Sabtu, 30 Januari 2016

Living In Your Eyes Chapter 5

Cerita sebelumnya :

"aku mencintaimu Hyde.." lirih Tetsu serak, kemudian kembali menangis pelan, meluapkan segala perasaan hancurnya seiring dengan air mata yang turun.

Living in your eyes
chap 5


Hyde menatap Tetsu yang kini jatuh tertidur bersandar pada salah satu dahan pohon sakura, terlihat titik titik air mata masih membasahi wajah mahluk manis itu, dengan perlahan Hyde menyeka air mata itu, kemudian tersenyum sedih.

secara tidak sengaja, pandangan mata Hyde bertabrakan dengan boneka kelinci lusuh yang masih berada di pelukan Tetsu. sedikit tersentak, Hyde menatap nanar pada wajah Tetsu, bahkan sampai sekarang pun boneka itu, boneka yang amat berarti untuknya dan mungkin untuk Tetchanya ini, masih awet, bahkan Tetsu tidak menjahit kembali boneka itu, tetap dengan tambalan dari selotip milik Hyde

sejenak Hyde Terkekeh, merasa bodoh bahwa baru kemarin ia mengetahuibahwa Tetsuya, murid - pindahan - dari - London ini adalah Tetchanya, cinta pertamanya.

perlahan udara dingin mulai bertiup, membuat Hyde dan Tetsu yang masih tertidur itu menggigil, dengan perlahan diangkatnya tubuh Tetsu yang terlelap itu, membawanya ke kamar asrama mereka.

"Kau dari dulu sama saja, pasti ketiduran setelah menangis, Nee.. Tetchan aku merindukanmu.. " lirih Hyde di telinga Tetsu.

****

Tetsu mengerjapkan matanya pelan, badanya masih terasa amat sangat pegal, disibakan selimut itu pelan, 'aneh..' pikir Tetchan, 'bukankah aku tertidur di taman belakang', lamunan Tetsu buyar ketika ia mendengar suara shower yang dimatikan, mukanya tiba tiba saja memerah, ia sangat yakin bahwa Hyde lah yang menggendongnya tadi.

Tiba tiba Tetsu tersentak, teringat sesuatu, menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan panik seakan akan mencari sesuatu, bahkan Tetsu mencarinya sampai ke kolong kasur dan menyibakkan selimutnya, ia sangat takut benda yang menurutnya paling berharga itu hilang.

"Mencar ini?"

Tetsu menoleh, ia dapat melihat Hyde yang tersenyum lembut padanya sembari memegang boneka kelinci lusuh yang dilehernya masih terdapat tambalan selotip.

"Aku merindukanmu Tetchan.." seru Hyde lirih,tiba tiba saja mata Tetsu membulat dengan sempurna, dengan sekali hentakan, tiba tiba saja Tetsu merengsek memeluk Hyde, mengalungkan tanganya di pinggang Hyde.

"Doiha..." seru Tetsu lirih, air matanya sudah tak dapat terbendung lagi. "aku merindukanmu doiha.. sangat merindukanmu" ucap Tetsu hampir berbisik, badanya bergetar merasakan kerinduan yang sangat mendalam.

Hyde menjauhkan dirinya dari tubuh Tetsu, kemudian tersenyum sangat lembut, memajukan wajahnya mendekati bibir Tetsu, memberikan kecupan lembut penuh sayang.

Tetsu tersentak dalam ciuman Hyde, namun akhirnya ia terbuai oleh ciuman cinta pertamanya itu, bahkan ia berani membalas kecupan Hyde. menyeringai kecil Hyde memperdalam ciumanya, bagai menuangkan kerinduan kepada mahluk yang dicintainya itu.

Namun tiba tiba Tetsu mengingat kejadian yang baru saja dilihatnya, ia mendorong bahu Hyde pelan, cukup untuk membuat Hyde melepaskan ciumanya pada Tetsu.

Memandang penuh penyesalan, Hyde mengelus pipih putih Tetsu "Maaf Tetsu.. aku tidak bermak-"

"Ka-kau sudah memiliki kekasih kan Doiha.." potong Tetsu dengan mata berkaca kaca, "Kenapa.. kenapa saat a-aku bisa bertemmu denganmu.." lanjutnya tanpa bisa melanjutkan kata katanya sendiri, ia hanya dapat mengeluarkan isakan kecil sembari menutup mukanya.

"..." Hyde menatap sedih pada Tetsu yanag masih terisak itu, dengan perlahan digenggamnya kedua tangan Tetsu, menurunkanya dari wajah yang masih memperlihatkan kesakaitan yang amat sangat.

"Jangan tutupi wajahmu Tetchan" seru Hyde lirihkemudian mengecup lembut bibir merah itu, "Aku mencintaimu Tetchan... hanya kau lah yang selalu hidup di mataku" desah Hyde kemudian kembali melumat bibir mungil itu, membuat sang pemilik bibir mendesah tertahan.

"enghh."

Dengan gerakan cepat Hyde mendorong tubuh Tetsu sampai pada dinding tanpa berhenti melumat bibir itu, ia tidak akan melepas kesempatan yang ada dihadapanya saat ini.

dengan perlahan bibri Hyde menyapu perpotongan leher Tetsu, menambahkan kissmark yang kemarin ia buat, sesekali menghisap dalam aroma tubuh Tetchanya yang menrut Hyde manis itu.

"Unghh.. do-doiha.." seru Tetsu bergetar, badanya hendak merosot turun, namun dengan sigap Hyde menyelipkan salah satu kakinya diantara kedua kaki Tetsu, agar Tetsu tak dapat merosot jaruh.

"Malam  ini.. dan seterusnya kau milikku" lirih Hyde sembari membuka baju Tetsu dan mengulumnya.

***

Entah bagaimana bisa, sekarang kedua pasangan itu berada pada ranjang Tetsu, dengan posisi Hyde yang masih menimpa Tetsu, mencium setiap inci tubuh ramping miliknya hingga sang pemilik tubuh mendesah lebih sensual dari sebelumnya.

Hyde yang sudah diambang batas nafsunya menatap Tetsu dalam, "Nee Tetchan, putuskan sekarang.. bila ingin berhenti ini waktunya, aku tak ingin menyakitimu, aku takut tak tahan" bisik Hyde tepat ditelinga Tetsu.

Tetsu menatap mata Hyde yang hampir diliputi kabut nafsu itu, jujur ada sedikit ketakutan yang bersarang di hatinya, tapi demi tuhan! ia sangat menginginkanya.

Tetsu perlahan memajukan bibirnya, mencium Hyde penuh nafsu, "Aku milikmu" lirih Tetsu tepat ditelinga Hyde.

Hyde kembali mencium Tetsu penuh nafsu, satu tanganya merengkuh leher Tetsu agar ciuman mereka lebih dalam, satu tanganya yang lain bergerak melewati alur lekuk tubuh Tetsu dan berhenti pada lubang Tetsu yang masih sangat sempit itu, dengan perlahan jari telunjuk Hyde bermain pada daerah lubang milik Tetsu, kemudian menusukkanya perlahan.

"Akh.." Tetsu mendesah merasakan jari Hyde pada lubangnya, rasanya aneh merasakan ada sesuatu memasuki lubangnya itu.

Hyde menggerak gerakan jari telunjuknya, berusaha melebarkan jalan masuknya nanti, agar Tetsu tak merasakan sakit, setelah dirasa cukup lebar jari kedua Hyde masuk, menemani telunjuknya yang sudah berada di lubang itu, Hyde dapat merasakan tubuh Tetsu bergetar, ia juga dengan jelas dapat mendengar rintihan kesakitan yang keluar dari mulut Tetsu.

Hyde mengehentikan gerak jarinya, kemudian mencium bibir Tetsu pelan, "tahan sedikit lagi sayang.. awalnya memang sakit, tapi percayalah kau akan merasakan kenikmatan setelahnya" seru Hyde lembut. Tetsu mengangguk anggukan kepalanya, ia percaya pada Hyde, Hyde tidak akan menyakiti Tetsu kara Hyde adalah Doihanya!

Hyde tersenyum kecil, mengecup bibir Tetsu pelan kemudian mulai memaju mundurkan jarinya, mencari titik sensitif pada tubuh Tetsu.

"Enghhh...akhh"

Hyde tersenyum puas, ternyata tidak terlalu sulit mencari titik sensitif milik Tetchanya itu, kemudian seringai nakal bersarang di bibirnya, dimaju mundurkanya jari itu cepat, membuat Tetsu mencengkran seprai kasurnya kuat kuat, merasakan sensasi nikmat yang memabukan.

"Doiha akhhhh!!!"

Hyde dapat merasakan Tetsu menyemburkan cairan miliknya, membasahi perut dan tangan Hyde, dikeluarkanya jari Hyde dalam lubang Tetsu, membuat Tetsu mendesah kecewa. Hyde kembali tersenyum kecil, dilebarkanya paha Tetsu dan diangkatnya sedikit, membuat Tetsu dapat melihat sendiri lubangnya yang berkedut itu.

"Siap Tetchan?" seru Hyde menggoda Tetsu

Tetchan mengangguk kecil, semu semu merah pada wajahnya tidak dapat ditahan lagi, membuat jantung Hyde berdenyut cepat, tidak sabar merasakan lubang Tetsu itu.

"Pelan pelan Doiha.." seru Tetsu lirih, tampak jelas sekali bahwa mata Tetsu juga menampakkan nafsu yang sangat besar. 

Hyde terkekeh pelan, kemudian ia mulai mengarahkan miliknya ke lubang Tetsu, menekan kedalam, merasakan Tetsu seutuhnya.

Hyde tak dapat menahan desahanya saat lubang Tetsu memijat miliknya dengan kuat namun lembut itu, sementara Tetsu  mencengkram bantal yang berada disebelahnya dengan sangat kuat, giginya diantuk antukan, merasakan sakit yang luar biasa namun disana ada rasa nikmat tersendiri.

akhirnya Hyde berhasil memasukan seluruhnya ke dalam lubang Tetsu, mengecup kening Tetsu perlahan, seakan meminta izin untuk menggerakan pinggulnya, Tetsu menatap Hyde  dan menganggukan kepalanya pelan.

Dengan amat lembut Hyde mulai menggerakan pinggulnya, berusaha menabrak G-spot milik Tetsu, erangan atau mungkin terdengar seprti rintihan Tetsu turut menyertai Hyde, sampai akhirnya Hyde berhasil menabrak titik sensitif Tetsu. 

"Enghh"

Senyum Hyde terukir, kemudian ia mulai menabrak titik sensitif itu, yang berhasil membuat Tetsu mendesah lebih kencang dan sensual dari sebelumnya, semakin lama gerakan mereka semakin cepat, Tetsu tanpa sadar ikut menggerakan pinggulnya, merasakan Doihanya lebih dalam lagi.

"Doiha enghh aku aku sudah taku kuat lagi.." seru Tetsu diantara desahanya, kemudian menyemburkan cairan miliknya untuk kedua kalinya, diikuti Hyde yang menumpahkan benihnya di dalam tubuh Tetsu.

***

Tetsu tidur menyandar pada dada Hyde, peluh dan cairan entah milik siapa memenuhi kemudianya, sementara itu Hyde merangkul pinggang kecil Tetsu, agar Tetsu lebih dekat denganya.

"Doiha.. aku sangat mencintaimu.." seru Tetsu lembut sembari memandang Hyde, membuat si empunya memerah.

"Aku juga Tetchan, aku mencintaimu selalu" seru Hyde sembari mencium bibir merah yang membengkak itu, membuat Tetsu merah padam kemudian mengalihkan pandanganya kearah lain.

Hyde tertawa kecil kemudian memegang dagu Tetsu, mengarahkan ke wajahnya, "jangan memalingkan wajahmu Tetchan, aku hanya ingin kau yang ada di mataku, seperti hidup dimataku" seru Hyde lirih dan penuh makna.

Tetsu menatap Hyde lembut, "berjanjilah Hyde, berjanji agar kau terus berada di sisiku, berjanjilah agar aku tetap hidup dimatamu dan kamu harus hidup dimataku"seru Tetsu lirih sembari memeluk Hyde erat.

Hyde menatap Tetsu dengan pandangan teduhnya kemudian kembali mengecup bibir Tetsu pelan, merasakan hangatnya bibir Tetchanya, bibir yang sangat memabukan menurut Hyde.

"Ya aku berjanji"

OWARI

akhirnyaaa yattaaa selesai juga Fanficnya, maafkalau garing dan lemonya kurang greget, otak udah buntu soalnya hahaha

makasih juga yang udah baca, makasih pembaca ppembaca setiaku, dan ini bonus lemon buat jenk astut ma vara yang selalu minta lemon muahhaha >.<

Jumat, 29 Januari 2016

Living in Your Eyes Chapter 4

Cerita sebelumnya

terburu buru, Tetsu berlari keluar asramanya, bermaksud untuk mencari Hyde, boneka kelinci usang itu pun tak lepas dari genggamanya, jika benar dia Doihanya, pasti dia akan mengenal boneka kelinci ini

Living In Your Eyes
Chap 4

Hyde menatap pohon Sakura yang belum sepenuhnya mekar, ditemani oleh langit yang berwarna kemerahan, memberikan kesan romantisme di sekeliling Hyde, sungguh moment yang pas untuk menemui kekasih, bukan begitu?

"Haido kun.."

Hyde menoleh pelan, ia dapat melihat sesosok wanita cantik dengan rambut yang terurai panjang, matanya yang bulat besar serta lengkungan senyum yang bersarang di wajah cantiknya, membuat hati Hyde berteriak pilu, ia sebenarnya merasa bersalah karna ia akan merusak senyuman cantik di wajah wanita itu.

"Meguchi.." Lirih Hyde lemah, berjalan mendekati Megumi yang masih tersenyum sangat manis, hanya dan untuk Hyde seorang, yang entah kenapa semakin memohok batin Hyde. 

"Ada apa sayang?" seru Megumi sedikit awas, ia dapat merasakan gerak gerik Hyde, seperti ada yang janggal di mata Megumi.

"Kita harus bicara..." seru Hyde sembari menggenggam tangan Megumi erat, membuat Megumi menatap Hyde dengan pandangan mata bingung, dan sebentar lagi pandangan matanya akan menjadi pandangan mata kehancuran.

***

Tetsu melangkahkan kakinya dengan cepat, ia sudah memutari sekolah sebanyak 2 kali dan ia sama sekali tidak menemukan sosok Hyde.

menyerah, akhirnya Tetsu melangkahkan kakinya ke kamar asrama mereka, toh cepat atau lambat ia akan pulang juga ke kamar asramanya itu pikir Tetsu.

"Tetsu"

Tetsu menoleh pelan, dilihatnya sosok jangkung yang tengah melambaikan tangan padanya, seulas senyum terukir di bibir Tetsu saat pemuda itu mendekat. 

"Hai Ken" seru Tetsu tersenyum kecil, Ken membalasnya dengan senyuman yang hangat, membuat Tetsu lebih tenang sedikit.

"Ano.. apakah kau melihat Haido kun, ken?" seru Tetsu pelan, Ken menoleh pada Tetsu dan mengangguk. "tadi aku melihatnya di taman luar asrama Tet-" seru Ken terpotong melihat Tetsu tiba tiba berlari kearah luar gerbang, Ken menatap kaget kepergian Tetsu tanpa mengucpakan kata apapun, namun tiba tiba Ken menepuk keningnya kecil, ia baru ingat Hyde akan menemui Megumi disana, "Habislah sudah aku" lirih Ken kemudian kembali ke asramanya, menunggu besok diamuk oleh Hyde.

***

Megumi menatap tak percaya pada Hyde, tetesan air mata pun tidak dapat dibendung lagi oleh Megumi.

"Ke-kenapa... apa salahku Haido.." serunya serak sembari menutup kedua wajahnya yang merah akibat air mata.

"Aku tidak.. kau tidak salah apapun Megumi.." seru Hyde perlahan.. mencoba menurunkan tangan Megumi yang bersarang di wajah putihnya.

"Lantas.. kenapa kau mengakhirinya... demi tuhan Haido.. aku sangat sangat mencintaimu.." seru Megumi kembali terisak, dadanya seperti ditusuk seribu pedang saat mahluk yang paling dicintainya, lebih tepatnya adalah cinta pertamanya, memutuskan hubunganya secara sepihak.

Hyde menatap Megumi yang masih terisak tak dapat melakukan apapun, kemudian dengan perlahan di dekapnya Megumi pelan, memberikan secercah kehangatan untuk Megumi.

"Kau taukan, cinta tidak dapat dipaksakan, kau cantik Meguchi, kau pasti mendapatkan yang lebih baik dariku" seru Hyde sembari mengelus kepala Megumi pelan.

Megumi mengalungkan tanganya pada pinggang Hyde, membuat dirinya dan Hyde lebih dekat, menghirup aroma khas Hyde dalam dalam "tapi aku sangat mencintaimu Haido.." seru Megumi lirih.

"Maafkan aku Megumi.. aku mencintai orang lain" seru Hyde  pelan. Hyde dapat merasakan badan Megumi menegang, kemudian melemas seketika, dengan sekali hentakan ia melepaskan pelukan Hyde dari tubuhnya.

"a-aku mengerti Haido..." seru Megumi bergetar, ia merasakan sakit.. sangat sakit, seperti jantungya dipaksa keluar dari tubuhnya, mendengar Hyde mengatakan hal itu padanya, sesaat kemudian Megumi menatap mata Hyde dengan pandangan nanarnya, "bolehkah aku meminta permintaan terakhir.." serunya lirih.

Hyde menatap Megumi dan menghapus setitik air mata yang mengalir di pipi mantan kekasihnya itu. "apa itu?" seru Hyde lirih

"Cium aku... untuk yan terakhir kalinya..." mohon Megumi sembari menatap Hyde dengan pandangan harapan kosong.

Hyde menatap Megumi pelan, mengelus pipi wanita itu, "baiklah.." seru Hyde lirih.

***

Tetsu melangkahkan kakinya, sesekali melompat kecil, bertemu dengan Hyde setelah ia mengetahui bahwa dia adalah Doihanya membuat jantung Tetsu berdetak cepat, harus Tetsu akui bahwa Doihanya kini menjadi lelaki yang sangat tampan.

Langkah Tetsu terhenti melihat Hyde sedang berdiri di depan pohon sakura, badan Tetsu menegang saat melihat Hyde tengah memeluk seorang wanita.

badan Tetsu terasa sangat kaku, bibirnya pun kelu, ia sangat iangin meninggalkan tempat tersebut, namun kakinya tak mau berkompromi, sampai akhirnya bola matanya membulat sempurna, badanya bergetar tak terkendali, ia melihat, melihat dengan mata kepalanya sendiri, bahwa Doihanya telah mencium gadis itu, ia dan wanita yang- Tetsu- tidak- kenali- itu terlihat bahagia.

"Doiha..." seru Tetsu lirih sembari melangkah mundur, Tetsu tidak menyadari bahwa ia menyenggol botol coke dengan keras, membuatnya menabrak tong sampah di sebelahnya, membuat bunyi yang cukup keras.

"Tetchan.."

Tetsu dapat mendengar Hyde memanggilnya, perlahan Tetsu membungkukkan badanya, membuat kode Maaf - telah - mengganggu - kalian, kemudian berlari meninggalkan mereka.

Hyde yang tersadar pun segera berlari meninggalkan Megumi, berusaha mengejar Tetsu yang berlari semakin jauh, meninggalkan Megumi yang terus menerus memanggil dirinya.

***

Tetsu menyandarkan dirinya di salah satu pohon sakura yang berada di belakang asramanya, air matanya semakin berjatuhan, mengingat kejadian yang barusan di lihatnya.

"Kenapa.. kenapa saat aku dapat bertemu denganya namun ia sudah menjadi milik orang lain" lirih Tetsu sembari memeluk kedua kakinya.

"Padalah.. padahal sejak dulu aku mencintainya" Tetsu mempererat pelukan pada kakinya, diliriknya boneka kelinci di sebelah tubuhnya yang bergetar, mengingatkanya pada sosok Hyde.

Mengambil boneka Itu, Tetsu memeluknya erat, berimajinasi bahwa boneka itu dapat memberitau Hyde bahwa ia sangat sangat mencintainya.

"aku mencintaimu Hyde.." lirih Tetsu serak, kemudian kembali menangis pelan, meluapkan segala perasaan hancurnya seiring dengan air mata yang turun.

-bersambung-

HAPPY BIRTHDAY MY GUARDIAN ANGEL

Eto... sebenernya udah janji sama jenk gaakan nulis Fanfic lain dulu, sebelum fanfic ku yang series kelar, tapi karna tidak tahan akhirnya aku nulis juga hahah...

HAPPY BIRTHDAY MY GUARDIAN ANGEL

P.s : aku mau sudut pandang Tetsu disini ya, dan ini tetep jadikan yaoi muahahaha *ketawa penuh arti*

***

"Maafkan aku Tetchann... aku janji tahun depan deh.." seru Hyde dari balik teleponnya, tanpa perlu dilihat aku dapat merasakan bahwa Hyde sangat menyesal.

"...." aku tidak berani berkomentar apapun, air mata sudah bersarang di kedua mataku, ini sudah ke 3 kalinya Hyde menjanjikan bahwa malam ulang tahunya akan bersamaku, namun sampai sekarang janji itu tidak pernah terpenuhi, tentu saja.. tentu saja alasannya kali ini adalah jadwal VAMPS yang bentrok dengan hari spesial untuknya (dan entah kenapa untukku juga)

"Kau sudah menjanjikan itu dari dulu Doiha.." seruku berusaha sedingin mungkin, namun tetap saja gagal, suaraku terdengar bergetar dari telepon tersebut. "a-aku membencimu" seruku parau sembari mematikan sambungan telepon. Aku tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari Hyde, karna penjelasannya selalu membuatku luluh.

"Brengsek" seruku lirih sembari menjatuhkan badanku pada kasur empuk, memeluk bantal dengan kuat, aku membiarkan air mataku jatuh membasahi bantal itu.

Sejujurnya diumurku dan umurnya yang sudah setua ini, tentu merajuk seperti ini tidaklah ada gunanya, toh walaupun aku bunuh diri sekalipun ia tidak akan tiba tiba berada di kamar apartemenku, jadwal VAMPS sudah tersusun rapih, sebenarnya aku tidak ingin menambah bebannya, namun... entah kenapa aku tidak bisa menahan sikap egoisku ini.

Aku tidak memperdulikan handphoneku yang terus berbunyi, aku tau ia menghubungiku, bermaksud meminta maaf dan memberikan untaian kata kata yang membuatku menangis haru dan memaafkannya, aku tidak mau semudah itu lagi jatuh dalam jeratanmu Hyde!

Kau brengsek Hyde... kau membuatku tidak bisa sedetik pun melupakanmu, kau brengsek Hyde.. kau membuatku jatuh dalam pelukanmu selama 20 tahun lebih, kau brengsek Hyde kau membuatku tak berdaya saat kau mencumbuku di kasur, kau brengsek Hyde, kau membuatku menjadi egois dan kekanak kanakan.. Kau berengsek Hyde.. kau membuatku melakukan hal konyol ini...

Yah.. hal konyol ini...

Aku berdiri lunglai di dalam airport Hokaido, aku memijit pelipisku yang panasnya sangat tidak normal , aku sadar aku terserang demam tinggi, dan sekarang, dengan baju tipis aku berjalan ke Hokaido, mencari mati? Ya Hyde aku rela mati untukmu.

Sejenak aku bisa membayangkan bagaimana raut terkejut dan khawatir darimu bila nanti aku sampai, seulas senyum tipis mengembang diwajahku, tidak sabar melihat wajahmu di depan mataku.

Ku pegang erat kue berukuran 14x14 cm ini, tidak besar memang, tapi aku yakin ini sangat berarti, aku membuat kue ini khusus untukmu, ya aku membuatnya sendiri (dengan bantuan Ayana chan tentunya) Ayana chan terlihat sangat bahagia saat aku meminta tolong padanya mengajariku membuat kue untukmu Hyde, kau pasti akan tertawa mendengar bahwa Ayana chan masih sangat bahagia jika mengetahui hubungan kita yang terus berlanjut ini.

Aku membuka pintu ruanganmu (dan KAZ) dengan lemah, aku dapat melihat raut wajah terkejutmu dan senyuman lembut KAZ saat aku masuk, seakan mengerti, KAZ segera keluar ruangan itu, memberikan privasi untukku dan Hyde.

Aku megenggam erat kue tersebut dan menyodorkannya padamu, aku dapat merasakan wajahku memanas, entah karena malu atau memang demamku yang masih tinggi ini.

Sesaat aku dapat melihatmu menatap nanar padaku, kemudian pandangannya terhadapku menjadi amarah (atau mungkin ke khawatiran)

"Tetchan apa yang kau lakukan!! Kau kan sedang demam tinggi" seru Hyde panik sembari memegang keningku pelan, raut wajahnya bertambah khawatir merasakan suhu panas yang sangat tidak wajar di kepalaku.

Aku menggelengkan kepalaku pelan, dan memberikan kue itu, "aku ingin merayakan malam ulang tahunmu bersamamu Doiha.." seruku parau.

Aku dapat melihat air mata yang menggenang di kelopak matanya, diambilnya kue yang ada di penganganku dan ditaruhnya di sebuah meja, kemudian ia menyelimutiku dengan mantel hangat miliknya dan menidurkanku di sofa.

"Kau istirahat disini, aku sebentar lagi tampil, aku janji setelah ini kita akan nerayakan ulang tahunku" bisiknya di telingaku kemudian mengecup bibirku  pelan.

Aku hanya mengangguk lemah dan ia tersenyum, tersenyum seperti malaikat. Aku memandang punggungnya yang menjauh.. seperti menghayal bahwa dia memang memiliki sayap... sayap malaikat seperti tattonya.

Ia sengaja meredupkan lampu ruangan itu, membiarkanku istirahat di sofa dengan mantelnya, mantel yang masih mengeluarkan wangi khas Hyde (yang entah kenapa aku sangat menyukainya) , lama menunggu Hyde..akhirnya mataku terasa berat, aku dapat mendengar sayup sayup Hyde sedang menyanyikan sweet dream dari panggung, membuatku terlelap.

Alu tidak tau berapa jam aku terlelap, sayup sayup aku mendengar suara langkah kaki (yang aku yakin adalah kaki Hyde) ia menempelkan tanganya ke keningku lagi, kemudian menempelkan plester yang membuat kepalaku dingin dan nyaman, sesaat kemudian ia mengangkatku, aku tak sanggup lagi mempertahankan kesadaranku, dan akhirnya aku tertidur didekapannya.

Saat aku membuka mataku, aku sudah berada di kamar hotel dengan kau yang berada di sebelahku, memelukku erat, membuatku sangat nyaman.

Ku lirik jam di sebelahku, sudah menunjukkan 00.00 dengan perlahan aku memeluk badannya yang memelukku hingga ia terbangun,  aku menatapnya dengan pandangan yang lebih segar dari sebelumnya, sepertinya ia berhasil merawatku hingga aku sembuh, atau aku demam karna aku rindu dengannya? Aku tidak tau yang mana, yang pasti aku mencintainya!

"Otanjoubi omedetou doiha chan" seruku padanya, ia tersenyum padaku pelan kemudian mengecup bibirku, dan memelukku erat (yang membuatku nyaman)

"Terima kasih" bisiknya lembut kemudian kembali mengecupku, merebahkan tubuhku pada kasur dan menindihku.

"Araaa... kau mau melakukan itu?!" Seruku panik merasakan tangannya mulai meraba badanku (yang baru sembuh itu)

"Habisnya kau terlalu menggoda sih Tetchan!" Seru Hyde sembari menenggelamkan kepalanya di perpotongan pundakku, membuatku mendesah nikmat.

Ya Hyde.. kau memang brengsek! Kau selalu menyangiku, membantuku, melindungiku dan merawatku, kau brengsek karna kau terlihat seperti malaikat, malaikat pelindungku!

Selamat ulang tahun Hyde... malaikat pelindungku...

Owari

Kamis, 28 Januari 2016

Living In Your Eyes chapter 3

Cerita sebelumnya :

dan entah angin dari mana Hyde mendekatkan wajahnya menuju wajah tenang Tetsu yang terlelap, dan dengan perlahan dikecupnya bibir kemerahan itu pelan.

"Oyasumi Tetsu" bisik Hyde pelan di telinga Tetsu

Living In Your Eyes
Chap 3

"Apa yang aku lakukan...?" Desis Hyde sembari meremas rambutnya perlahan, di liriknya Tetsu yang masih terlelap itu, baru saja.. baru saja ia mengecup bibir teman sekamanya itu.


"Ughh.. Doiha.."

Hyde menatap Tetsu dengan pandangan tak percaya, tiba tiba saja jantungnya berdetak keras, sebutan itu.. sebutan yang hanya diucapkan oleh orang yang sangat berarti baginya, malaikatnya.. Tetchanya.. seketika itu pula bayangan masa lalu Hyde kembali terulang

***

"hiks hiks HUWEEEEE" 

Hyde kecil menoleh kaget mendengar suara tangisan anak yang mungkin sebaya denganya, setelah melakukan pencarian kecil, ia mendapatkan seorang anak kecil tengah menangis sembari memeluk lututnya, perlahan Hyde mendekatkan dirinya pada sesosok mahluk kecil tersebut.

"Kau kenapa?" Tanya Hyde bingung, seketika anak itu menoleh, matanya menatap nanar pada Hyde, kemudian ia menunjukan boneka kelincinya yang hampir putus "Hiks hiks.. bo-bonekaku rusak.. pa-pa-padahal ini kan pemberian terakhir mama se-sebelum ia.. hiks hiks.. mama..." seru anak itu terbata bata dan akhirnya di akhiri dengan tangisan yang semakin besar.

Plop

Anak itu mendongakkan kepalanya saat merasakan ada sebuah tangan menyentuh kepalanya, dilihatnya sosok yang sebaya denganya tengah berusaha menghiburnya dengan mengusap kepalanya pelan, dan entah mengapa itu terasa nyaman..

"tenang yah..mari kulihat" seru Hyde sambil tersenyum, anak itu pun dengan takut takut memberikan boneka kelinci yang hampir terputus lehernya, dengan perlahan Hyde menekan busa yang keluar dari sela leher boneka tersebut dan menempelkanya, serta menyelotipnya dengan selotip yang - entah - mengapa - ia -temukan itu.

sekali lagi laki laki itu menatap nanar pada Hyde, kemudian seulas senyum mengembang di wajahnya, yang menurut Hyde adalah senyuman termanis yang pernah ia lihat, "Terima kaih.." ujarnya lirih, dan terlihat manis... 

mau tak mau wajah Hyde bersemu merah, ia kemudian hanya mengangguk kecil "Aku Haido, siapa namamu?" tanya Hyde pada sang anak.

"Aku Tetsu" seru sang anak sambil tersenyum pada Hyde, yang sekali lagi sukses membuat Hyde memerah.

sesaat Hyde menatap Tetsu kemudian ikut tersenyum, "bolehkah aku memanggilmu Tetchan? habisnya kau imut sih.." seru Hyde pelan..

Tetsu menatap terkejut pada Hyde, setelah berfikir beberapa saat, akhirnya ia tersenyum, "Baiklah.. tapi aku akan memanggilmu Doiha ya.." seru Tetsu sembari tersenyum ceria

"Doiha..?" tanya Hyde dengan alis yang mengkerut.

"Itu namamu Haido, aku hanya membalikanya" seru Tetsu sambil tertawa pelan, aku menatapnya dengan merajuk, namun akhirnya aku mengangguk, tak kuasa melihat pandangan memohon dari anak itu.

"Tentu.."

"Do-Haido!!"

Hyde mengerjapkan matanya pelan, dilihatnya sosok Tetsu yang menatapnya dengan pandangan khawatir.

"Ada apa?" seru Hyde bingung menatap sorot mata Tetsu yang khawatir, namun seketika tatapan itu berubah menjadi tatapan lega sesaat setelah Hyde merespone nya.

"Kau demam Hyde” seru Tetsu bergetar entah karna khawatir atau gugup, “kau istirahat ya.. a-aku akan ambilkan obat ke klinik” lanjutnya beranjak dari kasur Hyde.

Hyde menatap Tetsu yang beranjak dari kasurnya, suara bergetar itu.. entah mengapa seakan ia melihat Tetchanya..

***

Tetsu berjalan pelan menuju kamar asramanya sembari memegang dadanya yang berdetak tak karuan, 'ke-kenapa jantungya berdetak tak terkendali seperti ini saat ia bersama Hyde.. padahal jantungnya hanya bisa berdetak secepat itu saat ia bertemu dengan..

Doiha..

Tetsu menggeleng gelengkan kepalanya pelan, ia tidak ingin mengingat kembali kejadian masa kecilnya, kejadian yang membuatnya harus menyaksikan pria yang ia sangat cintai menangis, yah well.. untung ukuran anak umur 10 tahun, menangis memang wajar sih, bahkan Tetsu sendiri pun masih sering menangis, sampai sekarang..

Akhirnya Tetsu sampai di depan kamarnya, membuka pintu kamarnya dengan was was, Hyde kini tengah demam, dan Tetsu rasa kemungkinan Hyde sakit akibat dirinya, karna udara kemarins angatlah dingin, dan jaket hangat milik Hyde berpindah kepadanya.

"Haido kun.." seru Tetsu pelan

GREBB

Tiba tiba Tetsu merasakan sesuatu memeluknya perlahan, sedikit terlonjak, Tetsu menatap takut pada orang yang kini memeluknya, desahan nafas lega keluar dari mulut Tetsu saat mengetahui bahwa sosok Hyde lah yang kini memeluknya, ah tunggu... kenapa ia merasa lega saat dipeluk Hyde..?

"Ha-Haido kun?" seru Tetsu pelan, berusaha menyadarkan Hyde.

Namun Hyde tidak merespone  ucapan Tetsu, ia semakin mempererat pelukanya dana mendorong Tetsu hingga jatuh pada tempat tidurnya.

"Tetchan..." desis Hyde pelan, sembari mencengkram kedua tangan Tetsu diatas kepalanya, seraya menindih tubuh ramping Tetsu.

Tubuh Tetsu tersentak, darimana Hyde tau nama itu? Nama itu hanay disebut oleh keluarganya saja, serta... Doiha.. Doihanya.

Tanpa aba aba bibir Hyde merengsek maju mengecup bibir merah Tetsu dengan kuat, Tetsu mebelalakan matanya, butuh 5 detik untuk Tetsu menyadari bahwa dia kini tengah di cumbu Hyde.

"Haido kun.." seru Tetsu memberontak, namun tetap saja gagal, entah mengapa tubuh Hyde jauh lebih kuat darinya, bibir Hyde pun semakin intens bermain dengar bibir Tetsu, membuat Tetsu terbuai oleh ciumanya.

"Emmm..engh" 

Tanpa sadar Tetsu mengeluarkan desahan kecilnya, membuat Hyde menyeringai kecil, kemudian bibirnya bermain pada  daun telinga dan leher Tetsu, mengulumnya dengan sensual, membuat Tetsu semakin mendesah nikmat.

"Ughh.. Haido.." desah Tetsu semakin tak terkendali.

Tiba tiba Hyde berdiri, wajahnya menjadi pucat, Tetsu menatap Hyde dengan bingung, menatap wajah Hyde yang pucat memandangnya.

"Maafkan AKu Tetsu.. aku- aku tidak bermaksud untuk itu, a-aku akan pergi sebentar" Seru Hyde pelan, kemudian pergi tanpa mendengar Tetsu yang memanggilnya.

***

Bodohhh apa yang aku lakukan!! hampir saja aku memperkosanya, Batin Hyde panik, ia menjambak jambak rambutnya pelan, padahal.. aku sudah memiliki kekasih.. tapi kenapa rasanya berbeda, bila di dekat Tetsu dadanya bergemuru seakan akan ingin meledak, melihat senyum itu, membuat Hyde merengkuh Tetsu dalam pelukanya, apakah ia mencintai Tetsu?

menghelai nafas pelan, Hyde mengeluarkan Handphonenya,mencari salah satu nomor pada kontak teleponya, kemudian menekan tombol call.

"Haloo.. ada yang ingin kubicarakan padamu, temui aku di taman.." seru Hyde pelan, kemudian mematian sambungan teleponya, "aku harap apa yang kulakukan benar" desah Hyde pelan.

***

Tetsu menatap nanar dirinya pada kaca di ruangan itu, ia dapat melihat sebuah kissmark bersarang di lehernya, bayangan Hyde yang hampir memperkosanya seakan terulang kembali di benak Tetsu, membuat Tetsu bersemu merah, entah mengapa ia sangat menyukai itu, menyukai Hyde yang mencium bibirnya, menyukai Hyde yang membuat tanda pada lehernya, menyukai Hyde yang panik, Hyde yang menolongnya, Hyde yang mengkhawatirkanya, Hyde yang melindunginya.

Apakah ia mencintai Hyde...?

perlahan Tetsu meronggoh tasnya, mengambil boneka kelinci usang dengan bekas robekan di leher yang di tambal dengan selotip, tertawa, tibat tiba saja Tetsu mengingat masa lalu kecilnya.

"Aku harap Haido kun adalah Doiha.." seru Tetsu lirih sermbari memeluk boneka kelinci itu dan tidur di kasurnya yang berantakan akibat praktik pemerkosan yang hampir dilakukan Hyde. "Haido.. Hai..do.. Do..Doiha?!"

Mendadak Tetsu bangun dari tidurnya, apakah.. apakah benar.. tapi kenapa ia baru sadar, hampir saja Tetsu meneteskan air mata ahagia, orang yang membuatnya bersikukuh untung pulang ke Jepang ternyata ada di dekatnya, bahkan satu kamar denganya, Tetsu tak mungkin salah! Cuman Doihanya yang memanggilnya Tetchan.

terburu buru, Tetsu berlari keluar asramanya, bermaksud untuk mencari Hyde, boneka kelinci usang itu pun tak lepas dari genggamanya, jika benar dia Doihanya, pasti dia akan mengenal boneka kelinci ini

-Bersambung-

Living In Your Eyes chap 2

Cerita sebelumnya :

dengan perlahan Hyde mendekati sosok yang tengah tertidur itu, meneliti wajah , manis itu, jika mahluk itu memang Tetchanya, sekarang Tetchanya tumbuh menjadi laki laki yang sangat cantik dan membuat Hyde ingin melindunginya, entah mengapa.. 

Living In Your Eyes
chap 2

Tetsu mengerjapkan matanya pelan saat merasakan seberkas sinar menerpa wajahnya, bersiap untuk bangun, namun tiba tiba Tetsu merasakan tubuhnya tertahan sesuatu, dengan perlahan Tetsu mencoba menengok ke sebelah kirinya.

"Astaga" Pekik Tetsu tertahan, ia mendapati dirinya dipeluk oleh laki laki yang menjadi teman satu kamarnya, pemuda yang bernama Haido itu masih terlelap dalam tidurnya, melingkari tubuh Tetsu dengan kedua tangan kekar milik Hyde, meniadakan jarang antara dirinya dan Hyde, Tetsu menatap lekat wajah Hyde dengan warna merah yang menjalar di seluruh mukanya.

benar benar wajah yang tampan...

Hyde menggeliatkan badanya, ia dapat merasakan seseorang tengah memandanya, dengan perlahan ia membuka matanya, butuh sekitar 3 detik untuk Hyde menyadari posisinya sekarang

-Ia tidur di kasur milik Tetsu plus memeluk si pemilik kasur-

Refleks Hyde melepaskan pelukanya pada Tubuh Tetsu, dan menatap si pemilik kasur yang wajahnya masih bersemu merah, mau tak mau Hyde ikutan bersemu "Itu ano.. bu-bukan seperti yang kau bayangkan Tetsu, aku.. euh.." seru Hyde gelagapan,  ia tidak ingin imagenya buruk dimata Tetsu.

Tetsu tersenyum dan menatap Hyde lembut, "Aku mengerti Haido kun" serunya pelan.

Wajah Hyde kembali memerah saat Tetsu tersenyum padanya. jujur, ia sangat menyukai senyuman yang terbentuk pada wajah Tetsu, membuat hatinya hangat dan dadanya berdetak cepat namun rasanya menyenangkan, bukan menyesakkan.

"Ano.. Haido kun?" seru Tetsu bingung melihat Hyde hanya menatap diam kearahnya, jujur itu membuat Tetsu sedikit.. err.. gugup?

"Eh.. aku.. aku akan ke kamar mandi" seru Hyde salah tingkah, kemudian mengambil handuknya, sementara senyuman tak lepas lepasnya terukir dari wajah manis Tetsu

***

Ken menatap bingung pada sahabatnya yang sedari tadi hanya terbengong bengong, bahkan makan siangnya sama sekali tidak tersentuh.

"Nee Haido? ada apa? tidak biasanya kau seperti ini" Tanya Ken bingung, namun Hyde sama sekali tidak mersepon, kemudian Hyde menatap Yukkie dan Tetsu bergantian, keduanya hanya menggeleng bingung.

"Tetsu, apa yang kau lakukan sampai membuat Hyde seperti ini?" Tanya Ken menatap Tetsu dengan tatapan jahil

"TIDAK ADA" Seru Tetsu dan Hyde bersamaan, sedetik kemudian keduanya menutup mulutnya rapat rapat, membuat Ken tertawa puas.

"Sepertinya Hyde tak tahan untuk menyentuh Tetsu" lanjut Ken dengan nada jail yang semakin menjadi jadi.

"Ehh apakah itu benar Hyde, Tetsu?" Seru Yukkie tak percaya.

Wajah Tetsu bersemu mendengar ucapa Ken, entah kenapa ia membayangkan saat Hyde menyentuhnya, cepat cepat Tetsu menghapus kembali pikiran liarnya dan kemudian tertunduk.

"Yang benar saja kau Ken! aku..!! uhh aku ingin pergi!!" Seru Hyde kesal kemudian melangkah pergi, meninggalkan ketiga temanya di atap sekolah.

"Haido kun mau kemana?" seru Tetsu menatap punggung Hyde, namun tidak digubris sama sekali oleh Hyde, sementara itu Ken tertawa cekikian, Yukkie hanya menepuk bahu Tetsu pelan.

"tidak apa apa, dia memang sering seperti itu kok, apalagi kalau sudah diejek Ken" seru Yukkie sembari tersenyum kecil, Tetsu membalas senyum Yukkie dengan senyum manis miliknya.

***
Tetsu uring uringan di kasurnya, sudah pukul 6 sore dan Hyde belum kembali! perasaan Tetsu kembali tak menentu, apakah Hyde marah atas kejadian tadi pagi? apakah Hyde meminta pindah asrama pada Sura sensei? apakah Hyde membencinya? semua pikiran itu berkecamuk dalam pikiran Tetsu, membuat Tetsu lebih tidak bisa tenang dari sebelumnya, akhirnya dengan sekali gerakan Tetsu menyambar jaket putihnya dan bertekat untuk mencari Hyde dan meminta maaf.

langit sudah berubah orange saat Tetsu keluar dari asramanya, belum terlalu malam untuk pergi, lagi pula sekolah ini membebaskan murid muridnya untuk keluar dari asrama sampai pukul 10 malam, sebelum gerbang asrama dikunci.

Tetsu menyusuri pekarangan bunga dengan perlahan lahan, berharap bahwa dia dapat menemukan Hyde, namun hasilnya nihil, sekarang sudah menunjukan pukul 8 malam, udara juga sudah mulai mendingin, badan kecil Tetsu gemetar saat angin dingin menerpa tubuhnya.

"Heii bukankah itu murid pindahan yang dari Inggris?" seru seseorang dengan perawakan besar.
"Iya Nobu" seru seseorang yang berbadan sama besarnya dengan pria yang bernama nobu itu.
"Ternyata memang benar sangat manis" seru Nobu dengan senyum liciknya, "Minna.. sepertinya kita dapat mainan baru" seru Nobu menyeringai pada ke empat temanya, membuat 4 orang yang mengikutinya tersenyum licik pula.

Tetsu sudah hampir menyerah dan ingin pulang ke Asramanya sampai ia berpapasan dengan segerombolan anak yang tersenyum kepadanya.

"Hai, kau Tetsuya Ogawa ya?" seru salah satu anak tersebut. Tetsu menolehkan wajahnya pada gerombolan itu, kemudian tersenyum kecil dan mengangguk.

"Sedang apa kau disini Tetsu?" seru orang itu lagi, "ah aku lupa mengenalkan namaku, aku Nobu dari kelas 2-3" seru lelaki itu sembari memberikan tanganya pada Tetsu, "salam kenal Nobu kun" seru Tetsu menjabat tanganya dengan ramah.

""aku sedang mencari Haido, apakah kau melihatnya?" seru Tetsu sembari tetap mencari sosok Hyde dengan matanya.

Nobu dan keempat temanya saling menatap kemudian menyeringai, "tadi aku melihat Haido, mau kuantarkan?" seru Nobu merangkul bahu Tetsu, Tetsu menatap berbinar pada Nobu kemudian mengangguk setuju. "arigatou Nobu kun" seru Tetsu masih dengan senyum manisnya.

***

Hyde kembali ke kamar asramanya setelah seharian membolos dan bermain ke kota, 'sialan Tetsu, berani beraninya membuatku tidak bisa konsentrasi seperti ini' batin Hyde sembari membuka pintu asramanya.

"Tetsu,,?" seru Hyde mencari keberadaan Tetsu, namun hasilnya nihil,mengamati sekitar matanya bertabrakan dengan jam dinding, diliriknya jam yang menggantung di dinding itu, sudah menunjukan pukul 9.30 malam, dan Tetsu belum kembali! Hyde tau bahwa Tetsu bukanlah tipikal  anak nakal, dan lagi perasaanya entah mengapa tidak enak. dengan gusar Hyde kembali keluar mencari keberadaan Tetsu.

****

"Nobu kun kita mau kemana?" tanya Tetsu sedikit bingung karna pemuda bernama Nobu itu setengah menyeretnya ke area gedung yang tidak terpakai, jujur saja perasaanya aga sedikit kurang nyaman saat itu

namun pemuda yang dipanngil Nobu itu tidak bereaksi, ia dan ke empat temanya semakin menyeret Tetsu masuk kedalam salah satu ruangan yang tidak terpakai itu.

merasakan bahaya,Tetsu berusaha untuk lepas dari cengkraman Nobu dan berlari, namun sayangnya Nobu berhasil mencengkram lengan tetsu dan melemparnya hingga terjerembab di lantai, "kalian, tahan dia!" seru Nobu pada keempat temanya, Tetsu semakin ketakutan dan berusaha berdiri, namun dalam sekali hentakan ia jatuh telentang, tangan dan kakinya dipegang oleh 2 orang yang bahkan Tetsu tidak tau siapa, sementara itu sisanya berusaha membuka baju yang dikenakan Tetsu.

"TO-TOLONG" jerit Tetsu sembari berusaha melepaskan tubuhnya dari orang orang yang kini melecehkanya.

***
Hyde berusaha mencari Tetsu dengan gusar, perasaanya semakin lama semakin tak nyaman, entah mengapa ia merasakan bahwa Tetsu dalam bahaya.

"Haido kau sedang apa?" tanya seorang dengan mata sayu dan bibir yang terlihat seperti burung hantu itu.

"Ah Kazu!" seru Hyde sedikit bahagia, "apakah kau melihat Tetsu" lanjut Hyde dengan wajahnya yang masih menampakan wajah gusarnya

"maksudmu anak baru itu? tadi aku melihatnya bersama Nobu dan teman temanya menuju aula lama" seru Kaz, mendadak badan Hyde bersiaga,ia tau betul bahwa Nobu adalah anak berandal di sekolah ini, dengan Tetsu yang polos itu, di aula lama yang tidak terpakai... perasaan Hyde semakin tidak nyaman

"Terima kasih Kazu, aku berhutang padamu" seru Hyde berlari secepat yang ia bisa menuju Aula tersebut.

***
Hyde sampai di pekarangan Aula tersebut, matanya masih mencari cari sosok Tetsu, Nobu atau ketiga temanya,jantungnya semakin berdetak tak nyaman mengingat Tetsu memiliki kemungkinan besar dalam bahaya.

entah mengapa Hyde sangat peduli dan mengkhawatirkan mahluk yang belum genap 2 hari mengenalnya itu, tapi entah bagaimana, rasanya Hyde sudah mengenal Tetsu sejak lama... seperti Tetsu adalah Tetchanya yang dulu.

"TO-TOLONG"

Hyde menoleh kaku, medengar suara yang tak asing baginya, itu adalah suara Tetsu! dengan gerakan cepat ia mendobrak pintu tersebut, memperlihatkan tubuh Tetsu yang tengah dijilat oleh laki laki yang bernama Nobu itu, pakaian Tetsu pun telah terkoyak di sebelahnya

"Ha-Haido" seru Tetsu lemah, air matanya terus mengalir dari mata indah itu, sekujur badanya memar, entah kissmark atau pukulan, badan kecil Tetsu pun bergetar ketakutan.

"Kurang ajar!" desis Hyde marah, kemudian dengan sekali gerakan ia dapat membantin Nobu dan menghajarnya beserta teman temanya yang telah melecehkan Tetsu dengan seenak jidatnya, setelah puas menghilangkan gigi geraham bajingan tersebut Hyde mendekati Tetsu yang masih bergetar.

"Tetsu kau tak apa apa?" tanya Hyde khawatir, ia memberikan jaket yang dikenakanya pada Tetsu, karna pakaian yang sebelumnya dikenakan Tetsu sudah tidak lagi layak pakai.

Tetsu mengangguk lemah, sebenarnya ia masih sedikit trauma dan takut, namun entah mengapa setelah Hyde menolongnya ia merasa lebih tenang.

Hyde yang melihat Tetsu masih bergetar akhirnya menggendong Tetsu pelan, awalnya Tetsu menolak dan bersikukuh bahwa ia bisa berjalan sendiri, namun melihat badan Tetsu yang bergetar hebat akhirnya Hyde memaksa untuk tetap menggendong Tetsu.

****

Hyde merebahkan Tetsu di kasurnya,membuat Tetsu merasa nyaman, kemudian ia memberikanya susu yang baru saja ia beli, bertujuan untuk menenangkan Tetsu, Tetsu hanya menerimanya dengan tangan yang bergetar dan mengucapkan terima kasih.

tiba tiba saja air mata Tetsu turun dengan derasnya, Hyde yang melihatnya menjadi sangat panik, ia berjalan mendekati Tetsu.

"Ada apa?" Tanya Hyde khawatir, ia merasa sedih melihat Tetsu yang terlihat sangat terpukul itu.

"Hiks... Hiks,,Haido kun.." isak Tetsu, kemudian sedetik berikutnya tubuh Tetsu menempel pada tubuh Hyde, tangan gemetar milik Tetsu melingkar di leher Hyde, kepalanya pun bersandar di dada Hyde, Hyde hanya bisa mengelus kepala Tetsu dengan canggung, "Tenanglah.. kau sudah aman Tetsu" seru Hyde berusaha menenangkan teman sekamarnya itu.

"Haido..aku..aku takut..hiks" seru Tets dengan suara yang masih gemetar, Hyde kemudian berinisiatif untuk mendekap Tetsu, membuatnya lebih tenang, perlahan lahan isakan Tetsu pun semakin mengecil sampai akhirnya sang pemilik suara jatuh tertidur.

Hyde tersenyum pelan,merebahkan tubuh Tetsu yang kelelahan ke kasur miliknya, kemudian menyelimuti mahluk itu pelan. Diusapnya air mata Tetsu yang masih tertinggal, entah mengapa hatinya bagai ter iris melihat Tetsu yang terpuruk itu, kemudian rasa itu berubah jadi marah, karna ada yang berani menyentuh Tetsu, "perasaan macam apa ini" desis Hyde bingung

dan entah angin dari mana Hyde mendekatkan wajahnya menuju wajah tenang Tetsu yang terlelap, dan dengan perlahn dikecupnya bibir kemerahan itu pelan.

"Oyasumi Tetsu" bisik Hyde pelan di telinga Tetsu.

-bersambung-

Rabu, 27 Januari 2016

Living in Your eyes chapter 1

Kali ini aku mau buat fanfic manis(lagi) dengan tema asrama haha, jadi aku adalasan buat nulis lemon *evil grin* dan buat yang selalu nanya, pairing yang aku pakai sejauh ini adalah Haitsu, karna.. aku merasakan bahwa ada yang disembunyikan dari mereka~

oke, selmat membaca*dan ini pertama kalinya aku nulis pake netbook, karna biasanya pake tab*

Living in Your eyes
Pair : Hyde x Tetsu
Genre : Err..Romace? 
Rating : aepertinya akan nc 
*lirik penuh makna ke astut*


"Haido~" Sapa seorang berperawakan tinggi dengan senyum hangatnya, kemudian duduk tepat di depan pemuda yang bernama Hyde itu.

"Kau tau? hari ini kelas kita kedatangan murid baru, dari Inggris!!" seru Ken setengah berteriak sembari menekankan pada kata 'Inggris'

"Hmm.." Jawab pemuda di depanya sembari menggumam tak jelas kemudian kembali menelungkupkan kepalanya, dikarnakan rasa kantuk yang melandanya.

"Huuh! sepertinya kau sama sekali tak mendengarku!" seru Ken merajuk kemudian memukul kepala Hyde pelan, yang dibalas oleh kekehan Hyde.

tak lama kemudian salah satu pemuda datang bergabung dengan Hyde dan Ken, terlihat perawakanya yang sangat kental darah Jepang, dengan mata sipitnya itu.

"Nee Yukkie, kamu sudah tau anak baru itu?" seru Ken menatap pada salah satu sahabatnya. Yukkie mengangguk pelan, "Namanya Tetsuya "seru Yukkie yang notabenya adalah anak dari kepala sekolah.

"Tetsuya ya.. aku kira dia bule" seru Ken setengah kecewa, sementara Hyde mengerutkan keningnya, rasanya nama itu tidak asing di telinganya.

****

Tetsu menatap nanar pada pintu ruangan kelas di depanya, entah kenapa rasa gugup meliputi dadanya, ia memang bukan tipe orang yang mudah bergaul, jadi lingkungan baru membuatnya sangat gugup.

menghelai nafas pelan, akhirnya pintu itupun di geser Tetsu, seketika kelas yang tadinya ramai langsung sunyi, sensei yang sudah berada di dalam kelas tersenyum lembut kearah Tetsu. 

Tetsu melangkahkan kakinya menuju sensei yang telah memberikan kode padanya, sama seperti anak baru pada umumnya, haus memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.

Tetsu menatap sekeliling kelas dengan pandangan malu malu dengan muka memerah, kemudian tersenyum sedikit gugup. 

"Namaku, Ogawa Tetsuya" Serunya pelan.

seketika anak anak menatap kearahnya, sedetik kemudian kelas kembali ramai, ada beberapa laki laki yang mengatakan bahwa wajahnya sangat manis, sebagian lagi menanyakan apakah benar ia berasal dari inggris dan sebagainya, membuat Tetsu mau tak mau tersenyum (yang membuat anak anak dikelas itu semakin berisik) 

"Tetsu kau laki laki kan?" seru salah satu pemuda berbadan mungil dengan bibir tebalnya, refleks semua orang menatap pemuda itu, begitu pula yang tidak mengerti ucapan mahluk itu.

"Tentu saja Takanori kun dia laki laki" seru senseinya sembari menatap pemuda yang disebut Takanori. 

"Habisnya dia manis banget" seru Takanori menatap Tetsu lekat, kemudian terkekeh lucu.

Tetsu juga mulai tertawa kecil mendengar pernyataan pemuda yang bernama Takanori tadi, kemudian sang sensei berdehem pelan, membuat semua orang terdiam.

"Nah Ogawa Kun, kau duduk di sebelah Takarai kun, di sana" seru Sensei menunjuk kearah laki laki yang memandang ke luar jendela, sebagian wajahnya tertutup oleh surai hitam yang membuat wajahnya tak begitu terlihat di mata Tetsu.

Tetsu melangkahkan kakinya dan duduk di sebelah pemuda itu, "Ano..." seru Tetsu pelan yang refleks membuat sang pemuda menoleh.

Tetsu terkejut melihat wajah sang pria, wajahnya yang putih dengan bola mata yang besar dan alis yang tegas, serta bibirnya yang sangat seksi.

tampan....

Dan entah mengapa Tetsu merasakan bahwa pria yang duduk di sebelahnya bukanlah orang asing. 

sementara itu Hyde menatap pria yang kini terduduk disebelahnya, raut wajah yang sangat lembut, bibirnya yang kecil dan kemerahan, matanya yang menatap dengan tatapan polos, serta surai kecokelatan yang membuat mahluk diseblehnya terlihat sangat .... manis

"Aku Ogawa Tetsuya" seru pemuda itu sembari memberikan tanganya, 

DHEG..

Entah mengapa dada Hyde berdenyut ngilu, pandanganya memutar pada kenanganya berumur 5 tahun, kenanganya dengan pemuda yang memiliki nama yang sama, apakah orang yang di sebelah nya adalah Tetchanya?

"Ano... boleh kutau namamu?" tanya Tetsu pelan sembari menatap Hyde, rasanya ia mengenali sekali lelaki disampingnya.

Hyde menatap dingin pada Tetsu dan memalingkan wajahnya pada jendela, "Hideto" serunya dingin membuat Tetsu sedikit merinding. pada akhirnya baik Tetsu maupun pemuda bernama Hideto tidak mengutarakan apapun.

***

Bel istirahat yang berkomandang membuat semua anak anak bersorak gembira, dan kemudian berhamburan keluar, entah menuju kantin, lapangan, atau keluar dari komplek sekolah mereka, untuk berkencan dengan gadis - gadis di SMA seberang.

Tetsu yang tengah merapihkan buku bukunya berhenti mendadak saat merasakan ada dua lelaki yang datang menuju mejanya. 

"Hai, sapa seseorang yang berbadan tinggi sembari tersenyum ramah, namaku Kitamura Ken, kau bisa memanggilku Ken" seru Ken sembari memberikan tanganya, Tetsu menjabat tangan Ken dengan senyuman manisnya, "senang bertemu denganmu Ken, kau boleh memanggilku Tetsu" .

"Dan aku Yukihiro Awaji, kau boleh memanggilku Yukkie" seru seseorang yang dibelakang Yukkie, senyum Tetsu semakin melebar, setidaknya ia sudah mendapatkan kenalan, dan tidak merasakan kesepian.

"ternyata benar kata Nishikawa, kau memang manis" seru Ken sambil mencubit pipi Tetsu, membuat Hyde yang sedari tadi diam dan melihatnya menggebrak meja.

Ken, Yukkie dan Tetsu menatap Hyde dengan bingung, "ada apa Haido? " seru Ken bingung, Hyde kemudian merapihkan buku bukunya dan menaruhnya dengan asal ke tasnya, "aku tidak enak badan, ingin kembali ke asrama"seru Hyde dingin dan langsung berjalan keluar kelas.

"Ada apa denganya?" seru Ken yang mendapat gelengan bingung dari Yukkie, "Mungkin salah makan" seru Yukkie menatap Ken.

sementara itu Tetsu menatap sedih pada kepergian Hyde, apakah dia telah membuat Hyde merasa tidak nyaman?.

Ken yang melihat gelagat tak enak dari Tetsu menepuk bahu Tetsu pelan, memberikan kode ini - bukan - salahmu, yang dibalas dengan senyum sedih oleh Tetsu.

***

Tetsu membuka pintu kamar asramanya sembari menyeret koper besar di tangan kirinya serta ransel dan tas sekolah ditangan kananya. 

"Permisi.." Seru Tetsu pelan, namun tidak ada orang yang menjawabnya, Tetsu berasumsi bahwa sang teman sekamar sedang pergi keluar, mengangkat bahu, Tetsu kembali menyeret kopernya dan menaruhnya di satu sudut kasur yang belum berisikan apapun.

Sesaat setelah Tetsu merapihkan baju dan peralatan sekolahnya, ia merasakan seseorang membuka pintu kamar mandi.

"KAU" Seru seseorang dengan nada seperti berteriak, Tetsu berbalik, mendapati seseorang yang duduk di bangku sebelahnya hanya mengenakan handuk di pinggangnya, badan orang tersebut terbentuk dengan indahnya, membuat Tetsu meneguk ludah dengan susah.

"Err.. Hideto..?" seru Tetsu bingung dan sedikit malu, entah mengapa ia malu melihat sosok Hyde yang setengah telanjang berada di hadapanya. 

Sementara Hyde yang melihat Tetsu bersemu tidak dapat menahan rona merah di pipinya, 'apa apaan sih dia, menunjukan wajah manis seperti itu' batin Hyde yang entah kenapa merasa jantungnya berdebar cukup keras.

"Apa yang kau lakukan dikamarku?!" seru Hyde setengah berteriak, antara malu dan sedikit senang, eh tunggu.. kenapa ia merasa senang..? Hyde meraba jantungnya yang berdetak bahagia.

"a-aku tidak tau, tadi Yura Sensei memberitaukan bahwa aku akan tidur disini" seru Tetsu bergetar, anatar Takut karna bentakan Hyde, dan sedikit.. bahagia 

"Grrr... aku mau pergi, jangan ikuti aku, dan panggil aku Haido saja, aku tidak suka dengan nama Hideto" seru Hyde melangkah pergi meninggalkan Tetsu yang kebingungan dengan tingkah teman sekamarnya itu.

****

sial, kenapa aku deg degan melihat wajah laki laki itu, aku akui sih wajahnya memang manis, dan matanya memancarkan kepolosan, tapi tetap saja.. dia itukan laki - laki, runtuk Hyde pada dirinya sendiri, seakan tak percaya apa yang terjadi padanya.

setelah perdebatan yang cukup panjang dengan dirinya sendiri, akhirnya Hyde memutuskan untuk kembali ke kamarnya, saat ia membuka pintu kamarnya, matanya menatap pada sosok yang tengah tertidur di kasur, wajah damai itu... tiba tiba saja Hyde mencengkram dadanya yang berdetak lebih cepat dari biasanya, wajah damai lelaki bernama Tetsu itu sangat mengingatkan Hyde pada cinta pertamanya, Tetchanya...

dengan perlahan Hyde mendekati sosok yang tengah tertidur itu, meneliti wajah , manis itu, jika mahluk itu memang Tetchanya, sekarang Tetchanya tumbuh menjadi laki laki yang sangat cantik dan membuat Hyde ingin melindunginya, entah mengapa.. 

-Bersambung-

Senin, 18 Januari 2016

Late night At Radio Showing (^-^)

Sebenernya ide FF ini berawal dari obrolan bagaimana kalau Hyde datang ke acara radionya Tetsu, mengingat di Appare Yattemasu
radio showing Tetsu) ia bersama dengan Takanori, dan sempat kepikiran bakal terjadi 'perang' untuk mendapatkan perhatian Tetsu.

Terus kupikir pikir kalau dijadiin FF bakalan lucu, semoga aja ga garing hahaha.

Disclamer : L'Arc~en~ciel milik Tetsu, Tetsu milik Hyde dan Takanori(?) ah sudahlah.

Late night At Radio Showing (^-^)

Tetsu turun dari Taxi yang ia naiki, sungguh menyebalkan sekali hari ini batin Tetsu. Bagaimana tidak, tiba tiba saja Ayana dan juniornya memutuskan pergi ke luar kota selama seminggu, meninggalkanya dengan tumpukan pekerjaan yang membelenggunya, belum lagi mobil yang ia naiki mengalami kerusakan dan harus diperbaiki saat ia hendak menuju studio MBS .

Cukup untuk merusak moodnya~

"Tetchan~"

Tetsu menoleh mencari asal sumber suara yang baru saja memanggilnya, terlihat sosok pemuda bertubuh kecil namun kekar dengan tampang sumringahnya.

"Eh.. Nishikawa kun.. " ujar Tetsu sambil tersenyum pelan pada salah satu sahabatnya, sementara pemuda yg disebut Nishikawa itu hanya tersenyum lebar.

"Nee Tetchan, aku pikir kau tidak akan datang hari ini" seru Takanori berbinar, seraya berjalan bersama Tetsu menuju salah satu ruang MBS untuk off air

***

Mata Tetsu mengerjap pelan, rasa kantungnya menyerang tiba tiba, maklum saja sekarang sudah pukul 10 malam, jadwalnya memang berlangsung hingga tengah malam, padahal ia tidak pernah bisa menahan kantuknya.

"Ah iya.. hari ini kita kedatangan guest house special~" seru Takamina dari microphonenya.

Guest Host? Tumben, padahal hari ini lengkap. Pikir Tetsu, namun ia akhirnya hanya mengangguk angguk saja palingan juga member 48 family seperti biasanya.

"Guest host silahkan masuk" seru Kendo yang akhirnya ikut berbicara, Tetsu hanya menunduk kebawah, berusaha keras manahan kantuknya yang semakin menjadi jadi.

"Konbawa~"

Tetsu tiba tiba menoleh dengan cepat, ia sangat kenal dengan suara itu, suara yang sudah bertahun tahun di dengarnya.

"Haido?!" Seru Tetsu tiba tiba, tidak menyadari bahwa suaranya terlalu keras, hingga seperti berteriak. Dan dalam sedetik Tetsu membekap mulutnya sambil megatakan "maaf" denga lirih.

Hyde tersenyum geli melihat Tetsu yang bereaksi berlebihan seperti itu, kemudian mengambil duduk di sebelah Tetsu yang -  entah -  kebetulan -  atau -  disengaja -  kosong, sementara Takanori yang berada di sisi lain Tetsu menatap tak suka pada Hyde.

"Ya, dan guest host kali ini adalah Hyde dari L'Arc~en~ciel" lanjut Takamina tersenyum penuh arti.

"Sepertinya Tetchan tidak tau bahwa Haido san akan datang" seru Yuki Morizaki sambil terkekeh pelan.

"Itu karna kalia tidak memberitauku" seru Tetsu dngan nada protes.

"Karna kami ingin memberi kejutan" seru Kendo pada Tetsu, yang hanya di balas dengan wajah kesal yang meggemaskan oleh Tetsu.

"Senang bertemu denganmu Tetchan" seru Hyde lembut, dan sukses membuat Tetsu memerah.

"Wahhhh Tetchan bersemuuu lucu sekalii" seru Yuki dan Takamina yang histeris melihat wajah Tetsu yang semakin merah.

Sementara itu Takanori menatap kesal karna perhatian Tetsu langsung diambil alih oleh Hyde, tiba tiba sebuah ide muncul di otaknya.

"Tetchan, inget ga waktu kita ke Hakone BARENG " seru Takanori dengan penekanan pada kata 'bareng' membuat Tetsu menoleh kearah Takanori sambil tersenyum kecil. 

"Tentu Nishikawa kun, aku ingat, makananya enak enak walau udaranya aga sedikit dingin" tanggap Tetsu membuat Hyde menatap Takanori dengan wajah tak suka, sementara Takanori hanya menyeringai kecil kearah Hyde.

"Jangan lupa saat kita ke onsen bareng" seru Takanori sambil melirik penuh ejekan pada Hyde.

Sementara itu Hyde menatap tajam pada sosok yang cukup kurang ajar baginya. Oke, kali ini Takanori sudah memberikan kode 'perang' untuk mendapatkan Tetsu, yang baru baru ini diterima oleh Hyde.

"Kalian pergi ke onsen bareng..? Enaknyaaa... " seru Takamina sambil tersenyum kecil, "lalu apakah kalian tidur di hotel?" lanjutnya.

"Tidak, kita langsung kembali, namun karna aku kelelahan akhirnya Nishikawa kun yang menyetir, sementara aku tertidur, saat bangun aku sudah berada di kamar Nishikawa kun" seru Tetsu dengan polosnya.

"EHHHH?!!" seru Takamina dan Yuki serempak.

Sementara itu Takanori melihat Hyde yang mulai berang, sebuah senyum kecil menghiasi wajah Takanori, 'satu kosong Hyde' batin Takanori.

Sementara itu Hyde yang mendengar pernyataan Tetsu mulai mengepalkan tanganya, jika saja sekarang tidak off air dan tidak ada orang, ia yakin, sangat yakin akan mencingcang mahluk yang dengan lancangnya itu menyentuh Tetsunya.

Tiba tiba saja Hyde tersenyum kecil, ia mendapatkan ide untuk 'membalas' Takanori.

"Tetchan inget wkatu L'Arcasino? Kau bermimpi buruk lalu-" seru Hyde menggantung.

Tiba tiba saja wajah Tetsu merah padam, ia sangat ingat kejadian saat itu "Haidooo jangan diungkit ungkit lagi... kumohonn" seru Tetsu dengan wajah memerah.

"Wahh ada apa Haido san, sepertinya menarik" seru Yuki penasaran.

"Jadi begini.. saat menginap di hotel waktu L'Arcasino, Tetchan bermimpi buruk, dan ia memaksa agar ia tidur bersamaku, dan akhirnya kami TIDUR BERSAMA" seru Hyde penuh penekanan pada kata "tidur bersama"

"HEEEEEE?!! BENARKAH ITU TETCHAN?!!" seru Yuki dan Takamina yang terkejut.

"A-aku malu..." Tetsu menutup wajahya yang sudah semerah tomat, sementara itu Takanori yang mendengar itu mengeras, dan menatap Hyde dengan tatapan kesal, yang dibalas dengan seringai mengejek oleh Hyde.

"Heeeh sepertinya sebentar lagi akan terjadi perang" desah Kendo yang sedari tadi hanya menatap Hyde dan Takanori yang berusaha mengambil perhatian Tetsu.

Refleks Yuki dan Takamina menatap kearah Kendo, sementara Kendo menunjuk kearah Hyde dan Takanori yang mengeluarkan aura tidak enak, membuat sesisi ruangan merasa tak nyaman.

"Kasihan Tetchan" lanjut Kendo berbisik.

"Nee Minami chan, menurutmu siapa yang akan menang?" Bisik Yuki pada Takamina.

"Hmmm..." seru Takamina menatap Hyde dan Takanori bergantian "aku rasa... Haido san" lanjutnya.

"Baiklah kalau begitu aku mendukung Takanori" seru Yuki sambil terkekeh.

Sementara itu Tetsu merasakan aura tak enak dari sebelah kanan dan kirinya, namun ia tak berani mengatakan apapun, akhirnya ia hanya menunduk.

"Nee Tetchan...jika kau diundang pada acara Inazuma Rock Festival, dan acara Vamps di hari yang sama, mana yang kau pilih?" Seru Kendo dengan senyum penuh arti.

Tetsu terkejut mendapatkan pertanyaan tersebut, dan akhirnya ia melipat tanganya sembari mengangguk anggukan kepalanya.

"Aku rasa... aku memilih Vamps" seru Tetsu.

"Ehh...? Kenapa?" Seru Takanori dengan nada kecewa, sementara Hyde menatap dengan tatapan mengejek, ' dua - satu, rasakan itu cebol!' Batin Hyde.

"Karna aku belum pernah menjadi bintang tamu acara Doiha sekalipun" seru Tetsu dengan nada sarkasme yang tinggi, membuat Hyde menunduk dan Takanori tersenyum penuh kemenangan.

Rasakan itu Hyde!

"Satu pertanyaan terakhir Tetchan" Seru Yuki yang melirik kearah sang produser yang memberi kode bahwa waktu sudah mulai habis.

"Jika kau wanita, siapa yang kau pilih jadi suamimu, Haido san atau Takanori kun..?" Lanjut Yuki sembari tersenyum penuh arti.

"Ehhhh?! Pertanyaan macam apa itu?" Seru Tetsu kaget. Sementara Takanori dan Hyde melirik tajam pada Tetsu, membuat Tetsu merasa tak enak.

"Sudah jawab saja, durasi ingat!!" Seru Kendo sambil terkekeh, 'anak muda jaman sekarang...' batinya seraya melirik Takamina dan Yuki yang tersenyum bahkan terdengar cekikikan dari mereka berdua.

Tetsu menatap Hyde dan Takanori bergantian, terlihat sekali wajahnya yang kebingungan, namun akhirnya ia mengambil nafas dalam.

"Aku rasa Doiha.." seru Tetsu lirih.

"HEEE?!!"

Hyde tersenyum mengejek pada Takanori yang masih syok, jelas betul ia menang telak dari Takanori, seulas seringai pun ia perlihatkan, membuat Yuki dan Takamina yang sedari tadi menatap Hyde merinding.

****

"Nee Tetchan... " seru Hyde yang mengejar Tetsu yang sedang berjalan di lorong.

Tetsu memberhentikan langkahnya dan menatap Hyde bingung, "ada apa Doiha?"

"Aku ingin mengambil pialaku" seru Hyde tersenyum pada Tetsu seraya mulai me-mepet pada tubuh Tetsu.

"Pi-piala apa?" Seru Tetsu bingung dan sedikit khawatir, melihat Hyde yang terus me-mepetnya.

Hyde tidak menjawab pertanyaan Tetsu, ia mulai mendorong Tetsu hingga menabrak dinding, kemudian melumat bibir Tetsu penuh nafsu, Tetsu yang kaget berusaha mendorong tubuh Hyde, namun nihil, badan Hyde lebih kuat dibanding badanya.

"Hy-doi-doihaaa ini masih di studio! " seru Tetsu diantara seranga ciuman Hyde.

Hyde menatap Tetsu kemudian mulai menciumi leher dan telinga Tetsu, "memang mau dimana?" Serunya dengan nada yang lembut.

Wajah Tetsu merah padam, ia terjebak permainan kata Hyde! secara tidak langsung berarti ia mebolehkan Hyde melakukan 'itu' terhadapnya.

"A-asalkan bukan disini" seru Tetsu lirih dan berusaha menahan malunya.

Hyde terkekeh pelan, kemudian menggandeng tangan Tetsu. "Ayo naik mobilku" seru Hyde dengan riangnya.

Sementara itu Yuki dan Takamina yang sedari tadi mengintip hanya menganga, melihat keganasan seorang Hyde.

"Aku rasa Tetchan gaakan selamat" seru Yuki yang disambut anggukan oleh Takamina.

~owari~

Rabu, 13 Januari 2016

Sunshine became you chap final

Hyde menatap Tetsu yang masih tertidur di ruang rawat inapnya, Ayah dan ibu Hyde sudah pulang terlebih dahulu dikarnakan urusan bisnis yang mendadak.

Hyde memutuskan untuk duduk tepat disisi Tetchanya, mengelus kepalanya pelan, tadi Yukkie mengatakan bahwa Tetsu sudah melewati masa kritisnya, Membuat Hyde menghembuskan nafas lega sekarang.

"Kau berhasil sayang.. terima kasih..." lirih Hyde sembari mencium jemari Tetsu.

Perlahan Hyde melepaskan jemarinya dari jemari Tetsu seraya melangkah keluar, memberikan waktu untuk Tetsu agar bisa beristirahat.

Setelah menutup pintu, Hyde mengambil Handphone yang tersimpan di saku celananya.

"Halo Kenchan, kau sudah menemukan datanya?" Seru Hyde dengan wajah yang berubah menjadi dingin dan kaku.

"Iya Haido, aku sudah menemukan bukti bukti yang cukup untuk menjebloskanya ke penjara, apakah aku harus melakukanya sekarang?" Seru Ken.

"Lakukan secepatnya, aku ingin mereka merasakan akibatnya, btw terima kasih Kenchan, kau memang bisa kuharapkan" seru Hyde seraya memutuskan sambungan teleponya.

***

Tetsu membuka matanya perlahan, kepalanya masih sedikit sakit. Tetsu memandang sekeliling ruangan tersebut, berharap menemukan sosok yang berstatus sebagai suaminya, namun  ia tidak menemukan satu orangpun disana.

Tiba - tiba matanya menabrak sesuatu disebelahnya, ia melihat sebuah keranjang berisikan seorang bayi, Tetsu tidak dapat melihat jelas karna badanya masih sangat lemah, tapi hatinya mengatakan bahwa itu adalah bayinya, bayinya dengan Hyde. Tanpa bisa ditahan, air mata Tetsu turun membasahi pipinya, air mata bahagia.

"Tetchan... kau sudah sadar?" Seru Hyde sembari membuka pintu kamar Tetsu, terlihat raut wajah bahagia dan lega menyertai senyumnya.

Tetsu menganggukan kepalanya pelan, dan mencoba untuk duduk. Hyde yang sadar dengan keinginan Tetsu membantu Tetsu untuk duduk, dan menyanggahkan batal tepat di punggung Tetsu, agar Tetsu lebih nyaman.

"Ha-haido kun.." Seru Tetsu menatap Hyde dengan air mata yang masih berlinang, Hyde menatapnya dalam kemudian tersenyum lembut, bahkan sangat lembut.

"Kau berhasil sayang.. terima kasih... terima kasih untuk semuanya.. terima kasih telah memberikanku anak.. terima kasih karna kau telah berjuang melewati masa kritismu.." lanjut Hyde sembari mencium kedua tangan Tetsu lembut, kemudian menempelkanya pada pipinya.

Tetsu yang mendengar perkataan Hyde tersenyum lembut, badanya masih terasa letih sekali, kemudian matanya meilirik keranjang yang tepat disebelahnya, dari situ Tetsu dapat melihat sosok bayi perempuan berwajah sangat manis.

Hyde seakan mengerti keinginan Tetsu, dilepakanya genggamanya oada Tetsu perlahan, kemudian Hyde menuju keranjang bayi yang berada tepat disebelah Tetsu, menggendong sosok bayi yang berada di dalam keranjang, memberikanya kepada Tetsu.

Tetsu menatap nanar anak yang berada di dalam gendongan Hyde tersebut, sebuah senyum sangat manis menghiasi wajahnya yang masih tampak letih dan berurai air mata itu.

Tetsu menerima bayi yang ada di gendongan Hyde, terlihat pipi putih kemerahan sang bayi, beserta dengan mata dan bibir mirip oleh sang ayah, Tetsu merengkuh lembut bayi itu, tampak air nata tak berhnti keluar dari air matanya.

"Kau ingin memberikan nama padanya Tetchan?" Seru Hyde sembari menghapus air mata Tetsu.

"Hikari.... aku ingin menamainya Hikari"

"Nama yang bagus Tetchan" seru Hyde yang merengkuh Tetchan dan bayi mereka.

****

2 tahun kemudian..

Sesosok anak batita berlari dengan kaki mungilnya, terlihat sekali bahwa ia baru saja bisa berlari, di tangan kananya terdapat sebuah boneka berbentuk kelelawar.

"Mama Tetchu" seru anak itu sambil berlari kearah sang bunda yang tengah memasak makananya, kemudian memeluk kaki Tetsu dengan kedua belah tanganya yang mungil.

Tetsu tersentak, kemudian membalikan badanya. tersenyum pelan, ia mendapati sang anak tangah memeluk kedua kakinya. dengan perlahan, digendongnya anak yang tengah memeluk kakinya.

"Papa haido..." seru sang anak dengan wajah yang menunjukan bahwa ia mencari sang ayah.

Tetsu tersenyum lembut, dan mengelus pipi sang anak pelan "sabar ya Hika-chan  papa sedang kerja, sebentar lagi pulang" seru Tetsu lembut.

"PAPA HAIDOOO" seru Hikari menjerit kemudian memanyunkan bibirnya, Tetsu terkekeh, kelakuan anaknya sama seperi sang ayah kalau sedang ngambek.

"Mama Tetsu punya ide, bagaimana kalau kita buat hadiah untuk papa Haido?" Seru Tetsu kepada sang anak.

Hikari yang ada di dalam gendongan Tetsu mengangguk setuju, kemudian mereka mulai menyiapkan 'hadiah' untuk sang papa.

***

Hyde membuka kenop pintu rumahnya perlahan, rasa letih yang amat sangat menjalar seluruh tubuhnya, ia sangat ingin tidur sekarang.

"Aku pulang" seru Hyde sembari melepas sepatunya, Hikari yang mendendengar suara sang ayah langsung berlari menuju Hyde, dan memeluknya kuat.

"PAPAAAA" seru Hikari sembari menerjang tubuh Hyde, Hyde yang kaget refleks membentangkan tanganya, membuat Hikari masuk ke dalan pelukanya.

"Sayang.." seru Hyde sembari mengecup kepala anaknya, "bagaimana harimu? Kau tidak merepotkan mamah kan?" Seru sang ayah pelan.

"Tidak.. Hikali anak baik" seru Hikari yang masih berada di dalam pelukan Hyde. Kemudian tiba tiba Hikari melepaskan pelukan sang ayah dan memberikan Hyde sesuatu.

Mata Hyde menatap nanar, melihat di tangan Hikari terdapat origami berbentuk bunga, dengan perlahan Hyde mengambil origami di tangan kecil anaknya.

"Terima kasih sayang.." lirih Hyde sembari mengecup jidat anaknya pelan.

"Hikali sayang papah Haido sama mamah tetchu" seru Hikari riang.

Tetsu yang melihat kejadian itu tersenyum manis, ia sangat suka melihat wajah Hyde yang bahagia dan lembut seperti itu, sangat manis pikir Tetsu.

dengan perlahan Tetsu menghampiri dua mahluk yang disayanginya itu. "Makan malam sudah siap, ayo Hika chan mama Tetsu gendong, kasihan papa Haido masih lelah" seru Tetsu kemudian menggendong anaknya sementara Hyde berjalan disisi Tetsu dan merangkul pinggang Tetsu.

Hyde tersenyum pelan, rasanya hidupnya sangat sempurna, memiliki anak dan menikah dengan orang yang dicintainya, diam diam ia berdoa agar selalu bersama dengan orang orang yang dia cintai.

Owari...

Senin, 04 Januari 2016

Sunshine became you Chap 8

Hyde menatap Tetsu dengan perasaan tak menentu, dilihatnya Yukkie dan teamnya bergerak cepat menusukan selang infus serta obat bius pada Tetsu, ia sangat ingat saat Yukkie mengatakan padanya bahwa Tetsu akan segera melahirkan.

***

"Haido.. perut Tetsu berkontraksi sangat keras, aku rasa sekarang waktunya. aku menyarankan untuk operasi caesar saja, karna jika normal kemungkinan Tetsu tidak selamat lebih dari 80%, selain itu  anus Tetsu tidak dapat membesar seperti vagina biasa Haido" seru Yukkie menjelaskan seraca rinci apa yang terjadi pada Tetsu.
"Tolong selamatkan Tetchan dan bayinya yukkie...aku.. " seru Hyde tak dapat melanjutkan kata katanya, setitik air mata sudah siap meluncur dari mata indahnya.

Yukkie menepuk bahu Hyde pelan, "kau akan menjadi seorang ayah Haido" seru Yukkie memberikan senyum terbaiknya pada Hyde, sementara Hyde  hanya menatap Yukkie kemudisn tersenyum pelan. "thanks"

***

Hyde menatap Tetsu dibawa menuju ruang oprasi. wajahnya kali ini snagat sulit diartikan. Sedih, takut, panik, bahagia. Semua bercambur di kepala Hyde.

Ibunda Hyde memegang bahu Hyde perlahan, memberikan ketenangan pada putra satu satunya itu. "Ibu yakin Tetchan kuat Hideto" seru sang bunda memberikan senyum lembutnya.

Perasaan Hyde sedikit lega mendengar perkataan sang bunda, ia perlahan menghapus air matanya, ia sangat mencintai Tetsu, maka dari itu ia harus percaya Tetsu dapat melewati semua ini.

Satu jam.. dua jam.. tiga jam... waktu tetrus berjalan, namun belum ada tanda tanda oprasi telah selesai ataupun berhasil. berkali kali Hyde melihat suster berlarian keluar dan masuk dalam ruangan oprasi, membuat jantung Hyde berdebar tak nyaman, terlebih kagi saat Hyde melihat wajah lelah dan panik dari para suster.

Tak lama setelah itu, sayup sayup terdengar tangisan seorang bayi, dada Hyde bergemuruh tak tenang, entah kekuatan dari mana ia dapat mengeluarkan sebuah senyum, senyum yang menandakan sebuah kelegaan dan kebahagiaan, senyum itu pun terukir pada wajah kedua orang tua Hyde.

Yukkie pun keluar dari ruang oprasi dengan wajah yang letih, ditanganya terdapat seorang bayi, putih bersih tengah terlelap. Yukkie memutuskan untuk mendekati Hyde, membawa bayi Hyde dan juga Tetsu.

"Perempuan, lengkap, dan sehat! selamat Haido" senyum Yukkie sembari menunjukan sang bayi pada ayahnya.

Mata Hyde berkaca kaca, ia tak dapat menutupi kelegaan dan kegembiraan melihat seorang bayi, bayinya, yang kini terlelap dalam pelukan Yukkie, kulitnya putih bersih dengan alis dan bibir yang persis sama dengan miliknya, serta hidung mancung sempurna seperti milik Tetchanya.

Dengan gerak cepat kedua orang tua Hyde mendekat pada Yukkie dan Hyde, mata nyonya Takarai berkaca kaca melihat sosok cucu perempuanya yang tengah tertidur itu, dielusnya pipi sang bayi pelan, tak disangka! Sang bayi merespon dengan gelengan kecil dan tersenyum

"Selamat nak" seru sang Ayah sembari merangkul pundak ,hyde. Hyde membalasnya dengan senyuman kelegaan serta kebahagiaan.

"Dokter Awaji!! Tuan Ogawa mengalami pendarahan hebat, kami sudah berusa untuk menghetikanya, namun darahnya tetap keluar" teriak salah satu suster dengan wajah panik seraya menghampiri Yukki dan Hyde.

Seketika wajah mereka memucat, dengan gerak cepat Yukkie memberikan bayi yang ada dalam gendonganya, meminta sang suster untuk membawanya ke ruang khusus untuk bayi. sementara  itu, Yukkie dengan cepat kembali memasuki ruang oprasi.

Hyde yang baru selesai mencerna apa yang terjadi kembali lemas. ia tidak bodoh, ia sangat mengerti apa yang dikatakan oleh suster itu pada Yukkie, jika terus terusan mengeluarkan darah maka Tetchan akan...

"Tidak!! Tetchan kuat!! Dia akan kembali bersamaku" lirih Hyde menenangkan dirinya sendiri.

Ayah dan ibu Hyde memutuskan untuk membawa Hyde duduk pada kursi terdekat, mengingat sang anak sudah berdiri lebih dari 3 jam di depan pintu ruang oprasi.

"Tenanglah Hideto.." seru sang Ayah mencoba menenangkan anaknya, ayahnya tau betul apa yang dirasakan oleh Hyde saat ini.

Hyde menatap Ayahnya dengan panik, "mana mungkin aku bisa tenang yah, saat ini Tetchan sedang mempertaruhkan nyawanya" seru Hyde sembari meremas rambutnya.

Tak lama kemusin Yukkie keluar dari ruang oprasi, wajahnya terlihat lebih lelah dari sebelumnya. "Haido.. aku berhasil mengentikan pendarahanya, namun Tetsu kekurangan banyak darah, sementara golongan darah Tetsu ber rensus negatif, sementara cadangan darah rumah sakit hanya ada yang berensus positif-"

"Darahku berensus negatif Yukkie" potong Hyde tak sabar.

Yukkie menatap Hyde dalam, ia mengerti apa yang dinginkan oleh Hyde, dengan gerakan perlahan, Yukkie memberikan Hyde kode untuk mengikutinya.