Hyde membuka matanya perlahan, terlihat samar siluet seorang pemuda manis yang tertidur di sampingnya, membuat Hyde mengembangkan seulas senyum, melihat perut pemuda itu yang sedikit 'buncit' menambah senyuman manis di wajah Hyde. yap genap 3 bulan pria yang menyabet gelar sebagai 'istri' Hyde ini tinggal di Apartemenya, itu berarti usia kandungan sang 'istri' telah menginjak 5 bulan.
"Enghh"
Hyde menatap Tetsu yang mengerang, kemudia secara perlahan kelopak mata Tetsu terbuka, memperlihatkan kedua manik kembar berwarna coklat yang bening itu, seulas senyuman pun di kembangkan pria manis yang baru saja bangun itu.
"Ohayou Haido kun" serunya dengan suara yang sangat pelan dan manis di pikiran Hyde, secara perlahan Hyde mendekatkan bibirnya pada kening Tetsu dan mengecupnya perlahan "ohayou Tetchan" seru Hyde lembut, kemudian di dekatkanya bibir Hyde pada perut Tetsu yang mulai membesar, dan dikecupnya dengan lembut "ohayou sayang," seru Hyde mengajak ngobrol calon anak mereka.
Sontak saja perlakuan Hyde membuat Tetsu memerah, di sembunyikanya semu semu merah pada pipi putih Tetsu, Hyde terkekeh pelan dan mengusap rambut Tetsu yang mulai memanjang.
"Jangan lupa hari ini kita USG ya Tetchan" seru Hyde sembari turun dari kasurnya, "oh iya kau ingin makan apa? Biar aku yang masak sarapan" lanjut Hyde sembari menatap Tetsu lembut.
"Hmmm.. aku ingin puding" seru Tetsu sembari memainkan rambutnya, sementara Hyde menaikan alisnya san menatap bingung pada Tetsu. "Okey.. tapi kau harus makan sandwich dulu sebelumnya ya.. aku tidak mau kau dan bayi kita kekurangan gizi"seru Hyde terkekeh yang hanya dibalas Tetsu dengan memanyunkan bibirnya.
***
"Anakmu perempuan Haido" seru Yukkie sembari melepaskan alat alat USG dari perut Tetsu, "kondisi badanya lengkap, jantungnya juga berdetak dengan ritme yang baik, sampai saat ini kondisi anak kalian sehat" seru Yukkie sambil tersenyum kearah Hyde dan Tetsu.
Mata Tetsu mulai berkaca kaca, ia sangat bahagia mendengar perkataan Yukkie, sementara Hyde tersenyum dan mengecup puncuk kepala Tetsu dalam sembari merangkulnya, ia merasa sangat bahagia sekarang, seperti apa yang dinginkanya telah tercapai.
"Tetchan, ayo ikut aku, kau harus di suntik hormon agar badanmu cepat beradaptasi" seru Yukkie sembari memberikan kode untuk Tetsu agar mengikutinya.
Sementara itu Hyde memilih untuk duduk di kursi ruang tunggu yang di sediakan, sesaat sebelum Hyde menempelkan bokongnya, tiba tiba saja handphonya berdering, meminta untuk diangkat.
"Halo?"seru Hyde pelan
"Hidetooo kapan kau akan membawa Tetchan kesini?, usia kandunganya sudah lima bulan kan? Oh ayolah ibu sangat ingin bertemu denganya.." seru sang ibu tanpa sempat memberikan waktu untuk Hyde menjawabnya.
"Eh.. anu.. Tetsu.." seru Hyde gagap, ia belum mengatakan apa apa pada Tetsuya.
"Ada apa Hideto? Ibu tidak mau menunggu lagi, pokoknya hari ini ibu mau kalaian datang kerumah, ibu akan memasakan makanan untuk kalian, jangan lupa itu!" Seru sang bunda kemudian mematikan sambungan telepon pada Handphone Hyde, membuat Hyde tak bisa mengelak lagi.
Hyde hanya menghebuskan nafasnya pelan kemudian berlalu untuk menyusul Tetsu yang masih melakukan threatment dengan Yukkie.
***
"Nee.. Haido kun ada apa?" Seru Tetsu bingung melihat tingkah Hyde yang srdari tadi sangat aneh, ia hanya mengehelai nafas pelan kemudian melamun tak jelas, kadang mengacak acak rambutnya sendiri.
Hyde memandang Tetsu yang menatapnya dengan tatapan khawatir, kemudian seulas senyum diberikanya untuk Tetsu, menandakan bahwa ia tidak apa apa.
"Nee.. Tetchan, apakah kau keberatan jika nanti malam kita makan malam bersama di rumah orang tuaku.. mereka sangat ingin menemuimu" seru Hyde pelan.
Seketika wajah Tetsu memucat, membayangkan makan malam bersama keluarga Hyde membuatnya merasa sedikit takut, apalagi keluarga Hyde adalah keluarga pembisnis yang sangat terkenal, ia tak ingin mempermalukan Hyde di depan keluarganya.
"Tidak apa apa jika kau belum siap Tetsu, aku akan membicarakanya lagi dengan ibuku" seru Hyde sembari mengeluarkan Handphonenya, tiba tiba kedua tangan Tetsu menahan pergelangan tangan Hyde, kemudian seukir senyum manis menghiasi wajah Tetsu yang sedikit memerah.
"Tidak.. aku ingin pergi.. " setu Tetsu lembut "ta-tapi aku tidak tau harus mengenakan apa.." lanjut Tetsu sembari menundukkan kepalanya, membuat Hyde gemas akan kepolosan seorang Tetsunya.
"Tidak masalah kau mau pakai apa Tetchan, asalkan nyaman di tubuhmu saja, jika perlu kita bisa membeli baju baru untukmu sayang" seru Hyde merangkul Tetsu dalam pelukanya.
"E-eh.. jangan Haido kun, kau sudah membelikanku banyak baju.. aku - aku akan mencari baju dulu, lalu kita peegi ke rumah keluargamu oke?"seru Tetsu gelagapan dan berjalan menuju lemari pakaian yang tepat berada di kamar mereka, sementara Hyde masih mengembangkan senyumnya, ia sangat menyukai Tetsu, terutama hatinya yang polos dan lembut itu.
***
Hyde memelankan laju mobilnya pada salah satu rumah yang terdapat dalam komplek mewah, sementara itu mata Tetsu membesar, menatap seberapa besar rumah Hyde yang terpampang di depan.matanya, rasa segan kembali menyerangnya, bahkan kali ini ia merasa sedikit segan dengan ,hyde, betapa berbeda drajat meeka berdua.
Melihat Tetsu yang sedikit berbeda, Hyde mendekatkan wajahnya pada Tetsu, kemudian sebuah ciuman manis pun mendarat di bibir Tetsu.
"Aku mencintaimu, jangan berfikir macam macam ok?" Seru Hyde sembari kembali mengemudikan mobilnya, menuju lahan parkir yang berada di dalam rumah tersebut.
Sementara itu, Tetsu yang memerah berusaha menutupi wajahnya, terlihat helaian helaian rambut Tetsu yang memanjang menutupi sebagian wajahnya.
"Kita sampai Tetchan" seru Hyde sembari mematikan mesin mobilnya, dilihatnya Tetsu yang menundukkan kepalanya hingga untaian surai berwarna coklat itu jatuh menutupi sebagian wajahnya, dengan perlahan Hyde menyibakan helaian yang menutupi wajah Tetsu seraya menyelipkanya pada telinga Tetsu. "Jangan tutupi wajah manismu ini Tetchan" seru Hyde seraya tertawa pelan.
Wajah Tetsu kembali memerah, "ha-haido ku.."serunya seraya memukul pelan tangan Hyde. Hyde tersenyum dan keluar dari mobilnya, kemudian membukakan pintu untuk Tetsu. "Kau siap sayang?"seru Hyde sambil membantu Tetsu turun dan berjalan menuju pintu rumah keluarga Hyde yang bersa dan kokoh.
Terlihat terusan Tetsu yang sepanjang lutut bergerak gerak seiring dengan Tetsu yang berjalan, ia juga mengenakan jaket Hyde yang sedikit lebih besar darinya, yang membuat dirinya terlihat sangat imut .
"Ibu aku pulang.."
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar