Selasa, 22 Desember 2015

Sunshine became you

Hyde menatap kesal kearah langit yan menurunkan air hujan, tidak besar memang, namun dengan kondisinya yang stress dan mabuk membuatnya berfikir dua kali untuk menerobos hujan tersebut, ia tidak mau sakit dan membuat nilainya turun lagi.. walau hanya sedikit.

Hyde kembali menghembuskan nafasnya dengan berat, Sepertinya hujan tidak akan berhenti dalam waktu yaang cepat, menoleh pelan, ditengah mabuknya Hyde dapat menatap sesosok pemuda manis yang mungkin 6 tahun berbeda dengan umurnya, dengan kesadaran yang tinggal setengah, ia mencoba mengajak ngpbrol pria di sebelahnya.

Tidak sulit bagi Hyde ternyata untuk mengetahui pria tersebut, namanya Tetsu dan umurnya 17 Tahun, well walaupun wajahnya seperti pemuda berumur 14 tahun menurut Hyde.

"Nee Tetsu, aku rasa hujan tidak akan berhenti dalam waktu dekat, kau mau berteduh di apartementku?" Seru Hyde lirih, dikarnakan efek alkohol yang hampir menggerogoti tubuhnya.

Tetsu menoleh pada Hyde, kemudian menatap langit, setelah menimbang nimbang ia rasa lebih baik ia ikut dengan Hyde, daripada terus berdiam diri di pinggir taman, jujur ia tidak kuat dingin, dan udara disini mulai dingin, ditambah lagi sekarang bulan Januari, udara seperti sedingin es.

"Boleh.. kalaupun itu tidak merepotkanmu Haido-san" ucap Tetsu sambil tersenyum pelan, pipi Hyde yang memerah karna alkohol semakin memerah melihat senyum manis dari pemuda disebelahnya.

Dengan perlahan, Hyde menggenggam tangan Tetsu dan berlari menuju apartrmentnya. Tanpa sadar wajah Tetsu pun memerah merasakan jemari Hyde menggenggamnya.

***

Hyde menyalahkan lampu apartementnya lalu berjalan sempoyongan menuju kamarnya, whiskey yang ditegaknya ia taruh asal pada meja, sementara Tetsu menatap takjub pada apartement super besar dan megah itu, bahkan apartement Hyde jauh lebih besar dibanding rumahnya.

Tetsu memutuskan uktuk mengikuti Hyde yang berjalan dengan sempoyongan, Hyde yang tidak dapat menahan pusingnya jatuh terduduk di lantai kamar miliknya, Tetsu yang khawatir berlari menuju Hyde dan membantunya berdiri.

"Nee.. Haido san tidak apa apa?" Seru Tetsu membantu Hyde berjalan menuju kasur Hyde.

Tanpa Tetsu sadari Hyde mendorong tubuh Tetsu ke pinggir ranjang kemudian menindihnya hingga wajah mereka berdekatan sekali.

Hyde mendekatkan wajahnya pada wajah Tetsu yang mulai ketakutan, tangan kecil Tetsu berusaha untuk mendorong tubuh Hyde lebih jauh, namun Hyde mengambil langkah antisipasi dengan menahan kedua tangan Tetsu diatas kepalanya.

Kemudian Hyde mendekatkan bibirnya pada bibir mungil Tetsu, Tetsu dapat mencium bau alkohol dari mulut Hyde.

"Haido san kau sedang ma-hmppphh?!!"seru Tetsu terputus oleh serangan ciuman Hyde yang terus menerus, tak sampai situ Hyde menghisap dan menggigit gemas bibir Tetsu hingga mengeluarkan darah.

"Akh.. sa-mphhh!! Haido-san sudah... cukhuphmmmmh" seru Tetsu diantara ciuman ganas Hyde.

Bibir Hyde kemudian mengulum telinga dan leher Tetsu, sementara Tetsu mulai bergetar ketakutan, air mata tak henti hentinya keluar dari kedua belah mata Tetsu.

Sementara Hyde sama sekali tak bergeming, melucuti bahkan bisa dibilang mengoyakan semua pakaian yang dikenakan Tetsu, baakan kali ini ia mengikat tangan dan kaki Tetsu dengan gesper serta dasinya, dan menyumpal mulut Tetsu dengan dasi milik Tetsu.

Tetsu masih berusaha berteriak, menendang memukul dan apapun yang bisa menyadarkan Hyde, namun hasilnya nihil Hyde terlalu kuat dan terlalu mabuk untuk sadar, sekarang yang bisa dilakukan Tetsu adalah menangis dan memohon agar Hyde menghentikan aksinya.

Sementara Hyde semakin brutal, ia melebarkan paha Tetsu hingga lubang kecilnya terlihat dengan jelas, dijilatnya pelan lubng itu hingga membuat Tetsu mendesah tanpa sadar, terkekeh pelan Hyde menusukan lubang tersebut dengan lidahnya, membuat badan Tetsu menegang, merasakan sakit dan enak bersamaan.

"Tenang saja Tetsu, aku akan membuatmu merasa enak" seru Hyde mempersiapkan barangnya untuk memasuki lubang Tetsu.

Tetsu menggelengkan kepalanya kencang, air matanya turun dengan deras, berusaha melepaskan ikatan dari mulutnya, ia takut ia ingin teriak.

"MPPPHHHHHH!!" Teriak Tetsu yng tertahan karna mulurnya terkunci, air mata semakin banyak meluncur dari kedua belah matanya, ia merasakan milik Hyde tertanam di lubangnya, rasanya perih dan panas.

Hyde dengan brutal menusukan miliknya, senentara Tetsu tetap menangis, harga dirinya seperti direnggut paksa oleh orang yang baru dikenalnya.

***

Haido membuka matanya perlahan, kepalanya terasa sangat sakit, seluruh badanya juga tidak enak. Tiba- tiba ia mendengarkan isakan seseoramg, ditoelhnya pelan kepalanya, ia melihat sesosok pria yang dapat dilihat sangat 'mengenaskan'

Kaki tanganya terikat, mulutnya pun tertutup oleh dasi, ia dapat melihat bekas biru keunguan pada hampir setiap inchi dari tubuh pemuda tersebut, di pahanya juga terlihat cairan yang mengalir, bercampur dengan darah, membuat mahluk manis itu sangat menyedihkan.

Kemuadian Hyde menyadari bahwa tubuhnya sama nakednya dengan pria tersebut, seketika ingatanya terulang, ia mengingat bahwa nilainya turun dan ia kesal, kemudian mabuk dan berkenalan dengan pemuda bernama Tetsuya...

"Astaga apa yang aku lakukan?!" Seru Hyde panik, kemudian mendekati Tetsuya yang masih ketakutan.

Tetsu menggeleng gelengkan kepalanya melihat Hyde yang datang padanya, ia trauma, ia merasa sangat takut.

Dengan perlahan Hyde membuka ikatan yang ada di mulut Tetsu, sekali lagi ia dapat melihat mulut Tetsu yang sedikit robek, dan bergetar

"Kumohon.. ja-jangan lagi.. kumohon.." seru Tetsu bergetar tak berani menatap Hyde.

"Astaga Tetsuya.. maafkan aku.. aku tidak-" seru Hyde tertahan melihat tangan dan kaki Tetau yang sudah memutih karna ikatan yang sangat kencang.

Setelah berhasil melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Tetsu, dengan lemah Tetsu mendorong Hyde dan memungut pakaianya, Hyde dapat melihat samar samar cairan mengalir dari selangkangam Tetsu.

Tetsu memakai pakainya yang robek dan terkoyak dengan cepat dan berlari keluar dari apartememt hyde.

"Aku membencimu Haido san" seru Tetsu lalu menghilang dari balik pintu Apartement Hyde.

-bersambung-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar