Kamis, 24 Desember 2015

sunshine became you Chap 3

"Ayo masuk.." seru Hyde lirih seraya melebarkan pintu apartmentnya, Tetsu menurutinya, ia berjalan dengan perlahan menuju meja meja makan yang ada di ruangan tersebut.

"Ada apa Tetsu?" Seru Hyde takut takut, ia masih merasa bersalah atas peristiwa yang terjadi 2 bulan lalu.

Tetsu hanya dapat menatap Hyde dengan pandangan nanarnya, air mata tak henti hentinya jatuh membasahi pipinya, tanganya yang bergetar perlahan lahan memberikan sebuah map berwarna coklat yang sedari tadi berada dalam pelukanya.

Hyde menerima map berwarna coklat tersebut dan membukanya perlahan, dibacanya kumpulan kertas yang berada dalam map tersebut, tiba tiba tubuhnya tersentak, matanya membulat dengan sempurna, seakan tak percaya atas apa yang tertera pada kertas itu.

"Tetsu kau... kau.." seru Hyde tertahan

"Iya... aku hamil Haido san .." seru Tetsu menundukan kepalanya.

"Bagaimana dengan orang tuamu Tetsu.." seru Hyde lirih, berusaha agar Tetsu tidak bersedih.

Mata Tetsu menatap nanar kepada Hyde, kemudin sedikit demi sedikit tetesan air mata jatuh dan meluncur dari pipi Tetsu.

"Me-mereka.. mengusirku Haido san..Aku tidak punya keluarga lagi hiks... Haido san .. kau jahat.."

entah apa yang dipikirkan Hyde, namun tiba tiba Kedua tanganya dengan sigap melingkar ke tubuh Tetsu yang lemah, mendekapnya erat. Tetsu yang kaget awalnya hendak memberontak, namun terhenti saat Hyde mendekatkan bibirnya pada telinga  Tetsu

"Aku tidak akan menyakitimu... tinggaln bersamaku Tetsu.. maafkan aku.." seru Hyde lirih.

"Lepaskan aku Haido san.. aku tidak ingin disentuh olehmu." Seru Tetsu berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Hyde, namun dekapan Hyde semakin erat.

"Hiks..kau jahat Haido-san..kau menghancurkan hidupku...jika saja aku tidak bertemu denganmu..mungkin sekarang aku masih berada dalam keluargaku.. Tapi aku juga tidak mau kehilangan anak ini..aku mencintainya, aku sangat ingin memilikinya.. Sekarang hanya dia keluargaku.. Tolong jangan kau rusak lagi kehidupanku..hiks..jahat.." seru Tetsu yang akhirnya menangis didada Hyde.

"Maafkan aku.. kumohon maafkan aku Tetsuya..."seru Hyde sambil mengecup puncuk kepala Tetsu

"Ughh.. "seru Tetsu yabg tiba tiba memegangi perutnya erat kemudian jatuh pingsan dalam pelukan Hyde, Hyde yang panik melihat Tetsu tak bergerak semakin panik melihat darah yang menyembul dibalik celana jeans Tetsu.

Dengan sigap digendongnya Tetsu yang pucat menuju mobil Hyde, sekarang hanya satu tujuan Hyde.

Rumah sakit.

***

Hyde mengendarai mobilnya cepat sembari melihat Tetsu yang masih dalam keadaan pucat, kemudian dengan cepat dirogoh Hp yang berada di kantung jeans Hyde, mencari salah satu nama dari deretan kontak tersebut dan menekan tombol call.

"Hallo Yukkie, kau di rumah sakit kan? Aku menuju kesana sekarang! aku perlu bantuanmu" seru Hyde panik.

****

Yukkie menatap dalam Hyde yang menatapnya dengan panik. "Apa yang kau lakukan Haido.. bisa membuatnya hamil seperti itu?"seru Yukkie menggelengkan kepalanya.

Hyde hanya menundukan kepalanya "insiden.." serunya lirih.

Yukkie memijat pelipisnya yang mendadak sakit melihat tingkah sahabatnya ini, "apa orang tua mu tau?" Tanya Yukkie

Hyde hanya menggelengkan kepalanya membuat Yukkie semakin gemas pada pria di depanya.

"Well apapun itu Haido, kasus seperti ini belum pernah kutangani, menemukan manusia hemaprodit. karna dia masih muda jangan pernah membuatnya stress, kontraksi di perutnya akan semakin parah dan membuat luka, kondisi janinya dalam keadaan baik, aku akan memberikan beberapa obat untung menunjangnya dan dia harus di suntik hormon beberapa bulan sekali, sebaiknya beri tau orang tuamu Haido" seru Yukkie menjelaskan sambil memberikan beberapa macam obat pada Hyde.

"Terima kasih Yukkie" Seru Hyde lirih.

Yukkie memberikan senyumnya pada Hyde dan meninggalkan Hyde dan Tetsu berdua dalam ruangan tersebut, Tetsu sudah diberikan suntikan penenang dan beberapa obat, sekarang ia hanya perlu istirahat.

Hyde menatap Tetsu yang masih tertidur, raut wajahnya lebih tenang dan tidak pucat lagi, diam diam Hyde mengembangkan senyumnya melihat Tetsu yang amat manis ini.

Apakah aku harus menghubungi orang tuaku..

Hyde akhirnya menyalakan handphonenya, mencari nomor yang sudah sangat dihapalnya pada kontak telepon, hingga menemukan yang dicari, kemudian setelah menimbang nimbang, ia menekan tanda call, ia sudah siap menerima apapun yang terjadi, ia akan bertangung jawab atas apa yng tetjadi pada Tetsu.

"Hallo.. ayah.." seru Hyde lirih.

Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar