"aku mencintaimu Hyde.." lirih Tetsu serak, kemudian kembali menangis pelan, meluapkan segala perasaan hancurnya seiring dengan air mata yang turun.
Sabtu, 30 Januari 2016
Living In Your Eyes Chapter 5
"aku mencintaimu Hyde.." lirih Tetsu serak, kemudian kembali menangis pelan, meluapkan segala perasaan hancurnya seiring dengan air mata yang turun.
Jumat, 29 Januari 2016
Living in Your Eyes Chapter 4
terburu buru, Tetsu berlari keluar asramanya, bermaksud untuk mencari Hyde, boneka kelinci usang itu pun tak lepas dari genggamanya, jika benar dia Doihanya, pasti dia akan mengenal boneka kelinci ini
HAPPY BIRTHDAY MY GUARDIAN ANGEL
Eto... sebenernya udah janji sama jenk gaakan nulis Fanfic lain dulu, sebelum fanfic ku yang series kelar, tapi karna tidak tahan akhirnya aku nulis juga hahah...
HAPPY BIRTHDAY MY GUARDIAN ANGEL
P.s : aku mau sudut pandang Tetsu disini ya, dan ini tetep jadikan yaoi muahahaha *ketawa penuh arti*
***
"Maafkan aku Tetchann... aku janji tahun depan deh.." seru Hyde dari balik teleponnya, tanpa perlu dilihat aku dapat merasakan bahwa Hyde sangat menyesal.
"...." aku tidak berani berkomentar apapun, air mata sudah bersarang di kedua mataku, ini sudah ke 3 kalinya Hyde menjanjikan bahwa malam ulang tahunya akan bersamaku, namun sampai sekarang janji itu tidak pernah terpenuhi, tentu saja.. tentu saja alasannya kali ini adalah jadwal VAMPS yang bentrok dengan hari spesial untuknya (dan entah kenapa untukku juga)
"Kau sudah menjanjikan itu dari dulu Doiha.." seruku berusaha sedingin mungkin, namun tetap saja gagal, suaraku terdengar bergetar dari telepon tersebut. "a-aku membencimu" seruku parau sembari mematikan sambungan telepon. Aku tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari Hyde, karna penjelasannya selalu membuatku luluh.
"Brengsek" seruku lirih sembari menjatuhkan badanku pada kasur empuk, memeluk bantal dengan kuat, aku membiarkan air mataku jatuh membasahi bantal itu.
Sejujurnya diumurku dan umurnya yang sudah setua ini, tentu merajuk seperti ini tidaklah ada gunanya, toh walaupun aku bunuh diri sekalipun ia tidak akan tiba tiba berada di kamar apartemenku, jadwal VAMPS sudah tersusun rapih, sebenarnya aku tidak ingin menambah bebannya, namun... entah kenapa aku tidak bisa menahan sikap egoisku ini.
Aku tidak memperdulikan handphoneku yang terus berbunyi, aku tau ia menghubungiku, bermaksud meminta maaf dan memberikan untaian kata kata yang membuatku menangis haru dan memaafkannya, aku tidak mau semudah itu lagi jatuh dalam jeratanmu Hyde!
Kau brengsek Hyde... kau membuatku tidak bisa sedetik pun melupakanmu, kau brengsek Hyde.. kau membuatku jatuh dalam pelukanmu selama 20 tahun lebih, kau brengsek Hyde kau membuatku tak berdaya saat kau mencumbuku di kasur, kau brengsek Hyde, kau membuatku menjadi egois dan kekanak kanakan.. Kau berengsek Hyde.. kau membuatku melakukan hal konyol ini...
Yah.. hal konyol ini...
Aku berdiri lunglai di dalam airport Hokaido, aku memijit pelipisku yang panasnya sangat tidak normal , aku sadar aku terserang demam tinggi, dan sekarang, dengan baju tipis aku berjalan ke Hokaido, mencari mati? Ya Hyde aku rela mati untukmu.
Sejenak aku bisa membayangkan bagaimana raut terkejut dan khawatir darimu bila nanti aku sampai, seulas senyum tipis mengembang diwajahku, tidak sabar melihat wajahmu di depan mataku.
Ku pegang erat kue berukuran 14x14 cm ini, tidak besar memang, tapi aku yakin ini sangat berarti, aku membuat kue ini khusus untukmu, ya aku membuatnya sendiri (dengan bantuan Ayana chan tentunya) Ayana chan terlihat sangat bahagia saat aku meminta tolong padanya mengajariku membuat kue untukmu Hyde, kau pasti akan tertawa mendengar bahwa Ayana chan masih sangat bahagia jika mengetahui hubungan kita yang terus berlanjut ini.
Aku membuka pintu ruanganmu (dan KAZ) dengan lemah, aku dapat melihat raut wajah terkejutmu dan senyuman lembut KAZ saat aku masuk, seakan mengerti, KAZ segera keluar ruangan itu, memberikan privasi untukku dan Hyde.
Aku megenggam erat kue tersebut dan menyodorkannya padamu, aku dapat merasakan wajahku memanas, entah karena malu atau memang demamku yang masih tinggi ini.
Sesaat aku dapat melihatmu menatap nanar padaku, kemudian pandangannya terhadapku menjadi amarah (atau mungkin ke khawatiran)
"Tetchan apa yang kau lakukan!! Kau kan sedang demam tinggi" seru Hyde panik sembari memegang keningku pelan, raut wajahnya bertambah khawatir merasakan suhu panas yang sangat tidak wajar di kepalaku.
Aku menggelengkan kepalaku pelan, dan memberikan kue itu, "aku ingin merayakan malam ulang tahunmu bersamamu Doiha.." seruku parau.
Aku dapat melihat air mata yang menggenang di kelopak matanya, diambilnya kue yang ada di penganganku dan ditaruhnya di sebuah meja, kemudian ia menyelimutiku dengan mantel hangat miliknya dan menidurkanku di sofa.
"Kau istirahat disini, aku sebentar lagi tampil, aku janji setelah ini kita akan nerayakan ulang tahunku" bisiknya di telingaku kemudian mengecup bibirku pelan.
Aku hanya mengangguk lemah dan ia tersenyum, tersenyum seperti malaikat. Aku memandang punggungnya yang menjauh.. seperti menghayal bahwa dia memang memiliki sayap... sayap malaikat seperti tattonya.
Ia sengaja meredupkan lampu ruangan itu, membiarkanku istirahat di sofa dengan mantelnya, mantel yang masih mengeluarkan wangi khas Hyde (yang entah kenapa aku sangat menyukainya) , lama menunggu Hyde..akhirnya mataku terasa berat, aku dapat mendengar sayup sayup Hyde sedang menyanyikan sweet dream dari panggung, membuatku terlelap.
Alu tidak tau berapa jam aku terlelap, sayup sayup aku mendengar suara langkah kaki (yang aku yakin adalah kaki Hyde) ia menempelkan tanganya ke keningku lagi, kemudian menempelkan plester yang membuat kepalaku dingin dan nyaman, sesaat kemudian ia mengangkatku, aku tak sanggup lagi mempertahankan kesadaranku, dan akhirnya aku tertidur didekapannya.
Saat aku membuka mataku, aku sudah berada di kamar hotel dengan kau yang berada di sebelahku, memelukku erat, membuatku sangat nyaman.
Ku lirik jam di sebelahku, sudah menunjukkan 00.00 dengan perlahan aku memeluk badannya yang memelukku hingga ia terbangun, aku menatapnya dengan pandangan yang lebih segar dari sebelumnya, sepertinya ia berhasil merawatku hingga aku sembuh, atau aku demam karna aku rindu dengannya? Aku tidak tau yang mana, yang pasti aku mencintainya!
"Otanjoubi omedetou doiha chan" seruku padanya, ia tersenyum padaku pelan kemudian mengecup bibirku, dan memelukku erat (yang membuatku nyaman)
"Terima kasih" bisiknya lembut kemudian kembali mengecupku, merebahkan tubuhku pada kasur dan menindihku.
"Araaa... kau mau melakukan itu?!" Seruku panik merasakan tangannya mulai meraba badanku (yang baru sembuh itu)
"Habisnya kau terlalu menggoda sih Tetchan!" Seru Hyde sembari menenggelamkan kepalanya di perpotongan pundakku, membuatku mendesah nikmat.
Ya Hyde.. kau memang brengsek! Kau selalu menyangiku, membantuku, melindungiku dan merawatku, kau brengsek karna kau terlihat seperti malaikat, malaikat pelindungku!
Selamat ulang tahun Hyde... malaikat pelindungku...
Owari
Kamis, 28 Januari 2016
Living In Your Eyes chapter 3
dan entah angin dari mana Hyde mendekatkan wajahnya menuju wajah tenang Tetsu yang terlelap, dan dengan perlahan dikecupnya bibir kemerahan itu pelan.
"Oyasumi Tetsu" bisik Hyde pelan di telinga Tetsu
Living In Your Eyes chap 2
dengan perlahan Hyde mendekati sosok yang tengah tertidur itu, meneliti wajah , manis itu, jika mahluk itu memang Tetchanya, sekarang Tetchanya tumbuh menjadi laki laki yang sangat cantik dan membuat Hyde ingin melindunginya, entah mengapa..
Tetsu mengerjapkan matanya pelan saat merasakan seberkas sinar menerpa wajahnya, bersiap untuk bangun, namun tiba tiba Tetsu merasakan tubuhnya tertahan sesuatu, dengan perlahan Tetsu mencoba menengok ke sebelah kirinya.
"Astaga" Pekik Tetsu tertahan, ia mendapati dirinya dipeluk oleh laki laki yang menjadi teman satu kamarnya, pemuda yang bernama Haido itu masih terlelap dalam tidurnya, melingkari tubuh Tetsu dengan kedua tangan kekar milik Hyde, meniadakan jarang antara dirinya dan Hyde, Tetsu menatap lekat wajah Hyde dengan warna merah yang menjalar di seluruh mukanya.
benar benar wajah yang tampan...
Hyde menggeliatkan badanya, ia dapat merasakan seseorang tengah memandanya, dengan perlahan ia membuka matanya, butuh sekitar 3 detik untuk Hyde menyadari posisinya sekarang
-Ia tidur di kasur milik Tetsu plus memeluk si pemilik kasur-
Refleks Hyde melepaskan pelukanya pada Tubuh Tetsu, dan menatap si pemilik kasur yang wajahnya masih bersemu merah, mau tak mau Hyde ikutan bersemu "Itu ano.. bu-bukan seperti yang kau bayangkan Tetsu, aku.. euh.." seru Hyde gelagapan, ia tidak ingin imagenya buruk dimata Tetsu.
Tetsu tersenyum dan menatap Hyde lembut, "Aku mengerti Haido kun" serunya pelan.
Wajah Hyde kembali memerah saat Tetsu tersenyum padanya. jujur, ia sangat menyukai senyuman yang terbentuk pada wajah Tetsu, membuat hatinya hangat dan dadanya berdetak cepat namun rasanya menyenangkan, bukan menyesakkan.
"Ano.. Haido kun?" seru Tetsu bingung melihat Hyde hanya menatap diam kearahnya, jujur itu membuat Tetsu sedikit.. err.. gugup?
"Eh.. aku.. aku akan ke kamar mandi" seru Hyde salah tingkah, kemudian mengambil handuknya, sementara senyuman tak lepas lepasnya terukir dari wajah manis Tetsu
***
Ken menatap bingung pada sahabatnya yang sedari tadi hanya terbengong bengong, bahkan makan siangnya sama sekali tidak tersentuh.
"Nee Haido? ada apa? tidak biasanya kau seperti ini" Tanya Ken bingung, namun Hyde sama sekali tidak mersepon, kemudian Hyde menatap Yukkie dan Tetsu bergantian, keduanya hanya menggeleng bingung.
"Tetsu, apa yang kau lakukan sampai membuat Hyde seperti ini?" Tanya Ken menatap Tetsu dengan tatapan jahil
"TIDAK ADA" Seru Tetsu dan Hyde bersamaan, sedetik kemudian keduanya menutup mulutnya rapat rapat, membuat Ken tertawa puas.
"Sepertinya Hyde tak tahan untuk menyentuh Tetsu" lanjut Ken dengan nada jail yang semakin menjadi jadi.
"Ehh apakah itu benar Hyde, Tetsu?" Seru Yukkie tak percaya.
Wajah Tetsu bersemu mendengar ucapa Ken, entah kenapa ia membayangkan saat Hyde menyentuhnya, cepat cepat Tetsu menghapus kembali pikiran liarnya dan kemudian tertunduk.
"Yang benar saja kau Ken! aku..!! uhh aku ingin pergi!!" Seru Hyde kesal kemudian melangkah pergi, meninggalkan ketiga temanya di atap sekolah.
"Haido kun mau kemana?" seru Tetsu menatap punggung Hyde, namun tidak digubris sama sekali oleh Hyde, sementara itu Ken tertawa cekikian, Yukkie hanya menepuk bahu Tetsu pelan.
"tidak apa apa, dia memang sering seperti itu kok, apalagi kalau sudah diejek Ken" seru Yukkie sembari tersenyum kecil, Tetsu membalas senyum Yukkie dengan senyum manis miliknya.
***
Tetsu uring uringan di kasurnya, sudah pukul 6 sore dan Hyde belum kembali! perasaan Tetsu kembali tak menentu, apakah Hyde marah atas kejadian tadi pagi? apakah Hyde meminta pindah asrama pada Sura sensei? apakah Hyde membencinya? semua pikiran itu berkecamuk dalam pikiran Tetsu, membuat Tetsu lebih tidak bisa tenang dari sebelumnya, akhirnya dengan sekali gerakan Tetsu menyambar jaket putihnya dan bertekat untuk mencari Hyde dan meminta maaf.
langit sudah berubah orange saat Tetsu keluar dari asramanya, belum terlalu malam untuk pergi, lagi pula sekolah ini membebaskan murid muridnya untuk keluar dari asrama sampai pukul 10 malam, sebelum gerbang asrama dikunci.
Tetsu menyusuri pekarangan bunga dengan perlahan lahan, berharap bahwa dia dapat menemukan Hyde, namun hasilnya nihil, sekarang sudah menunjukan pukul 8 malam, udara juga sudah mulai mendingin, badan kecil Tetsu gemetar saat angin dingin menerpa tubuhnya.
"Heii bukankah itu murid pindahan yang dari Inggris?" seru seseorang dengan perawakan besar.
"Iya Nobu" seru seseorang yang berbadan sama besarnya dengan pria yang bernama nobu itu.
"Ternyata memang benar sangat manis" seru Nobu dengan senyum liciknya, "Minna.. sepertinya kita dapat mainan baru" seru Nobu menyeringai pada ke empat temanya, membuat 4 orang yang mengikutinya tersenyum licik pula.
Tetsu sudah hampir menyerah dan ingin pulang ke Asramanya sampai ia berpapasan dengan segerombolan anak yang tersenyum kepadanya.
"Hai, kau Tetsuya Ogawa ya?" seru salah satu anak tersebut. Tetsu menolehkan wajahnya pada gerombolan itu, kemudian tersenyum kecil dan mengangguk.
"Sedang apa kau disini Tetsu?" seru orang itu lagi, "ah aku lupa mengenalkan namaku, aku Nobu dari kelas 2-3" seru lelaki itu sembari memberikan tanganya pada Tetsu, "salam kenal Nobu kun" seru Tetsu menjabat tanganya dengan ramah.
""aku sedang mencari Haido, apakah kau melihatnya?" seru Tetsu sembari tetap mencari sosok Hyde dengan matanya.
Nobu dan keempat temanya saling menatap kemudian menyeringai, "tadi aku melihat Haido, mau kuantarkan?" seru Nobu merangkul bahu Tetsu, Tetsu menatap berbinar pada Nobu kemudian mengangguk setuju. "arigatou Nobu kun" seru Tetsu masih dengan senyum manisnya.
***
Hyde kembali ke kamar asramanya setelah seharian membolos dan bermain ke kota, 'sialan Tetsu, berani beraninya membuatku tidak bisa konsentrasi seperti ini' batin Hyde sembari membuka pintu asramanya.
"Tetsu,,?" seru Hyde mencari keberadaan Tetsu, namun hasilnya nihil,mengamati sekitar matanya bertabrakan dengan jam dinding, diliriknya jam yang menggantung di dinding itu, sudah menunjukan pukul 9.30 malam, dan Tetsu belum kembali! Hyde tau bahwa Tetsu bukanlah tipikal anak nakal, dan lagi perasaanya entah mengapa tidak enak. dengan gusar Hyde kembali keluar mencari keberadaan Tetsu.
****
"Nobu kun kita mau kemana?" tanya Tetsu sedikit bingung karna pemuda bernama Nobu itu setengah menyeretnya ke area gedung yang tidak terpakai, jujur saja perasaanya aga sedikit kurang nyaman saat itu
namun pemuda yang dipanngil Nobu itu tidak bereaksi, ia dan ke empat temanya semakin menyeret Tetsu masuk kedalam salah satu ruangan yang tidak terpakai itu.
merasakan bahaya,Tetsu berusaha untuk lepas dari cengkraman Nobu dan berlari, namun sayangnya Nobu berhasil mencengkram lengan tetsu dan melemparnya hingga terjerembab di lantai, "kalian, tahan dia!" seru Nobu pada keempat temanya, Tetsu semakin ketakutan dan berusaha berdiri, namun dalam sekali hentakan ia jatuh telentang, tangan dan kakinya dipegang oleh 2 orang yang bahkan Tetsu tidak tau siapa, sementara itu sisanya berusaha membuka baju yang dikenakan Tetsu.
"TO-TOLONG" jerit Tetsu sembari berusaha melepaskan tubuhnya dari orang orang yang kini melecehkanya.
***
Hyde berusaha mencari Tetsu dengan gusar, perasaanya semakin lama semakin tak nyaman, entah mengapa ia merasakan bahwa Tetsu dalam bahaya.
"Haido kau sedang apa?" tanya seorang dengan mata sayu dan bibir yang terlihat seperti burung hantu itu.
"Ah Kazu!" seru Hyde sedikit bahagia, "apakah kau melihat Tetsu" lanjut Hyde dengan wajahnya yang masih menampakan wajah gusarnya
"maksudmu anak baru itu? tadi aku melihatnya bersama Nobu dan teman temanya menuju aula lama" seru Kaz, mendadak badan Hyde bersiaga,ia tau betul bahwa Nobu adalah anak berandal di sekolah ini, dengan Tetsu yang polos itu, di aula lama yang tidak terpakai... perasaan Hyde semakin tidak nyaman
"Terima kasih Kazu, aku berhutang padamu" seru Hyde berlari secepat yang ia bisa menuju Aula tersebut.
***
Hyde sampai di pekarangan Aula tersebut, matanya masih mencari cari sosok Tetsu, Nobu atau ketiga temanya,jantungnya semakin berdetak tak nyaman mengingat Tetsu memiliki kemungkinan besar dalam bahaya.
entah mengapa Hyde sangat peduli dan mengkhawatirkan mahluk yang belum genap 2 hari mengenalnya itu, tapi entah bagaimana, rasanya Hyde sudah mengenal Tetsu sejak lama... seperti Tetsu adalah Tetchanya yang dulu.
"TO-TOLONG"
Hyde menoleh kaku, medengar suara yang tak asing baginya, itu adalah suara Tetsu! dengan gerakan cepat ia mendobrak pintu tersebut, memperlihatkan tubuh Tetsu yang tengah dijilat oleh laki laki yang bernama Nobu itu, pakaian Tetsu pun telah terkoyak di sebelahnya
"Ha-Haido" seru Tetsu lemah, air matanya terus mengalir dari mata indah itu, sekujur badanya memar, entah kissmark atau pukulan, badan kecil Tetsu pun bergetar ketakutan.
"Kurang ajar!" desis Hyde marah, kemudian dengan sekali gerakan ia dapat membantin Nobu dan menghajarnya beserta teman temanya yang telah melecehkan Tetsu dengan seenak jidatnya, setelah puas menghilangkan gigi geraham bajingan tersebut Hyde mendekati Tetsu yang masih bergetar.
"Tetsu kau tak apa apa?" tanya Hyde khawatir, ia memberikan jaket yang dikenakanya pada Tetsu, karna pakaian yang sebelumnya dikenakan Tetsu sudah tidak lagi layak pakai.
Tetsu mengangguk lemah, sebenarnya ia masih sedikit trauma dan takut, namun entah mengapa setelah Hyde menolongnya ia merasa lebih tenang.
Hyde yang melihat Tetsu masih bergetar akhirnya menggendong Tetsu pelan, awalnya Tetsu menolak dan bersikukuh bahwa ia bisa berjalan sendiri, namun melihat badan Tetsu yang bergetar hebat akhirnya Hyde memaksa untuk tetap menggendong Tetsu.
****
Hyde merebahkan Tetsu di kasurnya,membuat Tetsu merasa nyaman, kemudian ia memberikanya susu yang baru saja ia beli, bertujuan untuk menenangkan Tetsu, Tetsu hanya menerimanya dengan tangan yang bergetar dan mengucapkan terima kasih.
tiba tiba saja air mata Tetsu turun dengan derasnya, Hyde yang melihatnya menjadi sangat panik, ia berjalan mendekati Tetsu.
"Ada apa?" Tanya Hyde khawatir, ia merasa sedih melihat Tetsu yang terlihat sangat terpukul itu.
"Hiks... Hiks,,Haido kun.." isak Tetsu, kemudian sedetik berikutnya tubuh Tetsu menempel pada tubuh Hyde, tangan gemetar milik Tetsu melingkar di leher Hyde, kepalanya pun bersandar di dada Hyde, Hyde hanya bisa mengelus kepala Tetsu dengan canggung, "Tenanglah.. kau sudah aman Tetsu" seru Hyde berusaha menenangkan teman sekamarnya itu.
"Haido..aku..aku takut..hiks" seru Tets dengan suara yang masih gemetar, Hyde kemudian berinisiatif untuk mendekap Tetsu, membuatnya lebih tenang, perlahan lahan isakan Tetsu pun semakin mengecil sampai akhirnya sang pemilik suara jatuh tertidur.
Hyde tersenyum pelan,merebahkan tubuh Tetsu yang kelelahan ke kasur miliknya, kemudian menyelimuti mahluk itu pelan. Diusapnya air mata Tetsu yang masih tertinggal, entah mengapa hatinya bagai ter iris melihat Tetsu yang terpuruk itu, kemudian rasa itu berubah jadi marah, karna ada yang berani menyentuh Tetsu, "perasaan macam apa ini" desis Hyde bingung
dan entah angin dari mana Hyde mendekatkan wajahnya menuju wajah tenang Tetsu yang terlelap, dan dengan perlahn dikecupnya bibir kemerahan itu pelan.
"Oyasumi Tetsu" bisik Hyde pelan di telinga Tetsu.
-bersambung-
Rabu, 27 Januari 2016
Living in Your eyes chapter 1
Senin, 18 Januari 2016
Late night At Radio Showing (^-^)
Sebenernya ide FF ini berawal dari obrolan bagaimana kalau Hyde datang ke acara radionya Tetsu, mengingat di Appare Yattemasu
radio showing Tetsu) ia bersama dengan Takanori, dan sempat kepikiran bakal terjadi 'perang' untuk mendapatkan perhatian Tetsu.
Terus kupikir pikir kalau dijadiin FF bakalan lucu, semoga aja ga garing hahaha.
Disclamer : L'Arc~en~ciel milik Tetsu, Tetsu milik Hyde dan Takanori(?) ah sudahlah.
Late night At Radio Showing (^-^)
Tetsu turun dari Taxi yang ia naiki, sungguh menyebalkan sekali hari ini batin Tetsu. Bagaimana tidak, tiba tiba saja Ayana dan juniornya memutuskan pergi ke luar kota selama seminggu, meninggalkanya dengan tumpukan pekerjaan yang membelenggunya, belum lagi mobil yang ia naiki mengalami kerusakan dan harus diperbaiki saat ia hendak menuju studio MBS .
Cukup untuk merusak moodnya~
"Tetchan~"
Tetsu menoleh mencari asal sumber suara yang baru saja memanggilnya, terlihat sosok pemuda bertubuh kecil namun kekar dengan tampang sumringahnya.
"Eh.. Nishikawa kun.. " ujar Tetsu sambil tersenyum pelan pada salah satu sahabatnya, sementara pemuda yg disebut Nishikawa itu hanya tersenyum lebar.
"Nee Tetchan, aku pikir kau tidak akan datang hari ini" seru Takanori berbinar, seraya berjalan bersama Tetsu menuju salah satu ruang MBS untuk off air
***
Mata Tetsu mengerjap pelan, rasa kantungnya menyerang tiba tiba, maklum saja sekarang sudah pukul 10 malam, jadwalnya memang berlangsung hingga tengah malam, padahal ia tidak pernah bisa menahan kantuknya.
"Ah iya.. hari ini kita kedatangan guest house special~" seru Takamina dari microphonenya.
Guest Host? Tumben, padahal hari ini lengkap. Pikir Tetsu, namun ia akhirnya hanya mengangguk angguk saja palingan juga member 48 family seperti biasanya.
"Guest host silahkan masuk" seru Kendo yang akhirnya ikut berbicara, Tetsu hanya menunduk kebawah, berusaha keras manahan kantuknya yang semakin menjadi jadi.
"Konbawa~"
Tetsu tiba tiba menoleh dengan cepat, ia sangat kenal dengan suara itu, suara yang sudah bertahun tahun di dengarnya.
"Haido?!" Seru Tetsu tiba tiba, tidak menyadari bahwa suaranya terlalu keras, hingga seperti berteriak. Dan dalam sedetik Tetsu membekap mulutnya sambil megatakan "maaf" denga lirih.
Hyde tersenyum geli melihat Tetsu yang bereaksi berlebihan seperti itu, kemudian mengambil duduk di sebelah Tetsu yang - entah - kebetulan - atau - disengaja - kosong, sementara Takanori yang berada di sisi lain Tetsu menatap tak suka pada Hyde.
"Ya, dan guest host kali ini adalah Hyde dari L'Arc~en~ciel" lanjut Takamina tersenyum penuh arti.
"Sepertinya Tetchan tidak tau bahwa Haido san akan datang" seru Yuki Morizaki sambil terkekeh pelan.
"Itu karna kalia tidak memberitauku" seru Tetsu dngan nada protes.
"Karna kami ingin memberi kejutan" seru Kendo pada Tetsu, yang hanya di balas dengan wajah kesal yang meggemaskan oleh Tetsu.
"Senang bertemu denganmu Tetchan" seru Hyde lembut, dan sukses membuat Tetsu memerah.
"Wahhhh Tetchan bersemuuu lucu sekalii" seru Yuki dan Takamina yang histeris melihat wajah Tetsu yang semakin merah.
Sementara itu Takanori menatap kesal karna perhatian Tetsu langsung diambil alih oleh Hyde, tiba tiba sebuah ide muncul di otaknya.
"Tetchan, inget ga waktu kita ke Hakone BARENG " seru Takanori dengan penekanan pada kata 'bareng' membuat Tetsu menoleh kearah Takanori sambil tersenyum kecil.
"Tentu Nishikawa kun, aku ingat, makananya enak enak walau udaranya aga sedikit dingin" tanggap Tetsu membuat Hyde menatap Takanori dengan wajah tak suka, sementara Takanori hanya menyeringai kecil kearah Hyde.
"Jangan lupa saat kita ke onsen bareng" seru Takanori sambil melirik penuh ejekan pada Hyde.
Sementara itu Hyde menatap tajam pada sosok yang cukup kurang ajar baginya. Oke, kali ini Takanori sudah memberikan kode 'perang' untuk mendapatkan Tetsu, yang baru baru ini diterima oleh Hyde.
"Kalian pergi ke onsen bareng..? Enaknyaaa... " seru Takamina sambil tersenyum kecil, "lalu apakah kalian tidur di hotel?" lanjutnya.
"Tidak, kita langsung kembali, namun karna aku kelelahan akhirnya Nishikawa kun yang menyetir, sementara aku tertidur, saat bangun aku sudah berada di kamar Nishikawa kun" seru Tetsu dengan polosnya.
"EHHHH?!!" seru Takamina dan Yuki serempak.
Sementara itu Takanori melihat Hyde yang mulai berang, sebuah senyum kecil menghiasi wajah Takanori, 'satu kosong Hyde' batin Takanori.
Sementara itu Hyde yang mendengar pernyataan Tetsu mulai mengepalkan tanganya, jika saja sekarang tidak off air dan tidak ada orang, ia yakin, sangat yakin akan mencingcang mahluk yang dengan lancangnya itu menyentuh Tetsunya.
Tiba tiba saja Hyde tersenyum kecil, ia mendapatkan ide untuk 'membalas' Takanori.
"Tetchan inget wkatu L'Arcasino? Kau bermimpi buruk lalu-" seru Hyde menggantung.
Tiba tiba saja wajah Tetsu merah padam, ia sangat ingat kejadian saat itu "Haidooo jangan diungkit ungkit lagi... kumohonn" seru Tetsu dengan wajah memerah.
"Wahh ada apa Haido san, sepertinya menarik" seru Yuki penasaran.
"Jadi begini.. saat menginap di hotel waktu L'Arcasino, Tetchan bermimpi buruk, dan ia memaksa agar ia tidur bersamaku, dan akhirnya kami TIDUR BERSAMA" seru Hyde penuh penekanan pada kata "tidur bersama"
"HEEEEEE?!! BENARKAH ITU TETCHAN?!!" seru Yuki dan Takamina yang terkejut.
"A-aku malu..." Tetsu menutup wajahya yang sudah semerah tomat, sementara itu Takanori yang mendengar itu mengeras, dan menatap Hyde dengan tatapan kesal, yang dibalas dengan seringai mengejek oleh Hyde.
"Heeeh sepertinya sebentar lagi akan terjadi perang" desah Kendo yang sedari tadi hanya menatap Hyde dan Takanori yang berusaha mengambil perhatian Tetsu.
Refleks Yuki dan Takamina menatap kearah Kendo, sementara Kendo menunjuk kearah Hyde dan Takanori yang mengeluarkan aura tidak enak, membuat sesisi ruangan merasa tak nyaman.
"Kasihan Tetchan" lanjut Kendo berbisik.
"Nee Minami chan, menurutmu siapa yang akan menang?" Bisik Yuki pada Takamina.
"Hmmm..." seru Takamina menatap Hyde dan Takanori bergantian "aku rasa... Haido san" lanjutnya.
"Baiklah kalau begitu aku mendukung Takanori" seru Yuki sambil terkekeh.
Sementara itu Tetsu merasakan aura tak enak dari sebelah kanan dan kirinya, namun ia tak berani mengatakan apapun, akhirnya ia hanya menunduk.
"Nee Tetchan...jika kau diundang pada acara Inazuma Rock Festival, dan acara Vamps di hari yang sama, mana yang kau pilih?" Seru Kendo dengan senyum penuh arti.
Tetsu terkejut mendapatkan pertanyaan tersebut, dan akhirnya ia melipat tanganya sembari mengangguk anggukan kepalanya.
"Aku rasa... aku memilih Vamps" seru Tetsu.
"Ehh...? Kenapa?" Seru Takanori dengan nada kecewa, sementara Hyde menatap dengan tatapan mengejek, ' dua - satu, rasakan itu cebol!' Batin Hyde.
"Karna aku belum pernah menjadi bintang tamu acara Doiha sekalipun" seru Tetsu dengan nada sarkasme yang tinggi, membuat Hyde menunduk dan Takanori tersenyum penuh kemenangan.
Rasakan itu Hyde!
"Satu pertanyaan terakhir Tetchan" Seru Yuki yang melirik kearah sang produser yang memberi kode bahwa waktu sudah mulai habis.
"Jika kau wanita, siapa yang kau pilih jadi suamimu, Haido san atau Takanori kun..?" Lanjut Yuki sembari tersenyum penuh arti.
"Ehhhh?! Pertanyaan macam apa itu?" Seru Tetsu kaget. Sementara Takanori dan Hyde melirik tajam pada Tetsu, membuat Tetsu merasa tak enak.
"Sudah jawab saja, durasi ingat!!" Seru Kendo sambil terkekeh, 'anak muda jaman sekarang...' batinya seraya melirik Takamina dan Yuki yang tersenyum bahkan terdengar cekikikan dari mereka berdua.
Tetsu menatap Hyde dan Takanori bergantian, terlihat sekali wajahnya yang kebingungan, namun akhirnya ia mengambil nafas dalam.
"Aku rasa Doiha.." seru Tetsu lirih.
"HEEE?!!"
Hyde tersenyum mengejek pada Takanori yang masih syok, jelas betul ia menang telak dari Takanori, seulas seringai pun ia perlihatkan, membuat Yuki dan Takamina yang sedari tadi menatap Hyde merinding.
****
"Nee Tetchan... " seru Hyde yang mengejar Tetsu yang sedang berjalan di lorong.
Tetsu memberhentikan langkahnya dan menatap Hyde bingung, "ada apa Doiha?"
"Aku ingin mengambil pialaku" seru Hyde tersenyum pada Tetsu seraya mulai me-mepet pada tubuh Tetsu.
"Pi-piala apa?" Seru Tetsu bingung dan sedikit khawatir, melihat Hyde yang terus me-mepetnya.
Hyde tidak menjawab pertanyaan Tetsu, ia mulai mendorong Tetsu hingga menabrak dinding, kemudian melumat bibir Tetsu penuh nafsu, Tetsu yang kaget berusaha mendorong tubuh Hyde, namun nihil, badan Hyde lebih kuat dibanding badanya.
"Hy-doi-doihaaa ini masih di studio! " seru Tetsu diantara seranga ciuman Hyde.
Hyde menatap Tetsu kemudian mulai menciumi leher dan telinga Tetsu, "memang mau dimana?" Serunya dengan nada yang lembut.
Wajah Tetsu merah padam, ia terjebak permainan kata Hyde! secara tidak langsung berarti ia mebolehkan Hyde melakukan 'itu' terhadapnya.
"A-asalkan bukan disini" seru Tetsu lirih dan berusaha menahan malunya.
Hyde terkekeh pelan, kemudian menggandeng tangan Tetsu. "Ayo naik mobilku" seru Hyde dengan riangnya.
Sementara itu Yuki dan Takamina yang sedari tadi mengintip hanya menganga, melihat keganasan seorang Hyde.
"Aku rasa Tetchan gaakan selamat" seru Yuki yang disambut anggukan oleh Takamina.
~owari~
Rabu, 13 Januari 2016
Sunshine became you chap final
Hyde menatap Tetsu yang masih tertidur di ruang rawat inapnya, Ayah dan ibu Hyde sudah pulang terlebih dahulu dikarnakan urusan bisnis yang mendadak.
Hyde memutuskan untuk duduk tepat disisi Tetchanya, mengelus kepalanya pelan, tadi Yukkie mengatakan bahwa Tetsu sudah melewati masa kritisnya, Membuat Hyde menghembuskan nafas lega sekarang.
"Kau berhasil sayang.. terima kasih..." lirih Hyde sembari mencium jemari Tetsu.
Perlahan Hyde melepaskan jemarinya dari jemari Tetsu seraya melangkah keluar, memberikan waktu untuk Tetsu agar bisa beristirahat.
Setelah menutup pintu, Hyde mengambil Handphone yang tersimpan di saku celananya.
"Halo Kenchan, kau sudah menemukan datanya?" Seru Hyde dengan wajah yang berubah menjadi dingin dan kaku.
"Iya Haido, aku sudah menemukan bukti bukti yang cukup untuk menjebloskanya ke penjara, apakah aku harus melakukanya sekarang?" Seru Ken.
"Lakukan secepatnya, aku ingin mereka merasakan akibatnya, btw terima kasih Kenchan, kau memang bisa kuharapkan" seru Hyde seraya memutuskan sambungan teleponya.
