-TETSU SIDE-
Langit bersinar cerah di kota Tokyo, matahari menyembul malu malu menandakan awal musim semi telah tiba, ini juga menandakan bahwa semester baru telah dimulai.
Tetsu menatap dari balik jendela kelasnya, sekumpulan anak anak berpakaian hitam berlarian pulang ke rumahnya, beberapa anak di kelasnya pun sudah mulai berkemas, sesaat lalu mereka baru saja menyelesaikan upacara pelepasan siswa kelas 3.
"Tetchan? Kau mau ikut kami makan makan" seru salah satu pemuda dari gerombolan sambil menatap Tetsu yang dari tadi hanya termenung di jendela.
Tetsu menoleh kepada kumpulan pria tersebut dan membetikan senyum kecilnya, menggeleng perlahan, menandakan bahwa ia tidak dapat ikut.
Kumpulan pemuda itu hanya mengangguk dan melambaikan tangan pada Tetsu, sementara Tetsu mulai berkemas dan pulang menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah Tetsu langsung menuju kamarnya, mebahkan dirinya pada kasur empuk, menatap nanar pada langit langit kamarnya.
Tiba tiba Tetsu mencengkram perutnya kuat, rasanya sakit sekali, ia juga merasa mual yang amat sangat, dengan terpogoh pogoh ia memuntahkan semua makan siangnya ke dalam wastafel, kemudian mencuci wajahnya, sudah dari 2 bulan yang lalu ia mengalami kejadian tersebut, tepatnya seminggu semenjak dia...
Tetsu menggelengkan kepalanya cepat, ia tidak mau mengingat peristiwa itu lagi, peristiwa dimana harga dirinya telah direnggut paksa.
"Mungkin aku harus periksa ke dokter.." desah Tetsu pelan, akhirnya ia mengambil jaketnya dan berjalan menuju rumah sakit.
***
Tetsu terdiam di lorong rumah sakit, penjelasan dokter rasanya seperti masih terngiang di telinga Tetsu, badanya terasa sangat kaku, ia masih tak percaya apa yang diucapkan oleh dokter barusan.
"Saya menyatakan anda hamil" seru Dokter sambil menatap Tetsu dalam
"Ta-tapi bagaimana bisa?, saya laki - laki dok?!" seru Tetsu tak percaya ada pernyataan Dokter tersebut.
"Anda hemaprodit Tetsuya san, saya sempat meronsen tubuh anda" seru Dokter tersebut sambil menunjukan ronsen pada bagian perut milik Tetsu "tubuh anda sedikit berbeda, anda memiliki dua jalur di dalam anus anda, ada jalur pencernaan dan jalur menuju vagina" lanjut Dokter tersebut sambil menunjuk gambar pada Tetsu, sementara Tetsu hanya dapat menatap takut pada hasil ronsen tersebut.
Tetsu mendesah pelan, "bagaimana aku memberitahu keluargaku.." Serunya lirih.
***
Tetsu melemparkan map tersebut ke kasurnya hingga beberapa document menyembul keluar, ia sudah memutuskan untuk tidak memberitahukanya dulu kepada orang tuanya, mereka tidka akan suka ini, terlebih lagi ibu tirinya.
Akhirnya ia memutuskan untuk keluar, memutuskan untuk jalan - jalan sebentar, Tetsu lupa untuk menyimpan map tersebut.
Tetsu berjalan di sekitar rumahnya, memegangi perut yang kini terisi oleh janin, kalau sampai orang tuanya tau, mungkin ia dipaksa untuk menggugurkan perutnya, namun ia tidak bisa, ia sudah terlanjur sayang pada calon bayinya.
Sementara itu, ibu Tetsu masuk ke kamar Tetsu, berniat membereskan kamar anak tirinya itu, tidak sengaja matanya menatap pada map yg sedikit tercerai isinya, dikumpulkanya document document tersebut dan dibacanya dengan seksama, mata wanita itu membesar sesaat, kemudian sebuah senyum licik terlukis di bibir merahnya.
"Ayah.. kau harus melihat ini" seru wanita itu sambil menyunggingkan senyum liciknya lebih dalam
***
Tetsu kembali berjalan menuju pekarangan rumahnya, tidak seperti biasanya kedua orang tua Tetsuya berkumpul di ruang tamu mereka.
"Ini apa Tetsuya?" Seru sang ayah, menunjukan map coklat dengan wajah merah padam.
Mata Tetsu membulat seketika, badanya bergetar halus, ayahnya sudah sangat marah kali ini "itu...." seru Tetsu menggantung
"BAGAIMANA BISA KAU MELAKUKAN INI TETSUYA? KAU MENGHANCURKAN MARTABAT KELUARGA KITA" seru Sang Ayah setengah berteriak pada Tetsu yang semakin membuat Tetsu bergetar.
"Tenang sayang, kau ingat kan ibunya.. ia seorang pelacur, pastinya dia pun tertarik dan menjadi pelacur, lebih baik kita mengusirnya, daripada mempermalukan keluarga kita lagi" seru wanita itu sambil berusaha mengompori ayah Tetsu.
"Ibuku dan aku bukan Pelacu-" seru Tetsu berusaha membela diri
"DIAM KAU! SEKARANG KELUAR DARI RUMAHKU! AKU TIDAK MAU RUMAHKU DIINJAK?OLEH SEORANG PELACUR" seru sang Ayah menggebrak meja, membuat Tetsu bergetar lagi.
"Tapi ayah aku aku-" seru Tetsu terputus.
"KELUAR SEKARANG PELACUR!" Seru sang ayah marah sambil berdiri dan menuju kearah Tetsu
Srakkk
Ayah Tetsu melemparkan map sta document documentnya kearah Tetsu, membuat isinya berhamburan, Tetsu menatap nanar ayahnya dan memungut kertas kertas document yang berjatuhan, matanya sudah dibasahi oleh air mata, setelah mengumpulkan document yang berserakan, ia berjalan keluar dengan air mata yang semakin banyak turun.
"Aku harus kemana..." seru Tetsu kirih sambil terus mengusap air matanya yang berjatuhan.
-bersambung-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar