergerak gerak seiring dengan Tetsu yang berjalan, ia juga mengenakan jaket Hyde yang sedikit lebih besar darinya, yang membuat dirinya terlihat sangat imut .

"Ibu aku pulang.."

Bersambung

Jumat, 25 Desember 2015

sunshine became you Chap 4

"Halo ayah" seru Hyde dengan suara aga sedikit parau.

"Ya Hideto, ada apa? Apakah kau sudah menemukan calon pendamping yang tepat untukmu, atau kau tertarik dengan salah satu wanita dari rekan - rekan ayah?"seru sang ayah dengan suara yang lembut.

"Sebenarnya ayah...." seru Hyde semakin takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Sebenarnya ada apa Hideto?"tanya sang Ayah.

"Aku... aku menyukai seseorang.." seru Hyde pelan

Hyde dapat mendengar sang ayah tertawa, kemudian berbisik pada seseorang, samar samar Hyde dapat mendengarnya "ibu.. anak kita jatuh cinta.."

Dan Hyde bersumpah ia mendengar ibunya tertawa bahagia, dan mendengar gurauan "sebentar lagi kita punya cucu yah"

"Lalu Hideto bagaimana?"seru sang Ayah yang kembali menempelkan telepon pada telinganya.

"Aku... aku menghamilinya ayah.." seru Hyde seraya menutup matanya, ia takut membayangkan ayahnya murka.

"HEEEEEE?!!" Seru Ayah dan Ibu Hyde, mati sudah Hyde, ternyata ayahnya sengaja men- loudspeaker teleponya.

"Tapi... dia laki laki ayah..." seru Hyde semakin memejamkan matanya.

"APAAHH?!!" Sekarang Hyde dapat mendengar teriakan kedua orang tuanya yang mendadak histeris.

"Ba-bagaimana bisa Hideto?!" Tanya sang Ayah dengan suara parau, namun tiba tiba handphone milik ayah Hyde direbut paksa oleh sang ibu.

"KIRIMKAN FOTO ANAK ITU SEKARANG HIDETO, IBU TUNGGU" seru sang bunda sembari menekan tombol regect pada handphone sang ayah, membiarkan Hyde mengambil gambar mahluk yang sedari tadi menjadi objek percakapan mereka.

Hyde hanya bisa memandang bingung pada telepon yang mati, ia merasa memiliki kedua orang tua yang sedikit 'unik', dengan perlahan di tekanya aplikasi kamera, dan mengarahkan handphonenya kearah Tetsu yang sedang tertidur, dan klik, satu foto berhasil ditangkap oleh Hyde.

Dengan cekatan Hyde mengirimkan email kepada sang bunda yang menunggu nunggu foto tersebut, tidak sampai satu menit Handphone Hyde kembali berdering, dengan sedikit takut Hyde mengangkat teleponya.

"Hal-halo" seru Hyde canggung, dan mempersiapkan diri untuk cacian dan makian sang bunda.

"HIDETO YA AMPUNNN!! DIA MANIS SEKALI IBU SANGAT SENANGG AKHH IBU TIDAK TAU HARUS BILANG APA.. MENANTU IBU MANIS SEKALI DAN MENGANDUNG CUCU IB- ehh ayah jangan rebut Handphonya" seru sang bunda yang terputus dilanjutkan oleh sang ayah.

"Bagaimana dengan orang tuanya Hideto?" seru sang ayah

"mereka..." seru Hyde menatap Tetsu dengan tatapan sedih "sudah meninggal ayah...." ucap Hyde lirih.

Ayah Hyde terdiam sesaat kemudian mulai mengeluarkan suara pelan, "jadi... kapan kalian berencana menikah?"

"HEEE..." seru Hyde tak percaya pada apa yang didengarnya.

Hyde sempat mendengar suara gresekan dari handphonya, menandakan Handphone itu berpindah tangan dengan sekejap kemudian terdengar suara sang bunda sebgan raut wajah senang "jadi kapan dia akan kemari! Oh iya namanya siapa.. ah ibu senang sekali ibu akan segera mendapat cucu"seru ibunda Hyde.

"Namanya Tetsuya bu..." seru Hyde pelan, sedari tadi ada yang menganjal pikiran Hyde. "Ano ... kalian tidak marah? Aku berhubungan dengan laki laki" seru Hyde pelan.

"Tidak" seru kedua orang tuanya bersamaan, sepertinya handphone itu di loudspeaker lagi oleh sang bunda.

"Pokoknya ayah dan ibu menunggu kalian datang ke rumah ok? Kalau bisa secepat mungkin" seru sang ibunda terdengar ceria sekali.

"Ok..."

Sambungan pun terputus, Hyde kembali menatap Tetsu yang kini tengah menggeliat, dengan perlahan Hyde mendekatkan tubuhnya kearah Tetsu, menyaksikan Tetsu membuka matanya

"Enghh.. Haido san..? Apa yang terjadi? Ah?! Aku dimana?? seru Tetsu panik berusaha bangun, namun Hyde menahanya san memaksanya kembali untuk tiduran.

"Maafkan aku tetsu, aku tidak bermaksud lancang. Tadi kau jatuh pingsan karena kontraksi diperutmu tadi pagi. Bahkan sampai mengeluarkan darah, jadi terpaksa aku membawamu ke rumah sakit" kata hyde pelan, tidak ingin membuat Tetsu takut.

Mata Tetsu membulat seketika "lalu bagaimana haido san? Apa yang terjadi? Bayinya tidka meninggal kan? Dia dia masih hidup kan? Aku -aku tidak mau ditinggalkan lagi - " seru Tetsu menggantung seraya mencengkram kepalanya erat, terlihat butiran butiran air mata yang jatuh membasahi pipinya.

"Ssshhh tenang Tetchan, bayinya tidak apa apa dia sehat kok, kau hanya terlalu muda untuk mengandung, dengan kondisi seperti ini pula, maafkan aku... " seru Hyde merasa bersalah, ia merasa menjadi perusak hidup Tetsu.

"Benarkah itu.. Haido san.. ma-maafkan aku.. aku stress dan panik.. maafkan.. aku hampir membunuh bayi kita.." seru Tetsu melemah di akhir.

Grepp

Dengan perlahan Hyde mendekap Tetsu dengan hangat, Tetsu dapat merasakan hangatnya pelukan Hyde, diam diam Hyde menyunggingkan senyumnya merasakan tangan Tetsu melingkar di punggungnya, Hyde berjanji dalam hatinya ia akan selalu melindungi Tetsunya, karna ia mencintainya.

"Aku mencintaimu Tetchan.." seru Hyde sangat lirih, wajah Hyde ditenggelamkan pada bahu Tetsu "bolehkan aku memanggilmu Tetchan?" Lanjutnya.

Tetsu berdigik mendengar apaa yang dikatakan Hyde, namun akhirnya kedua pipinya muncul semu semu merah, ia merasa sangat senang mendengar perkataan Hyde.

"Tinggalah bersamaku Tetsu.." seru Hyde seraya melepaskan pelukanya pada Tetsu dan menatap Tetsu dalam

Tetsu menganggukan kepalanya beberapa kali, aku - aku mau Haido san..

Bersambung

Kamis, 24 Desember 2015

sunshine became you Chap 3

"Ayo masuk.." seru Hyde lirih seraya melebarkan pintu apartmentnya, Tetsu menurutinya, ia berjalan dengan perlahan menuju meja meja makan yang ada di ruangan tersebut.

"Ada apa Tetsu?" Seru Hyde takut takut, ia masih merasa bersalah atas peristiwa yang terjadi 2 bulan lalu.

Tetsu hanya dapat menatap Hyde dengan pandangan nanarnya, air mata tak henti hentinya jatuh membasahi pipinya, tanganya yang bergetar perlahan lahan memberikan sebuah map berwarna coklat yang sedari tadi berada dalam pelukanya.

Hyde menerima map berwarna coklat tersebut dan membukanya perlahan, dibacanya kumpulan kertas yang berada dalam map tersebut, tiba tiba tubuhnya tersentak, matanya membulat dengan sempurna, seakan tak percaya atas apa yang tertera pada kertas itu.

"Tetsu kau... kau.." seru Hyde tertahan

"Iya... aku hamil Haido san .." seru Tetsu menundukan kepalanya.

"Bagaimana dengan orang tuamu Tetsu.." seru Hyde lirih, berusaha agar Tetsu tidak bersedih.

Mata Tetsu menatap nanar kepada Hyde, kemudin sedikit demi sedikit tetesan air mata jatuh dan meluncur dari pipi Tetsu.

"Me-mereka.. mengusirku Haido san..Aku tidak punya keluarga lagi hiks... Haido san .. kau jahat.."

entah apa yang dipikirkan Hyde, namun tiba tiba Kedua tanganya dengan sigap melingkar ke tubuh Tetsu yang lemah, mendekapnya erat. Tetsu yang kaget awalnya hendak memberontak, namun terhenti saat Hyde mendekatkan bibirnya pada telinga  Tetsu

"Aku tidak akan menyakitimu... tinggaln bersamaku Tetsu.. maafkan aku.." seru Hyde lirih.

"Lepaskan aku Haido san.. aku tidak ingin disentuh olehmu." Seru Tetsu berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Hyde, namun dekapan Hyde semakin erat.

"Hiks..kau jahat Haido-san..kau menghancurkan hidupku...jika saja aku tidak bertemu denganmu..mungkin sekarang aku masih berada dalam keluargaku.. Tapi aku juga tidak mau kehilangan anak ini..aku mencintainya, aku sangat ingin memilikinya.. Sekarang hanya dia keluargaku.. Tolong jangan kau rusak lagi kehidupanku..hiks..jahat.." seru Tetsu yang akhirnya menangis didada Hyde.

"Maafkan aku.. kumohon maafkan aku Tetsuya..."seru Hyde sambil mengecup puncuk kepala Tetsu

"Ughh.. "seru Tetsu yabg tiba tiba memegangi perutnya erat kemudian jatuh pingsan dalam pelukan Hyde, Hyde yang panik melihat Tetsu tak bergerak semakin panik melihat darah yang menyembul dibalik celana jeans Tetsu.

Dengan sigap digendongnya Tetsu yang pucat menuju mobil Hyde, sekarang hanya satu tujuan Hyde.

Rumah sakit.

***

Hyde mengendarai mobilnya cepat sembari melihat Tetsu yang masih dalam keadaan pucat, kemudian dengan cepat dirogoh Hp yang berada di kantung jeans Hyde, mencari salah satu nama dari deretan kontak tersebut dan menekan tombol call.

"Hallo Yukkie, kau di rumah sakit kan? Aku menuju kesana sekarang! aku perlu bantuanmu" seru Hyde panik.

****

Yukkie menatap dalam Hyde yang menatapnya dengan panik. "Apa yang kau lakukan Haido.. bisa membuatnya hamil seperti itu?"seru Yukkie menggelengkan kepalanya.

Hyde hanya menundukan kepalanya "insiden.." serunya lirih.

Yukkie memijat pelipisnya yang mendadak sakit melihat tingkah sahabatnya ini, "apa orang tua mu tau?" Tanya Yukkie

Hyde hanya menggelengkan kepalanya membuat Yukkie semakin gemas pada pria di depanya.

"Well apapun itu Haido, kasus seperti ini belum pernah kutangani, menemukan manusia hemaprodit. karna dia masih muda jangan pernah membuatnya stress, kontraksi di perutnya akan semakin parah dan membuat luka, kondisi janinya dalam keadaan baik, aku akan memberikan beberapa obat untung menunjangnya dan dia harus di suntik hormon beberapa bulan sekali, sebaiknya beri tau orang tuamu Haido" seru Yukkie menjelaskan sambil memberikan beberapa macam obat pada Hyde.

"Terima kasih Yukkie" Seru Hyde lirih.

Yukkie memberikan senyumnya pada Hyde dan meninggalkan Hyde dan Tetsu berdua dalam ruangan tersebut, Tetsu sudah diberikan suntikan penenang dan beberapa obat, sekarang ia hanya perlu istirahat.

Hyde menatap Tetsu yang masih tertidur, raut wajahnya lebih tenang dan tidak pucat lagi, diam diam Hyde mengembangkan senyumnya melihat Tetsu yang amat manis ini.

Apakah aku harus menghubungi orang tuaku..

Hyde akhirnya menyalakan handphonenya, mencari nomor yang sudah sangat dihapalnya pada kontak telepon, hingga menemukan yang dicari, kemudian setelah menimbang nimbang, ia menekan tanda call, ia sudah siap menerima apapun yang terjadi, ia akan bertangung jawab atas apa yng tetjadi pada Tetsu.

"Hallo.. ayah.." seru Hyde lirih.

Bersambung

Rabu, 23 Desember 2015

sunshine became you (Hyde Side)

"Jadi, persamaan kuadrat akar x sama dengan.."

Hyde menatap malas dosennya yang tengah mengajarkan materi integral, di tatapnya sekilas dosen yang masih sibuk bercuap cuap, kemudian matanya menatap teman teman kampusnya yang sibuk mendengarkan, mencatat dan beberapa tidur atau memainkan hpnya, yah well kelas siang memang banyak menyita konsentrasi dibandingkan kelas pagi.

Mata Hyde kembali menatap dosennya, namun pikirannya tidak bersama tubuhnya, entah kenapa ia memikirkan laki - laki yang 2 bulan lalu ia tiduri, well sebenarnya itu adalah accident, namun entah kenapa sosok pria manis itu terbayang di benak Hyde, bagaimana ia tersenyum, pipinya yang memerah, kulit putihnya, wajah manisnya..

"Takarai san!"

Hyde terlonjak kaget mendengar suara dosennya yang memanggil dia, kemudian ia menatap dosennya sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal dan memberikan kode 'maaf'.

Sang dosen hanya menggelengkan kepalanya saja, kemudian memberi isyarat untuk Hyde agar maju kedepan, Hyde hanya menatap dosen tersebut dan kemudian berdiri, menuju kearah papan tulis.

"Kerjakan ini Takarai san"

Hyde dengan perlahan mengambil spidol yang ada di sebelahnya, menatap kembali deretan huruf dan angka soal integral itu, ia memang tidak mendengarkan penjelasan dari sang dosen, tapi ia sangat mengerti materi ini, dulu saat ia sekolah di luar negeri, materi ini telah dipelajari saat dia SMA.

Perlahan ia menuliskan deretan angka, bahkan tanpa menggunakan kalkulator hingga memenuhi hampir setengah papan tulis dan kembali menyimpan spidolnya.

Sang Dosen hanya menatap takjub pada Hyde, ia memang terkenal dengan murid yang jenius dan sangat ramah  orang tuanya juga adalah pembisnis yang sangat terkenal, bahkan hampir menyumbangkan setengah dari pembangunan Universitas ini.

Oleh karna itu Hyde sangat di hormati..

Hyde keluar dari universitasnya, masuk ke dalam mobil hitam yang ia bawa, rencana hari ini adalah tidur, tidur, dan tidur, namun tidak bisa, ayah dan ibunya memintanya untuk pulang hari ini.

***

"Mahh.. pah.. aku pulang"

Seorang wnaita dengan rambut digulung keatas menoleh pada Hyde, sebuah senyuman manis mengembang di bibirnya yang merah, sedetik kemudian, wanita itu menghamburkan pelukannya pada Hyde yang masih berdiri di depan pintu.

"Mamah merindukanmu Hideto" seru wanita setengah baya yang masih terlihat cantik itu.

"Oh ayolah mah.. kemarin aku baru saja kemari" seru Hyde pada ibunya sambil memutar bola matanya.

Sang ibu mengerucutkan bibirnya, "kau kenapa dingin sekali pada ibumu sendiri" serunya sedikit merajuk, kemudian menggenggam tangan Hyde pelan, "ayo ke ruang keluarga, ada yang mau dibicarakan oleh ayahmu Hideto" seru sang bunda seraya menarik tangan Hyde.

Hyde dapat menatap pria ber jas yang kini membelakanginya, sebuah cerutu menghiasi bibirnya, Hyde dapat merasakan bahwa pembicarannya kali ini akan sangat serius, namun.. entahlah.

Sang pria membalikan badannya, terlihat senyum lembut menghiasi bibirnya yang masih tertempel cerutu.

"Duduklah Hideto" seru ayah Hyde.

Hyde menuruti perintah sang Ayah, ia duduk di salah satu sofa di ruang tersebut, ayah dan ibunya kemudian duduk tepat di seberang Hyde.

"Jadi begini Hideto, kami tau kau masih muda, namun kau harus segera memikirkannya.." seru sang ibunda lembut.

Hyde menatap bingung kearah kedua orang tua mereka, "ano.. ini tentang apa ya?"

"Kau tau kan, kami tidak muda lagi, dan kau harus segera melanjutkan pekerjaan kami, dan kau membutuhkan... keluarga" seru sang ayah.

Hyde mendelik kearah ayahnya, tidak menyangka sang ayah akan membahas soal pernikahan.

"Tapi umurku baru 22 tahun ayah.." seru Hyde semakin merasa tertekan.

"Kami tau itu.. namun sebentar lagi kau akan lulus dari universitas dan menggantikan ayah, kau harus segera mencari pasanganmu Hideto" seru sang bunda menatap dalam

Hyde kembali memikirkan perkataan sang bunda, ia memang dekat dengan banyak wanita, namun ia sama sekali tidak tertarik dengan mereka.

Yang telah merebut hatinya adalah...

"Tidak perlu terlalu terburu buru Hideto, kami tidak memaksamu untuk mendapatkannya sekarang, tapi kami sudah memiliki beberapa calon untukmu" seru sang ayah sambil memberikan beberpa foto wanita pada Hyde "semuanya adalah anak sahabat ayah, kalau kau merasa ada yang cocok, langung saja tanyakan pada ayah ya.."seru Hyde.

"Baik ayah" seru Hyde sambil mengambil beberapa foo yang diberikan ayahnya.

***

Hyde menatap nanar foto foto yang diberikan oleh ayahnya, semuanya telah ia lihat, namun hasilnya nihil, tidak ada yang membekas dihatinya. Jujur saja sekarang hatinya telah diambil oleh satu orang... oleh Tetsuya..

Ting tong

Hyde menoleh kearah pintu apartementnya, tidak biasanya ada yang bertamu ke Apartemennya, di waktu malam pula. Dengan perlahan disimpan kembali kumpulan foto tersebut, dan dimasukannya ke laci mejanya, kemudian Hyde kembali berjalan menuju pintu Apartementnnya.

Cklek

Mata Hyde menatap nanar pada sosok yang kini di depanya, hatinya makin tertusuk melihat orang itu kini menangis sambil memegangi map berwarna coklat

"Tetsuya...?" Seru Hyde panik

-bersambung-

Sunshine became you(Tetsu side)

-TETSU SIDE-

Langit bersinar cerah di kota Tokyo, matahari menyembul malu malu menandakan awal musim semi telah tiba, ini juga menandakan bahwa semester baru telah dimulai.

Tetsu menatap dari balik jendela kelasnya, sekumpulan anak anak berpakaian hitam berlarian pulang ke rumahnya, beberapa anak di kelasnya pun sudah mulai berkemas, sesaat lalu mereka baru saja menyelesaikan upacara pelepasan siswa kelas 3.

"Tetchan? Kau mau ikut kami makan makan" seru salah satu pemuda dari gerombolan sambil menatap Tetsu yang dari tadi hanya termenung di jendela.

Tetsu menoleh kepada kumpulan pria tersebut dan membetikan senyum kecilnya, menggeleng perlahan, menandakan bahwa ia tidak dapat ikut.

Kumpulan pemuda itu hanya mengangguk dan melambaikan tangan pada Tetsu, sementara Tetsu mulai berkemas dan pulang menuju rumahnya.

Sesampainya di rumah Tetsu langsung menuju kamarnya, mebahkan dirinya pada kasur empuk, menatap nanar pada langit langit kamarnya.

Tiba tiba Tetsu mencengkram perutnya kuat, rasanya sakit sekali, ia juga merasa mual yang amat sangat, dengan terpogoh pogoh ia memuntahkan semua makan siangnya ke dalam wastafel, kemudian mencuci wajahnya, sudah dari 2 bulan yang lalu ia mengalami kejadian tersebut, tepatnya seminggu semenjak dia...

Tetsu menggelengkan kepalanya cepat, ia tidak mau mengingat peristiwa itu lagi, peristiwa dimana harga dirinya telah direnggut paksa.

"Mungkin aku harus periksa ke dokter.." desah Tetsu pelan, akhirnya ia mengambil jaketnya dan berjalan menuju rumah sakit.

***

Tetsu terdiam di lorong rumah sakit, penjelasan dokter rasanya seperti masih terngiang di telinga Tetsu, badanya terasa sangat kaku, ia masih tak percaya apa yang diucapkan oleh dokter barusan.

"Saya menyatakan anda hamil" seru Dokter sambil menatap Tetsu dalam
"Ta-tapi bagaimana bisa?, saya laki - laki dok?!" seru Tetsu tak percaya ada pernyataan Dokter tersebut.

"Anda hemaprodit Tetsuya san, saya sempat meronsen tubuh anda" seru Dokter tersebut sambil menunjukan ronsen pada bagian perut milik Tetsu "tubuh anda sedikit berbeda, anda memiliki dua jalur di dalam anus anda, ada jalur pencernaan dan jalur menuju vagina" lanjut Dokter tersebut sambil menunjuk gambar pada Tetsu, sementara Tetsu hanya dapat menatap takut pada hasil ronsen tersebut.

Tetsu mendesah pelan, "bagaimana aku memberitahu keluargaku.." Serunya lirih.

***

Tetsu melemparkan map tersebut ke kasurnya hingga beberapa document menyembul keluar, ia sudah memutuskan untuk tidak memberitahukanya dulu kepada orang tuanya, mereka tidka akan suka ini, terlebih lagi ibu tirinya.

Akhirnya ia memutuskan untuk keluar, memutuskan untuk jalan - jalan sebentar,  Tetsu lupa untuk menyimpan map tersebut.

Tetsu berjalan di sekitar rumahnya, memegangi perut yang kini terisi oleh janin, kalau sampai orang tuanya tau, mungkin ia dipaksa untuk menggugurkan perutnya, namun ia tidak bisa, ia sudah terlanjur sayang pada calon bayinya.

Sementara itu, ibu Tetsu masuk ke kamar Tetsu, berniat membereskan kamar anak tirinya itu, tidak sengaja matanya menatap pada map yg sedikit tercerai isinya, dikumpulkanya document document tersebut dan dibacanya dengan seksama, mata wanita itu membesar sesaat, kemudian sebuah senyum licik terlukis di bibir merahnya.

"Ayah.. kau harus melihat ini" seru wanita itu sambil menyunggingkan senyum liciknya lebih dalam

***
Tetsu kembali berjalan menuju pekarangan rumahnya, tidak seperti biasanya kedua orang tua Tetsuya berkumpul di ruang tamu mereka.

"Ini apa Tetsuya?" Seru sang ayah, menunjukan map coklat dengan wajah merah padam.

Mata Tetsu membulat seketika, badanya bergetar halus, ayahnya sudah sangat marah kali ini "itu...." seru Tetsu menggantung

"BAGAIMANA BISA KAU MELAKUKAN INI TETSUYA? KAU MENGHANCURKAN MARTABAT KELUARGA KITA" seru Sang Ayah setengah berteriak pada Tetsu yang semakin membuat Tetsu bergetar.

"Tenang sayang, kau ingat kan ibunya.. ia seorang pelacur, pastinya dia pun tertarik dan menjadi pelacur, lebih baik kita mengusirnya, daripada mempermalukan keluarga kita lagi" seru wanita itu sambil berusaha mengompori ayah Tetsu.

"Ibuku dan aku bukan Pelacu-" seru Tetsu berusaha membela diri

"DIAM KAU! SEKARANG KELUAR DARI RUMAHKU! AKU TIDAK MAU RUMAHKU DIINJAK?OLEH SEORANG PELACUR" seru sang Ayah menggebrak meja, membuat Tetsu bergetar lagi.

"Tapi ayah aku aku-" seru Tetsu terputus.

"KELUAR SEKARANG PELACUR!" Seru sang ayah marah sambil berdiri dan menuju kearah Tetsu

Srakkk

Ayah Tetsu melemparkan map sta document documentnya kearah Tetsu, membuat isinya berhamburan, Tetsu menatap nanar ayahnya dan memungut kertas kertas document yang berjatuhan, matanya sudah dibasahi oleh air mata, setelah mengumpulkan document yang berserakan, ia berjalan keluar dengan air mata yang semakin banyak turun.

"Aku harus kemana..." seru Tetsu kirih sambil terus mengusap air matanya yang berjatuhan.

-bersambung-

Selasa, 22 Desember 2015

Sunshine became you

Hyde menatap kesal kearah langit yan menurunkan air hujan, tidak besar memang, namun dengan kondisinya yang stress dan mabuk membuatnya berfikir dua kali untuk menerobos hujan tersebut, ia tidak mau sakit dan membuat nilainya turun lagi.. walau hanya sedikit.

Hyde kembali menghembuskan nafasnya dengan berat, Sepertinya hujan tidak akan berhenti dalam waktu yaang cepat, menoleh pelan, ditengah mabuknya Hyde dapat menatap sesosok pemuda manis yang mungkin 6 tahun berbeda dengan umurnya, dengan kesadaran yang tinggal setengah, ia mencoba mengajak ngpbrol pria di sebelahnya.

Tidak sulit bagi Hyde ternyata untuk mengetahui pria tersebut, namanya Tetsu dan umurnya 17 Tahun, well walaupun wajahnya seperti pemuda berumur 14 tahun menurut Hyde.

"Nee Tetsu, aku rasa hujan tidak akan berhenti dalam waktu dekat, kau mau berteduh di apartementku?" Seru Hyde lirih, dikarnakan efek alkohol yang hampir menggerogoti tubuhnya.

Tetsu menoleh pada Hyde, kemudian menatap langit, setelah menimbang nimbang ia rasa lebih baik ia ikut dengan Hyde, daripada terus berdiam diri di pinggir taman, jujur ia tidak kuat dingin, dan udara disini mulai dingin, ditambah lagi sekarang bulan Januari, udara seperti sedingin es.

"Boleh.. kalaupun itu tidak merepotkanmu Haido-san" ucap Tetsu sambil tersenyum pelan, pipi Hyde yang memerah karna alkohol semakin memerah melihat senyum manis dari pemuda disebelahnya.

Dengan perlahan, Hyde menggenggam tangan Tetsu dan berlari menuju apartrmentnya. Tanpa sadar wajah Tetsu pun memerah merasakan jemari Hyde menggenggamnya.

***

Hyde menyalahkan lampu apartementnya lalu berjalan sempoyongan menuju kamarnya, whiskey yang ditegaknya ia taruh asal pada meja, sementara Tetsu menatap takjub pada apartement super besar dan megah itu, bahkan apartement Hyde jauh lebih besar dibanding rumahnya.

Tetsu memutuskan uktuk mengikuti Hyde yang berjalan dengan sempoyongan, Hyde yang tidak dapat menahan pusingnya jatuh terduduk di lantai kamar miliknya, Tetsu yang khawatir berlari menuju Hyde dan membantunya berdiri.

"Nee.. Haido san tidak apa apa?" Seru Tetsu membantu Hyde berjalan menuju kasur Hyde.

Tanpa Tetsu sadari Hyde mendorong tubuh Tetsu ke pinggir ranjang kemudian menindihnya hingga wajah mereka berdekatan sekali.

Hyde mendekatkan wajahnya pada wajah Tetsu yang mulai ketakutan, tangan kecil Tetsu berusaha untuk mendorong tubuh Hyde lebih jauh, namun Hyde mengambil langkah antisipasi dengan menahan kedua tangan Tetsu diatas kepalanya.

Kemudian Hyde mendekatkan bibirnya pada bibir mungil Tetsu, Tetsu dapat mencium bau alkohol dari mulut Hyde.

"Haido san kau sedang ma-hmppphh?!!"seru Tetsu terputus oleh serangan ciuman Hyde yang terus menerus, tak sampai situ Hyde menghisap dan menggigit gemas bibir Tetsu hingga mengeluarkan darah.

"Akh.. sa-mphhh!! Haido-san sudah... cukhuphmmmmh" seru Tetsu diantara ciuman ganas Hyde.

Bibir Hyde kemudian mengulum telinga dan leher Tetsu, sementara Tetsu mulai bergetar ketakutan, air mata tak henti hentinya keluar dari kedua belah mata Tetsu.

Sementara Hyde sama sekali tak bergeming, melucuti bahkan bisa dibilang mengoyakan semua pakaian yang dikenakan Tetsu, baakan kali ini ia mengikat tangan dan kaki Tetsu dengan gesper serta dasinya, dan menyumpal mulut Tetsu dengan dasi milik Tetsu.

Tetsu masih berusaha berteriak, menendang memukul dan apapun yang bisa menyadarkan Hyde, namun hasilnya nihil Hyde terlalu kuat dan terlalu mabuk untuk sadar, sekarang yang bisa dilakukan Tetsu adalah menangis dan memohon agar Hyde menghentikan aksinya.

Sementara Hyde semakin brutal, ia melebarkan paha Tetsu hingga lubang kecilnya terlihat dengan jelas, dijilatnya pelan lubng itu hingga membuat Tetsu mendesah tanpa sadar, terkekeh pelan Hyde menusukan lubang tersebut dengan lidahnya, membuat badan Tetsu menegang, merasakan sakit dan enak bersamaan.

"Tenang saja Tetsu, aku akan membuatmu merasa enak" seru Hyde mempersiapkan barangnya untuk memasuki lubang Tetsu.

Tetsu menggelengkan kepalanya kencang, air matanya turun dengan deras, berusaha melepaskan ikatan dari mulutnya, ia takut ia ingin teriak.

"MPPPHHHHHH!!" Teriak Tetsu yng tertahan karna mulurnya terkunci, air mata semakin banyak meluncur dari kedua belah matanya, ia merasakan milik Hyde tertanam di lubangnya, rasanya perih dan panas.

Hyde dengan brutal menusukan miliknya, senentara Tetsu tetap menangis, harga dirinya seperti direnggut paksa oleh orang yang baru dikenalnya.

***

Haido membuka matanya perlahan, kepalanya terasa sangat sakit, seluruh badanya juga tidak enak. Tiba- tiba ia mendengarkan isakan seseoramg, ditoelhnya pelan kepalanya, ia melihat sesosok pria yang dapat dilihat sangat 'mengenaskan'

Kaki tanganya terikat, mulutnya pun tertutup oleh dasi, ia dapat melihat bekas biru keunguan pada hampir setiap inchi dari tubuh pemuda tersebut, di pahanya juga terlihat cairan yang mengalir, bercampur dengan darah, membuat mahluk manis itu sangat menyedihkan.

Kemuadian Hyde menyadari bahwa tubuhnya sama nakednya dengan pria tersebut, seketika ingatanya terulang, ia mengingat bahwa nilainya turun dan ia kesal, kemudian mabuk dan berkenalan dengan pemuda bernama Tetsuya...

"Astaga apa yang aku lakukan?!" Seru Hyde panik, kemudian mendekati Tetsuya yang masih ketakutan.

Tetsu menggeleng gelengkan kepalanya melihat Hyde yang datang padanya, ia trauma, ia merasa sangat takut.

Dengan perlahan Hyde membuka ikatan yang ada di mulut Tetsu, sekali lagi ia dapat melihat mulut Tetsu yang sedikit robek, dan bergetar

"Kumohon.. ja-jangan lagi.. kumohon.." seru Tetsu bergetar tak berani menatap Hyde.

"Astaga Tetsuya.. maafkan aku.. aku tidak-" seru Hyde tertahan melihat tangan dan kaki Tetau yang sudah memutih karna ikatan yang sangat kencang.

Setelah berhasil melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Tetsu, dengan lemah Tetsu mendorong Hyde dan memungut pakaianya, Hyde dapat melihat samar samar cairan mengalir dari selangkangam Tetsu.

Tetsu memakai pakainya yang robek dan terkoyak dengan cepat dan berlari keluar dari apartememt hyde.

"Aku membencimu Haido san" seru Tetsu lalu menghilang dari balik pintu Apartement Hyde.

-bersambung-