***
Tetsu membuka matanya perlahan, kepalanya masih sedikit sakit. Tetsu memandang sekeliling ruangan tersebut, berharap menemukan sosok yang berstatus sebagai suaminya, namun ia tidak menemukan satu orangpun disana.
Tiba - tiba matanya menabrak sesuatu disebelahnya, ia melihat sebuah keranjang berisikan seorang bayi, Tetsu tidak dapat melihat jelas karna badanya masih sangat lemah, tapi hatinya mengatakan bahwa itu adalah bayinya, bayinya dengan Hyde. Tanpa bisa ditahan, air mata Tetsu turun membasahi pipinya, air mata bahagia.
"Tetchan... kau sudah sadar?" Seru Hyde sembari membuka pintu kamar Tetsu, terlihat raut wajah bahagia dan lega menyertai senyumnya.
Tetsu menganggukan kepalanya pelan, dan mencoba untuk duduk. Hyde yang sadar dengan keinginan Tetsu membantu Tetsu untuk duduk, dan menyanggahkan batal tepat di punggung Tetsu, agar Tetsu lebih nyaman.
"Ha-haido kun.." Seru Tetsu menatap Hyde dengan air mata yang masih berlinang, Hyde menatapnya dalam kemudian tersenyum lembut, bahkan sangat lembut.
"Kau berhasil sayang.. terima kasih... terima kasih untuk semuanya.. terima kasih telah memberikanku anak.. terima kasih karna kau telah berjuang melewati masa kritismu.." lanjut Hyde sembari mencium kedua tangan Tetsu lembut, kemudian menempelkanya pada pipinya.
Tetsu yang mendengar perkataan Hyde tersenyum lembut, badanya masih terasa letih sekali, kemudian matanya meilirik keranjang yang tepat disebelahnya, dari situ Tetsu dapat melihat sosok bayi perempuan berwajah sangat manis.
Hyde seakan mengerti keinginan Tetsu, dilepakanya genggamanya oada Tetsu perlahan, kemudian Hyde menuju keranjang bayi yang berada tepat disebelah Tetsu, menggendong sosok bayi yang berada di dalam keranjang, memberikanya kepada Tetsu.
Tetsu menatap nanar anak yang berada di dalam gendongan Hyde tersebut, sebuah senyum sangat manis menghiasi wajahnya yang masih tampak letih dan berurai air mata itu.
Tetsu menerima bayi yang ada di gendongan Hyde, terlihat pipi putih kemerahan sang bayi, beserta dengan mata dan bibir mirip oleh sang ayah, Tetsu merengkuh lembut bayi itu, tampak air nata tak berhnti keluar dari air matanya.
"Kau ingin memberikan nama padanya Tetchan?" Seru Hyde sembari menghapus air mata Tetsu.
"Hikari.... aku ingin menamainya Hikari"
"Nama yang bagus Tetchan" seru Hyde yang merengkuh Tetchan dan bayi mereka.
****
2 tahun kemudian..
Sesosok anak batita berlari dengan kaki mungilnya, terlihat sekali bahwa ia baru saja bisa berlari, di tangan kananya terdapat sebuah boneka berbentuk kelelawar.
"Mama Tetchu" seru anak itu sambil berlari kearah sang bunda yang tengah memasak makananya, kemudian memeluk kaki Tetsu dengan kedua belah tanganya yang mungil.
Tetsu tersentak, kemudian membalikan badanya. tersenyum pelan, ia mendapati sang anak tangah memeluk kedua kakinya. dengan perlahan, digendongnya anak yang tengah memeluk kakinya.
"Papa haido..." seru sang anak dengan wajah yang menunjukan bahwa ia mencari sang ayah.
Tetsu tersenyum lembut, dan mengelus pipi sang anak pelan "sabar ya Hika-chan papa sedang kerja, sebentar lagi pulang" seru Tetsu lembut.
"PAPA HAIDOOO" seru Hikari menjerit kemudian memanyunkan bibirnya, Tetsu terkekeh, kelakuan anaknya sama seperi sang ayah kalau sedang ngambek.
"Mama Tetsu punya ide, bagaimana kalau kita buat hadiah untuk papa Haido?" Seru Tetsu kepada sang anak.
Hikari yang ada di dalam gendongan Tetsu mengangguk setuju, kemudian mereka mulai menyiapkan 'hadiah' untuk sang papa.
***
Hyde membuka kenop pintu rumahnya perlahan, rasa letih yang amat sangat menjalar seluruh tubuhnya, ia sangat ingin tidur sekarang.
"Aku pulang" seru Hyde sembari melepas sepatunya, Hikari yang mendendengar suara sang ayah langsung berlari menuju Hyde, dan memeluknya kuat.
"PAPAAAA" seru Hikari sembari menerjang tubuh Hyde, Hyde yang kaget refleks membentangkan tanganya, membuat Hikari masuk ke dalan pelukanya.
"Sayang.." seru Hyde sembari mengecup kepala anaknya, "bagaimana harimu? Kau tidak merepotkan mamah kan?" Seru sang ayah pelan.
"Tidak.. Hikali anak baik" seru Hikari yang masih berada di dalam pelukan Hyde. Kemudian tiba tiba Hikari melepaskan pelukan sang ayah dan memberikan Hyde sesuatu.
Mata Hyde menatap nanar, melihat di tangan Hikari terdapat origami berbentuk bunga, dengan perlahan Hyde mengambil origami di tangan kecil anaknya.
"Terima kasih sayang.." lirih Hyde sembari mengecup jidat anaknya pelan.
"Hikali sayang papah Haido sama mamah tetchu" seru Hikari riang.
Tetsu yang melihat kejadian itu tersenyum manis, ia sangat suka melihat wajah Hyde yang bahagia dan lembut seperti itu, sangat manis pikir Tetsu.
dengan perlahan Tetsu menghampiri dua mahluk yang disayanginya itu. "Makan malam sudah siap, ayo Hika chan mama Tetsu gendong, kasihan papa Haido masih lelah" seru Tetsu kemudian menggendong anaknya sementara Hyde berjalan disisi Tetsu dan merangkul pinggang Tetsu.
Hyde tersenyum pelan, rasanya hidupnya sangat sempurna, memiliki anak dan menikah dengan orang yang dicintainya, diam diam ia berdoa agar selalu bersama dengan orang orang yang dia cintai.
Owari...
Senin, 04 Januari 2016
Sunshine became you Chap 8
Hyde menatap Tetsu dengan perasaan tak menentu, dilihatnya Yukkie dan teamnya bergerak cepat menusukan selang infus serta obat bius pada Tetsu, ia sangat ingat saat Yukkie mengatakan padanya bahwa Tetsu akan segera melahirkan.
***
"Haido.. perut Tetsu berkontraksi sangat keras, aku rasa sekarang waktunya. aku menyarankan untuk operasi caesar saja, karna jika normal kemungkinan Tetsu tidak selamat lebih dari 80%, selain itu anus Tetsu tidak dapat membesar seperti vagina biasa Haido" seru Yukkie menjelaskan seraca rinci apa yang terjadi pada Tetsu.
"Tolong selamatkan Tetchan dan bayinya yukkie...aku.. " seru Hyde tak dapat melanjutkan kata katanya, setitik air mata sudah siap meluncur dari mata indahnya.
Yukkie menepuk bahu Hyde pelan, "kau akan menjadi seorang ayah Haido" seru Yukkie memberikan senyum terbaiknya pada Hyde, sementara Hyde hanya menatap Yukkie kemudisn tersenyum pelan. "thanks"
***
Hyde menatap Tetsu dibawa menuju ruang oprasi. wajahnya kali ini snagat sulit diartikan. Sedih, takut, panik, bahagia. Semua bercambur di kepala Hyde.
Ibunda Hyde memegang bahu Hyde perlahan, memberikan ketenangan pada putra satu satunya itu. "Ibu yakin Tetchan kuat Hideto" seru sang bunda memberikan senyum lembutnya.
Perasaan Hyde sedikit lega mendengar perkataan sang bunda, ia perlahan menghapus air matanya, ia sangat mencintai Tetsu, maka dari itu ia harus percaya Tetsu dapat melewati semua ini.
Satu jam.. dua jam.. tiga jam... waktu tetrus berjalan, namun belum ada tanda tanda oprasi telah selesai ataupun berhasil. berkali kali Hyde melihat suster berlarian keluar dan masuk dalam ruangan oprasi, membuat jantung Hyde berdebar tak nyaman, terlebih kagi saat Hyde melihat wajah lelah dan panik dari para suster.
Tak lama setelah itu, sayup sayup terdengar tangisan seorang bayi, dada Hyde bergemuruh tak tenang, entah kekuatan dari mana ia dapat mengeluarkan sebuah senyum, senyum yang menandakan sebuah kelegaan dan kebahagiaan, senyum itu pun terukir pada wajah kedua orang tua Hyde.
Yukkie pun keluar dari ruang oprasi dengan wajah yang letih, ditanganya terdapat seorang bayi, putih bersih tengah terlelap. Yukkie memutuskan untuk mendekati Hyde, membawa bayi Hyde dan juga Tetsu.
"Perempuan, lengkap, dan sehat! selamat Haido" senyum Yukkie sembari menunjukan sang bayi pada ayahnya.
Mata Hyde berkaca kaca, ia tak dapat menutupi kelegaan dan kegembiraan melihat seorang bayi, bayinya, yang kini terlelap dalam pelukan Yukkie, kulitnya putih bersih dengan alis dan bibir yang persis sama dengan miliknya, serta hidung mancung sempurna seperti milik Tetchanya.
Dengan gerak cepat kedua orang tua Hyde mendekat pada Yukkie dan Hyde, mata nyonya Takarai berkaca kaca melihat sosok cucu perempuanya yang tengah tertidur itu, dielusnya pipi sang bayi pelan, tak disangka! Sang bayi merespon dengan gelengan kecil dan tersenyum
"Selamat nak" seru sang Ayah sembari merangkul pundak ,hyde. Hyde membalasnya dengan senyuman kelegaan serta kebahagiaan.
"Dokter Awaji!! Tuan Ogawa mengalami pendarahan hebat, kami sudah berusa untuk menghetikanya, namun darahnya tetap keluar" teriak salah satu suster dengan wajah panik seraya menghampiri Yukki dan Hyde.
Seketika wajah mereka memucat, dengan gerak cepat Yukkie memberikan bayi yang ada dalam gendonganya, meminta sang suster untuk membawanya ke ruang khusus untuk bayi. sementara itu, Yukkie dengan cepat kembali memasuki ruang oprasi.
Hyde yang baru selesai mencerna apa yang terjadi kembali lemas. ia tidak bodoh, ia sangat mengerti apa yang dikatakan oleh suster itu pada Yukkie, jika terus terusan mengeluarkan darah maka Tetchan akan...
"Tidak!! Tetchan kuat!! Dia akan kembali bersamaku" lirih Hyde menenangkan dirinya sendiri.
Ayah dan ibu Hyde memutuskan untuk membawa Hyde duduk pada kursi terdekat, mengingat sang anak sudah berdiri lebih dari 3 jam di depan pintu ruang oprasi.
"Tenanglah Hideto.." seru sang Ayah mencoba menenangkan anaknya, ayahnya tau betul apa yang dirasakan oleh Hyde saat ini.
Hyde menatap Ayahnya dengan panik, "mana mungkin aku bisa tenang yah, saat ini Tetchan sedang mempertaruhkan nyawanya" seru Hyde sembari meremas rambutnya.
Tak lama kemusin Yukkie keluar dari ruang oprasi, wajahnya terlihat lebih lelah dari sebelumnya. "Haido.. aku berhasil mengentikan pendarahanya, namun Tetsu kekurangan banyak darah, sementara golongan darah Tetsu ber rensus negatif, sementara cadangan darah rumah sakit hanya ada yang berensus positif-"
"Darahku berensus negatif Yukkie" potong Hyde tak sabar.
Yukkie menatap Hyde dalam, ia mengerti apa yang dinginkan oleh Hyde, dengan gerakan perlahan, Yukkie memberikan Hyde kode untuk mengikutinya.