"Jadi, persamaan kuadrat akar x sama dengan.."
Hyde menatap malas dosennya yang tengah mengajarkan materi integral, di tatapnya sekilas dosen yang masih sibuk bercuap cuap, kemudian matanya menatap teman teman kampusnya yang sibuk mendengarkan, mencatat dan beberapa tidur atau memainkan hpnya, yah well kelas siang memang banyak menyita konsentrasi dibandingkan kelas pagi.
Mata Hyde kembali menatap dosennya, namun pikirannya tidak bersama tubuhnya, entah kenapa ia memikirkan laki - laki yang 2 bulan lalu ia tiduri, well sebenarnya itu adalah accident, namun entah kenapa sosok pria manis itu terbayang di benak Hyde, bagaimana ia tersenyum, pipinya yang memerah, kulit putihnya, wajah manisnya..
"Takarai san!"
Hyde terlonjak kaget mendengar suara dosennya yang memanggil dia, kemudian ia menatap dosennya sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal dan memberikan kode 'maaf'.
Sang dosen hanya menggelengkan kepalanya saja, kemudian memberi isyarat untuk Hyde agar maju kedepan, Hyde hanya menatap dosen tersebut dan kemudian berdiri, menuju kearah papan tulis.
"Kerjakan ini Takarai san"
Hyde dengan perlahan mengambil spidol yang ada di sebelahnya, menatap kembali deretan huruf dan angka soal integral itu, ia memang tidak mendengarkan penjelasan dari sang dosen, tapi ia sangat mengerti materi ini, dulu saat ia sekolah di luar negeri, materi ini telah dipelajari saat dia SMA.
Perlahan ia menuliskan deretan angka, bahkan tanpa menggunakan kalkulator hingga memenuhi hampir setengah papan tulis dan kembali menyimpan spidolnya.
Sang Dosen hanya menatap takjub pada Hyde, ia memang terkenal dengan murid yang jenius dan sangat ramah orang tuanya juga adalah pembisnis yang sangat terkenal, bahkan hampir menyumbangkan setengah dari pembangunan Universitas ini.
Oleh karna itu Hyde sangat di hormati..
Hyde keluar dari universitasnya, masuk ke dalam mobil hitam yang ia bawa, rencana hari ini adalah tidur, tidur, dan tidur, namun tidak bisa, ayah dan ibunya memintanya untuk pulang hari ini.
***
"Mahh.. pah.. aku pulang"
Seorang wnaita dengan rambut digulung keatas menoleh pada Hyde, sebuah senyuman manis mengembang di bibirnya yang merah, sedetik kemudian, wanita itu menghamburkan pelukannya pada Hyde yang masih berdiri di depan pintu.
"Mamah merindukanmu Hideto" seru wanita setengah baya yang masih terlihat cantik itu.
"Oh ayolah mah.. kemarin aku baru saja kemari" seru Hyde pada ibunya sambil memutar bola matanya.
Sang ibu mengerucutkan bibirnya, "kau kenapa dingin sekali pada ibumu sendiri" serunya sedikit merajuk, kemudian menggenggam tangan Hyde pelan, "ayo ke ruang keluarga, ada yang mau dibicarakan oleh ayahmu Hideto" seru sang bunda seraya menarik tangan Hyde.
Hyde dapat menatap pria ber jas yang kini membelakanginya, sebuah cerutu menghiasi bibirnya, Hyde dapat merasakan bahwa pembicarannya kali ini akan sangat serius, namun.. entahlah.
Sang pria membalikan badannya, terlihat senyum lembut menghiasi bibirnya yang masih tertempel cerutu.
"Duduklah Hideto" seru ayah Hyde.
Hyde menuruti perintah sang Ayah, ia duduk di salah satu sofa di ruang tersebut, ayah dan ibunya kemudian duduk tepat di seberang Hyde.
"Jadi begini Hideto, kami tau kau masih muda, namun kau harus segera memikirkannya.." seru sang ibunda lembut.
Hyde menatap bingung kearah kedua orang tua mereka, "ano.. ini tentang apa ya?"
"Kau tau kan, kami tidak muda lagi, dan kau harus segera melanjutkan pekerjaan kami, dan kau membutuhkan... keluarga" seru sang ayah.
Hyde mendelik kearah ayahnya, tidak menyangka sang ayah akan membahas soal pernikahan.
"Tapi umurku baru 22 tahun ayah.." seru Hyde semakin merasa tertekan.
"Kami tau itu.. namun sebentar lagi kau akan lulus dari universitas dan menggantikan ayah, kau harus segera mencari pasanganmu Hideto" seru sang bunda menatap dalam
Hyde kembali memikirkan perkataan sang bunda, ia memang dekat dengan banyak wanita, namun ia sama sekali tidak tertarik dengan mereka.
Yang telah merebut hatinya adalah...
"Tidak perlu terlalu terburu buru Hideto, kami tidak memaksamu untuk mendapatkannya sekarang, tapi kami sudah memiliki beberapa calon untukmu" seru sang ayah sambil memberikan beberpa foto wanita pada Hyde "semuanya adalah anak sahabat ayah, kalau kau merasa ada yang cocok, langung saja tanyakan pada ayah ya.."seru Hyde.
"Baik ayah" seru Hyde sambil mengambil beberapa foo yang diberikan ayahnya.
***
Hyde menatap nanar foto foto yang diberikan oleh ayahnya, semuanya telah ia lihat, namun hasilnya nihil, tidak ada yang membekas dihatinya. Jujur saja sekarang hatinya telah diambil oleh satu orang... oleh Tetsuya..
Ting tong
Hyde menoleh kearah pintu apartementnya, tidak biasanya ada yang bertamu ke Apartemennya, di waktu malam pula. Dengan perlahan disimpan kembali kumpulan foto tersebut, dan dimasukannya ke laci mejanya, kemudian Hyde kembali berjalan menuju pintu Apartementnnya.
Cklek
Mata Hyde menatap nanar pada sosok yang kini di depanya, hatinya makin tertusuk melihat orang itu kini menangis sambil memegangi map berwarna coklat
"Tetsuya...?" Seru Hyde panik
-bersambung-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar