Rabu, 30 Desember 2015

sunshine became you Chap 7

"Tetchan..." seru Hyde menatap Tetsu yang kini sibuk dengan masakanya.

Tetsu menatap lembut kearah Hyde, kemudian mulai berkutat pada masakanya, ia ingin sekali memasak masakan kesukan Hyde, karna selama 7 bulan ini Hyde selalu memaksa untuk memasak.

"Heii kau tidak menjawabku sayang.." seru Hyde berjalan menuju Tetsu yang masih asik memasak dan memeluknya dari belakang, kemudian dielusnya perlahan perut Tetsu yang sudah membesar itu.

"Sebentar lagi... putri kita akan lahir..." seru Hyde sembari menenggelamkan wajahnya pada perpotongan leher dan bahu Tetsu, menghirup aroma khas tubuh Tetsu lebih dalam.

Tetsu menghentikan adukanya pada karee yang hampir matang itu, kemudian mengelus tangan Hyde yang melingkar pada pinggangnya.

"Aku bahagia sekali Hyde..." seru Tetsu kemudian membalikan badanya pada Hyde, Hyde tersenyum dan mendekatkan bibirnya pada Tetsu, mengecup bibir mungil Tetsu pelan.

Tetsu dengan perlahan melingkarkan tanganya pada pinggang Hyde, merasakan hangatnya pelukan Hyde, namun tiba tiba sesuatu dari kantong Tetsu jatuh ke lantai.

Hyde menatap benda berbentuk foto yang jatuh pada lantai apartementnya, kemudian memungutnya, terlihat seorang wanita muda dengan senyum yang mirip dengan ,tetsu memegang perutnya yang buncit, sama seperti Tetsu saat ini.

"Ini siapa Tetchan?" Tanya Hyde sembari memperlihatkan foto tersebut, wajah Tetsu mendadak murung, senyum sedih pun tak luput menghiasi wajah putihnya.

"Ia ibuku... aku tak pernah bertemu denganya.. kata mereka dia meninggal saat melahirkanku Haido kun" seru Tetsu sembari menahan air mata yang mendadak terkumpul di pelupuk matanya.
"Sayang... kumohon.. jangan menangis.." seru Hyde menyeka air mata yang keluar dari kedua belah mata Tetsu.

Tetsu menggelengkan kepanya Kemudian tersenyum lembut, "tidak apa apa Haido kun.."serunya sambil mengelap air matanya.
"Ughhh" tiba - tiba  Tetsu memegang perutnya dengan kuat, wajah Hyde seketika panik sekali, terlebih lagi usia kandungan Tetsu yang menginjak 9 bulan.

"Tetchan ... tetchan? Kau tidak apa apa? Apakah kau akan mlahirkan?" Tanya Hyde panik, Tetsu hanya menatapnya sekilas dan menggelng perlahan, kemudian seulas senyum tipis mengukir bibirnya "tidak apa apa Haido kun.. ia menendang lagi.. mungkin ia marah karna aku menangis hehe" seru Tetsu yang masih memegang perutnya.

"Aku antar ke kamar ok?" Seru Hyde memapah Tetsu ke kamar mereka, membantu Tetsu untuk beristirahat sejenak.

Ting tong.

Hyde menoleh kearah pintu kamarnya, siapa yang berkunjung kerumahnya.. apakah Yukkie?, dengan perlahan Hyde menyelimuti tubuh Tetsu yang tengah bersandar pada kasur, "kau istirahat saja ya Tetchan, aku keluar dulu ya" seru Hyde sembari mengecup lembut dah Tetsu.

Hyde membuka pintunya dengan perlahan, terlihat siluet sang bunda dengan wajah yang tidak dapat di deskripsikan oleh Hyde, memandangnya lekat.

"Hideto.. kita harus bicara.." seru sang bunda menatap Hyde tajam.

"Err.. ano.. ini tentang apa ya bu.." seru Hyde sedikit takut melihat ibunya dengan tatapan sendu namun menusuk itu.

"Ini tentang Tetchan.." seru ibunda Hyde dengan wajah sedih.

***

Hyde dan ibundanya saling menatap dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Hideto.. kau punya foto ibu Tetsu?" Seru aang bunda menatap Hyde. Hyde berfikir kemudian meronggoh saku celana boxernya, mempelihatkan sebuah foto dengan gambar wanita yang tengah tersenyum sembari memegang perutnya.

Ibunda Hyde menerima foto tersebut dan menatapnya nanar. "Apakah Tetchan memberitaumu sesuatu?" Seru sang ibu.

"Ia hanya memberitauku..ibunya meninggal saat melahirkanya, semua orang dirumahnya mengatakan hal itu" seru Hyde.

Mata sang bunda mendadak berair. "Dia.." seru sang bunda sembari mengambil mini album dari dalam tasnya. "Dia adalah sahabat ibu.. kau ingat dia..? Seru sang ibu memperlihatkan salah satu gambar pada mini album tersebut.

Mata Hyde terbelalak melihat gambar yang terpampang di depanya, wujud ia berumur 3 tahun dan bundanya, bersama seorang wanita manis yang tengah tersenyum, mirip senyum Tetchanya..

"Ta-tapi.. bagaimana bisa?" Seru Hyde menatap nanar bundanya.
"Ibu akan bercerita... cerita sebenarnya.. apa yang terjadi pada ibu Tetchan" Seru sang bunda. sementara Hyde menatap ibundanya dengan perasaan tak enak, ia sangat yakin bahwa cerita ini bukan cerita bahagia.

"Dulu.. ibu dan ibunda Tetchan bersahabat" seru sang bunda memulai ceritanya, "ia orang yang sangat baik, lemah lembut dan selalu ber perasangka baik.. seperti Tetchan" lanjut ibu Hyse sbari tersenyum getir. "Banyak yang menyukainya sampai saat... ia.. diperkosa oleh tuan Ogawa.. rekan kerjanya sendiri" ,hyde menatap nanar sang bunda, ia ingat bahwa nama belakang Tetsu adalah Ogawa, entah kenapa muncul rasa marah dalam diri Hyde saat mendengarnya.

"Awalnya Ibunda Tetsu ingin menutupi semua itu.. sampai.. ia positif hamil... ia bingung marah sedih.. awalnya ibu pernah menawarkan untung tinggal bersama di rumah kita, namun ia menolaknya, ia tidak ingin menyusahkan ibu.." seru sang bunda menerawang ke langit langit apartement Hyde, sekilas terlihat tetesan bening membasahi pipinya.

"Akhirnya ibu Tetchan memutuskan untuk menemui tuan Ogawa, ia ingin meminta pertanggung jawabanya, namun.. ternyata tuan Ogawa sudah memiliki istri" lanjut sang bunda. Perlahan lahan Hyde mulai mengerti kenapa Tetsu diusir oleh keluarganya, kenapa Tetsu merasa dingin bersama keluarganya, dengan kesal Hyde mengepalkan tanganya kuat kiat, Ibu Hyde yang menyadari itu menggenggam tanga Hyde lembut.

"Pada akhirnya tuan Ogawa mengizinkanya tinggal, sepertinya ia mulai mencintai ibu Tetsu... namun nyonya Ogawa tidak suka akan hal itu, ia terus memperlakukan ibu Tetsu sangat tak enak, tapi ibu Tetsu bertahan, agar Tetsu tetap memiliki anak.. "

Sudah cukup Hyde menggebrak meja dengan marah "kenapa bisa begitu bu!, ibu Tetchan dan Tetchan tak pantas diperlakukan seperti itu!!" Seru Hyde kasar.

Ibunda Hyde ikut berdiri dan menenangkan anaknya, "kau mau tau kelanjutanya Hideto... saat Ibunda Tetchan selesai melahirkan Tetchan.. ibu melihat.. nyonya Ogawa memasuki ruangan ibu Tetsu, ibu tisak terlalu yakin, tapi ibu melihat nyonya Ogawa memaksa ibu Tetchan untuk menelan sesuatu, setelah nyonya Ogawa pergi.. Ibu Tetchan dinyatakan... meninggal"

PRANGGGG

Sontak Hyde dan sang bunsa menatap ke belakang, melihat Tetsu menjatuhkan gelasnya kaku, ia dapat melihat wajah Tetsu yang memucat dengan air mata yang tumpah pada kedua pipinya.

"Tetchan..." seru Hyde hati hati

"Ughh.." seru Tetchan memegangi perutnya, kemudian badanya limbung kearah belakang. Sontak Hyde dengan cepat berlari untuk menangkap tubuh Tetsu.

"Tetchan tetchan sadarlah!! Hei ini tak lucu!!" Seru Hyde panik, kepanikan Hyde dan ibunda bertambah saat melihat darah mengalir dari paha Tetsu.

"Hideto tetchan akan melahirkann!! Cepat bawa kerumah sakit" seru sang bunda panik

Senin, 28 Desember 2015

sunshine became you Chap 6

"Ibu aku pulang.."

Seorang wanita tengah baya yang sedang membaca majalah di sofa sontak bangun dari duduknya, terlihat sang suami yang menatapnya bingung, sesaat kemudain sang wanita bergegas menuju ke pintu rumah, ia sangat yakin bahwa anak laki lakinya telah pulang.

Dibukanya pintu itu perlahan, terlihat siluet sang anak mengenakan setelan kaos putih dan celana jeans hitam, namun yang menjadi perhatianya adalah sesosok lelaki berparas manis yang kini berada di sebelah anak lelakinya  terlihat ia mengenakan terusan berawarna putih dengan jaket kulit yang sedikit kebesaran di badanya, tak lupa dengan perutnya yang sedikit menyembul dibalik terusanya itu, terlihat sekali bahwa ia sedang hamil.

Tetsu memandang kearah ibunda Hyde dengan gugup, kegugupanya bertambah saat ia di lihat dengan seksama dari atas hingga bawah, akhirnya Tetsu memberikan senyum kaku pada sang ibunda.

"Wahhh Tetchan kau manis sekalii, aku ingin memelukmuuu.. " seru sang bunda sembari memeluk Tetsu.

Sementara Tetsu  menerima pelukan dengan canggung, Hyde hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Ayo masuk Tetchan, ibu sudah memasak banyak untuk kalian" seru sang bunda bahagia sembari menggandeng tangan Tetsu, sementara Hyde di tinggalkan di pintu masuk oleh sang bunda.

***

"Jadi Tetsuya, kau tidak keberatan kan dengan ini?" Seru Ayah Hyde memandang Tetsu lembut.

Wajah Tetsu memerah melihat ayah ibu dan Hyde yang sedari tadi menatapnya. "A-aku mencintai Haido kun.." seru Tetsu kemudian tersenyum manis kearah keluarga tersebut.

Kedua orang tua Hyde tersenyum lega, namun berbeda dengan Hyde, pipinya entah kenapa bersemu saat Tetsu mengatakan hal tersebut dengan senyuman yang sangat tulus.

"Tidak usah tegang seperti itu Tetchan, kami sudah menganggapmu bagian dari keluarga kami" seru sang bunda  sembari menatap Tetsu lembut

Tetsu menatap nanar kedua orang tua Hyde yang menyambutnya hangat, bahkan lebih hangat dibandingkan keluarganya dulu.

"Terima kasih paman.. bibi.." seru Tetsu sambil menunduk, menunjukan rasa hormat kepada kedua orang mertuanya itu.

"Panggil ibu dan ayah saja ok?" Seru sang Ayah yang akhirnya bersua, Tetsu hanya bisa membalasnya dengan senyum bahagia.

***

"Ayah , ibu kami pulang dulu"seru Hyde dan Tetsu tepat di teras rumah.

"Ibu ingin kalian tinggal disini.."seru sang bunda dengan tatapan memohon pada mereka.

"Kami ingin mencoba hidup mandiri bu..."seru Hyde sembari merangkul Tetsu yang ada disebelahnya.

Akhirnya setelah perdebatan kecil Hyde dan Tetsu memasuki mobilnya, melaju menuju apartement mereka.

Sementara itu sang bunda menatap kepergian mereka sembari mengegrutkan dahinya.

"Ada apa?" Tanya pria yang berada di sebelah sang wanita, menatap bingung melihat istrinya menatap lekat pada mobil Hyde yang semakin melaju jauh. 

"Entahlah.. saat aku melihat Tetchan, aku teringat seseorang pah..." seru sang Ibunda

"Mungkin hanya perasaan ibu saja" seru sang ayah kemudian berlalu meninggalkan wanita yang masih terpaku di pintu teras rumahnya.

Tidak, Ibu Hyde merasa sangat mengenal Tetsu, terlebih lagi saat ia tersenyum, benar benar mengingatkanya pada..

"Akhh" seru sang bunda, kemudian berlari menuju tempat dimana album album fotonya tersimpan
***

"Sudah kubilang kan mereka baik, jd tidak perlu pake acara pucat lagi jika bertemu mereka" seru Hyde sembari terkekeh meningat betapa pucatnya Tetsu tadi.

"Iya Haido kun, mereka sangat baik sekali" seru Tetsu bersemu, namun tiba tiba wajahnya menjadi sangat sedih.

"Ada apa Tetchan?"seru Hyde khawatir melihat wajah Tetsu yang tiba tiba murung.

"Entahlah.. tapi.. saat aku bersama keluargaku.. rasanya tidak seperti itu.. rasanya dingin dan hampa"seru Tetsu bergetar kemudian setetes air mata berhasil keluar dari matanya, membasahi pipinya yang putih.

"Hey.."seru Hyde sembari menghapus air mata yang jatuh ke pipi Tetsu. "Tidak masalah.. sekarang kau punya mereka, punya aku.. dan bayi ini" seru Hyde sembari mengelus perut Tetsu pelan.

"Kau benar Haido kun" seru Tetsu sembari tersenyum manis, "aku memiliki kalian.. dan bayi ini" seru Tetsu mengelus perutnya pelan.

"Akhh.." seru Tetsu kesakitan sembari memegangi perutnya.

"Kau tidak apa apa Tetchan? Apa kau butuh ke rumah sakit? Atau aku panggilkan Yukkie ya?" Seru Hyde panik sembari memandang Tetsu khawatir.

"Tidak apa apa Haido kun, tadi dia menendang terlalu kencang, aku sampai kaget" seru Tetsu mengelus perutnya sendiri.

Hyde menghelai nafas lega kemudian mengelus perut Tetsu pelan, "jangan nakal ya sayang, ayah tak tega melihat ibumu kesakitan" seru Hyde.

"Ha-haido!" Seru Tetsu memerah.

Bersambung.

Sabtu, 26 Desember 2015

sunshine became you Chap 5

Hyde membuka matanya perlahan, terlihat samar siluet seorang pemuda manis yang tertidur di sampingnya, membuat Hyde mengembangkan seulas senyum, melihat perut pemuda itu yang sedikit 'buncit' menambah senyuman manis di wajah Hyde. yap genap 3 bulan pria yang menyabet gelar sebagai 'istri' Hyde ini tinggal di Apartemenya, itu berarti usia kandungan sang 'istri' telah menginjak 5 bulan.

"Enghh"

Hyde menatap Tetsu yang mengerang, kemudia secara perlahan kelopak mata Tetsu terbuka, memperlihatkan kedua manik kembar berwarna coklat yang bening itu, seulas senyuman  pun di kembangkan pria manis yang baru saja bangun itu.

"Ohayou Haido kun" serunya dengan suara yang sangat pelan dan manis di pikiran Hyde, secara perlahan Hyde mendekatkan bibirnya pada kening Tetsu dan mengecupnya perlahan "ohayou Tetchan" seru Hyde lembut, kemudian di dekatkanya bibir Hyde pada perut Tetsu yang mulai membesar, dan dikecupnya dengan lembut "ohayou sayang," seru Hyde mengajak ngobrol calon anak mereka.

Sontak saja perlakuan Hyde membuat Tetsu memerah,  di sembunyikanya semu semu merah pada pipi putih Tetsu, Hyde terkekeh pelan dan mengusap rambut Tetsu yang mulai memanjang.

"Jangan lupa hari ini kita USG ya Tetchan" seru Hyde sembari turun dari kasurnya, "oh iya kau ingin makan apa? Biar aku yang masak sarapan" lanjut Hyde sembari menatap Tetsu lembut.

"Hmmm.. aku ingin puding" seru Tetsu sembari memainkan rambutnya, sementara Hyde menaikan alisnya san menatap bingung pada Tetsu. "Okey.. tapi kau harus makan sandwich dulu sebelumnya ya.. aku tidak mau kau dan bayi kita kekurangan gizi"seru Hyde terkekeh yang hanya dibalas Tetsu dengan memanyunkan bibirnya.

***
"Anakmu perempuan Haido" seru Yukkie sembari melepaskan alat alat USG dari perut Tetsu, "kondisi badanya lengkap, jantungnya juga berdetak dengan ritme yang baik, sampai saat ini kondisi anak kalian sehat" seru Yukkie sambil tersenyum kearah Hyde dan Tetsu.

Mata Tetsu mulai berkaca kaca, ia sangat bahagia mendengar perkataan Yukkie, sementara Hyde tersenyum dan mengecup puncuk kepala Tetsu dalam sembari merangkulnya, ia merasa sangat bahagia sekarang, seperti apa yang dinginkanya telah tercapai.

"Tetchan, ayo ikut aku, kau harus di suntik hormon agar badanmu cepat beradaptasi" seru Yukkie sembari memberikan kode untuk Tetsu agar mengikutinya.

Sementara itu Hyde memilih untuk duduk di kursi ruang tunggu yang di sediakan, sesaat sebelum Hyde menempelkan bokongnya, tiba tiba saja handphonya berdering, meminta untuk diangkat. 

"Halo?"seru Hyde pelan

"Hidetooo kapan kau akan membawa Tetchan kesini?, usia kandunganya sudah lima bulan kan? Oh ayolah ibu sangat ingin bertemu denganya.." seru sang ibu tanpa sempat memberikan waktu untuk Hyde menjawabnya.

"Eh.. anu.. Tetsu.." seru Hyde gagap, ia belum mengatakan apa apa pada Tetsuya.

"Ada apa Hideto? Ibu tidak mau menunggu lagi, pokoknya hari ini ibu mau kalaian datang kerumah, ibu akan memasakan makanan untuk kalian, jangan lupa itu!" Seru sang bunda kemudian mematikan sambungan telepon pada Handphone Hyde, membuat Hyde tak bisa mengelak lagi.

Hyde hanya menghebuskan nafasnya pelan kemudian berlalu untuk menyusul Tetsu yang masih melakukan threatment dengan Yukkie.

***

"Nee.. Haido kun ada apa?" Seru Tetsu bingung melihat tingkah Hyde yang srdari tadi sangat aneh, ia hanya mengehelai nafas pelan kemudian melamun tak jelas, kadang mengacak acak rambutnya sendiri.

Hyde memandang Tetsu yang menatapnya dengan tatapan khawatir, kemudian seulas senyum diberikanya untuk Tetsu, menandakan bahwa ia tidak apa apa.

"Nee.. Tetchan, apakah kau keberatan jika nanti malam kita makan malam bersama di rumah orang tuaku.. mereka sangat ingin menemuimu" seru Hyde pelan.
Seketika wajah Tetsu memucat, membayangkan makan malam bersama keluarga Hyde membuatnya merasa sedikit takut, apalagi keluarga Hyde adalah keluarga pembisnis yang sangat terkenal,  ia tak ingin mempermalukan Hyde di depan keluarganya.

"Tidak apa apa jika kau belum siap Tetsu, aku akan membicarakanya lagi dengan ibuku" seru Hyde sembari mengeluarkan Handphonenya, tiba tiba kedua tangan Tetsu menahan pergelangan tangan Hyde, kemudian seukir senyum manis menghiasi wajah Tetsu yang sedikit memerah.

"Tidak.. aku ingin pergi.. " setu Tetsu lembut "ta-tapi aku tidak tau harus mengenakan apa.." lanjut Tetsu sembari menundukkan kepalanya, membuat Hyde gemas akan kepolosan seorang Tetsunya.

"Tidak masalah kau mau pakai apa Tetchan, asalkan nyaman di tubuhmu saja, jika perlu kita bisa membeli baju baru untukmu sayang" seru Hyde merangkul Tetsu dalam pelukanya.

"E-eh.. jangan Haido kun, kau sudah membelikanku banyak baju.. aku - aku akan mencari baju dulu, lalu kita peegi ke rumah keluargamu oke?"seru Tetsu gelagapan dan berjalan menuju lemari pakaian yang tepat berada di kamar mereka, sementara Hyde masih mengembangkan senyumnya, ia sangat menyukai Tetsu, terutama hatinya yang polos dan lembut itu.

***

Hyde memelankan laju mobilnya pada salah satu rumah yang terdapat dalam komplek mewah, sementara itu mata Tetsu membesar, menatap seberapa besar rumah Hyde yang terpampang di depan.matanya, rasa segan kembali menyerangnya, bahkan kali ini ia merasa sedikit segan dengan ,hyde, betapa berbeda drajat meeka berdua.

Melihat Tetsu yang sedikit berbeda, Hyde mendekatkan wajahnya pada Tetsu, kemudian sebuah ciuman manis pun mendarat di bibir Tetsu.

"Aku mencintaimu, jangan berfikir macam macam ok?" Seru Hyde sembari kembali mengemudikan mobilnya, menuju lahan parkir yang berada di dalam rumah tersebut.

Sementara itu, Tetsu yang memerah berusaha menutupi wajahnya, terlihat helaian helaian rambut Tetsu yang memanjang menutupi sebagian wajahnya.

"Kita sampai Tetchan" seru Hyde sembari mematikan mesin mobilnya, dilihatnya Tetsu yang menundukkan kepalanya hingga untaian surai berwarna coklat itu jatuh menutupi sebagian wajahnya, dengan perlahan Hyde menyibakan helaian yang menutupi wajah Tetsu seraya menyelipkanya pada telinga Tetsu. "Jangan tutupi wajah manismu ini Tetchan" seru Hyde seraya tertawa pelan.

Wajah Tetsu kembali memerah, "ha-haido ku.."serunya seraya memukul pelan tangan Hyde.  Hyde tersenyum dan keluar dari mobilnya, kemudian membukakan pintu untuk Tetsu. "Kau siap sayang?"seru Hyde sambil membantu Tetsu turun dan berjalan menuju pintu rumah keluarga Hyde yang bersa dan kokoh.

Terlihat terusan Tetsu yang sepanjang lutut bergerak gerak seiring dengan Tetsu yang berjalan, ia juga mengenakan jaket Hyde yang sedikit lebih besar darinya, yang membuat dirinya terlihat sangat imut .

"Ibu aku pulang.."

Bersambung

Jumat, 25 Desember 2015

sunshine became you Chap 4

"Halo ayah" seru Hyde dengan suara aga sedikit parau.

"Ya Hideto, ada apa? Apakah kau sudah menemukan calon pendamping yang tepat untukmu, atau kau tertarik dengan salah satu wanita dari rekan - rekan ayah?"seru sang ayah dengan suara yang lembut.

"Sebenarnya ayah...." seru Hyde semakin takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Sebenarnya ada apa Hideto?"tanya sang Ayah.

"Aku... aku menyukai seseorang.." seru Hyde pelan

Hyde dapat mendengar sang ayah tertawa, kemudian berbisik pada seseorang, samar samar Hyde dapat mendengarnya "ibu.. anak kita jatuh cinta.."

Dan Hyde bersumpah ia mendengar ibunya tertawa bahagia, dan mendengar gurauan "sebentar lagi kita punya cucu yah"

"Lalu Hideto bagaimana?"seru sang Ayah yang kembali menempelkan telepon pada telinganya.

"Aku... aku menghamilinya ayah.." seru Hyde seraya menutup matanya, ia takut membayangkan ayahnya murka.

"HEEEEEE?!!" Seru Ayah dan Ibu Hyde, mati sudah Hyde, ternyata ayahnya sengaja men- loudspeaker teleponya.

"Tapi... dia laki laki ayah..." seru Hyde semakin memejamkan matanya.

"APAAHH?!!" Sekarang Hyde dapat mendengar teriakan kedua orang tuanya yang mendadak histeris.

"Ba-bagaimana bisa Hideto?!" Tanya sang Ayah dengan suara parau, namun tiba tiba handphone milik ayah Hyde direbut paksa oleh sang ibu.

"KIRIMKAN FOTO ANAK ITU SEKARANG HIDETO, IBU TUNGGU" seru sang bunda sembari menekan tombol regect pada handphone sang ayah, membiarkan Hyde mengambil gambar mahluk yang sedari tadi menjadi objek percakapan mereka.

Hyde hanya bisa memandang bingung pada telepon yang mati, ia merasa memiliki kedua orang tua yang sedikit 'unik', dengan perlahan di tekanya aplikasi kamera, dan mengarahkan handphonenya kearah Tetsu yang sedang tertidur, dan klik, satu foto berhasil ditangkap oleh Hyde.

Dengan cekatan Hyde mengirimkan email kepada sang bunda yang menunggu nunggu foto tersebut, tidak sampai satu menit Handphone Hyde kembali berdering, dengan sedikit takut Hyde mengangkat teleponya.

"Hal-halo" seru Hyde canggung, dan mempersiapkan diri untuk cacian dan makian sang bunda.

"HIDETO YA AMPUNNN!! DIA MANIS SEKALI IBU SANGAT SENANGG AKHH IBU TIDAK TAU HARUS BILANG APA.. MENANTU IBU MANIS SEKALI DAN MENGANDUNG CUCU IB- ehh ayah jangan rebut Handphonya" seru sang bunda yang terputus dilanjutkan oleh sang ayah.

"Bagaimana dengan orang tuanya Hideto?" seru sang ayah

"mereka..." seru Hyde menatap Tetsu dengan tatapan sedih "sudah meninggal ayah...." ucap Hyde lirih.

Ayah Hyde terdiam sesaat kemudian mulai mengeluarkan suara pelan, "jadi... kapan kalian berencana menikah?"

"HEEE..." seru Hyde tak percaya pada apa yang didengarnya.

Hyde sempat mendengar suara gresekan dari handphonya, menandakan Handphone itu berpindah tangan dengan sekejap kemudian terdengar suara sang bunda sebgan raut wajah senang "jadi kapan dia akan kemari! Oh iya namanya siapa.. ah ibu senang sekali ibu akan segera mendapat cucu"seru ibunda Hyde.

"Namanya Tetsuya bu..." seru Hyde pelan, sedari tadi ada yang menganjal pikiran Hyde. "Ano ... kalian tidak marah? Aku berhubungan dengan laki laki" seru Hyde pelan.

"Tidak" seru kedua orang tuanya bersamaan, sepertinya handphone itu di loudspeaker lagi oleh sang bunda.

"Pokoknya ayah dan ibu menunggu kalian datang ke rumah ok? Kalau bisa secepat mungkin" seru sang ibunda terdengar ceria sekali.

"Ok..."

Sambungan pun terputus, Hyde kembali menatap Tetsu yang kini tengah menggeliat, dengan perlahan Hyde mendekatkan tubuhnya kearah Tetsu, menyaksikan Tetsu membuka matanya

"Enghh.. Haido san..? Apa yang terjadi? Ah?! Aku dimana?? seru Tetsu panik berusaha bangun, namun Hyde menahanya san memaksanya kembali untuk tiduran.

"Maafkan aku tetsu, aku tidak bermaksud lancang. Tadi kau jatuh pingsan karena kontraksi diperutmu tadi pagi. Bahkan sampai mengeluarkan darah, jadi terpaksa aku membawamu ke rumah sakit" kata hyde pelan, tidak ingin membuat Tetsu takut.

Mata Tetsu membulat seketika "lalu bagaimana haido san? Apa yang terjadi? Bayinya tidka meninggal kan? Dia dia masih hidup kan? Aku -aku tidak mau ditinggalkan lagi - " seru Tetsu menggantung seraya mencengkram kepalanya erat, terlihat butiran butiran air mata yang jatuh membasahi pipinya.

"Ssshhh tenang Tetchan, bayinya tidak apa apa dia sehat kok, kau hanya terlalu muda untuk mengandung, dengan kondisi seperti ini pula, maafkan aku... " seru Hyde merasa bersalah, ia merasa menjadi perusak hidup Tetsu.

"Benarkah itu.. Haido san.. ma-maafkan aku.. aku stress dan panik.. maafkan.. aku hampir membunuh bayi kita.." seru Tetsu melemah di akhir.

Grepp

Dengan perlahan Hyde mendekap Tetsu dengan hangat, Tetsu dapat merasakan hangatnya pelukan Hyde, diam diam Hyde menyunggingkan senyumnya merasakan tangan Tetsu melingkar di punggungnya, Hyde berjanji dalam hatinya ia akan selalu melindungi Tetsunya, karna ia mencintainya.

"Aku mencintaimu Tetchan.." seru Hyde sangat lirih, wajah Hyde ditenggelamkan pada bahu Tetsu "bolehkan aku memanggilmu Tetchan?" Lanjutnya.

Tetsu berdigik mendengar apaa yang dikatakan Hyde, namun akhirnya kedua pipinya muncul semu semu merah, ia merasa sangat senang mendengar perkataan Hyde.

"Tinggalah bersamaku Tetsu.." seru Hyde seraya melepaskan pelukanya pada Tetsu dan menatap Tetsu dalam

Tetsu menganggukan kepalanya beberapa kali, aku - aku mau Haido san..

Bersambung

Kamis, 24 Desember 2015

sunshine became you Chap 3

"Ayo masuk.." seru Hyde lirih seraya melebarkan pintu apartmentnya, Tetsu menurutinya, ia berjalan dengan perlahan menuju meja meja makan yang ada di ruangan tersebut.

"Ada apa Tetsu?" Seru Hyde takut takut, ia masih merasa bersalah atas peristiwa yang terjadi 2 bulan lalu.

Tetsu hanya dapat menatap Hyde dengan pandangan nanarnya, air mata tak henti hentinya jatuh membasahi pipinya, tanganya yang bergetar perlahan lahan memberikan sebuah map berwarna coklat yang sedari tadi berada dalam pelukanya.

Hyde menerima map berwarna coklat tersebut dan membukanya perlahan, dibacanya kumpulan kertas yang berada dalam map tersebut, tiba tiba tubuhnya tersentak, matanya membulat dengan sempurna, seakan tak percaya atas apa yang tertera pada kertas itu.

"Tetsu kau... kau.." seru Hyde tertahan

"Iya... aku hamil Haido san .." seru Tetsu menundukan kepalanya.

"Bagaimana dengan orang tuamu Tetsu.." seru Hyde lirih, berusaha agar Tetsu tidak bersedih.

Mata Tetsu menatap nanar kepada Hyde, kemudin sedikit demi sedikit tetesan air mata jatuh dan meluncur dari pipi Tetsu.

"Me-mereka.. mengusirku Haido san..Aku tidak punya keluarga lagi hiks... Haido san .. kau jahat.."

entah apa yang dipikirkan Hyde, namun tiba tiba Kedua tanganya dengan sigap melingkar ke tubuh Tetsu yang lemah, mendekapnya erat. Tetsu yang kaget awalnya hendak memberontak, namun terhenti saat Hyde mendekatkan bibirnya pada telinga  Tetsu

"Aku tidak akan menyakitimu... tinggaln bersamaku Tetsu.. maafkan aku.." seru Hyde lirih.

"Lepaskan aku Haido san.. aku tidak ingin disentuh olehmu." Seru Tetsu berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Hyde, namun dekapan Hyde semakin erat.

"Hiks..kau jahat Haido-san..kau menghancurkan hidupku...jika saja aku tidak bertemu denganmu..mungkin sekarang aku masih berada dalam keluargaku.. Tapi aku juga tidak mau kehilangan anak ini..aku mencintainya, aku sangat ingin memilikinya.. Sekarang hanya dia keluargaku.. Tolong jangan kau rusak lagi kehidupanku..hiks..jahat.." seru Tetsu yang akhirnya menangis didada Hyde.

"Maafkan aku.. kumohon maafkan aku Tetsuya..."seru Hyde sambil mengecup puncuk kepala Tetsu

"Ughh.. "seru Tetsu yabg tiba tiba memegangi perutnya erat kemudian jatuh pingsan dalam pelukan Hyde, Hyde yang panik melihat Tetsu tak bergerak semakin panik melihat darah yang menyembul dibalik celana jeans Tetsu.

Dengan sigap digendongnya Tetsu yang pucat menuju mobil Hyde, sekarang hanya satu tujuan Hyde.

Rumah sakit.

***

Hyde mengendarai mobilnya cepat sembari melihat Tetsu yang masih dalam keadaan pucat, kemudian dengan cepat dirogoh Hp yang berada di kantung jeans Hyde, mencari salah satu nama dari deretan kontak tersebut dan menekan tombol call.

"Hallo Yukkie, kau di rumah sakit kan? Aku menuju kesana sekarang! aku perlu bantuanmu" seru Hyde panik.

****

Yukkie menatap dalam Hyde yang menatapnya dengan panik. "Apa yang kau lakukan Haido.. bisa membuatnya hamil seperti itu?"seru Yukkie menggelengkan kepalanya.

Hyde hanya menundukan kepalanya "insiden.." serunya lirih.

Yukkie memijat pelipisnya yang mendadak sakit melihat tingkah sahabatnya ini, "apa orang tua mu tau?" Tanya Yukkie

Hyde hanya menggelengkan kepalanya membuat Yukkie semakin gemas pada pria di depanya.

"Well apapun itu Haido, kasus seperti ini belum pernah kutangani, menemukan manusia hemaprodit. karna dia masih muda jangan pernah membuatnya stress, kontraksi di perutnya akan semakin parah dan membuat luka, kondisi janinya dalam keadaan baik, aku akan memberikan beberapa obat untung menunjangnya dan dia harus di suntik hormon beberapa bulan sekali, sebaiknya beri tau orang tuamu Haido" seru Yukkie menjelaskan sambil memberikan beberapa macam obat pada Hyde.

"Terima kasih Yukkie" Seru Hyde lirih.

Yukkie memberikan senyumnya pada Hyde dan meninggalkan Hyde dan Tetsu berdua dalam ruangan tersebut, Tetsu sudah diberikan suntikan penenang dan beberapa obat, sekarang ia hanya perlu istirahat.

Hyde menatap Tetsu yang masih tertidur, raut wajahnya lebih tenang dan tidak pucat lagi, diam diam Hyde mengembangkan senyumnya melihat Tetsu yang amat manis ini.

Apakah aku harus menghubungi orang tuaku..

Hyde akhirnya menyalakan handphonenya, mencari nomor yang sudah sangat dihapalnya pada kontak telepon, hingga menemukan yang dicari, kemudian setelah menimbang nimbang, ia menekan tanda call, ia sudah siap menerima apapun yang terjadi, ia akan bertangung jawab atas apa yng tetjadi pada Tetsu.

"Hallo.. ayah.." seru Hyde lirih.

Bersambung

Rabu, 23 Desember 2015

sunshine became you (Hyde Side)

"Jadi, persamaan kuadrat akar x sama dengan.."

Hyde menatap malas dosennya yang tengah mengajarkan materi integral, di tatapnya sekilas dosen yang masih sibuk bercuap cuap, kemudian matanya menatap teman teman kampusnya yang sibuk mendengarkan, mencatat dan beberapa tidur atau memainkan hpnya, yah well kelas siang memang banyak menyita konsentrasi dibandingkan kelas pagi.

Mata Hyde kembali menatap dosennya, namun pikirannya tidak bersama tubuhnya, entah kenapa ia memikirkan laki - laki yang 2 bulan lalu ia tiduri, well sebenarnya itu adalah accident, namun entah kenapa sosok pria manis itu terbayang di benak Hyde, bagaimana ia tersenyum, pipinya yang memerah, kulit putihnya, wajah manisnya..

"Takarai san!"

Hyde terlonjak kaget mendengar suara dosennya yang memanggil dia, kemudian ia menatap dosennya sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal dan memberikan kode 'maaf'.

Sang dosen hanya menggelengkan kepalanya saja, kemudian memberi isyarat untuk Hyde agar maju kedepan, Hyde hanya menatap dosen tersebut dan kemudian berdiri, menuju kearah papan tulis.

"Kerjakan ini Takarai san"

Hyde dengan perlahan mengambil spidol yang ada di sebelahnya, menatap kembali deretan huruf dan angka soal integral itu, ia memang tidak mendengarkan penjelasan dari sang dosen, tapi ia sangat mengerti materi ini, dulu saat ia sekolah di luar negeri, materi ini telah dipelajari saat dia SMA.

Perlahan ia menuliskan deretan angka, bahkan tanpa menggunakan kalkulator hingga memenuhi hampir setengah papan tulis dan kembali menyimpan spidolnya.

Sang Dosen hanya menatap takjub pada Hyde, ia memang terkenal dengan murid yang jenius dan sangat ramah  orang tuanya juga adalah pembisnis yang sangat terkenal, bahkan hampir menyumbangkan setengah dari pembangunan Universitas ini.

Oleh karna itu Hyde sangat di hormati..

Hyde keluar dari universitasnya, masuk ke dalam mobil hitam yang ia bawa, rencana hari ini adalah tidur, tidur, dan tidur, namun tidak bisa, ayah dan ibunya memintanya untuk pulang hari ini.

***

"Mahh.. pah.. aku pulang"

Seorang wnaita dengan rambut digulung keatas menoleh pada Hyde, sebuah senyuman manis mengembang di bibirnya yang merah, sedetik kemudian, wanita itu menghamburkan pelukannya pada Hyde yang masih berdiri di depan pintu.

"Mamah merindukanmu Hideto" seru wanita setengah baya yang masih terlihat cantik itu.

"Oh ayolah mah.. kemarin aku baru saja kemari" seru Hyde pada ibunya sambil memutar bola matanya.

Sang ibu mengerucutkan bibirnya, "kau kenapa dingin sekali pada ibumu sendiri" serunya sedikit merajuk, kemudian menggenggam tangan Hyde pelan, "ayo ke ruang keluarga, ada yang mau dibicarakan oleh ayahmu Hideto" seru sang bunda seraya menarik tangan Hyde.

Hyde dapat menatap pria ber jas yang kini membelakanginya, sebuah cerutu menghiasi bibirnya, Hyde dapat merasakan bahwa pembicarannya kali ini akan sangat serius, namun.. entahlah.

Sang pria membalikan badannya, terlihat senyum lembut menghiasi bibirnya yang masih tertempel cerutu.

"Duduklah Hideto" seru ayah Hyde.

Hyde menuruti perintah sang Ayah, ia duduk di salah satu sofa di ruang tersebut, ayah dan ibunya kemudian duduk tepat di seberang Hyde.

"Jadi begini Hideto, kami tau kau masih muda, namun kau harus segera memikirkannya.." seru sang ibunda lembut.

Hyde menatap bingung kearah kedua orang tua mereka, "ano.. ini tentang apa ya?"

"Kau tau kan, kami tidak muda lagi, dan kau harus segera melanjutkan pekerjaan kami, dan kau membutuhkan... keluarga" seru sang ayah.

Hyde mendelik kearah ayahnya, tidak menyangka sang ayah akan membahas soal pernikahan.

"Tapi umurku baru 22 tahun ayah.." seru Hyde semakin merasa tertekan.

"Kami tau itu.. namun sebentar lagi kau akan lulus dari universitas dan menggantikan ayah, kau harus segera mencari pasanganmu Hideto" seru sang bunda menatap dalam

Hyde kembali memikirkan perkataan sang bunda, ia memang dekat dengan banyak wanita, namun ia sama sekali tidak tertarik dengan mereka.

Yang telah merebut hatinya adalah...

"Tidak perlu terlalu terburu buru Hideto, kami tidak memaksamu untuk mendapatkannya sekarang, tapi kami sudah memiliki beberapa calon untukmu" seru sang ayah sambil memberikan beberpa foto wanita pada Hyde "semuanya adalah anak sahabat ayah, kalau kau merasa ada yang cocok, langung saja tanyakan pada ayah ya.."seru Hyde.

"Baik ayah" seru Hyde sambil mengambil beberapa foo yang diberikan ayahnya.

***

Hyde menatap nanar foto foto yang diberikan oleh ayahnya, semuanya telah ia lihat, namun hasilnya nihil, tidak ada yang membekas dihatinya. Jujur saja sekarang hatinya telah diambil oleh satu orang... oleh Tetsuya..

Ting tong

Hyde menoleh kearah pintu apartementnya, tidak biasanya ada yang bertamu ke Apartemennya, di waktu malam pula. Dengan perlahan disimpan kembali kumpulan foto tersebut, dan dimasukannya ke laci mejanya, kemudian Hyde kembali berjalan menuju pintu Apartementnnya.

Cklek

Mata Hyde menatap nanar pada sosok yang kini di depanya, hatinya makin tertusuk melihat orang itu kini menangis sambil memegangi map berwarna coklat

"Tetsuya...?" Seru Hyde panik

-bersambung-

Sunshine became you(Tetsu side)

-TETSU SIDE-

Langit bersinar cerah di kota Tokyo, matahari menyembul malu malu menandakan awal musim semi telah tiba, ini juga menandakan bahwa semester baru telah dimulai.

Tetsu menatap dari balik jendela kelasnya, sekumpulan anak anak berpakaian hitam berlarian pulang ke rumahnya, beberapa anak di kelasnya pun sudah mulai berkemas, sesaat lalu mereka baru saja menyelesaikan upacara pelepasan siswa kelas 3.

"Tetchan? Kau mau ikut kami makan makan" seru salah satu pemuda dari gerombolan sambil menatap Tetsu yang dari tadi hanya termenung di jendela.

Tetsu menoleh kepada kumpulan pria tersebut dan membetikan senyum kecilnya, menggeleng perlahan, menandakan bahwa ia tidak dapat ikut.

Kumpulan pemuda itu hanya mengangguk dan melambaikan tangan pada Tetsu, sementara Tetsu mulai berkemas dan pulang menuju rumahnya.

Sesampainya di rumah Tetsu langsung menuju kamarnya, mebahkan dirinya pada kasur empuk, menatap nanar pada langit langit kamarnya.

Tiba tiba Tetsu mencengkram perutnya kuat, rasanya sakit sekali, ia juga merasa mual yang amat sangat, dengan terpogoh pogoh ia memuntahkan semua makan siangnya ke dalam wastafel, kemudian mencuci wajahnya, sudah dari 2 bulan yang lalu ia mengalami kejadian tersebut, tepatnya seminggu semenjak dia...

Tetsu menggelengkan kepalanya cepat, ia tidak mau mengingat peristiwa itu lagi, peristiwa dimana harga dirinya telah direnggut paksa.

"Mungkin aku harus periksa ke dokter.." desah Tetsu pelan, akhirnya ia mengambil jaketnya dan berjalan menuju rumah sakit.

***

Tetsu terdiam di lorong rumah sakit, penjelasan dokter rasanya seperti masih terngiang di telinga Tetsu, badanya terasa sangat kaku, ia masih tak percaya apa yang diucapkan oleh dokter barusan.

"Saya menyatakan anda hamil" seru Dokter sambil menatap Tetsu dalam
"Ta-tapi bagaimana bisa?, saya laki - laki dok?!" seru Tetsu tak percaya ada pernyataan Dokter tersebut.

"Anda hemaprodit Tetsuya san, saya sempat meronsen tubuh anda" seru Dokter tersebut sambil menunjukan ronsen pada bagian perut milik Tetsu "tubuh anda sedikit berbeda, anda memiliki dua jalur di dalam anus anda, ada jalur pencernaan dan jalur menuju vagina" lanjut Dokter tersebut sambil menunjuk gambar pada Tetsu, sementara Tetsu hanya dapat menatap takut pada hasil ronsen tersebut.

Tetsu mendesah pelan, "bagaimana aku memberitahu keluargaku.." Serunya lirih.

***

Tetsu melemparkan map tersebut ke kasurnya hingga beberapa document menyembul keluar, ia sudah memutuskan untuk tidak memberitahukanya dulu kepada orang tuanya, mereka tidka akan suka ini, terlebih lagi ibu tirinya.

Akhirnya ia memutuskan untuk keluar, memutuskan untuk jalan - jalan sebentar,  Tetsu lupa untuk menyimpan map tersebut.

Tetsu berjalan di sekitar rumahnya, memegangi perut yang kini terisi oleh janin, kalau sampai orang tuanya tau, mungkin ia dipaksa untuk menggugurkan perutnya, namun ia tidak bisa, ia sudah terlanjur sayang pada calon bayinya.

Sementara itu, ibu Tetsu masuk ke kamar Tetsu, berniat membereskan kamar anak tirinya itu, tidak sengaja matanya menatap pada map yg sedikit tercerai isinya, dikumpulkanya document document tersebut dan dibacanya dengan seksama, mata wanita itu membesar sesaat, kemudian sebuah senyum licik terlukis di bibir merahnya.

"Ayah.. kau harus melihat ini" seru wanita itu sambil menyunggingkan senyum liciknya lebih dalam

***
Tetsu kembali berjalan menuju pekarangan rumahnya, tidak seperti biasanya kedua orang tua Tetsuya berkumpul di ruang tamu mereka.

"Ini apa Tetsuya?" Seru sang ayah, menunjukan map coklat dengan wajah merah padam.

Mata Tetsu membulat seketika, badanya bergetar halus, ayahnya sudah sangat marah kali ini "itu...." seru Tetsu menggantung

"BAGAIMANA BISA KAU MELAKUKAN INI TETSUYA? KAU MENGHANCURKAN MARTABAT KELUARGA KITA" seru Sang Ayah setengah berteriak pada Tetsu yang semakin membuat Tetsu bergetar.

"Tenang sayang, kau ingat kan ibunya.. ia seorang pelacur, pastinya dia pun tertarik dan menjadi pelacur, lebih baik kita mengusirnya, daripada mempermalukan keluarga kita lagi" seru wanita itu sambil berusaha mengompori ayah Tetsu.

"Ibuku dan aku bukan Pelacu-" seru Tetsu berusaha membela diri

"DIAM KAU! SEKARANG KELUAR DARI RUMAHKU! AKU TIDAK MAU RUMAHKU DIINJAK?OLEH SEORANG PELACUR" seru sang Ayah menggebrak meja, membuat Tetsu bergetar lagi.

"Tapi ayah aku aku-" seru Tetsu terputus.

"KELUAR SEKARANG PELACUR!" Seru sang ayah marah sambil berdiri dan menuju kearah Tetsu

Srakkk

Ayah Tetsu melemparkan map sta document documentnya kearah Tetsu, membuat isinya berhamburan, Tetsu menatap nanar ayahnya dan memungut kertas kertas document yang berjatuhan, matanya sudah dibasahi oleh air mata, setelah mengumpulkan document yang berserakan, ia berjalan keluar dengan air mata yang semakin banyak turun.

"Aku harus kemana..." seru Tetsu kirih sambil terus mengusap air matanya yang berjatuhan.

-bersambung-

Selasa, 22 Desember 2015

Sunshine became you

Hyde menatap kesal kearah langit yan menurunkan air hujan, tidak besar memang, namun dengan kondisinya yang stress dan mabuk membuatnya berfikir dua kali untuk menerobos hujan tersebut, ia tidak mau sakit dan membuat nilainya turun lagi.. walau hanya sedikit.

Hyde kembali menghembuskan nafasnya dengan berat, Sepertinya hujan tidak akan berhenti dalam waktu yaang cepat, menoleh pelan, ditengah mabuknya Hyde dapat menatap sesosok pemuda manis yang mungkin 6 tahun berbeda dengan umurnya, dengan kesadaran yang tinggal setengah, ia mencoba mengajak ngpbrol pria di sebelahnya.

Tidak sulit bagi Hyde ternyata untuk mengetahui pria tersebut, namanya Tetsu dan umurnya 17 Tahun, well walaupun wajahnya seperti pemuda berumur 14 tahun menurut Hyde.

"Nee Tetsu, aku rasa hujan tidak akan berhenti dalam waktu dekat, kau mau berteduh di apartementku?" Seru Hyde lirih, dikarnakan efek alkohol yang hampir menggerogoti tubuhnya.

Tetsu menoleh pada Hyde, kemudian menatap langit, setelah menimbang nimbang ia rasa lebih baik ia ikut dengan Hyde, daripada terus berdiam diri di pinggir taman, jujur ia tidak kuat dingin, dan udara disini mulai dingin, ditambah lagi sekarang bulan Januari, udara seperti sedingin es.

"Boleh.. kalaupun itu tidak merepotkanmu Haido-san" ucap Tetsu sambil tersenyum pelan, pipi Hyde yang memerah karna alkohol semakin memerah melihat senyum manis dari pemuda disebelahnya.

Dengan perlahan, Hyde menggenggam tangan Tetsu dan berlari menuju apartrmentnya. Tanpa sadar wajah Tetsu pun memerah merasakan jemari Hyde menggenggamnya.

***

Hyde menyalahkan lampu apartementnya lalu berjalan sempoyongan menuju kamarnya, whiskey yang ditegaknya ia taruh asal pada meja, sementara Tetsu menatap takjub pada apartement super besar dan megah itu, bahkan apartement Hyde jauh lebih besar dibanding rumahnya.

Tetsu memutuskan uktuk mengikuti Hyde yang berjalan dengan sempoyongan, Hyde yang tidak dapat menahan pusingnya jatuh terduduk di lantai kamar miliknya, Tetsu yang khawatir berlari menuju Hyde dan membantunya berdiri.

"Nee.. Haido san tidak apa apa?" Seru Tetsu membantu Hyde berjalan menuju kasur Hyde.

Tanpa Tetsu sadari Hyde mendorong tubuh Tetsu ke pinggir ranjang kemudian menindihnya hingga wajah mereka berdekatan sekali.

Hyde mendekatkan wajahnya pada wajah Tetsu yang mulai ketakutan, tangan kecil Tetsu berusaha untuk mendorong tubuh Hyde lebih jauh, namun Hyde mengambil langkah antisipasi dengan menahan kedua tangan Tetsu diatas kepalanya.

Kemudian Hyde mendekatkan bibirnya pada bibir mungil Tetsu, Tetsu dapat mencium bau alkohol dari mulut Hyde.

"Haido san kau sedang ma-hmppphh?!!"seru Tetsu terputus oleh serangan ciuman Hyde yang terus menerus, tak sampai situ Hyde menghisap dan menggigit gemas bibir Tetsu hingga mengeluarkan darah.

"Akh.. sa-mphhh!! Haido-san sudah... cukhuphmmmmh" seru Tetsu diantara ciuman ganas Hyde.

Bibir Hyde kemudian mengulum telinga dan leher Tetsu, sementara Tetsu mulai bergetar ketakutan, air mata tak henti hentinya keluar dari kedua belah mata Tetsu.

Sementara Hyde sama sekali tak bergeming, melucuti bahkan bisa dibilang mengoyakan semua pakaian yang dikenakan Tetsu, baakan kali ini ia mengikat tangan dan kaki Tetsu dengan gesper serta dasinya, dan menyumpal mulut Tetsu dengan dasi milik Tetsu.

Tetsu masih berusaha berteriak, menendang memukul dan apapun yang bisa menyadarkan Hyde, namun hasilnya nihil Hyde terlalu kuat dan terlalu mabuk untuk sadar, sekarang yang bisa dilakukan Tetsu adalah menangis dan memohon agar Hyde menghentikan aksinya.

Sementara Hyde semakin brutal, ia melebarkan paha Tetsu hingga lubang kecilnya terlihat dengan jelas, dijilatnya pelan lubng itu hingga membuat Tetsu mendesah tanpa sadar, terkekeh pelan Hyde menusukan lubang tersebut dengan lidahnya, membuat badan Tetsu menegang, merasakan sakit dan enak bersamaan.

"Tenang saja Tetsu, aku akan membuatmu merasa enak" seru Hyde mempersiapkan barangnya untuk memasuki lubang Tetsu.

Tetsu menggelengkan kepalanya kencang, air matanya turun dengan deras, berusaha melepaskan ikatan dari mulutnya, ia takut ia ingin teriak.

"MPPPHHHHHH!!" Teriak Tetsu yng tertahan karna mulurnya terkunci, air mata semakin banyak meluncur dari kedua belah matanya, ia merasakan milik Hyde tertanam di lubangnya, rasanya perih dan panas.

Hyde dengan brutal menusukan miliknya, senentara Tetsu tetap menangis, harga dirinya seperti direnggut paksa oleh orang yang baru dikenalnya.

***

Haido membuka matanya perlahan, kepalanya terasa sangat sakit, seluruh badanya juga tidak enak. Tiba- tiba ia mendengarkan isakan seseoramg, ditoelhnya pelan kepalanya, ia melihat sesosok pria yang dapat dilihat sangat 'mengenaskan'

Kaki tanganya terikat, mulutnya pun tertutup oleh dasi, ia dapat melihat bekas biru keunguan pada hampir setiap inchi dari tubuh pemuda tersebut, di pahanya juga terlihat cairan yang mengalir, bercampur dengan darah, membuat mahluk manis itu sangat menyedihkan.

Kemuadian Hyde menyadari bahwa tubuhnya sama nakednya dengan pria tersebut, seketika ingatanya terulang, ia mengingat bahwa nilainya turun dan ia kesal, kemudian mabuk dan berkenalan dengan pemuda bernama Tetsuya...

"Astaga apa yang aku lakukan?!" Seru Hyde panik, kemudian mendekati Tetsuya yang masih ketakutan.

Tetsu menggeleng gelengkan kepalanya melihat Hyde yang datang padanya, ia trauma, ia merasa sangat takut.

Dengan perlahan Hyde membuka ikatan yang ada di mulut Tetsu, sekali lagi ia dapat melihat mulut Tetsu yang sedikit robek, dan bergetar

"Kumohon.. ja-jangan lagi.. kumohon.." seru Tetsu bergetar tak berani menatap Hyde.

"Astaga Tetsuya.. maafkan aku.. aku tidak-" seru Hyde tertahan melihat tangan dan kaki Tetau yang sudah memutih karna ikatan yang sangat kencang.

Setelah berhasil melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Tetsu, dengan lemah Tetsu mendorong Hyde dan memungut pakaianya, Hyde dapat melihat samar samar cairan mengalir dari selangkangam Tetsu.

Tetsu memakai pakainya yang robek dan terkoyak dengan cepat dan berlari keluar dari apartememt hyde.

"Aku membencimu Haido san" seru Tetsu lalu menghilang dari balik pintu Apartement Hyde.

-bersambung-

Senin, 23 November 2015

My snowdrop

"Aku tidak pernah mau mengekangmu Hyde.."

Kata kata Tetsu masih terngiang di telingaku, jujur aku merasa bersalah mendengar ucapan itu keluar dari mulut seorang Tetsu, tapi.. aku merasa sedikit lelah dan bosan.. aku hanya ingin mengembangkan sayapku sedikit lagi.. tapi ternyata.. semakin aku melebarkan sayapku.. orang yang kusayangi semakin tertusuk.

"Hyde..?"

Aku menoleh pelan, terlihat ken yang menatapku dengan mata sipitnya, dari matanya aku bisa melihat rasa khawatir yang cukup besar, aku tau apa yang dipikirkan, diam diam aku juga merasakan ke khawatiran yang sama.

"Aku rasa... Tetsu sudah mulai menyerah.. akhir akhir ini dia banyak diam dan tak mengutarakan pendapatnya sama sekali" ucap Ken dengan nada yang sulit diartikan.

Aku menatap Ken dalam, kemudian melihat kearah Yukkie yang menatapku dengan tatapan yang sama dengan Ken, sangat sulit diartikan.

"Tetsu juga tidak banyak berpendapat tentang solomu kan Hyde? berbeda seperti dulu, ia akan memarahimu jika kau terlalu mementingkan solomu, namun.. sekarang ia terlihat tak peduli" ucap Yukkie menatapku dalam.

Aku tersentak, ucapan Yukkie memang benar, aku masih ingat beberapa tahun lalu, Tetsu memarahiku habis habisan karna mencium model wanita dalam salah satu pvku, aku ingat dia menceramahiku sangat lama sampai sampai aku kesal dan memarahinya kembali... dan pada akhirnya kita tertawa bersama... jujur.. aku sangat merindukan masa masa itu.

"Apakah ini akhir dari L'Arc~en~ciel...?"

***

Mataku memandang lurus pada pintu ber-cat coklat yang ada dihadapanku, percakapanku kemarin dengan Ken dan Yukkie membuatku merasa tak nyaman, entah kenapa aku mendadak teringat saat aku mengutarakan perasanku pada Tetsu, saat itu aku terlalu lelah dan kesal hingga aku mengatakan sesuatu yang cukup menyakitkan pada Tetsu, aku bisa melihat kilatan sedih di mata Tetsu.

"Kita berusaha sedikit lagi ya haido..." ucap Tetsu bergetar.

Ya.. aku merasa aku sangat kejam, aku sendiri tidak mengerti mengapa dengan mudahnya aku meminta keluar dari L'Arc~en~ciel. Itu sama saja aku ingin menghilang dari sisinya, padahal aku melihat sendiri seberapa keras perjuanganya untung Laruku, seberapa banyak air mata yang keluar dari matanya, amarah yang hanya dia pendam, padahal aku mengetahui semua itu... tapi kenapa? Kenapa aku tak bisa bersabar sedikit lagi..?

Aku memutuskan untuk mengetuk pintu Tetsu perlahan, namun tidak ada jawaban.

Tok tok tok..

Saat sedikit ku kencangkan ketukan itu, tetap saja tidak ada respone, sedikit khawatir aku mencoba menghubungi nomor Tetsu.

"Nomor yang anda tuju sedang tidak akif atau berada diluar jangkauan cobalah..."

Aku mematikan sambungan telepon itu dengan gusar dan mencoba meneleponya kembali, perasaanku semakin tak enak saat kembali suara sang operator yang menyambut telingaku.

Dengan kesal aku memutuskan sambungan teleponku dan mencoba menelepon Ayana, aku harap Tetsu sekarang bersamanya.

"Moshi moshi"

"Ayana san? Apakah Tetsu sedang berada bersamamu?" Ucapku tidak sabar.

"Aa.. Haido san, aku sedang diluar negri, kemarin Tetchan menghubungiku, dia mengatakam ingin mencari sesuatu.." ucap Ayana dari sebrang telepon.

Aku terdiam sesaat, entah kenapa perasaanku semakin tak enak mendegar pernyataan Ayana, setelah berterima kasih aku menghubungi Ken dan Yukkie.

Aku, Ken dan Yukkie saling menatap tak nyaman, tidak biasanya Tetsu tidak menghubungi kita jika ia ingin pergi, terlebih lagi hingga tak dapat di hubungi.

"Ayana san bilang bahwa Tetsu ingin mencari sesuatu.." ucapku aga sedikit serak, jujur aku sangat panik.

Ken dan Yukkie saling bertatapan, lalu memandangku, aku dapat merasakan tatapan mereka yang sangat khawatir, sama sepertiku.

"Snowdrop"

Aku dan Ken menoleh pada Yukkie, menatap Yukkie cukup dalam, Yukkie seakan tau apa yang kami pikirkan, ia mulai menarik nafas dalam "aku ingat Tetchan pernah mengatakan ingin mencari bunga snowdrop padaku"

***

"Nee Yukkie... aku ingin mencari snowdrop.." ucap Tetsu pelan.

Yukkie menatap Tetsu dalam, "aku pikir bunga itu hanya mitos Tetchan" ucap Yukkie sembari memberikan hot chocolate pada Tetsu.

"Aku percaya bunga itu ada, aku harap jika aku mendapatkanya, harapanku akan terkabul"  ucap Tetsu pelan sambil tersenyum getir. 

"Memang kau mengharapkan apa Tetchan?" Ucap Yukkie menatap Tetsu dalam.

"Aku berharap... kita semua dapat bersama selamanya..." ucap Tetsu sambil tersenyum sedih, Yukkie merasakan ia dpaat melihat kilatan bening pada mata Tetsu.

***

Mataku menatap nanar pada Yukkie, aku dapat merasakan perasaan Tetsu, dan aku merasa sangat bersalah, aku merasakan betapa beratnya menjadi Tetsu, berusaha tersenyum manis disaat saat ia merasakan sakit yang dalam, iya aku tau, aku sangat kejam.

"Tapi... bunga snowdrop hanya akan tumbuh di udara bersalju.. dan Tokyo belum bersalju bulan ini.. satu satunya tempat yang bersalju.." ucap Ken pelan.

"Hokaido" ucapku dan Yukkie bersamaan.

"Hokaido kan luas..." seru Yukkie getir.

"Kau ingat pegunungan Tempat kita syuting dulu? Kalau tak salah salah satu kru  mengatakan pada Tetsu bahwa di hutan dekat tempat kita syuting itu sering ditemukan bunga snowdrop?,' ucap Ken pada Yukkie.

"Tapi.. apakah Tetsu akan sebodoh dan senekat itu.. mencari bunga snowdrop disana?" Ucap Yukkie menatapku dan Ken.

"Tentu saja, tidak ada yang sebodoh dan senekat Tetchan" ucapku sambil tersenyum.

"Jadi apa yang kita tunggu? Mari kita jemput snowdrop kita" ucap Ken melangkahkan kakinya ke mobilnya, sementara aku dan Yukkie mengikutinya.

***

Kami menatap nanar di lobby hotel, beberapa saat yang lalu kita telah tiba di Hokaido, dadaku semakin bergemuru tak nyaman saat salah seorang pemandu mengatakan bahwa di pegunungan sedang ada badai salju.

Ken dan Yukkie saling menatap getir, diam diam kita semua berdoa agar Tetsu tidak nekat untuk menerobos badai salju itu.

Tiba tiba Yukkie berjalan kearah resepsionis, aku dan Ken memandang bingung, aku dapat melihat bahwa Yukkie sedikit berbincang dengan sang resepsionis, dan kemudian Resepsionis itu memberikan sebuah buku pada Yukkie, Yukkie membacanya perlahan, dan aku bersumpah melihat Yukkie membelalakan matanya.

Yukkie memberikan isyarat untukku dan Ken agar mendekat, ia menunjukan salah satu baris kata pada buku tersebut, mataku dan Ken mendadak sama bulatnya, kami menemukan nama TETSUYA OGAWA dalam list peminjaman mobil, dan ia baru saja meminjam mobil hotel ini, sekitar satu jam yang lalu.

Oke aku menarik kata kataku, Tetsu amat sangat nekat.

Dengan panik kami meminjam mobil dan menghiraukan perkataan petugas yang mengatakan bahwa sangat berbahaya jika ke gunung sekarang, di benak kami bertiga hanya ada Tetsu, semoga saja dia tidak bertindak bodoh untuk keluar dari mobil dan mencari bunga bodoh itu.

Udara semakin menusuk saat kami semakin jauh menuju gunung tersebut, aku dapat melihat Yukkie yang menyetir dengan sangat hati hati namun masih dalam kondisi panik, disebelahnya Ken menatap jendela dengan gusar, sama sepertiku, berharap kami menemukan Mobil Tetsu.

Tuhan kumohon.. jangan ambil Tetchan....

"Yukkie stopp" seru Ken perlahan, ia melihat sebuah mobil terpakir di salah satu jalan, mata Ken semakin awas saat melihat plat mobil tersebut.

"Sama.." desis Ken pelan.

Seketika detak jantungku semakin bertambah cepat, berarti Tetsu cukup bodoh untuk keluar sari mobilnya, Aku ken dan Yukkie sepakat untuk berpencar mencari Tetsu, aku berjalan serengah berlari memasuki pinggir hutan, berharap Tidak menemukan Tetsu, berharap dia sedang tertidur nyaman dikamar hotelnya.

Aku membeku saat mataku menabrak sesosok manusia yang tak bergerak berada di depanku, jantungku searasa berhenti berdetam saat melihat di tanganya ada dua tangkai bunga snowdrop.

"KENNN YUKKIEEE" teriakku sambil berlari menuju sosok yang tak bergerak di hapanku, Ken dan Yukkie yang mendengarnya berlari kearahku.

Aku berlutut pada sosok yang kini telungkup dan membalikanya perlahan, Ken dan Yukkie kini sudah berada di sisi kiri dan kananku, jantung kami serasa di pompa keluar melihat sosok orang yang kami sangat kenal tidak membuka matanya, aku dapat merasakn badanya sangat dingin dan wajahnya yang pucat serta bibirnya yang membiru.

Dengan sigap Yukkie memeriksa denyut nadi pada pergelangan tanganya "masih hidup, cepat bawa ke rumah sakit" ucap Yukkie berlari kearah mobil.

Ken yang sdari tadi hanya terpaku langsung bergerak cepat, menggendong Tetsu dan berlari menuju mobil, sementara akupun ikut berlari sekuat yang kubisa menuju mobil.

Yukkie membawa mobil dengan sangat cepat, wajahnya terlihat sangat kaku, sementara aku dan Ken membungkus Tetsu dengan semua baju hangat kami, Ken memberikan Tetsu alkohol agar badan Tetsu sedikit menghangat, dan usahanya berhasil!  aku dapat melihat pipi Tetsu sedikit merona.

Sesampainya di rumah sakit, Yukkie memarkirkan mobilnya dengan asal, sementara Ken menggendong Tetsu menuju kearah lobby rumah sakit, aku mengikuti mereka dengan panik sembari membawa bunga snowdrop yang dipetik Tetsu.

Dokter dan suster disana bertindak cepat, memasukan Tetsu ke ranjang dorong dan membawanya ke ruang perawatan itensif, tak lama kemudian dokter keluar dari ruang perawatan.

"Hampir saja.. kalian kehilanganya, jika terlambat satu menit saja, dia tidak akan bisa bertahan dari hiportemia" ucap sang dokter pada kami.

Lututku serasa lemas, aku menjatuhkan diriku ke lantai, air mataku terus turun, hampir saja.. hampir saja aku kehilangan Tetsu...

***

Tak lama kemudian Ken Yukkie memasuki ruangan tersebut, aku hanya menatap dalam sebelum bergabung, Ken terlihat tidak tahan untuk menjitak Tetsu yang sudah tersadar.

"Kau ini.. kau tau tidak hamiur membuatku jantungan?!" Seru Ken sambil menjitak kepala Tetsu, yang dibalas cengiran khas Tetsu.

Aku dapat melihat Yukkie yang tertawa geli melihat tingkah Ken dam Tetsu, jelas sekali bahwa Yukkie juga terlihat lega.

Tiba tiba mata Tetsu terlihat sendu, ia seperti mencari cari sesuatu.

"Akh.. bunganya..."desah Tetsu kecewa.

Aku tersenyum pelan, ku berikan beberapa tangkai bunga Yang Tetsu cari pada pot yang baru saja aku beli. Tetsu menatap nanar padaku, kemudian tersenyum sangat manis, aku rasa pipiku memerah.

"Kumohon jangan lakukan hal bodoh lagi Tetsu, kau sangat berarti bagi kami" seruku pelan, " Tidak perlu mencari bunga bodoh ini segala..." lanjutku.

Tetsu tersenyum pelan, "Tapi harapanku terkabul loh" Seru Tetsu ceria "kita dapat berkumpul lagi dan saling tersenyum bahagia" lanjut Tetsu sambil memeluk vas yang diberikanku.

Pandanganku mendadak buram, aku kembali merasa bersalah pada Tetsu, tapi Tetsu mengenggam tanganku perlahan.

"Tidak.. ini bukan salahmu" seru Tetsu seakan tau apa yang aku pikirkan.

"Aku hanya merasa... aku tidak seperti kalian.. aku tidak ada perubahan.. namun kalian berkembang sangat hebat" ucap Tetsu sendu.

Aku Ken dan Yukkie saling bertatapan, kemudian tersenyum pelan.

"Kita berubah demi kau Tetchan" ucap Yukkie mengawali
"Kita harus semakin kuat dan hebat untuk tetap disisimu dan melindungimu leader chan" seru Ken menambahkan sambil tersenyum hingga matanya semakin terlihat sipit.
"Karna kau adalah harapan kami semua.. jadi kami harus melindunginya.. our snowdrop" ucapkku mengakhiri.

Aku dapat melihat rona merah pada pipi Tetsu "ka-kalian.. jangan mempermainkanku" seru Tetsu pelan sambil menutupi wajah merahnya.

"Uwaaa Tetchan memerah... manis sekali" seru Ken sedikit mempermainkan Tetsu...

"Kenchannnn jangan mempermainkankuuuu" seru Tetsu sambil melemparkan salah satu bantal pada Ken, Namun Ken menghindar dan terus menggoda Tetsu.

Sementara aku dan Yukkie hanya tersenyum melihat tingkah Tetsu yang semakin memerah saat Ken semakin menjahilinya.

"My snowdrop..." desahku pelan sambil menatap Tetsu yang menujukan wajah kesalnya.

"Aku menyayangimu..."

Sabtu, 07 November 2015

After concert

Pair : Hyde x Tetsu
Gender ; Nc- 18
warning, Yaoi, mesummm mesumm

Langit mulai menggelap di Yumeshima, menandakan malam telah datang, beberapa saat yang lalu, sebuah konser yang amat sangat megah telah dilaksanakan, konser pertama dari sebuah band yang telah mencapai 24 tahun, konser pertama pada tahun 2015 ini.

Namun semua kemegahan itu telah selesai, kelap kelip lampu pun telah padam, ribuan penonton digantikan oleh ribuan crew yang riuh, mulai membongkar panggung dan mengurus hal hal lainya.

Sementara itu, di salah satu ruangan, terlihat salah seorang pria berambut hitam sebahu, duduk pada sebuah sofa, seulas seringai terukir di bibir pinknya, tanganya mengelus pelan pantat mungil mahluk yang kini di pangkunya.

"Nhhh...Haido" desah laki laki yang berada dalam pangkuan pria yang diketahui bernama hyde tersebut. Tangan Hyde berpindah kearah paha mahluk manis yang  berada di pangkuanya itu.

"Tetsu...." desah Hyde pelan, tak lama kemudian bibir Hyde bertemu dengan bibir pria manis bernama Tetsu tersebut, tangan Hyde menarik tengkuk Tetsu agar ciuman itu lebih dalam. sementara Tetsu, ia mengalungkan tanganya pada leher Hyde.

"Haido... kau..kau yakin akan melakukan disi- akhh" seru Tetsu diantara desahan desahan erotisnya.

"Salahkan dirimu yang terlalu nikmat Tetchan" ucap Hyde sambil mengulum leher Tetsu, membuat Tetsu mendesah tak terkendali.

Sementara itu, tangan Hyde mulai bermain kearah bawah, memainkan pantat Tetsu yang terekspos bebas, kemudian menari nari dan sesekali menyentuh lubang itu, tanpa bermaksud memasukinya, membuat badan Tetsu bergetar penuh gairah.

"Haido..." desah Tetsu yang mulai terbuai oleh permainan kekasihnya, ia menatap haido dengan tatapan memelas, seakan mengerti maksud Tetsu, Hyde mulai menekan salah satu jarinya,memasuki lubang Tetsu.

"Akhhh...nhhh" desah Tetsu memejamkan matanya, nerasakan jari Hyde memasuki tubuhnya, badan bagian bawah Tetsu bereaksi, memberikan kontraksi pada jari Hyde.

"Kau aneh Tetsu, padahal kita sering melakukan ini, tapi lubangmu selalu kecil... well.. aku menyukainya.." seru Hyde kemudian kembali mengulum bibir mungil Tetsu yang kini telah membengkak.

Tetsu hanya membalas perkataan Hyde dengan desahan desahan erotis yang keluar dari bibirnya. tak lama kemudian, jari kedua hyde menyusul, menyeruak masuk kedalam tubuh Tetsu, berusaha mencari titik dimana prostate Tetsu berada.

"Akhh.. Haido" jerit Tetsu kembali, merasakan jari Hyde menabrak titik sensitifnya, terseyum nakal, hyde menabrak berkali kali titik sensitif Tetsu, membuat Tetsu mengejang, ia menenggelamkan kepalanya pada leher Hyde, tak kuat menahan kenikmatan yang terus diberikan hyde.

"Aanhhhh Hyde... Aku.. aku" seru Tetsu menggantung, badan Tetsu kembali mengejang, ia tidak bisa menggendalikan badanya lagi, sesuatu menyeruak ingin keluar. Hyde mengerti itu, dipercepat lagi tusukanya pada Tetsu hingga Tetsu akhirnya mengeluarkn cairanya, membasahi bajunya dan baju Hyde yang masih dikenakan.

Badan Tetsu siap limbung jika Hyde tidak menahanya, dengan sigap mendekatkan bibirnya pada telinga Tetsu.

"Aku ingin... kau ... melayaniku.. neee Tetchan" bisik Hyde sensual kemudian menjilat telinga Tetsu.

Bagaikan terhipnotis, Tetsu membuka pelan celana Hyde, ia meneguk liurnya dengan susah melihat milik Hyde sudah menegang, kemudian ia mengarahkan kelubangnya, dan memasukinya pelan pelan.

Tetsu menggigit bibirnya, merasakan milik Hyde memaksa masuk pada dirinya, perih namun nikmat. sementara Hyde yang tak sabar menarik Tetsu hingga ia jatuh, membuat milik Hyde menancap sempurna pada Tetsu, menabrak titik sensitif Tetsu, yang mengakibatkan sang empunya berteriak.

"Bergerak" perintah Hyde, menatap Tetsu dalam. Tetsu pun dengan perlahan menaikan tubuhnya hingga hanya kepala penis Hyde yang berada dalam dirinya, kemudian memasukanya lagi pelan pelan. Tetsu mendesah setiap kali milik Hyde menyentuh sweetspotnya.

Sementara Hyde menatap Tetchanya yang berkerja sendiri, seulas senyum mengukir bibirnya, tak lupa desahan halus keluar dari bibir itu, apalagi saat dimana lubang Tetsu memijat miliknya, membuatnya tak bisa berfikir dengan jernih lagi.

Gerakan perlahan dan lembut itu aakhirnya semakin cepat, Tetsu yang sudah diliputi kabut nafsu, bergerak tak terkendali, hyde pun ikut memegangi pinggang Tetsu, menahan agar tubuh Tetsu tidak limbung.

"Sial aku tak tahan" seru Hyde mendorong Tetsu jatuh pada sofa tersebut dan mulai memasuki lubang sang leader secara brutal, membuat Tetsu mendesah puas, sementara lidah Hyde kembali menjilat leher Tetsu, tak lupa memberi tanda kepemilikan pada leher putih nan jenjang tersebut, desahan Tetsu pun semakin panas dan kencang, membuat Hyde benar benar lupa dengan segalanya.

Sementara itu Ken dan Yukkie yang sedari tadi terpaku di depan pintu, melihat kedua temanya sedang bercinta, suasana ruangan itu pun mendadak panas.

"Aku tak menyangkan.. Hyde tidak bisa menahanya..." seru Ken sambil memijat pelipisnya, melihat tingkah vokalisnya yang sangat  brutal.

"Seperti kau tidak pernah melihat mereka seperti ini saja.. kita kan .. selalu menjaga pintu ini.. kalau mereka... atau mungkin Hyde... tak dapat menahanya" balas Yukkie tak kalah pusingnya melihat tingkah Hyde yang sangat liar.

Tak jauh dari sana, terlihat salah satu staff yang berjalan kearah mereka., Yukkie dan Ken menatap getir pada staff tersebut.

"Ken san, Yukkie san, kenapa kalian ada disana...? dan apakah Tetsuya san didalam? Ada sesuatu yang ingin dibicarakan" seru staff tersebut.

Ken dan Yukkie saling menatap, kemudian menghelai nafas, Ken berjalan mendekati staff tersebut.

"Anoo.. Tetchan sedang ada yang diurusi, biar aku Saja yang mewakili" ucap Ken pada staff tersebut. Kemudian staff itu mengangguk dan berjalan bersama Ken keluar drai ruangan itu. Sementara Yukkie kembali menatap Hyde yang masih memasuki Tetsu. "Aku harap kalian bisa menahan... untuk tidak melakukan hal seperti ini lagi..."

Senin, 19 Oktober 2015

Awesome Night

Tetsu mendesah pelan, entah mengapa sangat kebetulan sekali kamar hotel yang mereka inapi hanya tinggal tersedia dua ruangan lagi, dan yang paling menyebalkan, ia mendapatkan kamar dengan satu ranjang, sementara Ken dan Yukkie mendapatkan twins bed, itu berarti ia harus tidur satu ranjang dengan Hyde.

Well.. sejujurnya, munafik sekali kalau Tetsu bilang ia tidak menyukai satu ranjang dengan Hyde. Ya, dia mencintai Hyde,lebih tepatnya, sejak pertama kali ia melihatnya. Hyde adalah cinta pertamanya, namun ia terlalu takut untuk mengatakanya, ia hanya diam, melihat dengan matanya sendiri bagaimana cintanya pergi.

***

Tetsu merebahkan kepalanya pada bantal, ia dapat mendengar jelas gemericik air dari shower kamar mandi ruangan itu, jelas sekali bahwa Hyde kini tengah mandi.

Memijit kepalnya sendiri, rasanya kepalanya sangat pusing, tak dapat memungkiri bahwa ia merasa sedikit demam, beberapa kali ia harus menjalani pemotretan di cuaca dingin, dengan baju tipis pula, sekarang ia harus merasakan akibat dari keegoisan pada tubuhnya sendiri.

Perlahan Tetsu menutup matanya, seiring dengan suara gemericik yang semakin samar, sudah siap untuk memasuki alam mimpinya.

Tetsu membuka matanya perlahan, mendengar suara berisik di sebelahnya, dilihatnya Hyde yang menatap tajam padanya, senyum jijik pun tak luput dari wajah marahnya.

"Ada apa Hyde?" Tanya Tetsu aga sedikit takut menatap wajah Hyde.

"Kau menjijikan Tetsu" ucap Hyde menatap Tetsu jijik kemudian beranjak pergi dari kasur tersebut.

"Ke-kenapa?" Tanya Tetsu takut bercampur tak mengerti, berusaha menangkap lengan Hyde yang beranjak jauh darinya, kemudian, secara cepat, Hyde menghentakkan lenganya, sehingga pegangan Tetsu terlepas.

"Aku membencimu, mulai detik ini aku bukan member L'Arc~en~ciel lagi" ucap Hyde marah kemudian keluar dari kamar tersebut. Tetsu terhenyak, menatap nanar Hyde yang pergi darinya.

"Jangan pergi.." seru Tetsu setengah berteriak berusaha mengejar Hyde.

"TETCHAN BANGUNN"

Tetsu membuka matanya perlahan, ia dapat melihat Hyde yang menatapnya dengan khawatir, kemudian ini melihat sekeliling kamarnya, ternyata semua itu hanya mimpi.

Tetsuya mendudukan kepalanya, Hyde mengatakan bahwa Tetsu dari tadi terus mengigau sambil menangis, Tetsu hanya menatap nanar Hyde dan mengatakan maaf telah mengganggu tidurnya.

"Nee.. Tetchan kau demam, sebentar aku rasa aku masih memiliki obat penurun panas" seru Hyde menuju kopernya, sementara Tetsu menatap sedih kearah Hyde, seketika itu juga mimpinya tergambarkan dengan jelas di otaknya.

Setetes..

Dua tetes...

Semakin lama, semakin banyak air mata yang keluar dari mata Tetsu. stress, Takut, lelah, semua bercampur jadi satu dalam diri Tetsu, ia takut, sangat Takut jika Hyde pergi meninggalkanya, memandang jijik padanya.

Hyde yang melihat Tetsu menangis mulai panik, ia berjalan cepat kearah ranjang Tetsu, mendudukan dirinya pada sisi Tetsu. menatap Tetsu yang masih berusaha menghentikkan air matanya.

Tetsu tersentak saat merasakan tangan Hyde merengkuh badanya,   perlahan ia mengalungkan tanganya pada pinggang Hyde, sedikit canggung.

"Ada apa Tetsu?"ucap Hyde sambari melepaskan pelukanya pada Tetsu, membuat Tetsu agak sedikit sedih, kemudian Tetsu menatap wajah Hyde dan tersenyum hambar "mimpi buruk.." ucapnya pelan. "Aku bermimpi kau.. kau meninggalkan Laruku.. kau.. membenciku.. manatap jijik pa-" ucap Tetsu terpotong oleh sorotan mata Hyde yang memandangnya dalam.

"Tetchan.." ucap Hyde memegang pipi Tetsu, "aku tidak pernah berfikiran untuk meninggalkanmu, untuk membencimu apalagi untuk keluar dari L'Arc~en~ciel" ujar Hyde lembut, "aku tidak mau jauh dari pelangiku.. menjauh dari seseorang yang memiliki senyuman termanis yang pernah kuliat" seru Hyde lembut, yang sukses membuat pipi Tetsu bersemu merah. Tersenyum manis, Hyde kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Tetsu "bolehkah aku menciumu?" Bisik Hyde lembut, kemudian menempelkan bibirnya pada Tetsu.

Tetsu yang kaget, tidak mampu berkutik atas ciuman Hyde, ciuman Hyde sangat lembut dan manis, membuatnya terbuai, secara perlahan Tetsu membalas ciuman Hyde dengan sedikit kikuk.

Hyde tersenyum senang, kemudian mulai mencium kembali Tetsu, namun kali ini lebih bernafsu, lidah Hyde mulai menyeruak masuk pada belahan bibir Tetsu, tanganya pun mulai memasuki kaos yang dikenakan Tetsu, menyentuh kulit mulus milik Tetsu.

Tetsu mendapati dirinya mendesah saat Hyde mulai memegang tubuhnya, ia tidak mampu menghentikan Hyde. Jujur, Tetsu sangat menginginkanya, ia tidak peduli lagi walaupun ini hanya mimpi sekalipun.

"Nee.. Tetchan... bolehkah aku menyentuhmu?" Desah Hyde pada telinga Tetsu, kemudian menjilatnya secara sensual, membuat Tetsu tidak dapat menahan desahanya.

"Ngghhh"

Hyde menyeringai, kemudian mulai membuka kaos Tetsu, ia dapat dengan jelas melihat kulit mulus milik Tetsu, dengan kedua tonjolan berwarna merah yang menegang, dengan cekatan Hyde mulai mengulum salah satu tonjolan disana, tangan yang satunya mulai menyelinap diantara boxer milik Tetsu.

"Ahhh.. Haido.." ucap Tetsu sambil meremas rambut Hyde, sekarang akal sehatnya benar benar sudah kalah dari nafsunya.

Hyde menarik dengan cepat boxer Tetsu, memperlihatkan milik Tetsu yang tegang dengan sedikit cairan precum yang keluar, kemudian ia mengelus pelan barang milik Tetsu, membuat Tetsu kembali berdigik.

"Sepertinya kau sudah tidak tahan" ujar Hyde mengarahkan jari jarinya kemulut Tetsu, sementara jari yang satunya mulai memberikan pijatan pada barang Tetsu.

"Kulum ini" ujar Hyde memberikan perintah, dengan perlahan Tetsu mengulum ketiga jari Hyde, walaupun kadang ia menghentikan kulumanya karna tak bisa menahan desahanya.

Hyde menarik ketiga jarinya, kemudian melebarkan paha Tetsu, membuat lubang Tetsu terlihat jelas, ia juga dapat melihat wajah Tetsu yang sedikit takut, mencium kening Tetsu pelan "ini akan menyakitkan, tapi percayalah Tetchan, kau akan merasa enak sesudahnya" bisik Hyde pada telinga Tetsu seraya memasukan jari pertamanya pada lubang Tetsu.

"Enghh?!" Tetsu merasakan sensasi aneh saat jari pertama Hyde masuk, mulai melebarkan lubang Tetsu seraya memaju mundurkanya. tangan Tetsu ia lingkarkan pada leher Hyde, sementara Hyde mencium bibir Tetsu seraya menambahkan jari keduanya pada lubang Tetsu.

"Akhh..." jerit Tetsu merasakan panas dan sakit yang bersamaan, ia tak kuasa menahan air matanya, merasakan perih yang amat sangat.

"Tetchan... relax" ujar Hyde mulai mencium leher Tetsu, memberikan beberapa mark disana, membuat Tetsu kembali mendesah.

Dengan perlahan Hyde menambahkan jari ketiganya, membuat Tetsu menggeleng gelengkan kepalanya menahan sakit, Hyde kembali mencium Tetsu sembari menggerakan ketiga jarinya, mencari spot paling sensitiv pada tubuh Tetsuya.

"Akhhh" desah Tetsuya saat ketiga jari Hyde menabrak tepat pada sweetspotnya. Hyde kembali menyeringai, kemudian menabrak terus titik sensitiv itu secara brutal.

Tetsu tak dapat mengendalikan desahanya, ini benar benar gila, rasanya sangat nikmat, ia tidak pernah merasakan ini sebelumnya.
"Ughh Hyde.. aku.. aku.. " ucap Tetsu tak mampu melanjutkan kata katanya.

"Keluarkan saja sayang" ucap Hyde sembari kembali mengulum telinga Tetsu. Kemudian Dengan sekali hentakan, Tetsu mengeluarkan semua cairanya, menyemprotkan cairanya pada perutnya dan milik Hyde.

"Kau bekerja dengan baik" desah Hyde lembut kemudian mengulum leher Tetsu kembali

"Enghh.. Hyde.. please fuck me.. " desah Tetsu yang telah di tutupi kabut nafsu. Hyde menatap Tetsu dan tersenyum nakal, sedikit tidak percaya jika Tetsunya bisa menjadi Binal seperti ini.

"As your wish my honey" ucap Hyde sambil mengarahkan kejantananya pada lubang Tetsu, "its my pleasure" lanjutnya, sambil mendorong masuk miliknya pada lubang Tetsu.

"Enghh..." desah Tetsu merasakan sakit dan nikmat di waktu yang sama, diremasnya rambut Hyde, menandakan bahwa ia menikmatinya.

"Kau sangat sempit Tetchan" ucap Hyde sesekali mendesah, merasakan lubang hangat Tetsu yang seakan akan 'melahap' miliknya.

Dengan sekali hentakan, milik Hyde menabrak sweet spot Tetsu, membuat Tetsu medesah sangat kencang. Menatap Tetsu lembut, Hyde mulai memaju mundurkan miliknya, sesekali kepalnya tenggelam pada perpotongan leher Tetsu.

"Enghh.. Haido.. kumohon.. akhh lebih cepat..." ucap Tetsu di sela sela desahanya.

Hyde kembali memaju mundurkan miliknya pada lubang Tetsu scara brutal, hibgga kasur yang mereka tempati bergoyang pelan, Tetsu mendesah lebih kencang dari sebelumnya, merasakan hyde menabrak titik sensitivnya secara membabi buta.

"Hyde.. aku tak kuat... akhhhh" ucap Tetsu mengelijang, dan kembali menyemprotkan cairan miliknya, beberapa saat kemudian Hyde merasa lubang Tetsu meremasnya dengan kuat, setelah empat kali tusukan Hyde mengeluarkan cairanya di dalam Tetsu.

Dengan perlahan Hyde mengeluarkan miliknya dari lubang Tetsu, cairan milik Hyde pun mengalir keluar dari lubang Tetsu, membuat Tetsu sangat mengagirahkan di mata Hyde.

"Aku mencintaimu Tetchan..." ucap Hyde kembali mengecup kening Tetsu, mata Tetsu terbelalak, tidak menyangka dengan apa yang diucapkan Hyde.

Perlahan lahan air matanya jatuh, Hyde menatap panik pada Tetsu, "maaf..." ucap Hyde tidak enak, mau bagamanapun ia telah menyetubuhi Tetsu.

Tetsu menggeleng gelengkan kepalanya, ia tersenyum sangat manis pada Hyde "aku pikir kau tidak mungkin mencintaiku... aku.. aku sangat bahagia" ucap Tetsu sambil menyeka air matanya. "Aku sangat mencintaimu Hyde" ucap Tetsu dengan senyum kekanak kanakanya. "Tapi... pantatku sakit" ucapnya menatap Hyde dengan tatapan innocentnya.

Rabu, 14 Oktober 2015

My Guardian's Angel FINAL CHAPTER

Hyde kembali menggendong Tetsu menuju kamarnya, menidurkan Tetsu dengan hati hati pada ranjang milik Tetsu, kemudian Hyde membuka kaosnya, Tetsu menelan ludahnya dengan sulit melihat badan Hyde yang terbentuk sempurna, tidak terlalu kurus dan tidak terlalu berotot, badanya sanagt cukup untuk membuat Tetsu memerah.

Sebenarnya Tetsu tidak menyangka bahwa Hyde akan berprilaku sangat lembut padanya, ia tau ini sangat berat untuk Hyde, ia tak pernah menyentuh siapapun semenjak Tetsu lahir.

Tetsu tidak memprotes Hyde yang merobek bajunya secara paksa, ia sudah siap untuk ini. setidaknya, setelah malam ini ia akan milik Hyde selamanya.

Hyde mulai menjilati tubuh Tetsu, membuat Tetsu kembali mendesah nama kekasihnya, merasakan sensasi sensasi yang sangat memabukan, perlahan Hyde mendekatkan wajahnya pada leher Tetsu, menjilatnya lembut kemudian menancapakn taringnya pada Tetsu.

"Akhhh"

Tetsu dapat merasakan Hyde menghisapnya pelan, sementara tanganya masih menggerayangi tubuh Tetsu, entah mengapa ia menyukai sensasi itu.

Kemudian mulut Hyde berpindah pada mulut Tetsu, mengecap rasa Tetsu untuk kesekian kalinya, sungguh rasa dari darah, cairan, tubuh serta saliva Tetsu mampu membuat Hyde gila.

"Enghh" Tetsu mendesah pelan merasakan jari Hyde kembail bermain pada tubuh bagian bawahnya, ia menatap Hyde yang kini sama telanjang seperti dia, melihat barang Hyde yang sudah menengang membuat wajahTetsu memerah, tetsu pun mengalihkan pandanganya kearah lain.

"Hei.. jangan melihat kearah lain sayang" ujar Hyde mengelus pipi Tetsu.

Tetsu memandang Hyde yang tersenyum padanya, kemudian secara pelahan barang milik Hyde menyeruak masuk memenuhi lubangnya, Tetsu yang merasakan lubangnya terisi oleh milik Hyde tak dapat menahan desahanya, begitupun Hyde, merasakan barangnya seperti dilahap oleh lubang Tetsu.

"Kau sangat sempit sayang" desah Hyde sambil terus memasukan barangnya pada Tetsu.

"Aku.. aku tidak pernah- anghh" ucap Tetsu tak mampu melanjutkan kata katanya.

"Tentu saja kau tidak pernah sayang, aku tidak akan membikarkan seseorang mendekatimu" ucap Hyde menghentakkan miliknya masuk dalam lubang Tetsu.

"Aku membunuh semua orang yang menyentuhnu, aku membunuh bajingan itu, tidak secara langsung memang, aku menyiksaya terlebih dulu" ucap Hyde memaju mundurkan miliknya dalam Tetsu

"Aku juga membunuh semua orang yang dekat denganmu dan bermaksud jahat padamu, lelaki saat kau SMP, dan perempuan yang meyatakan perasaanya padamu saat kau SMA sayang"

Tersu mengingatnya, saat SMP ia menyukai seorang laki laki yang sangat baik padanya, namun saat ia ingin menyatakan perasaanya, lelaki itu pun menghilang, tentu saja Tetsu melupakanya, ia masih terlalu kecil untuk mengetahui cinta.

Ia juga mengingat saat SMA, ada seorang anak perempuan yang sangat manis menurutnya, menyatakan cinta padanya, namun setelah menyatakan cinta pada Tetsu, anak itu pun menghilang, Tetsu sudah pernah menanyakan pada teman temanya, namun mereka semua tidak tau.

"Akhh" Tetsu tersadar dari lamunanya saat barang milik Hyde menabrak titik tersensitifnya, membuat Tetsu mendesah kencang. Menyeringai, Hyde terus menusukan penisnya pada titik sensitif itu.

"Kau tau Tetchan.. aku membunuh lelaki cebol yang selalu menempel padamu" bisik Hyde sambil mempercepat gerakanya.

"Kau-" Tetsu hendak protes dengan heartless dan sadisnya Hyde, namun yang keluar hanya desahan desahan erotik dari bibir Tetsu, membuat Hyde menyeringai senang.

"I love you honey" bisik Hyde kemudian mencumbu bibir bengkak Tetsu, mencampurkan saliva satu sama lain, menyalurkan kehangatan satu sama lain.

Tetsu menatap Hyde yang kini menatapnya lembut, seperti mengerti arti dari mata Hyde, ia mengalungkan tanganya pada Hyde dan mencium bibir Hyde kikuk, kemudian menggeser kepalnya ke sisi lain, memberikan akses yang lebih besar pada lehernya untuk Hyde.

Seketika taring Hyde mencuat, kemudian ia kembali menjilat titik yang sebelumnya ia gigit, kemudian menancapkan taring itu pada pembulu darah Tetsu, menghisapnya dengan liar.

Tetsu mendesah nikmat saat Hyde menghisap darahnya sementara Hyde masih menggerakan pinggulnya, membuat Tetsu merasakan suatu kenikmatan tersendiri. Sementara Hyde yang masih menghisap brutal, merasakan darah kekasihnya. jujur, ia sangat menyukainya! Walaupun sebenarnya ia lebih menyukai saat sedang menyetubuhi Tetchanya.

Semakin banyak darah yang Hyde hisap, membuat Tetsu semakin lemas, tangan yang ia kalungkan pada leher Hyde jatuh secara perlahan, pandangan matanya terasa kabur, badanya mulai melemah.

Tetsu dapat melihat Hyde yang melihatnya sambil tersenyum pelan, kemudian mengatakan sesuatu padanya, tapi ia tidak dapat memastikan apa yang dikatakan oleh Hyde, kemudian ia merasakan ada suatu cairan menetes di mulutnya, dengan sigap ia membuka mulutnya, melahap semua cairan kental yang menetes pada mulutnya, seketika badan Tetsu terasa kembali segar, ia menutup matanya, merasakan pusing yang amat sangat.

Ia masih merasakan Hyde yang masih menusukan penisnya dalam lubang Tetsu, perlahan lahan tubuh Tetsu kembali melemah, Tetsu membuka matanya perlahan, terlihat iris berwarna merah darah pada matanya, kemudian menutupnya kembali, badanya terasa seperti terbakar, hal yang ia ingat terakhir kali adalah Hyde masih menggerakan pinggulnya, menusukan barangnya dalam lubang Tetsu.

Fin.

Mskasih smua yang nunggu nunggu fanfic ini... kalo aku moodnya baik mau buat sequel dari fanfic ini

Big thanks buat Jenk yang jd temen duet buat bayangin ken tetsu *plakk*

Maaf vara aku ga munculin Hide disini :"

Makasih yeni yang tabah baca ini Ff

Ratih.. kalo panas banti aku kasih 'es bau ken' deh

Dan nissa... hentikan mimisanmu hahaha

Selasa, 13 Oktober 2015

My guardian's angel chap 9

Hyde berjalan cepat, menggandeng tangan Tetsuagar dapat mengikuti geraknya, keluar dari bar yang telah kacau tersebut. Dibelakang Hyde, Tetchan terlihat kepayahan mengikutinya.

Melihat Tetsu yang kelelahan, dengan gerakan cepat ia mengangkat tubuh Tetsu, dan dengan sekali hentakan sayap hitam itu pun keluar, terbang katas langit, persetan dengan mobilnya, saat ini ia ingin lebih cepat sampai ke rumah Tetsuyanya.

Tetsu refleks mengalungkan tanganya ke leher Hyde, terlalu dini untuk mencerna kejadian barusan. Samar samar ia melihat sayap hitam Hyde, besar seperti punya Hide, namun warnaya hitam legam, dan entah mengapa membuat Tetsu semakin terhipnotis.

Angin malam menerpa wajah Tetsu, sedikit dingin memang, namun ia merasakan sebuah kehangatan saat Hyde mempererat gendonganya pada Tetsu.

Tetsu menatap wajah Hyde yang kaku dan serius, sungguh berkali kali lipat terlihat tampan dari angle saat ini, membuat Tetsu mengeluarkan semu merah pada kedua pipinya, padahal sudah lebih dari setahun ia bersama Hyde, namun perasaan malu dan terpesona pada Hyde tetap saja muncul.

Hyde menapakkan kakinya pada teras rumah Tetsu, dan saat Hyde menatap pintu itu, secara otomatis pintu tersebut langsung terbuka, Hyde yang masih menggangkat Tetsu berjalan pelan masuk ke rumah Tetsu, dan secara otomatis pintu itu pun tertutup kembali.

Hyde mendudukan dirinya pada sofa Tetsu, dan masih menggendong Tetsu. Cahaya bulan menrangi wajah Hyde, Tetsu menatap wajah Hyde lembut, ia merasa bahwa Hyde adalah malaikat, yah well.. Hyde memang memiliki darah malaikat. Hyde menatap wajah Tetsu sambil tersenyum sangat mempesona, memegang dagu Tetsu, mendekatkan wajahnya pada wajah Tetsu.

Tetsu mengira bahwa Hyde akan menciumnya, namun ternyata tidak. Hyde mengelus pipi putih Tetsu, kemusian mencium bibir Tetsu dengan lembut dan manis, ciuman yang membuat Tetsu terbuai, namun perlahan lahan ciuman itu menjadi ciuman penuh nafsu.

Hyde memasukan lidahnya pada mulut Tetsu, mengajak lidah Tetsu untuk menari sensual, Tetsu mengikuti permainan Hyde dengan canggung. Tangan Hyde mulai menyelusup dalam kaos yang digunakan Tetsu, meraba lembut kulit halus Tetsu.

Tetsu merasakan pusing dan nyaman di waktu yang sama, bagaimana tangan dingin Hyde bermain pada tubuhnya yang hangat, perbedaan itu yang membuat Tetsu terasa hidup.

Namun semua kenyamanan itu hilang saat tangan Hyde semakin menjamah tubuhnya dan berhentik di titik paling sensitifnya, badanya seketika menengang.

"Hy-hyde.."

Perlahan air mata turun membasahi pipinya, ia sangat ingin menjadi milik Hyde seutuhnya, namun masa kecilnya menghantui dirinya.

Rasanya seperti kemarin, rasa panas dan sakit yang dirasakanya menyeruak perlahan, ia dapat mengingat dengan jelas saat ayahnya menyentuhnya, dan ia sangat mengingat bila ia menolak ia akan dipukuli oleh sang ayah.

Yah... kalau Tetsu bisa memilih, ia lebih suka di pukuli dan disiksa dibandingkan diperkosa oleh ayahnya sendiri.

"Tenang sayang, aku bukan dia" ucap Hyde pelan sambil mengelus kepala Tetsu.

"Kau memang bukan dirinya hyde" ucap Tetsu pelan memandang Hyde sedih, "a- aku rasa k-kau Harus mencari orang lain Hyde.... aku.. aku ini kotor" ucap Tetsu sendu.

"Tidak Tetsu, kau itu suci sejak kau lahir" ucap Hyde dengan suara mengeras dan menatap Tetsu yang memandangnya sendu.

"Ta-tapi ini semua.. "

"Jangan menyalahkan dirimu sendiri Tetchan" ucap Hyde pada Tetsu "kalau kau mau menyalahkan seseorang, fine! Salahkan diriku" lanjut Hyde setengah frustasi "kau masih sangat kecil saat itu dan aku adalah jodohmu! Tapi aku tak bisa menjagamu... maafkan aku Tetchan" ucap Hyde melemah pada akhir katanya.

"Bukan Hyde.. ini bukan salahmu" ucap Tetsu menggelengkan kepalanya dan menyentuh lengan Hyde lemah, mengalungkan tanganya pada leher Hyde, ia mencium kening Hyde kikuk. "Aku mencintaimu Hyde"

"Aku mencintaimu Tetchan, lebih dari dunia ini, lebih dari apapun" ucap Hyde.

Tetsu tersenyum canggung "Kita melakukanya perlahan..?"

"Ya, kita akan melakukanya perlahan"

Perlahan lahan Hyde membuka baju Tetsu, namun melihat badan Tetsu yang menengang, ia membatalkan niatnya, "oke kita tidak akan membukanya dulu" ucap Hyde sambil menatap Tetsu.

Hyde menggigit jarinya sendiri hingga mengeluarkan darah, perlahan lahan ia menelusuri tubuh bagian bawah Tetsu yang masih tertutupi celana, menyusup masuk menuju lubang Tetsu.

Tetsu dapat merasakan jari Hyde bergerak kearah lubangnya, dan tanpa aba aba memasukan satu jarinya pada Tetsu. Tetsu tersentak kaget, merasakan jari Hyde yang memasuki dirinya, rasa sakit dan nikmat bercampur menjadi satu.

Tetsu refleks meremas bahu Hyde saat merasakan jari kedua Hyde masuk ke dalam lubangnya, "you're doing right baby" bisik Hyde sambil mencium pipi Tetsu lembut.

Tangan Hyde yang bebas merengkuh tubuh Tetsu membuat Tetsu lebih dekat dengan Hyde, ia dapat mendengar suara detak jantung Hyde dengan sangat jelas.

"Kau dengar itu Tetchan, jantungku akan dan terus berdetak hanya untukmu" ucap Hyde lembut.

Wajah Tetsu memerah mendengar ucapan ucapan manis dari Hyde, perlahan jari ketiga menyusul kedua jarinya, memasuki lubang hangat milik Tetsu, mata Tetsu terbelalak saat jari ketiga Hyde masuk, ia dapat merasakan sakit yang bercampur dengan nikmat.

"Apakah aku menyakitimu Tetchan...?"

Iya.. tidak.. Tetsu tidak dapat mendeskripsikanya, ia memang merasakan rasa sakit, namun disamping itu terdapat rasa nikmat tersendiri saat Hyde memaju mudnurkan ketiga jarinya pada lubang Tetsu.

"Enghh" Tetsu tidak dapat menahan desahanya saat jari Hyde menyentuh sweetspot, hyde tersenyum mendapati bahwa tetsunya sedang mwndesah.

"That's it" seru Hyde sambil menyeringai pelan, "work with me honey" lanjut Hyde sambil memaju mudurkan jarinya dengan cepat, menabrak sweetspot Tetsu secara terus menerus.

"Akhh.. hyde" ucap Tetsu tak dapat lagi menahan desahanya, badannya mebgejang setiap kali jemari Hyde menabrak bagian sensitif itu.

"Tidak apa apa, keluarkan saja syaang" ucap Hyde sambil mempercepat gerakanya, membuat badan Tetsu mengelijang, dan kemudian cairan putih keluar, namun masih tertahan oleh celana Tetsu.

"Kau sempurna sayang" ucap Hyde sambil mencium bibir Tetsu.

To be continued..

Maaf jenk dan vara yg menunggu adegan ini besok aku akan apdet chap 10nya.. batrenya low hahaha

Yeni sama ratih kalo baca ini... tabah yaaa dan jangan lupa baca chap selanjutnya~

Dan buat nissa.. jangan mimisan!

Sabtu, 10 Oktober 2015

My guardian's Angel chap 8

Dentuman keras musik khas bar mengalun kencang, para pria dan wanita bercampur menjadi satu, turun ke lantai dansa, meliuk liukan badannya dengan liar, para penari striptis pun mulai beraksi meliukan badannya pada sebuah tiang, sengaja memperlihatkan badan mereka, mengikat para lelaki hidung belang untuk mengambil mereka, untuk mereka peloroti.

Hyde menggandeng tangan Tetsu masuk ke dalam bar tersebut.Tetsu, yang sama sekali belum pernah ke bar merasakan canggung pada dirinya, terlebih melihat para wanita wanita nakal itu menatap Hyde dengan tatapan 'lapar' membuat Tetsu sedikit kesal bercampur canggung.

"Kita duduk disini ya, Tetchan" ucap Hyde lembut, memberikan kode untuk Tetsu agar duduk di salah satu kursi persis di depan bartender, Tetsu mengikuti Hyde, dan duduk di bangku berwarna merah tersebut.

"Ada yang bisa kubantu tuan?" tanya bartender sambil mengocok campuran tequilla yang telah dipesan oleh salah satu tamu sebelumnya.

"Berikan sesuatu yang tidak ber alkohol untuknya, dan red wine untukku" ucap Hyde pada sang bartender tersebut.

"Baik tuan"

Hyde menatap Tetchan yang menatap nanar padanya, merasakan sensasi aneh saat melihat Tetsu-nya seperti itu, ia mengambil inisiatif untuk mengelus pelan kepala Tetsu.

"Hyde.. dulu aku berfikir bahwa aku lah yang paling tersiksa disini, akulah yang paling menyedihkan" ucap Tetsu sebelum Hyde sempat hyde mengucapkan sesuatu. "Tapi.. bagaimana aku bisa bangkit jika aku hanya terpuruk dan terpuruk pada hal yang sama, padahal di sisiku ada kamu Hyde, aku hanya mau kau mengerti diriku, dan kau memang melakukanya! Tapi aku tidak bisa membalasanya, aku.. aku.. maafkan aku Hyde" ucap Tetsu serak, setetes air mata berhasil keluar dari matanya.

Hyde menatap dalam pada Tetsu yang sibuk membersihkan air matanya yang terus tumpah, direngkuhnya bahu Tetsu agar semakin mendekat. "Aku tau kau selalu memiliki hati yang bersih Tetsuya" ucap Hyde mencium kening Tetsu.

"Aku tidak tau pasangan GAY diizinkan masuk"

Hyde dan Tetsu menoleh, mereka dapat melihat seorang pria tambun yang mungkin setengah mabuk, menatap jijik pada mereka, Hyde yang kesal hendak maju kearah pria Tersebut. Namun Tetsu memegang tangan Hyde lembut.

"Sudahlah Hyde" ucap Tetsu mencoba menenangkan Hyde.

"Ya!  dengarkanlah pelacur kecilmu itu" Ujar sang pria sambil memandang jijik kepada sosok Tetsu.

Hyde yang mendengar perkatan pria itu langsung memanas, melesat cepat kearah pria itu, Hyde memberikan sebuah pukulan hingga pria berbadan tambun itu terpental kearah dinding dan jatuh.

" Lancang sekali kau mengucapkan itu" ucap Hyde dingin berjalan kearah pria tersebut. " Kau tidak tau aku sudah menunggunya berapa lama?" Ucap Hyde sambil mencekik pria tersebut.

"Dia tidak mungkin tau Hyde" ucap Tetsu,sambil memegang pelan bahu Hyde, "dan dia tak akan tau bagaimana kita saling mencintai" lanjut Tetsu.  sesaat kemudian ia membekap mulutnya, tidak menyangka bahwa ia akan mengucapkan kata kata tersebut pipi Tetsu pun tak luput dari semu semu merah. Hyde yang terbawa emosi seketika menatap Tetsu, tidak menyangka bahwa Tetsu akan mengatakan hal tersebut.

Mendekati Tetsu mencium bibir mahluk yang sangat ia sayangi dengan perlahan, kemudian kembali menuju pria tambun yang sedang berusaha untuk berdiri.

"Minta maaflah padanya" ucap Hyde kasar pada sang pria tambun tersebut.

"Pada jalang itu? Fuck off"

Hyde yang kesal mencekik pria tersebut hingga dari sela sela leher sang pria mengeluarkan darah, pria itu mengerang kesakitan.

"Sudahlah Hyde, tidak apa apa" ucap Tetsu merasa kasihan pada sang pria tersebut.

"Tidak Tetchan, manusia ini harus diajari sopan santun" ucap Hyde menatap kesal pada Pria tambun yang kesakitan itu. "Dan kau, minta maaf lah sekarang" ucap Hyde tajam, mencengkram kuat leher sang pria.

"Hey apa yang kaaian lakukan di barku!" Ucap sang bartender melirik rajam kearah Hyde, sepertinya orang orang di bar ini sudah saling mengenal.

"Menyebalkan" desis Hyde pelan. Ia kembali menatap sang pria yang ia cekik, dengan kesal Hyde menatap pria itu, mata Hyde berubah menjadi merah, membuat sang pria itu ketakutan.

"I-iya maa-maafkan aku" ucap pria itu keras dan di penuhi rasa ketakutan. Hyde menyunggingkan senyuman dingin pada pria tersebut. Sang pria yang terlepas dari cekikan Hyde mengambil nafas kuat kuat, mendesah ketakutan dan akhirnya ia pingsan.

Tetsu menatap hyde yang berjalan kearahnya, sepertinya ia mulai terbiasa dengan sikap 'heartless'nya Hyde, namun saat Hyde berjalan kearahnta, sang bartender yang kesal menatap tajam Hyde, membawa sebuah gelas untuk memukul Hyde.

"Hyde-" ucap Tetsu tertahan melihat sang bartender mengayunkan gelas itu pada kepala Hyde, namun secepat kilat sayap hitam Hyde keluar, melindungi tubuh bagian belakang

"Aw.. itu sakit" ucap Hyde sambil terkekeh pelan.

Seketika kemudian lampu di bar tersebut padam membuat semua orang berteriak dan berlari tak tentu arah, Tetsu samar samar dapat  melihat gerombolan orang yang berlari tak jelas, Hyde benar, manusia tidak dapat survive, mereka hanya bisa menciptakan sistem, jika sistem itu dirusak mereka tidak bisa apa apa.

Tetsu menoleh kembali, diantara kegelapan ia dapat mendengar teriakan sang bartender saat Hyde mencengkram leher sang bartender kemudian menggoyangkan tubuh itu, Tetsu memegang bahu Hyde pelan, menenangkan Hyde.

"Hyde.. sudah cukup" ucap Tetsu pelan.

Hyde menoleh pada Tetsu, seketika itu ia menghentikan aksinya, meraih tangan Tetsu dan menariknya agar mendekat denganya.

Hyde yang terbawa nafsu memegang wajah Tetsu, mengecupnya dengan penuh nafsu, darah yang tertempel di wajah Tetsu tak luput dari kecupan dan jilatan Hyde, Tetsu mendapati dirinya mendesah atas perlakuan Hyde.

"Aku menginginkanmu Tetchan" lirih Hyde diantara ciuman ciumannya pada Tetsu, Tetsu menatap Hyde yang terus menciumnya, Tetsu tau, Hyde tidak lagi menyentuh siapapun semenjak ia lahir, wajar Hyde sangat menginginkannya.

"Take me, I'm yours"

Minggu, 27 September 2015

My Guardian's Angel chap 7

Chapter 7

Hyde mendesis kesal menatap laki - laki yang sedang bersandar di ambang pintunya.

Tetsu yang sadar ada orang lain di rumah Hyde langsung memerah dan berusaha menjaga jarak dari Hyde.

"Mau apa kau?" Ucap Hyde kesal karna waktunya diganggu oleh orang itu.

"Hanya ingin mengunjungi mu Hyde" ucap sambil melangkah kearah Hyde.

Hyde yang kesal melangkah maju kearah laki laki itu, namun ia langsung terpental menabrak dinding ruanganya, ia mendesis merasakan sakit pada tubuhnya.

"Aku lelah Hyde, pertemuan kita harus selalu seperti ini" ucap laki laki itu sambil duduk di salah satu bangku ruangan Hyde.

Hyde mencoba bangkit dan menyerang sesosok berpakaian putih itu, dan lagi ia harus terpental menabrak dinding hingga retak.

Tetsu yang menyaksikanya hendak menangis, ia sudah sering melihat ekspresi Hyde, seperti senang, marah atau yang lainya, namun, melihat Hyde yang kesakitan adalah sesuatu yang baru untuknya.

"Kumohon.. hentikan" ucap Tetsu pelan, berjalan mendekati Hyde yang kepayahan.

"Nee Hyde kau belum menceritakan sesungguhnya pada Tetsu?" Tanya mahluk itu menatap Hyde pelan.

"Apa urusanmu" ucap Hyde dingin.

"Tapi dia berhak tau" pria itu menyibakkan surai merah mudanya.

Hyde terdiam sesaat, ia menatap Tetsu yang menatapnya khawatir dan bahkan air matanya sudah mencuat dari kedua belah matanya.

Menghelai nafas pelan, Hyde mengelus rambut Tetsu, "paman Hide, beritau dia yang sebenarnya" ucap Hyde.

Hide mengangguk dan memegang lengan Tetsu, memberikanya kode untuk mengikutinya.

"Ta-tapi.." Tetsu menatap Hyde takut, Hyde mengelus kepala Tetsu pelan "tidak apa - apa tetchan" ucap Hyde lembut.

Tetsu mengangguk pelan dan berjalan kearah Hide,

"Hide san.. kau seorang malaikat..?" Tanya Tetsu menatap sosok Hide dengan pakaian putih serta pedang yang ia bawa.

" iya"

"Aku tak pernah membayangkan bahwa malaikat seperti ini" ucap Tetsu pelan 

"apa kau pikir malaikat itu bayi telanjang dan bersayap mungil?" Ucap Hide menoleh pada Tetsu dan tersenyum kecil, wajah Tetsu memerah karna apa yang diucapkan Hide benar sekali.

"Aku warrior" ucap Hide pada Tetsu

"Kau warrior?" tanya Tetsu bingung.

"Naturally"  balas Hide

"Jadi... ini perang?" balas Tetsu semakin tak mengerti.

"Selalu" ucap Hide pelan, "perang antara cahaya dan kegelapan, aku dan kakaku - ibu Hyde adalag warrior yang memerangi kegelapan" lanjut Hide.

"Ja-jadi"

"Yah.. Hyde darah campuran" balas Hide "anak dari seorang Vampire dan malaikat" lanjut Hide menatap Tetsu.

"Ta-tapi.. bagaimana bisa..?" Ucap Tetsu pelan.

"Biar kutunjukan"

Hide menutup matanya perlahan, dan entah kenapa Tetsu mengikutinya, sesaat mata Tetsu tertutup seperti ada sinar yang menyinari mereka, kemudian saat Tetsu membuka matanya, ia hanya melihat ruangan yang serba putih.

"Ini dimana Hide...?" Tanya Tetsu aga sedikit takut.

"Ssshh" hyde memberikan tanda untuk Tetsu agar diam, kemudian menunjuk pada sesuatu, mata Tetsu mengikuti arah jemari Hide, menatap seorang pria tampan berambut hitam panjang dengan mata merahnya, seluruh pakaian berwarna hitam. "Itu adalah Ayah Hyde" ucap Hide pelan, kemudian,jarinya meunjuk pada wanita dengan pakaian berwarna putih, serta sayap putih besar yang menempel di punggungnya, dengan mata silver yang indah serta surai emas yang sangat menawan. "dan itu adalah kakakku, ibu Hyde" ucap Hide sambil tersenyum.

Tetsu dapat melihat keduanya semakin dekat dan kemudian mereka memiliki anak, Tetsu tersenyum manis melihat Hyde yang masih sangat kecil, memiliki mata silver seperti ibunya dan rambut hitam seperti ayahnya, dan jujur saat seperti ini pun Hyde masih terlihat menawan.

"Mama" ucap Hyde pelan menarik rambut ibunya, namun ibunya tersenyum dan mengelus kepala Hyde, sementara ayahnya menatap mereka sambil tersenyum lembut, lagi lagi Tetsu menyunggingkan senyiman manis melihat keluarga kecil itu.

Namun tiba - tiba segerombolan malaikat datang, menghunuskan belati perak tepat di jantung ayah Hyde, tersungkur kemudian jatuh dan berubah menjadi debu, ibu Hyde bertiak, memeluk Hyde agar tak melihat kejadian tersebut, kemudian segerombolan malaikat itu pun menarik paksa Hyde dari ibunya.

"MAMAAA" jerit Hyde melihat ibunya di tarik paksa, kemudian salah satu malaikat mencabut pedangnya, memotong sayap ibunya di depan mata Hyde. Tetsu dapat mendengar rintihan ibu Hyde, dan tangisan Hyde kecil.
Seketika mereka kembali ke kamar Hyde.

"Me-mereka membunuh ke-kedua orang tua Hyde di depanya?" Ucap Tetsu tak percaya, menatap Hide meminta penjelasan.

"Mereka melanggar peraturan Tetsu" desah Hide pada Tetsu, "aku tak bisa melakukan apa apa Tetsu, ayah Hyde dari neraka, kakaku sangat mengetahuinya, namun ia sangat mencintai ayah Hyde, maka dari itu ia dan ayah Hyde rela melanggar peraturan" jelas Hide menatap sendu pada Tetsu.

"Ti-tidak mungkin" lirih Tetsu sambil jatuh terduduk, "lalu Hyde bilang tentang perang antar bangsa Vampire.. Aku tidak mengerti.." lanjut Tetsu.

"Memang terjadi perang Vampire, Hyde lebih memilih menjadi Vampire dibandingkan malaikat, namun bangsa Vampire tidak mau menerimanya, karna ia memiliki darah malaikat, dan aku pun tak terlalu mengerti kenapa, mereka memutuskan perang, dan Hyde hampir membunuh semua Vampire tanpa ia memiliki luka sedikit pun" jelas Hide menatap Tetsu.

Tetsu terdiam membisu, tidak menyangka bahwa masa lalu Hyde sangat menyakitkan dan berat.

"Nee Tetsu, walaupun Hyde sangat arogant , jahat dan tidak berperasaan, namun ia sangat mencintaimu Tetsu" ucap Hide menatap Tetsu.

"Dia pernah mengatakanya padaku..." lanjut Tetsu.

"Dia sangat membutuhkanmu Tetsu, dia tidak pernah mencintai siapapun selainmu, aku selau berdoa untuknya, aku sudah menganggapnya seperti anak sendiri" ucap Hide tersenyum menatap Tetsu.

"Hide san.. kau bisa melihat masa depan..?" Tanya Tetsu

Hide Tersenyum pada Tetsu "masa depan dapat selalu berubah, aku tidak dapat memprediksinya, namun Tetsu, kau adalah dosa terbesarnya"

"Eh.. aku tak mengerti?" Ucap Tetsu bingung.

"Kau nanti akan mengerti... aku akan mendoakan untuk kebahagiaan kalian, selalu" ucap Hide kemudia cahaya menyinarinya dan menghilang.

Tetsu duduk dikasur Hyde, ia sama sekali tidak pernah menyangka tentang masa lalu Hyde, ia pikir dia lah yang paling tersiksa disini, namun Hyde lebih darinya, hyde melihat kedua orang tuanya dibunuh didepan matanya sendiri, dan ia tidak di terima dalam kaumnya.

Hyde selalu memberikan kebahagiaan pada Tetsu, namun kenapa Tetsu sama sekali tak bisa memberikan kebahagiaan kepanda Hyde, air mata Tetsu perlahan jatuh, ia sangat merasa tidak berguna, tidak pantas mendapatkan cintanya Hyde.

"Tetsu..Hei..  kau kenapa?" Ucap Hyde pelan yang memasuki ruanganya, melihat Tetsu mengeluarkan air mata, dengan sigap tangan Hyde menyeka air mata yang berlinag di pipi Tetsu.

Tetsu menggelengkan kepalanya kemudian memeluk Hyde erat "aku mencitaimu Hyde, selalu" bisik Tetsu sambil menangis. Hyde mengelus punggung Tetsu, membiarkan Tetsu menumpahkan segala kesedihanya.

"Hyde, aku ingin ke bar" ucap Tetsu sembari melepaskan pelukanya pada Hyde, alis Hyde terangkat sebelah kemudian ia mengambil kunci mobilnya dan menggandeng Tetsu

To be continued.