Senin, 28 Desember 2015

sunshine became you Chap 6

"Ibu aku pulang.."

Seorang wanita tengah baya yang sedang membaca majalah di sofa sontak bangun dari duduknya, terlihat sang suami yang menatapnya bingung, sesaat kemudain sang wanita bergegas menuju ke pintu rumah, ia sangat yakin bahwa anak laki lakinya telah pulang.

Dibukanya pintu itu perlahan, terlihat siluet sang anak mengenakan setelan kaos putih dan celana jeans hitam, namun yang menjadi perhatianya adalah sesosok lelaki berparas manis yang kini berada di sebelah anak lelakinya  terlihat ia mengenakan terusan berawarna putih dengan jaket kulit yang sedikit kebesaran di badanya, tak lupa dengan perutnya yang sedikit menyembul dibalik terusanya itu, terlihat sekali bahwa ia sedang hamil.

Tetsu memandang kearah ibunda Hyde dengan gugup, kegugupanya bertambah saat ia di lihat dengan seksama dari atas hingga bawah, akhirnya Tetsu memberikan senyum kaku pada sang ibunda.

"Wahhh Tetchan kau manis sekalii, aku ingin memelukmuuu.. " seru sang bunda sembari memeluk Tetsu.

Sementara Tetsu  menerima pelukan dengan canggung, Hyde hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Ayo masuk Tetchan, ibu sudah memasak banyak untuk kalian" seru sang bunda bahagia sembari menggandeng tangan Tetsu, sementara Hyde di tinggalkan di pintu masuk oleh sang bunda.

***

"Jadi Tetsuya, kau tidak keberatan kan dengan ini?" Seru Ayah Hyde memandang Tetsu lembut.

Wajah Tetsu memerah melihat ayah ibu dan Hyde yang sedari tadi menatapnya. "A-aku mencintai Haido kun.." seru Tetsu kemudian tersenyum manis kearah keluarga tersebut.

Kedua orang tua Hyde tersenyum lega, namun berbeda dengan Hyde, pipinya entah kenapa bersemu saat Tetsu mengatakan hal tersebut dengan senyuman yang sangat tulus.

"Tidak usah tegang seperti itu Tetchan, kami sudah menganggapmu bagian dari keluarga kami" seru sang bunda  sembari menatap Tetsu lembut

Tetsu menatap nanar kedua orang tua Hyde yang menyambutnya hangat, bahkan lebih hangat dibandingkan keluarganya dulu.

"Terima kasih paman.. bibi.." seru Tetsu sambil menunduk, menunjukan rasa hormat kepada kedua orang mertuanya itu.

"Panggil ibu dan ayah saja ok?" Seru sang Ayah yang akhirnya bersua, Tetsu hanya bisa membalasnya dengan senyum bahagia.

***

"Ayah , ibu kami pulang dulu"seru Hyde dan Tetsu tepat di teras rumah.

"Ibu ingin kalian tinggal disini.."seru sang bunda dengan tatapan memohon pada mereka.

"Kami ingin mencoba hidup mandiri bu..."seru Hyde sembari merangkul Tetsu yang ada disebelahnya.

Akhirnya setelah perdebatan kecil Hyde dan Tetsu memasuki mobilnya, melaju menuju apartement mereka.

Sementara itu sang bunda menatap kepergian mereka sembari mengegrutkan dahinya.

"Ada apa?" Tanya pria yang berada di sebelah sang wanita, menatap bingung melihat istrinya menatap lekat pada mobil Hyde yang semakin melaju jauh. 

"Entahlah.. saat aku melihat Tetchan, aku teringat seseorang pah..." seru sang Ibunda

"Mungkin hanya perasaan ibu saja" seru sang ayah kemudian berlalu meninggalkan wanita yang masih terpaku di pintu teras rumahnya.

Tidak, Ibu Hyde merasa sangat mengenal Tetsu, terlebih lagi saat ia tersenyum, benar benar mengingatkanya pada..

"Akhh" seru sang bunda, kemudian berlari menuju tempat dimana album album fotonya tersimpan
***

"Sudah kubilang kan mereka baik, jd tidak perlu pake acara pucat lagi jika bertemu mereka" seru Hyde sembari terkekeh meningat betapa pucatnya Tetsu tadi.

"Iya Haido kun, mereka sangat baik sekali" seru Tetsu bersemu, namun tiba tiba wajahnya menjadi sangat sedih.

"Ada apa Tetchan?"seru Hyde khawatir melihat wajah Tetsu yang tiba tiba murung.

"Entahlah.. tapi.. saat aku bersama keluargaku.. rasanya tidak seperti itu.. rasanya dingin dan hampa"seru Tetsu bergetar kemudian setetes air mata berhasil keluar dari matanya, membasahi pipinya yang putih.

"Hey.."seru Hyde sembari menghapus air mata yang jatuh ke pipi Tetsu. "Tidak masalah.. sekarang kau punya mereka, punya aku.. dan bayi ini" seru Hyde sembari mengelus perut Tetsu pelan.

"Kau benar Haido kun" seru Tetsu sembari tersenyum manis, "aku memiliki kalian.. dan bayi ini" seru Tetsu mengelus perutnya pelan.

"Akhh.." seru Tetsu kesakitan sembari memegangi perutnya.

"Kau tidak apa apa Tetchan? Apa kau butuh ke rumah sakit? Atau aku panggilkan Yukkie ya?" Seru Hyde panik sembari memandang Tetsu khawatir.

"Tidak apa apa Haido kun, tadi dia menendang terlalu kencang, aku sampai kaget" seru Tetsu mengelus perutnya sendiri.

Hyde menghelai nafas lega kemudian mengelus perut Tetsu pelan, "jangan nakal ya sayang, ayah tak tega melihat ibumu kesakitan" seru Hyde.

"Ha-haido!" Seru Tetsu memerah.

Bersambung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar